Buruh Tani Asal Jepara Meninggal di Persawahan Gebog

Tim medis dan pihak kepolisian memeriksa jenazah buruh tani yang meninggal di area persawahan. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Seorang buruh tani Nasipan (65) asal Dukuh Ngablak Desa Karangnongko RT 07 RW 3, Nalumsari, Jepara, diketahui sudah tak bernyawa di sebuah area persawahan di Desa Kedungsari, Gebog, Minggu (15/10/2017). Buruh tani tersebut meninggal, saat sedang bekerja.

Kapolsek Gebog AKP Muhaimin mengatakan, korban diketahui meninggal sekitar jam 14.00 WIB. Saat itu, korban sedang bekerja di area persawahan milik Ngatminah (70), warga Desa Kedungsari Gebog.

“Jam 13.00 WIB, korban berangkat kerja usai istirahat siang bersama kedua temannya, yang juga asal Jepara. Namun sekitar jam 14.00 WIB itu korban terlihat lemas, sehingga kedua rekannya membawa ke tempat yang teduh,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurut dia, korban masih terlihat lemas saat dibawa ke tempat yang teduh. Namun lama kelamaan korban makin lemas hingga diketahui seperti orang yang sudah meninggal. 

Melihat hal itu, kedua rekannya langsung menghubungi pemilik tanah dan juga pihak Polsek Gebog. Korban langsung dibawa ke Puskesmas Gondosari yang tak jauh dari lokasi untuk diperiksa lebih lanjut.

“Dari hasil pemeriksaan tak ada temuan adanya kekerasan, dan korban meninggal diduga terlalu lelah bekerja dan kondisinya yang memang sudah tua,” jelasnya.

Ditambahkan, pihak keluarga juga menerima meninggalnya korban, sehingga jenazah langsung dibawa pulang dikembalikan ke keluarganya.

Editor : Ali Muntoha

Jalan di Gebog Kudus Rusak, Warga Mengeluh

Seorang pelajar duduk dekat lokasi jalan rusak di Desa Getassrabi, Kecamatan Gebog, Kudus, Senin (16/1/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Seorang pelajar duduk dekat lokasi jalan rusak di Desa Getassrabi, Kecamatan Gebog, Kudus, Senin (16/1/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Warga mengeluhkan jalan rusak, tepatnya di bilangan Mbah Rogomoyo, Desa Getassrabi, Kecamatan Gebog, Kudus, Senin (16/1/2017). Jalan mengalami ambrol sedalam setengah meter, dua pekan lalu. Jalan yang rusak di depan MTs Roudlotut Thilibin. Akibat jalan yang rusak, pengguna jalan terganggu. Mereka harus bergantian dengan sesama pengendara saat melintas jalan.

Fatkhur Rizki, siswa MTs mengatakan, rusaknya jalan disebabkan curah hujan yang tinggi. Mulanya, permukaan tergenang air. Lambat laun, aspal mengelupas. Dalam kondisi itu, truk bermuatan besar juga terus saja melintas. Jalan pun akhirnya jadi ambrol.”Setelah rusak, kendaraan besar juga terus lewat sini. Seperti halnya truk bermuatan. Akhirnya jalan ambrol bahkan sampai dalamnya sekitar setengah meter,” katanya kepada MuriaNewsCom di lokasi, Senin.

Warga berharap jalan dapat segera diperbaiki. Sebab jalan merupakan akses utama warga. Selain itu, jalan juga masuk wilayah perbatasan Kudus dengan Jepara, yakni wilayah Nalumsari kawasan utara.”Takutnya membahayakan. Apalagi sekarang masih musim hujan, jadi daerah sekitar jalan yang rusak juga mengalami kerusakan,” ungkapnya.

Berdasarkan pantauan lokasi jalan yang ambrol sudah ditutup papan dan dipasangi bambu melintang, untuk mencegah kecelakaan. Selain itu di sekitar titik ambles, juga diberi papan peringatan.

Editor : Akrom Hazami

Mayat Laki-laki Ditemukan di Ladang Tebu Gebog Kudus

Warga mendatangi lokasi penemuan mayat di Desa Jurang, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Kamis. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Warga mendatangi lokasi penemuan mayat di Desa Jurang, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Kamis. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Penemuan mayat terjadi di Kudus. Kali ini mayat berjenis kelamin laki- laki ditemukan di ladang tebu, Desa Jurang, RT 4 RW 3, Gebog, Kudus, Kamis (5/1/2017) siang.

Penemuan mayat tersebut menggegerkan warga sekitar. Lokasi yang terdapat di belakang klinik Sukun  membuat warga berbondong-bondong datang ke lokasi.

Yatono,  warga Desa Jurang mengatakan, dia bersama temannya yang kali pertama mendapati ada mayat. Saat itu, dia sedang bekerja di lahan tebu. Dia dikejutkan dengan bau tak sedap dari sekitar.

“Tadi sekitar pukul 10.30 WIB saya kletek tebu. Lha kok ada bau tidak enak dan menyengat dan ternyata ada mayat di sekitar kami saat kerja,” katanya kepada MuriaNewsCom di lokasi.

Mayat tersebut terbujur di kebun tebu. Mayat dalam keadaan tengkurap. Mayat diduga telah meninggal dunia lama. Karena tampak belatung mengerumuni mayat. “Mungkin sudah sepekan meninggal. Tapi persisnya kurang tahu. Hanya mayatnya laki-laki,” ujarnya

Sejumlah anggota kepolisian dan kodim tiba di lokasi. Saat ini tim Inafis juga telah datang mengecek kondisi mayat. Dokter dari Puskesmas Gondosari juga telah mengecek kondisi mayat.

Editor : Akrom Hazami

 

Pengajian Akbar Akhiri Kegiatan MTQ Sukun Education

f-sukun (e)

Pengajian akbar yang diselenggarakan di Masjid Taqwa Gondosari dalam rangka penutupan MTQ Sukun Education (MuriaNewsCom/EDY SUTRIYONO)

KUDUS – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Sukun Education yang digelar lebih sepekan akhirnya resmi ditutup, dengan dibarengi pengajian akbar. Acara yang berlangsung Sabtu (4/7/2015) malam ini, sekaligus penyerahan hadiah dan tropi kepada pemenang. Lanjutkan membaca