Gus Yasin Ditanya Soal Janda,  Ganjar Degdegan

MuriaNewsCom, Semarang – Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin mendapat pertanyaan yang cukup mengejutkan saat menghadiri Taaruf Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng yang digelar PW Muhammadiyah Jateng, Sabtu (31/3/2018).

Dalam kegiatan itu, putra KH Maimoen Zubair memaparkan sejumlah program yang akan diusung bersama Ganjar Pranowo. Termasuk janji menyiapkan dana APBD sebesar Rp 331 miliar untuk guru madin, TPQ dan pesantren.

Namun pertanyaan yang muncul dari peserta kegiatan itu tak bersangkutan dengan apa yang dipaparkannya. Melainkan soal janda.

Pertanyaan itu muncul dari Ketua Pemuda Muhammadiyah Jateng, AM Jumai. Menurutnya, dari data BPS jumlah janda di Jateng sebanyak 10 ribu. Artinya angka perceraian tinggi. “Bagaimana mengatasi ini karena dampak perceraian banyak sekali?,” tanyanya.

Ganjar nampak kaget mendengar pertanyaan tersebut. “Pertanyaan pertama langsung marai degdegan,” kata Ganjar.

Namun Gus Yasin terlihat tenang. Ia mengakui jika angka perceraian di Jateng memang tinggi. Bahkan di Wonogiri perceraian terjadi 18 kali perhari.

Saat ini menurut dia, Pemprov Jateng dan DPRD Jateng sudah menyusun Peraturan Daerah tentang Ketahanan Keluarga.

“Saya di DPRD, Komisi E kemarin mengusulkan dan menggodok perda tersebut, baru digedok, insyaallah 2019 sudah bisa dilaksanakan,” ujarnya.

Perda tersebut, kata suami Nawal Nur Arafah itu, memberi amanat pemerintah provinsi untuk memberi pendampingan pada keluarga rentan. Selain itu juga membuat program pendidikan pranikah dan konsultasi anak muda.

“Dampak perceraian itu besar. Dari anak, juga budaya, ekonomi keluarga. Maka pendidikan pra nikah ajarkan bagaimana suami isteri saling menghormati dan menghargai,” terangnya.

Ganjar menimpali jawaban Gus Yasin. Menurutnya, perceraian kadang terjadi karena pasangan sudah tidak bahagia lagi. “Jadi bapak ibu, jangan lupa bahagia ya,”  katanya setengah bercanda.

Editor : Ali Muntoha

Gus Yasin Janjikan Dana Rp 331 M untuk Guru Madin dan Pesantren

MuriaNewsCom, Solo – Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Ganjar Pranowo-Taj Yasin kembali menegaskan keberpihakan mereka pada madrasah diniah (madin) dan pondok pesantren. Komitmen itu akan ditandai dengan program kesejahteraan guru madin, TPQ dan ponpes.

Taj Yasin menyatakan, pihaknya akan menyiapkan dana sebesar Rp 331 miliar untuk program ini. Menurutnya, program itu akan langsung dimasukkan dalam APBD Pemprov Jateng 2019 atau setelah dilantik menjadi gubernur dan wakil gubernur.

Gus Yasin menyebut, program kesejahteraan guru di sejumlah lembaga pendidikan Islam sudah diperhitungkan secara matang. Pihaknya menghitung secara rinci, mempertimbangkan jumlah guru dan kekuatan anggaran Pemprov Jateng.

“Kami akan siapkan dana dalam APBD untuk madin dan pesantren. Tepatnya Rp 331 miliar,” katanya, di Konsolidasi Pemenangan Ganjar-Yasin DPC PPP se-Solo Raya di Hotel Sahid,Surakarta, Jumat (30/3/2018).

Dalam membuat program ini pihaknya sudah berdiskusi dengan pakar hukum tata negara. Sebab selama ini untuk lembaga pendidikan Islam sudah menjadi kewenangan Kementerian Agama.

Maka ketika Pemprov Jateng akan memberikan bantuan, harus dicarikan program yang cocok dan tidak menyalahi ketentuan.

“Kami sudah  memanggil dan mengajak musyawarah pakar hukum tata negara. Bertanyan boleh gak ini dibiayai pemerintah daerah? Alhamdulillah semua sepakat bisa dibiayai pemerintah daerah,” ujarnya.

Selain itu, politisi muda PPP itu juga  memikirkan santri-santri dan anak-anak penghafal kitab suci Alquran. Pihaknya sangat mengapresiasi para penghafal Alquran.

Dalam konsolidasi itu, Gus Yasin berjanji memikirkan para penghafal alquran. Ia sering mendengar penghargaan untum siswa beprestasi menonjol di sekolah formal,  tapi perhatian untuk penghafal Quran masih kurang.

“Pada 2109  insyaallah akan kami pikirkan (para santri atau siswa penghafal Alqrua ) dan bantu beasiswa,” tuturnya.

Ia menyatakan bahwa PPP adalah partai yang memikirkan pendidikan keagamaan. Ia ingin seluruh kader PPP menjunjung kembali ke masjid waktu maghrib untuk mengaji bersama-sama. Hal itu merupakan salah satu cara mendidik karakter masyarakat Jawa Tengah.

Ketua DPW PPP Jawa Tengah, Masrukhan Samsurie memyatakan PPP Solo Raya siap merapatkan barisan tidak sekadar memenangkan Ganjar-Yasin, tapi juga bertekad melawan black campaign seperti hoax.

“Jangan sampai kemenangan Ganjar-Yasin dinodai dengan cara-cara yang tidak ber martabat dan merusak persatuan bangsa,” ujarnya.

Ia mengajak semua kader dan Pimpinan PPP se Jateng untuk berusaha memenangkan Ganjar-Yasin dengan semangat menjaga persaudaraan dan menghargai perbedaan pilihan.

Editor : Ali Muntoha

Ganjar dan Ida Janjikan Bantu Bocah yang Wajahnya Dimakan Kanker dan Tumor

MuriaNewsCom, Semarang – Huda Nur Rosyid (5) bocah dari Batang yang wajah dan kepalanya rusak terkena kanker dan matanya kena tumor, kini mulai dirawat di RSUP dr Kariadi Semarang. Perkembangan psikologis bocah itu mengalami peningkatan.

Orang tua bocah itu Ruslan Abdul Gani (34) dan Patimah (29) mengaku cukup senang dengan banyaknya pihak yang perhatian pada anaknya. Terlihat dua kontestan pada Pilgub Jateng, sama-sama memberi perhatian pada anaknya.

Setelah beberapa waktu lalu Calon Wakil Gubernur Jateng Ida Fauziyah mengunjungi bocah ini di rumahnya di Desa Denasri Kulon RT 02 RW 04, Kabupaten Batang, dan menjanjikan akan memberi bantuan, Jumat (29/3/2018) gilirian Calon Gubernur (Cagub) Ganjar Pranowo yang menjenguk.

Ganjar menemui bocah ini yang tengah dirawat di Ruang Anak Gedung Rajawali RSUP dr Kariadi Semarang. Pria berambut putih itu tak menyangka mendapat sambutan antusias dari anak yang sekujur muka dan kepalanya menghitam itu.

Bersama isterinya, Siti Atikoh, Ganjar berbincang dengan orang tua Huda. Sementara orang-orang membicarakan penyakitnya yang langka, Huda hanya diam di atas pangkuan ibunya.

Dari pengakuan Ruslan, anaknya menderita penyakit tersebut sejak usia empat bulan. “Anak saya lahir normal. Tapi sejak umur 4 bulan, muncul luka di bagian pipinya. Hingga meluas seperti saat ini,” kata Ruslan.

Semula Ruslan mengira luka pipi itu biasa saja. Ternyata kian lama malah menjalar ke seluruh wajah dan leher anaknya. Merasa gatal luar biasa, Huda menggaruknya hingga mengakibatkan luka terus melebar. Akhirnya dokter memvonis Huda terkena kanker.

Ketika upaya pengobatan tak juga membuahkan hasil, mata Huda mulai memerah. Belakangan dokter mendiagnosis mata Huda terkena tumor. Dari mata kanan, kemudian menjalar ke mata kirinya.

Kini kondisi kedua mata Huda semakin parah. Bagian bola mata huda nampak memerah. Tidak heran bila Huda kerap menangis, karena menahan rasa sakit di bagian bola mata dan wajahnya yang gatal-gatal.

Ruslan bersyukur kini semakin banyak yang perhatian pada anaknya. Sebelumnya, meski biaya pengobatan sudah ditanggung BPJS, namun pekerja sales makanan ringan itu merasa keberatan dengan biaya hidup di rumah sakit dan ongkos transportasi.

Sementara isterinya, Patimah, tidak bekerja. Perempuan tuna wicara itu setiap saat hanya di rumah menjaga Huda.

Dari penuturan dokter, kondisi Huda masih terus dipantau. Senin pekan depan, dokter akan mengambil sampel kulit dan mata untuk diteliti detil penyakitnya.

