Penampilan Sanggar Tari Ciptoning Asri di FASBuk Bikin Kagum

Penampilan sanggar Ciptoning Asri berhasil memikat perhatian penonton. (FASBuk)

MuriaNewsCom, Kudus – Penampilan sanggar tari Ciptoning Asri dalam acara FASBuk di Auditorium UMK, Sabtu (19/8/2017) berhasil menyedot perhatian penonton. Dengan tema Nitik  Sasmaya, ratusan penonton bahkan dibuat kagum dalam penampilan tersebut.

Panitia kegiatan FasbuK Arfin mengatakan, dalam pementasan kali ini sanggar Ciptoning Asri memberikan pertunjukan tari batik. Di mana tari tersebut menggambarkan karya batik yang telah ada pada zaman kerajaan-kerajaan yang telah turun temurun dilestarikan sampai sekarang.

Selain itu,  batik juga terdapat nilai-nilai luhur pembelajaran tentang makna dan nilai-nilai kehidupan.

“Membatik merupakan salah satu pembelajaran pengendalian diri yang bagus diterapkan sejak dini, mempererat tali persaudaraan dan persatuan. Proses pembuatan batik dari mulai menggambar pola, nyanting, hingga nglorot yang dilakukan dengan bekerja sama akan menghasilkan karya yang indah,” katanya saat menjelaskan tentang sinopsis pementasan

Tanpa adanya kerjasama, lanjutnya, ia yakin batik tak akan seindah ini. Apalagi, membatik prosesnya tak mudah. Jika ada yang kurang, ia yakin batik tak akan sempurna dan sulit untuk diterima masyarakat.

Sementara itu, salah satu penonton FASBuk, Afandi mengaku terkesima dengan penampilan tari Ciptoning Asri. Dia menilai pementasan tari tersebut sangat rapi dan memiliki gerak tarian yang khas, terutama dalam lenggak-lenggoknya.

Setelah itu, dari unsur kostum juga sangat pas. Tak ada yang kontras dan maching dengan gerakan penari.

”Ini menandakan semua persiapan sudah disiapkan sedemikian rupa sejak awal. Makannya pentas sangat seru dan sangat mengagumkan,” tandasnya.

Editor: Supriyadi

 

Ditulis pada Tak Berkategori

Fasbuk Akan Gelar Kegiatan Tari Karya Sanggar Seni Ciptoning Asri Kudus

MuriaNewsCom, Kudus – Info terbaru, Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (Fasbuk) yang didukung Bakti Budaya Djarum Foundation bekerja sama dengan HMP SI Universitas Muria Kudus akan kembali menggelar lawatan rutin sastra dan budaya. Kali ini menampilkan pertunjukan tari dan diskusi budaya dengan menghadirkan judul “Nitik Sasmaya” di auditorium Universitas Muria Kudus, Kampus Gondangmanis, Sabtu (19/8/2017) pukul 19.30 WIB.

Ketua Badan Pekerja Fasbuk Arfin mengatakan, edisi Agustus 2017 mengangkat sebuah pertunjukan tari karya dari Sanggar Seni Ciptoning Asri Kudus, dengan judul ” Nitik Sasmaya ” (Keindahan dari Gabungan Titik-titik). “Sebuah pertunjukan yang akan menggambarkan keindahan karya batik yang telah ada secara turun temurun dan dilestarikan sampai sekarang. Membatik merupakan salah satu pembelajaran pengendalian diri, mempererat tali persaudaraan dan persatuan,” katanya dalam rilis pers ke MuriaNewsCom.

Proses pembuatan batik dari mulai menggambar pola, nyanting, hingga nglorot yang dilakukan dengan bekerja sama, akan menghasilkan karya yang indah sebagai bukti keindahan dari negeri ini. Dalam pengkaryaan tersebut terdapat nilai-nilai luhur pembelajaran tentang makna dan nilai-nilai kehidupan. Semua itu akan dirangkai dalam sebuah rangkaian koreografi yang akan dimainkan oleh para penari dari Sanggar Seni Ciptoning Asri. Selain pertunjukan nantinya juga akan dilanjutkan dengan sesi bincang-bincang bersama tentang proses penciptaan karya Nitik Sasmaya.

