Ganjar Tewas Ditusuk Saat Duel dengan Napi Lain di Lapas Brebes

MuriaNewsCom, Brebes – Dua orang narapidana di Lapas Kelas IIB Brebes duel hingga salah satunya tewas. Korban tewas diketahui bernama Ganjar Slamet yang merupakan napi kasus pembunuhan.

Sementara pelaku bernama Yandi, yang merupakan kasus narkoba. Kedua napi yang berduel ini merupakan napi pindahan dari LP Cipinang Jakarta. Di Lapas Brebes keduanya ditempatkan di sel yang sama yakni kamar nomor 16.

Aksi duel ini terjadi pada Jumat (23/3/2018) sore. Ganjar ditusuk di bagian dada menggunakan gunting. Ganjar sempat dilarikan ke RS Dedy Jaya Brebes, namun nyawanya tidak tertolong.

Motif duel itu diperkirakan karena kedua napi itu bercanda saling ejek yang terjadi pada Kamis (22/3/2018) malam. Ejekan itu berujung pada perkelahian yang terjadi pada Jumat sore.

Duel terjadi saat pintu kamar dibuka untuk istirahat. Keduanya langsung dueal, dan Yandi menusukkan gunting ke dada kiri korban, hingga korban tak berdaya.

”Setiap sore, kamar dibuka untuk memberi kesmepatan napi mandi. Rupanya kesempatan itu digunakan untuk balas dendam, setelah saling ejek pada malam sebelumnya,” kata Kepala Lapas Kelas IIB Brebes, Maliki kepada wartawan.

Ganjar sempat dilarikan ke rumah sakit namun nyawannya tak tertolong. Sementara pelaku langsung diamankan dan disderahkan ke Polres Brebes. Barang bukti gunting yang digunakan untuk menusuk korban juga diamankan.

Wakapolres Brebes Kompol Wahyudi saat dikonfirmasi membenarkan terhadap kejadian tersebut. Menurutnya, hingga kini anggotanya masih melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut. Sedangkan pelaku sudah diamankan, termasuk juga mengamankan sejumlah barang bukti.

Dikuti dari detik.com, Kasat Reskrim Polres Brebes, AKP Arwansa  menyebut jika hasil pemeriksaan sementara kejadian tersebut berawal ketika penghuni kamar saling bercanda. Entah sengaja atau tidak, saat Ganjar berbicara, air liurnya muncrat dan mengenai pelaku.

“Rupanya pelaku tersinggung karena saat bercanda air liur Ganjar muncrat dan mengenai Yandi. Sebenarnya sempat didamaikan saat itu juga oleh penghuni lainnya,” terang Kasat Reskrim.

Editor : Ali Muntoha

Harlah NU di Alun-alun Purwodadi Dihadiri Taj Yasin, Begini Sikap Panwaslu Grobogan

MuriaNewsCom, GroboganPeringatan Harlah ke-92 Nahdlatul Ulama (NU) yang dilangsungkan di alun-alun Purwodadi sempat diwarnai sedikit kejutan, Rabu (28/2/2018) malam. Hal ini terkait kedatangan Taj Yasin, salah satu calon Wakil Gubernur Jateng dalam Pilkada mendatang.

Yasin tiba di lokasi acara hampir bersamaan dengan saat Bupati Grobogan Sri Sumarni hendak menyampaikan sambutan di panggung timur (khusus putri). Politisi asal Rembang ini kemudian dipersilahkan naik ke atas paggung tengah (khusus putra) yang ditempati para pejabat dan ulama.

Sebelum duduk dilantai panggung, Yasin sempat menempelkan kedua telapak tangannya didepan wajah sebagai bentuk penghormatan pada ribuan jamaah yang hadir dalam acara tersebut. Yasin berada di lokasi acara sekitar 30 menit saja.

Begitu bupati meninggalkan lokasi usai menyampaikan sambutan, Yasin juga ikut turun panggung. Setelah itu, Yasin berjalan beriringan dengan Sri Sumarni menuju pendapa kabupaten. Sri Sumarni sempat berbincang-bincang sejenak dengan Yasin di ruang transit kantor bupati. Setelah itu, Yasin kemudian mohon diri.

Sebelum meninggalkan kawasan pendapa dengan mobil Inova hitam bernomor polisi H 7898 XY, Yasin sempat dicegah wartawan yang meminta statmen soal kehadirannya dalam acara peringatan harlah tersebut. Dihadapan wartawan, Yasin menyatakan, kehadirannya dalam acara harlah tidak ada kaitannya dengan politik tetapi dalam kapasitasnya sebagai warga NU.

”Saya justru menghendaki agar NU tidak berpolitik. Tetapi, NU harus dibiarkan sebagai orang tua kami semua serta orang tua partai-partai. NU itu tidak dimana-mana, tapi ada dimana. Partai-partai harus menghormati NU,” cetusnya.

Sementara itu, komisioner Panwaslu Kabupaten Grobogan Sahirul Alim menegaskan, pihaknya tidak menemukan adanya unsur pelanggaran soal kehadiran Taj Yasin. Meski Yasin sempat berada di atas panggung, namun tidak ada unsur kampanye yang dilakukan.

”Kami tidak menemukan adanya unsur kampanye yang dilakukan. Saat ada di panggung, ia (Taj Yasin) hanya diam saja,” kata Sahirul yang ikut memantau acara peringatan harlah hingga selesai itu.

Editor: Supriyadi

Bertemu dengan Sedulur Sikep di Kudus, Ganjar Sempat Ngobrol dengan Penolak Pabrik Semen

MuriaNewsCom, Kudus – Ganjar Pranowo sempat berbincang dengan Gunarti aktifis penolak pabrik semen di wilayah Pati dan Rembang. Hal itu terjadi saat kunjungannya ke kediaman tokoh Sedulur Sikep Kudus Wargono, yang merupakan orang tua dari Gunarti, Senin (26/2/2018) siang.

Gunarti sendiri datang telat saat itu. Ia ikut nimbrung dalam percakapan, setelah beberapa saat Ganjar Pranowo dan ayahnya, Wargono larut dalam obrolan.

Merga kula tekane keri, aku luwih ke Ibu Ganjar (istri, Siti Atiqoh), mbiyen aku wis pernah dikasih mimpi (bermimpi) oleh (didatangi) ibunya (Mendiang ibu kandung Ganjar Sri Suparni). Neng ngimpi iku aku dipeseni nyampekna, sumeleh, duwit isa digawe nek gunung ora isa. (Karena saya datang terlambat, saya penyampaiannya lebih ke istrinya. Dulu saya pernah bermimpi didatangi mendiang ibunya Pak Ganjar, disuruh menyampaikan pesan, pasrah uang bisa dibuat kalau gunung tidak),” ungkapnya.

Menurutnya, pesan yang diterimanya itu lekat dengan kondisi Jateng (Pegunungan Kendeng, Pati dan Rembang) yang sempat geger dengan pembangunan pabrik semen. Hal itu pun sebenarnya sempat diujarkan langsung kepada Ganjar Pranowo.

Mbiyen aku pernah teka mrono neng rumah pribadine Ganjar, nyampekna iki nanging ora ana ibu Ganjar. Makane sekaliyan ketemu tak sampekna. (Dulu saya pernah datang ke rumah pribadi Ganjar untuk mengatakan ihwal mimpi ini, namun saat itu tak ada istrinya. Maka sekarang ketika bertemu saya sampaikan saja),” imbuhnya.

Menurutnya, penyampaian hal tersebut kepada Atiqoh lebih disebabkan kedekatannya sebagai sesama perempuan. Ia berharap agar dirinya (Atiqoh) dapat menyampaikan dengan bahasanya sendiri kepada Ganjar.

Sementara itu Ganjar Pranowo menganggap, dua pabrik semen yang ada di Pati dan Rembang belum beroperasi. Selain itu, dirinya juga menganggap moratorium terhadap pabrik semen di Jateng masih berjalan.

“Kalau pembicaraan pabrik semen di Pati, sudah diputuskan oleh mereka tidak berjalan, dan yang dirembang pun belum beroperasi. Kemarin minta diizinkan saya mintanya nunggu putusan KLHK (Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan). Saya juga pernah membuat moratorium tentang pabrik semen, sudah setahun lalu,” ungkap Ganjar, sebelum bertolak dari rumah Wargono di Dukuh Kaliyoso, Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan-Kudus.

Editor: Supriyadi

Berkunjung ke Sesepuh Sedulur Sikep Kudus, Ganjar Diberi Wejangan Ini

MuriaNewsCom, Kudus – Ganjar Pranowo sowan ke rumah Wargono, sesepuh Sedulur Sikep Kudus yang tinggal di Dukuh Kaliyoso, Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan Senin (26/2/2018). Ia datang disertai istrinya Siti Atiqoh Supriyanti.

Mengenakan batik warna coklat tua, ia tiba di kediaman Wargono pukul 12.45 WIB. Setelah menyalami tuan rumah, ia mengungkapkan kedatanganya ini untuk melunasi janji.