“Mudah-mudahan Senin besok sudah bisa diketahui penyakitnya dan tindakan selanjutnya kita serahkan dokter,” kata Ganjar.

Baca : Derita Bocah 5 Tahun di Batang yang Wajahnya Dimakan Kanker dan Tumor

Kepada pihak RSUP dr Kariadi, Ganjar menyampaikan agar penanganan dilakukan seintensif mungkin. Ia meminta jika ada  biaya perawatan yang belum dicover BPJS agar dikomunikasikan kepadanya.

Ganjar juga menyampaikan untuk menanggung biaya hidup orang tua Huda selama menunggui di rumah sakit. “Iya kalau BPJS ada, yang mungkin kita coba bantu adalah harian bapak ibunya selama menunggui,” katanya.

Ketika Ganjar berpamitan, Huda kembali menyodorkan tangannnya meminta salaman. Bahkan sampai dua kali. Anak yang belum bisa bicara itu melambaikan tangannya ketika Ganjar berjalan menuju pintu keluar kamar perawatan.

Sebelumnya Ida Fauziyah, cawagub yang berpasangan dengan Sudirman Said juga menjanjikan akan membantu perawatan bocah malang tersebut. Ida menjanjikan akan membantu agar tindakan operasi dan penyembuhan Huda segera dilakukan.

“Nanti ada teman-teman dari Batang dan Semarang yang akan berkoordinasi membantu pengobatannya,” terangnya.

Editor : Ali Muntoha

Lihat Jalan Rusak, Ganjar : Dalane Bodhol Ya, Ngetril-ngetril

MuriaNewsCom, Cilacap – Calon Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo cukup kaget melihat kerusakan jalan di salah satu desa di Cilacap. Bahkan kerusakan jalan itu cukup parah, hingga ia menyebut jalan itu layaknya hanya untuk trabas.

Jalan rusak itu berada di Desa Keleng, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap. Ganjar merasakan kerusakan jalan itu langsung dengan mengendarai sepeda onthel, Selasa (27/3/2018).

Saat berkunjung di desa ini, warga desa itu menang sengaja meminta Ganjar menaiki sepeda onthel dari jalan masuk desa. Tujuannya, warga ingin Ganjar merasakan  secara langsung betapa parahnya jalan utama di Desa Keleng itu.

Aspal sudah tergerus, tinggal batu dan tanah. Lubang besar menganga di sana sini. Melewati jalan ini dengan sepeda motor, sudah seperti trabas saja. “Wah dalane bodhol ya, ngetril ngetril,” kata Ganjar sembari mengonthel sepedanya.

Sepanjang dua kilometer, Ganjar mengonthel bersama istrinya Siti Atikoh. Warga desa Keleng mengikuti di belakang. Saat ngonthel itu beberapa warga meneriaki meminta Ganjar untuk memperbaiki jalan tersebut.

Dalam dialog dengan warga, Ganjar menyebut jika kades setempat sudah menghadap dirinya beberapa waktu lalu. Karena jalan tersebut kewenangan kabupaten, maka ia meminta usulan diajukan ke bupati Cilacap.

“Usulan sudah disampaikan, saya minta kabupaten menindaklanjuti, mampunya berapa, sisanya provinsi yang kasih bantuan keuangan,” ujarnya.

Sebelum ke desa ini, Ganjar juga mnenggelar silaturahmi di Kantor DPC PDIP Cilacap. Dalam dialog ini dibahas mengenai industri jamu yang menjadi gantungan hidup warga Cilacap.

Ganjar mengatakan, industri jamu di Cilacap harus didorong agar mampu tumbuh menjadi sentra ekonomi yang produktif. Saat ini, meski terus berproduksi tapi standarisasi jamu Cilacap harus ditingkatkan.

Saat ini yang terpenting adalah melakukan pendataan terhadap pelaku usaha jamu. “Dari data tersebut, bisa diketahui masalah yang ada, petakan persoalan. Selanjutnya, pendaftaran ulang ini pengusaha yang eksis, ini yang biasa, ini yang butuh bantuan. Dari situ kan dilakukan pembinaan,” terangnya.

Editor : Ali Muntoha

Yasin Bakal Tiru Batang Jamin Kesejahteraan Madin dan Ponpes

MuriaNewsCom, Batang – Calon Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin menyebut akan menggunakan inovasi yang dibuat Pemkab Batang dalam hal pengelolaan madin dan pondok pesantren. Di kabupaten ini guru madin mendapat perhatian yang sangat besar dari pemerintah daerah.

Salah satu inovasinya yakni memberikan insentif yang cukup besar kepada guru madin. Pemkab menyiapkan insentif sebesar Rp 1,2 juta bagi setiap guru madin untuk tahun 2018 ini. Jumlah itu mengalami peningkatan pesat dari sebelumnya yang hanya Rp 600 ribu.

Taj Yasin menyatakan, perhatian kepada madin dan ponpes sudah menjadi keharusan karena lembaga pendidikan tersebut juga turut serta dalam mencerdaskan generasi penerus. Oleh karenanya, jika kelak terpilih pihaknya berencanaya menularkan apa yang dilakukan Pemkab Batang ke kabupaten/kota lain.

“Hal ini harus kita sebarkan ke 35 Kabupaten di Jawa Tengah,” katanya, Selasa (27/3/2018) usai bertemu pimpinan DPC PDIP dan PPP di Kabupaten Batang.

Namun, sebelum inovasi tersebut ditularkan ke seluruh daerah di Jawa Tengah, Yasin berharap agar seluruh santri dan partai koalisi bergerak bersama dalam Pilgub 2018. Yasin menegaskan kemenangan harus diraih, agar madin dan ponpes semakin mendapat perhatian dari pemerintah.

Ketua DPC PPP Batang, Nur Faizin mengatakan sudah siap memenangkan pasangan Ganjar-Yasin. Pihaknya terus melakukan konsolidasi dengan seluruh PAC di kecamatan seluruh Batang.

“Dari hasil survei kan 79 persen, kami menargetkan minimal 60 persen dan kalau bisa mendekati survei itu,” ujarnya.

Ia mengatakan, sudah melakukan konsolidasi dan terus berkoordinasi dengan kader di tingkat bawah. Ia yakin bisa memenangkan pasangan nomor urut satu tersebut. Nur Faizin mengatakan telah berhasil mengantarkan Wihaji-Suyono jadi Bupati dan Wabup Batang.

Mereka adalah pasangan hasil koalisi Golkar-PPP. Pengalaman itu membuatnya yakin kemenangan dalam Pilgub 2018 akan tercapai.

Editor : Ali Muntoha

SBY-AHY Bakal Keliling Jateng, Parpol Pengusung Ganjar-Yasin Kompak

MuriaNewsCom, Semarang – Parpol pengusung pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin terlihat kompak untuk memenangkan jagoan mereka dalam Pilgub Jateng 2018. Bahkan Partai Golkar juga menurunkan elite parpol untuk mengkampanyekan pasangan ini.

Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yodhoyono (SBY) dan anaknya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dijadwalkan akan keliling Jateng untuk berkampanye memenangkan Ganjar-Yasin. SBY dan AHY akan berkeliling Jateng pada 5 hingga 15 April 2018.

“Pak SBY dan Mas AHY akan roadshow ke Jateng 5 April sampai 15 April untuk memenangkan Ganjar Yasin,” kata Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Jateng Tety Indarti.

Selain itu kader partai juga sudah bergerak di wilayahnya masing-masing. Seluruh DPC Partai Demokrat di 35 daerah di Jateng diinstruksikan bergerak menggalang dukungan.

Sementara PDI Perjuangan sudah lebih dulu bergerak menggelar rapat kerja cabang khusus di 35 daerah. “Seluruh DPC sudah rakercabsus dan dilanjutkan deklarasi, kita all out urunan untuk kemenangan Ganjar yasin,” kata Sekretaris DPD PDIP Jateng Bambang Kusriyanto.

Tak ketinggalan Ketua DPW PPP Jateng Masrukhan Syamsurie menyatakan, seluruh kader PPP tegak lurus mengawal Ganjar Yasin. Dukungan PPP tak perlu diragukan karena Taj Yasin adalah kader partai berlambang kabah tersebut.

Minggu (25/3/2018) kemarin, seluruh parpol pengusung Ganjar-Yasin juga melakukan pertemuan.Dalam pertemuan yang dilakukan secara tertutup tersebut, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Semarang, Hendrar Prihadi (Hendi) memaparkan sejumlah analisa politik untuk memenangkan pasangan calon nomor urut 1 tersebut di Jawa Tengah, khususnya di Kota Semarang.

Hendi menyatakan optimis pasangan calon Ganjar-Yasin akan meraih 70% suara di Kota Semarang.  Hal tersebut disampaikannya dengan menghitung bahwa pada pilgub tahun 2013, Ganjar yang saat itu berstatus sebagai penantang saja sudah dapat meraih 51,26% suara di Kota Semarang.

