Jual RX King Curian di Facebook, Tiga Remaja Dipancing Polisi Langsung Dibekuk

MuriaNewsCom, Banyumas – Meski masih sangat muda, tiga remaja ini sudah berani melakukan aksi kejahatan. Namun mereka ini ceroboh, hingga keberadaanya berhasil diendus polisi, dan berhasil dibekuk.

Mereka nekat mencuri sepeda motor RX King Spesial milik Cahyo Purnomo, yang diparkir di teras rumahnya di Desa Kamulyan, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas, Sabtu (10/3/2018) akhir pekan kemarin. Motor hasil curian ini kemudian ditawarkan melalui media sosial Facebook, dan tercium kepolisian.

Tiga remaja nekat itu yakni NAW (18) warga Desa Karangsalam, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, MP (17) warga Desa Babakan, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, dan BSAI (19) warga Kelurahan Kober, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas.

Mereka dibekuk beberapa hari setelah mereka melakukan aksi pencurian. Polisi menyamar sebagai pembeli untuk memancing para pelaku.

“Penangkapan berawal dari informasi melalui Facebook yang menyebutkan adanya penawaran sepeda motor Yamaha RX King Special. Anggota kami selanjutnya melakukan penawaran dan mendapat respons, sehingga sepakat untuk melakukan transaksi,” kata Kasat Reskrim Polres Bayumas, AKP Junaedi.

Setelah sepakat polisi dan pelaku janjian untuk bertemu dan bertransaksi. Saat itu didapati salah satu pelaku BSAI, membawa sepeda motor hasil curian tersebut. Tak butuh waktu lama, polisi langsung meringkus bocah tersebut, dan mengamankan barang bukti.

Penangkapan dilakukan pada Selasa (13/3/2018) kemarin. Dari penangkapan BSAI, polisi kemudian menelusuri keberadaan dua pelaku lain, dan berhasil mengamankannya di daerah Cilongok.

Saat diinterogasi ketiga remaja ini mengakui perbuatannya. Modus yang mereka gunakan yakni, berkeliling boncengan tiga menggunakan sepeda motor Honda Vario. Saat melintas di rumah korban, merkea melihat motor yang diparkir di teras.

Salah satu pelaku NAW, kemudian turun dan mencuri sepeda motor yang kebetulan tidak dikunci setang tersebut.

Kasus pencurian sepeda motor tersebut hingga saat ini masih dalam pengembangan. Ketiga tersangka terancam hukuman tujuh tahun penjara berdasarkan pasal 363 ayat 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Editor : Ali Muntoha

Akun Calo Ijazah Paket B dan C di Kudus Diburu Polisi

Tangkapan layar dari postingan tentang jasa pembuatan ijazah kejar paket B dan C. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Keberadaan calo ijazah paket B dan C yang memberanikan diri membuka lapak di media sosial mendapat respon dari pihak kepolisian resort Kudus.

Tak tanggung-tanggung, keberadaan akun Facebook yang menjual ijazah kini tengah diburu untuk mempertanggungjawabkan tindakannya.

Kasat Intelkam Polres Kudus AKP Mulyono mengatakan, akun Facebook yang menjual ijazah paket itu akan ditindaklanjuti Polres Kudus dan akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Jika memang terbukti melakukan pemalsuan, pelaku bahkan bisa dijerat pasal berlapis.

”Tindakannya itu bisa mengarah kepada penipuan dan sebagainya. Tergantung keterangan pelaku nanti. Yang pasti saat ini tim cyber sedang bekerja,” jelasnya

Baca: Calo Ijazah Paket B dan C di Kudus Hebohkan Netizen

Hanya saja, lanjutnya, ia juga akan melakukan penyelidikan terkait keaslian akun tersebut. Bisa jadi, nama dan foto yang digunakan bukan milik si pemilik akun.

”Karena itu kita selidiki. Hal-hal seperti itu juga harus dipastikan terlebih dahulu. Kemungkinan akun di retas juga bisa terjadi,” tegasnya.

Tangkapan layar dari postingan tentang jasa pembuatan ijazah kejar paket B dan C. (MuriaNewsCom)

Sebelumnya, sebuah akun Facebook bernama Fero Yusuf SulaiMan membuat heboh netizen, khususnya di Kudus. Karena, postingan dari akun tersebut menyatakan bisa membuatkan ijazah paket B dan C tanpa harus mengikuti pendidikan atau ujian.

