4 Balai Pelestarian Purbakala Bakal Selamatkan Temuan Fosil Stegodon di Banjarejo Grobogan

Kades Banjarejo Ahmad Taufik memperlihatkan foto lokasi penemuan fosil stegodon saat bertemu dengan Bupati Grobogan Sri Sumarni di ruang kerjanya, Jumat (7/7/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Upaya penyelamatan temuan fosil gajah purba jenis stegodon di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus,Grobogan, tidak hanya dilakukan oleh Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran saja. Tetapi ada beberapa instansi lainnya yang juga akan ikut mendukung penyelamatan fosil purbakala terbaru di Banjarejo tersebut.

Kades Banjarejo Ahmad Taufik mengungkapkan, selain BPSMP, ada instansi lain yang akan mengirimkan tim ahli. Antara lain, Balai Arkeologi Yogyakarta, Balai Konservasi Borobudur, Balai Pelestarian Cagar Budaya Jateng. Kemudian, dukungan juga akan diberikan dari Dinas Kebudayaan Jateng, Disporabudpar Grobogan serta komunitas fosil Banjarejo.

“Instansi yang akan melakukan penyelamatan temuan fosil stegodon nanti cukup komplit. Hal ini tentunya sangat membanggakan,” ungkap Taufik, saat bertemu Bupati Grobogan Sri Sumarni di ruang kerjanya, Jumat (7/7/2017).

Pertemuan dengan Sri itu dilakukan untuk melaporkan adanya rencana penyelamatan temuan fosil. Sebelum ke Banjarejo, tim penyelamatan ingin bersilaturahmi dengan bupati. Ikut hadir dalam pertemuan itu, Kabid Kebudayaan Disporabudpar Grobogan Marwoto.

Menurut Taufik, perwakilan dari instansi yang akan melakukan penyelamatan fosil stegodon sudah menggelar pertemuan, Kamis (6/7/2017) di kantor BPSMP Sangiran. Dalam pertemuan itu disepakati kalau tim penyelamatan akan melakukan kegiatan mulai Selasa 12 Juli mendatang.

“Minggu depan akan dimulai kegiatan penyelamatan temuan fosil stegodon. Rencananya, upaya penyelamatan akan berlangsung sampai bulan September,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Sri Sumarni merasa bangga dengan adanya banyak instansi yang berkeinginan untuk melakukan penelitian dan penyelamatan penemuan fosil stegodon yang dinilai sangat langka dan istimewa tersebut. Ia meminta agar dinas terkait memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut.

“Saya berharap, adanya penemuan fosil ini bisa makin mengundang daya tarik masyarakat untuk berkunjung ke Banjarejo. Pemkab juga menaruh perhatian besar. Salah satunya dengan memperbaiki akses jalan menuju ke desa wisata. Saat ini, proses perbaikan jalannya baru dalam tahap pelaksanaan,” katanya. 

Editor : Akrom Hazami

 

Warga Berharap Ada Tugu Identitas Gajah Purba di Desa Medalem Blora

Jpeg

Setyo Pujiono, Kepala Seksi Sejarah Kepurbakalaan DPPKKI Blora. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Fosil gajah purba yang beberapa kali ditemukan di Desa Medalem, Kecamatan Kradenan, Blora, membuat warga desa setempat mengingingkan adanya bangunan tugu gajah purba sebagai idenditas atau maskot.

“Warga berharap di desa tersebut didirikan tugu yang menunjukkan kalau daerah tersebut kerap ditemukan fosil binatang purba. Tugunya menunjukkan, jika Medalem merupakan desa gajah purba,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Pariwisata Kebudayaan Komunikasi dan Informatika (DPPKKI) Kabupaten Blora Slamet Pamuji melalui Setyo Pujiono, Kepala Seksi Sejarah Kepurbakalaan kepada MuriaNewsCom (05/4/2016).

Dijelaskannya, seperti sejumlah desa atau kelurahan lainnya yang sudah memiliki identitas, maka di wilayah tersebut perlu juga dibangun tugu sebagai maskot desa tersebut.

“Saya kira itu perlu juga. Contohnya di Kelurahan Kedunjenar yang terdapat gapura dengan tulisan Kedung Jenar Sentra Industri Keripik Tempe.Demikian juga di Desa Medalem, perlu ada tugu berkaitan dengan temuan fosil, ” ujarnya.

Dalam catatan dan hasil penelitian, menurutnya, di wilayah tersebut sudah empat kali ditemukan fosil gajah purba. Salah satunya di Dusun Sungon, Desa Medalem, yang ditemukan fosil gajah purba yang diperkirakan usianya sudah 200 ribu tahun. Tingginya mencapai lima meter dan berat 10 ton. Fosil gajah tersebut merupakan fosil temuan yang terbesar dan terlengkap di Indonesia.

Terakhir, fosil gading gajah purba yakni ditemukan oleh Panidi (40) dan Suwito (42) ketika menambang pasir. Lokasi diketemukannya lebih kurang 470 meter dari tepi sungai Bengawan Solo dengan kedalaman sekitar 2 meter.

Editor : Kholistiono

Fosil Gajah Purba Kembali Ditemukan di Desa Medalem Blora

f-upload jam 19, gajah purba (e)

Fosil rahang gajah purba yang ditemukan di Desa Medalem, Blora (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Fosil gajah purba kembali ditemukan di Desa Medalem, Kecamatan Kradenan, Blora. Fosil gajah purba yang ditemukan tersebut merupakan bagian dari spesies dengan nama latin elephas hysudrindicus.

Kali ini, fosil yang ditemukan merupakan rahan bagian bawah. Temuan kali ini merupakan temuan lanjutan setelah sebelum beberapa fosil juga ditemukan di desa yang sama, yakni fosil gading gajah purba yakni ditemukan Panidi (40) dan Suwito (42) ketika menambang pasir di tepi Sungai Bengawan Solo.

“Lokasi ditemukannya fosil gajah berupa rahang bagian bawah ini, lebih kurang 470 meter dari tepi sungai Bengawan Solo dengan kedalaman sekitar 2 meter. Sebelumnya ada temuan fosil berupa gading gajah, rahang atas, kali ini rahang bawah,” ujar Slamet Pamuji, Kepala Dinas Perhubungan Pariwisata Kebudayaan Komunikasi dan Informatika (DPPKKI) Kabupaten Blora melalui Kepala Seksi Sejarah Kepurbakalaan Setyo Pujiono kepada MuriaNewsCom.

Dirinya juga menyatakan, sebelumnya juga ada temuan di desa tersebut. Bahkan, fosil tersebut mendekati sempurna dari gajah purba jenis spesies yang sama. Saat ini fosil yang mendekati sempurna itu hanya bisa dilihat berupa replika di ruang khusus sudut Alun-alun Utara Blora. Selain disitu, repilka juga berada di Museum Geologi Bandung.

“Untuk fosil aslinya diserahkan pemerintah ke museum internasional. untuk temuan rahang bawah masih kita simpan,” ujarnya.

Editor : Kholistiono