“Padahal waktu pilgub tahun 2013 itu, hanya PDI Perjuangan yang mengusung, dan jumlah kursi di dewan pun hanya 9 kursi,” pungkas Hendi.

Editor : Ali Muntoha

Ganjar-Yasin Bakal Bangun Sentra Kulakan di Seluruh Kabupaten/kota

MuriaNewsCom, Semarang – Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo-Taj Yasin kembali mengumumkan program andalan mereka untuk mengentaskan kemiskinan di Provinsi Jawa Tengah.

Jurus andalan itu yakni program Ekotren. Program ini merupakan program pengurangan angka kemiskinan yang menyesuaikan tren ekonomi masa kini. Dalam program ini, pasangan tersebut salah satunya akan membangun pusat grosir di seluruh daerah.

“Kami akan membangun sentra kulakan di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah,” kata Taj Yasin di Studio RRI, Jalan Ahmad Yani, Kota Semarang, Kamis (22/3/2018).

Sentra kulakan tersebut, lanjutnya, akan dibangun di beberapa lokasi yang strategis. Seperti di seputaran masjid atau pondok pesantren. Satu sentra, setidaknya akan membawahi 100 warung kecil di sekitar lokasi inti.

Menurut Yasin, satu sentra kulakan paling tidak akan mempekerjakan lima orang. Sehingga ada 100 keluarga pemilik warung kecil yang terbantu dengan sentra kulakan tersebut.

“Paling tidak dari sisi perekonomian, satu sentra kulakan bisa membantu 105 orang. Itu baru satu, kami ingin bangun 100-500 sentra kulakan di seluruh wilayah di Jateng,” ujarnya.

Gus Yasin yakin program ekotren bisa jadi satu solusi pengentasan kemiskinan. Program itu sekaligus bisa mengembangkan cara pandang masyarakat tentang kewirausahaan.

Ia mencontohkan, dua modal sosial yaitu masjid dan pondok pesantren punya potensi yang besar. Ia mencontohkan, ketika Pondok Pesantren Sarang, Rembang memasuki masa libur, perekonomian turun 30 persen. “Artinya keduanya punya potensi ekonomi yang besar,” tuturnya.

Ketika ekotren berjalan, maka baik masjid maupun pondok pesantren atau sentra kulakan lain diharapkan bisa mandiri. Tidak hanya itu, tapi juga menghidupi lingkungan sekitarnya. ”Contohnya, saat para pengusaha UMKM bingung memasarkan produknya, bisa melalui ekotren,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Gus Yasin Jamin Kartu Tani Tak Persulit Petani

MuriaNewsCom, Purbalingga – Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng Sudirman Said-Ida Fauziyah sering menyebut jika Kartu Tani yang jadi program unggulan Ganjar Pranowo menyusahkan petani. Tudingan ini dibantah Calon Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin, yang mejamin Kartu Tani justru akan memudahkan petani.

Ini dikatakan Gus Yasin ketika mengunjungi Pondok Pesantren Sunan Gringsing, Purbalingga, Rabu (21/3/2018). Di tempat itu, Gus Yasin mendapat keluhan dari petani tentang kondisi yang mereka alami.

Salah satunya, Samian, petani asal Desa Gemuruh, Kecamatan Padamara, Purbalingga.  Anggota kelompok tani Mugi Rahayu 3 itu bercerita tentang Kartu Tani dan sulitnya mencari tenaga tanam akhir-akhir ini.

“Kalau untuk petani, biasanya menabung dulu baru mendapat pupuk. Kerepotannya di situ, kalau dulu ada uang dapat pupuk,” katanya.

Saat ini yang menjadi permasalahan adalah susahnya mencari tenaga kerja tanam dan mencari bibit. “Tenaga kerja tanam jumlahnya makin menurun. Di wilayah Gemuruh, baiknya bagaimana, diberi mesin tanam atau ada solusi lainnya?,” tanya Samian.

Mendapat pertanyaan tersebut, Gus Yasin menegaskan Kementerian Pertanian hingga saat ini tidak mencabut subsidi bibit. “Dengan adanya laporan ini, justru menjadi pertanyaan kenapa bibit susah dicari?. Nanti kita periksa akar masalahnya,” terangnya.

Ia mengatakan, pada masa mendatang, permasalahan bibit subsidi juga akan masuk Kartu Tani. Diakuinya, belum semua permasalahan pertanian sudah ditampung Kartu Tani.

“Permasalahan subsidi seperti gas melon, mestinya untuk orang yang membutuhkan. Nanti ini diatur di Kartu Tani sesuai kebutuhan petani, seperti pupuk atau bibit,” ujarnya.

Pasangan Ganjar Pranowo itu juga menyinggung tren masyarakat Jawa Tengah yang meninggalkan pertanian. Ia menuturkan pemerintah akan mendorong masyarakat Jateng kembali ke habitatnya dan menjamin pertanian. “Bahkan sekarang buruh tani lebih mahal dari buruh bangunan,” tambahnya.

Baca juga : 

Yasin menuturkan, pada 2016 Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sudah punya Perda Pertanian tentang jaminan pemerintah membeli hasil panen dan asuransi petani.

“Namun, belum bisa dilaksanakan hingga sekarang karena pemerintah pusat belum ada aturannya,” ucapnya.

Sebelumnya, Calon gubernur Jawa Tengah Sudirman Said menyatakan akan merombak pelaksanaan program Kartu Tani. Alasan Sudirman Said ingin merombak program ini, karena ia menyebut ada banyak kekurangan dalam pelaksanaanya. Ia menyebut, dalam setiap pertemuan dengan petani, keluhan soal kartu petani selalu muncul.

“Suara petani di mana-mana sama. Kartu petani bukannya memudahkan malah menyulitkan petani,” kata Sudirman.

Editor : Ali Muntoha

Ini Barisan Ulama Kendal yang Deklasikan Kyai Gayeng Dukung Ganjar

MuriaNewsCom, Kendal – Setelah Santri Gayeng dideklarasi di 35 kabupaten/kota, kini muncul Kyai Gayeng. Wadah ini mengakomodasi para kiai yang mendukung pasangan calon Ganjar Pranowo dan Taj Yasin pada Pilgub Jateng 2018.

Kyai Gayeng dideklarasikan di Desa Botomulyo, Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal, Senin (19/3/2018). Sejumlah ulama dari Kendal menghadiri deklarasi tersebut.

Di antaranya KH Danial Royan, KH Masykur Amin, KH Hasan Hambali dari Limbangan, KH Misbakhun dari Ngampel Kendal, KH Mahrozi Cepiring, KH Ahmad Khadziq Cepiring, dan KH Jambari Brangsong.

Selain itu juga dihadiri KH Rojih Ubab Maemun, KH Mustamsikin (mantan wakil bupati Kendal), dan KH Mujib Rohmat (Anggota DPR Fraksi Golkar).

Menurut KH Danial, Kyai Gayeng tidak hanya wadah sesaat untuk Pilgub, tapi juga sudah berkomitmen untuk mengawal Pilpres 2019 dan Pilbup Kendal 2019.

Ganjar Pranowo yang hadir dalam deklarasi mengatakan, Kiai Gayeng adalah bukti NU bisa bersatu. Menurutnya persatuan umat di manapun adalah kunci kemajuan suatu daerah.

Dalam Pilgub, Ganjar yang merupakan cucu KH Hisyam Purbalingga ini sangat berharap NU tidak terpecah belah. “NU tidak boleh terpecah belah. Beda boleh tapi tetap bersatu,” katanya, dalam rilis yang diterima MuriaNewsCom.

Terkait kesejahteraan madrasah diniyah (madin) , Ganjar menyampaikan untuk Kabupaten Kendal sudah membuat Peraturan Daerah (Perda) Madin. “Perda sudah dikonsultasikan dengan Pemprov dan sudah disetujui,” ujarnya.

Pihaknya juga sudah memasukkan urusan pondok pesntren dan madin ke dalam visi misi dan program Ganjar Yasin.

“Dari Presiden ada program Bank Wakaf, dari kita akan gerakkan ekotren, jadi unit-unit usaha pesantren akan mendapat pendampingan dan akses modal dari Pemprov Jateng,” jelasnya.

Editor : Ali Muntoha

Ganjar : Sudah Banyak PNS yang Saya Pecat Karena Jadi Calo dan Pungli

MuriaNewsCom, Semarang – Calon Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo memastikan akan terus menjalankan pemerintahan yang bersih dan transparan. Sistem yang telah dibentuknya bersama Heru Sudjatmoko (wakil gubernur) untuk bersikap tegas terhadap oknum pegawai yang melakukan kecurangan dan pungli akan dilanjutkan.

“Saya sudah meletakkam fondasi dengan Ganjar Heru. Yang diharapkan masyarakat pemerintah bersih, mboten korupsi mboten ngapusi kita laksanakan,” katanya.

