Cerita Hidup Ganjar: Saat Kecil Jualan Bensin Eceran dan Terusir dari Rumah

MuriaNewsCom, Semarang – Banyak yang mengenal Ganjar Prawono sebagai politisi yang sukses. Sebelum menjabat sebagai gubernur Jawa Tengah, ia terpilih sebagai anggota DPR RI selama dua periode.

Namun siapa sangka, kehidupan masa kecil Ganjar ternyata juga harus dilalui dengan prihatin. Sewaktu Ganjar masih kecil, ia tak bergelimang harta seperti saat ini. Bahkan ia bersama keluarganya pernah terusir dari rumahnya sendiri.

Ganjar bercerita, saat kecil ia hidup dalam keluarga yang sederhana. Ayahnya, S Parmudji hanya seorang polisi dengan pangkat rendah. Gaji ayahnya yang tak seberapa, harus digunakan untuk menghidupi istri dan enam anaknya.

Untuk membantu ekonomi keluarga, ibu Ganjar Pranowo, Sri Suparmi harus membuka toko kelontong dan berjualan bensin eceran. Ganjar bersama kakaknya juga ikut membantu berjualan sang ibu.

“Waktu kecil saya bantu jualan bensin. Kulakan angkat jeriken, kalau Lebaran lek-lekan (begadang) sama kakak saya jaga warung,” kenangnya.

Begitu juga kenangan pahit juga membekas ketika Ganjar sekeluarga “terusir” dari rumahnya. Ceritanya, rumah masa kecil Ganjar di Tawangmangu terpaksa harus dijual.

Ayahnya bersepakat dengan pembeli rumah bahwa mereka masih diizinkan menempati sampai mendapat rumah kontrakan. Namun tiba-tiba suatu malam si pembeli meminta keluarga Ganjar pindah karena segera.

Meski merasa dilanggar perjanjiannya, namun ayah Ganjar mengalah. Semalaman hingga subuh ia pergi mencari rumah kontrakan. Akhirnya mereka terpaksa tinggal di rumah yang bersebalahan dengan pabrik gamping.

Ganjar saat syukuran novel Anak Negeri: Kisah Masa Kecil Ganjar Pranowo” di Boyolali. (istimewa)

Kisah masa kecil Ganjar ini telah dirangkum dalam sebuah novel berjudul  “Anak Negeri: Kisah Masa Kecil Ganjar Pranowo”, yang ditulis oleh Gatotkoco Suroso. Peluncuran buku biografi Ganjar ini dilakukan dalam bentuk syukuran di tengah-tengah sawah di Dusun Sawit RT 015/RW 05, Desa Kunti, Kecamatan Andong Kabupaten Boyolali, Senin (29/1/2018) sore.

Kisah masa kecil Ganjat itu merupakan sebagian isi novel setebal 344 halaman itu.  Bahkan, gaya penulisan sastrawi Gatotkoco dengan sedikit didramatisir di beberapa bagian di luar apa yang dibayangkan Ganjar.

“Presisinya ya 90 persen lah, nama, waktu, dan kronologi persis sama. Cuma beberapa bagian agak didramatisir karena bagaimanapun ini novel. Buku ini ditulis dalam proses yang cukup lama dan penulis melakukan wawancara dan riset langsung teman-teman masa kecil dan keluarga saya,” ujarnya.

Sementara Gatotkoco mengungkapkan, novel ini diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi siapa pun bahwa keterbatasan kondisi ekonomi pada masa kecil tidak perlu menjadi penghalang untuk terus berjuang mencapai cita-cita.

“Terlahir dari keluarga sederhana menjadikan Pak  Ganjar menjalani hidup yang penuh dengan perjuangan. Melalui sang ayah, Parmudji, anak kelima dari enam bersaudara itu terdidik dengan disiplin tinggi,” paparnya.

Buku ini juga telah dijual baik di toko buki Gramedia muaupun dijual secara online seperti di Bukalapak dan Tokopedia.

Sebelumnya, Gatototkoco juga pernah menulis tokoh terkenal lainnya, antara lain Presiden RI Joko Widodo. Kisah Jokowi itu dituangkan melalui buku berjudul Jokowi: Si Tukang Kayu yang terbit pada 2012 silam.

Editor : Ali Muntoha

Kartu Tani Diklaim Berhasil Berantas Mafia Pupuk di Jateng

MuriaNewsCom, Purworejo – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyebut, penerapan Kartu Tani di Jawa Tengah berhasil menekan aksi mafia pupuk di provinsi ini. Indikasinya, sejak program itu diterapkan, sudah tak ditemukan lagi kasus penyeludupan pupuk seperti tahun-tahun sebeluymnya.

Untuk membuktikannya, Ganjar melakukan pengecekan secara berkala adanya praktik penyelundupan pupuk bersubsidi tersebut. Baik melalui dinas pertanian, penyuluh pertanian, maupun bertanya sendiri kepada para petani.

Seperti saat Ganjar berkunjung ke Purworejo, Kamis (25/1/2018). Dalam dialog dengan warga Desa Jono, Kecamatan Bayat, Purworejo, Kades Lubang Lor, Ganjar meminta pada petani yang tidak bisa atau kesulitan membeli pupuk untuk maju.

Hingga Ganjar bertanya lima kali, tidak ada satupun yang maju ke depan. Ia pun mempertegas pertanyaannya.

”Coba sekarang saya tanya sekali lagi, di sini juga pasti ada petani, ada penyuluh pertanian, ada kepala desa juga. Sampai saat ini ada tidak petani yang susah mendapatkan pupuk?,” tanya Ganjar lagi.

Serempak, para tamu yang hadir itu mengatakan tidak ada. Ganjar pun berujar jika ada petani yang kesulitan mendapat pupuk, akan langsung ditelepon, biar masalahnya bisa segera diselesaikan.

Ganjar mengatakan, keberadaan Kartu Tani ini adalah salah satu modernisasi pertanian. Sebab di dalam Kartu Tani terdapat data luas lahan, jumlah pupuk dan juga komoditas pertanian yang ditanam.

“Jadi pemerintah juga bisa melihat komoditas yang ditanam apa. Itu bisa untuk mengetahui kalau harga naik, sebentar lagi ada yang panen atau tidak. Ini kan mempermudah,” katanya.

Dikatakannya, ide kartu tani didasari oleh dua hal. Yakni maraknya penyelundupan pupuk bersubsidi yang mengakibatkan kelangkaan pupuk di suatu wilayah. Selain itu data petani yang amburadul sehingga program bantuan pertanian sering tidak tepat sasaran.

Berdasarkan data Sistem Informasi Pertanian Indonesia (SINPI) jumlah petani di Jateng (per Desember 2017) sebanyak 2.576.676 orang dan luas lahan pertanian 1.386.062 hektare.

Sampai saat ini Kartu Tani yang telah tercetak sebanyak 2.228.839 lembar. Dari jumlah tersebut telah dibagikan kepada petani sebanyak 2.147.454 lembar. Artinya sudah 96 persen terdistribusi.

Meski demikian, diakuinya beberapa kekurangan dalam penerapan Kartu Tani masih ada. Sebab sebuah sistem baru tidak mungkin bisa langsung terlaksana sempurna 100 persen.

Selain penyempurnaan sistem yang terus dilakukan, keberhasilan kartu tani juga membutuhkan dukungan dari petani untuk mengubah paradigma dari pertanian tradisional ke pertanian modern.

Program Kartu Tani yang diinisasi oleh Jawa Tengah tersebut, kini pun telah diadopsi pemerintah pusat.

Editor : Ali Muntoha

Ganjar Tak Kaget Bupati Kebumen Jadi Tersangka KPK

MuriaNewsCom, Semarang – Bupati Kebumen Mohammad Yahya Fuad ditetapkan Komisi Pemberantasan korupsi (KPK) sebagai tersangka. Mohammad Yahya ditetapkan sebagai tersangka dengan tuduhan menerima gratifikasi.

Penetapan Mohammad Yahya sebagai tersangka merupakan rentetan dari kasus proyek di Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Kebumen tahun 2016. Saat itu KPK melakukan OTT ketua Komisi A DPRD Kebumen Oktober 2016 lalu.

Penetapan tersangka ini ternyata tak membuat Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo kaget. Karena menurutnya, rentetan kasus ini sudah terjadi cukup lama.

Setelah dilakukan penetapan tersangka, Ganjar juga mengaku ditelepon oleh Mohammad Yahya yang menyatakan akan mengundurkan diri. Pihaknya juga tengah menyiapkan pelaksana tuga (plt) untuk menjalankan tugas bupati Kebumen.

