Disperindag Jepara Kesulitan Kontrol Peredaran Pengawet Berbahaya

Sejumlah teri yang sedang dikeringkan oleh nelayan di Jepara. Disperindag menemukan banyak ikan teri basah yang berformalin. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Sejumlah teri yang sedang dikeringkan oleh nelayan di Jepara. Disperindag menemukan banyak ikan teri basah yang berformalin. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Mengetahui adanya ikan teri yang dijual di beberapa pasar mengandung formalin. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Jepara tidak dapat berbuat banyak. Mereka hanya menyoroti perlindungan konsumen dan peredaran pengawet berbahaya yang memang sampai saat ini masih dirasa kesulitan.

”Kami hanya bisa memberikan peringatan bagi penjual ikan teri mengandung formalin. Kami tidak bisa melakukan tindakan seperti penyitaan, karena itu bukan ranah kami,” kata Kabid Perdagangan Florentina Budi Kurniawati kepada MuriaNewsCom, Rabu (16/12/2015).

Menurutnya, pihaknya justru lebih menyoroti soal peredaran obat pengawet berbahaya yang memang sampai saat ini masih dijual bebas. Pihaknya mengaku sudah melakukan kordinasi dengan Provinsi untuk mengatasi masalah tersebut.

”Dari hasil koordinasi di Provinsi, penjualan pengawet berbahaya itu seharusnya memang dipegang satu perusahaan agar dapat terkontrol,” katanya.

Dia mencontohkan, jika peredaran pengawet berbahaya lewat satu jalur, dapat dikontrol seperti layaknya distribusi elpiji. Setiap penjual dan pembeli terdata secara rapi agar tidak disalahgunakan. (WAHYU KZ/TITIS W)

Duh, Teri di Jepara Banyak yang Berformalin

Sejumlah teri yang sedang dikeringkan oleh nelayan di Jepara. Disperindag menemukan banyak ikan teri basah yang berformalin. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Sejumlah teri yang sedang dikeringkan oleh nelayan di Jepara. Disperindag menemukan banyak ikan teri basah yang berformalin. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Ikan jenis teri basah yang dijual di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Jepara, ternyata banyak ditemukan yang mengandung bahan pengawet berbahaya yakni formalin. Hal itu diketahui setelah Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) melakukan pantauan pasar baru-baru ini.

Kepala Disperindag Yoso Suwarno melalui Kabid Perdagangan Florentina Budi Kurniawati menjelaskan, pihaknya melakukan pantauan barang dagangan sejumlah pasar di Kabupaten Jepara. Dari hasil pantauan tersebut didapatkan sejumlah ikan teri mengandung formalin.

”Dari beberapa kali melakukan pantauan pasar, kami mengambil sample ikan teri kemudian diuji di laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara, ternyata ikan teri itu mengandung formalin,” ujar Florentina kepada MuriaNewsCom, Rabu (16/12/2015).

Menurutnya, temuan tersebut tidak hanya di satu lokasi, tapi di sejumlah lokasi. Diantaranya di pasar Jepara satu, Jepara dua, Mlonggo, Kalinyamatan, dan Bangsri. Kesemuanya dari sample yang diambil mengandung formalin.

”Formalin itu mungkin digunakan untuk mengawetkan. Kalau untuk ikan besar biasanya menggunakan es, tapi untuk ikan teri yang kami temukan tidak menggunakan es tapi pengawet berbahaya,” katanya. (WAHYU KZ/TITIS W)

Awas ! Marak Ditemukan Makanan Mengandung Formalin

f-makanan (e)

Petugas dari Dinkes Grobogan saat melakukan pengecekan makanan di pasar tradisional. (MuriaNewsCom/DANI AGUS)

GROBOGAN – Tingginya penjualan aneka makanan menjelang lebaran ternyata dimanfaatkan sebagian orang untuk mengeruk keuntungan meski dengan cara yang curang. Yakni, mencampurkan beberapa bahan berbahaya, seperti formalin dalam proses pembuatan aneka makanan tersebut. Lanjutkan membaca

Di Pasar Tradisional Blora Ditemukan Ikan Berformalin yang Berasal dari Pati

f-formalin (e)

Petugas Dinkes Blora menunjukan hasil pengecekan cepat pada ikan yang mengandung formalin. (MURIANEWS/PRIYO)

BLORA – Sidak yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blora di pasar tradisional Jepon menemukan adanya ikan laut yang mengandung formalin yang dijual oleh salah satu pedagang. Lanjutkan membaca