Selama memimpin Jawa Tengah, Ganjar menyebut telah membangun birokrasi dengan mereformasi berbagai bidang. Pertama kali yang ia sentuh adalah jembatan timbang yang banyak menuai protes karena pungutan liar. Kedua pada proses rekrutmen dan promosi pegawai Pemprov Jateng.

“Sudah banyak PNS yang saya krek (pecat) karena jadi calo CPNS, pungli Samsat, dan jembatan timbang. Saya tidak kompromi, terbukti langsung krek,” ujarnya.

Menurut dia, pembenahan birokrasi menghasilkan mental pegawai yang bersih dari keinginan mengambil keuntungan pribadi. Maka proyek-proyek pemerintah pun bersih dari setoran.

Oleh karenanya, Ganjar meminta tim sukses dan relawan untuk menyosialisasikan program-program unggulan mereka.

Sejumlah proyek pemprov yang terwujud, tak luput dari bagian yang harus disosialisasikan. Di antaranya pembangunan jalan provinsi 1000 kilometer,  renovasi Stadion Jatidiri Semarang, ratusan embung untuk pengairan pertanian, dan revitalisasi pasar-pasar tradisional dari bantuan keuangan pemprov.

Ada juga berbagai proyek pemerintah pusat yang berasal dari usulan Pemprov Jateng. Seperti Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, Bandara Jenderal Sudirman Purbalingga, Bandara Ngloram Blora serta Jalan tol Semarang Demak sekaligus tanggul laut yang tahun ini mulai pembangunan.

“Insyaallah rob dan banjir di Semarang akan selesai jika tanggul laut dan kolam retensi yang ada bisa beroperasi,” harap Ganjar.

Dalam menyosialisasikan program, Ganjar meminta relawan bergerak baik secara tatap muka langsung maupun lewat media sosial. “Kalau serangan ke kita banyak fitnah dan hoax, jangan diladeni dengan fitnah juga, kita lawan dengan data, sampaikan apa yang sudah kita lakukan,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Temui Taj Yasin, Ulama Besar Syiria Cerita Kisah Hijrah Nabi Muhammad

MuriaNewsCom, Semarang – Rektor Universitas Ahmad Kaftaro Damascus, Syaikh Muhammad Syarif As Showaf, mengunjungi posko Santri Gayeng di Semarang, Rabu (14/3/2018).

Kedatangan Syarif bertepatan dengan acara Silaturahmi Alumni Syiria di SMA Semesta hari ini. Usai acara, Syeikh menyempatkan mengunjungi posko Santri Gayeng di Jalan Sumbing Nomor 1 Gajahmungkur, Kota Semarang.

Ulama berpengaruh Syiria itu mendoakan agar pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jateng Ganjar Pranowo-Taj Yasin menjadi pemersatu umat.

Pertemuan diawali dengan melantunkan shalawat Badar bersama-sama. Dilanjutkan dengan Syarif yang bercerita perihal Nabi Muhammad SAW ketika hijrah ke Madinah. Saat itu Madinah terdiri dari berbagai macam suku dan golongan. Dari umat Islam, Yahudi hingga kaum kafir.

“Islam adalah agama yang rahmatan lil alamin. Islam bukan hanya untuk satu golongan, melainkan untuk seluruh umat manusia. Maka Nabi menyatukan semua golongan itu, semua diberikan hak yang sama sebagai warga negara,” katanya.

Maka, Syarif mendukung para pemimpin yang menyatukan seluruh umat. Termasuk para politikus yang harus menyatukan seluruh warga negara, demi kebesaran dan kekuatan bangsa itu sendiri.

Secara khusus, Syarif mendoakan Yasin agar sukses dalam perhelatan Pilgub Jateng mendampingi Ganjar Pranowo. Apalagi Yasin pernah menjadi salah satu mahasiswanya ketika kuliah di Universiats Ahmad Kaftaro Damscus.

“Dan saudara saya Taj Yasin adalah kandidat wakil gubernur Jawa Tengah. Insyallah diberi keberkahan dan kesuksesan. Beliau insyalaah akan menjadi wakil gubernur yg terpuji dan mulia, mengangkat provinsi Jateng menjadi provinsi maju dan sejahtera,” doanya.

Gus Yasin yang didampingi Al Qaid (Panglima) Santri Gayeng Muchlisin mendengarkan pesan dan doa Syarif dengan seksama. Berulang kali ia mengucap “amin” begitu mendengar doa Syarif terucap.

Menurutnya doa dari gurunya itu menambah keyakinan dan kekuatannya untuk berjuang di Pilgub Jateng.

“Alhamdulillah kedatangan beliau memberikan kekuatan untuk Ganjar-Yasin. Pesan beliau bahwa harus dikumpulkan umat Islam dan umat lain bersatu, memadukan. Jangan sampai negara kita dipecah dan diadum domba. Islam diutus sebagai rahmatan lilalamin. Ini doa, insyaaallah,” paparnya.

Editor : Ali Muntoha

Ini Tiga Modal Ganjar Entaskan Kemiskinan di Jawa Tengah

MuriaNewsCom, Semarang – Calon Gubernur Jawa Tengah (petahana) Ganjar Pranowo mengungkap tiga jurus atau modal untuk mengentaskan kemiskinan di provinsi ini. Tiga jurus ini disebut telah melalui kajian yang mendalam oleh para ahli.

Tiga skema yang ditawarkan Ganjar untuk mengentaskan kemiskinan yakni program pemberdayaan masyarakat untuk menciptakan produk, kemudahan akses modal, dan pendampingan pemasaran.

“Maka kita gencarkan pelatihan-pelatihan agar masyarakat terampil. Silahkan memilih minat mau membuat kerupuk, mengolah hasil pertanian, perikanan, atau peternakan, kita buka luas,” katanya.

Kemudahan akses modal selama ini sudah bergulir dengan kredit Bank Jateng. Bunga tujuh persen dan tanpa jaminan merupakan yang pertama di Indonesia. Belakangan Presiden Jokowi mengadopsi dengan menurunkan bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari 9 persen ke 7 persen.

“Pemasaran kita buat online dengan regopantes.com, sehingga petani tidak perlu lewati sembilan perantara, tapi bisa menjual langsung ke konsumen dan untungnya lebih banyak,” ujarnya.

Sedangkan untuk warga lanjut usia yang tidak produktif, Ganjar punya program Kartu Jateng Sejahtera. Setiap warga pemegang KJS ini mendapatkan bantuan Rp 250 ribu perbulan. Program ini sudah berjalan sejak 2017 dengan penerima manfaat 12 ribu orang lebih per tahunnya.

Ganjar juga berbicara tentang peternakan. Menurut dia, saat ini Jateng sudah mampu surplus pangan, terutama untuk sumber pangan hewani. Namun masih diperlukan skema bisnis yang menjamin kesejahteraan peternak dan otomatis meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi ternak.

Salah satu bisnis yang bisa dikembangkan adalah pabrik pakan ternak mini. “Pakan ternak juga masih kekurangan banyak, apalagi bahan baku banyak yang masih impor. Maka saya mendorong untuk lebih gunakan lokal dan dikelola kelompok-kelompok peternak,” terangnya.

Ganjar juga sedang mengkaji untuk menjadikan unggas sebagai sandaran ekonomi warga miskin.  Misalnya dengan memberikan satu kepala keluarga miskin sebanyak lima hingga sepuluh ekor ayam petelur.

Selain untuk mencukupi kebutuhan konsumsi keluarga, bila dibudidayakan secara baik, produksi telur nantinya bisa dijual. Untuk program ini, pihaknya terus mendorong agar bantuan dari berbagai pihak, semisal CSR, bisa terealisasi. “Tugas di hulu adalah menyediakan bibit unggul yang bagus‎,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Tak Hanya Kartu Tani, Sudirman-Ida Juga Bakal Evaluasi Program 5 Hari Sekolah

MuriaNewsCom, Semarang – Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jateng, Sudirman Said-Ida Fauziyah mengkritisi beberapa program yang telah dijalankan calon petahana Ganjar Pranowo. Setelah sebelumnya berjanji akan merombak program Kartu Tani, pasangan ini giliran mengangkat soal sekolah 5 hari.

Ida Fauziyah menyebut akan mengevaluasi program yang sudah dijalankan di Jateng tersebut. “Lima hari sekolah yang sudah berlaku di Jawa Tengah banyak dikeluhkan,” katanya.

Ini dikatakan Ida ketika berkunjung ke Pondok Pesantren Al Anwar, Kabupaten Purworejo, Rabu (7/3/2018). Ida menyebut, program lima hari sekolah cenderung mengorbankan pendidikan karakter dari pendidikan agama.

Menurut dia, waktu siswa habis di sekolah umum, sehingga pendidikan karakter dari TPQ atau madin jadi terabaikan. Menurut dia, banyak ulama yang tak menyetujui program tersebut.