Baca: Disdikpora Kudus Pastikan Tak Ada Jalan Pintas untuk Dapatkan Ijazah Paket B dan C

Tak hanya itu yang membuatnya heboh. Namun juga tentang keaslian dari ijazah yang diberikan. Akun tersebut menjamin ijazah asli.

“Yang butuh ijazah paket B dan paket C bisa hubungi saya* tanpa sekolah lama2 * langsung dibuatin asli,” tulisnya seperti dalam unggahan ke grup BAKULAN KUDUS.

Dalam postingan tersebut, juga dituliskan untuk sementara wilayah yang dilayani adalah Kudus saja. Namun untuk wilayah lain juga dijanjikan bakal dilayani nantinya.

“Dibantu pengerjaannya sampai jadi* minat inbox Fbku* khusus wilayah Kudus* wilayah lain menyusul*,” imbuh dia dalam postingan.

Dia juga mencantumkan biaya pembuatannya hanya Rp 7 ribu saja. Selain itu, postingan juga dilengkapi dengan foto hasil ujian kejar paket. Hal itu sangat menarik perhatian netizen, sehingga banyak yang memberikan komentar.

Editor: Supriyadi

Disdikpora Kudus Pastikan Tak Ada Jalan Pintas untuk Dapatkan Ijazah Paket B dan C

Tangkapan layar dari postingan tentang jasa pembuatan ijazah kejar paket B dan C. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kudus mengaku belum tahu adanya jasa calo ijazah paket B dan C tanpa mengikuti pendidikan yang sedang heboh di media sosial.

Hanya saja, pihak Disdikpora memastikan pembuatan ijazah tanpa mengikuti pendidikan tak bisa dilakukan. Apalagi modelnya hanya membayar sejumlah uang.

Kabid Paud dan Dikmas pada Disdikpora Kudus Moch Soleh menegaskan, tidak ada yang namanya jalan pintas mendapatkan ijazah. Setiap siswa baik itu reguller ataupun paket harus mengikuti pembelajaran dan Ujian Nasional untuk mendapat ijazah.

“Jadi, itu (pembelian ijazah) tidak benar. Karena itu, kami minta masyarakat agar tak terayu akan adanya jasa yang mengaku bisa memberikan ijazah asli,” katanya kepada MuriaNewsCom, Kamis (23/11/2017).

Soleh menjelaskan, untuk mendapatkan ijazah paket B atau C harus mengikuti pendidikan paket juga. Termasuk lamanya pendidikan yang juga tiga tahun, serta mengikuti Ujian Nasional sebagai persyaratan kelulusan.

Jika dalam ujian tak lulus, lanjut dia, maka siswa juga dinyatakan tak akan lulus dan akan mengulang kembali pada tahun selanjutnya. “Jadi tidak benar jika ada yang jual ijazah sekolah,” tegasnya

Disingung soal tindak lanjut dari dinas, dia menyebutkan belum mengambil sikap penelusuran ataukah tindakan lainya terhadap akun Facebook tersebut. Hanya, dia berpesan agar masyarakat tak terkecoh akan hal tersebut.

Baca: Calo Ijazah Paket B dan C di Kudus Hebohkan Netizen

Sebelumnya, Sebuah akun Facebook bernama Fero Yusuf SulaiMan membuat heboh netizen, khususnya di Kudus. Karena, postingan dari akun tersebut menyatakan bisa membuatkan ijazah paket B dan C tanpa harus mengikuti pendidikan atau ujian.

Tak hanya itu yang membuatnya heboh. Namun juga tentang keaslian dari ijazah yang diberikan. Akun tersebut menjamin ijazah asli.

“Yang butuh ijazah paket B dan paket C bisa hubungi saya* tanpa sekolah lama2 * langsung dibuatin asli,” tulisnya seperti dalam unggahan ke grup BAKULAN KUDUS.

Dalam postingan tersebut, juga dituliskan untuk sementara wilayah yang dilayani adalah Kudus saja. Namun untuk wilayah lain juga dijanjikan bakal dilayani nantinya.

“Dibantu pengerjaannya sampai jadi* minat inbox Fbku* khusus wilayah Kudus* wilayah lain menyusul*,” imbuh dia dalam postingan.

