FASBuK Bakal Hadirkan Rhy Husaini dan Ima Yaya

MuriaNewsCom, Kudus – Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (FASBuK) kembali digelar. Pada edisi bulan Maret ajang itu akan menghadirkan pertunjukan musik, puisi, cerpen dan diskusi oleh dua sastrawan yakni Rhy Husaini dan Ima Yaya.

Pertunjukan sendiri akan mengambil tempat di Kampus UMK Gondangmanis, Kecamatan Bae, pada hari Jumat (30/3/2018) mulai pukul 19.30 WIB.

Pada kesempatan itu Rhy Husaini akan menampilkan sebuah karya bertajuk “ANAHOM”. Ia sendiri merupakan penulis yang telah menelurkan beberapa karya, berupa antologi puisi dan essai. Selain itu, sastrawan ini juga kerap menampilkan karya-karyanya di Kota Gudeg maupun Kota Kretek.

Sedangkan Ima Yaya merupakan seorang tenaga pendidik di salah satu lembaga pendidikan kota Kudus yang sejak kecil mencintai puisi, terhitung sejak tahun 1998 aktif berteater di kota Solo, semarang dan menjadi pendiri Teater SAKA di Kudus.

Pada kesempatan tersebut, dirinya akan menampilkan sebuah karya yang bertajuk “Si Bola Mata”.

Acara ini sendiri, didukung Bakti Budaya Djarum Foundation bekerjasama dengan Kajian Kreatifitas Seni Obeng Fakultas Tekhnik Universitas Muria Kudus.

FASBuK sendiri adalah, ruang kerja fisik dan pemikiran untuk mencipta inovasi serta varian-varian sebuah paket kemasan kegiatan dalam bidang kesusasteraan dan kesenian lokal. Harapannya, ruang seni ini mampu menjadi aset atas keberagaman kebudayaan nasional dan dekat masyarakatnya sehingga tercapai ruang bersama untuk saling berbagi, bertukar pikiran.

Editor: Supriyadi

Cempaka Putih Pukau Ratusan Penonton FASBuK

MuriaNewsCom, Kudus – Kelompok musik Cempaka Putih berhasil tampil memukau di panggung Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (FASBuK), di Auditorium UMK, Selasa (20/02/2018) malam lalu. Kelompok musik yang digawangi oleh Kania (vokal), Monica (biola), Marla (gitar), Anggi (keyboard), dan Ena (perkusi) membawakan 5 lagu ciptaannya sendiri, 2 lagu cover dan 1 buah puisi.

”Proses untuk menuju ke panggung FASBuK ini sangatlah berbeda, jauh lebih menantang daripada pengalaman-pengalaman sebelumnya ketika bermusik,” kata Kania saat sesi diskusi.

Ia menjelaskan, untuk bisa tampil maksimal, pihaknya harus memulai dari nol. Baik itu membuat sajak ataupun mengaransmen ulang lagu yang sudah jadi. Selain itu, masing-masing personel juga harus mengesampingkan ego supaya musiknya enak didengar.

”Ketika menciptakan sebuah aransemen tentulah genre yang masih erat dalam pikiran kami berpengaruh dalam membuat nada harmonisasi. Namun dengan rasa yang telah disatukan atas dasar persahabatan, akhirnya terciptalah alunan musik yang mampu membuat seluruh pengunjung berdiam diri untuk menikmati,” tegasnya.

Sementara itu, Ulfa salah satu pengunjung FASBuK mengaku sangat bangga terhadap pertunjukan Cempaka Putih. Mahasiswi STAIN yang tergabung dalam salah satu anggota UKM Musik bahkan merasa kagum melihat kelima anggota Cempaka Putih begitu kompak dan berhasil melahirkan lagu begitu merdu.

”Kagum sekali. Kelimanya adalah perempuan yang punya latar belakang berbeda dalam kesehariannya. Namun mereka masih bisa tetap berkarya. Jujur saya begitu kagum. Terlebih pada sang gitaris dan vocalis,” tambahnya.

Editor: Supriyadi

Malam Ini, FASBuK Bakal Dimeriahkan Musikalisasi Puisi Cempaka Putih

MuriaNewsCom, Kudus – Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (FASBuK) kembali digelar. Pada edisi Februari 2018 akan ditampilkan pertunjukan musik, puisi dan diskusi “Cempaka Putih” di Auditorium Universitas Muria Kudus, Kampus Gondangmanis, Bae, Selasa (20/2/2018).

Acara yang menampilkan kelompok musik Cempaka Putih itu akan digelar mulai pukul 19.30 WIB. Dalam event tersebut, kelompok beranggotakan lima musisi muda itu akan membawakan musikalisasi puisi, yang dicipta oleh personel-personel mereka sendiri.

Ketua Badan Pekerja FaSBuk Arifin AM melalui siaran Persnya mengatakan, sebelum fokus bermusik sastra, Cempaka Putih terlebih dahulu memainkan musik dalam berbagai genre. Seperti Pop, Bossa Nova, Jazz dan rebana.

Nama Cempaka Putih sendiri‎ sendiri diambil dari makna bunga cempaka atau kantil. “Diartikan sebagai tali rasa sebuah kasih sayang secara mendalam tiada terputus. Hal tersebut terkait langsung dengan jiwa spiritual para personil yang kuat dalam meraih sebuah kesuksesan secara lahir batin,” ujarnya.

Selain pertunjukan, nantinya akan ada dialog interaktif terkait proses aktif yang dilakukan oleh grup Cempaka Putih.

FaSBuk sendiri rutin menggelar acara sastra dan seni budaya yang meliputi, sarasehan, pertunjukan musik, tari dan pementasan drama dan teater.

