Namanya Disebut Nazaruddin, Ganjar : Omongannya Inkonsisten

Gubernur Ganjar Pranowo saat hadir di satu kegiatan, beberapa waktu lalu. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Rembang – Belakangan, nama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kembali santer terdengar setelah Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin bicara pada sidang lanjutan dugaan korupsi pengadaan KTP Elektronik (e-KTP).

Mendengar namanya disebut Nazaruddin, Ganjar bereaksi kalem. Hal ini tampak dijawab saat muncul pertanyaan wartawan saat kunjungannya ke Rembang, Rabu (22/11/2017).  “Dinengke wae (didiamkan saja),” ungkap Ganjar di Pelabuhan Ikan Tasik Agung, Kabupaten Rembang.

Wartawan pun menanyakan kembali jawaban tersebut dan juga menanyakan apakah tidak takut menjadi target Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selanjutnya dalam kasus ini. Dengan tegas Ganjar menjawab bahwa dirinya tidak takut karena memang tidak menerima uang itu.

“Kenapa harus takut kalau tidak salah? Kenapa harus khawatir dengan omongan inkonsisten? Coba cek deh satu persatu, dari 2013 sampai jadi saksi-saksi kemarin apa ada satu saja yang konsisten?,” terang Ganjar lagi.

Ganjar mengatakan bahwa kesaksian yang disampaikan Nazaruddin  selalu berubah-ubah. Antara lain saat Nazzarudin mengatakan Ganjar menerima uang pembagian proyek dari Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto. Namun kesaksian itu berubah lagi dan menyatakan anggota DPR Mustokoweni-lah yang menyerahkan uang pada Ganjar.

“Nominalnya juga beda-beda, yang bener yang mana? Bu Mustokoweni ternyata sudah meninggal pas dikatakan bagi-bagi uang itu. Buka juga BAP (Berita Acara Pemeriksaan) Miryam yang bocor kemarin, punya kan?,” ujar Ganjar.

Ia mengatakan dalam BAP yang akhirnya bocor ke publik tersebut sudah tercantum semua alur pemberian uang dugaan korupsi pengadaan e-KTP. Pada siapa saja uang itu diberikan, siapa yang menerima dan siapa yang menolak pun ungkapnya sudah ada jelas di BAP Miryam S Haryani.

“Mudah sebenarnya menjawabnya, tapi lebih baik buka dan pelajari sendiri BAP itu, kalau saya kan nanti dikira membela diri. Tapi bagi saya ya dinengke wae (didiamkan saja), rekayasanya sudah kebangetan,” tandasnya.  

Seperti diketahui Nazaruddin memberikan kesaksian dalam sidang lanjutan dugaan korupsi pengadaan e-KTP dengan terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (20/11/2017). Dalam kesaksian itu ia menyebut mengetahui siapa saja yang menerima aliran uang tersebut. 

Editor : Akrom Hazami

Listrik Gratis Dibagikan untuk 6.163 Warga Miskin Jateng

Petugas melakukan perbaikan sambungan listrik. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Pekalongan – Ribuan rumah warga yang puluhan tahun tidak teraliri listrik kini telah terang benderang. Pemprov Jateng memberi bantuan sambungan listrik gratis untuk 6.163 rumah tangga miskin.

Jumlah tersebut adalah bantuan untuk tahun 2017 saja. Sedangkan Pemprov Jateng sendiri telah memberi listrik gratis sejak 2014. Pemberian bantuan dilaksanakan secara simbolis oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo setiap kunjungan ke daerah. Pada Kamis (26/10/2017) giliran bantuan untuk Desa Krandon Kecamatan Kesesi Kabupaten Pekalongan.

Desa Krandon mendapat bantuan listrik untuk 12 rumah tangga. Total listrik gratis untuk Kabupaten Pekalongan yakni 316 rumah tangga. Ganjar mengatakan, sambungan listrik gratis dilaksanakan sebagai salah satu program pengentasan kemiskinan. “Agar saudara kita sama-sama bisa menikmati listrik,” katanya.

Program tersebut dinilai penting karena masih terdapat rumah di Jateng yang belum berlistrik. Dari 9.220.238 rumah tangga, yang belum teraliri listrik masih ada 448,785 rumah. Meski demikian rasio elektrifikasi Jateng terhitung cukup bagus yakni 95,13 persen. Rasio Jateng masih di atas Nasional yang hanya 92 persen. “Rasio kita sudah melebihi target 2017 yang ditetapkan 92 persen. Kita sedang menuju target 2018 capaian rasio elektrifikasi 99 persen,” katanya.

Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral Teguh Dwi Paryono menjelaskan, penerima manfaat dibebaskan dari biaya sambungan listrik. Mereka juga mendapat bantuan pulsa listrik sebesar Rp 200 ribu. “Sifatnya stimulan jadi setelah pulsa habis ya diharapkan membayar sendiri, tapi meski prabayar kan yang subsidi jadi murah,” katanya.

Sugiyanto, salah satu penerima sambungan listrik gratis mengatakan dirinya bersyukur mendapat bantuan sebab sudah puluhan tahun rumahnya tidak teraliri listrik. “Kalau malam ya pakai lampu minyak, tapi minyak tanah sekarang susah dan mahal. Pekerjaan saya nasional ee maksudnya serabutan apa saja, penghasilan cuma Rp 50 ribu sehari sudah bagus,” kata pekerja serabutan itu.

Warga Desa Ketanon, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan itu juga mendapat bantuan perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH). Sebelumnya ia menggambarkan rumahnya yang hanya berukuran 5 x 7 meter itu seperti kandang kerbau.

“Wah dulu kandang kebo lah, sekarang sudah tembok lantai plester dan atapnya aman tidak bocor,” kata bapak tiga anak itu.

Editor : Akrom Hazami

 

Gubernur Kaget di Depannya Ada Ibu Naik Motor Nyungsep di Selokan

Rombongan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat berhenti di Jalan Raya Kesesi Rejo Kecamatan Bodeh Kabupaten Pekalongan untuk menolong seorang ibu yang nyungsep di selokan, Kamis (26/10). (Humas GP)

MuriaNewsCom, Pekalongan – Rombongan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo tiba-tiba berhenti di Jalan Raya Kesesi Rejo Kecamatan Bodeh Kabupaten Pekalongan, Kamis (26/10/2017). Penyebabnya ternyata seorang ibu yang nyungsep ke selokan bersama sepeda motornya.

Ketika rombongan tiba, sepeda motor sudah pada posisi terjun di selokan yang airnya selutut itu. Sebagian badan ibu tersebut sudah berada di dalam air.

Rupanya Ganjar melihat si ibu yang sedang bersusah payah mengangkat motor Honda Vario warna hitamnya ke atas. Spontan Ganjar memerintahkan sopirnya berhenti dan meminta ajudan segera turun membantu ibu tersebut. Beberapa petugas kepolisian pengawal gubernur dari Polda Jateng juga turun membantu.

Melihat selokan yang sempit, petugas meminta ibu itu naik dulu. “Motornya dilepaskan saja bu, ibu naik dulu sini saya bantu,” kata Bripka Benny sembari mengulurkan tangan.

Setelah ibu naik, motor pun dapat diangkat keluar selokan. Ganjar sendiri turun dari mobil dan menghampiri ibu tersebut. “Pripun kok saged niku wau bu? Mboten nopo-nopo to? (Bagaimana kok bisa seperti tadi bu? Tidak apa-apa kan?,” tanya Ganjar.

Si ibu yang belakangan diketahui bernama Sudiyah nampak tidak luka sedikit pun. Hanya saja masih syok sehingga tidak bisa menjawab dengan lancar. “Kepepet truk pak, nggih mboten nopo-nopo (Kepepet truk pak, iya tidak apa-apa,” kata ibu berkaus hitam dan berjilbab ungu itu.

Sepeda motor berplat G6472VM itu pun hanya lecet sedikit di bagian bodi. Mesin dapat hidup tanpa masalah berarti. Setelah memastikan kondisi Sudiyah baik-baik saja, Ganjar kemudian bertanya kenapa ibu itu tidak mengenakan helm. “Cuma dekat kok,” kata Sudiyah, masih dengan bahasa Jawa. “Ya meski dekat tetap harus pakai helm, nyatanya tadi ibu jatuh, besok lagi pakai helm nggih,” tukas Ganjar.

Tak berbincang lama, Ganjar mempersilahkan Sudiyah melanjutkan perjalanan. Begitu juga dirinya langsung masuk mobil. Peristiwa terjadi ketika Ganjar dalam perjalanan menuju SMA 1 Bojong Pekalongan. Siang itu Ganjar dijadwalkan mengajar di sekolah tersebut.