Menurut politisi PDIP itu, tokoh sedulur sikep tersebut bukanlah orang asing baginya. Beberapa kali ia pernah bertemu dan menyambangi rumahnya.

Aku arep nglunasi janji (berkunjung),” kata Ganjar.

Dalam perbincangan tersebut, Ganjar dan Wargono nampak akrab. Sesekali Wargono yang memakai pakaian serba hitam, menceritakan tentang aktifitasnya bertani, hingga urusan lambungnya yang pernah terserang maag akut.

Layaknya teman lama, mereka saling bertukar kabar dan saling mendoakan satu sama lain.

Namun dalam satu perbincangan, Wargono yang mengetahui Ganjar akan nyalon sebagai Gubernur untuk kali kedua, sempat menitipkan pesan.

Jateng iki kanggo lumbung pari. Iki dieling-eling. (Jateng harus dibuat sebagai lumbung padi. Ini harus diingat-ingat),” ujar Wargono yang merupakan orang tua kandung Gunarti, aktifis yang menolak pendirian pabrik semen di lereng Kendeng Pati dan Rembang.

Mendengar hal itu, Ganjar mengiyakan. “Iya-ya bener berase dewe turahe 3,5 juta ton. Terus tak kirim neng  Kaltim, Pekanbaru lan Sumbar. (iya betul, produksi beras kita masih ada kelebihan 3,5 juta ton, ters sisanya ada yang saya kirim ke Kaltim, Pekanbaru dan Sumbar),” kata Ganjar.

Setelah momen tersebut, kemudian obrolan Ganjar dan Wargono terlihat lebih cair. Mereka kerapkali membahas tentang keluarga masing-masing.

Setelah hampir dua jam bercengkrama, Ganjar kemudian meninggalkan kediaman Wargono menuju Solo.

Editor: Supriyadi

Ganjar Bicara Soal Ilmu ’Ndilalah’ saat Sambangi Kudus

MuriaNewsCom, Kudus – Calon Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bicara soal ndilalah, saat menghadiri Rapat kerja cabang khusus (Rakercabus) di GOR Wergu Kudus, Rabu (21/2/2018).

“Ilmu ndilalah (asal kata Alhamdulilah,-red, kebetulan) itu seperti doa, kok bisa ya nomernya sama (nomor urut calon Gubernur dan calon bupati dan wabup Kudus). Kok bisa nama wakilnya dua-duanya Yasin, jamaah ngajinya Pak Musthofa (Ketua DPC PDIP Kudus) pun namanya yasin. Itu bukan klenik karena kita tidak dukun,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia memaparkan rumah yang disewanya bernomor satu. Demikian pula rumah calon wakilnya Taj Yasin yang memiliki nomor yang sama.

“Ini (serba kebetulan) bagian dari doa, namun doa saja tak cukup, kita harus berikhtiar (berusaha),” ungkapnya.

Ganjar menyebut, pasangannya dengan Taj Yasin merupakan pasangan nasionalis-keagamaan. Terlebih lagi, usulan calon wakilnya berasal dari ijtihad ulama dengan partai pengusung.

“Ini seperti kehendak Allah, karena cari wakil kemana-mana tidak dapat, karena ijtihad‎ pimpinan partai kami dengan kyai, muncul lah nama Gus Yasin. Ini seperti representasi rakyat,” kata dia.

Calon Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (tiga dari kanan) berbincang dengan Ketua DPC PDIP Musthofa (dua dari kanan) saat menghadiri Rapat kerja cabang khusus (Rakercabus) di GOR Wergu Kudus, Rabu (21/2/2018). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

Adapun rapat kerja cabang khusus di Kudus, merupakan acara yang kesekian kali setelah dilakukan Banyumas dan Solo raya. Ia mengharapkan konsolidadi tersebut, dapat memenangkannya sebagai calon gubernur.

“Ini artinya mesin partai sudah mulai panas, sudah mulai menggelinding. Saya hanya titip jangan membuat berita hoax dan memecah belah,” urainya.

Ketua DPC Kudus Musthofa mengatakan, pihaknya memenangkan Ganjar-Yasin di Pilkada Kudus. Selain itu, dirinya juga siap memenangkan pasangan calon bupati-wakil bupati Kudus Masan-Noor Yasin.

“Tolong jangan permalukan saya, saya sudah dua periode (sebagai bupati Kudus), memenangkan PDIP Perjuangan di Kudus. Tak ada kata lain mari kita menangkan Ganjar (sebagai gubernur Jateng) dan Masan (sebagai bupati Kudus),” ucapnya didepan khalayak, yang terdiri dari kader, persatuan guru non PNS, kelompok tani dan kelompok UMKM.

Dalam kesempatan itu, ikut hadir paslon cabup-cawabup Kudus Masan-Noor Yasin, dan unsur parpol PDIP Jateng.

Editor: Supriyadi

Berfoto dengan Ganjar, 6 ASN Jepara Kena Semprit Panwas

MuriaNewsCom, Jepara – Aksi enam pegawai negeri RSUD Kartini Jepara berfoto bersama Cagub Jateng Ganjar Pranowo, berbuntut panjang. Panwaskab Jepara melayangkan surat untuk melakukan klarifikasi terkait hal itu.

“Hari ini kami melayangkan panggilan kepada ASN yang berfoto bersama Cagub (Ganjar Pranowo, Sabtu 17/2/2018). Nanti pada hari Rabu (21/2/2018) kami akan mengklarifikasi terkait peristiwa tersebut,” ucap Ketua Panwaskab Jepara Arifin, Senin (19/2/2018).

Dirinya mengatakan, kelima Aparatur Sipil Negara tersebut diduga melanggar Surat Edaran dari Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi serta Komisi Apartur Sipil Negara. “Kalau pelanggarannya adalah kegiatan lain yang mengarah kepada keberpihakan,” katanya.

Arifin mengatakan, setelah klarifikasi nantinya akan jelas apakah kegiatan ASN tersebut melanggar kode Etik, atau justru terdapat unsur pidana. Ia menyebut, jika ada pelanggaran pidana pihaknya akan melakukan rekomendasi kepada Gakkumdu. Namun jika hanya pelanggaran Etik rekomendasi akan diteruskan kepada K ASN dan Sekretaris daerah.

Adapun, mereka yang tertangkap basah sedang berfoto dengan Ganjar Pranowo di antaranya Plt Direktur RSUD Kartini Jepara Muh. Ali dan Kabag Umum Mujoko.

Ditanya terpisah, Plt Direktur RSUD Kartini Jepara Muh. Ali mengaku tak tahu terkait larangan berfoto dengan calon gubernur.

“Saat itu kami sedang pelayanan kepada warga. Kemarin Pak Ganjar datang membezuk orang sakit, dan saat itu ia tak menggunakan atribut partai serta tidak tahu waktu itu dia sudah cuti sebagai pejabat,” tuturnya.

Hal serupa diungkapkan oleh Mujoko. Ia mengaku tak tahu akan larangan berfoto dengan orang yang mencalonkan diri sebagai pemimpin daerah‎.

Editor: Supriyadi

Ditanya Soal E-KTP, Begini Penjelasan Ganjar Dihadapan Ratusan Muslimat NU Jepara

MuriaNewsCom, Jepara – Roadshow kampanye Calon Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Jepara menyempatkan bertemu ratusan muslimat NU di klinik Masyitoh, Sabtu (17/2/2018). Ganjar menyerap banyak aspirasi dan mencoba menyelesaikan beberapa masalah yang diadukan Muslimat NU Jepara.

Namun yang banyak menarik perhatian justeru penjelasan Ganjar terkait kasus dugaan korupsi KTP elektronik atau e-KTP. Ganjar mencoba menjawab keresahan masyarakat yang terus mendapat isu tidak benar soal keterlibatannya dalam kasus itu.

Untuk memudahkan penjelasan, Ganjar menunjukkan dokumen pemeriksaan salah satu terdakwa kasus e-KTP. Dokumen yang sudah banyak beredar di publik tersebut menunjukkan bahwa Ganjar satu-satunya yang tidak mau menerima uang suap e-KTP.

“Jadi kalau ada yang bertanya kasus e-KTP. Jadi kita kasih lihat informasi, kita lihatkan data. Ini cara membuktikan yang paling mudah. Selain itu juga menunjukkan integritas kita. Biar semua juga belajar mengenai integritas,” tegasnya.

Menurut Ganjar, tidak ada yang perlu ditutupi soal dirinya dalam kasus tersebut. Dokumen pemeriksaan tersebut jelas menunjukkan bahwa salah satu tersangka kasus e-KTP, Miryam S Haryani, sempat akan memberikan uang pada Ganjar. Namun Ganjar menolak pemberiang tersebut.

“Ya biar pada tahu semua. Dari sekian banyak orang yang terlibat, dalam BAP tersebut tertulis hanya ada satu orang yang menolak pemberian uang. Namanya Ganjar Pranowo,” ungkapnya.