Editor: Supriyadi

Hebat! Shinta dan Drupadi Pukau Puluhan Penonton FASBuK

MuriaNewsCom, Kudus – Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (FASBuK) yang di dukung Bakti Budaya Djarum Foundation bekerjasama dengan HMP SI Universitas Muria Kudus dan MuriaNewsCom berhasil menyedot perhatian penonton, Senin (29/1/2018) malam.

Pertunjukan Teater Bledog dari STIKes Muhammadiyah Kudus dengan lakon Shinta karya Aslam Mufit dan Monolog “Drupadi” oleh Laila Alfiyah berhasil menghipnotis penonton di Auditorium Universitas Muria Kudus.

Ketua Badan Pekerja FASBuK, Arfin AM mengatakan, kedua pertunjukan tersebut adalah pertunjukan teater dengan naskah yang terinspirasi oleh kisah Ramayana. Naskah Shinta karya Aslam Mufit ini mengangkat sosok perempuan yang senantiasa melindungi kesetiaan dan janji suci atas cintanya.

”Sedangkan pertunjukan monolog Drupadi akan menceritakan sosok perempuan yang tangguh dalam menjalani suratan takdir,” katanya.

Sementara, sang sutradara Laila Alfiyah seolah ingin menyampaikan tentang dua sosok tokoh perempuan dari cerita yang berbeda namun memiliki satu kesamaan. Yakni sebuah tekad yang kuat untuk dijunjung tinggi dan diperjuangkan.

Apiknya, konsep ide pertunjukan yang dibangun juga disesuaikan dengan kondisi jaman pada saat sekarang ini. Praktis pertunjukan berhasil dinikmati dan terlihat hidup.

”Itu terlihat dari antusiasme penonton. Mereka seolah-olah ikut dalam pertunjukan,” tegasnya.

Selain itu, diskusi seputar pertunjukan serta proses penciptaan usai penampilan juga begitu hangat. Para seniman yang pentas juga terlihat begitu terbuka. Terutama dalam hal kritik yang dianggap sangat membangun.

Editor: Supriyadi

Sukses Besar, Stain Music Studio Pukau Ratusan Penonton FASBuk

Salah satu penampilan SMS dalam FASBuk. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Penampilan Stain Music Studio (SMS) dalam Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (FASBuK) mendapatkan apresiasi tinggi dari para penonton Sabtu (23/12/2017). Beberapa penonton bahkan terhoipnotis dengan penampilan mengesankan dari SMS.

Alumni UKM Musik UIN Walisongo Obbi mengaku sangat puas karena rasa rindunya terobati. Apalagi SMS membuat pertunjukan yang berbeda dari pertunjukan Paduan Suara seperti biasanya.

”Konsepnya bagus, ada unsur koreo-koreo yang unik dipadukan dengan pembacaan puisi serta musikalisasi puisi yang sangat enak untuk dinikmati,” katanya.

Selain dari Obbi, SMS juga mendapatkan support dari para alumni yang memang sengaja tidak membantu dalam proses kreatif mereka kali ini. Para alumni yang hadir memberikan support penuh karena adik-adik mereka mampu berkreasi dengan enjoy.

Dari pantauan di lapangan, pertunjukan bertajuk Senandung Khatulistiwa yang dihadirkan SMS memang sengaja membawakan lagu-lagu nasional, lagu daerah dari beberapa daerah dan puisi yang menggambarkan tentang Indonesia tercinta.

Mereka ingin menyampaikan bahwa keberagaman Budaya Indonesia itu perlu dijaga dan dilestarikan dengan cara berkarya, terlebih kita generasi muda yang harus memunculkan ide-ide kreatifnya

Acara yang berlangsung hingga pukul 23.00 Wib itu dibagi menjadi dua sesi dengan adanya kuis di sela- sela dua sesi. Pada kuis tersebut mengajak penonton untuk aktif dan seksama terhadap pertunjukan, karena pertanyaan yang diberikan seputar FASBuK dan pertunjukan yang dihadirkan malam itu.

Editor: Supriyadi

SMS Bakal Pentas di FASBuK Malam Nanti

Fasbuk

MuriaNewsCom, Kudus – Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (FASBuK) kembali menggelar pagelaran seni dan budaya yang rutin digelar tiap bulan. Pada Desember ini yang akan tampil adalah Stain Music Studio (SMS).

Panitia FasbuK, Arfin mengatakan, SMS akan pentas di auditorium Kampus UMK pada Sabtu, 23 Desember 2017, jam 19.30 WIB.Pasca pementasan, juga dilakukan diskusi tentang pementasan yang dilakukan.

“Itu rutin dilakukan tiap bulan, dengan pementasan pelaku seni dari Kudus. Baik dari lingkungan kampus maupun masyarakat umum. Kali ini pementasan dilaksanakan sekitar 60-90 menit,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurut dia, SMS merupakan UKM dari STAIN Kudus yang dibentuk pada 1997. Semenjak dibentuk hingga kini masih aktif dan kerap melakukan pementasan baik di lingkungan kampus maupun luar kampus.

Karyanya, kata dia, berupa pertunjukan band maupun paduan suara. Dan kali ini SMS akan menyuguhkan sebuah sajian pertunjukan nyanyian atau nada-nada yang menggambarkan keanekaragaman budaya Indonesia ke dalam bentuk harmoni paduan suara.

“Musik dan puisi yang dipentaskan nanti sesuai tajuk senandung Khatulistiwa,” terangnya.

Editor : Ali Muntoha

Pementasan Monolog Nindya Pukau Ratusan Penonton

Anika Nofiyanti mementaskan naskah Nindya karangan Yudhi MS. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pementasan FASBuk yang digelar di Auditorium UMK, Rabu (29/11/2017) malam tadi berlangsung meriah. Ratusan penonton hadir untuk melihat pertunjukan monolog dengan naskah Nindya karya Yudhi MS.

