Bupati Kudus Didaulat Jadi Bapak PKL Jateng

Bupati Kudus Musthofa saat bersama para PKL se-Jateng di tengah kegiatan Gebyar PKL 2017 di kota setempat. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Bupati Kudus Musthofa saat bersama para PKL se-Jateng di tengah kegiatan Gebyar PKL 2017 di kota setempat. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Bupati Kudus Musthofa didaulat menjadi bapaknya para PKL di Jawa Tengah. Pendaulatan dilakukan oleh para paguyuban PKL di Jateng, saat kegiatan Gebyar PKL 2017 yang didukung Sukun itu.

Daulat dibacakan di depan Pendapa Kudus, Kamis (5/1/2017). Pendaulatan dibacakan oleh PKL asal Kendal, Bisrin, yang juga datang memeriahkan hari jadi PKL di Kudus pada 2017 ini dengan disaksikan sejumlah PKL dari berbagai daerah se Jateng. “Kami meminta bapak Bupati tidak hanya menjadi bapaknya PKL di Kudus saja. Namun juga menjadi bapaknya PKL di Jateng,” katanya saat sambutan.

Menurutnya, Kudus merupakan surganya para PKL. Selain lebih bebas berjualan dengan tertata, Kudus juga dibuatkan even secara khusus untuk menghormati para PKL. Kegiatan tersebut merupakan Gebyar PKL yang jatuh pada tiap 5 Januari.

Dia berharap dengan Bupati Kudus menjadi bapaknya PKL di Jateng, maka tak hanya Kudus yang menjadi surganya para PKL, namun untuk tingkat Jawa tengah juga mampu menjadi surganya para PKL.

Sementara, Bupati Kudus Musthofa menyebutkan, kalau PKL bukanlah pedagang biasa. Karena para PKL adalah seorang pengusaha, yang dapat memajukan Indonesia dan mampu mengisi kesejahteraan Indonesia. “Ini adalah ekonomi kerakyatan. Jadi jika rakyatnya kuat, maka suatu negara juga pasti akan kuat pula. Dan para PKL ini juga para pedagang yang juga orang kaya,” ungkapnya.

Dia berpesan, para PKL harus jujur dalam segala hal. Baik itu dalam berdagang, timbangan, kualitas dan juga kejujuran lainnya. Sebab, dengan jujur mampu menjadi modal awal dalam kesejahteraan.

“Dengan demikian, tugas kita adalah merancang bagaimana cara kegiatan semacam ini dapat berlangsung kembali tahun depan. Sehingga kegiatan para PKL masih tetap berlangsung,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami

Ini Kata Ketua PKL Kudus Terkait PKL di Kudus 

Suasana diskusi forum PKL se-Jawa Tengah di aula kantor DPRD Kabupaten Kudus,Kamis. (MuriaNewsCom/ Faisol Hadi)

Suasana diskusi forum PKL se-Jawa Tengah di aula kantor DPRD Kabupaten Kudus,Kamis. (MuriaNewsCom/ Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Perayaan hari jadi PKL di Kudus yang didukun Sukun semakin meriah tiap tahunnya. Kegiatan yang ditunggu-tunggu oleh pedagang.

Muntoha, Ketua PKL Kudus menyebutkan kalau pihaknya sangatlah senang dengan adanya perayaan Gebyar PKL. Sebab dalam berjualan tidak dikejar petugas. PKL juga memiliki tempat yang khusus di sejumlah titik di Kudus.

“PKL di Kudus pokonya aman, tidak ada yang namanya kejar-kejaran dengan Satpol-PP karena melanggar aturan. Sebab kami sudah dibagi di berbagai wilayah yang dapat kami gunakan untuk jualan,” katanya dalam acara dikusi forum PKL Jateng di aula DPRD Kudus, Kamis (5/1/2017).

Menurutnya, kenyamanan para PKL disebabkan karena para pedagang juga mematuhi aturan yang ada. Untuk itu, ke depan nanti diminta kepada para PKL supaya lebih tertib pada aturan, agar kerjasama antara pedagang dengan pemerintah semakin baik.

