Lihat Jalan Rusak, Ganjar : Dalane Bodhol Ya, Ngetril-ngetril

MuriaNewsCom, Cilacap – Calon Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo cukup kaget melihat kerusakan jalan di salah satu desa di Cilacap. Bahkan kerusakan jalan itu cukup parah, hingga ia menyebut jalan itu layaknya hanya untuk trabas.

Jalan rusak itu berada di Desa Keleng, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap. Ganjar merasakan kerusakan jalan itu langsung dengan mengendarai sepeda onthel, Selasa (27/3/2018).

Saat berkunjung di desa ini, warga desa itu menang sengaja meminta Ganjar menaiki sepeda onthel dari jalan masuk desa. Tujuannya, warga ingin Ganjar merasakan  secara langsung betapa parahnya jalan utama di Desa Keleng itu.

Aspal sudah tergerus, tinggal batu dan tanah. Lubang besar menganga di sana sini. Melewati jalan ini dengan sepeda motor, sudah seperti trabas saja. “Wah dalane bodhol ya, ngetril ngetril,” kata Ganjar sembari mengonthel sepedanya.

Sepanjang dua kilometer, Ganjar mengonthel bersama istrinya Siti Atikoh. Warga desa Keleng mengikuti di belakang. Saat ngonthel itu beberapa warga meneriaki meminta Ganjar untuk memperbaiki jalan tersebut.

Dalam dialog dengan warga, Ganjar menyebut jika kades setempat sudah menghadap dirinya beberapa waktu lalu. Karena jalan tersebut kewenangan kabupaten, maka ia meminta usulan diajukan ke bupati Cilacap.

“Usulan sudah disampaikan, saya minta kabupaten menindaklanjuti, mampunya berapa, sisanya provinsi yang kasih bantuan keuangan,” ujarnya.

Sebelum ke desa ini, Ganjar juga mnenggelar silaturahmi di Kantor DPC PDIP Cilacap. Dalam dialog ini dibahas mengenai industri jamu yang menjadi gantungan hidup warga Cilacap.

Ganjar mengatakan, industri jamu di Cilacap harus didorong agar mampu tumbuh menjadi sentra ekonomi yang produktif. Saat ini, meski terus berproduksi tapi standarisasi jamu Cilacap harus ditingkatkan.

Saat ini yang terpenting adalah melakukan pendataan terhadap pelaku usaha jamu. “Dari data tersebut, bisa diketahui masalah yang ada, petakan persoalan. Selanjutnya, pendaftaran ulang ini pengusaha yang eksis, ini yang biasa, ini yang butuh bantuan. Dari situ kan dilakukan pembinaan,” terangnya.

Editor : Ali Muntoha

Berkunjung ke Ponpes Alhamdulillah Rembang, Gus Yasin Tak Minta, Tapi Minta Ini

MuriaNewsCom, Rembang – Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin melakukan kunjungan ke komplek makam Mbah Syahid di Pondok Pesantren Alhamdulillah, Kemadu, Sulang, Kabupaten Rembang, Minggu (25/3/2018).

Di sana pria yang akrab disapa Gus Yasin bertemu dengan seratusan orang yang sedang melaksanakan suluk iktikaf selama 10 hari. Mereka terdiri atas perempuan dan pria paruh baya yang melaksanakan suluk iktikaf selama 10 hari. Selama itu, para peziarah beribadah dengan khusyuk mulai dari puasa hingga membaca Alquran.

“Pertemuan menika sonten (sore ini) kita syukuri, semoga dapat rahmat dan barokah,” kata Yasin.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengenalkan dirinya sebagai calon wakil Gubernur Jawa Tengah yang mendampingi Ganjar Pranowo. Tapi, ia tidak meminta para jemaah memilihnya, melainkan para jemaah harus mendekatkan diri pada ulama.

“Saya minta jenengan (kalian), ngajak tetangganya disuruh dekat dengan kiai dan ulama,” kata politisi PPP itu.

Ia menjelaskan, Nabi Muhammad SAW pernah bersabda akan datang kaum yang lari dari ulama. Kaum itu akan mendapat tiga musibah yaitu, pertama berusaha seperti apapun, rezeki tidak akan barokah. Nomor dua akan dipimpin orang yang dzalim. Dan, terakhir, matinya tidak akan dianggap sebagai orang islam.

Almarhum KH Syahid adalah ulama kharismatik pada masanya dan murid dari kakek Gus Yasin.  Selain ziarah, Gus Yasin juga bersilaturrahim ke kediaman  KH Najib Leran di  Sluke, KH Ahmad Najib (Rois JATMAn Syu’biyyah), Kh Mundzir bin Khoiri Gegersimo, KH Hazhim Mabrur Asawahan R dan  sejumlah ulama lain di Kabupaten Rembang.

Editor: Supriyadi

Ganjar Geram Uluran Salamnya Ditolak PPD Jepara 

MuriaNewsCom, Jepara – Calon Gubernur Jateng Ganjar Pranowo geram karena uluran salam tangannya ditolak oleh seorang anggota PPD (Panitia Pengawas Desa) Jobokuto, Kecamatan Kota Jepara. Hal itu terjadi saat dirinya berkunjung ke Pasar Jepara Satu, Minggu (18/3/2018).

Pantauan MuriaNewsCom, insiden itu terjadi ketika Ganjar hendak melangkahkan kaki ke area pasar. Saat itu ada beberapa warga yang mengerubungi Ganjar hendak bersalaman. Di antara kerumunan, Anggota PPD Jobokuto Mashardi juga ada untuk melaksanakan tugas pengawasan.

Saat cagub nomor urut satu itu hendak menyalami petugas panwas tersebut, yang bersangkutan malah menolaknya.

Sampeyan jangan seperti ini wong Jawa lho. Ini kan jaga silaturahmi saja kok gak mau. Gak enak lho ini, sampeyan  tegur saya saja tidak apa-apa. Nanti saya telepon Bawaslu,” ucap Ganjar.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, dirinya tak mau pilgub di Jateng menjadi ajang yang seram. Dirinya mengaku lebih baik dilarang secara terbuka atau dilarang dari awal.

“Ini sudah dua kali, sebelumnya makan saja diawasi. Jangan-jangan nanti saya mandi juga diikuti. Bahkan saya kaget, saya ajak salaman saja tak mau. Jangan sampai nilai-nilai kultur hancur karena pilkada,” ungkapnya.

Ditemui sehabis insiden, Mashardi tak banyak berkata. Namun menurutnya, hal itu (menolak salaman) merupakan bagian dari tugasnya.

“Saya kalau menjawab (klarifikasi) tak bisa, karena bukan wewenang saya. Nanti saja konfirmasi (Ketua) Panwaslu saja. Namun kalau saya pribadi sih tidak apa-apa kalau diajak salaman. Tapi ini kan sedang tugas,” jelasnya.

Terpisah, Ketua Panwaslu Jepara Arifin mengatakan, tidak ada instruksi khusus yang melarang bersalaman dengan cagub. Akan tetapi, dirinya menyebut hal itu (menolak salaman), sebagai bentuk kehati-hatian.

“Itu merupakan bentuk kehati-hatian dari teman-teman panwas, agar tak dianggap subyektifitas. Tidak ada instruksi, hanya saja memang perlu menjaga sikap dan perilaku. Kita berhati-hati karena sekarang memasuki masa pilkada, menjaga sikap di mata orang lain,” jelas dia.

Ia berkata, permasalahan itu telah rampung karena pihaknya telah menjelaskannya kepada Ganjar Pranowo. “Saya juga telah membicarakannya dengan calon (Ganjar) dan permasalahan itu sudah selesai,” sebut Arifin.

Editor : Ali Muntoha

Tulis Ganjar Jadi Tersangka E-KTP, 4 Media Online Dilaporkan ke Polda Jateng

MuriaNewsCom, Semarang – Relawan Dulur Ganjar melaporkan empat media online ke Polda Jawa Tengah, Sabtu (17/3/2018). Empat media online itu dilaporkan lantaran dituding menulis berita hoax yang menggiring opini Ganjar Pranowo akan dijadikan tersangka korupsi E-KTP.

Laporan dilakukan oleh Ketua Dulur Ganjar, Wisnu Brata ke SPKT Polda Jateng. Empat media yang dilaporkan yakni, Pantau.com, Islamedia.Faith, Warta Riau, dan Tajuk.co.id.

Empat media online tersebut menulis judul sama persis “Jumat Keramat,  Hari Ini KPK Tetapkan Ganjar Pranowo Sebagai Tersangka?”. Tidak hanya judul yang sama persis,  seluruh kalimat pada isi berita bahkan tanda baca sama persis.

“Hari ini, yang media Tajuk sudah tidak bisa diakses lagi, sudah ditutup,” jelasnya di Mapolda Jateng.

Pemberitaan di media tersebut dinilainya merugikan Ganjar Pranowo sebagai calon gubernur. Menurut dia, meski judul diakhiri tanda tanya, namun tidak mengurangi indikasi bahwa tujuan pemberitaan itu untuk menggalang opini negatif terhadap Ganjar.

“Fakta adanya judul dan isi berita yang sama persis, bahkan di bagian akhir ada typo yang juga sama, mengindikasikan media-media ini digerakkan oleh pihak tertentu,” ujarnya.