Tentang Fasbuk, adalah ruang kerja fisik dan pemikiran secara kontinyu untuk mencipta inovasi serta varian-varian sebuah paket kemasan kegiatan dalam bidang kesusasteraan dan kesenian lokal yang nantinya mampu menjadi aset atas keberagaman kebudayaan nasional dan dekat masyarakatnya sehingga tercapai ruang bersama untuk saling berbagi, bertukar pikiran, demi sebuah cita-cita luhur tumbuhnya nilai-nilai kesadaran manusia yang berbudaya.

Editor : Akrom Hazami

Ditulis pada Tak Berkategori

Berteriak Lantank Meriahkan Kegiatan Fasbuk Malam Tadi di UMK 

Grup band Berteriak Lantank tampil apik dalam pentas yang diadakan Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (Fasbuk) di Auditorium Universitas Muria Kudus (UMK), Senin (31/7/2017) malam. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Grup band Berteriak Lantank tampil apik dalam pentas yang diadakan Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (Fasbuk) di Auditorium Universitas Muria Kudus (UMK), Senin (31/7/2017) malam.

Grup band tersebut mampu menyedot massa dan mampu apik berinteraksi dalam pementasan. Sejumlah lagu dibawakan dengan menarik. Lagu-lagu mereka juga sudah akrab di telinga penonton. Sebagian besar penonton ikut bernyani.

Dalam acara yang dimulai sekitar pukul 20.00 WIB tersebut, tak hanya ditampilkan hiburan musik. Tapi ada juga sastra puisi. Seperti halnya penampilan dari SMK Assaidiyah Kudus. Pembacaan puisi nan apik, mampu menghanyutkan suasana.

Acara dibuka Rektor UMK Suparnyo langsung. Dalam kesempatan itu, Suparnyo berterima kasih atas terselenggaranya kegiatan. Karena kegiatan mampu menjadi wadah untuk berkarya.

Khayati, salah satu penonton Fasbuk mengaku senang atas pementasan semalam.  Dia sangat menyukai grup Berteriak Lantank.

“Lebih senang musik, soalnya kalau pas pementasan musik diusahakan akan datang. Kalau yang lain kadang-kadang saja liatnya,” ucapnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Ditulis pada Tak Berkategori

Fasbuk Edisi Sajak Cinta  Sapardi Djoko Damono Memukau

Salah satu pengisi acara dalam kegiatan Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (Fasbuk) di Auditorium UMK, Kampus Gondangmanis, Bae, Kudus, Senin (20/3/2017) malam. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (Fasbuk) yang didukung Bakti Budaya Djarum Foundation bekerjasama dengan HMP SI Universitas Muria Kudus (UMK) sukses menggelar lawatan rutin sastra dan Budaya, di Auditorium UMK, Kampus Gondangmanis, Bae, Kudus, Senin (20/3/2017) malam.

Ketua Badan Pekerja Fasbuk Arfin AM mengatakan, Fasbuk edisi Maret 2017 bertepatan dengan tanggal dan bulan kelahiran dari sastrawan Prof Dr Sapardi Djoko Damono, salah satu tokoh sastrawan yang sangat populer. “Tidak hanya di kalangan para penyair, namun juga di kalangan masyarakat umum terutama anak muda, karena sajak-sajak cinta miliknya,” kata Arfin.

Fasbuk menghadirkan pertunjukan musik dari kelompok Gado-Gado Coustik juga Sikustik milik HMP SI yang akan mengaransement puisi – puisi milik Sapardi.

Di sela-sela pertunjukan juga akan diadakan diskusi tentang kedalaman makna serta keindahan sajak cinta yang dimainkan oleh para penampil. Dengan narasumber adalah Widya Hastuti Ningrum, guru pengajar Bahasa dan Sastra Indonesia yang juga aktif sebagai sekretaris KPK (Keluarga Penulis Kudus).

Salah satu pengisi acara dalam kegiatan Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (Fasbuk)  di Auditorium UMK, Kampus Gondangmanis, Bae, Kudus, Senin (20/3/2017) malam. (ISTIMEWA)

 

Beberapa puisi yang ditampilkan adalah Seperti Kabut, Sajak Kecil tentang Cinta; Puisi Kisah, Hujan di Bulan Juni, Seperti Kabut; Yang Fana dan adalah Waktu, Aku Ingin; dan Pada Suatu Hari Nanti, Sajak Kecil tentang Cinta.

Sekilas tentang Fasbuk, adalah ruang kerja fisik dan pemikiran secara kontinyu untuk mencipta inovasi serta varian sebuah paket kemasan kegiatan dalam bidang kesusasteraan dan kesenian lokal.  Yang nantinya mampu menjadi aset atas keberagaman kebudayaan nasional dan dekat masyarakatnya sehingga tercapai ruang bersama untuk saling berbagi, bertukar pikiran, demi sebuah cita-cita luhur tumbuhnya nilai-nilai kesadaran manusia yang berbudaya.

Secara rutin tiap bulannya Fasbuk menggelar acara sastra dan seni budaya yang meliputi apresiasi sastra, sarasehan budaya, pertunjukan musik, tari dan pementasan drama/teater, dan sebagainya. Acara tersebut di gelar di berbagai tempat kantong-kantong Budaya di Kudus.

Editor : Akrom Hazami

Ditulis pada Tak Berkategori

Sajak Cinta Sapardi Djoko Damono Malam Ini di UMK

MuriaNewsCom, Kudus – Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (Fasbuk) yang didukung Bakti Budaya Djarum Foundation bekerjasama dengan HMP SI Universitas Muria Kudus akan kembali menggelar lawatan rutin sastra dan Budaya.

Kali ini menampilkan diskusi serta pertunjukan dengan menghadirkan tema “Sajak Cinta Sapardi Djoko Damono” di Auditorium Universitas Muria Kudus, Kampus Gondangmanis PO BOX 53 Bae, Kudus, Senin (20/3/2017) pukul 19.30 WIB.

Ketua Badan Pekerja Fasbuk Arfin AM mengatakan, Fasbuk edisi bulan Maret 2017 bertepatan dengan tanggal dan bulan kelahiran dari Sang Maestro, Prof Dr Sapardi Djoko Damono. Salah satu tokoh sastrawan yang sangat populer, tidak hanya di kalangan para penyair, namun juga di kalangan masyarakat umum terutama anak muda, karena sajak-sajak cinta miliknya.

“Dan pada kesempatan kali ini, Fasbuk akan menghadirkan pertunjukan musik dari kelompok Gado-Gado Coustik juga Sikustik milik HMP SI yang akan mengaransemen puisi Sapardi Djoko Damono,” katanya dalam rilis persnya.

Di sela-sela pertunjukan juga akan diadakan diskusi tentang kedalaman makna serta keindahan sajak cinta yang dimainkan oleh para penampil. Pada edisi ini yang akan menjadi narasumber adalah Widya Hastuti Ningrum, guru pengajar Bahasa dan Sastra Indonesia, yang juga aktif sebagai sekretaris KPK (Keluarga Penulis Kudus).

Sekilas tentang Fasbuk, adalah ruang kerja fisik dan pemikiran secara kontinyu untuk mencipta inovasi serta varian sebuah paket kemasan kegiatan dalam bidang kesusasteraan dan kesenian lokal.  Yang nantinya mampu menjadi aset atas keberagaman kebudayaan nasional dan dekat masyarakatnya sehingga tercapai ruang bersama untuk saling berbagi, bertukar pikiran, demi sebuah cita-cita luhur tumbuhnya nilai-nilai kesadaran manusia yang berbudaya.

Secara rutin tiap bulannya Fasbuk menggelar acara sastra dan seni budaya yang meliputi apresiasi sastra, sarasehan budaya, pertunjukan musik, tari dan pementasan drama/teater, dan sebagainya. Acara tersebut di gelar di berbagai tempat kantong-kantong Budaya di Kudus.

Editor : Akrom Hazami

Ditulis pada Tak Berkategori

Fasbuk Sukses Gelar Acara Merenda Untaian Karya Aryo Gunawan

Adik seniman Aryo Gunawan dalam acara Fasbuk di Auditorium UMK, Selasa. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (Fasbuk) yang didukung Bakti Budaya Djarum Foundation dan bekerjasama dengan KSR PMI milik Universitas Muria Kudus sukses menggelar lawatan rutin Sastra dan Budaya.