Editor: Supriyadi

Saling Ejek di Facebook, Dua Pemuda Wegil Pati Duel dan Tertusuk Pisau

LAI, warga Godongan, Desa Wegil, Kecamatan Sukolilo dimintai keterangan petugas saat dirawat di Rumah Sakit. (Polsek Sukolilo)

MuriaNewsCom, Pati – Seorang pemuda asal Dukuh Godongan, Desa Wegil, Sukolilo berinisia LAI tertusuk pisau sebanyak lima kali saat berduel dengan AG pemuda asal Dukuh Jepatan, Wegil Kamis (19/10/2017) malam sekitar pukul 21.00 WIB.

Kedua terlibat duel, setelah saling ejek di media sosial Facebook. Sebelumnya, kedua pemuda itu sepakat untuk bertemu di jembatan Grobog, luar Desa Prawoto.

Kapolsek Sukolilo Iptu Supriyono menuturkan, pelaku AG saat itu membawa delapan orang teman, sedangkan korban LAI ditemani tiga orang. “Saat korban turun dari motor, dihampiri pelaku dan terjadi perkelahian satu lawan satu,” tuturnya.

Baca: Puluhan PK di Pati Geruduk Safin Hotel, Begini Jawaban Satpol PP

Namun, AG ternyata sudah menyiapkan pisau yang kemudian ditusukan ke arah korban sebanyak lima kali. Saat perkelahian berlangsung, teman-teman mereka hanya diam dan melerai setelah korban tak berdaya akibat tusukan pisau.

Akibat tusukan pisau, korban dilarikan ke rumah petugas medis di Desa Prawoto. Dari sana, korban dirujuk ke RS Mardi Rahayu Kudus dan langsung mendapatkan perawatan intensif.

“Beberapa luka tusuk pada tubuh korban, antara lain di dagu kiri, dada atas dan bawah, lengan kiri dan pundak. Korban masih dalam keadaan sadar,” jelas Iptu Supri.

Baca: Tilep Uang Ratusan Juta, Calo CPNS di Grobogan Ditangkap Polisi

Mendapatkan laporan tersebut, polisi langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku pada Jumat (20/10/2017). Pelaku sempat bersembunyi di rumah saudaranya di Dukuh Salangamer, Pakem, Sukolilo.

Polisi menegaskan, motif perkelahian tersebut karena ada dendam pribadi akibat saling ejek di Facebook. Karenanya, ia mengimbau kepada warganet untuk bijak dalam menggunakan media sosial.

Editor: Supriyadi

Pemilik Akun Facebook Penghina Kapolrestabes Semarang Dipolisikan

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Semarang  – Organisasi Kemasyarakatan Garda Nasional Patriot Indonesia melaporkan pemilik akun Facebook Budi Akbar III ke polisi karena mengunggah konten yang diduga menghina Kapolrestabes Semarang.

Dilansir dari Antarajateng.com, Ketua Umum Ganaspati Ratya Mardika Tata Koesoema melaporkan pemilik akun Facebook tersebut atas unggahan ujaran kebencian ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah di Semarang, Rabu (19/10/2017).

Menurut Ratya akun tersebut sudah beberapa kali mengunggah konten yang izinya menghina institusi kepolisian. “Setidaknya ada tiga unggahan yang berkaitan dengan Kapolrestabes Semarang,” katanya.

Unggahan yang ditujukan terhadap kapolrestabes itu, lanjut dia, berawal sekitar beberapa bulan lalu ketika kepolisian melarang pelaksanaan kegiatan yang dilakukan oleh salah satu kelompok tertentu.

Menurut dia, unggahan yang berisi ujaran kebencian serta berupa gambar tersebut sudah dilaporkan kepada Kapolrestabes Semarang. “Tapi kali ini kami laporkan secara resmi ke polisi,” ujarnya.

Dari informasi yang diperoleh, lanjut dia, akun tersebut diketahui asli dan ada pemiliknya.

Terpisah, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah Kombes Pol Lukas Akbar Abriari mengatakan laporan tersebut akan didalami terlebih dahulu. “Sejauh mana penghinaan yang dilakukan, masih kami dalami,” kata Lukas.

Menurut dia, penghinaan yang dilakukan melalui media massa tersebut bisa dijerat dengan Undang-undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Editor : Akrom Hazami

 

2 Pemilik Akun FB yang Menyebut Grinting Brebes Desa Pengemis Ditangkap Polisi

Warga berada di depan gapura Desa Grinting, Bulakamba, Brebes. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Brebes – Polres Brebes akhirnya bertindak usai laporan warga Desa Grinting ihwal penyebutan kampung tersebut sebagai desa pengemis oleh pemilik akun Facebook. Tercatat, ada tiga pemilik akun. Saat ini, polisi telah mengamankan dua pemilik akun. Mereka adalah Bagus Berani Mati dan Tri Oktaviani.