Sementara, Kepala Dinas Perdagangan Kudus Sudiharti mengatakan, awalnya para PKL adalah kelompok yang menjengkelkan. Keberadaan PKL membuat sakit hati dan hanya memancing emosi saja. “Namun setelah berjalan, kami malah bermitra dengan PKL. PKL yang dulunya menjengkelkan berubah menjadi teman, saudara yang mendukung kami,” ungkapnya.

Ditambahkan, para PKL di Kudus harus memberikan contoh yang bagus untuk para tamu luar Kudus. Khususnya bagi para PKL se-Jateng, yang datang ke Kudus dalam kegiatan ini. Sebagai tuan rumah harus selalu menghargai dan ramah kepada tamu yang hadir.

Editor : Akrom Hazami

 

Kalau Ibu-ibu PKL Kudus Dandan, Kelar Hidup Loe…

Ibu-ibu PKL tampil dalam kegiatan Gebyar PKL untuk meramaikan hari PKL di Kabupaten Kudus, Kamis (5/1/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Ibu-ibu PKL tampil dalam kegiatan Gebyar PKL untuk meramaikan hari PKL di Kabupaten Kudus, Kamis (5/1/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Even Gebyar PKL 2017 yang digelar Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, menghadirkan nuansa lain.Salah satunya adalah kehadiran ibu-ibu pedagang kali lima (PKL) yang tampil beda dalam gelaran di kawasan Alun-alun Simpang Tujuh Kudus tersebut.

Ibu-ibu yang sehari-harinya berjualan di berbagai lokasi itu, terlihat beda saat mengikuti kirab PKL. Jika biasanya mereka berpakaian biasa-biasa saja, namun kali ini mereka dandan lengkap dengan pakaian khas daerah.

Ya, ibu-ibu itu terlihat sangat berbeda. Memakai sanggul, baju kebaya, bersepatu dengan hak, dan make up lengkap, terlihat sekali jika para ibu-ibu memang ingin memeriahkan acara dalam rangka HUT PKL Kudus tersebut. Meski menjadi ledekan rekan-rekan pedagang lainnya, namun mereka tidak peduli.

Sesekali langkah mereka harus berhenti, saat sandal atau sepatu berhak yang dipakai, sedikit menghambat. Namun mereka tetap penuh semangat melanjutkan langkahnya. Sesekali mereka bercanda dengan rekan-rekannya yang lain, sepanjang jalan yang dilalui.

“Ayo, kita segera jalan. Nanti make up-nya yang perempuan pada luntur, lho. Lumayan beda soalnya. Kelihatan lebih manis-manis,” kata salah seorang pedagang laki-laki peserta kirab.

Yang diledek juga tidak kalah membalasnya. Meski sambil tersipu-sipu malu, mereka bilang bahwa untuk even yang setahun sekali, hal itu tidak masalah. 

“Mumpung ada kesempatan. Sekali-kali tampil cantik. Mosok disuruh masak nasi goreng ikan saja, sih. Biar tampak beda,” kata salah satu pedagang perempuan yang didapuk membawa banner.

Ya, sebanyak 30 paguyuban PKL yang ada di Kudus, mengikuti kirab sebagai bagian dari rangkaian acara Gebyar PKL 2017 ini. Mereka mengambil start di depan Gedung DPRD Kudus, dan menyusuri Jalan Ahmad Yani, Jalan dr Loekmonohadi, Jalan Ramelan, Alun-alun Kudus, dan berakhir di pendapa kabupaten.

Peserta membawa tumpeng beraneka isi, yang akan digunakan untuk syukuran HUT di pendapa, dan akan dipimpin langsung Bupati Kudus H Musthofa.

Editor : Akrom Hazami

 

Pedagang Durian Kudus Tak Mau Lewatkan Momen Gebyar PKL

Pedagang buah durian menjajakan dagangannya di Gebyar PKL di Kabupaten Kudus, Rabu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Pedagang buah durian menjajakan dagangannya di Gebyar PKL di Kabupaten Kudus, Rabu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Acara Gebyar PKL yang diselenggarakan tiap 5 Januari, termasuk momen yang ditunggu sejumlah pedagang. Sebab, gebyar yang dilaksanakan selama dua hari, selalu menarik pengunjung dalam jumlah yang banyak.