Calon Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berfoto dengan ibu-ibu Muslimat NU Jepara, Sabtu (17/2/2018). (ISTIMEWA)

Ganjar pun menjelaskan bahwa posisinya saat ini tak lebih sebagai saksi yang membantu KPK dalam membongkar praktik korupsi triliunan rupiah itu.

“Saya dipanggil terus mungkin karena keterangan saya dibutuhkan, saya membantu KPK mengungkap semuanya, banyak dokumen yang saya serahkan agar dapat diteliti KPK,” kata Ganjar.

Selain soal e-KTP, Ganjar juga menerima aduan mengenai lamanya pengurusan perizinan Klinik Masyitoh. Menurut Ketua Muslimat Kabupaten Jepara, Nuraini, pihaknya sudah mengajukan izin pengurusan untuk rawat inap dua tahun yang lalu padahal semua persyaratan sudah dipenuhi.

“Kalau rawat jalan izin sudah ada, untuk yang rawat inap kita sudah mengajukan dua tahun padahal semua syarat komplit,” papar Nuraini.

Nuraini mengatakan di Jepara total anggotanya mencapai 24 ribu orang. “Kami terus bergerak di bidang pelayanan sosial, kesehatan, pendidikan, dan perekonomian,” ujarnya. Namun dia juga berharap agar tidak memersulit perizinan yang diajukan.

Menanggapi hal tersebut, Ganjar langsung menelpon Sekretaris Daerah Kabupaten Jepara, Sholih. Dia meminta agar penanganan perizinan di daerah bisa dipercepat dan tidak memersulit rakyat.

“Urusan perizinan ini sebetulnya ranah Bupati, tapi karena ada laporan ya harus kita tanggapi. Pesan saya satu, reformasi birokrasi itu harus memberikan pelayanan yang mudah, murah, cepat. Pemerintah harusnya terima kasih karena ada masyarakat yang ingin memberikan pelayanan kesehatan. Jangan malah dibuat sulit, mahal, dan lama,” paparnya.

Editor: Supriyadi

Berkunjung ke Kediaman Gus Mus, Ini yang Dibicarakan Ganjar

MuriaNewsCom, Rembang – Calon Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo-Taj Yasin berkunjung ke rumah KH Musthofa Bisri di Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Jumat (16/2/2018). Namun kunjungan tersebut sama sekali tidak membicarakan perihal pilkada, melainkan undang-undang MD3.

Dalam pembicaraan tersebut, Gus Mus menyinggung tentang UU MD3 yang saat ini sedang ramai diperbincangkan. Menurutnya, anggota legislatif sama dengan kepala pemerintahan atau kepala daerah yang tidak boleh antikritik.

”DPR itu kan wakil rakyat, majikannya ya rakyat. Kalau tidak mau dikritik, ya jangan jadi wakil, lebih baik jadi rakyat,” terangnya.

Kepada wartawan, Ganjar mengungkapkan inti pesan dari Gus Mus adalah mengingatkan agar jika menjalankan birokrasi tidak fakir. “Pesannya Gus Mus itu selalu begitu, simpel tapi makjleb. Mengingatkan akan ada selalu manusia yang butuh, jika kebutuhan tidak terpenuhi, maka yang muncul adalah perilaku yang buruk. Ini harus dihindari,” terangnya.

Ganjar menegaskan bahwa kedatanganya ke Gus Mus bukan untuk membicarakan soal Pilgub 2018. Setiap kali melewati Rembang, ia berusaha menyempatkan diri berkunjung. Ditambah lagi, setiap hari Jumat, Gus Mus selalu menggelar pengajian.

“Jika ke Rembang itu saya selalu mampir, sowan Gus Mus. Kebetulan hari ini Jumat, pas pengajian. Sekalian bersama Gus Yasin yang juga cucu Gus Mus. Ya kita ngopi-ngopi aja sambil cerita yang lucu-lucu,” paparnya.

Ia juga memastikan tak ada pembahasan Pilgub Jateng. Namun lebih pada persoalan dalam negeri. ”Ngomong politik sama Gus Mus itu sudah sejak dari dulu, bukan ujug-ujug atau tiba-tiba. Tapi ngomongnya bukan soal blok sana, blok sini tapi soal pemerintahan yang baik, pesan dan catatan Gus Mus itu juga jadi pegangan bagi saya,” kata Ganjar.

Menurutnya, cara Gus Mus menyampaikan pesan selalu unik dan harus bisa diterjemahkan sendiri. “Ya seperti MD3 itu, jelekin DPR ya jelekin rakyat, soalnya kan itu wakil rakyat. Pesan politik yang enteng tapi harus diterjemahkan. Harus dewasa, harus bisa bawa diri,” jelasnya.

Sebelum berkunjung ke Gus Mus, Ganjar sarapan di Nasi Rawon Pak Brengos dan mengunjungi Pasar Kota Rembang. “Rawon dan pasar ini bersejarah bagi saya. Dulu 2013, saya kampanye pada bertanya, bapak siapa. Tapi sekarang sudah pada datang dan mengajak selfie,” pungkas Ganjar.

Editor: Supriyadi

Tes Kesehatan, Ganjar Datang ke RSUP Karyadi Naik Sepeda

MuriaNewsCom, Semarang – Para kandidat Pemilihan Gubernur Jateng mengikuti tes kesehatan hari kedua di Rumah Sakit Umum Pusat Dr Kariadi Semarang,  Sabtu (13/1/2018). Di antara para calon, kandidat petahana Ganjar Pranowo nampak berbeda karena datang dengan naik sepeda.

Ganjar tiba dengan sepedanya bersama istrinya Siti Atikoh Supriyanti pukul 07.00 WIB. Setelah memarkir sepeda di teras Paviliun Garuda, Ganjar pamit dengan mencium pipi  istrinya. Ganjar yang mengenakan kaos bertuliskan “Jangan Lupa Bahagia” itu kemudian masuk gedung sedangkan Atikoh melanjutkan gowes.

Kepada wartawan yang menunggu di Paviliun Garuda, Ganjar mengatakan datang dengan bersepeda karena sekalian berolahraga. Ia memang rajin gowes keliling kota setiap Jumat, Sabtu, dan Minggu.

Dari rumah dinas gubernur Puri Gedeh, Ganjar bersepeda ke arah Semarang Barat. Ia sempat berhenti dan mengecek kondisi Kanal Banjir Barat sebelum melanjutkan perjalanan menuju RSUP dr Kariadi.

“Kalau Jumat saya keliling sepedaan dulu sebelum ke kantor, hari ini tadi sama keliling dulu sebelum ke sini (RSUP dr Kariadi),” kata Gubernur Jateng itu.

Sesuai jadwal dari KPU Jateng, hari ini dilakukan pemeriksaan kesehatan jasmani. Pemeriksaan berlangsung dua sesi yakni pukul 07.00-12.00 dan 13.00-15.00.

Politikus PDI Perjuangan itu mengaku siap menjalani seluruh tes hari ini. “Ya siap saja, mau kan uwis olahraga jadi ya sehat lah,” tukasnya

Sementara pasangan Ganjar, Taj Yasin Maemoen datang setelahnya. Keduanya langsung memasuki ruang pemeriksaan untuk melakukan tes.

Editor: Supriyadi

Bupati Blora Minta Warga Sukseskan Pelaksanaan Pilgub 2018

MuriaNewsCom, Blora – Bupati Blora Djoko Nugroho meminta seluruh masyarakat agar ikut menyukseskan pesta demokrasi yang bakal dilangsungkan pertengahan tahun nanti. Yakni, pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng 2018. Hal itu disampaikan Djoko saat menghadiri peresmian pendapa baru Kantor Kecamatan Bogorejo, Rabu (10/1/2017) malam.

”Salah satu upaya menyukseskan Pilgub nanti adalah dengan selalu menciptakan suasana kondusif. Untuk itu, suasana kondusif yang sudah tercipta selama ini harus terus ditingkatkan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Djoko berharap agar pendopo yang baru ini bisa membawa dampak positif. Yakni, menjadi spirit dan cara pandang baru dalam meningkatkan pelayanan prima kepada semua masyarakat.

Selain bupati, hadir pula dalam kesempatan itu Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Bogorejo, Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Bogorejo, Kepala UPT Puskesmas Bogorejo, Kepala Desa se-Kecamatan Bogorejo dan masyarakat umum.

Peresmian pendapa baru ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Camat Bogorejo Teguh Tri Handoyo yang diberikan kepada Ketua Peguyuban Kepala Desa se- Kecamatan Bogorejo. Setelah itu, acara dirangkai dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan dalang Ki Suprayitno.

”Pegelaran wayang kulit ini merupakan gotong royong dari seluruh Kades se Kecamatan Bogorejo untuk menghibur warga yang kangen dengan kesenian tradisional. Melalui pertunjukan wayang kulit ini kita berupaya memupuk rasa kebersamaan untuk membangun Bogorejo yang lebih baik di tahun 2018,” ujar Camat Bogorejo Teguh Tri Handoyo.