Kasat Reskrim Polres Brebes AKP Arwansa mengatakan, polisi telah mengamankan dua orang pemilik akun FB. “Mereka kami amankan setelah ada laporan dari warga Grinting,” ujar Arwansa, Sabtu (9/9/2017).  Keduanya ditangkap di rumahnya yakni di Desa Kubangpari dan Sidamulya, Jumat malam. Saat ini, mereka berdua dibawa ke ruang Reskrim Polres Brebes.

Sementara itu, Kepala Desa Grinting, Suhartono, mengatakan, polisi telah menangkap dua orang pemilik akun FB yang menjelekkan nama kampungnya. Sebab, apa yang mereka unggah di FB amat menyakitkan warga desanya. 

Info yang dihimpun, para pemerintah desa yang terkait seperti Desa Grinting, Sidamulya dan Kubangpari melakukan pertemuan guna menyelesaikan masalah. Sebelumnya, gara-gara ulah dari warganet pengguna Facebook, masyarakat Desa Grinting, Kecamatan Bulakamba, Brebes, meradang. Mereka akan melaporkan ulah warganet kepada polisi karena dugaan melanggar UU ITE terkait ujaran kebencian di media sosial.

Warga telah beraudiensi dengan pemerintah desa bersama Muspika Kecamatan Bulakamba dan perwakilan Polres Brebes. Mereka marah atas ungkapan pelaku ujaran kebencian di media sosial. Lantaran pelaku menyebut Grinting adalah desa pengemis, Jumat (9/9/2017).

Salah seorang warga, Bagus Handoko mengatakan ada tiga pengguna Facebook yang melontarkan hal tersebut. Warga desa sudah menunggu itikad baik pelaku tapi masih diabaikan. Audiensi dilakukan guna menghindari tindakan persekusi warga ke pelaku.

Editor : Akrom Hazami

Baca : Gara-gara Disebut Desa Pengemis di Facebook, Warga Grinting Brebes Marah

 

Akun Medsos Diretas untuk Penipuan, Anggota DPRD Pati Lapor Polisi

Wakil Ketua III DPRD Pati Joni Kurnianto melapor kepada polisi terkait dengan akun medsos yang diretas, Kamis (31/8/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Akun media sosial Wakil Ketua III DPRD Pati Joni Kurnianto diretas hacker. Ironisnya, akun BlackBerry Messenger (BBM) dan Facebook tersebut lantas digunakan untuk penipuan.

Modusnya, pelaku mengirim pesan kepada rekan-rekan Joni di akun medsos untuk meminta bantuan uang dengan cara transfer ke rekening. Merasa dirugikan, Joni melaporkan peretasan akun medsos tersebut kepada polisi, Kamis (31/8/2017).

“Saat ini akun itu sudah bisa diambil lagi. Namun, saya tetap menuntut agar pelaku segera ditangkap karena sudah meresahkan dan mencemarkan nama baik,” ungkap Joni.

Salah satu yang menjadi sasaran penipuan tersebut adalah Yusra. Dia diminta untuk mengirim uang ke nomor rekening Bank Mandiri 1520016304665 atas nama Hj Muh Ali senilai Rp 2,5 juta.

Dalam chat tersebut, Yusra sempat akan melakukan transfer dalam waktu 15 menit. Namun, aksi itu berhasil digagalkan setelah Joni melakukan klarifikasi bila akunnya diretas.

Hal yang sama menimpa Anang Kurniawan. Namun, Anang menolaknya karena saldo di rekening habis untuk modal  sehingga belum bisa membantu. Meski begitu, pelaku masih meminta transfer Rp 800 ribu saja.

Joni berharap kepada polisi agar pelaku segera ditangkap untuk diproses secara hukum. Pasalnya, aksi yang dilakukan pelaku merugikan banyak orang.

Editor: Supriyadi

Akun Medsos Anggota Polres Kudus Diperiksa Kabid Humas Polda Jateng

 

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol R.Djarod Padakova (kanan) saat memeriksa handphone anggota Polres Kudus, Kamis (24/8/2017). (Polres Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Akun media sosial (medsos) anggota Polres Kudus diperiksa jajaran Humas Polda Jateng, Kamis (24/8/2017). Tak tanggung-tanggung, pemeriksaan dilakukan langsung oleh Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol R.Djarod Padakova.