”Jabatan bupati Kebumen akan langsung diisi pelaksana tugas. Dia (bupati Kebumen) telepon saya, katanya mau mengundurkan diri,” kata Ganjar.

Ia juga menyayangkan, masih adanya kepala daerah di Jateng yang dijadikan tersangka oleh KPK. Terlebih para kepala daerah ini telah mengikuti pelatihan antikorupsi di KKP. Dan Jateng menjadi provinsi pertama yang menggelar pelatihan ini.

“Cuma Jateng yang melakukan pelatihan antikorupsi bagi kepala daerah tingkat kabupaten/kota, saya tidak bisa mengontrol secara per individu. Biar penegak hukum saja yang kemudian bertindak,” ujarnya.

Baca : Ditetapkan KPK Jadi Tersangka, Bupati Kebumen Gelar Rapat Mendadak

Dikutip dari laman resmi KPK, Kamis (25/1/2018) selain menetapkan Mohammad Yahya Fuad sebagai tersangka, KPK juga menetapkan dua pengusaha sebagai tersangka. Keduanya yakni HA (swasta) dan KML, yang merupakan komisaris PT KAK. KML diduga sebagai pihak yang memberikan gratifikasi terhadap bupati dan MA.

Penetapan ketiganya sebagai tersangka menambah daftar tersangka dalam perkara ini. Sebelumnya KPK telah menetapkan 6 orang sebagai tersangka terkait proyek di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kebumen dalam APBD-P tahun 2016.

Keenam tersangka terdahulu adalah SGW (PNS pada Dinas Pariwisata Kabupaten Kebumen), YTH (Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Kebumen   Periode 2014 – 2019), AP (Sekretaris Daerah Kabupaten Kebumen), BSA (Swasta), HTY (Swasta), dan DL (Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Kebumen).

Lima tersangka pertama saat ini sedang menjalani hukuman pidana masing-masing setelah divonis bersalah oleh Pengadilan Tipikor Semarang. Sedangkan, tersangka DL saat ini masih menjalani proses penyidikan.

Kasus ini bermula dari tertangkap tangannya Ketua Komisi A DPRD Kebumen pada pertengahan Oktober 2016 di Kebumen, Jawa Tengah. Saat itu KPK mengamankan YTH di rumah seorang pengusaha di Kebumen. Penyidik juga mengamankan SGW di kantor Dinas Pariwisata, Kab Kebumen. Dari tangkap tangan tersebut, penyidik mengamankan uang sejumlah Rp 70 juta dari pengusaha untuk mendapatkan proyek di Dinas Pendidikan dan Olah Raga Kabupaten Kebumen dalam APBD-P Tahun Anggaran 2016.

Editor : Ali Muntoha

Kampanye Tak Boleh Didampingi Istri, Begini Reaksi Ganjar Pranowo

MuriaNewsCom, Semarang – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memperingatkan kepada Siti Atikoh, agar tak mendampingi suaminya Ganjar Pranowo dalam berkampanye. Sebelumnya, Bawaslu juga telah memberi teguran, karena Atikoh menemani Ganjar menadftar ke KPU.

Menanggapi hal ini, petahana Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo menyebut jika istrinya telah mengajukan cuti tanpa tanggungan sebagai PNS agar bisa menemaninya berkampanye.

“Memang kemarin sempat terjadi kontroversi. Istri saya dipanggil Bawaslu gara-gara ikut mendaftar ke KPU dianggap tidak netral sebagai PNS,” katanya dilansir Antara Jateng.

Menurutnya, Siti Atikoh pasti tidak netral karena mendukung dia untuk maju kembali di Pilgub Jateng. Meski demikian, menurutnya, Siti Atikoh mempunyai etika tersendiri sehingga tak bakal melangkahi aturan.

“Memang istri saya tidak netral, pasti mendukung saya. Tetapi saya kira dia punya etika karena sejak awal melakukan cuti dan akhirnya kemarin sudah muncul surat dari Kemendagri,” ujarnya.

Ia menuturkan, dengan teguran dari Bawaslu Provinsi Jateng terhadap istrinya, pihaknya mencoba menghubungi Kemenpan, Kemendagri, KPU, dan Bawaslu untuk klarifikasi.

“Semua saya telepon, kenapa istri saya tidak boleh mendampingi saya. Konteks netralitas mesti dalam arti luas, kalau mendampingi suami jangan dilarang, karena istri saya cuti di luar tanggungan negara, tidak mikirin pangkat dan gaji,” terangnya.

Baca : Atikoh Dilarang Selfie dan Dampingi Ganjar Kampanye

Ia mengatakan, dengan kasus tersebut saat ini sudah muncul perbaikan, soal netralitas tidak membabi buta.

“Jangan sampai gara-gara pilkada, kandidat ini menjadi sesuatu yang `haram`, saya ini menjadi sesuatu yang haram, mendekat istri kemarin tidak boleh, selfie tidak boleh, apa-apa tidak boleh. Aku menjadi tidak enak banget rasanya, kok berlebihan,” paparnya.

Menurutnya, saat KPU melakukan coklit di rumahnya, ia menyampaikan pada KPU dan Bawaslu tentang unek-uneknya soal kampanye di lembaga pendidikan yang dilarang. “Bayangkan kita kampanye di kampus, berdebatnya malah lebih intelektual,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Atikoh Dilarang Selfie dan Dampingi Ganjar Kampanye

MuriaNewsCom, Semarang – Istri petahana Gubernur Jateng, Siti Atikoh Supriyanti mendampingi Ganjar Pranowo berkampanye dalam kontestasi Pilgub Jateng 2018. Bahkan Atikoh untuk sementara dilarang berfoto selfie dengan Ganjar, meskipun dia adalah suaminya.

Larangan ini dikelurkan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Tengah, karena istri Ganjar berstatus sebagai aparatur sipil Negara (ASN). Sebelumnya, Atikoh juga telah ditegur Bawaslu Jateng karena mendampingi Ganjar mendaftar di KPU Jateng.

Atikoh saat ini tercatat sebagai PNS di Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Bapermasdes) Jawa Tengah. Meskipun saat dikonfirmasi Bawaslu, Atikoh sudah mengajukan cuti selama setahun.

“Karena yang bersangkutan (Atikoh) ASN, maka harus tunduk pada Undang-undang tentang ASN yang berlaku pada umumnya,” kata Ketua Bawaslu Jawa Tengah Fajar Subhi.

Ia mengakui, hingga saat ini memang belum ada aturan khusus yang mengatur tentang ASN yang pasangannya (suami/istri) menjadi kandidat dalam pemilu. Oleh karenanya menurut dia, aturan yang digunakan yakni peraturan tentang ASN secara umum.

Fajar menyebut, meski sebelumnya Bawaslu hanya memberi teguran terhadap Atikoh, namun jika pelanggaran yang sama tetap dilakukan saat Ganjar Pranowo-Taj Yasin ditetapkan sebagai pasangan calon, maka akan dikenai sanksi sesuai UU ASN.

Baca : PNS Tak Boleh Selfie dengan Cagub Lho, Ada Sanksi Jika Melanggar

Tak hanya mendampingi kampanye, Atikoh untuk sementara waktu juga dilarang selfie dan diunggah ke media sosial dengan Ganjar Pranowo. Sekda Jateng, Sri Puryono mengatakan, larangan tersebut tercantum dalam UU Nomot 5 Tahun 2014 tentang ASN dan UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah.

Ia menyebut, bentuk ketidaknetralan ASN antara lain, menghadiri deklarasi bakal calon, menghadiri ulang tahun partai, foto menggunakan atribut khas salah satu paslon, hingga foto bareng salah satu paslon dan kemudian mengunggahnya di media sosial.

“Termasuk Bu Atikoh kan masih terdaftar sebagai ASN. Jadi tidak bisa foto bareng suaminya,” katanya dalam rakor Netralitas ASN di Hotel Patrajasa Semarang, beberapa hari lalu.

Jika ASN terbukti tidak netral, maka akan dikenai sanksi mulai dari penurunan jabatan hingga pemecatan. “Bapak Gubernur sudah menegaskan kepada saya, beliau minta tolong agar teman-teman (ASN) bisa profesional,” paparnya.

Editor : Ali Muntoha

Baca : Nemani Daftar ke KPU, Istri Ganjar Disemprit Bawaslu

Pegawai Rumah Sakit Judes pun Dilaporkan ke Gubernur

MurianewsCom, Semarang – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengaku sering mendapatkan laporan aneh-aneh dari masyarakat. Bahkan hal yang sifatnya remeh temeh pun sering dilaporkan, baik melalui twitter atau media lainnya.

Ia mencontohkan, pernah mendapat laporan dari pegawai rumah sakit yang judes. Meski demikian, Ganjar mengaku tetap menanggapi berbagai keluhan dan laporan yang masuk ke padanya.

Karena menurut dia, kepedulian masyarakat melaporkan hal-hal yang dianggap tidak nyaman, merupakan bentuk perhatian untuk pemerintah.

“Hari ini orang melaporkan langsung kepada gubernur. Pak Gub, kemarin saya di rumah sakit, dilayani CS-nya judes. Judes wae dilaporke aku. Artinya masyarakat berharap panjenengan memberi pelayanan prima. Padahal mungkin mau padhu karo bojone, lara untu, awake ora kepenak. Tapi begitu menghadapi masyarakat, pelayanan harus prima. profesional,” kata Ganjar.

Hal ini diungkapkan Ganjar saat berdialog dengan ratusan bidan desa dan penyuluh pertanian dalam program Diklat Prajabatan Golongan II Tenaga Nonhonorer Pengangkatan Khusus Angkatan IV sampai VIII tahun 2018, di Auditorium Sasana Widya Praja BPSDMD Jawa Tengah, Jumat (19/1/2018) kemarin.

Menurut dia, selain profesional, yang nomor satu harus dimiliki oleh ASN adalah integritas. Integritas akan sangat memengaruhi dalam mengambil kebijakan.

Njenengan mau jadi abdi negara lho ya. Camkan baik-baik. Saya harus punya integritas, punya passion jadi penyuluh, jadi bidan, maka saya akan kerjakan dengan baik. I’ll do my best. Ngono,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Ganjar juga menanyakan persoalan-persoalan yang ditemui bidan desa. Bidan bernama Astri Ariyani, mengatakan di daerahnya, Wonosobo, masalah kesehatan yang perlu terus disosialisikan adalah menurunkan angka gizi buruk, angka kematian ibu, dan jambanisasi.

Bidan lain bernama Novia Nur Rizki dari Desa Rembes Kabupaten Semarang menyambung, masalah kesehatan di wilayahnya adalah kualitas air yang buruk, pernikahan dini, dan persoalan ibu hamil berisiko tinggi yang cukup banyak.

“Di desa saya kemarin memang risiko tingginya cukup banyak. Dari 30 ibu hamil yang saya tangani kemarin, yang melahirkan normal hanya enam. Karena ada yang tensinya tinggi, ada yang sudah terlalu tua, ada yang kurus. Kebanyakan kurus karena kurang energi kronis,” jelasnya.

Editor : Ali Muntoha

Cerita Ganjar Melobi Menteri Susi soal Kapal Cantrang

MuriaNewsCom, Semarang – Di balik kebijakan Presiden Joko Widodo dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang mencabut sementara larangan cantrang, ternyata ada peran Gubernur Ganjar Pranowo, yang gigih melobi sang menteri.

Dari enam wilayah yang diperbolehkan cantrang beroperasi, lima di antaranya di Jawa Tengah. Kepada wartawan, Ganjar menceritakan bahwa sebelum Susi mengumumkan di tengah demo nelayan di Jakarta  17 Januari 2018, dirinya sudah mencapai kesepakatan dengan Susi tentang pemberian diskresi perpanjangan masa peralihan cantrang di Jateng.

Pemberian diskresi itu dilakukan melalui surat menteri Susi nomor: 18/MEN-KP/1/2018 tertanggal 12 Januari 2018.

Surat tersebut merupakan balasan surat Ganjar tentang permohonan perpanjangan waktu penggunaan cantrang. Menariknya, surat Ganjar nomor 523/0000807 itu juga tertanggal 12 Januari.

“Jadi awalnya saya hubungi Ibu Susi soal cantrang ini, singkatnya beliau setuju dan minta saya kirim surat, maka saya kirim saat itu juga dan langsung dibalas hari yang sama,” kata Ganjar, di rumah dinas gubernur, Kamis (18/1/2018).

Surat dari Menteri Susi kepada Gubernur Ganjar Pranowo

Menurut Ganjar, Susi bisa memahami permintaan itu, karena Ganjar menyampaikan data valid. Bahwa dari 6334 kapal di bawah 10 GT, yang sudah mendapatkan bantuan alat tangkap dari pemerintah baru 2341 atau 36,95%. Artinya masih ada 3993 atau 63,05% yang belum mendapatkan bantuan alat tangkap pengganti.

“Yang belum dapat bantuan ya jangan dilarang, mereka tidak bisa cari makan dong. Jadi kalau mau bantu nelayan ya beri bantuan 100 persen dulu,” jelasnya.

Tak cuma ke Susi, Ganjar juga berkomunikasi dengan Presiden Jokowi. Ia menyampaikan bahwa tanggal 17 Januari akan ada demo nelayan di Jakarta.

Ganjar juga menyampaikan kesepakatannya dengan Susi soal izin cantrang. Disepakati Jokowi dan Ganjar akan membicarakan lebih lanjut pada kunjungan presiden di Jateng pada Senin (15/1/2018) lalu.

Yang terjadi kemudian, pada 15 Januari itu Jokowi dan Ganjar justru langsung bertemu perwakilan nelayan di warung sate Batibul Bang Awi Tegal. Hadir 16 nelayan yang merupakan perwakilan dari Tegal, Batang, Pati dan Rembang.

“Hasilnya dicapai kesepakatan dengan nelayan dan Pak Jokowi akan menerima perwakilan yang didemo tanggal 17 di istana untuk mendetilkan solusinya,” kata Ganjar.

Ketika kemudian diumumkan perpanjangan penggunaan cantrang di enam wilayah, Ganjar langsung mengucapkan terimakasih pada Menteri Susi.

“Saya sampaikan terimakasih dan saya akan membantu, yang penting nelayan bisa makan. Bu Susi bahkan mengirim video orasinya pada saya,” terangnya.

Seperti diketahui, Susi mengumumkan perpanjangan cantrang di enam wilayah. Yakni Batang, Kota Tegal, Rembang, Pati, Juwana, dan Lamongan. Syaratnya, izin penggunaan cantrang diberikan selama masa peralihan, nelayan tidak melaut keluar dari Pantai Utara Pulau Jawa, tidak menambah kapal, dan harus melakukan pengukuran ulang kapal.

KKP juga membentuk satuan tugas (satgas) pengalihan alat tangkap. Satgas bertugas mendata seluruh nelayan cantrang yang belum melakukan pengalihan alat tangkap. Satgas juga membantu nelayan dalam pengurusan di bank untuk mendapat kemudahan dalam kredit pembiayaan alat tangkap pengganti.

Editor : Ali Muntoha

Ganjar : Jateng Sudah Swasembada Tak Butuh Beras Impor

MuriaNewsCom, Banjarnegara – Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo menganggap provinsi yang dipimpinnya tak perlu kucuran beras impor. Bahkan Ganjar langsung menelepon Menteri Pertanian (Mentan) meminta agar rencana impor beras dikaji ulang.

Tak hanya itu, saat Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja di Pekalongan, Senin (15/1/2018), Ganjar juga membahas mengenai kebutuhan beras ini.

Ganjar khawatir, beras impor masuk ke Jawa Tengah berbarengan dengan panen raya. Jika kondisi ini terjadi, maka harga beras di tingkat petani akan hancur dan merugikan petani lokal.

“Barusan saya telepon Mentan, kemarin juga sudah kita laporkan ke Presiden Joko Widodo agar kita menghitung betul cadangan beras nasional kita. Ketika cadangan itu kita anggap cukup, maka saya minta rastra segera diturunkan, operasi pasar dilakukan,” kata Ganjar, Selasa (16/1/2018).

Pernyataan ini disampaikan Ganjar ketika melakukan kunjungan ke Pasar Kota Banjarnegara. Di pasar ini, Ganjar memantau ketersediaan beras di pedagang.

Menurut dia, Jawa Tengah sudah swasembada beras. Sehingga tak memerlukan beras impor, yang dampaknya akan memukul petani.

“Kita dorong daerah di luar Jateng yang butuh, monggo saja untuk dipenuhi. Tapi saran saya kalau Jateng sudah swasembada beras sehingga masih cukup, gak usahlah impor beras,” ujarnya.

Ganjar meminta Dinas Pertanian Provinsi Jateng memastikan daerah mana saja yang akan panen pada Fabruari dan Maret 2018, sebagai perhitungan stok cadangan beras.

“Ini mesti dihitung betul, kalau impor beras terjadu dan dua bulan lagi turun atau masuk ke tanah air. Saya khawatir masuknya impor beras pas panen rata sehingga harga beras nanti jatuh lagi, kita coba antisipasi berdasarkan pengalaman kemarin,” terangnya.

Setelah diketahui jumlah cadangan beras di Jateng, Bulog diminta langsung melakukan tindakan yang diperlukan. Terutama di sentra-sentra yang mengalami kenaikan harga beras cukup fluktuatif.

“Kita jangan bicara tolak impor beras atau tidak, itu terlalu ekstrem dan nanti jadi provokatif. Kita mau menghitung kondisi sebenarnya supaya pemerintah mau bertindak,” katanya.

Editor : Ali Muntoha

Pemerintah Relokasi Dampak Tanah Gerak, Tiap Rumah Dibantu Rp 25 Juta

MuriaNewsCom, Banjarnegara – Longsor dan tanah bergerak di Desa Bantar, Kecamatan Wanayasa,Banjarnegara membuat 14 rumah rusak. Jalan desa sepanjang 400an meter juga anjlok, sehingga mengakibatkan dua dusun, Sikenong dan Suwidak, terisolir.

Data di posko Desa Bantar mencatat 115 kepala keluarga dengan total 398 jiwa terdampak bencana ini. Pemerintah menyiapkan relokasi untuk warga yang rumahnya hancur. Hal ini dikatakan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, saat berkunjung ke desa itu, Selasa (16/1/2018).

“Untuk logistik sudah cukup. Sekarang kita siapkan relokasi, tanah sudah disiapkan dan harus cepat dr sisi administrasi,” katanya.

Untuk percepatan pembangunan perumahan relokasi, Pemprov Jateng akan bekerja sama dengan Pemkab Banjarnegara  sebagai penyedia tanah.

“Tanahnya nanti diurus dari kabupaten, bangun rumahnya dari saya. Per rumah sekitar Rp 25 juta, kita carikan relawan yang bantu bangun dan arsitek yang bagus sehingga bangunannya tahan gempa,” ujarnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng, Sarwa Pramana mengatakan, Pemprov Jateng menyalurkan bantuan senilai Rp 132 juta untuk mengatasi bencana tersebut.

” Jumlah itu terdiri dari Rp 32 juta untuk pipanisasi dusun terisolir, dan Rp 100 juta untuk operasional penanganan bencana,” terangnya.

Sementara itu, Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono mengucapkan terimakasih atas perhatian gubernur. Tidak hanya karena mengunjungi rakyatnya yang terkena bencana, tapi juga bantuan logistik dan pembangunan infrastruktur yang rusak dari dana penanggulangan bencana.

Editor : Ali Muntoha

Baca : Ganjar Nginap di Desa Terisolir Tanah Gerak, Ini yang Dilakukannya

Ganjar Nginap di Desa Terisolir Tanah Gerak, Ini yang Dilakukannya

MuriaNewsCom, Banjarnegara – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menginap di rumah salah satu warga di Dusun Pramen, Desa Bantar, Kecamatan Wanayasa, Banjarnegara. Dusun ini sempat terisolasi karena bencana tanah bergerak yang menghancurkan rumah-rumah warga dan akses transportasi.

Longsor dan tanah bergerak di Dusun Pramen membuat 14 rumah rusak. Jalan desa sepanjang 400an meter anjlok sehingga mengakibatkan dua dusun, Sikenong dan Suwidak, terisolir. Data di posko Desa Bantar mencatat 115 kepala keluarga dengan total 398 jiwa terdampak.

Ganjar menginap untuk menenangkan warga yang rumahnya tak isa ditempati lagi. Ganjar tiba di dusun itu, Senin (15/1/2018) hampir tengah malam. Pagi harinya ia meninjau lokasi tanah bergerak yang membuat belasan rumah rusak bahkan ada yang sampai rata dengan tanah.

Bersama Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono dan Kepala BPBD Jateng, Sarwa Pramana, Ganjar menengok satu persatu rumah yang hancur. Bahkan ada salah satu rumah warga yang rata dengan tanah akibat bencana tersebut.

Saat bertemu warga ini yang dikatakan Ganjar. “Nanti rumahnya dipindah di lokasi yang aman. Yang penting sekarang kesehatan dijaga dulu. Kalau makanan dan logistik lain insyaallah tidak kekurangan nggih,” katanya.

Gubernur berambut putih itu juga menyempatkan mampir di Taman Kanak Kanak Siti Masithah PGRI Bantar, yang dekat dengan lokasi bencana. Ia mengajak beberapa anak bernyanyi diiringi tepukan tangan guru dan orang tua.

Menurut Ganjar, Badan Geologi sudah memasang tanda yang memisahkan daerah aman dan bahaya. “Maka saya sampaikan, masyarakat jangan melampaui garis. Untuk logistik sudah cukup,” terangnya.

Editor : Ali Muntoha

Wakilnya Sama-sama NU, 2 Cagub Jateng Rebutan Dukungan Muhammadiyah

MuriaNewsCom, Semarang – Bakal calon gubernur dan wakil gubernur Jateng baik pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin dan Sudirman Said-Ida Fauziah, sama-sama mempunyai dukungan secara tidak langsung dari ormas Islam terbesar yakni Nahdlatul Ulama (NU).

Di kubu Ganjar, ada Taj Yasin (Gus Yasin) yang merupakan seorang santri NU, putra ulama kharismatik KH Maimoen Zubair dan kader PPP. Sementara kubu Sudirman Said ada Ida Fauziah, yang punya latarbelakang Fatayat NU. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Fatayat NU periode 2010-2015, dan ketua Fraksi PKB DPR RI.

Kini kedua pasang cagub ini seperti memperebutkan dukungan dari Muhammadiyah, sebagai salah satu ormas Islam terbesar selain NU. Secara bergantian, dua pasang kandidat sowan ke PW Muhammadiyah Jateng.

Pasangan Ganjar-Gus Yasin berkunjung ke Kantor PW Muhammadiyah Jateng, di Jalan Singosari Raya, Pleburan, Kota Semarang, Sabtu (13/1/2018) sore. Sementara pasangan Sudirman Said-Ida Fauziah dijadwalkan bertemu pengurus PW Muhammadiyah Jateng, Senin (15/1/2018) sore ini.

“Hari ini agenda Pak Dirman pukul 13.00 WIB, menghadiri silaturahmi korwil dan korcab PPIR Jateng dan Yogya, di Hotel Santika Semarang. Sorenya pukul 15.30 bersama bacawagub silaturahmi dengan pimpinan PW Muhammadiyah Jateng,” kata Hartono, koordinator tim media Sudirman Said.

Sementara dalam kunjungan Ganjar-Yasin, akhir pekan kemarin, keduanya disambut Ketua PW Muhammadiyah Jateng, Tafsir. Dialog dengan pimpinan PW Muhammadiyah juga berlangsung penuh canda.

Ganjar juga mengakui ia bersama Gus Yasin datang ke PW Muhammadiyah untuk meminta doa restu maju dalam pencalonan Pilgub Jateng.

“Sowan saya ke sini minta doa minta restu saya sebagai gubernur yang diminta maju lagi. Mudah-mudahan apa yang sudah saya kerjakan dan saya sadar betul banyak kekurangan mungkin bisa memberi gambaran pada masyarakat untuk menentukan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Tafsir bahkan sempat berkelakar jika seharusnya Ganjar langsung dilantik tanpa perlu prosedur Pilgub. “Kalau di Muhammadiyah jabatan kedua tinggal dilantik langsung. Di rektor juga dua kali, yang kedua tidak pilihan ulang tapi langsung di SK kan,” katanya.

Tafsir menceritakan hubungan organisasi yang dipimpinnya sangat erat dengan Pemprov Jateng. PW Muhammadiyah Jateng saat ini memiliki amal usaha berupa 32 rumah sakit, ratusan klinik, 25 perguruan tinggi, dan ribuan sekolah.

Baca : PKB Merapat, Sudirman Said Diduetkan dengan Ida Fauziah

Dalam pendirian dan pengelolaan amal usaha tersebut, pembiayaan utama berasal dari Bank Jateng. “Dalam setahun kredit kami ada Rp 300 miliar dan 75 persennya dari Bank Jateng,” ujarnya.

Tafsir juga mengungkapkan bagaimana selama dipimpin Ganjar Pranowo telah banyak bantuan yang diberikan kepada Muhammadiyah.

“Terimakasih pada Pak Gubernur sudah memberi banyak bantuan kepada kami termasuk CSR Bank Jateng yang keputusannya di Pak Gubernur, salah satunya untuk SD Muhammadiyah Salatiga dan prasarana lain,” paparnya.