Sejak Rabu (25/10/2017) Ganjar melakukan kunjungan daerah ke Brebes dan menginap di rumah salah seorang warga desa di Pemalang. Di antara kegiatannya sejak kemarin ialah meresmikan lima jalan layang di jalur pantura kemudian memimpin upacara bulan bhakti karang taruna di Desa Clekatakan Kecamatan Pulosari, Pemalang.

Editor : Akrom Hazami

Ganjar Kerahkan Karang Taruna Perangi Kemiskinan

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam acara penutupan Bulan Bhakti Karang Taruna tingkat Jateng di Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Kamis (26/10). (Humas GP)

MuriaNewsCom, Pemalang – Seluruh kekuatan masyarakat harus bergotong royong untuk memerangi kemiskinan di Jawa Tengah. Termasuk karang taruna yang harus terlibat aktif dalam beragam program pembangunan di berbagai tingkat pemerintahan.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, karang taruna harus mengubah paradigma. Tidak lagi hanya sebagai pelengkap dalam acara seremonial, tapi aktif terlibat pada kegiatan konkret yang bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Jangan lagi cuma ikut upacara atau peringatan, terjun langsung buat program sendiri atau membantu yang sudah ada,” kata Ganjar dalam upacara penutupan Bulan Bhakti Karang Taruna tingkat Jateng di Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Kamis (26/10/2017).

Gubernur menguraikan, pada tingkat desa, anggota karang taruna bisa ikut berpartisipasi dalam musyawarah perencanaan pembangunan desa, pemetaan potensi dan peningkatan sumber daya manusia. “Bantu mendata warga miskin yang belum mendapat bantuan, itu peran krusial,” tegasnya.

Kemudian bisa aktif dalam relawan tanggap bencana, pendampingan UMKM atau program kesehatan seperti penurunan angka kematian ibu dan bayi. “Banyak juga anggotanya yang pengusaha jadi secara ilmu dan jaringan sudah ada tinggal dimaksimalkan,” kata Ganjar. 

Dengan anggotanya pemuda setempat, karang taruna juga bisa menjadi pagar betis negara dalam melawan radikalisme, penyebaran narkoba, dan peran aktif dalam pertahanan keamanan. “Jadilah mata telinga dan otot masyarakat, bersinergi dengan pemerintah desa, membuat inovasi dan kreasi yang mendongkrak ekonomi kreatif masyarakat,” ujarnya.

Bulan Bakti Karang Taruna Jateng diikuti perwakilan karang taruna dari 35 kabupaten kota. Selain konsolidasi antar daerah, juga diisi dengan kerja bhakti massal dan pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH).

Ganjar hadir sejak Rabu (25/10/2017) malam dan menginap di salah satu rumah warga Desa Clekatakan. Pagi harinya ia jalan sehat bersama ribuan warga dan anggota karang taruna dilanjutkan upacara penutupan.

Ketua Karang Taruna Jateng Dede Indra Permana Sudiro menambahkan, karang taruna di Jateng saat ini berjumlah 8.578 unit yang tersebar di tiap desa. Rinciannya 18 karang taruna percontohan, 889 maju, 3583 berkembang, dan 4088 tumbuh.

“Pada bulan bakti ini kami sudah langsung melaksanakan arahan pak gubernur dengan melaksanakan bongkar rumah RTLH 35 unit. Kami juga punya unit usaha ekonomi kreatif untuk pemberdayaan masyarakat desa,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

Konser Monata di Kayen Pati, Gubernur Ganjar Ikut Hadiri

Ganjar bersama Bupati dan Wakil Bupati Pati, Haryanto-Saiful Arifin menyapa masyarakat dalam konser Monata di Lapangan Kayen, Pati, Sabtu (2/9/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menghadiri konser Monata yang diadakan tim sukses Haryanto dan Saiful Arifin di lapangan Kecamatan Kayen, Pati, Sabtu (2/9/2017).

Konser Monata tersebut dihelat dalam rangka tasyakuran Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Pati, Haryanto-Arifin. Ribuan warga tumpah ruah di lapangan Kayen menikmati berbagai lagu dangdut yang disajikan Monata.