“Ini aspirasi para ulama yang disampaikan kepada saya. Ini akan jadi pertimbangan khusus bagi Pak Sudirman Said dan saya jika nanti memimpin Jawa Tengah,” ujarnya.

Begitu juga ketika bersilaturahmi dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) ida juga mengaku mendapat keluha terkait minimnya perhatian pemprov terhadap madrasah diniyah dan pondok pesantren.

Salah satu keluhan yang disampaikan berkaitan tidak adanya bantuan sosial dari pemerintah provinsi.

Program lima hari sekolah dicanangkan Ganjar Pranowo untuk tingkat SMA/SMK di Jateng. Tujuannya agar siswa mempunyai waktu cukup banyak dengan keluarga karena pada Sabtu dan Minggu siswa libur sekolah.

Baca : Sudirman Bakal Rombak Kartu Tani yang Dipopulerkan Ganjar

Sebelumnya, Sudirman Said juga menyebut akan merombak program Kartu Tani yang telah dijalankan sejak kepemimpinan Ganjar Pranowo. Ia menyebut, banyak keluhan dari petani mengenai program itu dan cenderung menyusahkan petani.

“Suara petani di mana-mana sama. Kartu petani bukannya memudahkan malah menyulitkan petani,” kata Sudirman.

Mantan Menteri ESDM mengakui, konsep dan niat program kartu tani sejatinya baik. Hanya saja menurutnya, pelaksanaannya harus ditata ulang. Prinsipnya harus sederhana dan memudahkan petani, bukan sebaliknya.

“Eksekusinya kedodoran karena kurang persiapan dan sosialiasi. Semangatnya mendorong transaksi nontunai, tapi petani kita belum seluruhnya siap,” ujarnya.

Editor : Ali Muntoha

Sering Terabaikan, Ganjar Bakal Beri Perhatian Khusus Pada Guru Ngaji

MuriaNewsCom, Magelang – Calon gubernur Jateng Ganjar Pranowo bertemu dengan KH Machin Chudlori di Ponpes Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo, Selasa (6/3/2018) malam. Dalam pertemuan itu keduanya membahas tentang kesejahteraan guru ngaji.

Pasalnya keberadaan guru ngaji sering terlupakan oleh pemerintah. Padahal jumlahnya dan kontribusinya terhadap pendidikan karakter sangat besar.

Gus Machin yang merupakan kakak kandung KH Yusuf Chudlori (Gus Yusuf), Ketua DPW PKB Jateng itu menyebut, selama ini para guru ngaji itu kurang mendapat perhatian pemerintah.

Hal ini karena mereka bukan guru yang mengajar di Taman Pendidikan Alquran (TPQ) sehingga tidak terdaftar di Kementerian Agama (Kemenag). “Saya mengelola guru ngaji sekitar 700-an, cukup banyak mereka ini mengajar dari rumah ke rumah hingga pelosok, ” katanya.

Meski keberadaannya sangat penting, namun belum tersentuh kepedulian pemerintah. Untuk operasional dan pembelian fasilitas pengajaran harus merogoh kantong sendiri.

“Mengajarnya ada yang di ruang tamu atau tempat seadanya. Terkadang mereka harus beli Al-Quran sendiri, mereka sangat kurang perhatian,” ujar Gus Machin.

Mendengar curhat tersebut, Ganjar mempunyai gagasan untuk melakukan pendataan terhadap guru ngaji seperti yang dimaksudkan oleh Gus Machid. “Setelah didata, teman-teman guru ngaji itu dibuatkan suatu kelompok atau lembaga,” kata Ganjar.

Setelah terbentuk lembaga nantinya, menurut dia, bisa dibuatkan suatu regulasi untuk membantu, sekaligus memberikan berbagai bekal pelatihan kepada guru ngaji.

”Bantuan tidak hanya dari pemerintah, kami nanti bisa hubungkan kepada perusahaan-perusahaan untuk mendapatkan CSR (Corporate Social Responsibility),” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Kakek Ini Wadul Ganjar Karena Mau Diusir dari Rusunawa

MuriaNewsCom, Tegal – Seorang kakek bernama Karno (73) mengadu kepada Calon Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, karena mau diusir dari tempat tinggalnya di Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Kraton, di Jalan Sipelem, Kelurahan Kraton, Tegal Barat.

Kakek yang tinggal seorang diri itu tak mau diusir pengurus rusunawa, karena tak bisa membayar sewa. Selama ini angsuran rusunawa ditanggung oleh anaknya, namun ketika anaknya kena PHK, sudah tak ada lagi yang membayar uang sewa untuk timpat tinggalnya.

“Pak Ganjar, pak, tolong, saya mau diusir dari rusunawa,” kata kakek itu sembari membawa secarik kertas dan menunjukkannya pada Ganjar, Minggu (4/3/2018).

Ia tak tahu harus tinggal di mana jika diusir. Karno tak punya rumah lain, harta benda juga tak ada.

Karno mengatakan, dirinya tiga tahun menempati rusunawa tersebut. Biasanya uang sewa dibayar oleh anaknya. Namun setelah sang anak diberhentikan dari pekerjaannya, suplai uang sewa Karno praktis berhenti.

Terhitung Karno tak lagi bisa membayar uang sewa sejak Juli 2016 hingga sekarang. “Total tunggakan ya kira-kira ada kalau Rp 5 juta,” kata Karno.

Ganjar kemudian memanggil pengurus rusunawa dan memastikan tunggakan sewa rumah Karno akan ia tanggung. “Bapak tidak perlu khawatir, hari ini saya selesaikan administrasinya,” kata Ganjar.

Ganjar menyatakan, persoalan yang dialami Karno banyak sekali di Jateng. Untuk itu lah pada periode pertama kepemimpinannya di Jateng menerbitkan Kartu Jateng Sejahtera.

Pemegang kartu berhak menerima uang santunan sebesar Rp 250 ribu per bulan. Dalam setahun, warga yang menerima KJS lebih dari 12 ribu jiwa.

”Nah, yang seperti Pak Karno ini harus kita data. Pak Karno termasuk golongan warga yang tidak mampu maka harus mendapatkan jaminan. Pendataan harus terus kita update terus menerus supaya persoalan-persoalan yang tidak dialami oleh Pak Karno tidak terjadi lagi,” ujarnya.

Ganjar juga sempat memeriksa kondisi rusunawa. Menurutnya, Rusunawa Kraton perlu memperbaiki perawatan dan sistem pengelolaannya.

“Saya ingin memastikan rusunawa-rusunawa di Jawa Tengah itu layak huni. Apalah butuh bantuan pemerintah untuk pengelolaan dan perawatannya, maka saya siap mengusahakannya. Mari kita jaga kebersihan dan ketertiban di lingkungan rusunawa bersama-sama,” terang Ganjar.

Editor : Ali Muntoha

Cagub-Cawagub Jateng Dilarang Tampil Sembarangan di TV, Ini Alasannya

MuriaNewsCom, Semarang – Calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah dilarang sembarangan tampil di televisi. Mereka juga dilarang menjadi bintang tamu program tv, main sentron ataupun drama.

Larangan ini dikeluarkan Komisi Penyiaran Daerah (KPID) Jawa Tengah selama masa kapanye Pilgub Jateng 2018. Komisioner KPID Jateng, Rofiuddin menyebut, larangan tersebut dikeluarkan agar saluran televisi tidak dijadikan alat kampanye terselubung bagi para paslon.

“Bahkan sekadar jadi pembaca acara dalam program televise pun tidak boleh. karena dapat menimbulkan kampanye terselubung,” ujar Rofiuddin.

Ia khawatir apabila paslon dibiarkan tampil di televisi, maka kecenderungan yang bisa tampil adalah paslon yang punya akses untuk terus menerus menggunakan media tersebut untuk berkampanye.

“Kami selalu mengawasi, sempat ada dugaan, ada salah satu calon gubernur yang tampil di televisi. Tapi kami sudah klarifikasi dulu, belum ada pelanggaran,” katanya.

Ketua KPID Jateng, Budi Setyo Purnomo menyebut larangan ini juga berlaku untuk lembaga penyiaran televisi. Larangan ini menurut dia, telah diatur dalam Surat Edaran (SE) KPI tentang Penyiaran Masa Kampanye Pilkada 2018.

Budi mengatakan dalam kontestasi Pilkada 2018, para peserta sudah difasilitasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk tampil di lembaga penyiaran melalui debat maupun iklan.

Sesuai dengan PKPU No. 4 Tahun 2017 tentang Kampanye Pilkada, lembaga penyiaran diperbolehkan menyiarkan kegiatan kampanye dengan syarat mematuhi kode etik jurnalistik, etika penyiaran, dan ketentuan perundang-undangan.

Televisi maupun radio yang menyiarkan Pilkada 2018 harus netral, berimbang, obyektif, dan proporsional. Penayangan calon sebagai narasumber maupun pemberitaan harus berimbang dan tidak boleh hanya satu calon saja.