Menurut dia, artikel di empat media itu isinya sama persis. Yakni mengutip pernyataan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Raharjo, terntang adanya calon kepala daerah yang akan ditetapkan jadi tersangka.

Sementara hingga saat ini, KPK belum mengumumkan siapa calon kepala daerah yang ditetapkan sebagai tersangka. “Faktanya, KPK tidak menyebut dan mengumumkan nama-nama tersangka tersebut. Ini sungguh hoax dan tidak benar itu,” tegas Wisnu.

Karena dianggap menulis berita hoax, pihaknya menganggap tak perlu melakukan sanggah, hak jawab atau somasi ke kantor media tersebut, dan langsung melaporkan ke polisi.

Wisnu mengatakan, sudah dua kali melapor ke SPKT Polda Jateng terkait hoax. Pertama, akun twitter @Ganjar2Periode yang isinya menyerang kompetitor Ganjar, Sudirman Said dengan isu SARA.

Kepala SPKT Polda Jateng, AKBP Agung Aris mengatakan kepolisian akan mendalami laporan tersebut.

Editor : Ali Muntoha

Ganjar : Sudah Banyak PNS yang Saya Pecat Karena Jadi Calo dan Pungli

MuriaNewsCom, Semarang – Calon Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo memastikan akan terus menjalankan pemerintahan yang bersih dan transparan. Sistem yang telah dibentuknya bersama Heru Sudjatmoko (wakil gubernur) untuk bersikap tegas terhadap oknum pegawai yang melakukan kecurangan dan pungli akan dilanjutkan.

“Saya sudah meletakkam fondasi dengan Ganjar Heru. Yang diharapkan masyarakat pemerintah bersih, mboten korupsi mboten ngapusi kita laksanakan,” katanya.

Selama memimpin Jawa Tengah, Ganjar menyebut telah membangun birokrasi dengan mereformasi berbagai bidang. Pertama kali yang ia sentuh adalah jembatan timbang yang banyak menuai protes karena pungutan liar. Kedua pada proses rekrutmen dan promosi pegawai Pemprov Jateng.

“Sudah banyak PNS yang saya krek (pecat) karena jadi calo CPNS, pungli Samsat, dan jembatan timbang. Saya tidak kompromi, terbukti langsung krek,” ujarnya.

Menurut dia, pembenahan birokrasi menghasilkan mental pegawai yang bersih dari keinginan mengambil keuntungan pribadi. Maka proyek-proyek pemerintah pun bersih dari setoran.

Oleh karenanya, Ganjar meminta tim sukses dan relawan untuk menyosialisasikan program-program unggulan mereka.

Sejumlah proyek pemprov yang terwujud, tak luput dari bagian yang harus disosialisasikan. Di antaranya pembangunan jalan provinsi 1000 kilometer,  renovasi Stadion Jatidiri Semarang, ratusan embung untuk pengairan pertanian, dan revitalisasi pasar-pasar tradisional dari bantuan keuangan pemprov.

Ada juga berbagai proyek pemerintah pusat yang berasal dari usulan Pemprov Jateng. Seperti Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, Bandara Jenderal Sudirman Purbalingga, Bandara Ngloram Blora serta Jalan tol Semarang Demak sekaligus tanggul laut yang tahun ini mulai pembangunan.

“Insyaallah rob dan banjir di Semarang akan selesai jika tanggul laut dan kolam retensi yang ada bisa beroperasi,” harap Ganjar.

Dalam menyosialisasikan program, Ganjar meminta relawan bergerak baik secara tatap muka langsung maupun lewat media sosial. “Kalau serangan ke kita banyak fitnah dan hoax, jangan diladeni dengan fitnah juga, kita lawan dengan data, sampaikan apa yang sudah kita lakukan,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Buya Safii Titip Program Pertanian Organik Pada Ganjar

MuriaNewsCom, Yogyakarta – Calon Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bersilaturahmi dengan Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Buya Syafii Maarif, Rabu (13/3/2018). Ganjar mendapatkan titipan beberapa program, salah satunya pertanian organik.

Ganjar diterima Buya di Gedung Graha Suara Muhammadiyah di Jalan KH Ahmad Dahlan, Yogyakarta. Keduanya berbincang empat mata selama satu jam kemudian membuka konferensi pers dengan wartawan di lantai 3 gedung tersebut.

Ganjar menyampaikan, bersama Buya membicarakan banyak hal, salah satunya tentang program pertanian.

“Tadi lebih banyak diskusi soal pertaniam tadi yang seru, bagaimana politik pertanian kita digeser ke organic, sehingga lebih baik,” katanya dalam rilis yang diterima MuriaNewsCom.

Selain pertanian, Buya meminta Ganjar merancang program yang realistis alias tidak mengada-ada. Program-program tersebut harus mampu diwujudkan untuk melayani rakyat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Beliau beri masukan kasih program yang realistis. Beliau kasih contoh pertanian organik dan saya cerita program akses modal kredit murah yang sekarang sudah ada 15.000 nasabah sehingga mendorong usaha kecil dan mikro lebih mandiri,” ujarnya.

Disinggung soal peta politik Pilgub Jateng, Ganjar menyatakan sejauh ini masih berjalan sesuai harapan masyarakat. Meski sedang berada di tahun politik namun situasi sosial masih relatif adem.

“Jateng relatif adem relatif ayem, kami para pasangan calon menjaga ini terus menerus. Kita tunjukkan tidak ada bermusuhan seolah olah baku tinjau, ini suasana Jateng banget yang menghormati unggah ungguh,” ujarnya.

Justru pertarungan panas tercipta di dunia maya dengan beredarnya hoax dan fitnah dari akun-akun anonim. Ganjar meminta penegak hukum menindak tegas.

“Yang sulit menjaga di sini (handphone), banyak yang anonim fitnah dan lain-lain. Maka kita harus kasih hukuman sosial, karena harusnya berita itu tabayun dan klarifikasi dulu,” tegasnya.

Buya sendiri memuji kepemimpinan Ganjar di periode pertama yang menurutnya sudah oke.

Terkait ujaran kebencian, Buya menganalogikan seperti buih dan air. Berita hoax adalah buih yang umurnya tidak akan panjang.

“Hoax itu menzalimi diri sendiri, dalam Al- Quran itu ada perbandingan buih dan air. Hoax itu buih umurnya tidak lama, air itu lambang kebenaran, yang menyebar-nyebar fitnah nanti akan malu sendiri,” tandas penulis buku ‘Islam dan Masalah Kenegaraan’ itu.

Editor : Ali Muntoha

Sering Diserang Sudirman Soal Kartu Tani, Begini Jawaban Ganjar

MuriaNewsCom, Pemalang – Calon Gubernur Jateng Sudirman Said sering menyebut jika program Kartu Tani menyusahkan petani. Bahkan mantan Menteri ESDM ini bereencana merombak program andalan cagub petahana Ganjar Pranowo tersebut.

Salah satu alasan yang disebut Sudirman Said yakni program Kartu Tani justru membuat petani kesulitan untuk mendapatkan atau menebus pupuk bersubsidi.

Namun Ganjar Pranowo punya pendapat lain. Ganjar menyebut jika susahnya petani mendapatkan pupuk bersubsidi bukan karena Kartu Tani, melainkan karena alokasi pupuk dari pemerintah pusat ke Jateng yang kurang.

Senin (12/3/2018) hari ini, Ganjar mengunjungi sejumlah kios pengecer pupuk di Pemalang. Dalam kunjungan itu, para pemilik kios menyebut jika pembelian pupuk dengan kartu tani tidak sulit.

Bagi petani yang sudah memiliki Kartu Tani, pembelian bisa dengan uang cash. Petani tidak perlu memiliki tabungan di bank. Bagi yang belum memiliki kartu pun tetap bisa membeli dengan membawa KTP dan SPPT lahan yang digarap.

Justru kesulitan pengecer karena suplai pupuk dari pabrik sangat kurang. Akibatnya para petani tidak bisa mendapatkan pupuk sesuai kebutuhan. “Ya akhirnya harus dibagi-bagi sesuai yang ada,” kata Siti Lestari, pemilik kios Sugeng Tani di Pasar Kalimas, Pemalang.

Hal yang sama diungkapkan Roimah, pemilik kios Muliana Tani, Desa Kejene, Randudongkal, Pemalang.

“Kalau petani sawah tidak ada masalah dengan Kartu Tani, semua bisa membeli meski stoknya terbatas, cuma petani jagung yang belum mendapat karena usulan RDKK belum ada,” katanya.

Ganjar kemudian menelepon beberapa pejabat di Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jateng. Ia mendapatkan informasi bahwa alokasi pupuk dari Kementerian Pertanian tidak sesuai Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) petani.

Sebagai contoh, pupuk urea cuma turun 90 persen dari RDKK, SP-36 malah hanya sekitar 48 persen. Begitu juga dengan NPK Phonska dan ZA yang turunnya jauh lebih kecil dari RDKK.

Baca juga: 

Dari informasi tersebut, Ganjar menelepon Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Suara Amran bisa didengar seluruh petani dan pengecer karena di-loudspeaker.

Ganjar menyampaikan alokasi pupuk yang kurang. Selain itu juga perihal pupuk untuk petani jagung yang belum ada jatahnya.

