2 Pemandu Karaoke Pingsan saat Tempat Karaoke The Boss Pati Mau Disegel

Bentrokan antara Satpol PP dan orang-orang karaoke terjadi di Jalur Pantura, Pati Kota. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Bentrokan antara Satpol PP dan orang-orang karaoke terjadi di Jalur Pantura, Pati Kota. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Puluhan pemandu karaoke (PK) membentuk pagar betis yang menghadang di pintu masuk lokasi karaoke The Boss, Sabtu (5/3/2016). Mereka membentuk barisan yang menjaga pintu masuk supaya Satpol PP tidak menyegelnya.

Bentrokan antara orang-orang karaoke dan Satpol PP pun terjadi. Mereka terlibat aksi dorong hingga dua orang PK pingsan di tengah massa yang saling berdesakan.

Sontak, para PK berteriak menuntut agar petugas Satpol PP bertanggung jawab. Sementara itu, mobil ambulan datang dan memberikan pertolongan medis.

“Kami tidak takut. Pati jadi hancur nantinya kalau karaoke tidak ada,” ujar salah satu PK sembari berteriak.

Hingga berita ini turun, bentrokan antara Satpol PP dan orang-orang karaoke masih terjadi. Sementara, jalur pantura masih ditutup karena upaya eksekusi berlangsung ricuh.

Editor : Akrom Hazami

 

Baca juga : Satpol PP Pati Eksekusi Tempat Karaoke Las Vegas

Pungkruk Dianggarkan Rp 1 M Tahun Ini

Eksekusi bangunan karaoke Pungkruk pada Oktober 2015 lalu. (MuriaNewsCom/ Wahyu Khoiruz Zaman)

Eksekusi bangunan karaoke Pungkruk pada Oktober 2015 lalu. (MuriaNewsCom/ Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Pantai Pungkruk yang berada di Desa Mororejo, Kecamatan Mlonggo sampai saat ini kondisinya masih tak jauh berbeda pasca eksekusi bangunan tempat karaoke tahun lalu. Pemkab Jepara tahun ini menganggarkan dana sebesar Rp 1 miliar untuk pembangunan kios kuliner di sana melalui Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Kebersihan (Ciptaruk) setempat.

Baca juga : Korban Pembongkaran Pungkruk Terima Kompensasi Rp 1 Juta 

”Tahun ini sudah dianggarkan Rp 1 miliar untuk membangun kios kuliner. Dana itu dari APBD 2016,” ujar Kepala Dinas Ciptaruk Ashar Ekanto kepada MuriaNewsCom, Kamis (4/2/2016).
Menurutnya, butuh dana besar untuk membangun kawasan Pungkruk sebagaimana dalam rancangan yang sudah dibuat dan dievaluasi sejak tahun lalu. Untuk itu, pembangunan dilakukan secara bertahap. Tidak mungkin rampung dalam satu tahun anggaran.

”Tahun ini kami mendapat anggaran Rp 1 miliar. Prioritasnya untuk membangun kios dan los kuliner,” terangnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, kios dan los kuliner nantinya direncanakan di lokasi yang berdekatan dengan sejumlah gazebo yang sudah ada. Gazebo tersebut merupakan proyek milik Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dispabud) Jepara yang dibangun pada 2012 lalu dari Bantuan Provinsi (Banprov) yang diperuntukan untuk usaha kuliner. Sehingga proyek pembangunan kios dan los kuliner yang baru gabung dengan yang sudah ada.

”Yang jelas, lokasinya berdekatan dengan gazebo yang sudah ada. Letaknya tak akan berada di lahan tepat pinggir pantai. Sebab lokasi tersebut harus steril untuk memastikan pengunjung bisa menikmati pemandangan laut lepas yang menjadi keunggulan pantai Pungkruk,” ungkapnya.

Dia juga menambahkan, dengan anggaran Rp 1 miliar tersebut,diprediksi bisa membangun puluhan kios dan los kuliner. Terlebih proyek yang dibangun berbentuk satu atap dan tinggal disekat. Pada APBD Perubahan dimungkinkan juga kembali dianggarkan. Sedangkan untuk tahun depan, pihaknya mengajukan Rp 2 miliar guna melengkapi pembangunan kawasan sebagaimana master plan yang telah dibuat sebelumnya.

Baca juga :

Puing-puing Bangunan Karaoke di Pungkruk Bakal Diratakan dengan Tanah

Piye Iki, Rencana Pembangunan Pungkruk Jepara Malah Gak Jelas 

Ini Masalah Baru Soal Pungkruk Jepara

Editor : Titis Ayu Winarni

Pendekar Pagar Nusa Pati juga Siap Dukung Pemkab Eksekusi Karaoke Bandel

Pendekar Pagar Nusa bersama anggota Banser tengah berlatih silat. Mereka akan turun pada awal Februari untuk mengawal penegakan Perda. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Pendekar Pagar Nusa bersama anggota Banser tengah berlatih silat. Mereka akan turun pada awal Februari untuk mengawal penegakan Perda. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Ketua Pimpinan Cabang Pencak Silat Pagar Nusa NU Pati Edi Suyono memastikan bakal turun di jalan untuk mendukung pemkab dalam melakukan eksekusi tempat karaoke yang melanggar Perda Nomor 8 Tahun 2013.

Hal itu rencananya akan dilakukan pada awal Februari, saat pemkab tidak bisa merealisasikan janjinya untuk menertibkan tempat karaoke pada akhir Januari 2016.

“Kami akan turun di jalan bersama dengan ribuan Barisan Serbaguna NU. Tapi, kami turun di jalan bukan untuk berhadapan dengan pengusaha karaoke. Kami turun untuk mendukung pemkab,” kata Edi kepada MuriaNewsCom, Jumat (29/1/2016).

Aksi turun jalan itu dilakukan untuk mengingatkan pemkab agar lebih tegas dalam menegakkan produk hukumnya sendiri. Hal itu diharapkan supaya bisa menguatkan tekad pemkab untuk menegakkan Perda.

“Kalau Perda sudah dibuat sebagai produk hukum warga Pati tetapi tidak kunjung ditegakkan, itu sama saja mencederai nurani masyarakat Pati sendiri. Kami berharap pemkab benar-benar merealisasikan janjinya untuk menegakkan Perda hingga akhir Januari 2016,” ujarnya.

Editor : Akrom Hazami