Seperti halnya pedagang durian, Sarwadi asal Kudus ini. Tiap tahun dia selalu menyempatkan diri mengikuti pagelaran Gebyar PKL. Termasuk kali ini dia menjual durian. “Sudah dari awal saya ikut, soalnya kegiatan semacam ini sangat ramai pengunjung. Hasilnya juga cukup lumayan karena pengunjung ramai,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Dia menjelaskan, pada tiap kesempatan selalu berjualan durian. Sebab secara kebetulan, saat kegiatan Gebyar PKL selalu musim durian. Sehingga buah berduri itu merupakan buah yang paling pas dijajakan olehnya.

Menurutnya, durian yang dijual juga laris manis terjual. Harga yang ditawarkan juga bervariatif kisaran Rp 60 ribu hingga Rp 100 ribu. Harga tersebut dianggap murah lantaran momennya ulang tahun PKL di Kudus. “Jangan khawatir, harganya tidak kami naikkan. Jadi memang harganya segini. Ini sudah murah,” ujarnya.

Dia berterima kasih kepada pemkab yang sudah menyiapkan kegiatan semacam itu. Karena dengan kegiatan itulah para PKL dapat bersatu dan berjualan di tempat yang sangat strategis. “Biasanya jualan di Porma Mejobo. Tapi khusus dua hari ini saya jualan di Gebyar PKL. Dan hingga siang ini, Rabu (4/1/2017) lumayan banyak yang beli. Padahal baru dasar,” ungkapnya. 

Dalam berjualan selama dua hari, dia dibantu oleh temannya. Dia memprediksikan lapaknya bakal ramai, lantaran yang dijual juga buah yang diminati masyarakat Kudus. “Durian ini saya dapat dari Nalumsari Jepara, dan saya pilih kualitas yang bagus untuk dijajakan pada Gebyar PKL tahun ini,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Kamis, Ada Kirab PKL, Perhatikan Jalur yang Dipakai Jika Tidak Ingin Terjebak Kemacetan

Bupati Kudus H Musthofa bakal dinobatkan sebagai Bapak PKL oleh pedagang dari seluruh Jawa Tengah, dalam acara Gebyar PKL 2017, 4-5 Januari 2017.(MuriaNewsCom)

Bupati Kudus H Musthofa bakal dinobatkan sebagai Bapak PKL oleh pedagang dari seluruh Jawa Tengah, dalam acara Gebyar PKL 2017, 4-5 Januari 2017.(MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Even ”Gebyar PKL 2017” yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus melalui Dinas Perdagangan Kudus, bakal menampilkan berbagai acara yang spesial, selama dua hari penyelenggaraan. Yakni 4-5 Januari 2017.

Pada pembukaan kegiatan yang digelar Rabu (4/1/2017) ini, akan ada ”Kirab Parade Tumpeng 2017”, yang akan dilaksanakan oleh para pedagang kaki lima (PKL). Ini adalah prosesi mengawali selametan dalam rangka HUT ke-4 PKL Kudus. Waktu pelaksanaan Kirab PKL diganti Kamis (5/1/2016), pukul 13.00 WIB.  

Dan bagi Anda yang akan melalui jalur-jalur di Kabupaten Kudus, perhatikan benar jalur yang akan dipakai kirab. Start kirab ini adalah dari Gedung DPRD Kudus atau di Jalan Jenderal Ahmad Yani, kemudian menuju ke Jalan dr Loekmonohadi, hingga sampai ke kawasan Alun-alun Simpang Tujuh Kudus.

Peserta kirab akan diterima langsung Bupati Kudus H Musthofa di pendapa, untuk selanjutnya digelar acara selamatan atau syukuran bersama. Di sinilah juga akan digelar acara penobatan Bupati Kudus h Musthofa sebagai Bapak PKL Jawa Tengah, oleh perwakilan asosiasi PKL Jawa Tengah.

Jalur yang dilalui peserta kirab, akan semakin padat. Sehingga pengendara atau pengguna jalan, diharapkan bisa memilih jalur alternatif lainnya, yang sudah disiapkan petugas. Nantinya, akan ada petugas dari Dinas Perhubungan dan pihak kepolisian yang mengarahkan hal tersebut.