Mereka mengangkat tema “Merenda Untaian Karya Aryo Gunawan” di Auditorium Universitas Muria Kudus, Kampus Gondangmanis PO.BOX 53 Kudus,  Selasa, 28 Februari 2017, malam.

Ketua Badan Pekerja Fasbuk Arfin AM mengatakan, pertunjukan edisi bulan Februari 2017 berlangsung sukses. Fasbuk mengangkat tema “Merenda Untaian Karya Aryo Gunawan“.

Diketahui, Aryo Gunawan adalah salah satu sosok seniman, budayawan, dan penulis yang ikut mendirikan Fasbuk.

“Banyak sekali tulisan beliau berupa cerpen, puisi maupun naskah drama. Untuk mengenang beliau, karya-karyanya akan diapresiasi ke atas panggung menjadi sebuah pertunjukan musik sastra yang dibawakan oleh Teater STUDIO ONE,” kata Arfin di rilis persnya ke MuriaNewsCom.

Ada juga pertunjukan, pembacaan karya beliau yang dilakukan oleh komunitas maupun penyair muda perwakilan dari Pena Kampus dan LPM Paradigma STAIN.

Fasbuk adalah ruang kerja fisik dan pemikiran secara kontinu untuk mencipta inovasi serta varian-varian sebuah paket kemasan kegiatan dalam bidang kesusasteraan dan kesenian lokal.

Yang nantinya mampu menjadi aset atas keberagaman kebudayaan nasional dan dekat masyarakatnya sehingga tercapai ruang bersama untuk saling berbagi, bertukar pikiran, demi sebuah cita-cita luhur tumbuhnya nilai-nilai kesadaran manusia yang berbudaya.

Editor : Akrom Hazami

Ditulis pada Tak Berkategori

Fasbuk Kenang Sastrawan Aryo Gunawan dengan Gelar Pertunjukan Besok

MuriaNewsCom, Kudus – Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (Fasbuk) yang didukung Bakti Budaya Djarum Foundation dan bekerjasama dengan KSR PMI milik Universitas Muria Kudus akan menggelar lawatan rutin Sastra dan Budaya.

Kali ini mengangkat tema “Merenda Untaian Karya Aryo Gunawan” di Auditorium Universitas Muria Kudus, Kampus Gondangmanis PO.BOX 53 Kudus.  Pada hari Selasa, 28 Februari 2017, pukul 19.30 WIB.

Ketua Badan Pekerja Fasbuk Arfin AM mengatakan, pertunjukan edisi bulan Februari 2017 mengangkat tema “Merenda Untaian Karya Aryo Gunawan“. Aryo Gunawan adalah salah satu sosok seniman, budayawan, dan penulis yang ikut mendirikan Fasbuk.

“Banyak sekali tulisan beliau berupa cerpen, puisi maupun naskah drama. Untuk mengenang beliau, karya-karyanya akan diapresiasi ke atas panggung menjadi sebuah pertunjukan musik sastra yang dibawakan oleh Teater STUDIO ONE,” kata Arfin di rilis persnya ke MuriaNewsCom.

Selain itu juga akan ada pertunjukan, pembacaan karya beliau yang akan dilakukan oleh komunitas maupun penyair muda perwakilan dari Pena Kampus dan LPM Paradigma STAIN.

Fasbuk adalah ruang kerja fisik dan pemikiran secara kontinu untuk mencipta inovasi serta varian-varian sebuah paket kemasan kegiatan dalam bidang kesusasteraan dan kesenian lokal. Yang nantinya mampu menjadi aset atas keberagaman kebudayaan nasional dan dekat masyarakatnya sehingga tercapai ruang bersama untuk saling berbagi, bertukar pikiran, demi sebuah cita-cita luhur tumbuhnya nilai-nilai kesadaran manusia yang berbudaya.

Secara rutin tiap bulannya, Fasbuk menggelar acara sastra dan seni budaya yang meliputi apresiasi sastra, sarasehan budaya, pertunjukan musik, tari dan pementasan drama/teater, dan sebagainya. Acara tersebut digelar di berbagai tempat kantong budaya di Kudus.

