Elang Brontok yang Nyaris Punah Pingsan Tersengat Listrik di Kendal

MuriaNewsCom, Kendal – Elang brontok yang berkerabat dekat dengan elang Jawa ditemukan pingsan setelah menabrak kabel listrik di Kabupaten Kendal. Burung yang kerap disebut sebagai burung rajawali ini pingsan tersengat listrik saat memburu mangsa.

Burung ini saat ini sudah sangat jarang ditemui, meskipun belum masuk kategori punah. Oleh karenanya burung ini termasuk satwa yang dilindungi berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Hayati dan Ekosistemnya, dan PP Nomor 7 Tahun 1999, serta PP Nomor 8 Tahun 1999.

Burung itu ditemukan oleh Sukroniswanto (35), warga Dusun Sentul, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal, pada Rabu (7/2/2018) lalu tak jauh dari rumahnya. Saat ditemukan, elang itu dalam kondisi pingsan setelah menabrak kabel.

Sukroniswanto sempat merawat burung tersebut, sebelum melapor ke Polsek Sukorejo. Kapolsek Sukorejo AKP Haryo Deko Dewo mengatakan, setelah mendapat laporan pihaknya menerjunkan anggota untuk berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kendal.

“Kemudian warga yang menemukan elang Jawa (elang brontok) tersebut melaporkan kejadian itu ke Polsek Sukorejo dan langsung kami teruskan untuk diserahkan kepada petugas BKSDA Kendal,” katanya.

Burung itu kemudian diserahkan pada BKSDA Kendal pada Kamis (8/2/2018) kemarin. Menurut dia, penyerahan disaksikan Kanit Sabhara Polsek Sukorejo Ipda Yudhi Supada serta Bhabinkamtibmas Brigadir Slamet Heriyanto.

Elang brontok memang merupakan salah satu satwa liar yang dilindungi dari kepunahan. Satwa liar yang salah satunya ditemukan pingsan di kawasan Kendal itu merupakan burung yang hidup di kawasan Asia Selatan hingga Asia Tenggara, mulai India, Sri Lanka, Filipina, serta Indonesia.

Editor : Ali Muntoha

Persijap Tantang Elang Jawa

Pemain Persijap saat melakoni latihan di stadion Gelora Bumi Kartini beberapa saat lalu. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap Jepara dijadwalkan melawan PSS Sleman, yang merupakan pemuncak klasemen grup 3 Liga 2, Jumat (18/8/2017). Melawat ke Stadion Maguwoharjo, Laskar Kalinyamat membawa 18 pemain untuk menghadapi skuat Elang Jawa. 

Pelatih Persijap Carlos Raul Sciucatti mengatakan, seluruh pemain yang dibawa ke Yogyakarta dalam kondisi siap tempur. Namun demikian ia mengakui, pertandingan melawan Sleman tidaklah mudah.

“Pasti sulit karena mereka sudah lolos. Mereka (PSS Sleman) akan tampil percaya diri dan tanpa beban. Namun saya percaya, kami akan mendapatkan hasil positif,” kata Charly, sapaan akrab Carlos Raul. 

Akan tetapi Charly yakin bisa mencuri tiga poin di Maguwoharjo. Kemenangan bagi Persijap menjadi sebuah hal mutlak, jika tidak ingin terlempar ke Liga 3 alias Liga Nusantara (Linus).

Saat ini tim dari Jepara itu baru mengemas 12 poin dari 11 kali pertandingan, empat kemenangan dan tujuh kali didera kekalahan. Adapun posisinya menempati urutan keenam dari delapan tim di grup 3. 

Sementara, calon lawannya PSS Sleman mengemas 28 poin, hasil dari sembilan kemenangan, satu kali seri dan satu kali kekalahan. 

Pertandingan di Sleman merupakan perjumpaan kedua Persijap dan PSS. Pada laga pertama di Stadion Utama Gelora Bumi Kartini Jepara, PSS Sleman mengandaskan tim tuan rumah dengan skor 0-1, Rabu (17/5/2017). 

Pemilik Klub Persijap Esti Puji Lestari berharap pemainnya dapat menunjukan performa prima, layaknya pertandingan melawan Persip Pekalongan. Ia menginginkan pemainnya bermain dengan semangat juang tinggi.

“Saya berharap pemain memiliki semangat yang sama seperti pertandingan terakhir kemarin. Pelatih juga saya harapkan memiliki strategi yang mumpuni untuk bisa mengatasi permainan PSS yang memiliki pemain berkualitas. Tapi kami (Persijap) akan selalu berusaha yang terbaik,” tutup Esti. 

Editor: Supriyadi