Editor : Ali Muntoha

Tes Kesehatan Ganjar Paling Cepat, Ini Hasilnya

MuriaNewsCom, Semarang – Dua pasang calon gubernur dan wakil gubernur Jateng, Sabtu (13/1/2018) hari ini kembali mengikuti pemeriksaan kesehatan di RSUP dr Kariadi Semarang. Pemeriksaan kesehatan dimulai sejak pagi hingga tengah hari.

Calon petahana Ganjar Pranowo terlihat menyelesaikan pemeriksaan lebih cepat dibanding calon lain. Ganjar yang tiba di RSUP dr Kariadi Semarang pukul 07.00 WIB, menyelesaikan tesnya sekitar pukul 12.30 WIB. Lalu bagaimana hasilnya?

Secara resmi hasil pemeriksaan kesehatan kandidat calon gubernur dan wakil gubernur Jateng belum diumumkan. Hasil pemeriksaan baru diserahkan tim medis ke KPU Jateng pada 16 Januari 2018 mendatang.

Meski demikian, Ganjar mengaku sudah mendapat sedikit bocoran tentang kondisi kesehatannya. Ganjar sempat bertanya pada dokter yang memeriksanya. “Alhamdulillah saya tanya dokter hasilnya sehat saya,” katanya.

Ganjar mengatakan. tes kesehatan pada pilkada serentak ini lebih banyak dan komplek dibanding pilkada sebelumnya. Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan juga lebih banyak ketimbang saat pilgub lalu.

“Daripada empat tahun lalu lebih banyak ternyata, semua dicek hari ini jadi memang lebih panjang dari sisi waktu,” ujarnya.

Beberapa hal yang berbeda, menurut Ganjar, yakni adanya pemeriksaan tulang dan benjolan misterius untuk mengantisipasi gejala kanker. “Onkologinya jadi diperiksa benjolan-benjolannya, tulang juga yang dulu tidak ada,” terangnya.

Ganjar berharap pemeriksaan yang lebih lengkap juga membuat hasilnya lebih baik. Karena pemeriksaan tak hanya dilakukan pada kondisi fisik kandidat saja, melainkan juga kondisi psikis dan kejiwaan kandidat.

Editor : Ali Muntoha

Menristekdikti, Gubernur dan Kapolda Ikut Haul Akbar Desa Ngroto Grobogan

MuriaNewsCom, Grobogan – Seperti tahun-tahun sebelumnya, agenda rutin Haul Akbar Desa Ngroto, Kecamatan Gubug, Grobogan dihadiri ribuan jemaah Al Khidmah dari berbagai kota, Rabu (11/1/2018).

Sejumlah pejabat terlihat hadir. Di antaranya Menristekdikti Mohammad Nasir, Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono dan Gubernur Ganjar Pranowo juga hadir. Hadir pula, Bupati Grobogan Sri Sumarni dan sejumlah pejabat.

Pelaksanaan kegiatan haul akbar ini dipusatkan di komplek Ponpes Miftahul Huda Desa Ngroto yang dipimpin oleh KH Munir Abdullah. Acara haul juga diisi dengan lantunan dzikir yang sudah dimulai sejak pukul 07.00 WIB.

Bupati Grobogan Sri Sumarni dalam kesempatan itu mengaku sangat berbahagia bisa hadir dalam acara haul akbar dan bersilaturahmi dengan para ulama.

Dia berharap agar kegiatan haul akbar hendaknya mampu mendorong semangat masyarakat untuk bahu membahu melanjutkan pembangunan yang sudah dirintis para pendahulu.

Sri Sumarni juga sempat menyinggung peran para kiai dan alim ulama yang sangat gigih memperjuangkan kemerdekaan RI. Kemudian, di kalangan Nahdlatul Ulama juga saat itu juga dikenal dengan istilah resolusi jihad yang mampu menyatukan dan menggelorakan para santri dan kaum nahdliyyin dalam merebut kemerdekaan.

“Semangat para pendahulu harus kita lanjutkan. Untuk itu, sebagai generasi penerus, kita harus selalu menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku, ras, bahasa, dan agama,” katanya.

Sri juga meminta agar kaum muslimin dan muslimat di Grobogan untuk senantiasa memelihara suasana kondusif. Sebab, dengan suasana seperti itu maka pelaksanaan pembangunan bisa dilakukan dengan aman, nyaman, dan lancar.

Editor : Ali Muntoha

Gus Kamil Pastikan Keluarga Mbah Maimoen Tak Ada yang Nyeberang ke Sudirman

MuriaNewsCom, Rembang – PPP kubu Djan Farid mengklaim salah satu putra KH Maimoen Zubaer yakni  Muhammmad Wafi’ (Gus Wafi’) memberikan dukungan kepada pasangan Sudirman Said-Ida Fauziah pada Pilgub Jateng 2018.

Rabu (10/1/2018) kemarin Gus Wafi’ juga diklaim ikut dalam rombongan relawan dan parpol pengusung Sudirman Said-Ida Fauziah saat mendaftar di KPU Jateng.

Meski demikian, pihak keluarga Mbah Maimoen memastikan jika seluruh putra-putri ulama kharismatik itu sepakat mendukung Ganjar-Gus Yasin. Hal ini ditegaskan KH Majid Kamil (Gus Kamil), salah satu putra Mbah Maimoen yang juga Ketua DPC PPP Kabupaten Rembang.

“Berita bahwa adik saya Wafi’ mendukung Sudirman Said itu seratus persen salah. Karena Wafi’ bahkan tidak datang pada pendaftaran Sudirman Said ke KPU Jateng,” katanya, Kamis (11/1/2017).

Menurut dia, klaim Sekretaris DPW PPP Jateng kubu Djan, Muchlis, yang menyebut Gus Wafi’ mendukung Dirman-Ida telah memperkeruh suasana. Karena secara tidak langsung memunculkan opini di masyarakat bahwa besar KH Maemoen Zubair berselisih karena beda pilihan dalam Pilgub Jateng.

Gus Kamil mengatakan, Gus Wafi’ memang pernah menyatakan mendukung Sudirman Said. Namun hal itu terjadi sebelum ada kepastian Taj Yasin menjadi calon wakil gubernur mendampingi Ganjar Pranowo.

Namun setelah Mbah Maimoen merestui pasangan Ganjar-Yasin, maka otomatis seluruh keluarga juga kompak mendukung.

“Dan dibuktikan dengan ketidakhadiran Wafi di pendaftaran SS, karena sore kemarin Wafi’ di Sarang sama saya, dia ngimami di musholanya,” ujarnya.

Kamil meminta seluruh pihak untuk menghormati keputusan keluarga besar KH Maemoen Zubair. Seluruh keluarga, santri, dan alumni Pondok Pesantren Al Anwar sudah mengambil keputusan mendukung Ganjar-Yasin.

“Kami anak-anak KH Maemoen Zubair sudah biasa berbeda pendapat, tapi khusus kali ini karena yang maju adik kami sendiri maka semua bersatu mendukung. Maka jika ada yang mengatakan berbeda, itu oknum yang tidak bisa dipercaya,” tegas Ketua DPRD Kabupaten Rembang itu.

Editor : Ali Muntoha

Ini Alasan Mbah Maimoen Pasangkan Gus Yasin dengan Ganjar

MuriaNewsCom, Rembang – Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al Anwar Sarang, Rembang, KH Maimoen Zubaer memberikan wejangan kepada pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin Maimoen yang maju dalam Pilgub Jateng 2018.

Ulama kharismatik itu berpesan kepada Ganjar agar melanjutkan kepemimpinan di periode kedua. Mbah Moen mengibaratkan ketika Allah menciptakan alam semesta dalam empat hari yang dibagi dalam dua tahap.

Ini dikatakan Mbah Moen saat Ganjar dan Gus Yasin yang merupakan putra Mbah Moen sowan ke Ponpes Al Anwar Sarang, Selasa (9/1/2018) malam.

“Gubernur sebaiknya menuntaskan tugas. Kalau jabatan (periode) pertama itu pembuka, belum ada keesempurnaan, sama dengan Tuhan membuat bumi empat hari tapi dibagi dalam dua tahap. Ahad Senin mengumpulkan bahan dan menyediakan pembangunan pertama, disempurnakan Selasa Rabu,” katanya.

KH Maimoen Zubaer saat berdialog dengan Ganjar Pranowo Selasa (9/1/2018) malam. (Istimewa)

Oleh karenanya Mbah Moen meminta masyarakat memberi kesempatan kepada Ganjar menjadi gubernur kedua kalinya. Mbah Moen mengaku mendukung Ganjar bukan karena salah satu anaknya menjadi calon wakil gubernur, namun karena sejak lama hatinya memang untuk Ganjar.