Editor : Akrom Hazami

Ditulis pada Tak Berkategori

Fasbuk Sukses Adakan Kegiatan Sastra “Kreatif itu Keren”

Salah satu penyair muda membacakan karya puisi dalam perhelatan Fasbuk di Auditorium Universitas Muria Kudus, Kampus Gondangmanis PO. BOX 53 Bae, Kudus, Selasa (31/1/2017) malam. (ISTIMEWA)

Salah satu penyair muda membacakan karya puisi dalam perhelatan Fasbuk di Auditorium Universitas Muria Kudus, Kampus Gondangmanis, Kudus, Selasa (31/1/2017) malam. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (Fasbuk) yang didukung Bakti Budaya Djarum Foundation, bekerjasama dengan KSR PMI Universitas Muria Kudus,  akhirnya sukses menggelar diskusi serta pertunjukan dengan tema “Kreatif Itu Keren” di Auditorium Universitas Muria Kudus, Kampus Gondangmanis, Bae, Kudus, Selasa (31/1/2017) malam.

Panitia Arfin AM mengatakan, kegiatan Fasbuk edisi Januari 2017 menghadirkan Sastrawan Aceh dan Tangerang. Selain diskusi, digelar pertunjukan pembacaan puisi dari  penyair muda Kudus yang mengapresiasi atas karya kedua narasumber, Mustafa Ismail dan Iwan Gunadi.

“Mereka merupakan dua sosok sastrawan atau penulis yang mempunyai ciri  khas dalam karyanya. Keduanya mempunyai bekal pengalaman perjalanan yang hampir sebanding dalam hal “menulis”, Mustafa Ismail seorang penulis kelahiran Aceh, sekarang tinggal di Jakarta aktif  di majalah Tempo sebagai Direktur Seni / Budaya. Banyak karyanya yang dimuat di berbagai media cetak lokal maupun nasional,” katanya.

Sedangkan Iwan Gunadi  seorang penulis yang mempunyai  pengalaman menjadi seorang “pendidik” ini sejak tahun 2008 merupakan seorang penulis dan penyunting lepas bagi organisasi dan perusahaan. “Kejujuran dan semangat yang membuat keduanya sekarang bertahan sebagai penyair,” ujarnya.

Diskusi  dimoderatori oleh salah satu satrawan Kudus Jumari HS. Kegiatan berjalan meriah. Fasbuk mengadakan acara rutin setiap bulannya. 

Editor : Akrom Hazami

Ditulis pada Tak Berkategori

Fasbuk Gelar Pertunjukan “Kreatif itu Keren”, 2 Sastrawan Dihadirkan

fasebukkk

MuriaNewsCom, Kudus – Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (Fasbuk) yang di dukung Bakti Budaya Djarum Foundation, bekerjasama dengan KSR PMI Universitas Muria Kudus,  menggelar lawatan rutin sastra dan budaya. Kali ini, menampilkan diskusi serta pertunjukan dengan menghadirkan tema “Kreatif Itu Keren” di Auditorium Universitas Muria Kudus, Kampus Gondangmanis PO. BOX 53 Bae, Kudus, Selasa (31/1/2017) pukul 19.30 WIB.

Fasbuk edisi Januari 2017 mengangkat apresiasi sastra yang menghadirkan Sastrawan Aceh dan Tangerang. Selain diskusi, akan ada pertunjukan pembacaan puisi dari  penyair muda Kudus yang mengapresiasi atas karya kedua narasumber. Mustafa Ismail dan Iwan Gunadi. Mereka merupakan dua sosok sastrawan atau penulis yang mempunyai ciri  khas dalam karyanya. Keduanya mempunyai bekal pengalaman perjalanan yang hampir sebanding dalam hal “menulis”, Mustafa Ismail seorang penulis kelahiran Aceh, sekarang tinggal di Jakarta aktif  di majalah Tempo sebagai Direktur Seni / Budaya. Banyak karyanya yang dimuat di berbagai media cetak lokal maupun nasional.

