Sempat Cedera, Anggota 3S Masih Semangat Bela Kalteng

Ilyas Sayogie, pemain muda Persiku salah satu pemain yang tergabung dalam 3S yang membela tim sepak bola Kalimantan Tengah menuju Pra PON di Sleman, Yogyakarta. (MuriaNewsCom)

Ilyas Sayogie, pemain muda Persiku salah satu pemain yang tergabung dalam 3S yang membela tim sepak bola Kalimantan Tengah menuju Pra PON di Sleman, Yogyakarta. (MuriaNewsCom)

 

KUDUS – Perjalanan 3S membela tim sepak bola Kalimantan Tengah menuju Pra PON di Sleman kembali berlanjut. 3S adalah sebutan bagi tiga pemain yang terdiri dari pemain muda Persiku, Ilyas Sayogie, Adit Sodikul Wafa, dan Sholikul.

Namun, mereka sempat mengalami masalah. Dua anggota 3S, yaitu Ilyas dan Sholikul sempat mendapat cedera.

Pemain yang berposisi sebagai bek tengah, Ilyas menyempatkan diri menyampaikan kabar terbaru tentang dirinya dan kedua kawannya dari Sleman kepada MuriaNewsCom melalui pesan Blackberry.

”Otot kaki saya ketarik, pada sebuah sesi latihan. Waktu ujicoba lawan tim Pra PON Jawa Tengah (hasil akhir 0-0) saya absen,” tutur Ilyas.

Hingga sekarang, pemain berambut ikal ini berupaya kembali fit dengan cara menjalani terapi meski sudah bisa mengiktui sesi latihan. Sedangkan Sholikul mengalami cedera pada engkelnya. ”Sama, dia juga apes pas latihan,” sambung Ilyas.

Memasuki minggu kedua TC, pelatih Kalimantan Tengah Suganda mulai mengajak ke-25 pemainnya mematangkan kombinasi permainan, dengan lebih agresif saat menyerang dan melancarkan penyelesaian.

”Penyelesaian akhir jadi sorotan saat ditahan imbang Jawa Tengah kemarin. Pada ujicoba lawan Diklat Magelang besok, saya ingin ada peningkatan dari anak-anak,” kata Coach Ganda.

Ditanya soal keputusannya menarik sejumlah nama-nama dari luar Kalimantan Tengah, dia mengaku hal itu erat kaitannya dengan kekompakan di dalam maupun di luar lapangan.

”Kalau bagus atau tidaknya seorang pemain itu relatif , tergantung siapa yang menilai. Tapi dari pandangan saya, sejumlah nama yang saya panggil sudah akrab satu sama lain dan cukup lama di Liga Nusantara. Itu akan jadi bekal penting nantinya,” pungkas Coach Ganda. (IQBAL NA’IMY/TITIS W)

Duduki Peringkat Empat, Heni Puas dengan Penampilan Atlet

Heni bersama atlet putri tenis meja Jawa Tengah usai pertandingan Popnas 2015 di Hall Telkom Geger Kalong, Bandung.  (Dokumentasi Heni Sandra pelatih tim tenis meja Jawa Tengah)

Heni bersama atlet putri tenis meja Jawa Tengah usai pertandingan Popnas 2015 di Hall Telkom Geger Kalong, Bandung.  (Dokumentasi Heni Sandra pelatih tim tenis meja Jawa Tengah)

 

KUDUS – Pelatih tim tenis meja Jawa Tengah Heni Sandra mengaku puas dengan hasil yang didapat di gelaran Popnas 2015. Setelah menyelesaikan partai terakhir pada Jumat (18/9/2015) siang, Jawa Tengah akhirnya menempati posisi akhir di peringkat 4.

Meski gagal masuk tiga besar, Heni menyebut pencapaian tim Popnas Jawa Tengah kali ini justru mengalami peningkatan dari edisi sebelumnya.

”Secara total, para atlet sumbang 1 emas, 2 perak, dan 4 perunggu. Lebih baik dari yang sebelum ini, jadi ada peningkatan,” tukas Heni pada MuriaNewsCom.

Medali terakhir disumbangkan oleh Ridho yang keluar sebagai juara tiga bersama di kategori tunggal putra. Jateng pun harus puas berada dibawah DKI (juara umum), Jawa Timur, dan Jawa Barat.

Jika tunggal putra mampu sumbang medali, lain halnya dengan tunggal putra yang tak sampai empat besar. ”Ya, Anggi tersingkir di babak 8 besar jadi tidak ada medali dari kategori tunggal putri,” imbuh Heni.

Pasca usainya Popnas cabor tenis meja, Heni berpesan kepada para atlet agar jangan terlalu berpuas diri dengan hasil yang didapat kali ini. ”Namun kami dari jajaran pelatih juga patut memberikan apresiasi, berkat peningkatan yang lebih baik dari Popnas edisi sebelumnya ini,” sambung Heni.

Segera pada sore harinya, kontingen tenis meja Jawa Tengah kembali ke kediaman masing-masing, sementara sebagian besar penggawa kembali ke markas PTM Sukun yang berada di Gondosari, Kudus. (IQBAL NA’IMY/TITIS W)

Tekuk Cindy, Nadia Melaju ke Babak 8 Besar Kretek Cup 2015

Salah satu peserta Kretek Cup menunjukkan kemampuan terbaiknya, Rabu (16/9/2015). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Salah satu peserta Kretek Cup menunjukkan kemampuan terbaiknya, Rabu (16/9/2015). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Dewi fortuna nampaknya masih berpihak kepada para unggulan Tunggal Usia Dini Madya. Nadia Pritasari yang menempati unggulan utama berhasil melaju ke Babak Delapan Besar Kretek Cup 2015. Ia berhasil menekuk Cindy Sr, yang sama sekali tidak diunggulkan.

Salah satu wasit pertandingan Siswanto mengatakan, Nadia merupakan unggulan dalam kelas kelompok tersebut. Dalam pertandingan pertama, ia mendapatkan bye. Praktis ia menyimpan energi lebih banyak pada pertandingan berikutnya. Alhasil, boom ia menang mudah dengan skor relatif jauh.

Nadia bakal bertanding melawan Tinta Berlian pada Kamis (17/9/2015)pukul 08.00 WIB. Sama halnya ketika berhadapan dengan lawan sebelumnya, lawan yang bakal dihadapi di delapan besar juga bukan dari kelas unggulan.

Sementara, unggulan kedua dalam pertandingan ini juga mengalami nasib yang sama. Keuntungan juga masih memihak pada Frenti Sila Rahmawati, karena berhasil melaju delapan besar dengan mudah.

“Unggulan kedua juga menang mudah, pada pertandingan awal yang bye, maka Frenti hanya bertanding sekali saja melawan Maya. Ia mampu menang dengan skor yang cukup timpang, yakni 21 – 3 dan 21 – 4,” ujarnya.

Atas hasil ini, Frenti bakal menghadapi unggulan keenam Jesika di Babak Delapan Besar. Hanya, dipertandingan tersebut tentu tak akan mudah. Ini lantaran Jesica juga berhasil menunjukkan kemampuan setelah menekuk lawan-lawannya dengan skor 2-0.

“Karena itu, pertandingan tidak dapat diprediksi. Kemampuan dua pemain tersebut belum terlihat saat kualifikasi hari ini,” ungkapnya.

Ia berpendapat, segala kemungkinan bisa saja terjadi. Bagi pemain yang lebih fokus dan bisa memanfaatkan timing kemungkinan besar akan mampu melaju ke babak selanjutnya. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)