Baca : Bus PO Indonesia Guling Usai Tabrak Avanza dan Sepeda Motor di Proliman Tanjung Kudus

Pada konser awal, Ganjar meminta pengunjung untuk naik ke panggung dan menyanyikan lagu. Mereka yang berani bernyanyi di panggung mendapatkan tabungan dari Bank Jateng masing-masing senilai Rp 500 ribu.

Ganjar juga menyerahkan satu unit mobil ambulans untuk kepentingan masyarakat Pati. Satu unit mobil ambulans itu diserahkan kepada Haryanto selaku Ketua PMI Pati.

Baca : Hewan Kurban Donasi Muslim Singapura Disembelih di Bringin Grobogan

“Kita harus berterima kasih kepada bapak Ganjar karena sudah memberikan bantuan dan mendukung pembangunan di Pati,” kata Haryanto.

Haryanto juga mengucapkan terima kasih kepada warga Pati “kidul kali” yang sudah membantunya hingga dilantik dua periode. Di depan ribuan warga, Haryanto berjanji akan mewujudkan janji-janji politik yang dulu pernah disampaikan.

“Pilkada sudah selesai. Mari kita guyub rukun agar pemerintahan bisa berjalan dengan baik dan masyarakat sejahtera,” pungkas Haryanto.

Editor : Akrom Hazami

 

Baca : Kerbau Kurban Ngamuk di Singocandi Kudus, Seruduk Warga Hingga Dilarikan ke RS dan Rusak Motor

Ganjar Ingin Satpol PP Jateng Nguwongke Liyan

Wagub Heru Sudjatmoko saat memberikan dukungan kepada personel Satpol PP di Kabupaten Jepara, Selasa. (Diskominfo Jepara)

MuriaNewsCom, Jepara – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ingin agar personel Satuan Pamong Praja (Satpol PP) di Jateng lebih humanis. Hal itu disampaikannya dalam sambutan pada Jambore Satpol PP ke VII, di Desa Kelet, Kecamatan Keling-Jepara, Selasa (29/8/2017). 

“Kita ingin Satpol PP lebih humanis, lebih dekat dengan rakyat dan persuasif dalam banyak hal. Ini kapasitas yang harus dipenuhi di tengah tekad dan semangat kita memberikan pelayanan terbaik kepada rakyat,” ujar Ganjar dalam sambutan yang dibacakan Wakil Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko. 

Di samping itu Ganjar ingin sebagai personel penegak peraturan daerah, tidak bertindak kasar namun tetap tegas. Hal itu karena dalam tugas keseharian, aparat satpol pp selalu bersinggungan dengan masyarakat yang memiliki beragam watak dan kepentingan.

“Di sinilah profesionalitas ditunjukan, tegas itu penting tapi berbeda dengan kasar, tegas itu perlu tapi kasar harus dihindari. Lakukan dengan pendekatan humanis, kultural, sosiologis dan pahami agar terlihat simpatik di masyarakat,” katanya. 

Lebih lanjut, Ganjar mengatakan tugas Satpol PP juga memberikan pengertian dan pemahaman kepada masyarakat agar mengerti tentang regulasi serta peraturan. Dengan demikian, ia berharap agar pelanggaran terhadap perda dapat ditekan.  “Humanis artinya harus melakukan pelayanan terhadap mayarakat dan nguwongke liyan (menghargai nilai kemanusiaan),” pungkas Gubernur Jawa Tengah. 

Sementara itu Heru Sudjatmoko mengungkapkan, ajang jambore Satpol PP merupakan kesempatan bagi personel untuk meningkatkan kemampuan, kepekaan, kepedulian dan rasa empati atas kondisi masyarakat.  Adapun kegiatan Jambore Satpol PP ke 7 Jawa Tengah digelar selama empat hari sampai Kamis (31/8/2017) dan diikuti 360 orang. 
Editor : Akrom Hazami

Seharian, Gubernur Roadshow di Grobogan, Ini Agendanya

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo melakukan kunjungan ke Grobogan didampingi bupati setempat Sri Sumarni, Rabu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo melangsungkan serangkaian acara di Grobogan, Rabu (8/3/2017). Acara ini dilakukan serangkaian dengan agenda Ganjar membuka Musrenbangwil eks Keresidenan Semarang di pendapa kabupaten, Kamis (9/3/2017).

Informasi yang didapat menyebutkan, agenda roadshow akan dilangsungkan sehari penuh. Ada beberapa lokasi yang dikunjungi orang nomor satu di Pemprov Jateng tersebut.