Lalu, Iwan Gunadi  seorang penulis yang mempunyai  pengalaman menjadi seorang “pendidik” ini sejak tahun 2008 merupakan seorang penulis dan penyunting lepas bagi organisasi dan perusahaan. Kejujuran dan semangat yang membuat keduanya sekarang bertahan sebagai penyair. Oleh karena itu, bagi seorang pemula atau penulis generasi muda tentu menjadi suatu usaha yang penting dalam mengenal jejak kreatif dari kedua sastrawan ini. Diskusi akan di moderatori oleh salah satu satrawan kudus Jumari HS.

Fasbuk sendiri adalah ruang kerja fisik dan pemikiran secara kontinyu untuk menciptakan inovasi, serta varian sebuah paket kemasan kegiatan dalam bidang kesusasteraan dan kesenian lokal. Yang nantinya mampu menjadi aset atas keberagaman kebudayaan nasional dan dekat masyarakatnya. Secara rutin tiap bulannya Fasbuk menggelar acara sastra dan seni budaya yang meliputi apresiasi sastra, sarasehan budaya, pertunjukan musik, tari dan pementasan drama/teater, dan sebagainya. Acara tersebut di gelar di berbagai tempat kantong-kantong Budaya di Kudus.

Editor : Akrom Hazami

Ditulis pada Tak Berkategori

Romantisme Barabah Bakal Hadir Kembali di Panggung Teater yang Digelar FASBuK

fasbuk

 

MuriaNewsCom, Kudus – Meski kerap dipentaskan, naskah Barabah karya Motinggo Busye tetap menarik untuk ditampilkan kembali. Naskah yang menyorot kehidupan keluarga kecil ini bakal dipentaskan di Auditorium Universitas Muria Kudus (UMK), yang dimainkan oleh Teater Gong, pada Jumat (29/1/2016) pukul 19.30 WIB.

Pementasan teater yang digelar Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (FASBuK) ini, dipastikan akan sangat menarik. Karena, persoalan utama dalam naskah Barabah ini adalah persoalan poligami. Tentunya, persoalan ini bukan lagi menjadi barang mewah bagi masyarakat Indonesia pada umumnya.

“Seperti tokoh Banio dalam naskah Barabah, adalah seorang lelaki tua yang punya istri banyak. Sementara tokoh Barabah adalah seorang istri yang sangat setia meski bersuamikan lelaki yang umurnya hampir tiga kali lipat dari umurnya. Pada masa sekarang, fenomena ini sudah sangat lazim terjadi disekitar kita. Pejabat, pemuka agama, pengusaha, seniman, pedagang, petani, atau profesi lain bukan menjadi barometer utama untuk menjadi ukuran pantas atau tidak pantas, mampu atau tidak mampu untuk berpoligami,” ujar Arifin AM, Ketua Badan Pekerja FASBuK.

Lebih lanjut ia katakan, poligami adalah persoalan pilihan. Dengan berbagai latar belakang alasan dan tujuan, poligami menjadi pilihan utama, bukan pilihan terakhir.

“Nah, persoalan inilah yang menjadikan Barabah tetap mutakhir untuk dipentaskan pada masa sekarang. Meski penonton yang mungkin hadir belum dilahirkan pada saat naskah ini ditulis, tapi substansi pesan moral dalam naskah ini tetap update. Tetap menggelitik,” imbuhnya.

Dalam rancangan penyajian nanti, pihaknya sengaja tetap menghadirkan suasana masa lampau. Setting panggung, kostum dan musik dikemas sedekat mungkin dengan waktu kejadian dalam naskah. Hanya saja dalam melakukan pendekatan yang agak berbeda tentang dialek.

Dalam naskah Barabah, dialek khas Lampung sangat kental sekali, untuk lebih menghidupkan suasana, dialek khas pesisir Jawa Tengah yang lugas dan cenderung kasar sengaja dihadirkan. Dengan harapan, prototipe suasana pesisir pesisir Jawa Tengah dapat terwakili.

Dengan begitu, katanya, penonton yang hadir bisa menjadi akrab dan tidak gagap dalam menyerap pesan dalam dialog. Sekali lagi, menurutnya, subtansi dari persoalan dalam naskahlah yang menjadi fokus utama pementasan Barabah ini. Pemberian porsi lebih pada penggarapan olah akting aktor dan aktris. “Setelah pementasan selesai akan dilanjutkan dengan sarasehan budaya,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Ditulis pada Tak Berkategori