Editor: Supriyadi

Hanura Dukung Ganjar-Yasin di Pilgub Jateng

MuriaNewsCom, GroboganSikap Partai Hanura dalam Pigub Jateng akhirnya ada kejelasan. Yakni, mengarahkan dukungan kepada pasangan Ganjar Pranowo dan Taj Yasin. Hal itu disampaikan Ketua DPP Partai Hanura Bidang Wilayah Jateng dan DIY Sudewa pada wartawan, Rabu (10/1/2018).

”Partai Hanura secara resmi mendukung Ganjar Pranowo dan Taj Yasin yang mendaftarkan diri untuk mengikuti Pemilihan Gubernur tahun 2018,” tegasnya.

Menurut Sudewo, meski Partai Hanura tidak memiliki kursi di DPRD Jawa Tengah namun memiliki suara pemilih yang cukup signifikan di tiap kabupaten/kota. Oleh sebab itu, pihaknya bisa menyumbang suara signifikan buat pasangan Ganjar-Yasin pada Pilgub nanti.

Dukungan buat Ganjar Pranowo diberikan dengan sejumlah pertimbangan. Alasan utama adalah keberhasilan Ganjar dalam periode ini dengan melakukan pembangunan bidang infrastruktur. Misalnya, Jalan Purwodadi-Solo yang kini telah mulus kondisinya dibandingkan beberapa tahun lalu.

”Sebelumnya, ruas jalan tersebut rusak parah. Dalam era Pak Ganjar, jalan provinsi menjadi lebih bagus. Salah satu alasan kami adalah keberhasilan pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat,” ujar politisi asal Pati itu.

Saat ini, dukungan tersebut baru disampaikan secara lisan. Dalam waktu dekat akan disampaikan tertulis melalui surat keputusan.

”Dukungan di tingkat provinsi ini sejalan dengan hubungan Hanura dengan PDIP di tingkat nasional yang sama-sama mendukung Pak Jokowi,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Hari Ini, Gubernur Ganjar Temui Jokowi Bahas Nasib GTT

Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Semarang – Nasib guru tidak tetap (GTT) kian tak menentu dan tersandera berbagai peraturan. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo akan menemui Presiden Jokowi besok Rabu (6/12/2017) hari ini untuk memperjuangkan masa depan para pahlawan pendidikan tersebut.

Ganjar mengatakan, akan menyampaikan nasib GTT langsung ke hadapan Jokowi. Ia berjanji akan mengawal terus sampai mana tuntutan yang disuarakan GTT selama ini. 

”Rabu (hari ini) saya akan bertemu Pak Presiden, saya akan coba tanyakan, kalau boleh mengawal akan saya kawal terus karena sebenarnya tuntutan GTT itu tidak tinggi-tinggi kok, kalau tidak PNS ya upahnya sesuai dengan upah minimum kabupaten/kota (UMK),” kata Ganjar di Semarang, Selasa (5/12/2017).

Ganjar hari ini memang berada di Jakarta. Ia dijadawalkan mengikuti acara penerimaan DIPA dan Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa Thn 2018 serta Anugerah Dana Rakca thn 2017 oleh Presiden RI. Acara berlangsung di Istana Bogor.

Ganjar akan memanfaatkan waktu di sela-sela acara untuk membicarakan nasib GTT bersama presiden. Menurut dia, masa depan bangsa bergantung pada kualitas pendidikan. Untuk mewujudkan kualitas pendidikan yang baik, kesejahteraan guru harus terjamin. 

“Kalau gajinya sudah memenuhi, tentu para guru akan lebih fokus mendidik siswanya. Pemerintah yang harus menjamin itu,” katanya.

Politikus PDI Perjuangan itu berkomitmen memperjuangkan nasib jutaan GTT yang tersebar di Jateng sehingga bisa memperoleh kesejahteraan layak.

Ganjar mengungkapkan, keberadaan GTT ternyata tidak diakui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Mereka tidak bisa mengikuti sertifikasi karena tidak memiliki surat keputusan pengangkatan dari pemerintah daerah.

”Untuk mengangkat GTT, bupati dan wali kota tersandera Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2006 yang melarang pengangkatan guru honorer, mereka tidak berani melanggar aturan itu,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PGRI Jawa Tengah Widadi mengatakan pemerintah pusat telah memberikan harapan terkait dengan tuntutan para GTT.

“Bapak Presiden sudah merespon permasalahan guru honorer dan kekurangan guru yang akan diselesaikan secara bertahap,” katanya.

Penyelesaian kekurangan guru, kata dia, akan dilakukan dengan sistem yang mengedepankan guru yang telah lama mengabdi, khususnya di daerah terdepan, terluas, tertinggal (3T), dan guru yang berprestasi.

Selain itu, Presiden Jokowi meminta tunjangan sertifikasi dibayarkan tepat waktu dan tepat jumlah mengingat dana sudah dialokasikan untuk itu.

Masalah administrasi guru juga diharapkan dapat disederhanakan agar guru memiliki lebih banyak waktu mendidik para siswanya.

Janji Ganjar ini menindaklanjuti keluhan GTT terkait kesejahteraan melalui media sosial ke akun miliknya.

Di antaranya, para GTT menanyakan apakah upah yang diterima bisa lebih baik dari yang sekarang hanya sekitar Rp 200-400 ribu per bulan. Para GTT meminta agar gubernur turut memperjuangkan dan mengawal tuntutan para GTT.

Editor: Supriyadi

Keren, Aneka Makanan dari Kedelai Lokal Grobogan Bakal Disajikan dalam Sidang Kabinet

Gubernur Ganjar Pranowo menunjukkan tempe keripik dari bahan kedelai lokal Grobogan saat membuka Grobogan Ekspo di alun-alun Purwodadi, Kamis (30/11/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Upaya pengembangan potensi kedelai lokal varietas Grobogan tidak hanya difokuskan pada penanaman saja. Namun, aneka produk makanan dari bahan baku kedelai lokal Grobogan tersebut juga akan didorong hingga bisa menembus pasar nasional.

Hal itu disampaikan Dirjen Tanaman Pangan Kementan Sumardjo Gatot Irianto, dalam acara pembukaan Grobogan Ekspo di alun-alun Purwodadi, Kamis (30/11/2017).

Menurut Gatot, saat ini sudah mulai dilakukan upaya untuk mengenalkan produk bahan makanan dari kedelai lokal Grobogan ke level nasional. Yakni, akan menjadikan makanan dari bahan kedelai lokal itu sebagai sajian dalam sidang kabinet.

”Tidak harus tiap hari. Minimal dalam sebulan sekali, makanan dari bahan kedelai lokal Grobogan bisa disajikan saat sidang kabinet,” katanya.

Gatot juga meminta agar upaya pengenalan seperti itu juga dilakukan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Ia meminta agar Ganjar juga rutin menyajikan menu makanan dari kedelai lokal dalam acara di Pemprov Jateng.

”Melalui upaya ini, produk makanan dari kedelai lokal ini akan cepat dikenal. Dalam jangka panjang, jika produk makanan ini sudah digemari maka akan berdampak pada penyerapan hasil panen kedelai para petani,” jelasnya.

Selain selain aneka olahan makanan, produk tempe dari bahan kedelai lokal juga akan dikenalkan lebih luas. Salah satunya, mengadakan kerjasama dengan Rumah Sakit TNI AD di Jakarta agar menggunakan tempe dari bahan kedelai lokal Grobogan yang dikenal punya kandungan protein cukup tinggi.

Sementara itu, Gubernu Jateng Ganjar Pranowo menyatakan, selama ini, ia sudah cukup familiar dengan berbagai makanan dari bahan kedelai lokal Grobogan. Salah satu yang paling disuka adalah tempe keripik dari bahan kedelai lokal. Bahkan, saat menyampaikan sambutan, Ganjar sempat berteriak minta tempe keripik.

”Saya tadi sempat lihat-lihat di sekitar ekspo ini kok tidak nemu tempe keripik. Ada stan yang menyediakan tempe keripik apa tidak? Kalau ada bawa kesini,” katanya.

Selain tempe keripik, sudah ada beragam makanan lain yang dibuat dari bahan kedelai lokal. Antara lain, roti semprong, brownies dan aneka kue dan cemilan.

”Produk makanan dari kedelai lokal Grobogan ini akan kita dorong biar makin dikenal lebih luas. Saya kira, potensi makanan dari bahan kedelai lokal Grobogan ini luar biasa. Nanti, bisa dibantu lagi agar kemasan dan penampilannya biar lebih keren,” cetusnya.

Editor: Supriyadi

Mampir di Desa Rajek Grobogan, Ganjar Coba Goreng Tempe Mendoan Pakai Gas Alam

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat mencoba pemanfaatan gas rawa untuk menggoreng tempe mendoan di salah satu rumah warga Desa Rajek, Kecamatan Godong, Grobogan, Rabu (29/11/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Pemakaian gas alam untuk keperluan memasak yang dilakukan puluhan warga Desa Rajek, Kecamatan Godong, Grobogan ternyata mendapat perhatian serius dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Bahkan, Ganjar menyempatkan waktu untuk mampir di Desa Rajek, usai melangsungkan kunjungan kerja di SMAN 1 Gubug, Rabu (29/11/2017). Bupati Grobogan Sri Sumarni terlihat ikut mendampingi Ganjar saat berkunjung ke Desa Rajek.

Saat berada di Desa Rajek, Ganjar sempat berkeliling melihat lokasi pengolahan gas alam melalui separator. Setelah itu, Ganjar sempat singgah dirumah salah warga yang sejak dua bulan terakhir menggunakan gas alam untuk keperluan masak sehari-hari.

Saat didatangi Ganjar, pemilik rumah saat itu sedang memasak untuk makan siang. Ganjar kemudian sempat mencoba ikut menggoreng tempe mendoan didapur rumah warga tersebut.

”Potensi gas alam atau gas rawa di Desa Rajek ini sangat bagus sekali. Di Indonesia bahkan di dunia, barangkali hanya ada disini,” ungkap Ganjar.

Menurut Ganjar, saat ini, pemakaian gas alam itu baru diuji coba pada 22 rumah warga. Kedepan, jumlah warga yang memakai gas alam itu bisa bertambah hingga 100 keluarga.

”Potensi gas alam di Desa Rajek ini sebelumnya sudah dilakukan penelitian beberapa kali. Jadi, pemakaian gas alam ini cukup terjamin keamanannya. Kita harapkan, potensi ini bisa digali lagi untuk kepentingan masyarakat,” katanya.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo melihat semburan gas yang bercampur dengan air. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kepala Desa Rajek Moh Dhori menambahkan, adanya kandungan gas alam di Desa Rajek memang sudah mulai terdeteksi sejak beberapa tahun lalu. Hal ini menyusul adanya semburan air cukup tinggi ketika ada warga yang mencoba membuat sumur bor. Semburan air dari pengeboran sumur terkadang juga diselingi bau gas.

”Dugaan adanya kandungan gas kemudian diteliti oleh Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah tahun 2013 lalu. Dari hasil penelitian, di Desa Rajek ternyata menyimpan kandungan gas alam yang luar biasa banyak,” katanya.

Dari keterangan para ahli, gas alam di desanya dinamakan gas rawa. Yakni, gas alam yang terdapat di dalam tanah pada kedalaman dangkal di kisaran 30-40 meter.

Pada pertengahan tahun 2017 ini, dilakukan lagi penelitian dan praktik uji coba pemanfaatan gas alam tersebut untuk kepentingan masyarakat. Dalam uji coba ini, ada 22 warga kurang mampu yang rumahnya dialirkan gas alam.

Sebelum dialirkan, ada proses pemisahan air yang mengandung gas rawa itu melalui alat yang dinamakan separator. Alat ini berbentuk seperti tabung yang fungsinya untuk memisahkan air dan gas. Setelah dipisah, gas alam kemudian disalurkan melalui pipa menuju rumah warga sasaran.

”Hasil uji coba ini sangat menggembirakan karena aliran gas ke rumah warga tidak pernah berhenti. Dari uji coba ini, kami berencana supaya gas alam bisa dialirkan ke semua rumah warga. Hal ini sangat memungkinkan karena potensi gas alamnya sangat mencukupi dan bisa digunakan hingga puluhan tahun,” imbuh Dhori.

Editor: Supriyadi

Gubernur Ganjar Pranowo Bakal Blusukan di Grobogan Selama 2 Hari, Ini Agendanya

Ganjar Pranowo, diyakini akan mendapatkan rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, GroboganGubernur Jateng Ganjar Pranowo dijadwalkan melangsungkan serangkaian acara di Grobogan selama dua hari. Yakni, hari ini hingga Kamis besok.

Ada beberapa agenda yang akan dilakukan Ganjar pada hari ini, Rabu (29/11/2017). Antara lain, mengajar di SMAN 1 Gubug dan meninjau sumber gas alam di Desa Rajek, Kecamatan Godong.

Setelah itu, agenda dilanjutkan penanaman buah dikawasan hutan di Desa Terkesi, Kecamatan Klambu. Kemudian, menghadiri syukuran perbaikan jalan yang dilakukan warga Desa Tanjungharjo, Kecamatan Ngaringan.

Sedangkan pada sore harinya, Ganjar sudah dijadwalkan bakal meninjau proyek pembangunan rumah sehat layak huni di Desa Tlogotirto dan Tahunan di Kecamatan Gabus. Acara di Gabus langsung dirangkai dengan pertemuan bersama Kades dan tokoh masyarakat se Kabupaten Grobogan pada malam harinya.

“Ada enam titik lokasi kunjungan Pak Gubernur hari ini. Acara hari ini dimulai dari siang hingga malam,” kata Kabag Humas Pemkab Grobogan Ayong Muchtarom, Rabu (29/11/2017).

Pada hari kedua, juga ada beberapa kegiatan yang akan dilakukan Ganjar di Grobogan. Yakni, sepeda santai bersama masyarakat di Kecamatan Wirosari. Setelah itu, Ganjar dijadwalkan akan membuka pameran Grobogan Ekspo di alun-alun Purwodadi.

Editor: Supriyadi

Ganjar Minta Atlet dari Pati Ikuti Asian Games

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat bersalaman dengan warga di Pucakwangi, Pati, Rabu (22/11/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta atlet dari Pati untuk mengikuti Asian Game. Hal itu disampaikan Ganjar seusai mengikuti jalan sehat di SDN 3 Pucakwangi, Rabu (22/11/2017).

“Indonesia akan punya hajat besar di bidang olahraga dengan menjadi tuan rumah Asian Games pada 18 Agustus 2018. Sebisa mungkin, atlet dari Pati nanti ikut berkompetisi,” ujar Ganjar.

Menurutnya, Asean Games bukan saja menjadi hajat para atlet saja, tetapi seluruh masyarakat Indonesia, termasuk warga Pati. Karena itu, dia mengajak warga Pati untuk ikut memeriahkan Asean Games dengan mengirimkan atlet.

“Saya sangat mendukung Asean Games. Mari kita bersama-sama ikut mempromosikan dan menyemarakkan gelora Asean Games yang sudah sangat dinanti-nantikan,” tuturnya.

Ganjar juga mengajak kepada warga Pati untuk membiasakan hidup sehat. Pola hidup sehat menurut Ganjar tidak harus mengeluarkan banyak biaya.

Cukup dengan jalan santai dan lari pagi sudah menjadi bagian dari pola hidup sehat. Sebab, jika orang sudah sakit, biaya untuk mengobatinya sangat mahal.

Hal yang sama disampaikan Bupati Pati Haryanto. Dia yang punya hobi bersepeda ini kerap berolahraga dengan sepeda, lari pagi, hingga tenis.

“Kedatangan Pak Ganjar di Pati untuk mengajak warga membiasakan hidup sehat menjadi kehormatan bagi kami. Sebab, pola hidup saat ini banyak yang kurang sehat, sehingga perlu diimbangi dengan jalan sehat maupun kegiatan olahraga lainnya,” pungkas Haryanto.

Editor: Supriyadi

Tinjau Sungai Cabean Demak, Ganjar Harap Normalisasi Mampu Cegah Banjir 

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat meninjau lokasi di Sungai Cabean Kabupaten Demak. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Demak – Berdasarkan prakiraan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Semarang, sekitar 75 persen wilayah di Jawa Tengah saat ini sudah mulai memasuki musim hujan.

Menghadapi hal itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melakukan pengecekan sungai yang selama ini menjadi langganan banjir di wilayah Demak, Rabu (18/10/ 2017). 

Sungai tersebut yakni Sungai Cabean di Desa Sidorejo, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak. Pengecekan dilakukan di sela kunjungan kerjanya di wilayah Kabupaten Demak untuk meninjau pengembangan reaktor biogas kandang sapi di desa tersebut. 

Pada pengecekan itu, Ganjar menyempatkan meninjau proses pembuatan tanggul permanen di Sungai Cabean yang masuk dalam sistem saluran Jragung-Tuntang itu. Saat ini di sungai tersebut juga tengah dilakukan normalisasi. Menurut Ganjar masyarakat di wilayah tersebut lama merindukan perbaikan dan normalisasi sungai, sebab selama ini jika musim penghujan air akan meluap dan daerah sekitar menjadi langganan banjir setiap tahunnya. 

“Waktu itu saya bicara langsung dengan Menteri PU dan Alhamdulillah direspons langsung dikerjakan oleh BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai). Ini untuk mencegah banjir,” tandas Ganjar.

Ia mengatakan, di Jawa Tengah ini sebenarnya banyak sungai yang sudah mengalami sedimentasi dan butuh normalisasi agar mampu menampung air lebih banyak. Namun menurutnya pengerjaannya akan dilakukan secara bertahap. Normalisasi diawali dari sistem Jragung-Tuntang sebagai antisipasi banjir. “Memang tentu belum setinggi harapan masyarakat, tapi ini sebagai salah satu upaya antisipasi banjir,” terangnya. 

Selain itu, sejumlah hal yang bisa dilakukan sebagai antisipasi banjir yakni dengan konversi di wilayah hulu, seperti halnya penanaman pohon, penguatan tanggul serta manajemen pengelolaan sungai di bagian hulu yang mesti baik. “Yang pasti diingat, kita sendiri juga mesti disiplin. Buang sampah tidak sembarangan,” tegasnya. 

Terkait dengan musim hujan yang diprediksi curahnya akan berkapasitas tinggi, Ganjar mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dari seluruh Jateng. Ia mengatakan sudah melakukan rapat dan setiap hari BPBD seluruh kabupaten/kota untuk selalu memberikan laporan dari lapangan.

“Di Jateng bagian utara masih suplai air tapi di selatan barat sudah banjir. Maka kita kemarin langsung rapat dan tiap hari kita dapat laporan dari lapangan,” katanya.

Selain sejumlah antisipasi, Ganjar mengatakan pihaknya juga sudah melakukan kesiapsiagaan tanggap darurat bencana alam. Ia memastikan semua kebutuhan sudah siap, baik dari jumlah personel BPBD, logistik hingga titik-titik evakuasi. 

Editor : Akrom Hazami

Ckck..Kotornya Sungai Pasar Gajah Demak Bikin Gubernur Turun dari Mobil Dinas

Penampakan sungai kotor penuh sampah. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Demak – Sungai Pelayaran di belakang Pasar Gajah Kabupaten Demak penuh sampah dan sangat kotor. Kondisi itu juga telah berlangsung lama dan tak tertangani pemerintah.

Gubernur Ganjar Pranowo yang lewat di lokasi Rabu (18/10/2017) begini reaksinya. Kali pertama, turun dari mobil dinasnya, Ganjar langsung menuju jembatan yang melintang di atas sungai itu. Terlihat tumpukan sampah di kedua bibir sungai. Kebanyakan sampah plastik. Ada juga kardus, botol minuman, kaleng, buah busuk dan daun sisa pembungkus.

Ganjar hanya geleng-geleng kepala melihat kotornya sungai itu.Tiba-tiba, seorang pria mengenakan topi mendekat. Rupanya dia Kepala Desa Gajah, Masrukhin. “Sampah ini kebanyakan dari pasar pak, dari warga sekitar juga,” kata Masrukhin.

Sampah sudah menumpuk di sungai selebar 12 meter itu sejak puluhan tahun lalu. Sepertinya membuang sampah di sungai sudah biasa bagi pedagang pasar dan warga setempat. “Saya mengusahakan TPS (tempat pembuangan sampah) baru ada satu ternyata tidak cukup,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah menormalisasi sungai dan menyediakan TPS lebih banyak. Ganjar mengatakan, penyediaan TPS tidak akan berguna kalau warga tetap membuang sampah di sungai. Ia meminta Masrukhin mengedukasi warga agar menjaga kebersihan. “Sampah juga bisa dikelola didaur ulang jadi produk baru, sudah banyak yang bisa,” kata Ganjar.

 

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat melakukan inspeksi mendadak dan melihat banyaknya sampak di Sungai Pelayaran yang berada di belakang Pasar Gajah Kabupaten Demak, Rabu (18/10). (ISTIMEWA)

 

Usai menengok sungai, gubernur dari PDI Perjuangan itu menuju Pasar Gajah. Tak berbeda jauh, sampah juga terserak di sana sini.  “Bapak ibu mbok tolong buang sampahnya jangan di sungai,” katanya kepada para pedagang yang mengerumuninya.

Sekitar 15 menit, Ganjar mengobrol dengan pedagang. Selain masalah sampah, pedagang mengeluhkan perbaikan pasar yang tak kunjung dilakukan. Repotnya, pasar itu dibangun dan dikelola pihak swasta sehingga Pemkab Demak tidak bisa mengintervensi.

“Ya nanti saya bicarakan dengan pak Bupati, tapi yang penting pasar bagus atau lama kalau sampah tidak dijaga ya percuma, mulai sekarang kebersihan dijaga bisa ya,” pungkas Ganjar.

Editor : Akrom Hazami

Soal Pupuk Subsidi, Ini Penjelasan Ganjar ke Petani Demak

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat berkunjung ke Reaktor Biogas Peternakan Sapi di Desa Sidorejo, Kecamatan Karangawen, Demak, Rabu (18/10). (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Semarang – Kritik atau protes dari masyarakat yang tanpa didasari pengetahuan cukup terkadang menjengkelkan. Tapi bagaimanapun pejabat publik harus mau menjelaskan dengan sabar dan legawa.

Situasi unik terjadi ketika Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berkunjung ke Reaktor Biogas Peternakan Sapi di Desa Sidorejo, Kecamatan Karangawen, Demak, Rabu (18/10/2017). Dalam sesi dialog, seorang warga protes pada Ganjar tentang kelangkaan pupuk.

“Saya selalu tidak bisa membeli pupuk, kalau dapat pun harganya mahal, pak Gubernur harus bisa mengatasi ini,” kata Ahmadi, pria tersebut.

Sebelum menjawab, Ganjar bertanya pada Ahmadi. Seperti di mana lokasi lahan pertanian miliknya, apa jenis tanaman yang dikembangkan, jenis pupuk yang langka apa, dan kapan waktu pembelian pupuk itu.

Rupanya Ahmadi tidak punya lahan. Ia menanam padi di bantaran sungai belum lama. Ia juga belum menjadi anggota kelompok tani. Ganjar mengatakan, dengan kondisi Ahmadi maka seharusnya membeli pupuk nonsubsidi. “Wah ya mahal to pak, kasihan kami, kenapa kok dibeda-bedakan seperti ini,” katanya.

Lho bukan membedakan, mas Ahmadi tahu pupuk subsidi kan? Tahu mekanisme penentuan alokasinya?,” tukas gubernur.

Ahmadi menjawab tahu. Tapi ketika ditanya kepanjangan dari RDKK, ia mengaku lupa. Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Ganjar kemudian menjelaskan bahwa pupuk subsidi sudah dijatah sesuai kebutuhan petani yang pengajuannya melalui RDKK oleh kelompok tani setempat.

“RDKK itu rencana definitif kebutuhan kelompok. Jadi petani mengusulkan kebutuhan pupuknya berdasarkan luasan lahan dan jenis tanaman kepada kelompok tani. Kelompok menyampaikan ke dinas kabupaten, naik ke provinsi, naik ke pusat. Nanti keluar kuota tiap kelompok dan tiap petani. Jadi yang berhak membeli pupuk bersubsidi ya yang kemarin mengusulkan, kalau tidak usul ikut beli ya akhirnya yang berhak tidak dapat,” kata Ganjar.

Ahmadi nampaknya masih tidak terima. Ia masih ngeyel bahwa sebagai sesama petani, dirinya harus mendapat pupuk bersubsidi. Ganjar yang masih bersabar mencoba menjelaskan lagi. Menurutnya, pembelian pupuk bersubsidi sekarang diatur dengan kartu tani. Hanya pemilik kartu yang bisa membeli pupuk subsidi karena data petani tersebut telah masuk database. Pengaturan ini untuk mencegah kelangkaan pupuk yang diakibatkan pembelian ilegal.

“Namanya barang subsidi harus tepat sasaran, tapi yang terjadi semua orang, bahkan bukan petani, bisa beli berapapun jumlahnya. Dia lalu jual lagi dengan harga lebih tinggi. Ini yang bikin pupuk langka, maka sekarang diatur. Sekarang tidak ada lagi pupuk langka di Jateng,” jelas Ganjar.

Penyuluh Pertanian Kabupaten Demak, Darsono, menambahkan penjelasan gubernur. Bahwa kelompok tani yang ia dampingi beranggotakan 112 petani. Tidak semua merupakan pemilik lahan, namun ada yang hanya sebagai petani penggarap.

“Tidak masalah memiliki lahan atau tidak, yang penting kalau menggarap lahan orang harus jelas lokasi dan izinnya. Jika dalam penyusunan RDKK terlibat, pasti tidak susah dapat pupuk. Banyak memang yang menyebut langka atau susah tapi ternyata tidak paham aturannya,” jelasnya.

Ganjar menutup debat pupuk ini dengan meminta Ahmadi memastikan izin penggarapan lahan bantaran sungai dari Balai Besar Wilayah Sungai. Setelah mendapat izin, ia bisa bergabung di kelompok tani. “Nggak sulit kalau kita mengerti dan mau berusaha, beres ya,” kata Ganjar disambut anggukan Ahmadi.

Editor : Akrom Hazami

Jepara Dapat Jatah Rehab RTLH Dari Pemprov Sebanyak 568 Unit

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo saat menyerahkan bantuan di BBPBAP Jepara. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Tahun ini, Kabupaten Jepara mendapatkan jatah rehab  Rumah Tak Layak Huni dari Pemprov Jateng  sebanyak 568 unit. Untuk setiap unitnya, pemerintah memberikan bantuan stimulan sebesar Rp 10 juta. 

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, RTLH di wilayahnya masih sangat banyak. Oleh karenanya, pada tahun ini pihaknya mempercepat langkah dengan memperbaiki rumah-rumah tak layak huni sebanyak 20.027 unit.

“Di Jateng masih sangat banyak RTLH, jika ditangani biasa saja akan sangat sulit. Maka dari itu saya minta untuk mengakselerasi. Tahun ini 20 ribu lebih (RTLH) kita bangun,” kata dia, saat melakukan kunjungan ke Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, Senin (16/201/2017). 

Ganjar berjanji tahun depan, anggaran untuk perbaikan RTLH akan lebih besar. Dengan demikian, sasaran rumah yang bisa diperbaiki menjadi lebih banyak. 

Seorang penerima bantuan RTLH Sahlan (85) mengaku senang saat menerima kucuran dana dari pemprov Jateng. Rumahnya yang terletak di Desa Mayong Lor RT/RW : 04/03 memang membutuhkan bantuan, karena atap yang bolong dan dinding dari anyaman bambu yang serupa keadaannya. 

Dengan uang bantuan yang ia terima, dimanfaatkan oleh Sahlan untuk memperbaiki rumahnya. Untuk pengerjaannya ia kemudian nyambat dengan tangga sekitar yang kemudian dikerjakan secara gotong royong. 

Editor: Supriyadi

Tebar Indukan Udang di Jepara, Ganjar Ikut Nyemplung ke Laut Tanpa Alas Kaki


Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (tiga dari kanan) saat hendak melakukan tebar calon indukan ikan dan udang di perairan Jepara, Senin (16/10/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan tebar ratusan ribu indukan udang dan ikan ke perairan Jepara, Senin (16/10/2017). Hal itu dilakukan sesaat sebelum acara pembagian 258 paket Alat Penangkapan Ikan (API) ramah lingkungan kepada nelayan Jepara. 

Tebar calon indukan itu dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo didampingi Bupati Jepara Ahmad Marzuqi, Staf Ahli KKP Bidang Kemasyarakatan dan Hubungan Antar Lembaga Suseno Sukoyono, dan Kepala BBPBAP Jepara Sugeng Raharjo serta Kepala Dinas Kelauatan dan Perikanan Jawa Tengah Lalu M. Syafriadi. 

Baca: Dihadiri Ganjar, Nelayan Jepara Pertanyakan Efektivitas Alat Tangkap Ikan Pengganti Cantrang

Bertelanjang kaki, Ganjar langsung nyemplung ke laut kemudian diikuti oleh Marzuqi yang mengikuti langkah atasannya itu. Padahal panitia telah menyediakan sepatu boots untuk para pejabat tersebut. Lalu ribuan calon indukan udang, rajungan, dan bandeng ditebar.

“Ini (ikan) kalau ditebar bisa berenang kesana ya. Ini ditebar semua nggak ada yang dibakar ya,” seloroh Ganjar sebelum melepaskan calon indukan udang yang ada dalam plastik besar. 

Adapun calon indukan yang ditebar adalah udang windu sejumlah 100 ribu ekor, Nener (bandeng) 500 ribu ekor, rajungan 100 ribu dan kepiting 100 ribu. Semua indukan tersebut telah dipersiapkan oleh BBPBAP Jepara sebelum acara. 

Ganjar berharap, tebaran atau restocking indukan tersebut bisa berguna bagi nelayan dan warga sekitar.  

Editor: Supriyadi

Dihadiri Ganjar, Nelayan Jepara Pertanyakan Efektivitas Alat Tangkap Ikan Pengganti Cantrang

Ganjar Pranowo saat berdialog dengan nelayan saat penyerahan alat penangkapan ikan di BBPBAP Jepara, Senin (16/10/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) membagikan 258 paket alat penangkapan ikan (API) kepada nelayan di Jepara, Senin (16/10/2017).

Ratusan alat tersebut merupakan pengganti cantrang dan arat yang selama ini digunakan oleh nelayan di pesisir utara Laut Jawa. Meskipun diberi bantuan, sebagian nelayan khawatir kalau hasil dari alat tersebut tidak sebanyak alat yang sudah lama mereka gunakan saat ini. 

Acara yang berlangsung di aula milik Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara, dihadiri pula oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Bupati Jepara Ahmad Marzuqi dan pihak terkait. 

Listiono nelayan asal Kedung mengatakan, selama ini pihaknya menggunakan cantrang dan arat saat melaut. Ia khawatir apakah nantinya hasil yang didapatkan bisa seperti saat sekarang. 

“Apa nantinya ketika alat tangkap diganti hasil ikannya bisa seperti sekarang ini, bisa untuk menyekolahkan anak dan sebagainya,” ungkapnya saat ditanya Ganjar Pranowo terkait kesulitan saat melaut. 

Hal serupa diungkapkan oleh Mustain. Nelayan itu menginginkan semua nelayan mendapatkan alat tangkap yang ramah lingkungan. ” Saya dengar kan sampai Desember nanti (batas penggunaan alat tangkap tak ramah lingkungan), nah yang belum kebagian bagaimana?,” tuturnya. 

Mendapat pertanyaan tersebut, Ganjar langsung melemparnya pada pejabat KKP Suseno Sukoyono. Dalam jawabannya ia meyakinkan, penggantian alat tangkap merupakan upaya pemerintah menjaga keberlangsungan pasokan ikan. 

“Tentang pertanyaan kalau pakai alat ini (ramah lingkungan) cukup tidak? Jika nelayan terus memakai arat, kalau kita memunyai anak, sebelum anak kita besar ikannya sudah habis. Dengan menggunakan Cantrang dan arat yang punya ukuran satu inchi ikan akan habis. Alat ini memang tak seganas arat dan cantrang, tapi jauh lebih memadai dari alat tangkap lainnya,” ucap Staf Ahli Menteri KKP Bidang Kemasyarakatan dan Hubungan Antar Lembaga itu. 

Sementara terkait penggantian cantrang dan arat dengan alat tangkap ramah lingkungan, Suseno menjawab hal tersebut akan terus dilihat perkembangannya. Lantaran untuk proses penggantian memerlukan anggaran yang tak sedikit. 

“Dalam melakukan hal itu, kita perlu bahu membahu mengingat keterbatasan APBN kita. Bantuan yang saat ini diberikan diprioritaskan bagi yang terdata. Kami percaya nelayan Jepara adaptif terhadap kebijakan ini. Untuk (penggantian cantrang ke alat tangkap ramah lingkungan) perlu kerjasama dengan instansi lain,” ungkapnya. 

Ganjar Pranowo mengatakan pemerintah harus hadir dalam penggantian cantrang ke alat tangkap ramah lingkungan.

“Sebenarnya yang dibutuhkan kan waktu, kalau sampai akhir Desember mereka tak boleh (menangkap dengan cantrang) dan bantuan belum ada, maka keluwesan-keluwesan itu  yang diharapkan dari mereka agar mereka diizinkan (menggunakan cantrang). Kecuali negara memberikan bantuan itu,” tuturnya. 

Untuk permasalahan pelarangan cantrang, Ganjar mengaku telah berbicara dengan Susi Pudjiastuti. Hal itu terkait dengan penggantian alat tangkap. 

“Saya sudah bicara dengan Bu Menteri Susi, karena itu kebijakan pemerintah, maka pemerintah harus ikut tanggungjawab. Caranya kasih saja bantuan alat tangkapnya. Sudah ada pengajuan asuransi dan pengajuan permodalan, bantuan ini bisa selesaikan persoalan itu, tapi harus cepet. Kalau batasnya sampai Desember ya sampai Desember sanggup, kalau tidak  ya harus ada jeda  perpindahan toleransi, kalau tidak kasihan mereka,” tuturnya. 

Dalam rilis Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, untuk nelayan Jepara ditargetkan ada 289 paket API yang akan diberikan. Sementara untuk Jawa Tengah akan diberi 2.341 paket. 

Pada kesempatan itu, diberikan juga bantuan Asuransi Nelayan. Untuk Jepara dari target 3500 orang, saat ini sudah terealisasi sebanyak 715 nelayan. Selain itu untuk Jepara diberikan fasilitas akses permodalan sebesar 1.890 miliar hasil kerjasama Ditjen Perikanan Tangkap dan BRI.

Editor: Supriyadi

Ganjar Kembangkan Ilmu Titen Tanggulangi Bencana di Jateng

Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Semarang – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meminta masyarakat untuk lebih tanggap terhadap bencana, seiring datangnya musim hujan. Terlebih di Jawa Tengah kerawanan bencana sangat tinggi, mulai dari banjir, longsor hingga angin lisus.

Menurut dia, meskipun program penanggulangan bencana sudah intensif dilakukan, masyarakat tetap harus waspada akan perubahan kondisi yang terjadi di lingkungannya masing-masing.

“Kita punya kearifan lokal namanya ’ilmu titen’. Misalnya kalau hujan turun lebih dari dua jam, maka siap-siap mengungsi karena biasanya banjir besar akan datang. Longsor juga bisa diamati dari retakan tanah di bukit atau dataran tinggi,” katanya.

