Anggota DPD RI Ini Kepincut Koleksi Fosil di Banjarejo Grobogan

MuriaNewsCom, Grobogan – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Bambang Sadono mengaku terpukau terhadap banyaknya penemuan aneka benda cagar budaya dan purbakala di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, Grobogan.

Hal itu disampaikan Bambang saat melihat langsung koleksi benda bersejarah yang tersimpan di rumah Kades Banjarejo, Ahmad Taufik, Sabtu (6/1/2018).

“Koleksi benda bersejarah di sini luar biasa sekali. Saya salut dengan upaya Pak Kades untuk melestarikan dan merawat temuan yang tidak ternilai harganya ini,” kata Bambang.

Menurutnya, dengan adanya temuan benda bersejarah yang sudah dikumpulkan jadi satu tersebut membawa dampak positif. Yakni, bisa jadi lokasi wisata sekaligus obyek penelitian ilmiah.

Kebetulan, Desa Banjarejo lokasinya tidak jauh dari obyek wisata Bledug Kuwu. Dengan demikian, para pengunjung Bledug Kuwu bisa meluangkan waktunya untuk melihat potensi purbakala di Banjarejo.

“Melihat banyaknya koleksi yang ada, sudah waktunya ada museum khusus di Banjarejo. Semoga keberadaan museum bisa segera terwujud,” jelasnya.

Dalam kunjungan itu, Kades Ahmad Taufik langsung bertindak jadi pemandu. Taufik menerangkan secara rinci tentang koleksi yang ada di rumahnya.

Baik, koleksi benda purbakala maupun cagar budaya yang ditemukan di Desa Banjarejo. Saat ini, koleksi benda peninggalan masa lalu itu lebih dari 500 unit.

Di antara koleksi, ada beberapa yang dinilai paling istimewa. Yakni, fosil kepala kerbau raksasa yang dipajang pada dinding ruang tamu.

Fosil langka ini usianya sekitar 1 juta tahun dan ukurannya memang sangat besar. Di mana, panjang antar ujung tanduk mencapai 170 cm. Kemudian tinggi tulang bagian kepala mencapai 60 cm dengan lebar 25 cm. Sedangkan panjang tiap tanduk sekitar 115 cm.

“Ini baru fosil kepalanya saja segini gede. Barangkali semasa hidupnya dulu, kerbau ini besarnya seukuran truk,” kata Taufik.

Editor : Ali Muntoha

 

Tulang Kepala Kerbau yang Ditemukan di Banjarejo Diperkirakan Berusia 500 Ribu Tahun

Fosil kepala kerbau yang ditemukan di Desa  Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Fosil kepala kerbau yang ditemukan di Desa  Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Misteri tulang berbentuk kepala kerbau yang ditemukan di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus akhirnya terungkap. Dimana, tulang berukuran besar tersebut merupakan benda purbakala yang diperkirakan berusia sekitar 500 ribu tahun.

“Dari penelitian yang kita lakukan hari ini, fosil kepala kerbau itu memang termasuk benda purbakala. Fosil seperti ini juga ada di museum Sangiran,” ungkap Kepala Seksi Perlindungan Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran Rusmulia Ciptadi Hidayat yang berhasil dikonfirmasi MuriaNews.com, petang tadi.

Secara singkat Rusmulia menjelaskan, kepastian fosil itu merupakan benda purbakala bisa dilihat dari ukurannya yang cukup besar. Kemudian, beberapa lapisan tanah yang menempel pada fosil juga bisa dipakai dasar untuk menentukan umur benda tersebut. Meski demikian, pihaknya nantinya akan melakukan penelitian lebih lanjut terhadap fosil tersebut.

Terkait fosil tersebut merupakan benda bersejarah, pihak Desa Banjarejo diminta untuk menyimpan dengan baik. Pihak desa juga diminta agar tidak memperjual belikan benda bersejarah yang ditemukan warga.

“Dalam waktu dekat, kita akan ke lokasi lagi untuk melakukan penelitian lebih lanjut. Selain itu, kita juga akan memberi penyuluhan pada warga terkait benda bersejarah,” imbuhnya. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Tim BPSMP Sangiran Tinjau Lokasi Penemuan Tulang Kepala Kerbau Purba

Fosil kepala kerbau yang ditemukan di Desa  Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Fosil kepala kerbau yang ditemukan di Desa  Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Tim dari Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran hari ini melakukan kunjungan ke Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus. Tujuannya adalah untuk melakukan pengecekan dan penelitian terkait adanya tulang berbentuk kepala kerbau yang ditemukan warga setempat belum lama ini.

Adanya kunjungan empat orang dari BPSMP Sangiran itu disampaikan Plt Kadisporabudpar Grobogan Wiku Handoyo saat bertemu di kantornya siang tadi. Menurutnya, sebelum meluncur ke lokasi, tim dari BPSMP sempat mampir di kantornya untuk koordinasi terkait penemuan tulang berbentuk kepala kerbau tersebut.

“Tadi tim dari BPSMP sempat kesini dulu sebentar. Setelah itu, mereka langsung menuju lokasi di Desa Banjarejo,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Banjarejo Ahmad Taufik ketika dihubungi membenarkan jika ada tim dari BPSMP yang tiba di desanya. Selama disitu, ada beberapa kegiatan yang dilakukan.Yakni, meneliti tulang kepala kerbau yang ditemukan Kaur Kesra  atau Modin Desa Banjarejo Budi Setyo Utomo, Rabu (9/9) sore di sungai yang ada di desa setempat.

Selanjutnya, tim dari BPSMP juga diantar menuju tempat ditemukannya tulang kepala kerbau berkuran jumbo yang membikin heboh banyak pihak tersebut.

“Selain itu, tim juga menengok lokasi yang diyakini warga Banjarejo sebagai tempat berdirinya Kerajaan Medang Kamulan. Kemudian, bekas tempat pasujudan Prabu Aji Saka juga sempat disinggahi tamu tersebut,” ujar Taufik.

Ditambahkan, tim dari BPSMP Sangiran itu juga sempat memintanya untuk membuat surat pernyataan. Yakni, pernyataan untuk tidak menjual benda-benda berharga atau bersejarah yang ditemukan di desa tersebut. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Ini Nyata, Ada Tulang Kepala Kerbau Masuk Kantor Gubernur Jateng

Kepala Desa Banjarejo Ahmad Taufik bertemu Gubernur Ganjar Pranowo untuk memerlihatkan benda penemuan warganya

Kepala Desa Banjarejo Ahmad Taufik bertemu Gubernur Ganjar Pranowo untuk memerlihatkan benda penemuan warganya

 

GROBOGAN – Temuan barang langka berupa tulang berbentuk kepala kerbau di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, Grobogan, ternyata sudah sempat dilihat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Hal itu terjadi setelah tulang yang ditemukan di dasar sungai di desa setempat dibawa ke kantor gubernur di Semarang, Selasa (15/9).

“Pagi tadi sekitar pukul 09.30 WIB saya tiba di kantor gubernuran dan bisa bertemu dengan Pak Ganjar. Tulang kepala kerbau ini saya angkut menggunakan kendaraan bak terbuka,” kata Kepala Desa Banjarejo Ahmad Taufik.

Selain memperlihatkan benda langka yang ditemukan, Taufik juga menyampaikan perihal seringnya warga Banjarejo menemukan barang-barang kuno. Seperti aneka perhiasan jaman kerajaan, ribuan koin kuno seberat 150 kilogram, arca kepala Budha serta batu bata kuno. Sayangnya, barang-barang temuan tersebut sebagian besar sudah dijual warga.

“Dalam waktu dekat, Pak Ganjar akan mengirimkan tim khusus ke Desa Banjarejo untuk meneliti lokasi. Pak Ganjar juga pesan kalau ada penemuan benda bersejarah agar dilaporkan dan tidak dijual,” terangnya.

Taufik menambahkan, dalam pertemuan itu, dirinya hanya ingin melaporkan temuan tulang kepala kerbau kepada gubernur.

Sebelumnya, dirinya sempat berkeinginan menyerahkan temuan itu kepada orang nomor satu di Jawa Tengah tersebut. Namun, niat itu akhirnya dibatalkan lantaran tingginya nilai sejarah dari benda yang ditemukan warganya itu.
“Benda ini hanya diperlihatkan dan tidak jadi kami serahkan pada Pak Ganjar. Rencananya, benda ini akan kami simpan di desa agar dapat menjadi pembelajaran dan kebanggaan buat anak cucu masyarakat Desa Banjarejo,” pungkasnya. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)

Fosil Kerbau Raksasa Ditemukan, Banjarejo Grobogan Digadang jadi Desa Cagar Budaya

Fosil kepala kerbau yang ditemukan di Desa  Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Fosil kepala kerbau yang ditemukan di Desa  Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Terkait dengan penemuan tulang atau fosil kepala kerbau berukuran besar atau raksasa di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, Grobogan, mulai mendapat tanggapan dari sejumlah pihak.

Sebagian di antaranya mengusulkan agar Banjarejo dijadikan sebagai Desa Cagar Budaya. Hal itu diperlukan karena selama ini di desa tersebut sudah sering ditemukan benda peninggalan sejarah.

“Dari penelusuran sejarah, di Desa Banjarejo memang diyakini dulunya jadi lokasi Kerajaan Medang Kamulan yang dipimpin Raja Dewata Cengkar. Dalam cerita legenda, Raja raksasa pemakan manusia ini kemudian dikalahkan oleh Aji Saka,” ungkap Ketua komunitas Grobogan Corner (GC) Badiatul Muchlisin Asti.

Asti berharap pemerintah daerah menjadikannya sebagai momentum untuk pengembangan pariwisata. Sebab, di desa tersebut merupakan basis sejarah. Hal ini diperkuat dengan ditemukannya benda-benda peninggalan bersejarah. Seperti, perhiasan jaman kerajaan, ribuan koin kuno, arca kepala budha, guci, batu bata kuno, dan yang terbaru fosil menyerupai kepala kerbau.

“Benda-benda yang berhasil ditemukan di sana tentu punya nilai historis yang tinggi. Sayangnya, sebagian besar benda bersejarah yang ditemukan itu  akhirnya dijual warga,” cetus Asti yang beberapa waktu lalu sudah menyusuri jejak sejarah di Desa Banjarejo bersama anggota GC.

Dia mengusulkan, bila perlu pemerintah perlu mendirikan museum khusus di Desa Banjarejo. Museum ini nantinya bisa menampung benda-benda bersejarah yang ditemukan di tempat tersebut. Dengan adanya museum ini nantinya akan bisa mendatangkan wisatawan ke desa tersebut.

Sementara itu, Wakil Bupati Grobogan Icek Baskoro saat dimintai tanggapannya mengatakan, selama ini penanganan penemuan benda bersejarah memang belum maksimal.

Salah satu kendalanya pemkab belum mengalokasikan anggaran khusus untuk menampung benda temuan warga. Akibatnya banyak warga yang menjual barang-barang bersejarah itu pada pihak lain.

“Idealnya, benda-benda penemuan itu memang dibeli dan dijadikan aset pemkab. Untuk mencegah agar hal itu tidak terulang, kami akan melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat dan Badan Arkeologi, agar nantinya di daerah tersebut dijadikan cagar budaya sehingga aset sejarah bisa terlindungi,” terangnya. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)