Panitia kegiatan, Arfin mengatakan, ratusan penonton yang hadir tak hanya dari pegiat seni di Kudus. Puluhan pelajar hingga masyarakat umum juga turut andil menyaksikan pementasan.

“Semalam alhamdulillah kisaran 500-600 penonton karena ada dr teater SAKA, Teater UKUR, Teater satoesh, Tiga koma, Dewaruji dan sebainya. Belum lagi masyarakat yang datang,” katanya kepada MuriaNewsCom

Apiknya lagi, ratusan penonton tersebut terlihat puas dengan monolog yang dibawakan Anika Nofiyanti. Satu di antaranya Beni Dewa, warga Undaan. Dia melihat pementasan monolog sangatlah jarang dijumpai di Kudus. Untuk itu, dia rela jauh-jauh datang melihatnya.

“Pementasan monolog memiliki tantangan tersendiri untuk melakoni. Karena mainya tunggal sehingga harus lebih memahami naskahnya,” ujarnya yang juga penikmat teater.

Tentang naskah, dia juga mengatakan naskah yang apik. Sebuah cerpen yang dibalut dengan sastra, menbuat cerita jadi seru untuk ditampilkan. Sayangnya, dia kurang puas lantaran waktu pementasan yang dianggap singkat.

“Monolog biasanya 30 menit atau lebih, namun pementasan semalam berlangsung sekitar 20 menitan saia,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Malam Ini, FASBuk Gelar Monolog Nindya Karya Yudhi MS

MuriaNewsCom, Kudus – Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (FASBuK) yang di dukung Bakti Budaya Djarum Foundation bekerjasama dengan HMP SI Universitas Muria Kudus dan MuriaNewsCom akan kembali menggelar lawatan rutin sastra dan budaya.

Kali ini FASBuk akan menampilkan pertunjukan monolog dan diskusi dengan naskah “NINDYA” karya Alm.Yudhi MS (Sastrawan dan tokoh pendiri FASBuK) di Auditorium Universitas Muria Kudus pukul 19.30 WIB, malam nanti.

Nindya sendiri diangkat dari cerpen ’Senja Nindya’ yang ditulis Yudhi MS pada akhir tahun 2013. Alur ceritanya menceritakan sebuah perjalanan kisah cinta tokoh Nindya dari remaja hingga dia berumur 38 tahun.

Pada akhirnya dia (Nindya) menyesali dengan hidup yang dia jalani. Akan tetapi dia berusaha mempertahankan apa yang sudah dia yakini selama berpuluh-puluh tahun.

Setelah pertunjukan usai, akan ada dialog interaktif dan diskusi bareng tentang proses kreatif penggarapan sebuah pertunjukan. Nah, jangan sampai terlewatkan ya.

Editor: Supriyadi

Lima “Pendekar” Seni Kudus Sukses Ramaikan FasbuK

Acara pembukaan  FasbuK malam tadi di Auditorium UMK. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Lima pendekar seni dari Kudus membuat acara FasbuK, Sabtu (28/10/2017) berlangsung lebih greget.

Lima pendekar seni tersebut, adalah Ozy, Ali Rege, Alfiyah, Wartoyo Giok, Tri Lestari dan Sikustik. Kelima pendekar tersebut merupakan simbol dari penjuru Kudus mulai ujung barat hingga ujung timur.

“Ada lima unsur yang kami hadirkan, kelimanya mewakili bagian Kudus. Mulai barat, utara, selatan, timur, dan terakhir dari tengah. Semuanya memiliki ciri khas,” kata panitia kegiatan Arfin kepada MuriaNewsCom.

Dalam kegiatan yang diselenggarakan di auditorium UMK itu, lima pendekar mengguncang auditorium dengan gayanya masing-masing. Dengan tema Gelora Sastra, para seniman membacakan puisi dengan gayanya masing-masing, menjadi hal yang seru selama pertunjukan.

Seperti halnya Waryoto Giok, yang juga sebagai ahli teater dan juga dalang. Gaya puisi yang ditampilkan juga berbau teater dan juga dalang. Ada pula yang menampilkan dengan tarian, musik dan sebagainya.

“Ini juga dalam rangka memperingati hari sumpah pemuda,” ungkap dia.

Editor : Ali Muntoha

‘Gelora Sastra’ Siap Ramaikan Kegiatan Fasbuk Bulan Ini

Poster Gelora Sastra

MuriaNewsCom, Kudus – Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (Fasbuk) yang di dukung Bakti Budaya Djarum Foundation bekerjasama dengan HMP SI Universitas Muria Kudus akan kembali menggelar lawatan rutin sastra dan budaya.

Kali ini menampilkan pertunjukan musik, puisi, dan diskusi dengan menghadirkan tema “Gelora Sastra” di Auditorium Universitas Muria Kudus, Sabtu, (28/10/ 2017), pukul 19.30 WIB.

Ketua Badan Pekerja Fasbuk Arfin Am mengatakan, pihaknya mengadakan kegiatan edisi bulan Oktober 2017 untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda dan Bulan Bahasa.  Melalui tajuk ‘Gelora Sastra’, Fasbuk mempersembahkan pertunjukan dari seniman dan sastrawan Kabupaten Kudus.

Adapun kelima seniman adalah Tri Lestari, Ozzy, Seniman Teater, Waryoto Giok dalang dan seniman teater, Ali Rege seniman musik dan teater, Alfiah seniman tari.

“Tema kali ini akan menyampaikan betapa pentingnya nilai-nilai persatuan dan kesatuan. Yang utamanya diperuntukkan kepada para generasi muda,” katanya dalam rilis pers.

Tidak hanya pertunjukan saja, lanjutnya, melainkanada dialog interaktif bersama membahas kepenulisan, seni pertunjukan dan peringatan Hari Sumpah Pemuda dan Bulan Bahasa.