Dalam sambungan telepon itu. Amran mengatakan akan menambah suplai pupuk di Jateng. Ia bahkan langsung menghubungi pimpinan pabrik pupuk, agar segera datang ke Pemalang menyelesaikan masalah tersebut. “Saya sudah telepon dirutnya, besok segera datang ke Pemalang pak gub,” kata Amran.

Kepada wartawan, Ganjar mengatakan, persoalan Kartu Tani saat ini telah dipolitisasi sehingga seolah-olah menyusahkan petani. Padahal di lapangan, fakta sebenarnya tidak seperti itu.

“Bahwa masih dibutuhkan waktu untuk penyesuaian, ya. Tapi kesulitan pupuk rupanya lebih dikarenakan kurangnya suplai yang dikirim dari pabrik,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Ini Tiga Modal Ganjar Entaskan Kemiskinan di Jawa Tengah

MuriaNewsCom, Semarang – Calon Gubernur Jawa Tengah (petahana) Ganjar Pranowo mengungkap tiga jurus atau modal untuk mengentaskan kemiskinan di provinsi ini. Tiga jurus ini disebut telah melalui kajian yang mendalam oleh para ahli.

Tiga skema yang ditawarkan Ganjar untuk mengentaskan kemiskinan yakni program pemberdayaan masyarakat untuk menciptakan produk, kemudahan akses modal, dan pendampingan pemasaran.

“Maka kita gencarkan pelatihan-pelatihan agar masyarakat terampil. Silahkan memilih minat mau membuat kerupuk, mengolah hasil pertanian, perikanan, atau peternakan, kita buka luas,” katanya.

Kemudahan akses modal selama ini sudah bergulir dengan kredit Bank Jateng. Bunga tujuh persen dan tanpa jaminan merupakan yang pertama di Indonesia. Belakangan Presiden Jokowi mengadopsi dengan menurunkan bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari 9 persen ke 7 persen.

“Pemasaran kita buat online dengan regopantes.com, sehingga petani tidak perlu lewati sembilan perantara, tapi bisa menjual langsung ke konsumen dan untungnya lebih banyak,” ujarnya.

Sedangkan untuk warga lanjut usia yang tidak produktif, Ganjar punya program Kartu Jateng Sejahtera. Setiap warga pemegang KJS ini mendapatkan bantuan Rp 250 ribu perbulan. Program ini sudah berjalan sejak 2017 dengan penerima manfaat 12 ribu orang lebih per tahunnya.

Ganjar juga berbicara tentang peternakan. Menurut dia, saat ini Jateng sudah mampu surplus pangan, terutama untuk sumber pangan hewani. Namun masih diperlukan skema bisnis yang menjamin kesejahteraan peternak dan otomatis meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi ternak.

Salah satu bisnis yang bisa dikembangkan adalah pabrik pakan ternak mini. “Pakan ternak juga masih kekurangan banyak, apalagi bahan baku banyak yang masih impor. Maka saya mendorong untuk lebih gunakan lokal dan dikelola kelompok-kelompok peternak,” terangnya.

Ganjar juga sedang mengkaji untuk menjadikan unggas sebagai sandaran ekonomi warga miskin.  Misalnya dengan memberikan satu kepala keluarga miskin sebanyak lima hingga sepuluh ekor ayam petelur.

Selain untuk mencukupi kebutuhan konsumsi keluarga, bila dibudidayakan secara baik, produksi telur nantinya bisa dijual. Untuk program ini, pihaknya terus mendorong agar bantuan dari berbagai pihak, semisal CSR, bisa terealisasi. “Tugas di hulu adalah menyediakan bibit unggul yang bagus‎,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Sambil Gowes Ganjar Tinjau dan Selfie di Proyek Penanggulanan Banjir dan Rob

MuriaNewsCom, Semarang – Penanganan banjir dan rob di Kota Semarang menjadi salah satu prioritas Ganjar Pranowo jika kembali menjadi gubernur Jateng di periode kedua. Kamis (8/3/2018) pagi Ganjar gowes sambil memantau progres pekerjaan normalisasi Kanal Banjir Timur (KBT) dan Kolam Retensi Kaligawe (KRK).

Bersama istrinya Siti Atikoh dan Komunitas Sepeda Samba. Ia juga beberapa kali mengambil foto dan selfie dan mengambil video di lokasi yang dikunjungi. Ia menyambangi Jalan Sawah Besar dan berhenti di pertigaan menuju Pasar Waru.

Nampak persiapan normalisasi KBT sudah dimulai dengan pembebasan bantaran sungai dari bangunan. Sebagian kios-kios pedagang kaki lima dan rumah mulai kosong. Jembatan kayu yang menghubungkan Jalan Sawah Besar dan Jalan Barito sudah ditutup.

Melihat Ganjar, beberapa warga setempat mendekat. “Kios PKL dan rumah-rumah di Kelurahan Sawah Besar sudah mulai pindah. Tapi yang Kelurahan Kaligawe belum,” tutur Slamet Untung (61) warga setempat kepada Ganjar.

Sedangkan proyek kolam retensi di area Rusunawa Kaligawe sudah hampir selesai. Menurut Agung Pusmargiono, Mandor Proyek, saat ini pekerjaan sedang dikebut dengan target Agustus tahun ini.

“Sekarang ini penyelesaian pintu air, kolam retensi ini akan membantu menyedot air yang biasanya bikin banjir di Kaligawe. Air kaligawe akan disedot lalu dialirkan ke KBT,” kata Agung.

Satu lagi kolam retensi yang sedang dibangun di Banjardowo, Genuk. Kolam ini akan menyedot air rob dan banjir di sekitar Genuk untuk dialirkan ke Kali Babon.

Dari KRK, gowes berlanjut ke Jalan Kaligawe Raya dan Genuk. Ganjar mengaku puas genangan air sudah surut. Sebelumnya banjir di Kaligawe dan Genuk berlangsung lebih dari sebulan. Genangan dan jalan rusak membuat macet menjadi santapan sehari-hari pengguna jalan.

Sebelumnya Ganjar telah meminta bantuan lima pompa air dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk menyelesaikan banjir di kawasan ini.

“Saya menerima banyak aduan terkait banjir di Kaligawe. Dan saya sudah ngomong ke Kementerian PUPR dan direspon cepat dengan mengirim lima pompa berkapasitas besar sebagai solusi jangka pendek,” ujarnya.

Masing-masing pompa air itu mampu menyedot 160 liter per detik hingga 250 liter per detik. Kelimanya sudah dipasang di hilir Sungai Sringin, Sungai Babon, Terminal Terboyo, dan sekitar Mapolsek Genuk.

Dalam tinjauan, Ganjar sempat mengunjungi beberapa rumah yang rusak parah akibat terendam air di RT 4 RW 1 Kampung Kisiksari Kelurahan Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara.

Menurut Ganjar, penanggulangan rob dan banjir di Semarang butuh waktu, karena saat ini satu persatu proyek sedang dikerjakan. Selain normalisasi KBT dan kolam retensi, akan dibangun tanggul laut di sepanjang pesisir Semarang hingga Demak.

Tanggul yang difungsikan juga sebagai jalan tol tersebut akan membendung air rob agar tidak masuk ke daratan.

“Jika semua perangkat sudah bekerja, mulai dari tanggul, pompa, dan kolam retensi, Insya Allah kalau hujan besar genangan air cepat surutnya, tidak sempat jadi banjir,” ujarnya.

Editor : Ali Muntoha

Sering Terabaikan, Ganjar Bakal Beri Perhatian Khusus Pada Guru Ngaji

MuriaNewsCom, Magelang – Calon gubernur Jateng Ganjar Pranowo bertemu dengan KH Machin Chudlori di Ponpes Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo, Selasa (6/3/2018) malam. Dalam pertemuan itu keduanya membahas tentang kesejahteraan guru ngaji.

Pasalnya keberadaan guru ngaji sering terlupakan oleh pemerintah. Padahal jumlahnya dan kontribusinya terhadap pendidikan karakter sangat besar.

Gus Machin yang merupakan kakak kandung KH Yusuf Chudlori (Gus Yusuf), Ketua DPW PKB Jateng itu menyebut, selama ini para guru ngaji itu kurang mendapat perhatian pemerintah.

Hal ini karena mereka bukan guru yang mengajar di Taman Pendidikan Alquran (TPQ) sehingga tidak terdaftar di Kementerian Agama (Kemenag). “Saya mengelola guru ngaji sekitar 700-an, cukup banyak mereka ini mengajar dari rumah ke rumah hingga pelosok, ” katanya.

Meski keberadaannya sangat penting, namun belum tersentuh kepedulian pemerintah. Untuk operasional dan pembelian fasilitas pengajaran harus merogoh kantong sendiri.

“Mengajarnya ada yang di ruang tamu atau tempat seadanya. Terkadang mereka harus beli Al-Quran sendiri, mereka sangat kurang perhatian,” ujar Gus Machin.

Mendengar curhat tersebut, Ganjar mempunyai gagasan untuk melakukan pendataan terhadap guru ngaji seperti yang dimaksudkan oleh Gus Machid. “Setelah didata, teman-teman guru ngaji itu dibuatkan suatu kelompok atau lembaga,” kata Ganjar.

Setelah terbentuk lembaga nantinya, menurut dia, bisa dibuatkan suatu regulasi untuk membantu, sekaligus memberikan berbagai bekal pelatihan kepada guru ngaji.

”Bantuan tidak hanya dari pemerintah, kami nanti bisa hubungkan kepada perusahaan-perusahaan untuk mendapatkan CSR (Corporate Social Responsibility),” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Kakek Ini Wadul Ganjar Karena Mau Diusir dari Rusunawa

MuriaNewsCom, Tegal – Seorang kakek bernama Karno (73) mengadu kepada Calon Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, karena mau diusir dari tempat tinggalnya di Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Kraton, di Jalan Sipelem, Kelurahan Kraton, Tegal Barat.

Kakek yang tinggal seorang diri itu tak mau diusir pengurus rusunawa, karena tak bisa membayar sewa. Selama ini angsuran rusunawa ditanggung oleh anaknya, namun ketika anaknya kena PHK, sudah tak ada lagi yang membayar uang sewa untuk timpat tinggalnya.

“Pak Ganjar, pak, tolong, saya mau diusir dari rusunawa,” kata kakek itu sembari membawa secarik kertas dan menunjukkannya pada Ganjar, Minggu (4/3/2018).

Ia tak tahu harus tinggal di mana jika diusir. Karno tak punya rumah lain, harta benda juga tak ada.

Karno mengatakan, dirinya tiga tahun menempati rusunawa tersebut. Biasanya uang sewa dibayar oleh anaknya. Namun setelah sang anak diberhentikan dari pekerjaannya, suplai uang sewa Karno praktis berhenti.

Terhitung Karno tak lagi bisa membayar uang sewa sejak Juli 2016 hingga sekarang. “Total tunggakan ya kira-kira ada kalau Rp 5 juta,” kata Karno.

Ganjar kemudian memanggil pengurus rusunawa dan memastikan tunggakan sewa rumah Karno akan ia tanggung. “Bapak tidak perlu khawatir, hari ini saya selesaikan administrasinya,” kata Ganjar.

Ganjar menyatakan, persoalan yang dialami Karno banyak sekali di Jateng. Untuk itu lah pada periode pertama kepemimpinannya di Jateng menerbitkan Kartu Jateng Sejahtera.

Pemegang kartu berhak menerima uang santunan sebesar Rp 250 ribu per bulan. Dalam setahun, warga yang menerima KJS lebih dari 12 ribu jiwa.

”Nah, yang seperti Pak Karno ini harus kita data. Pak Karno termasuk golongan warga yang tidak mampu maka harus mendapatkan jaminan. Pendataan harus terus kita update terus menerus supaya persoalan-persoalan yang tidak dialami oleh Pak Karno tidak terjadi lagi,” ujarnya.

Ganjar juga sempat memeriksa kondisi rusunawa. Menurutnya, Rusunawa Kraton perlu memperbaiki perawatan dan sistem pengelolaannya.

“Saya ingin memastikan rusunawa-rusunawa di Jawa Tengah itu layak huni. Apalah butuh bantuan pemerintah untuk pengelolaan dan perawatannya, maka saya siap mengusahakannya. Mari kita jaga kebersihan dan ketertiban di lingkungan rusunawa bersama-sama,” terang Ganjar.

Editor : Ali Muntoha

Ganjar Bakal Genjot Industri Lokal Ramah Lingkungan

MuriaNewsCom, Semarang – Industri lokal Jawa Tengah semakin menunjukkan taringnya dengan munculnya produk-produk baru dengan teknologi maju. Keberadaan mereka akan difasilitasi untuk mendukung kemajuan di sektor lain seperti pertanian dan usaha kecil mikro dan menengah (UMKM). 

Pernyataan tersebut disampaikan Calon Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ketika melakukan kunjungan ke pabrik handphone Evercross dan pabrik sepeda motor Viar di kawasan industri BSB Semarang, Jumat (2/3/2018). 

Ganjar menilai industri dalam negeri, terutama yang ada di Jawa Tengah, tidak kalah dengan produksi luar negeri. Bahkan inovasi yang dikembangkan mampu menjawab tantangan zaman, seperti transportasi hemat energi. Dia mencontohkan sepeda motor listrik buatan Viar yang ramah lingkungan. 

“Sepeda motor listrik sudah mantap dengan masa pakai delapan jam. Jadi kalau energinya habis ya tinggal dicharger. Selain itu enggak ada suaranya, jadi tidak bising dan tidak membuat polusi,” kata Ganjar.

Produk yang lain pun, sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Sepeda motor roda tiga buatan Viar bisa dimanfaatkan untuk segala keperluan dan niaga. Sehingga dengan harga yang terjangkau, mampu menggerakkan perekonomian masyarakat.

Ganjar mengaku bangga karena kesadaran pelaku usaha untuk menciptakan produk ramah lingkungan dan green energy terus tumbuh.

“Ini kan sudah paparan dua kali dengan saya. Ya pemerintah harus mendorong dan memfasilitasi pengusaha yang mendukung terciptanya industri merah putih, industri yang berpihak pada kepentingan semuanya,” tegas Ganjar.

Dia berharap setelah memproduksi sepeda motor listrik, dapat dikembangkan pembuatan mobil listrik.

Selain motor listrik, Ganjar juga sempat mencoba beberapa model motor Viar. Ia juga mengapresiasi mobil penyapu jalan yang merupakan produk terbaru perusahaan ini.

“Ini bisa menyapu sekaligus menyedot sampah di jalan, bisa dipakai pemerintah kabupaten kota di seluruh Jateng sehingga kotanya bersih dan indah,”  katanya. 

Sementara Husni, GM PT Triangle Motorindo selaku produsen Viar mengungkapkan, seluruh kendaraan yang dibuat menggunakan konten lokal antara 20 sampai 40 persen.

“Kita terus fokus untuk penggunaan material dalam negeri dalam produksi 16 tipe kendaraan yang ada,” terangnya.

Namun karena ada material yang tidak diproduksi di dalam negeri, atau jika pun ada kualitas kurang memadai, maka pabrik menggunakan sparepart buatan luar negeri. 

Husni menyampaikan produk yang paling diminati adalah sepeda motor roda tiga. Dalam sebulan, setidaknya laku hingga 2000 unit.

“Di pangsa pasar sepeda motor roda tiga, pesaing tidak terlalu ramai. Sementara kalau di penjualan trail, kita harus bekerja keras dan terus melakukan inovasi terhadap produk,” paparnya.

Editor : Ali Muntoha

Keluhkan HET Bawang, Petani Temanggung Wadul Ganjar

MuriaNewsCom, Temanggung – Petani bawang putih di Desa Petarangan, Kecamatan Kledung Kabupaten Temanggung resah dengan Surat Edaran (SE) Dirjen Pertanian dan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan). Pasalnya, SE tersebut di dalamnya mengatur tentang adanya harga harga eceran tertinggi (HET) bawang putih.

Ini diketahui ketika Calon Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengunjungi petani bawang putih di Temanggung, Selasa (27/2/2019).

Anggota kelompok tani Al Fata Temanggung, Tarif mengatakan harga jual bawang putih saat ini berkisar Rp 20 ribu untuk jual basah dan Rp 25 ribu untuk jual kering. Sementara untuk modal beli bibit, Rp 80 ribu per kilogram.

“Untuk lahan seluas satu hektare, dibutuhkan antara 2 sampai 2,5 kuintal bibit. Jadi kalau harga diatur, petani tidak akan untung,” ucapnya, saat bertemu Ganjar.

Tarif mengatakan, dengan kondisi tersebut untuk mendapatkan break event point (BEP) atau balik modal, harga pascapanen harus minimal Rp 14 ribu. Oleh karenanya, petani meminta Ganjar agar menghubungi pemerintah pusat untuk mengevaluasi aturan tersebut.

“Kami berharap Pak Ganjar untuk menyampaikan ke pusat agar surat tersebut dievaluasi lagi. Kami bertani tidak untuk rugi, seharusnya pemerintah melindungi petani,” pintanya.

Selain itu, lanjutnya, petani di Temanggung juga sepakat menolak kebijakan impor bawang putih. Tarif menyatakan produksi bawang putih dari dalam negeri sudah mampu mencukupi kebutuhan konsumen.

“Petani kita mampu. Hasil panen cukup bagus dan melimpah, jadi tidak perlu ada impor,” ucap Tarif.

Menanggapi keluhan petani tersebut, Ganjar menyatakan akan menyampaikan ke Menteri Pertanian Andi Amran Sulaeman.

“Kalau melihat kondisi saat ini, dengan harga maksimal Rp 11 ribu sesuai surat edaran tersebut tentu petani belum untung. BEP-nya kan kisaran Rp 14 ribu,” paparnya.

Ditambahkan, selain perlindungan mengenai harga, petani juga harus diperhatikan pasca panen.

“Kita berharap petani menjual kering karena harganya lebih tinggi. Petani juga harus diajarkan untuk berjualan secara online agar bertemu langsung dengan pembeli, sehingga harganya bagus dan yang penting petani untung,” terang Ganjar.

Editor : Ali Muntoha

Ganjar dan Sudirman Sama-sama ’Mikir’ Korban Longsor Brebes, Ini yang Mereka Lakukan

MuriaNewsCom, Brebes – Bencana longsor yang terjadi di Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, yang menimbun puluhan warga menarik perhatian dua calon gubernur dalam Pilgub Jateng 2018, Ganjar Pranowo dan Sudirman Said. Keduanya memberi perhatian khusus terhadap bencana ini.

