Oalah! 10 Orang Eks Gafatar dari Grobogan Perjalanan Pulang dari Kalimantan

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Pemulangan eks Gafatar asal Grobogan ternyata tidak berhenti pada Jumat (29/1/2016). Kabar terbaru menyebutkan, dalam waktu dekat ada10 orang lagi yang akan tiba dari Kalimantan.

Kesepuluh orang ini dipulangkan melalui jalur laut bersama ratusan eks Gafatar lainnya. Kemungkinan, kalau tidak Sabtu (30/1/2016) besok, rombongan ini akan tiba di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang pada Minggu lusa.

“Saat melakukan penjemputan di Asrama Haji Donohudan, kita sempat dapat kabar kalau masih ada 10 eks Gafatar lagi yang harus dijemput dalam waktu dekat. Saat ini, kabarnya masih dalam posisi perjalanan,” kata Sekretaris Dinsosnakertrans Grobogan Sartono.

Hanya, dia belum bisa menyebutkan identitas 10 orang itu. Soalnya, informasi yang didapat masih secara lisan. Belum ada surat resmi yang didapat.

“Soal nama saya sendiri belum tahu karena belum ada pemberitahuan resmi. Meski demikian informasi ini cukup membantu karena kita bisa lakukan persiapan,” katanya.

Untuk delapan orang eks Gafatar yang dijemput hari ini, semuanya sudah sampai di kampung asalnya. Yakni, keluarga Sujono beserta istri dan empat anaknya yang kembali ke Desa Banjarsari, Kecamatan Kradenan. Kemudian, Feri dan istrinya Tori Dian menuju Desa Belor, Kecamatan Ngaringan.

Editor : Akrom Hazami

Akhirnya, Warga Grobogan Eks Gafatar Kembali ke Kampung Halaman

 

Warga Grobogan eks Gafatar tiba di halaman Pemkab Grobogan setelah dijemput dari Asrama Haji Donohudan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Warga Grobogan eks Gafatar tiba di halaman Pemkab Grobogan setelah dijemput dari Asrama Haji Donohudan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Setelah menempuh perjalanan melelahkan dari Kalimatan, delapan warga Grobogan yang pulang dengan rombongan eks Gafatar lainnya, akhirnya tiba di kampung halaman.

Sekitar pukul 13.10 WIB, delapan orang yang pulang dari Asrama Haji Donohudan Solo bersama tim penjemput tiba di Kantor Pemkab Grobogan.

Delapan orang itu dibawa dari Donohudan menggunakan bus warna biru Nopol K 9512 AF milik Pemkab Grobogan. Selama perjalanan dari Donohudan, kendaraan penjemput eks Gafatar dikawal satu mobil foreder dari Polres Grobogan. Selain itu, di dalam bus ada juga petugas yang melakukan pengamanan.

Sebelum pulang ke kampung asal, delapan eks Gafatar sempat transit di Ruang Riptaloka, Setda Grobogan. Selain istirahat, selama transit, mereka mendapat pengarahan dari Kepala Kemenag Grobogan Moh Arifin, Kasat Binmas Polres Grobogan AKP Sudarwati dan Sekretaris Dinsosnakertrans Grobogan Sartono.

“Peristiwa yang terjadi ini harus kita ambil hikmahnya. Kami harapkan hal ini bisa jadi pengalaman berharga buat kita semua,” kata Moh Arifin saat menyampaikan pegarahan.

Delapan orang eks Gafatar itu terdiri dari dua keluarga, namun alamatnya berbeda. Pertama adalah Sujono, 36, dan istrinya Karini, 33, serta empat anaknya yang pulang menuju Desa Banjarsari, Kecamatan Kradenan. Sujono dan keluarga dijemput Camat Kradenan Karjanto dan Kades Banjarsari Surasdi dan selanjutnya akan diantar hingga kampung halaman.

Dua orang eks Gafatar lagi adalah Feri Mustriyanto, 34, dan istrinya Tori Dian, 23. Keduanya dijemput langsung oleh bapak dan ibunya serta saudaranya. Feri dan istrinya selanjutnya dibawa pulang ke rumah orang tuanya di Desa Belor, Kecamatan Ngaringan.

Kembalinya delapan eks Gafatar dari halaman Pemkab Grobogan hingga tempat tujuan tetap mendapatkan pengawalan ketat dari aparat keamanan.

Editor : Kholistiono

Wah! Eks Anggota Gafatar dari Grobogan yang Dipulangkan Jumlahnya Bertambah

Gafatar

Gafatar

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Jumlah eks Gafatar asal Grobogan yang yang dipulangkan dari Kalimantan dan ditampung di Asrama Haji Donohudan ternyata tidak hanya enam orang seperti yang diberitakan sebelumnya. Tetapi jumlahnya ada delapan orang atau bertambah dua orang lagi.

Tambahan baru itu didapat ketika tim penjemput eks Gafatar tiba di Donohudan pagi tadi sekitar pukul 09.00 WIB. Dimana, dalam rombongan eks Gafatar itu ada sepasang suami istri yang ikut diserahkan pada tim penjemput.

Informasi yang didapat menyatakan, suami-istri tersebut asalnya dari Kecamatan Ngaringan. Hanya saja, alamat desanya belum diketahui.

Kabar sebelumnya, dari rombongan eks Gafatar yang sudah dipulangkan itu, ada enam warga Grobogan didalamnya. Yakni, Sujono dan istrinya Karini beserta empat anaknya. Mereka berasal dari Desa Banjarsari, Kecamatan Kradenan.

Sementara itu, Sekretaris Dinsosnakertrans Grobogan Sartono ketika dikonfirmasi menyatakan, eks Gafatar dari Grobogan sudah diserahkan pada tim penjemput sekitar pukul 10.00 WIB. Setelah diserahkan mereka langsung dibawa pulang.

“Posisi warga kita yang eks Gafatar sudah kita terima. Jumlahnya jadi delapan orang, karena ada tambahan dua orang. Habis Jumatan kita perkirakan sampai di Purwodadi,” katanya.

Editor : Kholistiono

Tim Penjemput Eks Gafatar dari Grobogan Meluncur ke Asrama Haji Donohudan

Logo gafatar

Logo gafatar

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Sesuai jadwal sebelumnya, Jumat (29/1/2016) hari ini para eks anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang sudah ditampung di Asrama Haji Donohudan Solo akan dipulangkan ke kampung halaman asal. Termasuk pula enam warga dari Grobogan yang ditengarai juga ikut jadi anggota Gafatar.

“Penjemputan eks Gafatar tetap dilakukan hari ini, atau tidak ada perubahan. Tadi sekitar jam 06.00 WIB, tim penjemputan sudah berangkat ke Donohudan,” kata Kabid Sosial Dinsosnakertrans Grobogan Kurniawan.

Dikatakan, tim penjemputan terdiri dari beberapa instansi. Selain dari Dinsosnakertrans, personel dari kejaksaan, polres, kodim, kesbanglinmas dan Satpol PP juga ikut dalam tim penjemputan eks Gafatar itu.”Sesuai jadwal, serah terima eks Gafatar itu akan dilakukan jam 09.00 WIB,” imbuhnya.

Seperti diketahui, dalam rombongan eks Gafatar yang sudah dipulangkan itu, ada enam warga Grobogan didalamnya. Yakni, Sujono dan istrinya Karini beserta empat anaknya.

Satu keluarga ini asalnya dari Desa Banjarsari, Kecamatan Kradenan. Setelah dijemput, mereka nanti akan dipulangkan ke kampung halamannya. Di desa asalnya, Sujono dan keluarga akan ditampung adik kandungnya yang masih tinggal disitu.

Editor : Kholistiono

Enam Orang Eks Gafatar Akan Ditampung Adiknya di Banjarsari, Kradenan

ilustrasi

ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Pertanyaan sejumlah pihak terkait tempat tujuan enam warga Grobogan eks Gafatar setelah tiba di kampung halamannya sedikit mendapat kepastian. Pasalnya, enam orang yang terdiri dari satu keluarga itu akan ditampung keluarganya di Desa Banjarsari, Kecamatan Kradenan.

Hal itu disampaikan Kades Banjarsari Surasdi saat mengikuti rakor penjemputan eks Gafatar di ruang rapat Setda Grobogan siang tadi.

”Pihak keluarga Sujono masih ada yang tinggal di Desa Banjarsari. Yakni, ibunya serta dua adik perempuannya. Kalau bapaknya Sujono ini sudah meninggal cukup lama. Salah satu adiknya sudah bersedia menampung Sujono beserta istri dan empat orang anaknya ketika balik ke kampung,” kata Surasdi.

Menurutnya, tidak lama setelah lulus SD atau sekitar tahun 1994, Sujono yang lahir tahun 1980 itu sudah pergi meninggalkan desanya. Baik keluarga maupun warga setempat tidak tahu persis kemana Sujono pergi.

Namun, pada tahun 2006 Sujono pulang kampung bersama istri dan anak pertamanya untuk menengok saudaranya. Ada beberapa bulan dia pulang kampung lantaran Karini, sang istri yang berasal dari Banjarnegara melahirkan anak kedua.

Setelah itu, mereka kemudian pergi lagi dan kabarnya menuju ke Kalimantan. Tahun 2014, Sujono sempat pulang lagi ke kampung seorang diri. Saat itu, dia sempat mengajak dua adiknya untuk ikut ke Kalimantan.

”Tapi kedua adik perempuannya tidak mau. Mereka memilih tinggal di desanya saja,” jelas Surasdi.
Setelah pergi cukup lama, Sujono sudah tidak tercatat lagi sebagai penduduk Desa Banjarsari. Oleh sebab itu, Surasdi sempat bingung ketika dapat informasi kalau ada warganya yang ikut dipulangkan dalam rombongan eks Gafatar. Namun, setelah dilacak lebih jauh akhirnya berhasil ditelusuri keberadaan keluarganya.

Saat ini, posisi Sujono dan istri yang sesuai KTP beralamat di Desa Kapuas Kanan, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang itu masih ada di Asrama Haji Donohudan. Demikian pula dengan empat anaknya yang baru berusia 11, 9, 6, dan 3 tahun. Mereka ini rencananya akan dijemput tim dari Pemkab Grobogan Jumat (29/1/2016) lusa.