Editor : Supriyadi

Santri TBS Senang Pentaskan Puisi Kedamaian dalam Acara FASBuK

Anggota Teater Oncor perpoto bersama sebelum pentas. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Sejumlah santri Madrasah Aliyah TBS, yang tergabung dalam Teater Oncor sangat senang mendapat kesempatan mementaskan puisi bertema perdamaian. Mereka bertambah senang, manakala yang dipentaskan adalah puisi karya pribadi.

Seperti diungkap M Rizal Arifuddin, siswa kelas 10 Madrasah Aliyah TBS. Puisi berjudul indahnya perdamaian sengaja dibuat olehnya untuk pementasan FASBuK di Auditorium UMK Rabu (20/9/2017) malam.

“Puisi ini juga diciptakan untuk mengajak sesama berdamai, sehingga dalam sebuah negara tak ada permusuhan, kekerasan dan tercipta kedamaian,” katanya kepada MuriaNewsCom

Menurut dia, belakangan ini santer terdengar kabar adanya kekerasan di Rohingya di Myanmar. Akibat kekerasan tersebut negara menjadi bergejolak dan jauh dari kata damai. Padahal, diakui atau tidak, damai tentu sangat indah.

Seperti kalimat dalam puisi “Damai, indahnya perdamaian, ciptakanlah perdamaian, pasti tenteram hidup ini.

Sementara, panitia pementasan Arfin menyebut, Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (FASBuK) yang didukung Bakti Budaya Djarum Foundation bekerjasama dengan HMP SI Universitas Muria Kudus  pertunjukan musik, puisi, dan diskusi dengan menghadirkan tema “Lantunan Kedamaian”.

“Puisi seringkali memuat beberapa pesan dan kesan yang mendalam pada setiap daya tangkap beberapa orang, melalui kata demi kata Sang Penyair akan mengungkapkan segala daya imajinasi kreatif yang ditujukan pada suatu keadaan atau perasaan tertentu,” ujarnya

KrogerFeedback Fuel Points win for free

Bertepatan dengan tanggal 21 September yang merupakan Hari Perdamaian Dunia, para penyair muda ini akan membawakan puisi karya mereka yang sesuai dengan tema bulan ini “Lantunan Kedamaian“ berisi tentang sajak-sajak yang akan memberikan makna luas tentang indahnya persatuan dan kesatuan.

Editor: Supriyadi

Fasbuk Siap Lantunkan Kedamaian Lewat Sastra

Fasbuk

MuriaNewsCom, Kudus – Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (Fasbuk) yang didukung Bakti Budaya Djarum Foundation bekerjasama dengan HMP SI Universitas Muria Kudus akan kembali menggelar lawatan rutin sastra dan budaya.

Kali ini menampilkan pertunjukan musik, puisi, dan diskusi dengan menghadirkan tema “Lantunan Kedamaian” di Auditorium Universitas Muria Kudus, Kampus Gondangmanis PO. BOX 53 Bae Kudus, pada hari Rabu, 20 September 2017, pukul 19.30 WIB.

Ketua Badan Pekerja Fasbuk M Arfin mengatakan, puisi seringkali memuat beberapa pesan dan kesan yang mendalam pada setiap daya tangkap beberapa orang. Melalui kata demi kata, penyair akan mengungkapkan segala daya imajinasi kreatif yang ditujukan pada suatu keadaan atau perasaan tertentu.

“Pada edisi September 2017 ini Fasbuk mengapresiasi karya penyair-penyair muda yang akan menyampaikan isi pesan dari puisi ke dalam bentuk pertunjukan musik dan teaterikal,” kata Arfin dalam rilis persnya.

Bertepatan dengan tanggal 21 September yang merupakan Hari Perdamaian Dunia, para penyair muda ini akan membawakan puisi karya mereka yang sesuai dengan tema bulan ini “Lantunan Kedamaian“ berisi tentang sajak-sajak yang akan memberikan makna luas tentang indahnya persatuan dan kesatuan.

Editor : Supriyadi

Penampilan Sanggar Tari Ciptoning Asri di FASBuk Bikin Kagum

Penampilan sanggar Ciptoning Asri berhasil memikat perhatian penonton. (FASBuk)

MuriaNewsCom, Kudus – Penampilan sanggar tari Ciptoning Asri dalam acara FASBuk di Auditorium UMK, Sabtu (19/8/2017) berhasil menyedot perhatian penonton. Dengan tema Nitik  Sasmaya, ratusan penonton bahkan dibuat kagum dalam penampilan tersebut.

Panitia kegiatan FasbuK Arfin mengatakan, dalam pementasan kali ini sanggar Ciptoning Asri memberikan pertunjukan tari batik. Di mana tari tersebut menggambarkan karya batik yang telah ada pada zaman kerajaan-kerajaan yang telah turun temurun dilestarikan sampai sekarang.

Selain itu,  batik juga terdapat nilai-nilai luhur pembelajaran tentang makna dan nilai-nilai kehidupan.

“Membatik merupakan salah satu pembelajaran pengendalian diri yang bagus diterapkan sejak dini, mempererat tali persaudaraan dan persatuan. Proses pembuatan batik dari mulai menggambar pola, nyanting, hingga nglorot yang dilakukan dengan bekerja sama akan menghasilkan karya yang indah,” katanya saat menjelaskan tentang sinopsis pementasan

Tanpa adanya kerjasama, lanjutnya, ia yakin batik tak akan seindah ini. Apalagi, membatik prosesnya tak mudah. Jika ada yang kurang, ia yakin batik tak akan sempurna dan sulit untuk diterima masyarakat.

Sementara itu, salah satu penonton FASBuk, Afandi mengaku terkesima dengan penampilan tari Ciptoning Asri. Dia menilai pementasan tari tersebut sangat rapi dan memiliki gerak tarian yang khas, terutama dalam lenggak-lenggoknya.

Setelah itu, dari unsur kostum juga sangat pas. Tak ada yang kontras dan maching dengan gerakan penari.

”Ini menandakan semua persiapan sudah disiapkan sedemikian rupa sejak awal. Makannya pentas sangat seru dan sangat mengagumkan,” tandasnya.

Editor: Supriyadi

 

Fasbuk Akan Gelar Kegiatan Tari Karya Sanggar Seni Ciptoning Asri Kudus

MuriaNewsCom, Kudus – Info terbaru, Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (Fasbuk) yang didukung Bakti Budaya Djarum Foundation bekerja sama dengan HMP SI Universitas Muria Kudus akan kembali menggelar lawatan rutin sastra dan budaya. Kali ini menampilkan pertunjukan tari dan diskusi budaya dengan menghadirkan judul “Nitik Sasmaya” di auditorium Universitas Muria Kudus, Kampus Gondangmanis, Sabtu (19/8/2017) pukul 19.30 WIB.

Ketua Badan Pekerja Fasbuk Arfin mengatakan, edisi Agustus 2017 mengangkat sebuah pertunjukan tari karya dari Sanggar Seni Ciptoning Asri Kudus, dengan judul ” Nitik Sasmaya ” (Keindahan dari Gabungan Titik-titik). “Sebuah pertunjukan yang akan menggambarkan keindahan karya batik yang telah ada secara turun temurun dan dilestarikan sampai sekarang. Membatik merupakan salah satu pembelajaran pengendalian diri, mempererat tali persaudaraan dan persatuan,” katanya dalam rilis pers ke MuriaNewsCom.

Proses pembuatan batik dari mulai menggambar pola, nyanting, hingga nglorot yang dilakukan dengan bekerja sama, akan menghasilkan karya yang indah sebagai bukti keindahan dari negeri ini. Dalam pengkaryaan tersebut terdapat nilai-nilai luhur pembelajaran tentang makna dan nilai-nilai kehidupan. Semua itu akan dirangkai dalam sebuah rangkaian koreografi yang akan dimainkan oleh para penari dari Sanggar Seni Ciptoning Asri. Selain pertunjukan nantinya juga akan dilanjutkan dengan sesi bincang-bincang bersama tentang proses penciptaan karya Nitik Sasmaya.

Tentang Fasbuk, adalah ruang kerja fisik dan pemikiran secara kontinyu untuk mencipta inovasi serta varian-varian sebuah paket kemasan kegiatan dalam bidang kesusasteraan dan kesenian lokal yang nantinya mampu menjadi aset atas keberagaman kebudayaan nasional dan dekat masyarakatnya sehingga tercapai ruang bersama untuk saling berbagi, bertukar pikiran, demi sebuah cita-cita luhur tumbuhnya nilai-nilai kesadaran manusia yang berbudaya.

Editor : Akrom Hazami

Berteriak Lantank Meriahkan Kegiatan Fasbuk Malam Tadi di UMK 

Grup band Berteriak Lantank tampil apik dalam pentas yang diadakan Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (Fasbuk) di Auditorium Universitas Muria Kudus (UMK), Senin (31/7/2017) malam. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Grup band Berteriak Lantank tampil apik dalam pentas yang diadakan Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (Fasbuk) di Auditorium Universitas Muria Kudus (UMK), Senin (31/7/2017) malam.

Grup band tersebut mampu menyedot massa dan mampu apik berinteraksi dalam pementasan. Sejumlah lagu dibawakan dengan menarik. Lagu-lagu mereka juga sudah akrab di telinga penonton. Sebagian besar penonton ikut bernyani.

Dalam acara yang dimulai sekitar pukul 20.00 WIB tersebut, tak hanya ditampilkan hiburan musik. Tapi ada juga sastra puisi. Seperti halnya penampilan dari SMK Assaidiyah Kudus. Pembacaan puisi nan apik, mampu menghanyutkan suasana.

Acara dibuka Rektor UMK Suparnyo langsung. Dalam kesempatan itu, Suparnyo berterima kasih atas terselenggaranya kegiatan. Karena kegiatan mampu menjadi wadah untuk berkarya.

Khayati, salah satu penonton Fasbuk mengaku senang atas pementasan semalam.  Dia sangat menyukai grup Berteriak Lantank.

“Lebih senang musik, soalnya kalau pas pementasan musik diusahakan akan datang. Kalau yang lain kadang-kadang saja liatnya,” ucapnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Fasbuk Edisi Sajak Cinta  Sapardi Djoko Damono Memukau

Salah satu pengisi acara dalam kegiatan Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (Fasbuk) di Auditorium UMK, Kampus Gondangmanis, Bae, Kudus, Senin (20/3/2017) malam. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (Fasbuk) yang didukung Bakti Budaya Djarum Foundation bekerjasama dengan HMP SI Universitas Muria Kudus (UMK) sukses menggelar lawatan rutin sastra dan Budaya, di Auditorium UMK, Kampus Gondangmanis, Bae, Kudus, Senin (20/3/2017) malam.

Ketua Badan Pekerja Fasbuk Arfin AM mengatakan, Fasbuk edisi Maret 2017 bertepatan dengan tanggal dan bulan kelahiran dari sastrawan Prof Dr Sapardi Djoko Damono, salah satu tokoh sastrawan yang sangat populer. “Tidak hanya di kalangan para penyair, namun juga di kalangan masyarakat umum terutama anak muda, karena sajak-sajak cinta miliknya,” kata Arfin.