Pemeriksaan sendiri dilakukan orang nomor satu di jajaran Humas Polda Jateng itu usai memimpin apel anggota di halaman Mapolres Kudus. Tujuannya, ia ingin mengetahui pemanfaatan medsos oleh anggota, terutama dalam menciptakan kondusifitas melalui opini publik.

”Menciptakan opini publik bukanlah perkara yang mudah, kendati demikian kita harus tetap berusaha,” katanya.

Salah satu caranya, lanjutnya, dengan mempublikasikan berbagai prestasi yang dilakukan oleh Polri. Mulai dari keberhasilan mengungkap kasus, memberitakan berbagai terobosan-terobosan dan kegiatan-kegiatan Polri yang dapat meningkatkan citra Polri dimata masyarakat.

Karena itu, apabila melihat atau menemui kejadian apapun yang berhubungan dengan aksi seorang Polisi yang heroik di lapangan, hendaknya direkam atau difoto menggunakan HP masing-masing. Kemudian hasilnya diposting ke media sosial seperti facebook, YouTube dan lain lain.

”Mengapa saya memilih media sosial? Karena media sosial merupakan media yang paling mudah diakses. Sehingga hal ini diharapkan akan efektif untuk meningkatkan citra Polri di mata masyarakat,” tambahnya.

Apalagi, Djarod yakin anggota Polres Kudus memiliki handphone canggih dan dilengkapi dengan akun media sosial. Karenanya, ia menilai hal itu tak akan memberatkan masing-masing anggota dan bisa dilaksanakan dengan maksimal.

”Handphone milik anggota sudah canggih. Semuanya smartphone. Sehingga sudah selayaknya untuk melek media,” tandasnya.

Editor: Supriyadi

 

Bupati Kudus Dihina Lewat FB, Kominfo : Itu Ulah Orang Iseng

facebook

MuriaNewsCom, Kudus – Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kudus Nanang Usdiarto mengatakan akun medsos Facebook (FB) yang menjelek-jelekkan Kudus. Bahkan dalam akun tersebut juga menyebutkan kalau bupati juga bukan orang yang baik.

Nanang menyebutkan dengan enteng, kalau itu hanyalah perbuatan orang iseng. Sehingga tidak perlu ditanggapi secara serius tentang apa yang dilakukannya dengan menjelek-jelekkan Kudus. “Itu tidak perlu ditanggapi secara serius. Itu hanyalah perbuatan orang yang tidak baik, hanya iseng dan dia juga orang yang benci dengan Kudus. Jadi biarkan saja,” katanya kepada MuriaNewsCom saat dihubungi di Kudus,

Menurutnya, orang tersebut adalah segelintir orang yang benci Kudus terlebih dalam kepemimpinan Bupati Musthofa. Selain itu, orang yang menyukai Kudus jelas lebih banyak. Bahkan lebih banyak lagi yang suka dan bangga dengan Kudus. Buktinya, banyak yang komentar balik atas apa yang diposkan oleh akun tersebut. “Saya sudah tahu akan hal itu. Saya juga sudah baca. Dia itu iseng-iseng saja. Biarkan saja toh banyak yang tidak suka dengan dia, artinya suka dengan Kudus,” ungkap dia.

Nugroho, warga Kudus mengungkapkan ketidaksenangan atas hal tersebut. Namun setelah diamatinya, ternyata ada kemungkinan lain yang menyebutkan kalau akun itu berlebihan. Dia berpendapat kalau akun di bajak atau diretas. “Paling sudah dibobol akun FB itu, berani bener dia berkata di umum semacam itu,” ungkapnya.

Sebelumnya seorang netizen dengan nama akun Facebook (FB) Permana Hadi menulis status bernada hinaan terhadap Kabupaten Kudus. Bahkan hinaan itu juga diarahkan ke Bupati Kudus. Status itu menyebar di salah satu grup FB LAPAK BAKULAN KUDUS. MuriaNewsCom melihat screen shot status pada Selasa (10/1/2016) pukul 10.00 WIB.

Begini bunyi status yang dikutip dari akun FB Permana Hadi berbunyi, “KUDUS ITU KOTA LONTE, BUPATINYA MUSTOFA SEORANG GIGOLO, YANG SEKARANG JD GERMO DI SARBO.”

Editor : Akrom Hazami

Baca jugaNetizen Hina Kudus dan Bupati di Akun Facebook