Editor : Titis Ayu Winarni

4 Anak Kecil Grobogan juga Ikut Gafatar, dan Akan Dipulangkan

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Pemulangan para mantan anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) dari Kalimantan ke kampung halaman sudah dilakukan pemerintah sejak beberapa hari lalu. Dari rombongan yang sudah tiba, dikabarkan ada enam warga yang berasal dari Grobogan.

Informasi yang didapat menyebutkan, enam warga Grobogan ini ikut dipulangkan dalam rombongan yang tiba di Bandara Adisumarmo, Minggu (24/1/2016) malam kemarin. Rombongan sebanyak 77 orang ini diterbangkan dari Pontianak menggunakan pesawat Lion Air.

Setelah tiba di Adisumarmo, rombongan ini tidak bisa langsung pulang ke kampung halamannya masing-masing. Tetapi mereka dikumpulkan dulu di Asrama Haji Donohudan untuk mendapat pengarahan dan bimbingan dari berbagai instansi terkait.

Keenam warga Grobogan yang sudah mendarat itu merupakan satu keluarga. Terdiri dari pasangan suami-istri dan empat orang anaknya yang masih kecil-kecil.

Belum diperoleh kepastian soal status pasti warga Grobogan ini dalam organisasi Gafatar. Meski demikian, mereka ini ikut dikumpulkan pula di Asrama Haji Donohudan tersebut.

Kepala Kesbanglinmas Grobogan Yudhi Sudarmunanto ketika dikonfirmasi wartawan membenarkan adanya ada enam warga Grobogan yang ikut dalam rombongan pemulangan eks Gafatar tersebut. Saat ini posisi mereka masih di Asrama Haji Donohudan.

“Saya tadi sudah konfirmasi ke posko pemulangan eks Gafatar yang ada di asrama haji. Petugas membenarkan jika ada enam warga kita yang ikut dalam rombongan itu. Terdiri dari pasangan suami-istri dan empat orang anaknya yang masih kecil,” katanya.

Terkait dengan kondisi itu, Yudhi terlihat cukup sibuk saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (25/1/2016) siang. Beberapa kali, dia terlihat berkoordinasi dengan banyak pihak melalui telepon.
Dijelaskan, informasi yang didapat dari petugas di posko pemulangan memang cukup minim. Yakni, hanya didapat nama dan asal kabupaten saja. Sedangkan alamat lengkap keenam warga tersebut belum bisa dipastikan.

“Sebentar lagi, saya akan meluncur ke asrama haji untuk memastikan lebih jelas identitas warga Grobogan tersebut. Sejauh ini, kita belum tahu mereka ini memang terlibat dalam Gafatar atau tidak. Setelah sampai disana nanti akan saya kabari lebih lanjut,” tambahnya.

Yudhi menambahkan, untuk sementara memang baru ada enam orang warga Grobogan yang ikut pulang bersama rombongan eks Gafatar. Namun, bisa jadi jumlahnya bertambah. Sebab, dalam waktu dekat akan tiba pula rombongan dari Kalimantan yang dipulangkan melalui jalur laut atau naik kapal.

Editor : Akrom Hazami

Kesbanglinmas Grobogan Tolak Terbitkan SKT Buat Gafatar

Gafatar

Gafatar

 

GROBOGAN – Organisasi Kemasyarakatan Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) ternyata sempat mau masuk ke Grobogan. Namun, pihak Kesbanglinmas tidak mau menerbitkan surat keterangan terdaftar (SKT) buat organisasi tersebut dengan beberapa alasan.

“Beberapa hari lalu, ada perwakilan Gafatar datang untuk minta izin mengembangkan ormasnya di Grobogan. Namun, hal itu kami tolak. Sebab, sebelumnya kami sudah menerima edaran dari pusat untuk tidak menerima keberadaan Gafatar,” ujar Kepala Kesbanglinmas Grobogan Yudi Sudarmunanto pada wartawan, Senin (18/1/2016).

Di samping itu, Yudi juga sudah berkoordinasi dengan beberapa pihak lainnya untuk menangkal keberadaan Gafatar. Oleh sebab itu, dia mengimbau pada semua masyarakat untuk tidak bergabung dengan ormas tersebut.

Pernyataan senada juga dilontarkan Kapolres Grobogan AKBP Indra Darmawan Iriyanto. Menurutnya, para tokoh masyarakat dan tokoh agama diimbau untuk ikut membantu kepolisian untuk menangkal gerakan tersebut. Sebab, ormas ini sudah dilarang berkembang di Indonesia.

Soal adanya orang hilang dibeberapa daerah yang kabarnya bergabung dengan Gafatar, Indra menegaskan, sejauh ini pihaknya juga belum mendapatkan laporan adanya orang hilang terkait ormas tersebut.

“Sampai saat ini belum ada laporan orang hilang terkait dengan Gafatar. Kami selalu berkoordinasi dengan pihak-pihak lainnya untuk menangkal keberadaan ormas ini,” jelasnya. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)