Sudirman Said, bahkan Jumat (23/2/2018) mengunjungi tempat pengungsian di Desa Windusakti, Kecamatan Salem, sekitar pukul 23.00 WIB. Sejak pukul 19.00 Sudirman dan rombongan sudah tiba Salem. Namun tertahan di Desa Gunung Larang, karena adanya kendaraan berat yang terhambat akibat sempitnya jalan.

”Di tempat pengungsian ini, ada sekitar 800 warga. Mereka berasal dari Desa Capar, Salem. Di Desa Pasir Panjang juga ada pengungsi, kami doakan warga disini tetap sehat selalu,” katanya.

Ia menyatakan, kehadirannya ke lokasi pengungsian adalah sebagai warga Brebes yang ikut merasakan duka mendalam atas bencana yang menimpa warga Brebes. Karenanya ketika ada warga yang meneriakkan namanya, Sudirman menukas. “Kampanyenya nanti saja!,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu Pak Dirman sempat berdialog dengan pengungsi yang ditampung di Balai Desa Windusakti, serta aparat desa.

Melihat banyaknya terjadi bencana Pak Dirman menyatakan, pentingnya pembangunan berwawasan lingkungan. Lingkungan harus dijaga, hutan jangan digunduli agar banjir dan tanah longsor bisa dicegah sejak dini

Sementara Ganjar Pranowo meski tengah cuti sebagai gubernur Jateng untuk mengikuti kampanye, ternyata tak bisa tinggal diam mendengar ada bencana itu. Ia tetap memantau situasi bencana di beberapa daerah di Jawa Tengah.

Ganjar secara aktif memonitor dan mengirim beberapa petunjuk penanganan kepada BPBD dan stakeholder. Meskipun saat ini Ganjar tengah berada di Bali untuk mengikuti rapat kerja nasional (rakernas).

“Saya kan posisi cuti, jadi sifatnya bukan memerintah atau menyuruh. Posisi saya sebagai warga jadi ya dalam hal ini memohon atau meminta kepada pihak terkait untuk menangani begitu ya,” kata Ganjar, saat dihubungi wartawan melalui sambungan telepon, Sabtu (22/2/2018).

Baca juga : 

Ia mengatakan, sudah meminta BPBD untuk melakukan penanganan sesuai sistem penanggulangan bencana yang telah ia buat. Ia pun mendapat laporan penanganan rutin setiap hari.

“Sejauh ini sistem berjalan baik, ketika Brebes terjadi bencana maka BPBD kabupaten sekitarnya otomatis turun membantu,” katanya.

Ganjar juga telah berkoordinasi dengan para bupati yang daerahnya terdapat bencana. Bukan hanya Brebes, namun juga Banjarnegara, Purbalingga, Kudus, dan Demak.

“Saya maunya segera ke Brebes, tapi saya tidak ingin dikira memanfaatkan atau pencitraan. Karena yang penting sekarang ini adalah penanganan korban dan koordinasi dan distribusi logistik,” jelasnya.

Dari informasi yang ia dapatkan, diketahui total korban meninggal per hari ini delapan orang. Sementara luka berat 1 orang, luka ringan 12 orang, dan masih hilang 13 orang. Selain itu banjir di Losari mengakibatkan 3 orang meninggal dunia.

Ia menyebut, untuk para korban meninggal, Pemprov Jateng memberi santuan Rp 10 juta per orang. Sedangkan untuk luka berat diberi santunan Rp 7,5 juta. Saat ini realisasi santunan menunggu pengajuan tertulis dari kabupaten.

“Untuk logistik sudah cukup, BPBD sudah mengirim lima kali ke Brebes. Bantuan gubernur sudah diserahkan Rp 50 juta, hari ini bantuan BNPB turun Rp 300 juta. Karung-karung juga sudah dikirimkan 10 ribu karung,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Cerita Ganjar Sering Diperingatkan Panwas, Responnya Mengejutkan

MuriaNewsCom, Semarang – Calon Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, ternyata sering diperingatkan panwaslu saat berkeliling ke berbagai daerah selama masa kampanye Pilgub Jateng 2018.

Ganjar mengaku setiap kali ia mendatangi suatu tempat, sudah ada personel panwas yang mengawasi kegiataanya. Dan beberapa kali, personel panwas itu memberi peringatan agar tak menyalahi batasan dalam kampanye.

Ia mencontohkan, saat berkeliling di Jepara ia didatangi petugas panwas dan diperingatkan. Begitu juga ketika ia mendatangi acara Ngopi Bareng di Desa Kramat, Kecamatan Dempet, demak, Kamis (22/2/2018) kemairn, juga sudah ada banyak petugas panwas yang standbay di lokasi.

Karena sering diperingatkan, respon Ganjar pun cukup mengejutkan. Ia tidak marah atau berkilah, ia justru mengajak petugas panwascam yang hadir untuk menyosialisasikan aturan kampanye.

Kader PDI Perjuangan itu spontan mengajak petugas Panwas ikut masuk, bahkan duduk di depan bersama dirinya. Ia meminta petugas Panwascam menjelaskan aturan pilkada sebelum acara dimulai.

Menurut dia, sosialiasi diperlukan untuk mengedukasi semua pihak tentang batasan yang boleh dan tidak dalam setiap kegiatan kampanye.

“Kemarin saya keliling di Jepara didatangi petugas, sepertinya aturannya agak banyak, jadi saya banyak diperingatkan. Maka kali ini saya mengajak sekalian sosialiasi agar saya juga paham dan masyarakat jadi tahu,” paparnya.

Petugas Panwascam Nur Azizah menjelaskan, dirinya hadir bersama dua rekannya yakni Nur Ikhsan dan Misbakhul Ulum. Menurutnya jika model acara seperti Ngopi Bareng bukan masuk kategori kampanye.

“Di sini saya lihat tidak ada atribut kampanye, spanduk dan APK juga tidak ada jadi bukan kampanye,” katanya.

Karena bukan acara kampanye, maka aturannya seorang calon tidak boleh mengungkapkan ujaran dan ajakan untuk memilih. “Nuwun sewu, ampun ada ajakan nggih,”  katanya.

Mendengar penjelasan tersebut, Ganjar langsung setuju. Ia berjanji tidak mengucapkan kalimat berisi ajakan ataupun gestur tertentu.

“Nah jadi sudah jelas, acara ini ngobrol saja, saya mendengarkan masukan dan keluhan saja. Saya tidak akan mengajak ya, saya yakin semua di sini sudah tahu mau milih siapa,” kata Ganjar disambut tepuk tangan warga.

Dalam sesi dialog, Karsono, Kelompok Tani Makaryo Desa Kramat mengatakan, tidak hanya dalam acara Ngopi Bareng, seharusnya di semua acara yang dikunjungi Ganjar tidak perlu ada kalimat ajakan.

“Pak Ganjar tidak usah mengajak sudah banyak yg kenal, apa yg sudah dilakukan banyak yang positif dan dirasakan warga,” ucapnya.

Editor : Ali Muntoha

Pas Lewat Ada Tanggul Jebol di Demak, Ganjar Langsung Turun Mobil Sambil ‘Nyeker’

MuriaNewsCom, Demak – Calon gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, sedianya Kamis (22/2/2018) pagi ini meninjau banjir di Desa Sayung,Kecamatan Sayung, Demak. Namun ketika menuju lokasi ia tiba-tiba berhenti dan turun dari mobil karena melihat air meluap menggenani Jalan Onggorawe, Sayung, Demak.

Dengan bertelanjang kaki (nyeker), Ganjar menuju kerumunan warga yang sedang menangani tanggul bedah itu. Posisi sungai ternyata lebih tinggi dari jalan sehingga ketika air meluap langsung menggenangi jalan yang menjadi akses utama dari Demak menuju Mranggen itu.

Perangkat Desa Tambakroto, Ahmad Jumali mengatakan banjir tersebut terjadi setiap tahun saat musim hujan. Sebabnya, di tengah jembatan ada tiang penyangga yang berukuran cukup besar.

“Adanya tiang tersebut menghambat aliran air dan juga sampah yang berasal dari daerah atas,” terangnya, Kamis (22/2/2018) pagi.

Sampah tersebut aneka macam, namun yang paling parah adalah buangan batang pisang serta kayu-kayu.  Jumali mengungkapkan banjir mulai pukul 02.00 WIB dan mencapai puncaknya sekitar pukul 06.00 WIB.

“Air bisa sampai selutut orang dewasa. Apalagi kalau daerah Ungaran hujan deras, lima sampai enam jam kemudian di sini pasti langsung banjir. Tidak hanya menganggu jalan yang memisahkan Desa Pilangsari dan Tambakroto ini, tapi juga sampai ke pemukiman warga,” jelasnya.

Perangkat Desa Pilangsari dan Tambakroto, lanjutnya, sudah mengusulkan ke Pemkab Demak untuk merenovasi jembatan tersebut. Tapi hingga saat ini belum ada respon. “Saat banjir warga bersama BPBD, TNI, dan polisi pasti kerja bakti menyingkirkan sampah agar air lancar,” papar Jumali.

Sementara Ganjar yang melihat warga kesusahan menyingkirkan sampah, langsung menelepon Bupati Demak, Natsir. Dia meminta agar Dinas Pekerjaan Umum Demak mengirimkan alat berat untuk mengangkut sampah.

“Saya juga menghubungi BPBD Demak dan BPBD Provinsi untuk menyumbang tanggul darurat, nanti biar karung diisi pasir atau padas. Selain itu juga logistik jika ada yang mengungsi harus disiapkan. Warga tadi sudah siap gotong royong,” ucapnya.

Setelahnya, Ganjar mengunjungi siswa kelas VI SD Sayung 1 yang selama dua pekan belajar di Balai Desa Sayung karena banjir. Dia mengajak para siswa menyanyi macapat.

Sebelumnya Ganjar menginap rumah warga di Desa Waru Kecamatan Mranggen. Hari ini ia masih berkeliling seharian di Demak dan mengunjungi beberapa lokasi.

Editor : Ali Muntoha

Ganjar Tak Ambil Pusing Omongan Nazar Terkait Uang Suap E-KTP

MuriaNewsCom, Kudus – Ganjar Pranowo tak ambil pusing dengan kesaksian Nazarudin, yang mengaku melihat dirinya menerima uang suap E-KTP. Menurutnya, hal itu hanya fitnah.

Hal itu diungkapkannya, saat berkunjung ke Kudus dalam rangka Rapat Kerja Cabang Khusus DPC PDIP Kudus, Rabu (21/2/2018). Kepada awak media, ia mengatakan hal itu tak akan berimbas banyak pada proses hukum.

“Kalau yang omongan satu orang bisa dijadikan alat bukti? Hakim kan juga ngomong, anda melihat atau hanya kata orang, jawabannya apa? Kata orang kan,” ujarnya.

Pria berambut putih itu juga mengaku tak khawatir hal tersebut digunakan sebagai alat pemenangan lawan politik. Baginya, hal itu hanya fitnah belaka.

“Nanti kejujuran akan diuji. Kalau menghadapi fitnah saya akan jihad,” paparnya.

Perlu diketahui, Nazarudin mantan Bendahara Partai Demokrat itu bersaksi bahwa Ganjar Pranowo pernah menerima uang suap E-KTP. Hal itu dikatakan Nazar, saat bersaksi di persidangan terdakwa kasus korupsi Setya Novanto, awal pekan ini.

Pada sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Nazarudin mengaku melihat Ganjar menerima uang suap E-KTP.

Editor: Supriyadi

Gaya Kampanye Ganjar, Kunjungi Petani di Pati Nginap di Rumah Warga Rembang

MuriaNewsCom, Pati – Calon gubernur Jawa Tengah (petahana) mempunyai gaya kampanye yang cukup berbeda. Meski sekarang ia cuti dari jabatan gubernur, namun ia tetap melakukan kebiasaanya dalam bekerja, bahkan juga menginap di rumah warga.

Seperti saat kampanye hari pertama Kamis (15/2/2018) Ganjar berkeliling di Kabupaten Pati dan Rembang. Ia meninjau biohidrolis Kapal Selam karya Sobri di Langse, Banyuurip, Kecamatan Margorejo, Pati.

Ganjar mengaku cukup bangga dengan kreasi ini. Menurut dia, biohidrolis Kapal Selam karya Sobri itu adalah bentuk kesinambungan dalam dunia pertanian. Dimulai dari pemanfaatan limbah dan kotoran binatang, kemudian difermentasi hingga menghasilkan gas yang berguna sebagai sumber energi.

“Ini kan teknologi sederhana yang dimodifikasi tapi manfaatnya sangat besar. Bisa untuk menarik air di lahan kritis, bisa untuk gas masak, dan energi lain,” kata Ganjar.

Ganjar juga kagum dengan traktor modifikasi karya warga Pati yang didesain khusus agar bisa sekaligus mengatur sistem irigasi di lahan pertanian. Dengan sistem tersebut, maka bibit serta tanah tidak akan terbawa air saat hujan deras.

“Ini langsung saya Vlog, biar semua tahu dan bisa menjadi inspirasi bagi petani di daerah lain. Begini cara kampanye zaman now, masak masih dengan cara-cara zaman old,” ujarnya.

Inovasi dan modernisasi pertanian merupakan salah satu program yang akan dibawa Ganjar pada periode kedua kepemimpinannya. Maka salah satu perhatiannya saat ini adalah mengunjungi sentra usaha pertanian rakyat yang berhasil, untuk dibuat percontohan bagi daerah lain.

“Untuk apa kita mencontoh dari luar kalau masyarakat kita sendiri memiliki inovasi bagus-bagus, salah satunya di Pati ini. Saya kumpulkan dan akan saya kembangkan di daerah lain,” katanya.

Sementara Sobri mengatakan biohidrolis Kapal Selam digunakan di dua titik. Pertama digunakan sejak tiga tahun lalu dan mampu menghiduplan lahan 10 hektare.

“Sementara yang di sini adalah pengembangannya, baru tiga bulan dengan lahan seluas satu hektare. Tanaman yang ada di lahan tersebut di antaranya ketela, jagung, cabai,” paparnya.

Dengan teori Kapal Selam tersebut, lanjutnya, petani tidak perlu khawatir kekurangan air karena kekuatan energinya mampu mengangkat air dari kedalaman 70 meter. Selain itu, kemampuan listriknya juga mumpuni, bahkan bisa digunakan untuk kegiatan pentas seni dan perayaan panen raya.

Usai malkukan kunjungan di Pati, malam harinya Selain itu, malam harinya, Ganjar menghadiri Perayaan Tahun Baru Imlek di Gedung Balai Kedamaian Lasem, Rembang. Malam harinya, Ganjar menginap di rumah warga yang ada di sekitar Makam RA Kartini.

Editor : Ali Muntoha

Cuti dari Jabatan Gubernur, Ganjar Pindah ke Rumah Kontrakan

MuriaNewsCom, Semarang – Mulai Kamis (15/2/2018) hari ini Ganjar Pranowo sudah mulai cuti dari jabatan gubernur Jateng, untuk mengikuti kampanye dalam Pilgub Jateng 2018. Selama cuti, Ganjar tak akan mendapatkan fasilitas apapun dari pemerintah, termasuk rumah dinas.

Di hari terakhir sebelum cuti, yakni Rabu (14/2/2018) kemarin, Ganjar bersama keluarganya sudah meninggalkan rumah dinas gubernur Puri Gedeh. Ia kini tinggal di rumah kontrakan di Jalan Tengger Timur Raya Nomor 1, Gajahmungkur, Kota Semarang.

Saat pindah ke rumah rumah kontrakan ini Ganjar bersama keluarga diantar ratusan warga dan pendukung. Lebih dari lima ratus orang berduyun-duyun datang ke Puri Gedeh sejak pukul 15.00 WIB.

Selain masyarakat, nampak sejumlah pejabat seperti Sekda Sri Puryono, dan jajaran kepala dinas Pemprov Jateng. Ganjar berpamitan dengan para pejabat ini. Acara semakin ramai dengan hiburan spontan musik akustik dan pembacaan puisi.

Ganjar keluar rumah bersama istri Siti Atiqoh Supriyanti dan puteranya Muhammad Zinedine Alam Ganjar pukul 17.00 WIB. Ia mengawali pidato pamit cutinya dengan membacakan puisi “Berpedomanlah Pada Cita-Cita” karya Soekarno.

Dalam pidatonya, Ganjar mengucapkan terimakasih pada Wakil Gubernur Heru Sudjatmoko, pejabat, DPRD, dan forkompinda. Tak lupa pegawai pemprov yang selama ini melekat pada keseharian Ganjar menjalankan tugas gubernur.

Seperti protokoler, Satpol PP, humas, pegawai TU Gubernur, hingga juru masak dan pegawai bagian kebersihan. “Terimakasih telah bersama saya dalam melayani rakyat selama hampir lima tahun ini,” katanya.

Ganjar sempat memaparkan sejumlah pekerjaan, program, dan prestasinya bersama Heru. Dari penilaian terbaik reformasi birokrasi, penghargaan KPK tiga tahun berturut-turut, listrik 24 jam di Karimunjawa, mulusnya jalan provinsi, kredit bunga rendah untuk UMKM, penurunan kemiskinan, pembangunan RTLH, penurunan angka kematian ibu dan bayi hingga pembangunan Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang.

“Bandara Ngloram Blora dan Bandara Wirasaba menyusul dibangun. Semoga konektivitas antardaerah ini akan mengatasi kesenjangan ekonomi dan semakin menyejahterakan masyarakat,” ujarnya.

Meski banyak pencapaian yang berhasil, namun Ganjar mengaku tak luput dari salah. Ia mengaku masih banyak kekurangan dalam memimpin Jawa Tengah.

Setelah menyalami seluruh tamu yang hadir, Ganjar mengambil beberapa barang untuk ia bawa menuju rumah kontrakan. Ia membawa sejumlah baju yang selama ini berada di mobil dinas. Dengan menenteng baju-baju, Ganjar diiringi istrinya menuju mobil pribadi.

Tak hanya rumah dinas, pengawalan yang selama ini menjadi fasilitas Ganjar juga ditarik. Pengawalan kini dilakukan oleh Polda Jateng, yang mengerahkan 5 personel terbaik. Pengawalan ini dilakukan secara melekat 24 jam.

Tak hanya untuk Ganjar, Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono juga menyebut, seluruh pasangan calon gubernur dan wakil gubernur mendapat pengawalan yang sama.

Ia mengatakan masing-masing individu calon gubernur maupun wakil gubernur mendapatkan 5 pengawal. Pengawalan dilakukan setelah para calon mendapatkan nomor urut dari KPU Jateng.”Pengawalan memberikan pengamanan 1×24 jam. Masing-masing 5 personel,” kata Condro.

Masing-masing tim pengawalan akan dipimpin oleh koordinator seorang perwira berpangkat Ipda. Seluruh tim merupakan personel terlatih mulai dari kemampuan bela diri, mengemudi, hingga ketrampilan menembak. “Sudah dilatih bela diri, mengemudi, juga ketrampilan tembak reaktif,” tegasnya.

Editor : Ali Muntoha

Ganjar Sentil Banjir Rob Kaligawe yang Selalu Bikin Sebal

MuriaNewsCom, Semarang – Banjir dan rob yang sering merendam jalan di Kaligawe, Kota Semarang, disentil Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Pihak-pihak terkait pun diminta untuk bekerja keras untuk menyelesaikan masalah ini.

Ia menyebut, pemerintah sudah sangat serius menyelesaikan masalah tersebut. Hanya saja menurut dia, masyarakat sering menyalahkan pemerintah, karena kurang tersosialisasinya program-program untuk menyelesaikan amsalah rob dan banjir ini.

“Banyak mata yang selalu melihat pekerjaan kita. Pemerintah itu kurang sitik saja, catatannya banyak. Hujan seperti ini, robnya belum selesai. Orang akan marah-marah,” katanya, Rabu (14/2/2018).

Ganjar juga mengarahkan pihak Diskominfo Jawa Tengah beserta Humas lebih cepat memperbaharui dan memperbanyak publikasi informasi penanganan rob.

“Masyarakat tidak terlalu banyak yang tahu bahwa pemerintah sekarang sedang menyelesaikan rob. Baik yang di Kabupaten dan Kota Pekalongan yang sudah groundbreaking, maupun yang ada di sini (Kota Semarang) yang tahapannya sudah berjalan,” ujarnya.

Ia menyebut, ia telah meminta Sekda Jateng bertemu Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk membahas mengenai masalah banjir Kaligawe. Hasil pertemuan itu menurut dia, membuahkan hasil.

Kementerian PUPRS langsung merespon dengan mengirimkan pompa untuk meminimalisir banjir di jalur utama tersebut.

“Pemkot, Pemprov, PU pusat bekerja sama. Dikirim pompa lebih banyak lagi, Insyaallah ada enam. Kita ingin percepat penanganan,” tegasnya.

Kementerian PUPR sejak Minggu (11/2/2018) memang telah mengirimkan lima mobil pompa dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane, Jakarta. Sebelumnya telah dilakukan penambahan pompa submersible dengan kapasitas 200 liter per detik pada Sistem Sringin sebanyak tiga unit dan Tenggang sebanyak lima unit.

“Kita akan pasang dua pompa permanen berkapasitas 12 meter kubik per detik dan 10 meter kubik detik yang akan datang dan berfungsi bulan depan,” Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Senin (12/2/2018).

Selain itu menurut dia, jalan tol Semarang-Demak nantinya akan menjadi solusi penanganan banjir dan rob. Desain sebagian jalan tol Semarang-Demak berada di laut yang akan berfungsi sebagai tanggul penahan limpasan pasang air laut.

“Bila Tol Semarang-Demak sudah selesai dibangun, rob akan tertangani karena sekaligus berfungsi sebagai tanggul rob,” terangnya.

Saat ini pembangunan tol itu dalam tahap proses penetapan lokasi oleh pemda dan nantinya akan dilakukan pelelangan dengan nilai investasi yang dibutuhkan sekitar Rp 10 triliun.  “Kami targetkan pada Agustus 2018 sudah bisa dimulai konstruksinya,” kata Basuki.

Sementara itu, genangan yang terjadi di ruas Jalan Kaligawe terjadi sejak November 2017 hingga Februari 2018 ini bukan disebabkan banjir rob melainkan genangan air hujan. Karena dari uji rasa didapatkan hasil tidak ada kandungan garam dalam air.

Editor : Ali Muntoha

Gubernur Ganjar Terpukau Lihat Nenek 72 Tahun Gigih Belajar Ngaji

MuriaNewsCom, Tegal – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, terpukau menyaksikan seorang nenek yang sudah sangat renta namun masih gigih dan semangat untuk belajar membaca Al Quran. Apalagi nenek tersebut merupakan penyandang disabilitas.

Nenek itu bernama Mbah Simpen ini umurnya sudah 72 tahun. Nenek yang tinggal di Pesuruan Kidul, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal ini sehari-harinya berjualan asongan untuk menyambung hidup.

Ganjar menyaksikan Mbah Simpen begitu semangat belajar, saat Ganjar mengunjungi Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Sakila Kerti di, Kota Tegal. Mbah Simpen yang sebelumnya benar-benar buta hurud, kini suadh mulai bisa membaca dan menulis setelah menimba ilmu di ‘Sekolah Terminal’ yang dibuka TBM Sakila Kerti.

Bahkan saat Ganjar Pranowo menantang nenek berketerbatasan fisik itu membaca surat Al-Fatihah, Mbah Simpen tanpa canggung melafalkan ayat demi ayat hingga tuntas. Selama enam bulan Mbah Simpen belajar mengaji ini, ddengan bimbingan para relawan pengajar.

Ia belajr mengaji setiap Jumat dan belajar membaca serta menulis setiap Senin-Kamis. Demikian juga rekan-rekan seprofesinya sesama pedagang asongan yang menimba ilmu di “Sekolah Terminal”, semakin bertambah wawasan dan pengetahuan tentang banyak hal.

Ganjar saat berbincang dengan ibu-ibu pengasong di Sekolah Terminal

Tidak hanya Mbah Simpen, salah seorang murid  “Sekolah Terminal” Priyatin (49), juga unjuk kemahirannya membaca puisi “ngapak” khusus untuk menyambut kehadiran gubernur mengajar di TBM Sakila Kerti.

Usai dibacakan di hadapan gubernur, Wali Kota Tegal Nursholeh, Kapolres Tegal  Kota AKBP Jon Wesly Arianto. Puisi berbahasa khas Tegal dengan judul “”Wong Cilik” karya Priyatin itu pun mendapat apresiasi dari gubernur.

“Dengan adanya TBM di terminal ini, yang tadinya tidak bisa membaca menjadi bisa membaca, mengaji. Ini sesuai perintah Pak Jokowi tentang budaya literasi, bahkan Allah memerintah iqra atau membaca agar tahu,” ujar Ganjar.

Menurut gubernur, siapapun berhak belajar dan tempat belajar bisa di mana saja. Baik di sekolah formal, rumah, bahkan terminal pun dapat menjadi tempat menuntut ilmu. Tidak hanya belajar membaca, menulis, serta mengaji, melainkan juga pengetahuan ekonomi dan wirausaha.

Ia mencontohkan Priyatin yang sehari-hari berjualan kue kamir khas Tegal, kini dapat berproduksi sendiri setelah mendapat pelatihan di ‘Sekolah Terminal”. Selain itu juga tahu aneka jenis rasa kue kamir dan harga bahan baku pembuatan kue dari membaca buku.

Orang nomor satu di Jateng itu mendorong Sekolah Terminal yang telah berjalan selama 10 tahun ini, tidak hanya sebatas membaca dan mengaji. Namun juga memberikan pelajaran bisnis dan ekonomi.

Termasuk akses permodalan untuk pengembangan usaha dengan melibatkan perbankan untuk memberikan pendampingan berwirausaha.

“Ini sudah berjalan bagus, nanti masalah apa yang diperlukan saya bantu menyelesaikannya. Tidak cukup baca saja, sekali-kali hadirkan orang yang bisa mengajarkan bisnis dan ekonomi, termasuk yang butuh akses modal untuk pengembangan usaha,” terangnya.

Sementara itu, pengelola TBM Sakila Kerti Dr Yusqon MPd  menjelaskan, keberadaan KBM yang berdiri pada November 2011 di pojok terminal itu menjadi sarana belajar pedagang asongan, sopir, buruh angkut barang, dan pelaku usaha di terminal, baik belajar baca tulis, dan mengaji.

“Hari Jumat, memang khusus untuk belajar mengaji. Kegiatan belajar mengajar dilaksanakan setiap hari dua jam pada sore hari atau sesudah mereka berdagang. Semangat yang dibangun adalah mengajak warga terminal gemar membaca, Alhamdulillah semangat belajar mereka memang sangat tinggi,” ujar Yusqon.

Editor : Ali Muntoha

Ganjar Tegaskan PDIP Satu Komando di Pilgub Jateng

MuriaNewsCom, Semarang – Calon Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) solid dan satu komando. Partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri ini tidak bisa dipecah belah dan diadu domba dengan berbagai narasi apapun.

Ganjar menegaskan, dalam pertarungan pilkada, lawan politik akan menggunakan segala cara untuk membuat PDIP lemah. “Caranya macam-macam, yang langsung ya kampanye hitam, atau cara memutar dengan memecah belah partai dari dalam atau memberitakan seolah-olah ada friksi di dalam sehingga membuat kader tidak percaya diri,” katanya, Jumat (9/2/2018) di Semarang.

Indikasi adu domba tersebut, menurut Ganjar, sudah terlihat dari pemberitaan media akhir-akhir ini. Di antaranya muncul berita yang membenturkan dirinya dengan Ketua DPP PDIP Puan Maharani dan Menkumham Yasonna Laoly yang juga kader PDIP.

Pembenturan tersebut dilakukan untuk membuat kader merasa partai tidak kompak. Dengan begitu maka mesin partai tidak akan bergerak selaras dan satu komando.

“Muncul berita seolah-olah saya menyeret-nyeret nama Mbak Puan waktu saya menjadi saksi sidang e-KTP, Pak Yasonna juga. Padahal saya tidak pernah menyebut nama-nama itu sama sekali. Mungkin besok saya dibenturkan dengan Sekjen, bahkan dengan ketua umum. Intinya satu, membuat seolah-olah PDIP tidak solid,” tegasnya.

Indikasi berita-berita tersebut dihembuskan pihak tertentu sangat kuat. Salah satunya bisa dilihat dari judul dan isi berita yang hampir sama. “Bahkan kutipan langsung di berita-berita itu sama semua. Tidak mungkin dong media bikin berita sama kalau tidak ada yang mengarahkan,” kata Ganjar.

Namun Ganjar tidak ingin menukik pada kontroversi berita tersebut. Ia sangat yakin kader PDIP solid sehingga adanya berita-berita yang memecah belah partai tersebut tidak mempengaruhi mesin pemenangan PDIP di Pilgub jateng 2018.

“Saya sudah komunikasi dengan pimpinan partai dan semua sepakat bahwa serangan mulai gencar.  Kita tidak boleh lengah dan jangan mudah terombang ambing,” tegasnya.

Editor: Supriyadi

Kecelakaan Kerja Menurun, Pemprov Klaim Karena Program Ini

MuriaNewsCom, Semarang – Angka kecelakaan kerja yang terjadi Provinsi Jawa Tengah, pada tahun 2017 mengalami penurunan yang cukup signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Penurunan angka kecelakaan kerja ini, disebut karena kesadaran budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang menguat.

Catatan Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan (Disnakertrans) Provinsi Jateng, pada tahun 2017 angka kecelakaan kerja tercatat sebanyak 1.468 kasus.

Kepada Disnakertrans Jateng, Wika Bintang menyebut, kasus di tahun 2017 ini jauh lebih rendah bila dibandingkan pada 2015 dan tahun 2016. Ia menyebut, pada tahun 2016 kasus kecelakaan kerja tercatat sebanyak 3.083 kasus.

“Pada 2016 naik menjadi 3.665 kasus, dan 2017 menurun menjadi 1.468 kasus,” katanya dikutip dari wesite resmi Pemprov Jateng, Rabu (7/2/2018).

Ia menyebut, pihaknya gencar melakukan sosialiasi dan pembinaan tentang K3, kepada industri di Jawa Tengah. Sehingga mampu meningkatkan kesadaran perusahaan akan pentingnya budaya K3. Dan terbukti, angka kecelakaan turun drastis di 2017.

“Kita terus melakukan pembinaan, sosialisasi terus dan menyadarkan perusahaan (pentingnya K3). Tapi kalau rata-rata perusahaan besar, ada bahan baku berbahaya itu sudah mewajibkan kita tidak bisa masuk tanpa APD. Sehingga keselamatan pekerjanya terjamin,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo bersyukur angka kecelakaan kerja bisa ditekan secara maksimal.

“Kalau di Jawa Tengah mulai tahun 2015, 2016, grafiknya naik dan 2017 kemudian bisa turun maka saya menyampaikan terima kasih. Ternyata partisipasi dari perusahaan, kerja sama dengan para pengawas tenaga kerja bisa menurunkan jumlah kecelakaan kerja yang signifikan. Mudah-mudahan nanti ini bisa kita jaga, kita turunkan lagi,” terangnya.

Orang nomor satu di Jawa Tengah itu ingin perusahaan dapat menyusun dan menerapkan mekanisme kerja yang merujuk pada standar K3. Selain itu jug serius melatih tenaga kerjanya agar dapat berperilaku K3 secara tepat.

“Saya berharap betul seluruh perusahaan untuk menyiapkan SOP yang bagus, melatih karyawannya dengan baik. Kalau bekerja harus menggunakan seragam yang aman. Itu wajib. Termasuk gubernur/ bupati/ wali kota atau pejabat siapa pun yang mau menengok harus pakai uniform. Itu sebagai SOP dan contoh, sehingga nanti kita akan terbiasa melakukan itu,” harapnya.

Editor : Ali Muntoha

Sah! Tak Ada Larangan Lagi Atikoh Dampingi Ganjar Kampanye

MuriaNewsCom, Semarang – Siti Atikoh kini tak lagi dipusingkan dengan larangan menemani suaminya, Ganjar Pranowo berkampanye dalam Pilgub Jateng 2018. Setelah sebelumnya ditegur Bawaslu Jateng, karena status Atikoh sebagai PNS, kini sudah ada aturan yang memperbolehkannya mendampingi kampanye.

Aturan tersebut tertuang dalam Surat Edarab Menpan-RB Nomor B/36/M.SM.00.00/2018) yang memperbolehkan aparatur sipil Negara (ASN) mendampingi suami atau istri yang mencalonkan diri sebagai kapala daerah.

Hal ini juga dibenarkan, Ketua Bawaslu Jawa Tengah, Abhan Misbah. Menurut dia, surat edara dari Menpan-RB itu tertanggal 2 Februari 2018.

Jika sebelumnya PNS tak boleh berfoto bersama pasangannya yang maju dalam pilkada, dengan keluarnya SE itu maka kini sudah diperbolehkan. Hanya saja, dalam berfoto tidak boleh mengikuti simbol tangan atau gerakan yang dipergunakan sebagai bentuk keberpihakan atau dukungan.

“meski diperbolehkan, ASN yang mendampingi pasangannya dalam kampanye, diwajibkan untuk mengambil cuti di luar tanggungan negara,” katanya.

Ini dilakukan, untuk menghindari penggunaan fasilitas jabatan, serta untuk menjaga netralitas ASN dalam pemilu. Selain itu, tidak boleh menggunakan atribut ASN.

Baca : Nemani Daftar ke KPU, Istri Ganjar Disemprit Bawaslu

Sebelumnya, Atikoh ditegur Bawaslu Jateng, karena menemani suaminya Ganjar Pranowo mendaftar di KPU Jateng. Atikoh ditegur karena statusnya sebagai PNS Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Bapermasdes) Provinsi Jawa Tengah.

Calon gubernur Jateng petahana Ganjar Pranowo menyebut, jika istrinya jauh-jauh hari sudah mengajukan cuti untuk mendampinginya berkampanye.

Editor : Ali Muntoha

Sowan ke Kediaman KH Ahmad Fathoni Grobogan, Ini yang Diminta Ida Fauziah

MuriaNewsCom, GroboganBakal calon wakil gubernur Jawa Tengah Ida Fauziyah melangsungkan kunjungan ke Grobogan, Jumat (2/2/2018) malam. Ada dua agenda yang dilangsungkan Ida dalam kunjungannya kali ini.

Agenda pertama yang dilakukan Ida adalah bertamu di kediaman KH Ahmad Fatoni di Desa Tanggungharjo, Kecamatan Grobogan. Pasangan Sudirman Said itu tiba di rumah pengasuh Ponpes Manba’ul ‘Ullum sekitar pukul 20.30 WIB.

Ketua DPC PKB Grobogan HM Nurwibowo serta sejumlah pengurus lainnya ikut mendampingi Ida dalam kesempatan itu. Tampak pula, Ketua DPC Partai Gerindra Grobogan Sugeng Prasetyo dan Ketua PC GP Ansor Grobogan Fatoni. Hampir satu jam lamanya, Ida berada di tempat ini.

Menurut Ida, sebelum ke Grobogan, sudah mengunjungi tokoh ulama di Kudus, Jepara dan Rembang. Ida mengaku, silaturahmi yang dilakukan adalah dalam rangka meminta doa restu dari para ulama.

”Tujuan utama adalah silaturahmi dan minta doa restu. Saya juga meminta masukan dari para kiai, bagaimana langkah terbaik yang harus dilakukan,” kata Ida.

Setelah bersilaturahmi dengan banyak ulama, Ida merasa langkahnya semakin mantap dan ringan. Ia optimistis akan bisa memenangkan pertarungan politik dalam Pilkada Jateng bulan Juni nanti. Untuk meraih kemenangan, targetnya tidak hanya meraih simpati dari kalangan NU, namun juga dari masyarakat luas.

”Saya dan Pak Sudirman Said sudah bagi-bagi tugas berkeliling Jateng. Targetnya menang,” imbuhnya.

Dari kediaman KH Ahmad Fatoni, Ida melanjutkan agenda keduanya. Yakni, berkunjung ke kediaman almarhum Miftakhul Huda di Dusun Tahunan, Desa Putatsari, Kecamatan Grobogan untuk menyampaikan duka cita dan memberikan santunan pada istri Huda.

Huda merupakan korban kecelakaan yang menimpa rombongan Banser Grobogan di jalan tol Banyumanik, Semarang, Minggu (21/1/2018) sekitar pukul 23.30 WIB. Saat itu, rombongan dalam perjalanan pulang setelah mengikuti Diklat PKL dan Kursus Banser Lanjutan (Susbala) selama empat hari di Ungaran.

Editor: Supriyadi