Gadis ABG Diduga Dicabuli Ramai-Ramai Setelah Hilang 3 Hari di Nalumsari Jepara

Tiga pelaku yang diduga melakukan pencabulan terhadap gadis di bawah umur. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Tiga pelaku yang diduga melakukan pencabulan terhadap gadis di bawah umur. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Empat pemuda diamankan Polsek Nalumsari Jepara. Mereka diduga terlibat di peristiwa pencabulan terhadap gadis di bawah umur. Kini keempatnya diserahkan ke pihak unit PPA Polres Jepara.

Kapolsek Nalumsari, AKP Sugiono menjelaskan, dari empat pemuda yang diamankan, tiga di antaranya diketahui melakukan pencabulan. Sedangkan satu pelaku lainnya belum sempat melakukan pencabulan lantaran telah diamankan pihak kepolisian lebih dulu.

Keempat pemuda yang diamankan yakni AS (17), buruh bangunan, warga Desa Bategede Nalumsari Jepara, Aris Adi Santoso (32), swasta, warga Desa Muryolobo Nalumsari Jepara, Moh. Tohar (27), buruh bangunan,warga Desa Muryolobo Nalumsari Jepara, dan Amin Mansur (19) buruh bangunan,warga Desa Bategede RamaNalumsari Jepara. Sedangkan korban berinisial SPA (16), warga Nalumsari Jepara.

“Laporan awal dari pihak keluarga korban pada Sabtu (28/5/2016), hanya hilangnya korban sejak hari Jumat (27/5/2016). Kemudian pada Senin (30/5/2016) sore sekitar pukul 16.00 WIB, ada penyerahan pemuda bernama AS oleh warga Desa Bategede. Mulai dari situ kemudian dilakukan penyelidikan dan diketahui bahwa korban telah dicabuli,” ujar Sugiono kepada MuriaNewsCom, Selasa (31/5/2016).

Menurutnya, dugaan tindakan pencabulan berawal dari pengakuan pelaku AS. Kemudian diketahui ada beberapa temannya yang juga terlibat dalam kasus pencabulan tersebut dan akhirnya ditangkap ketiga pelaku lainnya tersebut.

“Dugaannya dilakukan pencabulan beberapa kali. Lokasinya ada di beberapa tempat, di antaranya di hutan sreni, di rumah pelaku dan di Pecangaan. Beberapa pelaku lainnya juga diamankan di kawasan pasar Pecangaan,” terangnya.

Dia menambahkan, proses hukum selanjutnya diserahkan ke unit PPA Polres Jepara. Termasuk upaya penyembuhan trauma dari korban, serta proses hukum bagi para pelaku.

Editor : Akrom Hazami