Ilmu titen, imbuh Ganjar, menarik karena masyarakat mempunyai cara meramal akan terjadinya bencana alam lewat tanda-tanda alam yang tidak ada di negara lain di dunia.

“Tidak kalah menariknya yakni sistem kekerabatan dan gotong royong masyarakat Jateng. Sehingga mampu menggerakkan masyarakat untuk saling membantu dalam penanganan bencana alam,” ujarnya.

Ganjar sendiri sudah menyusun buku berjudul “Disaster Management and Ilmu Titen” pada awal 2016 lalu. Buku itu sebenarnya disusun Ganjar untuk disampaikan di hadapan para pemimpin dunia dalam konferensi perubahan iklim di Belanda.

Sepulang dari Negeri Kincir Angin, Ganjar meminta buku itu disebar ke masyarakat agar ilmu titen kembali digunakan masyarakat dalam penanggulanan bencana.

“Di Jateng sudah dibentuk desa-desa tangguh bencana, ada relawan-relawan yang siap sedia bergerak dan responsif, saya kira kita sudah siap,” terangnya.

Ganjar juga telah mendatangi Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng. BPBD diminta segera berkoordinasi dengan seluruh stakeholder untuk mengantisipasi bencana. “Saya sedang siapkan surat edaran kepada bupati dan walikota untuk siaga bencana,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Usai KPK Tangkap Bunda Sitha, Kini Nursholeh Ditunjuk jadi Plt Wali Kota Tegal

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo tampak diiringi Wakil Wali Kota Tegal Nursholeh saat berkunjung ke kota tersebut, Kamis. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Tegal – Wakil Wali Kota Tegal M Nursholeh menggantikan wali kota Siti Masitha yang non-aktif selepas ditetapkan menjadi tersangka oleh KPK. Surat Keputusan (SK) Pelaksana Tugas Wali Kota Tegal diserahkan langsung Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Kamis ( 31/8/2017).

Penyerahan dilakukan tanpa prosesi khusus. Ganjar awalnya memberi pengarahan pada pejabat dan ASN Pemkot Tegal. Setelahnya SK langsung diserahkan pada Nursholeh. “Semalam saya mendapat surat dari Mendagri tentang penunjukan pelaksana tugas, pagi ini saya tanda tangani,” kata Ganjar.

Gubernur meminta Nursholeh memimpin penataan organisasi dengan berkoordinasi bersama Pemprov Jateng dan KPK. “Poin yang penting itu gimana melayani rakyat agar kita dipercaya rakyat, gimana caranya kita punya kesadaran, caranya sabar, piye carane musibah ini jadi pelajaran agar tidak terulang terus,” pesan Ganjar.

Dalam penataan organisasi, Ganjar berpesan agar jabatan yang masih dipimpin Plt segera didefinitifkan. “Proses seleksi secara terbuka, tidak ada lagi jual beli jabatan,” tegasnya. 

Sementara itu Nursholeh menyatakan siap bekerja sepenuh hati setelah mendapat surat keputusan menjadi Plt Wali Kota Tegal.  “Yang pertama saya lakukan adalah mengikuti arahan dari Gubernur Ganjar Pranowo untuk kembali menata birokrasi di Kota Tegal,” terangnya.

Dia pun berharap agar seluruh jajaran birokrasi mengambil hikmah dari operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK terhadap Siti Mashita Soeparno dan tidak melakukan hal serupa karena akan menampar seluruh aparat Pemerintah Kota Tegal. 

Nursholeh mengakui adanya OTT KPK tersebut sangat tidak menggembirakan meski ada sebagian yang melakukan sujud syukur atas kejadian tersebut. “Ada yang menganggap ini kemenangan rakyat Tegal, terutama bagi PNS yang non job,” terangnya. 

Ganjar dalam kesempatan itu menyumpah seluruh pejabat dan ASN Tegal termasuk Nursholeh untuk berikrar antikorupsi . Ganjar sendiri memimpin sumpah. Ia mengucapkan lima sumpah yang ditirukan ASN dan wakil wali kota. Pertama bersumpah tidak akan korupsi, kedua menolak gratifikasi, ketiga tidak ada lagi setoran dari siapapun dalam bentuk apapun, keempat penataan organisasi tanpa jual beli jabatan, serta kelima melayani masyarakat dengan responsif dan terbuka.

“Bapak ibu sudah disumpah dan dicatat Allah, mulai detik ini harus dilaksanakan semua yang diucapkan tadi,” kata Ganjar.

“Siap!,” serempak seluruh ASN menjawab.

Ganjar menyatakan dirinya sangat senang berbincang dan memberi pidato pembekalan serta motivasi pada ASN. Namun yang tidak ia sukai adalah ketika pidato tersebut disampaikan di depan ASN yang pemimpinnya ditangkap KPK.

Ganjar juga menyatakan jabatan para aparatur sipil negara (PNS) yang di-nonjob-kan oleh Walikota nonaktif Siti Masitha harus dikembalikan. Mereka harus menduduki jabatan semula seperti yang diperintahkan pengadilan.

“Yang nonjob nonjob itu kembalikan, angkat lagi, sudah ada keputusan oengadikan harus dilaksanakan sebagai bentuk konstitusionalisme. Kita taat aturan, bahwa nanti ada evaluasi dan penataan yang penting haknya kembalikan dulu,” katanya.

Kritikan tersebut berdampak serius. Pada 21 April 2015, Sitha menerbitkan Surat Keterangan (SK) nonjob dan pembebasan jabatan kepada 15 PNS eselon II dan III. Khaerul Huda salah seorang PNS yang di nonjobkan menyebut terdapat sepuluh PNS eselon II dan lima PNS eselon III. Khaerul dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan. Khaerul memang dikenal vokal mengkritisi pemerintahan Sitha.

Penerbitan SK ini direspons dengan aksi unjuk rasa sejumlah PNS dan aktivis Kota Tegal. Mereka menggelar orasi dan melakukan aksi mogok bekerja di sejumlah instansi pemerintahan. Bukannya dicabut, jumlah PNS yang dicopot malah bertambah. Adalah Direktur Utama (Dirut) PDAM Kota Tegal, Bambang Sugiarto yang harus rela dicopot dari jabatannya pada 7 Mei 2015. Alasan Bambang dicopot diduga karena dirinya ikut serta dalam beberapa kali aksi menolak kepemimpinan Siti Masitha.

Mereka yang dinonjobkan kemudian mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang dan menang. Masitha banding ke PTUN Surabaya namun kemenangan berpihak pada PNS. Hingga Masitha mengajukan peninjauan kembali ke Mahmakah Agung, keputusan tetap berpihak PNS. Meski demikian, sejak putusan berkekuatan tetap pada 2016, Masitha tak juga mengembalikan jabatan PNS.

Editor : Akrom Hazami

Kartu Jateng Sejahtera Diharapkan Sampai Ke Pelosok Daerah

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat membuka Pesta Rakyat Jateng di Alun-alun Jepara. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Kartu Jateng Sejahtera (KJS) tahun 2017 diluncurkan bersamaan dengan Pesta Rakyat Jateng di Alun-alun Jepara, Jumat (25/8/2017).

Dengan program tersebut, diharapkan masyarakat berkategori miskin, lansia, dan berkebutuhan khusus yang belum di-cover layanan kesehatan atau sosial lain dapat terbantu.

“Dengan kartu ini diharapkan bisa membantu terutama mereka yang dalam kondisi tua, dan sebagainya namun belum tercover bantuan apapun, dapat kita bantu,” ujar Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. 

Ia menjelaskan, tahun ini program tersebut disokong oleh pemerintah provinsi. Sebelumnya, program tersebut didukung sepenuhnya oleh Bank Jateng. 

Terpisah Founder dan Inisiator Komunitas Sahabat Difabel Noviana Dibyantari berharap program tersebut dapat menyentuh mereka yang berada di pelosok wilayah Jawa Tengah. Karena, secara riil banyak sekali mereka yang membutuhkan akan tetapi tidak mendapatkan haknya. 

“Banyak sekali terutama mereka yang berkategori orang dengan kecacatan berat, di setiap kelurahan banyak yang tidak tercover (bantuan kesehatan atau sosial). Hal itu seringkali disebabkan karena pemerintahan setempat dalam hal ini RT, Lurah ataupun TKSK yang kurang responsif. Sehingga akhirnya mereka tak mendapatkan, padahal mereka berhak,” kata dia. 

Namun demikian, ia menyambut baik upaya pemprov Jateng tersebut. Akan tetapi ia menginginkan agar informasi ini disebar, agar warga didaerah pelosok mengetahui terkait program tersebut. Selain itu, dirinya juga ingin agar program ini dilaksanakan tepat sasaran. 

“Pemerintah sudah melaunching program ini, sekarang tugas kita sebagai warga adalah menyebarkan informasi ini. Agar masyarakat mengetahui dan setelahnya turut berpartisipasi, sehingga mereka mendapatkan haknya,” tuturnya. 

Editor: Supriyadi