“Saya mendukung bukan karena Yasin anak saya. Tapi karena harus ada kelanjutan pembangunan di Jateng. Yasin maju atau tidak mendampingi Ganjar Pranowo, hati saya tetap pada Pak Ganjar,” ujarnya.

Sedangkan kepada Gus Yasin, Mbah Moen berpesan agar senantiasa sami’na wa atho’na, yang artinya selalu mendengar dan taat. Hal itu juga ia wejangkan ketika ditunjuk partai mendampingi Ganjar.

“Saya tidak pernah ingin Yasin maju, tapi kalau diperintah partai harus melaksanakan. Mendampingi Pak Ganjar harus sami’na watho’na,” paparnya.

Pasangan Ganjar-Yasin juga diminta mewaspadai berbagai fitnah yang biasanya muncul di sekitar pilkada. Ketika fitnah terjadi, Mbah Moen meminta harus disikapi dengan baik.

“Sikap yang baik, tidak ada kecuali kebaikan. Berani maju dalam pilkada harus menghadapi, termasuk berani kalah. Fitnah harus ditolak, pasti ada isu itu. Kampanye kan menarik masa, pasti kadang-kadang berbuat sesuatu apapun walau kadang salah itu sudah sifat manusia, sudah di nas,” jelasnya.

Editor : Ali Muntoha

Pilgub Jateng : Ganjar-Yasin Hari Ini Daftar ke KPU

MuriaNewsCom, Semarang – Bakal calon gubernur dan wakil gubernur Jateng Ganjar Pranowo-Taj Yasin, Selasa (9/1/2018) hari ini akan mendaftar ke KPU Jateng. Pasangan ini diusung oleh banyak parpol, yakni PDIP, Demokrat, Nasdem, dan PPP.

Rencananya Ganjar-Yasin akan mendaftar ke KPU pada pukul 1.30 WIB. Sejumlah pimpinan parpol pengusung akan mengantarkan pasangan ini mendaftar ke KPU.

“InsyAllah saya dan gus yasin akan mendaftar ke KPUD Provinsi Jawa Tengah sebagai Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah periode 2018 – 2023, mohon doa semoga lancar,” kata Ganjar.

Senin (8/1/2018) malam tadi, PPP secara resmi menyerahkan surat rekomendasi dukungan terhadap Ganjar-Yasin. Penyerahan surat rekomendasi dilakukan oleh Wakil Ketua DPP PPP Arwani Thomafi di Kantor DPW PPP Jateng.

Thomafi mengatakan, nama Gus Yasin adalah salah satu dari beberapa nama yang diusulkan oleh PPP sebagai calon wakil gubernur. Pengusulan nama juga berdasarkan musyawarah dengan struktur partai.

“Jadi ini “pernikahan” yang sah dan dilandasi rasa tresno karena kami dengan Pak Ganjar sudah komunikasi lama dan intens,” katanya.

PPP menilai Ganjar-Yasin sebagai pasangan yang sekarang sangat dibutuhkan Jateng untuk melanjutkan kesinambungan pembangunan.

Thomafi secara khusus memperkenalkan Yasin sebagai tokoh muda dari kalangan santri. “Gus Yasin adalah tokoh muda, gaul. Inilah model santri milenial, berkarakter dan ganteng lagi,” ujarnya.

Editor : Ali Muntoha

Ganjar Diberi Restu Megawati, Seknas Jokowi Syukuran Keliling Semarang

MuriaNewsCom, Semarang – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri, Minggu (7/1/2018) mengumumkan Ganjar Pranowo dan Taj Yasin (Gus Yasin) sebagai calon gubernur-wakil gubernur di Pilgub Jateng 2018.

Kembali diusungnya Ganjar ini disambut sukacita dari Seknas Jokowi Jawa Tengah dan Kota Semarang. Setelah pengumuman rekomendasi selesai dibacakan Megawati di Jakarta, mereka menggelar syukuran dengan konvoi keliling Kota Semarang.

Memakai topeng Ganjar, bendera Seknas Jokowi dan bendera merah putih, para relawan berkonvoi di jalan-jalan utama Kota Semarang.

Ketua Seknas Jokowi Semarang Ninik Jumoenita mengatakan Seknas Jokowi sedari awal adalah garda utama pemenangan Presiden Jokowi. Penerapan nilai Pancasila oleh Jokowi yang juga diterapkan Ganjar menurutnya tidak boleh terputus.

Baca : Dirman Kalah Cepat, Gus Yasin Jadi Cawagub Ganjar Pranowo

Terlebih lagi saat ini berpasangan dengan Taj Yasin yang akan menjadi pasangan serasi untuk menjaga keberagaman dan toleransi di Jateng.

“Setelah ini kami akan mengabarkan di masyarakat atas rekomendasi Ganjar-Yasin. Karena mungkin banyak yang belum tahu atas keputusan ini,” ujarnya

Ketua Umum Seknas Jokowi Jateng Bambang Mugiarto mengatakan Seknas Jokowi Jateng mendukung penuh majunya Ganjar-Yasin.

“Dengan seluruh potensi jaringan relawan Seknas Jokowi di 35 Kabupaten/Kota, kami akan melakukan pendidikan politik bagi warga Jateng. Sehingga dengan kesadaran politik yang cerdas dan kejernihan hati nurani memilih Ganjar-Yasin untuk terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng periode 2018-2023,” katanya.

Editor : Ali Muntoha

Baca : Gus Yasin ‘Dicuri’ PDIP Untuk Ganjar, Begini Sikap Gerindra

Gus Yasin ‘Dicuri’ PDIP untuk Ganjar, Begini Sikap Gerindra

MuriaNewsCom, Jepara – Satu dari dua putra ulama kharismatik NU KH Maimoen Zubair, (Majid Kamil dan Taj Yasin) sempat diwacanakan Gerindra mendampingi Sudirman Said dalam Pilgub Jateng.

Namun tanpa diduga, Nama Taj Yasin (Gus Yasin) muncul dalam rekomendasi cawagub dari PDIP mendampingi petahana Ganjar Pranowo, Minggu (7/1/2018). Lalu bagaimana sikap dari Gerindra?

Kepada Sekretaris DPD Gerindra Jateng Sriyanto Saputra, MuriaNewsCom bertanya akan hal ini. Menurutnya, hal itu merupakan dinamika politik.

“Itu kan (Majid Kamil dan Taj Yasin) opsi-opsi (pilihan, untuk pendamping SS), ternyata diambil pihak lain, dalam politik itu sah-sah saja,” katanya, lewat sambungan telepon.

Ditanya siapakah sosok yang akan mendampingi mantan menteri ESDM itu, ia belum mau buka suara. Menurutnya, penentuan calon gubernur dan wakilnya, merupakan kewenangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerindra.

Meski demikian, ia memastikan sudah memiliki calon lain sebagai pendamping Sudirman. Hal itu nantinya akan dipertimbangkan dengan DPP Gerindra, dengan melihat berbagai pertimbangan.

“Kalau kami inginnya secepatnya (penunjukan cawagub), kan paling lambat tanggal 10 (batas akhir pendaftaran peserta pilkada 2018 ke KPU),” ujar anggota Komisi A DPRD Jateng itu.

Disinggung mengenai kans kader PKB menjadi pendamping Pak Dirman, Sriyanto mengaku hal itu bisa saja terjadi. Hal tersebut karena, opsi untuk memilih kader Partai Kebangkitan Bangsa, merupakan pilihan diawal.

“Dengan PKB bisa saja, itu kan opsi (kader PKB) pertama. Karena partai pengusung Gerindra, PAN dan PKS tidak meminta (kursi) wakil. (calon) wakilnya dari PKB bisa saja,” terangnya.

Baca : Dirman Kalah Cepat, Gus Yasin Jadi Cawagub Ganjar Pranowo

Terakhir, Sriyanto memastikan, meskipun belum ada nama cawagub pendamping Sudirman Said, akan tetapi mesin partai tetap bergerak. Bersama partai koalisi PAN dan PKS, mereka siap merebut kursi gubernur dan wakil gubernur Jateng.

“Mesin partai sudah mulai bergerak, sejak nama gubernur (Sudirman Said) ditetapkan pada 13 Desember 2017,” tutup Sriyanto.

Editor : Ali Muntoha 

Dirman Kalah Cepat, Gus Yasin Jadi Cawagub Ganjar Pranowo

MuriaNewsCom, Jakarta – Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri akhirnya mengumumkan cagub dan cawagub yang akan diusung dalam Pilgub Jateng 2018. Seperti diperkirakan banyak pihak, Ganjar Pranowo kembali diusung sebagai calon gubernur.