Fasbuk menghadirkan pertunjukan musik dari kelompok Gado-Gado Coustik juga Sikustik milik HMP SI yang akan mengaransement puisi – puisi milik Sapardi.

Di sela-sela pertunjukan juga akan diadakan diskusi tentang kedalaman makna serta keindahan sajak cinta yang dimainkan oleh para penampil. Dengan narasumber adalah Widya Hastuti Ningrum, guru pengajar Bahasa dan Sastra Indonesia yang juga aktif sebagai sekretaris KPK (Keluarga Penulis Kudus).

Salah satu pengisi acara dalam kegiatan Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (Fasbuk)  di Auditorium UMK, Kampus Gondangmanis, Bae, Kudus, Senin (20/3/2017) malam. (ISTIMEWA)

 

Beberapa puisi yang ditampilkan adalah Seperti Kabut, Sajak Kecil tentang Cinta; Puisi Kisah, Hujan di Bulan Juni, Seperti Kabut; Yang Fana dan adalah Waktu, Aku Ingin; dan Pada Suatu Hari Nanti, Sajak Kecil tentang Cinta.

Sekilas tentang Fasbuk, adalah ruang kerja fisik dan pemikiran secara kontinyu untuk mencipta inovasi serta varian sebuah paket kemasan kegiatan dalam bidang kesusasteraan dan kesenian lokal.  Yang nantinya mampu menjadi aset atas keberagaman kebudayaan nasional dan dekat masyarakatnya sehingga tercapai ruang bersama untuk saling berbagi, bertukar pikiran, demi sebuah cita-cita luhur tumbuhnya nilai-nilai kesadaran manusia yang berbudaya.

Secara rutin tiap bulannya Fasbuk menggelar acara sastra dan seni budaya yang meliputi apresiasi sastra, sarasehan budaya, pertunjukan musik, tari dan pementasan drama/teater, dan sebagainya. Acara tersebut di gelar di berbagai tempat kantong-kantong Budaya di Kudus.

Editor : Akrom Hazami

Sajak Cinta Sapardi Djoko Damono Malam Ini di UMK

MuriaNewsCom, Kudus – Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (Fasbuk) yang didukung Bakti Budaya Djarum Foundation bekerjasama dengan HMP SI Universitas Muria Kudus akan kembali menggelar lawatan rutin sastra dan Budaya.

Kali ini menampilkan diskusi serta pertunjukan dengan menghadirkan tema “Sajak Cinta Sapardi Djoko Damono” di Auditorium Universitas Muria Kudus, Kampus Gondangmanis PO BOX 53 Bae, Kudus, Senin (20/3/2017) pukul 19.30 WIB.

Ketua Badan Pekerja Fasbuk Arfin AM mengatakan, Fasbuk edisi bulan Maret 2017 bertepatan dengan tanggal dan bulan kelahiran dari Sang Maestro, Prof Dr Sapardi Djoko Damono. Salah satu tokoh sastrawan yang sangat populer, tidak hanya di kalangan para penyair, namun juga di kalangan masyarakat umum terutama anak muda, karena sajak-sajak cinta miliknya.

“Dan pada kesempatan kali ini, Fasbuk akan menghadirkan pertunjukan musik dari kelompok Gado-Gado Coustik juga Sikustik milik HMP SI yang akan mengaransemen puisi Sapardi Djoko Damono,” katanya dalam rilis persnya.

Di sela-sela pertunjukan juga akan diadakan diskusi tentang kedalaman makna serta keindahan sajak cinta yang dimainkan oleh para penampil. Pada edisi ini yang akan menjadi narasumber adalah Widya Hastuti Ningrum, guru pengajar Bahasa dan Sastra Indonesia, yang juga aktif sebagai sekretaris KPK (Keluarga Penulis Kudus).

Sekilas tentang Fasbuk, adalah ruang kerja fisik dan pemikiran secara kontinyu untuk mencipta inovasi serta varian sebuah paket kemasan kegiatan dalam bidang kesusasteraan dan kesenian lokal.  Yang nantinya mampu menjadi aset atas keberagaman kebudayaan nasional dan dekat masyarakatnya sehingga tercapai ruang bersama untuk saling berbagi, bertukar pikiran, demi sebuah cita-cita luhur tumbuhnya nilai-nilai kesadaran manusia yang berbudaya.

Secara rutin tiap bulannya Fasbuk menggelar acara sastra dan seni budaya yang meliputi apresiasi sastra, sarasehan budaya, pertunjukan musik, tari dan pementasan drama/teater, dan sebagainya. Acara tersebut di gelar di berbagai tempat kantong-kantong Budaya di Kudus.

Editor : Akrom Hazami

Fasbuk Sukses Gelar Acara Merenda Untaian Karya Aryo Gunawan

Adik seniman Aryo Gunawan dalam acara Fasbuk di Auditorium UMK, Selasa. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (Fasbuk) yang didukung Bakti Budaya Djarum Foundation dan bekerjasama dengan KSR PMI milik Universitas Muria Kudus sukses menggelar lawatan rutin Sastra dan Budaya.

Mereka mengangkat tema “Merenda Untaian Karya Aryo Gunawan” di Auditorium Universitas Muria Kudus, Kampus Gondangmanis PO.BOX 53 Kudus,  Selasa, 28 Februari 2017, malam.

Ketua Badan Pekerja Fasbuk Arfin AM mengatakan, pertunjukan edisi bulan Februari 2017 berlangsung sukses. Fasbuk mengangkat tema “Merenda Untaian Karya Aryo Gunawan“.

Diketahui, Aryo Gunawan adalah salah satu sosok seniman, budayawan, dan penulis yang ikut mendirikan Fasbuk.