Pasalnya, peserta kirab akan terdiri dari barongsai, aksi teatrikal, musik perkusi, deretan parade tumpeng, dan yang lebih memenuhi jalan adalah parade gerobak PKL. Gerobak ini akan dibawa dari lokasi start ke finish di alun-alun.

”Kirab PKL ini adalah bagian dari Gebya PKL 2017. Ini memang salah satu kado dari PKL yang ada di Kudus, untuk Bapak Bupati Kudus H Musthofa yang sudah memberikan ruang seluas-luasnya bagi mereka, untuk mencari nafkah. Sehingga memang perlu disyukuri bersama,” kata Kepala Dinas Perdagangan Kudus Sudiharti.

Setelah kirab, acara akan dilanjutkan dengan mengumpulkan ribuan PKL di Kudus, untuk menjajakan jajanannya di sepanjang Jalan dr Loekmono Hadi hingga ke kawasan alun-alun. Ditambah lagi dengan Jalan Sunan Kudus, yang juga menjadi lokasi Gebyar PKL 2017 ini.

Editor: Merie

Ulang Tahun PKL Kali Ini, Bakal Lebih Seru

Bupati Kudus H Musthofa menyapa para pedagang kaki lima (PKL) yang ada di wilayah ini. Bupati selalu menegaskan bahwa PKL adalah salat satu bentuk ekonomi kerakyatan yang diberi akses luas untuk berkembang. (MuriaNewsCom)

Bupati Kudus H Musthofa menyapa para pedagang kaki lima (PKL) yang ada di wilayah ini. Bupati selalu menegaskan bahwa PKL adalah salah satu bentuk ekonomi kerakyatan yang diberi akses luas untuk berkembang. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Ulang tahun pedagang kaki lima (PKL) Kabupaten Kudus yang digelar setiap tanggal 5 Januari setiap tahunnya, kali ini akan digelar dengan lebih meriah dan seru.

Kemeriahan itu terlihat dari hari digelarnya acara tersebut. Yakni mulai Rabu hingga Kamis, 4-5 Januari 2017. Nantinya, acara ini akan digelar dari Jalan Loekmonohadi Kudus, hingga Alun-alun Simpang Tujuh. Termasuk juga di Jalan Sunan Kudus, juga menjadi bagian dari acara ini.

”Sebagaimana kita ketahui bahwa Kudus adalah surganya PKL. Itu sesuai dengan apa yang dilaksanakan Bapak Bupati Kudus, yang menjadikan wilayah ini ramah untuk para pedagang kaki lima,” kata Kepala Dinas Perdagangan Pasar Sudiharti, Selasa (3/1/2017).

Keberhasilan penataan PKL di wilayah ini yang dilakukan bupati Kudus, menjadikan iklim perekonomian masyarakat menjadi semakin berkembang. Ekonomi kerakyataan memang diusung bupati, dalam setiap upaya pengembangan wilayah ke depannya.

Acara ulang tahun PKL yang dikemas dalam judul ”Gebyar PKL 2017” tersebut, bakal menghadirkan beraneka macam stan berbagai produk. Tentu saja yang akan mendominasi adalah stan-stan para pedagang kaki lima, yang akan berjejer dari mulai Jalan Loekmonohadi hingga ke Alun-alun Simpang Tujuh Kudus.

”PKL dari berbagai penjuru di Kudus, kita undang untuk mengikuti kegiatan ini. Pusatnya adalah di kawasan alun-alun. Masyarakat bisa datang dan menikmati aneka produk-produk khas PKL dari Kudus. Semuanya akan hadir di sana,” tutur Sudiharti.

Bukan itu saja. Keseruaan acara itu, juga akan bertambah dengan kehadiran para PKL dari luar Kudus. Ya, pemkab memang sengaja mengundang PKL dari berbagai daerah di Jawa Tengah, untuk memeriahkan acara ini.

”Supaya komplit saja semuanya. Ada PKL dari Kudus, juga ada yang dari Jawa Tengah. Semuanya akan hadir di alun-alun, untuk ikut memeriahkan acara HUT PKL ini. Biar mereka bisa melihat bagaimana dinamisnya kehidupan PKL di Kudus ini,” katanya.

Editor: Merie