Yang cukup mengejutkan adalah posisi cawagub yang akan mendampingi Ganjar. Putra ulama kharismatik KH Maimoen Zubair, yakni Taj Yasin (Gus Yasin) diumumkan Megawati sebagai pendamping Ganjar Pranowo.

Ini mengejutkan, pasalnya sebelumnya yang lebih dulu membidik putra pengasuh Ponpes Al Anwar Sarang, Rembang itu adalah koalisi pendukung Sudirman Said. Baik Gerindra dan PAN sudah memastikan antara Gus Malik atau Gus Yasin yang akan menjadi wakil Sudirman.

Namun ternyata Gus Yasin yang tercatat sebagai anggota DPRD Jawa Tengah lebih dulu diambil PDI Perjuangan.

Ganjar Pranowo saat diumumkan Megawati sebagai cawagub yang diusung PDIP.
(Foto : detik.com)

Pengumuman cagub dancawagub dari PDIP ini dilakukan Megawati di Kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (7/1/2018).

“Untuk Jateng, yang pertamanya tetap Pak Ganjar Pranowo. Anaknya Mbah Maimun, Mas Taj Yasin Maimun. Jadi Pak Ganjar sudah pasti ada wakilnya,” kata Megawati.

Baca : Gerindra Pastikan Cawagub Sudirman Said Putra Mbah Maimoen

Sebelumnya ketua DPD Partai Gerindra Jateng, Abdul Wachid memastikan jika putra Mbah Maimoen yang akan mendampingi Sudirman Said.

Ia menyebut, pilihan untuk cawagub Sudirman Said mengerucut pada dua putra Mbah Maimoen, yakni Majid Kamil (Gus Kamil) dan Taj Yasin (Gus Yasin).

‎Menurutnya, satu dari dua nama tersebut akan mendampingi Sudirman, sebagai calon wakil gubernur Jateng.

Keputusan ini menurut Wahid sudah mendapatkan persetujuan dari partai koalisi (PAN dan PKS) dan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Kini tinggal pilihan Sudirman, apakah memilih Gus Yasin atau Gus Malik.

“Pembicaraan kami dengan partai pengusung yakni PKS dan PAN,  ada kesepakatan untuk mengusung satu dari dua putra Mbah Maimoen,” kata Wahid.

Terkait siapa yang akan maju, pilihan diserahkan kepada Sudirman. Apakah ingin berpasangan dengan Majid Kamil yang kini menjabat ketua DPRD Rembang atau dengan Taj Yasin angota DPRD Provinsi Jateng.

Editor : Ali Muntoha

Cuitan Fahri Soal Predator Pilgub, Ganjar : Saya Nggak Tahu

MuriaNewsCom, Semarang – Fahri Hamzah mencuitkan tweet tentang adanya predator yang sengaja mencelakakan Ganjar Pranowo, agar tak bisa melaju dalam Pilgub Jateng 2018. Fahri menuding ada pihak di luar parpol yang punya kedekatan dengan pengak hukum sengaja mengerjai Ganjar.

Cuitan ini berkaitan dengan Ganjar yang bolak-balik dipanggil KPK terkait dengan penyidikan kasus korupsi E-KTP.

“Baru dapat laporan di Pilkada Jateng @ganjarpranowo sedang di kerjain oleh seorang calon penantang memakai kedekatannya dengan penegak hukum…target ya petahana tidak mencalonkan…#WASPADALAH!” kicau Fahri di akun twitter pribadinya pada Kamis (4/1/2018).

Tidak lama kemudian, Fahri juga menuliskan “Saya bersaksi Ganjar itu orang baik…penilaian saya telah memenuhi syarat yang disebut nabi ..berjalan jauh dengan bergaul sepanjang perjalanan…karena itu..penjahat yg ingin menyingkirkanya celaka! Di Indonesia ini ada predator orang baik…”.

Dikonfirmasi wartawan mengenai cuitan Fahri ini, Ganjar mengaku tak mengetahui ada “predator” yang sengaja mencelakai dirinya.

“Saya gak tahu (Ada pihak yang berusaha menjatuhkan), saya berpikiran positif saja,” kata Ganjar di Semarang, Jumat (5/1/2018).

Politikus PDI Perjuangan itu, mengaku jika dirinya sudah lama mengenal Fahri Hamzah. Ia juga menganggap jika cuitan Fahri tersebut hanya testimoni.

“Tanya sama Fahri. Orang kan menilai. Saya kenal Fahri lama, dari dulu begitu. Mungkin mereka ingin memberikan testimoni saja, enggak apa-apa,” ujarnya.

Ganjar juga mengungkapkan alasan kenapa tidak hadir saat dipanggil KPK sebagai saksi untuk tersangka Markus Nari. Menurutnya, ia sudah mengirimkan surat ke KPK untuk tidak hadir karena ada urusan kedinasan.

Ia juga sudah meminta kepada KPK untuk menjadwalkan ulang pemeriksaan kepada dirinya.

Editor : Ali Muntoha

Rekomendasi PDIP Batal Diumumkan, Begini Ungkapan Hati Ganjar

MuriaNewsCom, Semarang – DPP PDI Perjuangan batal mengumumkan calon gubernur dan wakil gubernur untuk Pilgub Jateng, Kamis (4/1/2018) kemarin. Pengumuman rekomendasi ternyata ditunda pada Minggu (7/1/2018) atau sehari jelang pendaftaran calon di KPU.

Gubernur petahana, Ganjar Pranowo yang digadang-gadang akan mendapatkan rekomendasi menanggapinya dengan santai. Bahkan Ganjar memberikan jawaban bercanda saat ditanya wartawan mengenai hal ini.

“Mungkin wingi mangsine entek (mungkin kemarin tintanya habis),” kata Ganjar berkelakar kepada wartawan usai gropund breaking normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur, Semarang, Jumat (5/1/2018).

Mantan anggota DPR RI ini menyebut, jika penundaan pengumuman rekomendasi tersebut hanya masalah teknis. ”Itu teknis. Sabar-sabar, tanggal 7 (diumumkan),” ujarnya.

Ganjar optimistis bahwa dirinya akan kembali ditunjuk Megawati menjadi cagub pada Pilgub Jateng 2018. Meski demikian, ia juga menyatakan akan siap dan legawa jika ternyata rekomendasi diberikan kepada orang lain.

“Ditugaskan lagi siap. Enggak ditugaskan lagi? Ditugaskan saja siap mosok tidak ditugaskan tidak siap,” terangnya.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto juga memastikan jika pengumuman rekomendasi untuk Pilgub Jateng dan Jabar akan dilaksanakan pada Minggu 7 Januari 2018. Selain Jateng dan Jabar, juga akan diumumkan rekomendasi untuk Pilgub Kalimantan Timur, Sumatera Utara, Kalimantan Barat, dan Sumatera Selatan.

Pengumuman ini akan disampaikan langsung Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri di kantor DPP PDIP pukul 09.30 WIB. Pengumuman ini sehari menjelang pendaftaran cagub-cawagub di KPUD masing-masing wilayah.

“Seluruh pada calon pilkada yang diusung PDIP betul-betul siap untuk ujian Indonesia raya. Tanggal 7 Januari, Ibu Ketua Umum akan memutuskan pada pukul 09.30 WIB,” tutur Hasto.

Editor : Ali Muntoha

Megawati Batal Umumkan Cagub-cawagub Jateng

MuriaNewsCom, Jakarta – Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri batal mengumumkan rekomendasi calon gubernur dan wakil gubernur untuk Pilgub Jateng 2018. Partai berlambang moncong putih itu hanya mengumumkan pasangan cagub-cawagub untuk Pilgub Lampung, Papua, NTB, Sumut dan Maluku Utara.

Padahal sebelumya, dijadwalkan PDIP juga akan mengumumkan rekomendasi untuk pasangan cagub dan cawagub Jateng.

Sejumlah petinggi DPD PDI Perjuangan Jateng, termasuk calon incumbent Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmoko juga dikabarkan sudah hadir di Kantor DPP PDIP di Jakarta untuk mendengarkan pengumuman rekomendasi.

Batalnya pengumuman Cagub Sumatera Utara dan Jawa Tengah tersebut disampiakan Ketua DPP PDIP Komaruddin Watubun saat ditemui di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Kamis (4/1/2018).

“Hari ini yang pasti Lampung dan Papua. Jadi Papua, Lampung, Nusa Tenggara Barat, Maluku Utara hari ini,” kata Komaruddin Watubun dikutip dari Tribunnews.com.

Belum diketahui secara pasti penyebab dibatalkannya pengumuman rekomendasi tersebut. Kemungkinan DPP PDIP masih membutuhkan waktu untuk menggodok nama-nama yang bakal diusung.