“Banyak sekali tulisan beliau berupa cerpen, puisi maupun naskah drama. Untuk mengenang beliau, karya-karyanya akan diapresiasi ke atas panggung menjadi sebuah pertunjukan musik sastra yang dibawakan oleh Teater STUDIO ONE,” kata Arfin di rilis persnya ke MuriaNewsCom.

Ada juga pertunjukan, pembacaan karya beliau yang dilakukan oleh komunitas maupun penyair muda perwakilan dari Pena Kampus dan LPM Paradigma STAIN.

Fasbuk adalah ruang kerja fisik dan pemikiran secara kontinu untuk mencipta inovasi serta varian-varian sebuah paket kemasan kegiatan dalam bidang kesusasteraan dan kesenian lokal.

Yang nantinya mampu menjadi aset atas keberagaman kebudayaan nasional dan dekat masyarakatnya sehingga tercapai ruang bersama untuk saling berbagi, bertukar pikiran, demi sebuah cita-cita luhur tumbuhnya nilai-nilai kesadaran manusia yang berbudaya.

Editor : Akrom Hazami

Fasbuk Kenang Sastrawan Aryo Gunawan dengan Gelar Pertunjukan Besok

MuriaNewsCom, Kudus – Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (Fasbuk) yang didukung Bakti Budaya Djarum Foundation dan bekerjasama dengan KSR PMI milik Universitas Muria Kudus akan menggelar lawatan rutin Sastra dan Budaya.

Kali ini mengangkat tema “Merenda Untaian Karya Aryo Gunawan” di Auditorium Universitas Muria Kudus, Kampus Gondangmanis PO.BOX 53 Kudus.  Pada hari Selasa, 28 Februari 2017, pukul 19.30 WIB.

Ketua Badan Pekerja Fasbuk Arfin AM mengatakan, pertunjukan edisi bulan Februari 2017 mengangkat tema “Merenda Untaian Karya Aryo Gunawan“. Aryo Gunawan adalah salah satu sosok seniman, budayawan, dan penulis yang ikut mendirikan Fasbuk.

“Banyak sekali tulisan beliau berupa cerpen, puisi maupun naskah drama. Untuk mengenang beliau, karya-karyanya akan diapresiasi ke atas panggung menjadi sebuah pertunjukan musik sastra yang dibawakan oleh Teater STUDIO ONE,” kata Arfin di rilis persnya ke MuriaNewsCom.

Selain itu juga akan ada pertunjukan, pembacaan karya beliau yang akan dilakukan oleh komunitas maupun penyair muda perwakilan dari Pena Kampus dan LPM Paradigma STAIN.

Fasbuk adalah ruang kerja fisik dan pemikiran secara kontinu untuk mencipta inovasi serta varian-varian sebuah paket kemasan kegiatan dalam bidang kesusasteraan dan kesenian lokal. Yang nantinya mampu menjadi aset atas keberagaman kebudayaan nasional dan dekat masyarakatnya sehingga tercapai ruang bersama untuk saling berbagi, bertukar pikiran, demi sebuah cita-cita luhur tumbuhnya nilai-nilai kesadaran manusia yang berbudaya.

Secara rutin tiap bulannya, Fasbuk menggelar acara sastra dan seni budaya yang meliputi apresiasi sastra, sarasehan budaya, pertunjukan musik, tari dan pementasan drama/teater, dan sebagainya. Acara tersebut digelar di berbagai tempat kantong budaya di Kudus.

Editor : Akrom Hazami

Fasbuk Sukses Adakan Kegiatan Sastra “Kreatif itu Keren”

Salah satu penyair muda membacakan karya puisi dalam perhelatan Fasbuk di Auditorium Universitas Muria Kudus, Kampus Gondangmanis PO. BOX 53 Bae, Kudus, Selasa (31/1/2017) malam. (ISTIMEWA)

Salah satu penyair muda membacakan karya puisi dalam perhelatan Fasbuk di Auditorium Universitas Muria Kudus, Kampus Gondangmanis, Kudus, Selasa (31/1/2017) malam. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (Fasbuk) yang didukung Bakti Budaya Djarum Foundation, bekerjasama dengan KSR PMI Universitas Muria Kudus,  akhirnya sukses menggelar diskusi serta pertunjukan dengan tema “Kreatif Itu Keren” di Auditorium Universitas Muria Kudus, Kampus Gondangmanis, Bae, Kudus, Selasa (31/1/2017) malam.

Panitia Arfin AM mengatakan, kegiatan Fasbuk edisi Januari 2017 menghadirkan Sastrawan Aceh dan Tangerang. Selain diskusi, digelar pertunjukan pembacaan puisi dari  penyair muda Kudus yang mengapresiasi atas karya kedua narasumber, Mustafa Ismail dan Iwan Gunadi.

“Mereka merupakan dua sosok sastrawan atau penulis yang mempunyai ciri  khas dalam karyanya. Keduanya mempunyai bekal pengalaman perjalanan yang hampir sebanding dalam hal “menulis”, Mustafa Ismail seorang penulis kelahiran Aceh, sekarang tinggal di Jakarta aktif  di majalah Tempo sebagai Direktur Seni / Budaya. Banyak karyanya yang dimuat di berbagai media cetak lokal maupun nasional,” katanya.

Sedangkan Iwan Gunadi  seorang penulis yang mempunyai  pengalaman menjadi seorang “pendidik” ini sejak tahun 2008 merupakan seorang penulis dan penyunting lepas bagi organisasi dan perusahaan. “Kejujuran dan semangat yang membuat keduanya sekarang bertahan sebagai penyair,” ujarnya.

Diskusi  dimoderatori oleh salah satu satrawan Kudus Jumari HS. Kegiatan berjalan meriah. Fasbuk mengadakan acara rutin setiap bulannya. 

