Heboh Soal “Pelucutan Atribut FPI” Ini Tanggapan Kapolres Rembang

Kapolres Rembang AKBP Sugiarto memberikan pakaian Muslim baru kepada anggota FPI yang akan datang ke Ponpes Al Anwar Sarang Rembang.(MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Pengguna media sosial hari ini, Jumat (9/5/2017) dihebohkan dengan postingan di grup Facebook Info Seputar Rembang terkait Front Pembela Islam (FPI). Postingan itu diunggah oleh pemilik akun Cak Cak Gio.

Dalam postingan itu, ada tiga foto yang disertai caption dengan judul “POLISI REMBANG LUCUTI ATRIBUT FPI SECARA PAKSA”. Kemudian, tulisan selanjutnya, yaitu “(BREAKINGNEWS] DPD FPI Jateng diundang Pondok Al Anwar Rembang pondoknya Mbah Moen untuk ikut membantu pengamanan acara pondok bersama Banser NU, Tapi di perbatasan Rembang Pagi ini semua atribut FPI disita secara paksa oleh aparat kepolisian yang dipimpin oleh kapolres dengan alasan *dititipkan ke kapolsek. dan kapolres secara arogan bilang: Pengamanan adalah tugas polisi. Saya tidak mau rembang ada atribut FPI. Atribut FPI tidak boleh masuk wilayah Rembang. Apakah Atribut FPI itu lambang PKI yg dilarang undang-undang ? Ini negata Hukum Pak silahkan tunjukkan pasal mana, undang-undang apa yg melarang atribut FPI ? Bekerjalah sesuai undang-undang bukan pesanan!!!.”

Postingan tersebut kemudian mendapatkan beragam reaksi dari ratusan netizen, dan sudah dibagikan beberapa kali.

Foto yang diunggah di grup Facebook Info Seputar Rembang terkait kedatangan FPI di Rembang. (Facebook)

Terkait hal ini, Kapolres Rembang AKBP Sugiarto membantah jika membantah keras kabar yang tersebar melalui media sosial tersebut.

Menurutnya,pihak Polres Rembang justru memfasilitasi para personel FPI dengan memberikan baju muslim yang baru. “Atribut yang dikenakan oleh para anggota FPI yang datang ke Rembang kami minta untuk dilepas. Nah, kemudian kami ganti dengan baju muslim yang baru. Itu bukan melucuti, tapi kami mengganti,” ungkapnya.

Pihaknya juga mengaku, jika sebelumnya telah mendengar kabar rencana kedatangan personel FPI ke Rembang untuk mengikuti pengajian Haul Kiai Zubair di Pondok Pesantren Al Anwar Sarang. Oleh sebab itu, guna mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan, pihaknya kemudian memberikan imbauan agar FPI tidak ikut datang ke Rembang. 

Namun, pada Jumat pagi, justru pihak kepolisian mendapati lima unit mobil berisi penuh rombongan personel FPI datang ke Rembang lengkap dengan atributnya. 

“Belum tentu warga Rembang bisa menerima kedatangan mereka, kami khawatir timbul gesekan. Sehingga inilah bentuk antisipasi kami. Kami mengimbau kepada masyarakat, utamanya pengguna media sosial agar lebih bijak dalam memanfaatkan medsos. Selain itu, jangan mudah terprovokasi dengan kabar yang belum tentu kebenarannya,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono