Gebyar Seni Budaya Lesbumi dan Haul Gus Dur di Kudus

Perwakilan Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) Kudus Abu Hasan. (Istimewa)

Perwakilan Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) Kudus Abu Hasan. (Istimewa)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) Kudus menyelenggarakan Gebyar Seni Budaya Lesbumi dan Haul ke-6 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Kampoeng Festival Bambu Wulung Jl. Kudus-Pati KM 5, Kudus.

Acara yang dilaksanakan pada 30-31 Januari 2016, akan diisi dengan beragam kegiatan. “Pada 30 Januari, beragam acara yang telah disiapkan yaitu lomba rebana untuk pelajar, lomba teater pelajar, dan lomba melukis potret Gus Dur yang semuanya diperuntukkan bagi pelajar tingkat SMA,’’ ujar ketua panitia Dwi Saifullah melalui sekretarisnya, Abu Hasan.

Di rilis yang diterima, Hasan menambahkan, selain berbagai lomba tersebut, ada juga pementasan teater oleh Teater Lesbumi Kudus. ”Pada pementasan ini, para awak Teater Lesbumi mengangkat lakon ‘Sumbadra Sayembara’,’’ lanjutnya.

Pada hari kedua, yakni 31 Januari, diselenggarakan talkshow bertajuk ‘’Gus Dur Guru Bangsa’’ dengan menghadirkan narasumber Inayah Wulandari Wahid (putri Gus Dur) dan KH Yusuf Chudlori, pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo, Magelang.

“Pada kesempatan itu, juga ada berbagai penampilan lain yang akan menyemarakkan kegiatan ini, seperti pembacaan puisi oleh sastrawan Jumari HS., musikalisasi puisi oleh Nuzumal Laily, dan juga dimeriahkan dengan kehadiran Binta Athivata Tabriez, yang populer berkat penampilan apiknya saat mengikuti Program Akademi Syiar Indonesiar (AKSI) Junior di salah satu televisi swasta nasional,’’ jelasnya.

Lebih lanjut dikemukakan, selain mengenang jasa-jasa Gus Dur dan membumikan pemikiran-pemikiran pluralisme sang guru bangsa itu, khususnya masyarakat Kudus, di tengah-tengah kegiatan juga akan dilaksanakan pelantikan pengurus Lesbumi.

“Kegiatan pembuka ini diharapkan mampu memunculkan spirit untuk menumbuhkembangkan seni-budaya di Kudus, terlebih di kalangan muda Nahdlatul Ulama (NU),’’ tutur Abu Hasan didampingi Eko Winasis, salah satu panitia kegiatan.

Editor : Akrom Hazami