“Televisi maupun radio juga dilarang menayangkan iklan kampanye selain yang dibiayai KPU. Termasuk menayangkan calon sebagai pemeran iklan selain yang dibiaya KPU,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Ganjar Bakal Genjot Industri Lokal Ramah Lingkungan

MuriaNewsCom, Semarang – Industri lokal Jawa Tengah semakin menunjukkan taringnya dengan munculnya produk-produk baru dengan teknologi maju. Keberadaan mereka akan difasilitasi untuk mendukung kemajuan di sektor lain seperti pertanian dan usaha kecil mikro dan menengah (UMKM). 

Pernyataan tersebut disampaikan Calon Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ketika melakukan kunjungan ke pabrik handphone Evercross dan pabrik sepeda motor Viar di kawasan industri BSB Semarang, Jumat (2/3/2018). 

Ganjar menilai industri dalam negeri, terutama yang ada di Jawa Tengah, tidak kalah dengan produksi luar negeri. Bahkan inovasi yang dikembangkan mampu menjawab tantangan zaman, seperti transportasi hemat energi. Dia mencontohkan sepeda motor listrik buatan Viar yang ramah lingkungan. 

“Sepeda motor listrik sudah mantap dengan masa pakai delapan jam. Jadi kalau energinya habis ya tinggal dicharger. Selain itu enggak ada suaranya, jadi tidak bising dan tidak membuat polusi,” kata Ganjar.

Produk yang lain pun, sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Sepeda motor roda tiga buatan Viar bisa dimanfaatkan untuk segala keperluan dan niaga. Sehingga dengan harga yang terjangkau, mampu menggerakkan perekonomian masyarakat.

Ganjar mengaku bangga karena kesadaran pelaku usaha untuk menciptakan produk ramah lingkungan dan green energy terus tumbuh.

“Ini kan sudah paparan dua kali dengan saya. Ya pemerintah harus mendorong dan memfasilitasi pengusaha yang mendukung terciptanya industri merah putih, industri yang berpihak pada kepentingan semuanya,” tegas Ganjar.

Dia berharap setelah memproduksi sepeda motor listrik, dapat dikembangkan pembuatan mobil listrik.

Selain motor listrik, Ganjar juga sempat mencoba beberapa model motor Viar. Ia juga mengapresiasi mobil penyapu jalan yang merupakan produk terbaru perusahaan ini.

“Ini bisa menyapu sekaligus menyedot sampah di jalan, bisa dipakai pemerintah kabupaten kota di seluruh Jateng sehingga kotanya bersih dan indah,”  katanya. 

Sementara Husni, GM PT Triangle Motorindo selaku produsen Viar mengungkapkan, seluruh kendaraan yang dibuat menggunakan konten lokal antara 20 sampai 40 persen.

“Kita terus fokus untuk penggunaan material dalam negeri dalam produksi 16 tipe kendaraan yang ada,” terangnya.

Namun karena ada material yang tidak diproduksi di dalam negeri, atau jika pun ada kualitas kurang memadai, maka pabrik menggunakan sparepart buatan luar negeri. 

Husni menyampaikan produk yang paling diminati adalah sepeda motor roda tiga. Dalam sebulan, setidaknya laku hingga 2000 unit.

“Di pangsa pasar sepeda motor roda tiga, pesaing tidak terlalu ramai. Sementara kalau di penjualan trail, kita harus bekerja keras dan terus melakukan inovasi terhadap produk,” paparnya.

Editor : Ali Muntoha

Keluhkan HET Bawang, Petani Temanggung Wadul Ganjar

MuriaNewsCom, Temanggung – Petani bawang putih di Desa Petarangan, Kecamatan Kledung Kabupaten Temanggung resah dengan Surat Edaran (SE) Dirjen Pertanian dan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan). Pasalnya, SE tersebut di dalamnya mengatur tentang adanya harga harga eceran tertinggi (HET) bawang putih.

Ini diketahui ketika Calon Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengunjungi petani bawang putih di Temanggung, Selasa (27/2/2019).

Anggota kelompok tani Al Fata Temanggung, Tarif mengatakan harga jual bawang putih saat ini berkisar Rp 20 ribu untuk jual basah dan Rp 25 ribu untuk jual kering. Sementara untuk modal beli bibit, Rp 80 ribu per kilogram.

“Untuk lahan seluas satu hektare, dibutuhkan antara 2 sampai 2,5 kuintal bibit. Jadi kalau harga diatur, petani tidak akan untung,” ucapnya, saat bertemu Ganjar.

Tarif mengatakan, dengan kondisi tersebut untuk mendapatkan break event point (BEP) atau balik modal, harga pascapanen harus minimal Rp 14 ribu. Oleh karenanya, petani meminta Ganjar agar menghubungi pemerintah pusat untuk mengevaluasi aturan tersebut.

“Kami berharap Pak Ganjar untuk menyampaikan ke pusat agar surat tersebut dievaluasi lagi. Kami bertani tidak untuk rugi, seharusnya pemerintah melindungi petani,” pintanya.

Selain itu, lanjutnya, petani di Temanggung juga sepakat menolak kebijakan impor bawang putih. Tarif menyatakan produksi bawang putih dari dalam negeri sudah mampu mencukupi kebutuhan konsumen.

“Petani kita mampu. Hasil panen cukup bagus dan melimpah, jadi tidak perlu ada impor,” ucap Tarif.

Menanggapi keluhan petani tersebut, Ganjar menyatakan akan menyampaikan ke Menteri Pertanian Andi Amran Sulaeman.

“Kalau melihat kondisi saat ini, dengan harga maksimal Rp 11 ribu sesuai surat edaran tersebut tentu petani belum untung. BEP-nya kan kisaran Rp 14 ribu,” paparnya.

Ditambahkan, selain perlindungan mengenai harga, petani juga harus diperhatikan pasca panen.

“Kita berharap petani menjual kering karena harganya lebih tinggi. Petani juga harus diajarkan untuk berjualan secara online agar bertemu langsung dengan pembeli, sehingga harganya bagus dan yang penting petani untung,” terang Ganjar.

Editor : Ali Muntoha

Cerita Ganjar Sering Diperingatkan Panwas, Responnya Mengejutkan

MuriaNewsCom, Semarang – Calon Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, ternyata sering diperingatkan panwaslu saat berkeliling ke berbagai daerah selama masa kampanye Pilgub Jateng 2018.

Ganjar mengaku setiap kali ia mendatangi suatu tempat, sudah ada personel panwas yang mengawasi kegiataanya. Dan beberapa kali, personel panwas itu memberi peringatan agar tak menyalahi batasan dalam kampanye.

Ia mencontohkan, saat berkeliling di Jepara ia didatangi petugas panwas dan diperingatkan. Begitu juga ketika ia mendatangi acara Ngopi Bareng di Desa Kramat, Kecamatan Dempet, demak, Kamis (22/2/2018) kemairn, juga sudah ada banyak petugas panwas yang standbay di lokasi.

Karena sering diperingatkan, respon Ganjar pun cukup mengejutkan. Ia tidak marah atau berkilah, ia justru mengajak petugas panwascam yang hadir untuk menyosialisasikan aturan kampanye.

Kader PDI Perjuangan itu spontan mengajak petugas Panwas ikut masuk, bahkan duduk di depan bersama dirinya. Ia meminta petugas Panwascam menjelaskan aturan pilkada sebelum acara dimulai.

Menurut dia, sosialiasi diperlukan untuk mengedukasi semua pihak tentang batasan yang boleh dan tidak dalam setiap kegiatan kampanye.

“Kemarin saya keliling di Jepara didatangi petugas, sepertinya aturannya agak banyak, jadi saya banyak diperingatkan. Maka kali ini saya mengajak sekalian sosialiasi agar saya juga paham dan masyarakat jadi tahu,” paparnya.

Petugas Panwascam Nur Azizah menjelaskan, dirinya hadir bersama dua rekannya yakni Nur Ikhsan dan Misbakhul Ulum. Menurutnya jika model acara seperti Ngopi Bareng bukan masuk kategori kampanye.

“Di sini saya lihat tidak ada atribut kampanye, spanduk dan APK juga tidak ada jadi bukan kampanye,” katanya.

Karena bukan acara kampanye, maka aturannya seorang calon tidak boleh mengungkapkan ujaran dan ajakan untuk memilih. “Nuwun sewu, ampun ada ajakan nggih,”  katanya.

Mendengar penjelasan tersebut, Ganjar langsung setuju. Ia berjanji tidak mengucapkan kalimat berisi ajakan ataupun gestur tertentu.

“Nah jadi sudah jelas, acara ini ngobrol saja, saya mendengarkan masukan dan keluhan saja. Saya tidak akan mengajak ya, saya yakin semua di sini sudah tahu mau milih siapa,” kata Ganjar disambut tepuk tangan warga.