Editor : Akrom Hazami

Fasbuk Gelar Pertunjukan “Kreatif itu Keren”, 2 Sastrawan Dihadirkan

fasebukkk

MuriaNewsCom, Kudus – Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (Fasbuk) yang di dukung Bakti Budaya Djarum Foundation, bekerjasama dengan KSR PMI Universitas Muria Kudus,  menggelar lawatan rutin sastra dan budaya. Kali ini, menampilkan diskusi serta pertunjukan dengan menghadirkan tema “Kreatif Itu Keren” di Auditorium Universitas Muria Kudus, Kampus Gondangmanis PO. BOX 53 Bae, Kudus, Selasa (31/1/2017) pukul 19.30 WIB.

Fasbuk edisi Januari 2017 mengangkat apresiasi sastra yang menghadirkan Sastrawan Aceh dan Tangerang. Selain diskusi, akan ada pertunjukan pembacaan puisi dari  penyair muda Kudus yang mengapresiasi atas karya kedua narasumber. Mustafa Ismail dan Iwan Gunadi. Mereka merupakan dua sosok sastrawan atau penulis yang mempunyai ciri  khas dalam karyanya. Keduanya mempunyai bekal pengalaman perjalanan yang hampir sebanding dalam hal “menulis”, Mustafa Ismail seorang penulis kelahiran Aceh, sekarang tinggal di Jakarta aktif  di majalah Tempo sebagai Direktur Seni / Budaya. Banyak karyanya yang dimuat di berbagai media cetak lokal maupun nasional.

Lalu, Iwan Gunadi  seorang penulis yang mempunyai  pengalaman menjadi seorang “pendidik” ini sejak tahun 2008 merupakan seorang penulis dan penyunting lepas bagi organisasi dan perusahaan. Kejujuran dan semangat yang membuat keduanya sekarang bertahan sebagai penyair. Oleh karena itu, bagi seorang pemula atau penulis generasi muda tentu menjadi suatu usaha yang penting dalam mengenal jejak kreatif dari kedua sastrawan ini. Diskusi akan di moderatori oleh salah satu satrawan kudus Jumari HS.

Fasbuk sendiri adalah ruang kerja fisik dan pemikiran secara kontinyu untuk menciptakan inovasi, serta varian sebuah paket kemasan kegiatan dalam bidang kesusasteraan dan kesenian lokal. Yang nantinya mampu menjadi aset atas keberagaman kebudayaan nasional dan dekat masyarakatnya. Secara rutin tiap bulannya Fasbuk menggelar acara sastra dan seni budaya yang meliputi apresiasi sastra, sarasehan budaya, pertunjukan musik, tari dan pementasan drama/teater, dan sebagainya. Acara tersebut di gelar di berbagai tempat kantong-kantong Budaya di Kudus.

Editor : Akrom Hazami

Romantisme Barabah Bakal Hadir Kembali di Panggung Teater yang Digelar FASBuK

fasbuk

 

MuriaNewsCom, Kudus – Meski kerap dipentaskan, naskah Barabah karya Motinggo Busye tetap menarik untuk ditampilkan kembali. Naskah yang menyorot kehidupan keluarga kecil ini bakal dipentaskan di Auditorium Universitas Muria Kudus (UMK), yang dimainkan oleh Teater Gong, pada Jumat (29/1/2016) pukul 19.30 WIB.

Pementasan teater yang digelar Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (FASBuK) ini, dipastikan akan sangat menarik. Karena, persoalan utama dalam naskah Barabah ini adalah persoalan poligami. Tentunya, persoalan ini bukan lagi menjadi barang mewah bagi masyarakat Indonesia pada umumnya.

“Seperti tokoh Banio dalam naskah Barabah, adalah seorang lelaki tua yang punya istri banyak. Sementara tokoh Barabah adalah seorang istri yang sangat setia meski bersuamikan lelaki yang umurnya hampir tiga kali lipat dari umurnya. Pada masa sekarang, fenomena ini sudah sangat lazim terjadi disekitar kita. Pejabat, pemuka agama, pengusaha, seniman, pedagang, petani, atau profesi lain bukan menjadi barometer utama untuk menjadi ukuran pantas atau tidak pantas, mampu atau tidak mampu untuk berpoligami,” ujar Arifin AM, Ketua Badan Pekerja FASBuK.

Lebih lanjut ia katakan, poligami adalah persoalan pilihan. Dengan berbagai latar belakang alasan dan tujuan, poligami menjadi pilihan utama, bukan pilihan terakhir.

“Nah, persoalan inilah yang menjadikan Barabah tetap mutakhir untuk dipentaskan pada masa sekarang. Meski penonton yang mungkin hadir belum dilahirkan pada saat naskah ini ditulis, tapi substansi pesan moral dalam naskah ini tetap update. Tetap menggelitik,” imbuhnya.

Dalam rancangan penyajian nanti, pihaknya sengaja tetap menghadirkan suasana masa lampau. Setting panggung, kostum dan musik dikemas sedekat mungkin dengan waktu kejadian dalam naskah. Hanya saja dalam melakukan pendekatan yang agak berbeda tentang dialek.

Dalam naskah Barabah, dialek khas Lampung sangat kental sekali, untuk lebih menghidupkan suasana, dialek khas pesisir Jawa Tengah yang lugas dan cenderung kasar sengaja dihadirkan. Dengan harapan, prototipe suasana pesisir pesisir Jawa Tengah dapat terwakili.

Dengan begitu, katanya, penonton yang hadir bisa menjadi akrab dan tidak gagap dalam menyerap pesan dalam dialog. Sekali lagi, menurutnya, subtansi dari persoalan dalam naskahlah yang menjadi fokus utama pementasan Barabah ini. Pemberian porsi lebih pada penggarapan olah akting aktor dan aktris. “Setelah pementasan selesai akan dilanjutkan dengan sarasehan budaya,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono