Banjir, 137 Hektare Lahan Padi Gagal Panen di Kudus

Anak-anak bermain di lahan sawah yang terendam banjir di salah satu sudut di Kabupaten Kudus, beberapa hari lalu. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Ribuan hektare (Ha) lahan pertanian di Kudus mengalami genangan air akibat hujan yang terus mengguyur, beberapa waktu terakhir. Akibatnya, sekitar 137 Ha lahan padi  mengalami gagal panen puso.

Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Kudus, Catur Sulistiyanto mengatakan, pihaknya mencatat sedikitnya terdapat 1.080 Ha padi yang terendam air. Lahan itu menyebar di sembilan kecamatan di Kudus.

Rinciannya, lahan di 29 desa tersebar di lima kecamatan. Masing- masing di Kecamatan Undaan ada 377 Ha di 12 desa, di Kecamatatan Jati 142 Ha di 5 desa, Mejobo 301 Ha di 7 desa, Jekulo 199 Ha di 2 desa, dan Kecamatan Kaliwungu seluas 61 Ha di tiga desa.

Di Kecamatan Jati, dari lima desa yang sawahnya terendam, paling luas berada di Desa Jetiskapuan dan Pasuruan Kidul, masing- masing 60 Ha dan 55 Ha.  Di Mejobo, genangan terjadi di Desa Kesambi, Kirig, Jojo, Mejobo, Payaman, Gulang dan Temulus. Di Kecamatan Jekulo ada di Bulungcangkring dan Bulung Kulon. Sementara di Kecamatan Kaliwungu ada di Garung Kidul, Banget dan Setrokalangan.

Di Kecamatan Undaan, ada 12 desa yang lahannya terendam. “Tapi paling parah di Desa Wonosoco sekitar 100 Ha dan Ngemplak 70 Ha. Sedangkan sisanya yang terendam luasnya bervariasi,” kata Catur di Kudus, Jumat (17/2/2017).

Dari total yang terendam, sejauh ini memang 137 Ha tanaman padi yang dipastikan puso. Hal itu disebabkan usianya antara 55 hari hingga 85 hari. Serta lama terendamnya lebih dari sepuluh hari.

Sebagai daerah yang lahannya juga mengalami puso, Camat Undaan Catur Widiyanto tak bisa berbuat banyak. Bahkan dirinya juga mendapat kabar ada petani wilayahnya yang sampai tiga kali musim tanam, alami gagal panen.  “Ada yang sampai tiga kali tanam, yaitu di Desa Wonosoco, tapi tidak bisa panen karena tanamannya mati terendam air,” katanya.

Editor : Akrom Hazami