Dalam sesi dialog, Karsono, Kelompok Tani Makaryo Desa Kramat mengatakan, tidak hanya dalam acara Ngopi Bareng, seharusnya di semua acara yang dikunjungi Ganjar tidak perlu ada kalimat ajakan.

“Pak Ganjar tidak usah mengajak sudah banyak yg kenal, apa yg sudah dilakukan banyak yang positif dan dirasakan warga,” ucapnya.

Editor : Ali Muntoha

Pas Lewat Ada Tanggul Jebol di Demak, Ganjar Langsung Turun Mobil Sambil ‘Nyeker’

MuriaNewsCom, Demak – Calon gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, sedianya Kamis (22/2/2018) pagi ini meninjau banjir di Desa Sayung,Kecamatan Sayung, Demak. Namun ketika menuju lokasi ia tiba-tiba berhenti dan turun dari mobil karena melihat air meluap menggenani Jalan Onggorawe, Sayung, Demak.

Dengan bertelanjang kaki (nyeker), Ganjar menuju kerumunan warga yang sedang menangani tanggul bedah itu. Posisi sungai ternyata lebih tinggi dari jalan sehingga ketika air meluap langsung menggenangi jalan yang menjadi akses utama dari Demak menuju Mranggen itu.

Perangkat Desa Tambakroto, Ahmad Jumali mengatakan banjir tersebut terjadi setiap tahun saat musim hujan. Sebabnya, di tengah jembatan ada tiang penyangga yang berukuran cukup besar.

“Adanya tiang tersebut menghambat aliran air dan juga sampah yang berasal dari daerah atas,” terangnya, Kamis (22/2/2018) pagi.

Sampah tersebut aneka macam, namun yang paling parah adalah buangan batang pisang serta kayu-kayu.  Jumali mengungkapkan banjir mulai pukul 02.00 WIB dan mencapai puncaknya sekitar pukul 06.00 WIB.

“Air bisa sampai selutut orang dewasa. Apalagi kalau daerah Ungaran hujan deras, lima sampai enam jam kemudian di sini pasti langsung banjir. Tidak hanya menganggu jalan yang memisahkan Desa Pilangsari dan Tambakroto ini, tapi juga sampai ke pemukiman warga,” jelasnya.

Perangkat Desa Pilangsari dan Tambakroto, lanjutnya, sudah mengusulkan ke Pemkab Demak untuk merenovasi jembatan tersebut. Tapi hingga saat ini belum ada respon. “Saat banjir warga bersama BPBD, TNI, dan polisi pasti kerja bakti menyingkirkan sampah agar air lancar,” papar Jumali.

Sementara Ganjar yang melihat warga kesusahan menyingkirkan sampah, langsung menelepon Bupati Demak, Natsir. Dia meminta agar Dinas Pekerjaan Umum Demak mengirimkan alat berat untuk mengangkut sampah.

“Saya juga menghubungi BPBD Demak dan BPBD Provinsi untuk menyumbang tanggul darurat, nanti biar karung diisi pasir atau padas. Selain itu juga logistik jika ada yang mengungsi harus disiapkan. Warga tadi sudah siap gotong royong,” ucapnya.

Setelahnya, Ganjar mengunjungi siswa kelas VI SD Sayung 1 yang selama dua pekan belajar di Balai Desa Sayung karena banjir. Dia mengajak para siswa menyanyi macapat.

Sebelumnya Ganjar menginap rumah warga di Desa Waru Kecamatan Mranggen. Hari ini ia masih berkeliling seharian di Demak dan mengunjungi beberapa lokasi.

Editor : Ali Muntoha

Sudirman Bakal Rombak Kartu Tani yang Dipopulerkan Ganjar

MuriaNewsCom, Semarang – Calon gubernur Jawa Tengah Sudirman Said menyatakan akan merombak pelaksanaan program Kartu Tani. Program ini menjadi unggulan Ganjar Pranowo, selama menjabat sebagai gubernur, bahkan juga diadopsi oleh pemerintah pusat.

Alasan Sudirman Said ingin merombak program ini, karena ia menyebut ada banyak kekurangan dalam pelaksanaanya. Ia menyebut, dalam setiap pertemuan dengan petani, keluhan soal kartu petani selalu muncul.

“Suara petani di mana-mana sama. Kartu petani bukannya memudahkan malah menyulitkan petani,” kata Sudirman.

Mantan Menteri ESDM mengakui, konsep dan niat program kartu tani sejatinya baik. Hanya saja menurutnya, pelaksanaannya harus ditata ulang. Prinsipnya harus sederhana dan memudahkan petani, bukan sebaliknya.

“Eksekusinya kedodoran karena kurang persiapan dan sosialiasi. Semangatnya mendorong transaksi nontunai, tapi petani kita belum seluruhnya siap,” ujarnya.

Dalam beberapa kesempatan dialog dengan sejumlah kepala desa dan pengurus Gapoktan, Dirman menyatakan akan memperbaiki cara pelaksanaan Kartu Tani. Sehingga bukan saja memudahkan tetapi juga menguntungkan buat petani.

“Kalau saya terpilih jadi gubernur, kita akan revisi total cara pelaksanaanya.  Prinsip sederhana dan memudahkan harus diterapkan.  Kartu Tani harus memudahkan hidup petani yang sudah sulit, bukannya menambah kesulitan,” papar dia.

Sementara itu, dalam beberapa kesempatan Ganjar Pranowo menyebut jika program Kartu Tani sudah cukup berhasil. Bahkan program ini telah diadopsi oleh pemerintah pusat untuk diterapkan di seluruh Indonesia.

Launching Kartu Tani. (dok)

Bahkan sejak Kartu Tani diaplikasikan di Jawa Tengah, tidak pernah terdengar ada kasus penyelundupan pupuk seperti tahun-tahun sebelumnya.

Baca : Kartu Tani Diklaim Berhasil Berantas Mafia Pupuk di Jateng

Ganjar mengatakan, keberadaan Kartu Tani adalah salah satu modernisasi pertanian. Sebab di dalam Kartu Tani terdapat data luas lahan, jumlah pupuk dan juga komoditas pertanian yang ditanam.

“Jadi pemerintah juga bisa melihat komoditas yang ditanam apa. Itu bisa untuk mengetahui kalau harga naik, sebentar lagi ada yang panen atau tidak. Ini kan mempermudah,” katanya.

Dikatakannya, ide Kartu Tani didasari oleh dua hal. Yakni maraknya penyelundupan pupuk bersubsidi yang mengakibatkan kelangkaan pupuk di suatu wilayah. Selain itu data petani yang amburadul, sehingga program bantuan pertanian sering tidak tepat sasaran.

Berdasarkan data Sistem Informasi Pertanian Indonesia (SINPI) jumlah petani di Jateng (per Desember 2017) sebanyak 2.576.676 orang dan luas lahan pertanian 1.386.062 hektare.

Kartu Tani yang telah tercetak sebanyak 2.228.839 lembar. Dari jumlah tersebut telah dibagikan kepada petani sebanyak 2.147.454 lembar, atau sudah 96 persen terdistribusi.

Meski demikian, diakuinya beberapa kekurangan dalam penerapan kartu tani masih ada. Sebab sebuah sistem baru tidak mungkin bisa langsung terlaksana sempurna 100 persen.

”Selain penyempurnaan sistem yang terus dilakukan, keberhasilan Kartu Tani juga membutuhkan dukungan dari petani untuk mengubah paradigma dari pertanian tradisional ke pertanian modern,” terangnya.

Editor : Ali Muntoha

Sinta Wahid Gerakkan Santri Gus Dur untuk Menangkan Ganjar-Yasin

MuriaNewsCom, Rembang – Istri almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Sinta Nuriyah Wahid akan menggerakkan jaringan santri Gus Dur untuk memenangkan Ganjar Pranowo-Taj Yasin di Pilgub Jateng 2018.

Selasa (20/2/2018) pagi, Sinta mengunjungi kediaman KH Maimoen Zubair di Pondok Pesantren Al Anwar, Sarang, Rembang, yang merupakan ayah Taj Yasin. Kedatangan Sinta untuk menegaskan dukungannya kepada pasangan calon nomor urut satu tersebut.

Sinta datang bersama Ketua Umum PPP Romahurmuziy serta dua anggota DPR RI Mukhlisin dan Arwani Thomafi. Taj Yasin juga hadir dalam pertemuan tertutup selama dua jam mulai 09.45 – 11.40 WIB itu.

Dalam pertemuan itu, Sinta menyatakan dirinya dan para santri Gus Dur mendukung Ganjar-Yasin. Para santri Gus Dur ini menamakan diri sebagai Barisan Kader (Barikade) Gus Dur.

Koordinator Barikade Gus Dur Jateng Husein Syifa mengatakan, Barikade Gus Dur ini merupakan bagian tak terpisahkan dari jaringan Gusdurian yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Jateng.

Menurut dia, Barikade Gus Dur merupakan organisasi yang dibentuk santri Gus Dus yang bergerak di jalur politik.

“Kalau Gusdurian kan kultural, anggotanya ada di mana-mana bahkan di semua partai ada. Nah Barikade Gus Dur mewadahi anggota yang belum berpartai namun ingin bergerak mendukung Ganjar Yasin di Pilgub Jateng 2018,” katanya.

Jumlah anggota Barikade Gus Dur di Jateng, lanjut Husein Syifa, disebutnya mencapai 100 ribu orang lebih. Menurut Husein, pilihan Barikade Gus Dur ke pihak Ganjar-Yasin dilandasi kedekatan Gus Dur dan Mbah Moen.

“Kami selaku santrinya Gus Dur, karena Mbah Moen punya gawe ya nderek nyengkuyung Mbah Moen, apalagi Gus Yasin sudah dianggap keluarga oleh Ibu Sinta karena ketika (Gus Yasin) menikah itu saksinya Gus Dur,” ujarnya.

Editor : Ali Muntoha

Jatim dan Jabar Nyaris Setengah Triliun, Dana Kampanye Pilgub Jateng Paling Kecil se-Jawa

MuriaNewsCom, Semarang – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah menetapkan dana kampanye pada Pilgub Jateng 2018 dibatasi maksimal sebesar Rp 64,7 miliar. Pembatasan ini berdasarkan kesepakatan antara KPU, Bawaslu dan tim sukses.

Melihat batasan itu, besaran dana kampanye pada Pilgub Jateng menjadi yang paling kecil di Pulau Jawa, pada pilkada serentak 2018. Pasalnya, dana kampanye untuk Pilgub Jawa Barat dan Pilgub Jawa Timur nyaris menyentuh angka setengah triliun rupiah.

Untuk Pilgub Jabar, KPU setempat menetapkan batasan maksimal dana kampanye sebesar Rp 473 miliar. Bahkan untuk Pilgub Jawa Timur, ditetapkan maksimal dana kampanye mencapai Rp 494 miliar.

Sementara dana kampanye untuk Pilgub Jateng hanya Rp 64,7 miliar, atau tepatnya maksimal sebesar Rp 64.788.000.000.

Komisioner KPU Jawa Tengah, Muslim Aisha pun mengakui hal ini. Menurut dia, pembatasan dana kampanye sesuai dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 5 Tahun 2017. PKPU itu mengatur tentang dana kampanye peserta pilkada.

”Berdasarkan perhitungan kami, dana kampanye Pilgub Jateng yang terendah dibanding Jabar dan Jatim. Meski dengan wilayah yang luas, tapi kami bisa menyepakati dana kampanye yang relatif kecil bersama para pasangan calon,” katanya.

Baca : Cagub Boleh Keluarkan Rp 64,7 M untuk Kampanye, Ini Besaran Dana Kampanye Ganjar dan Sudirman

Muslim mengingatkan semua paslon yang maju Pilgub maupun Pilkada tujuh daerah agar menaati aturan tentang batasan dana kampanye. Dana kampanye yang dipakai, tak boleh melewati batasan yang sudah ditetapkan KPU.

Tujuannya, agar proses kampanye yang damai dapat berjalan adil, setara sesuai dengan kemampuan yang dimiliki tiap paslon. Terlebih KPU sudah memfasilitasi kebutuhan untuk kampanye mulai dari alat peraga kampanye (APK) hingga iklan.

“Ini sesuatu yang baru. Karena APK, iklan-iklan kampanyenya sudah difasilitasi semua sama KPU. Maka mari semua pihak harapan kami bisa menjunjung tinggi etika berkampanye dan menjauhi beredarnya kabar bohong (hoax),” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, dua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah telah melaporkan dana kampanye ke KPU. Dari laporakan awal dana kampanye (LADK) pasangan nomor urut satu Ganjar Pranowo-Taj Yasin terdaftar memiliki dana kampanye sebesar Rp 200 juta.

Sementara pasangan nomor urut 2, Sudirman Said-Ida Fauziyah melaporkan dana kampanye awal mereka sebesar Rp 550 juta.

Editor : Ali Muntoha

Ganjar Jenguk Bocah 10 Tahun yang Sendirian Rawat Ibunya di Rumah Sakit

MuriaNewsCom, Magelang – Kisah Al Rayyan Dziki Nugraha yang bolos sekolah karena harus menjaga ibunya, mendapat perhatian dari calon Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.Dia menyempatkan menengok Ani Supriyati yang menjalani perawatan di RSUD Tidar Magelang.

Ani mengalami penyakit gagal ginjal sehingga harus bolak balik masuk rumah sakit. Al yang tak tega, rela bolos sekolah untuk menemani sang ibu. Karena sang ayah pergi tak tahu rimbanya.

Al Rayyan adalah siswa kelas III SDN 3 Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Berhari-hari dia tidak sekolah karena menunggui Ani yang sudah dirawat selama 10 hari.

Tugasnya, mengantar ke kamar mandi, menggantikan pakaian, hingga mengambilkan makan dan minum. Pengabdiannya menjadi viral setelah seorang pegawai RSUD Tidar mengunggah kisah Al Rayyan di media sosial.

Ani yang menderita gagal ginjal, hanya ditemani Al. Di hadapan Ganjar di bercerita suaminya telah pergi meninggalkan dirinya dan Al. “Pergi ke mana tidak tahu pak. Ke Lebanon mungkin, nyusul Bang Toyib,” ujarnya dari atas kursi roda di Bangsal Gladiol, Sabtu (17/2/2018).

Sehari-hari Ani berkeliling jualan makanan. Namun sejak empat bulan lalu, aktivitas itu berhenti karena dia keluar-masuk rumah sakit akibat gagal ginjal. Dalam perawatan, Al rela menemaninya dan tidak masuk sekolah.

Seringkali, anak 10 tahun tersebut tidur beralas tikar meski lantai rumah sakit terasa dingin. Untuk biaya selama dirawat, Ani mengandalkan BPJS Kesehatan .”Ya ada saudara, tapi semua kan kerja. Kami tidak mau merepotkan,” ujarnya.

Meski terlihat menahan sakit dan sempat meneteskan air mata, Ani beberapa kali bercanda dengan Ganjar. Dia juga memamerkan kebolehannya menyanyikan lagu dangdut.

Sementara Ganjar mengungkapkan menjenguk Ani untuk memastikan kondisinya karena ramai di media.

“Setelah saya lihat, bantuan sudah ada, masyarakat peduli, rumah sakit juga membantu. Untuk biaya sudah beres semua,” ucapnya.

Meski begitu Ganjar menekankan pentingnya jaminan pendidikan untuk Al Rayyan. Dia berharap anak semata wayang Ani tersebut tidak perlu bolos dan fokus ke pendidikan.

Editor : Ali Muntoha

Cagub Boleh Keluarkan Rp 64,7 M untuk Kampanye, Ini Besaran Dana Kampanye Ganjar dan Sudirman

MuriaNewsCom, Semarang – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah telah menetapkan batasan dana kampanye untuk dua pasang calon gubernur dan wakil gubernur pada Pilgub Jateng 2018. Para kandidat diperbolehkan menggunakan dana kampanye maksimal Rp 64,7 miliar.

Setiap pasangan calon tidak boleh mengeluarkan dana melebihi ketentuan itu untuk berkampanye. Dan saat ini, KPU Jawa Tengah telah menerima laporan dana kampanye dari dua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur.

Dari laporan itu, dana kampanye pasangan Sudirman Said-Ida Fauziyah tercatat yang paling banyak. Pasangan yang diusung koalisi Partai Gerindra, PKS, PAN dan PKB ini melaporkan dana kampanye sebesar Rp 550 juta.

Sementara pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin yang diusung PDIP, PPP, NasDem dan Demokrat melaporkan dana kampanye sebesar Rp 200 juta.

Namun dana kampanye yang dilaporkan ini baru dana awal kampanye, belum merupakan dana secara total yang dikeluarkan masing-masing calon.

Ketua KPU Jateng, Joko Purnomo, menyebutkan pelaporan awal dana kampanye itu sesuai dengan ketentuan Pasal 26 PKPU Nomor 5 Tahun 2017. Ia menyebut, dana yang dilaporkan saat ini baru sebatas laporan awal.

“Itu belum seluruhnya. Jumlah dana keseluruhan yang digunakan untuk kampanye akan dilaporkan nanti paling lambat tiga hari setelah masa kampanye berakhir,” kata Joko.

Masa kampanye telah dimulai sejak Kamis (15/2/2018) dan akan berakhir 23 Juni 2018 mendatang. Setelah masa kampanye usai, seluruh pasangan calon diwajibkan melaporkan dana yang telah dihabiskan untuk berkampanye.

Selama proses kampanye, KPU Jateng memberi fasilitas berupa alat peraga kampanye (APK), termasuk debat terbuka yang disiarkan langsung di stasiun televisi.

Editor : Ali Muntoha