Antara lain, meninjau ruas jalan Tegowanu-Tanjungharjo. Kemudian, berdialog dengan pedagang Pasar Godong dan dilanjutkan dengan silaturahmi bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan di Desa Sumberejosari, Kecamatan Karangrayung.

Siang harinya, agenda dilanjutkan dengan meninjau lokasi jembatan longsor di Kecamatan Pulokulon dan berdialog dengan wartawan di Purwodadi.

Sedangkan pada sore harinya, Ganjar dan rombongan dijadwalkan akan melangsungkan acara di Desa Karanglangu, Kecamatan Kedungjati. Di desa ini, akan digelar acara Ngopi Bareng Gubernur sekaligus sosialisasi stimulan wirausaha melalui kredit mitra Bank Jateng. Usai ngopi, acara dilanjutkan dengan nonton film layar tancap.

“Rencananya, Pak Gubernur akan bermalam di salah satu rumah warga Kedungjati. Kemudian, besok pagi baru akan menuju pendopo untuk membuka acara Musrenbangwil. Jadi, seharian ini Beliau roadshow ke berbagai lokasi di Grobogan,” kata Kabag Humas Pemkab Grobogan Ayong Muchtarom.
Editor : Akrom Hazami

Ada Pengiring Jenazah Hanyut saat Seberangkan Keranda, Bupati Grobogan Ditelepon Gubernur

Warga saat hendak menyeberangkan keranda berisi jenazah sebelum akhirnya ada pengiring yang hanyut di Sungai Lusi Desa Tanjungsari, Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Warga saat hendak menyeberangkan keranda berisi jenazah sebelum akhirnya ada pengiring yang hanyut di Sungai Lusi Desa Tanjungsari, Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Berita adanya orang hanyut saat mengiring jenazah menuju pemakaman dengan menyeberangi Sungai Lusi di Dusun Ndoro, Desa Tanjungsari, Kecamatan Kradenan, mendapat perhatian Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Bahkan, Ganjar langsung mengontak Bupati Grobogan Sri Sumarni untuk menanyakan masalah tersebut. Ganjar juga meminta Sri Sumarni segera melakukan langkah penanganan agar tidak proses pemakaman dengan menyeberangi sungai tidak terjadi lagi.

“Iya, tadi saya dihubungi Pak Ganjar mengenai berita orang hanyut saat mengiring jenazah menuju pemakaman dengan menyeberangi sungai. Terus terang, saya juga kaget, kok ada proses pemakaman seperti itu. Melihat foto proses pemakaman itu, saya merasa terenyuh sekali,” katanya, usai menghadiri sarasehan Hari Pers Nasional di pendapa kabupaten, Kamis (9/2/2017).

Dia meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Grobogan untuk menerjunkan tim guna menyurvei lokasi orang hanyut tersebut. Tim diminta menginventarisasi data dan informasi terkait lokasi yang tepat untuk dibuatkan jembatan gantung.

“Begitu dapat berita, Dinas PUPR sudah saya perintahkan untuk bikin tim dan turun ke lokasi. Nanti, akan kita rencanakan bikin jembatan gantung di sana. Fungsi jembatan ini untuk pejalan kaki dan sepeda motor. Panjang jembatan untuk melintasi Sungai Lusi ini bisa sampai 90 meter panjangnya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Grobogan Subiyono mengatakan, keberadaan jembatan gantung memang sangat dibutuhkan masyarakat. Sebab, Sungai Lusi yang berhulu di Bojonegoro itu membelah sebagian wilayah Grobogan menjadi dua sisi.

“Keberadaan jembatan memang sangat dibutuhkan untuk akses warga di kedua sisi sungai. Kami akan menginventarisasi daerah yang urgen dan membutuhkan jembatan gantung. Untuk saat ini yang masuk prioritas utama ada di Tanjungsari,” ungkapnya,

Subiyono mengakui, persoalan orang hanyut karena tidak adanya akses jembatan memang menjadi perhatian Pemprov Jateng. Pihaknya didorong untuk membuat usulan pendanaan jembatan gantung ke kementrian PUPR. Pemkab, hanya dimintai menyediakan tanah tapak untuk membuat fondasi jembatan.

Editor : Akrom Hazami

Detik-Detik Mengerikan Korban Tenggelam saat Ikut Seberangkan Keranda di Sungai Lusi Grobogan