Baca : Sehari Jelang Rekomendasi PDIP Turun, Ganjar Kembali Diperiksa KPK

Dilansir dari Detik.com, Megawati mendeklarasikan mantan Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat menjadi cagub Sumatera Utara. Namun nama cawagub yang mendampingi Djarot belum diumumkan.

”Untuk Sumatera saya mau masukkan Pak Djarot ke sana. Untung Djarot mau katanya sebagai petugas partai dia bersedia,” kata Megawati dilansir dari Detik.com.

Sementara untuk Pilgub Papua,  John Wempi Wetipo resmi diusung PDIP menjadi cagub Papua. Ia akan didampingi Habel Melkias Suwae. Melkias Suwae merupakan Bupati Jayapura dua periode.

Untuk Pilgub NTB, PDIP mengusung Wali Kota Mataram, Tuan Guru Haji Ahyar Abduh. Untuk posisi cawagub, PDIP mengusung kadernya sendiri. Wakil Ketua DPRD NTB Mori Hanafi diusung PDIP jadi cawagub NTB.

Sedangkan untuk Pilgub Lampung, Wali Kota Bandar Lampung Herman Hasanusi diusung jadi cagub. Sementara cawagub Lampung, PDIP mengusung Sekda Pemprov Lampung Sutono.

Megawati juga mengumumkan jagonya untuk Pilgub Maluku Utara. Gubernur petahana Abdul Ghani Kasuba kembali diusung sebagai cagub, sedangkan posisi cawagub dipercayakan kepada kader PDIP yang merupakan Bupati Halmahera Tengah, yakni M Al Yasin Ali.

Editor : Ali Muntoha

Sehari Jelang Rekomendasi PDIP Turun, Ganjar Kembali Diperiksa KPK

MuriaNewsCom, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus korupsi E-KTP. Ganjar diperiksa sebagai saksi untuk Markus Nari.

Pemeriksaan oleh KPK ini bertepatan dengan jelang turunnya rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan untuk Pilgub Jateng 2018. Rekomendasi dari PDIP direncanakan akan diumumkan pada Kamis (4/12/2018) besok.

Dilansir Antara, Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, selain Ganjar, KPK juga memanggil anggota DPR dari Fraksi Golkar Melchias Marcus Mekeng. ”Dua saksi itu akan diperiksa untuk tersangka Markus Nari,” kata Febri, Rabu (3/1/2018).

Ini bukan kali pertama Ganjar dan Mekeng diperiksa terkait korupsi megaproyek E-KTP. Keduanya pernah menjalani pemeriksaan sebagai saksi untuk tersangka mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri Irman dan Sugiharto, Andi Agustinus alias Andi Narogong, maupun Setya Novanto.

Sebelumnya, nama Ganjar bersama Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly serta Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey sempat dipermasalahkan oleh Maqdir Ismail, kuasa hukum Novanto karena tidak ada dalam dakwaan Setya Novanto.

Diberitakan sebelumnya, Ketua DPP PDI Perjuangan, Hendrawan Supratikno menyatakan, rekomendasi cagub dan cawagub unutk Pilgub Jateng dan Jabar akan diumumkan pada Kamis 4 Januari. Dikabarkan rekomendasi untuk Pilgub Jateng akan diturunkan kepada gubernur petahana Ganjar Pranowo.

Editor : Ali Muntoha

Baca : Megawati Umumkan Cagub Jateng 4 Januari, Apakah Ganjar?

Ganjar : Rekomendasi PDIP Nunggu Naga Dina

MuriaNewsCom, Semarang – Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri dikabarkan akan mengumumkan rekomendasi calon gubernur dan wakil gubernur Jateng, Kamis (4/1/2018). Gubernur petahana Ganjar Pranowo disebut-sebut yang akan mendapatkan rekomendasi ini.

Meski demikian Ganjar mengaku belum tahu siapa yang bakal ditunjuk partainya untuk maju. Ia menyebut, masih menunggu rekomendasi itu turun.

“Kita komunikasi rutin kalau umpama DPP sudah memutuskan, saya kira tinggal keluarkan saja. Nunggu naga dina. Nggolek dina apik, padahal dinane apik kabeh,” kelakar Ganjar saat ditanya wartawan, Selasa (2/1/2018).

Selain itu, ia juga menganggap akan lebih baik jika Pilgub Jateng diikuti lebih dari dua pasang calon. Hal ini berkaitan, dengan munculnya poros baru (PPP, Demokrat, Golkar) yang akan mengusung calon alternatif.

“Namanya Pilkada membuat poros, artinya menggalang kekuatan masing-masing untuk bernegosiasi kemudian mendukung calonnya. Oke-oke saja,” kata Ganjar.

Mantan anggota DPR RI ini menyebut, semakin banyak calon yang berkompetisi maka akan semakin baik. Karena rakyat akan diberi banyak pilihan. Selain itu menurut dia, dengan banyaknya calon menunjukkan banyak warga Jateng berkualitas yang layak jadi pemimpin.

”Banyak kandidiat yang bisa jadi pemimpin kan itu menarik. Daripada sendiri, berdua, enggak asik, kalau banyak kan menarik,” ujarnya.

Baca : Megawati Umumkan Cagub Jateng 4 Januari, Apakah Ganjar?

Ia juga membantah jika muncul calon lebih dari dua pasang akan menguntungkan pihaknya. ”Menurut saya lebih banyak partisipan lebih baik karena nuansa demokrasi akan terasa. Nuansa representasi atau keterwakilan akan terasa. Lebih menarik untuk saya,” tandasnya.

Sebelumnya, Ketua DPP PDI Perjuangan, Hendrawan Supratikno memastikan jika rekomendasi dari PDIP untuk Pilgub Jateng akan diumumkan pada 4 Januari 2018. Pengumuman akan dilakukan bersamaan dengan pengumumunan calon gubernur dari PDIP untuk Pilgub Jabar.

Editor : Ali Muntoha

Megawati Umumkan Cagub Jateng 4 Januari, Apakah Ganjar?

MuriaNewsCom, Jakarta – Teka-teki siapa yang bakal diusung PDI Perjuangan sebagai calon gubernur dan wakil gubernur dalam Pilgub Jateng 2018 akan segera terungkap. Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri akan mengumumkan siapa yeng mendapat rekomendasi pada Kamis 4 Januari 2018.

Ketua DPP PDI Perjuangan, Hendrawan Supratikno memastikan hal ini saat ditanya wartawan, Selasa (2/1/2018). Dilansir detik.com, menyebut jika pada tanggal itu juga akan mengumumkan rekomendasi cagub untuk Pilkada Jabar.”Betul (tanggal 4 Januari). Komunikasi terus kami kembangkan/jalin dengan parpol lain,” katanya.

Meski demikian, ia belum mau membocorkan siapa yang bakal diusung dalam Pilgub Jateng maupun Jabar. Menurutnya, DPI Perjuangan sudah memiliki syarat minimal untuk mengusung cagub/cawagub di Jabar dan Jateng tanpa harus berkoalisi dengan parpol lain.

Di Jawa Tengah, perolehan kursi PDI Perjuangan di DPRD Jateng mencapai 31 kursi. Dengan jumlah kursi ini, PDI Perjuangan menjadi satu-satunya parpol di Jateng yang bisa mengusung pasangan cagub dan cawagub tanpa harus berkoalisi dengan partai lain.

“Kami masih mencermati poros-poros/paslon yang terbangun. Tidak ada urgensi untuk terburu-buru di provinsi yang jumlah kursinya cukup untuk mengusung dan mendaftar pada jam-jam terakhir,” ucap Hendrawan.

Selain Jabar dan Jateng, Megawati akan mengumumkan cagub/cawagub di provinsi lain. Wilayah lain yang akan diumumkan antara lain Lampung, Maluku Utara, dan Papua.”Diharapkan sebagian besar sudah bisa dituntaskan. Kalaupun ada yang belum, pasti tinggal ‘finishing touch’ (sentuhan akhir) saja,” kata Hendrawan.

Meski belum ada bocoran siapa yang akan diusung PDIP di Pigub Jateng, namun banyak pihak yang berkeyakinan jika partai berlambang banteng moncong putih ini akan kembali mengusung gubernur petahana Ganjar Pranowo.

Apalagi beberapa kali Ketua DPD PDI Perjuangan Jateng Bambang Wuryanto, maupun Puan Maharani menyebut jika peluang Ganjar sangat kuat. Dalam berbagai survei internal yang digelar PDIP juga menyebut elektabilitas Ganjar belum tersaingi calon-calon lain.

Editor : Ali Muntoha