Lagi, Satu Keluarga Eks Gafatar Dipulangkan ke Rembang

Keluarga eks Gafatar di pulangkan ke Rembang, Kamis (31/3/2016) malam sekitar pukul 23.00 WIB. (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Keluarga eks Gafatar di pulangkan ke Rembang, Kamis (31/3/2016) malam sekitar pukul 23.00 WIB. (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Satu keluarga eks Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) kembali dipulangkan ke Desa Karangturi, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Kamis (31/3/2016) malam sekitar pukul 23.00 WIB.

Kepala Kesbangpolinmas Rembang Kartono, mengatakan keluarga yang baru saja dipulangkan dari Kalimantan itu terdiri dari 6 anggota keluarga. “Ya ada satu keluarga yang baru dipulangkan. Terdiri dari enam anggota keluarga dengan empat anak berusia masih belia,” katanya, Jumat (1/4/2016).

Keluarga yang dimaksud yakni, pasangan suami istri Agus Putranto (40) dan Marsinem (34) serta empat orang anak yang masih kecil. Anak sulung baru berusia 6 tahun, sedangkan anak bungsunya berusia 1 tahun. Sementara lainnya, masing-masing 5 tahun dan 3 tahun.

Dijelaskan olehnya, keluarga Agus pulang tercecer dari para eks Gafatar lain dari Jawa Tengah, karena memang tinggal di permukiman yang berbeda di Kalimantan Barat. “Itu bukan karena mereka ditahan dulu oleh aparat, tapi karena tinggal terpencar-pencar,” ungkapnya.

Ia mengaku sudah memberikan wanti-wanti kepada Pemerintah Desa Karangturi agar membina mereka yang baru pulang, seperti eks anggota Gafatar sebelumnya. “Hanya saja, para eks pengikut Gafatar dilarang pergi ke luar kota sesuka hati, sehingga mesti izin kepada desa. Desa kami minta membina mereka,” tegasnya.

Sebelumnya pada 14 Februari lalu, satu keluarga eks Gafatar juga dipulangkan di Desa Karangturi. Mereka adalah 4 orang yang terdiri dari sepasang suami istri dan dua orang anak.

Agus Putranto diketahui sebagai saudara kandung dari salah satu anggota Gafatar yang pulang 14 Februari lalu itu. Dengan demikian, kini ada 10 orang eks anggota Gafatar di Desa Karangturi, meski 6 di antaranya masih sebagai anak-anak.

Editor : Akrom Hazami

Eks Gafatar di Grobogan Dibuatkan KTP

Sejumlah warga Grobogan eks Gafatar saat mendapat pengarahan ketika pulang dari Kalimantan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Sejumlah warga Grobogan eks Gafatar saat mendapat pengarahan ketika pulang dari Kalimantan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Setelah dipulangkan ke kempung halaman, para eks anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) masih mendapat bantuan lain dari Pemkab Gobogan. Salah satunya adalah membuatkan dokumen kependudukan, sepeti e-KTP, dan kartu keluarga (KK).

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Grobogan Moh Susilo mengatakan, dari tiga kepala keluarga, baru satu yang pembuatan e-KTP nya selesai. Yakni, untuk keluarga Sujono yang tinggal di Desa Banjarsari, Kecamatan Kradenan.

“Setelah jadi, e-KTP buat Sujono dan istrinya Karini langsung kita serahkan pada pihak desa. Untuk empat anaknya juga sudah di masukan dalam KK yang baru,” katanya kepada wartawan.

Menurut Susilo, pembuatan e-KTP bagi eks Gafatar itu perlu melalui beberapa tahap. Dimulai dari pembuatan surat keterangan pindah dari pihak desa tempat tinggal sekarang. Kemudian, surat tersebut dikirimkan ke dinas terkait di daerah asal yang ditempati sebelum pulang ke daerah. Hal itu diperlukan sebagai bahan konfirmasi kepindahan dan penghapusan data yang ada disana.

“Setelah data di sana dihapus dan diganti yang baru, e-KTP mereka baru dapat kami cetak,” ujarnya.

Untuk pemberian e-KTP dan KK buat dua keluarga eks Gafatar lainnya, lanjut Susilo, saat ini masih dalam proses. Yakni, bagi Feri dan istrinya yang sekarang tinggal di Desa Belor, Kecamatan Ngaringan serta keluarga Purnomo dan istri serta dua anaknya di Desa Tambahrejo, Kecamatan Wirosari.

Disamping dokumen kependudukan, para eks Gafatar juga mendapatkan bantuan sembako dan pakaian pantas pakai. Bantuan yang sifatnya stimulan itu disalurkan oleh Dinsosnakertrans Grobogan.
Editor : Kholistiono

 

Baca juga : 2 Balita dan Orang Tuanya yang jadi Eks Gafatar Dipulangkan ke Wirosari Grobogan

Kajari Kudus: Pemkab Harus Fasilitasi Warga Gafatar yang Ingin Kembali

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Kudus – Pengawasan terhadap warga eks anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) rupanya masih terus dilakukan instansi atau lembaga terkait. Termasuk oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kudus.

Kepala Kejari Kudus Hasran mengatakan, pihaknya tetap melakukan pengawasan kepada mereka dengan baik. ”Sesuai dengan rapat koordinasi, kita harus bekerjasama untuk melakukan pengawasan kepada mereka. Termasuk bekerjasama dengan intelejen daerah,” katanya, Jumat (5/2/2016).

Menurut Hasran, eks anggota Gafatar tersebut memang perlu diarahkan, untuk bisa kembali ke jalan yang benar. ”Nah, tugas kita adalah bagaimana bisa membina, menuntun mereka, supaya bisa kembali seperti sebelumnya,” jelasnya.

Pemantauan itu sendiri memang harus dilakukan. Menurut Hasran, karena mereka membutuhkannya, supaya bisa benar-benar kembali. ”Bagaimana pemerintah kabupaten juga bisa memberikan mereka arahan, supaya mereka bisa kembali ke jalan yang benar,” tuturnya.

Mengenai adanya fatwa bahwa Gafatar adalah aliran sesat dan menyesatkan seusai dengan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), menurut Hasran, hal itu harus terlebih dahulu benar-benar dibuktikan.

”Kalau misalnya memang demikian adanya, maka juga akan bisa diproses secara hukum. Namun kan, harus dibuktikan terlebih dahulu,” katanya.

Yang saat ini harus dilakukan pemkab, menurut Hasran, adalah bagaimana membantu mereka dalam kehidupan sehari-hari. Terutama bidang perekonomian dan sosial mereka.

”Misalnya mereka saat ini tidak punya rumah, harus dibantu dengan program yang ada. Supaya mereka juga bisa kembali punya tempat tinggal. Atau memberikan peluang supaya mereka bisa mendapatkan kembali kehidupan perekonomian mereka,” imbuhnya.

Editor: Merie

19 Orang eks Gafatar Ajukan Diri Kembali Jadi Warga Kudus

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Kudus – Satu persatu warga eks anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar), mengajukan diri untuk bisa kembali menjadi warga Kabupaten Kudus.

Kepala Bidang (Kabid) Administrasi Kependudukan (Adminduk) pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kudus Ahmad Sofiyan mengatakan, pada Kamis (4/2/2016) kemarin, ada 3 kepala keluarga (KK) yang mengajukan diri ke kantornya.

”Ketiga KK itu jumlah anggotanya adalah 19 jiwa. Rinciannya adalah satu KK terdiri dari 8 anggota, 7 anggota, dan 4 anggota,” jelasnya, Jumat (5/2/2016).

Sofiyan mengatakan, dalam pengajuan itu, mereka dilengkapi dengan surat pindah dari domisili semula. Yakni di Kalimantan Barat (Kalbar). ”Proses kepindahan ini akan sama dengan proses-proses serupa yang kita lakukan sebelumnya. Yakni berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 25 Tahun 2008 tentang Tata Cara Perpindahan Penduduk dan Catatan Sipil. Semua warga memiliki hak yang sama untuk itu,” tuturnya.

Menurut data yang diterima Disdukcapil dari Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kudus, ada 55 warga eks Gafatar yang kembali ke Kudus belum lama ini. Mereka terdiri dari 12 KK.
Dari puluhan warga itu, menurut Sofiyan, baru 3 KK yang resmi mengajukan permohonan untuk kembali menjadi warga Kudus. ”Kalau yang lain, kita belum tahu. Karena yang baru resmi kan, 3 KK tadi, dengan 19 anggota,” jelasnya.

Jika misalnya ada warga eks Gafatar yang belum memiliki surat kepindahan dari domisili semula namun ingin kembali menjadi warga Kudus lagi, Sofiyan mengatakan jika pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi.

”Karena ini kan, persoalan nasional ya. Kita memang diperintahkan supaya berkoordinasi dengan pihak terkait, jika memang menemui persoalan-persoalan teknis di lapangan,” imbuhnya.

Editor: Merie

Eks Gafatar warga Ngembalrejo Kudus Mulai Urus Administrasi Kependudukan

Sekretaris Desa Ngembalrejo, Bae, Achsin Rochis. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Sekretaris Desa Ngembalrejo, Bae, Achsin Rochis. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Warga eks Gafatar  di Kudus kini mulai menjalankan aktivitasnya di desa asalnya masing-masing. Seperti halnya yang terjadi di Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae, Kudus.

Setelah sebelumnya mereka dipulangkan dari Kalimantan, Jumat (29/1/2016) malam. Baca juga : 55 Orang Eks Gafatar Asal Kudus Tiba di Pendapa Pemkab

Mereka kini mendapatkan fasilitas dari pemdes untuk mengurus administrasi di Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kudus.

Sekretaris Desa Ngembalrejo, Bae, Achsin Rochis mengatakan, warganya eks Gafatar memang mendapatkan fasilitas dari desa untuk mengurus administrasi penduduk.

“Unuk saat ini kepala keluarga masing masing, kita antar ke dinas untuk pembuatan administrasi penduduk. Sebab sebelumnya, alamatnya mereka berada di luar Ngembalrejo (Kalimantan,red),” katanya.

Dia juga menegaskan agar lebih bijaknya warga itu jangan disebut sebagai eks Gafatar. Tapi warga eks Ngembalrejo. Meski kini mereka kembali jadi warganya.

“Itu demi suasana demi menjaga kondusivitas saat ini. Supaya bisa tenang, dan kembali seperti semula,” ungkapnya.

Diketahui, warga eks Gafatar asal Desa Ngembalrejo, Bae tersebut berjumlah 11 orang. Yang terdiri dari 2 keluarga.

Dia berharap agar semua pihak tidak lagi mempermasalahkan eks Gafatar atau bukan. Demi membuat suasana menjadi lebih baik.

Editor : Akrom Hazami

Berita Terkait : Bupati Kudus Dicurhati Warga eks Gafatar

Eks Gafatar Kudus Akan Dilatih Kerja

Eks Gafatar yang Dipulangkan ke Jepara Ternyata Jumlahnya Mencapai 12 Orang

ni daftar nama warga Jepara eks Gafatar (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

ni daftar nama warga Jepara eks Gafatar (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewscom, Jepara – Setelah sebelumnya Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jepara Istono, menyatakan tidak ada laporan terkait adanya orang hilang dan ikut Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar), kali ini pihaknya menyatakan hal yang berbeda. Ternyata ada 12 warga Jepara yang kemarin teridentifikasi ikut Gafatar.

“Kami kemarin baru mendapatkan informasi jika orang-orang yang dievakuasi dari Kalimantan diduga ikut Gafatar dipulangkan. Diantara mereka, ternyata ada yang warga Jepara,” ujar Istono kepada MuriaNewsCom, Senin (1/2/2016).

Lebih lanjut dia mengatakan, 12 orang tersebut telah dipulangkan ke Jepara pada Minggu (31/1/2016) malam tadi. Mereka dijemput di Asrama Haji Donohudan Solo oleh pihaknya bersama petugas terkait. Saat ini ke-12 warga Jepara tersebut dipastikan telah sampai di rumah masing-masing.

“Mereka terdiri dari empat keluarga. Dari Kecamatan Nalumsari ada lima orang, Kecamatan Kembang ada empat orang, Kecamatan Mlonggo satu orang dan Kecamatan Pecangaan dua orang,” ungkapnya.

Dia juga mengemukakan, dari 12 orang tersebut ada diantara mereka yang diketahui telah empat tahun di Kalimantan. Mereka turut dievakuasi oleh petugas. Sedangkan untuk kepastian mereka memang ikut Gafatar atau tidak, pihaknya belum bisa menjawab.

“Kami belum melakukan interogasi kepada mereka. Sebab, di Donohudan mereka telah mendapatkan ceramah dan pengarahan. Untuk sementara ini, kami belum tanya apa-apa kepada mereka, lagi pula baru sampai di Jepara malam tadi,” terangya.

Dia menambahkan, untuk sementara ini pihaknya akan tetap melakukan pemantauan terhadap 12 orang tersebut.

Editor : Kholistiono

2 Balita dan Orang Tuanya yang jadi Eks Gafatar Dipulangkan ke Wirosari Grobogan

ombongan penjemput empat eks Gafatar tiba di depan Kantor Kesbanglinmas Grobogan dari Asrama Haji Donohudan Boyolali. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

ombongan penjemput empat eks Gafatar tiba di depan Kantor Kesbanglinmas Grobogan dari Asrama Haji Donohudan Boyolali. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Penjemputan empat warga Grobogan eks Gafatar, Senin (1/2/2016) berjalan lancar. Sekitar pukul 13.35 WIB empat orang eks Gafatar tiba di Purwodadi bersama tim penjemput.

Setibanya di Purwodadi, rombongan transit dulu di Aula Kantor Kesbanglinmas Grobogan. Di tempat ini, mereka mendapat pembinaan dan pengarahan dari Kepala Kesbanglinmas Grobogan Yudhi Sudarmunanto dan Kasi Urais Kemenag Grobogan Fahrurrozi.

Empat eks Gafatar itu berasal dari Desa Tambahrejo, Kecamatan Wirosari. Yakni, Purnomo dan istrinya serta dua anak perempuannya yang masih balita.

Mereka ini sudah beberapa tahun merantau ke Kalimantan. Kepulangan keluarga Purnomo ke kampung halaman ini tidak menemui kesulitan. Sebab, orang tuanya masih ada di desa asal.

“Orang tua Purnomo masih ada semuanya. Kondisi orang tuanya juga cukup mampu. Warga juga tidak ada masalah dengan kepulangan Purnomo dan keluarga,” kata Kepala Desa Tambahrejo Agus Adi Dewanto saat menjemput kepulangan warganya di Kantor Kesbanglinmas tersebut.

Setelah mendapat pembinaan dan nasihat, keluarga Purnomo kemudian dipulangkan menuju desa asal. Kepulangan Purnomo ini didampingi pimpinan muspika Kecamatan Wirosari, Kades Tambahrejo dan sejumlah petugas kepolisian.

Editor : Akrom Hazami

Pamit Jadi Guru di Kalimantan, Ternyata Warga Rembang Ini Gabung Gafatar

Eks Gafatar Asal Rembang Hesti Wardoyo dan Novilia Vina Mulyana (tengah) tiba di Rembang. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Eks Gafatar Asal Rembang Hesti Wardoyo dan Novilia Vina Mulyana (tengah) tiba di Rembang. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Seorang warga Tuyuhan, Kecamatan Pancur, Rembang, diketahui kepincut gabung Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). Kepada keluarganya, ia pamit untuk mengajar di Kalimantan.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Desa Tuyuhan Mulyadi kepada MuriaNewsCom, Senin (1/2/2016). Menurutnya, warga yang diketahui bernama Hesti Wardoyo (25) itu pamit kepada keluarganya ke Kalimantan karena mendapat tawaran menjadi guru.

“Izin dengan keluarganya di Tuyuhan, untuk pergi ke Kalimantan setelah mendapat tawaran menjadi guru di sana,” ungkap Mulyadi.

Menurutnya, Wardoyo bersama istrinya yang bernama Novilia Vina Mulyana (23) dan putrinya yang belum genap berumur satu tahun, berangkat pada Oktober 2015. “Kemarin sore pukul 17.30 WIB mereka tiba di balai desa, dijemput pihak Kesbangpollinmas Rembang dari Asrama Donohudan Boyolali,” jelasnya.

Keluarga lulusan PGRI Semarang ini, kata Mulyadi, tidak menyangka jika ia bersama istrinya yang asal Brebes itu berangkat ke Kalimantan untuk bergabung dengan Gafatar. “Keluarga tidak tahu jika mereka ke Kalimantan gabung Gafatar. Sebab, setelah menikah mereka ngontrak di Semarang,” ujarnya.

Mulyadi menegaskan, pihak pemerintah desa setempat menerima ketiganya dengan tangan terbuka. Selain itu, Mulyadi juga menilai Wardoyo bersama keluarganya tidak pernah ada masalah dengan warga. “Kami terima dengan baik, mereka juga sehat-sehat saja,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Eks Gafatar Jepara Dijamin Diterima Warga di Kampungnya

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jepara, Istono. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jepara, Istono. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jepara,memastikan jika warga Jepara yang eks Gafatar dapat diterima masyarakat sekitar dengan baik.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jepara, Istono menyatakan pihaknya memastikan jika masyarakat dapat menerima eks Gafatar dengan baik. Apalagi sebelumnya, dia sempat mendapatkan kabar jika penjemputan mereka akan dilakukan oleh kepala desa dan warga sekitar. Namun dari pihak provinsi melarangnya.

“Dari provinsi mengharuskan yang menjemput dari pihak kabupaten, dalam hal ini Kesbangpol. Padahal dari pihak desa sudah mau berangkat untuk menjemput mereka,” ujar Istono kepada MuriaNewsCom, Senin (1/2/2016).

Lebih lanjut dia mengatakan, sejauh ini pun tidak ada protes dari warga mengenai 12 orang yang sempat gabung dengan Gafatar itu. Hal itu menunjukkan jika kondisinya masih kondusif. Bahkan, warga sekitar merasa prihatin dan justu kasihan dengan mereka yang sempat ikut Gafatar.

“Kami akan pantau terus kondisinya. Untuk sementara ini kami memang belum bertanya-tanya kepada mereka terkait keikutan mereka dalam Gafatar,” katanya.

Dia menambahkan, di antara 12 warga Jepara yang diduga ikut Gafatar tersebut justru orang yang berpendidikan. Seperti Asik, warga Kecamatan Nalumsari yang menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Kudus itu.

Menurut dia, Asik merupakan orang yang cerdas dan pintar. Namun dia heran ketika mengetahui jika Asik diduga ikut Gafatar.

Editor : Akrom Hazami

Lagi, Eks Gafatar Asal Grobogan Dijemput

gafatar dijemputt

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Tim Penjemput Pemkab Grobogan, Senin (1/2/2016), pagi meluncur ke Asrama Haji Donohudan Boyolali. Tujuannya, untuk menjemput pulang warga Grobogan yang terlibat dalam organisasi Gafatar.

“Tim Penjemput berangkat Senin (1/2/2016) sekitar jam 09.09 WIB. Kemungkinan siang sekitar jam 13.00 WIB sudah sampai Purwodadi,”  kata Asisten II Pemkab Grobogan Dasuki.

Menurutnya, untuk eks Gafatar dari Grobogan yang dijemput pulang ada empat orang. Informasinya, mereka ini adalah satu keluarga yang asalnya dari Kecamatan Wirosari.

“Untuk informasi lebih lengkap nanti bisa hubungi Kepala Kesbanglinmas yang ikut menjemput ke Donohudan,” jelasnya.

Sebelumnya, pada Jumat (29/1/2016) ada 8 eks Gafatar sudah dijemput pulang. Yakni, Sujono dan istri berikut empat anaknya yang dipulangkan ke Desa Banjarsari, Kecamatan Kradenan. Kemudian suami-istri Feri dan Tori Dian, warga Desa Belor, Kecamatan Ngaringan.

Editor : Akrom Hazami

Bupati Kudus Dicurhati Warga Eks Gafatar

Bupati Kudus Musthofa tampak menyambut warga eks Gafatar di Pendapa Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Bupati Kudus Musthofa tampak menyambut warga eks Gafatar di Pendapa Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Sebanyak 55 orang eks Gafatar asal Kudus yang baru datang dari Asrama Donohudan, Boyolali, kini sudah tiba di pendapa Kabupaten Kudus, Jumat (29/1/2016) malam.

Kedatangan mereka disambut oleh Bupati Musthofa. “Selamat datang semua warga di Kudus. Saya harap panjenengan bisa berada di Kudus dengan baik, “ kata Musthofa.

Dia menyatakan pemerintah sangat membuka diri dengan warga eks Gafatar itu. Dia berharap, warga bisa berbaur kepada masyarakat setempat.

Sementara itu, salah satu warga eks Gafatar, Nur Kholik dari Papringan, Kaliwungu mengaku senang dengan keramahan bupati. Dia menceritakan, dia selama ini berada di Ketapang, Kaimantan Barat. Di wilayah itu, harga tanah sangat murah dan kondisinya sangat kondusif.

“Di Ketapang, harga tanahnya sangat murah. Yakni Rp 5000 sudah bisa membeli tanah seluas 1meter,” katanya diamini warga eks Gafatar lainnya, Kholik.

Mereka mengaku datang ke Kudus karena ingin mematuhi aturan negara. “Lalu, yang menjadi pertanyaan kami ialah bagaimana tangung jawab pemerintah untuk menanggung biaya hidup kita?. Sebab saya sudah tidak punya harta benda lagi,” ujarnya.

Editor : Akrom Hazami

Oalah! 10 Orang Eks Gafatar dari Grobogan Perjalanan Pulang dari Kalimantan

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Pemulangan eks Gafatar asal Grobogan ternyata tidak berhenti pada Jumat (29/1/2016). Kabar terbaru menyebutkan, dalam waktu dekat ada10 orang lagi yang akan tiba dari Kalimantan.

Kesepuluh orang ini dipulangkan melalui jalur laut bersama ratusan eks Gafatar lainnya. Kemungkinan, kalau tidak Sabtu (30/1/2016) besok, rombongan ini akan tiba di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang pada Minggu lusa.

“Saat melakukan penjemputan di Asrama Haji Donohudan, kita sempat dapat kabar kalau masih ada 10 eks Gafatar lagi yang harus dijemput dalam waktu dekat. Saat ini, kabarnya masih dalam posisi perjalanan,” kata Sekretaris Dinsosnakertrans Grobogan Sartono.

Hanya, dia belum bisa menyebutkan identitas 10 orang itu. Soalnya, informasi yang didapat masih secara lisan. Belum ada surat resmi yang didapat.

“Soal nama saya sendiri belum tahu karena belum ada pemberitahuan resmi. Meski demikian informasi ini cukup membantu karena kita bisa lakukan persiapan,” katanya.

Untuk delapan orang eks Gafatar yang dijemput hari ini, semuanya sudah sampai di kampung asalnya. Yakni, keluarga Sujono beserta istri dan empat anaknya yang kembali ke Desa Banjarsari, Kecamatan Kradenan. Kemudian, Feri dan istrinya Tori Dian menuju Desa Belor, Kecamatan Ngaringan.

Editor : Akrom Hazami

55 Orang Eks Gafatar Asal Kudus Tiba di Pendapa Pemkab

Anggota eks Gafatar Kudus turun dari bus di halaman Pendapa Pemkab Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Anggota eks Gafatar Kudus turun dari bus di halaman Pendapa Pemkab Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Sebanyak 55 orang anggota eks Gafatar asal Kudus, akhirnya tiba di pendapa Pemkab Kudus, sekitar pukul 19.00 WIB, Jumat (29/1/2016).

Mereka dijemput oleh Pemkab Kudus, yakni Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) yang dipimpin langsung Djati Solecha selalu kepalanya.

“Kita berangkat dari Kudus, Jumat (29/1/2016) pukul 05.00 WIB dan sampai di Donohudan Boylali pukul 09.00 WIB,” kata Djati.

Dalam penjemputan itu, pihaknya menyiapkan 3 kendaraan. Yakni bus, truk dan colt. Totalnya ada sekitar empat kendaraan.

Editor : Akrom Hazami

Enam Orang Eks Gafatar Akan Ditampung Adiknya di Banjarsari, Kradenan

ilustrasi

ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Pertanyaan sejumlah pihak terkait tempat tujuan enam warga Grobogan eks Gafatar setelah tiba di kampung halamannya sedikit mendapat kepastian. Pasalnya, enam orang yang terdiri dari satu keluarga itu akan ditampung keluarganya di Desa Banjarsari, Kecamatan Kradenan.

Hal itu disampaikan Kades Banjarsari Surasdi saat mengikuti rakor penjemputan eks Gafatar di ruang rapat Setda Grobogan siang tadi.

”Pihak keluarga Sujono masih ada yang tinggal di Desa Banjarsari. Yakni, ibunya serta dua adik perempuannya. Kalau bapaknya Sujono ini sudah meninggal cukup lama. Salah satu adiknya sudah bersedia menampung Sujono beserta istri dan empat orang anaknya ketika balik ke kampung,” kata Surasdi.

Menurutnya, tidak lama setelah lulus SD atau sekitar tahun 1994, Sujono yang lahir tahun 1980 itu sudah pergi meninggalkan desanya. Baik keluarga maupun warga setempat tidak tahu persis kemana Sujono pergi.

Namun, pada tahun 2006 Sujono pulang kampung bersama istri dan anak pertamanya untuk menengok saudaranya. Ada beberapa bulan dia pulang kampung lantaran Karini, sang istri yang berasal dari Banjarnegara melahirkan anak kedua.

Setelah itu, mereka kemudian pergi lagi dan kabarnya menuju ke Kalimantan. Tahun 2014, Sujono sempat pulang lagi ke kampung seorang diri. Saat itu, dia sempat mengajak dua adiknya untuk ikut ke Kalimantan.

”Tapi kedua adik perempuannya tidak mau. Mereka memilih tinggal di desanya saja,” jelas Surasdi.
Setelah pergi cukup lama, Sujono sudah tidak tercatat lagi sebagai penduduk Desa Banjarsari. Oleh sebab itu, Surasdi sempat bingung ketika dapat informasi kalau ada warganya yang ikut dipulangkan dalam rombongan eks Gafatar. Namun, setelah dilacak lebih jauh akhirnya berhasil ditelusuri keberadaan keluarganya.

Saat ini, posisi Sujono dan istri yang sesuai KTP beralamat di Desa Kapuas Kanan, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang itu masih ada di Asrama Haji Donohudan. Demikian pula dengan empat anaknya yang baru berusia 11, 9, 6, dan 3 tahun. Mereka ini rencananya akan dijemput tim dari Pemkab Grobogan Jumat (29/1/2016) lusa.

Editor : Titis Ayu Winarni

Lusa Dipulangkan, Pemkab Grobogan Gelar Rakor Penjemputan Eks Gafatar

Asisten II Pemkab Grobogan Dasuki menyampaikan beberapa pengarahan terkait penjemputan eks Gafatar.(MuriaNewsCom/Dani Agus)

Asisten II Pemkab Grobogan Dasuki menyampaikan beberapa pengarahan terkait penjemputan eks Gafatar.(MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Para Eks anggota organiasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang sejak beberapa hari lalu berada di Asrama Haji Donohudan rencananya segera dipulangkan ke tempat asalnya masing-masing. Informasi terbaru, pemulangan eks Gafatar, termasuk yang dari Grobogan akan dilangsungkan Jumat (29/1/2016) lusa.

Terkait dengan kondisi itu, Pemkab Grobogan Rabu (27/1/2016) siang tadi langsung menggelar rakor terkait penjemputan enam warganya yang ikut dalam rombongan eks Gafatar. Rakor yang dilangsungkan di ruang rapat Setda itu dipimpin Asisten II Dasuki.

Sejumlah pejabat hadir dalam rakor tersebut. Yakni, Kepala Kesbanglinmas Yudhi Sudarmunanto, Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Purwodadi Wisnu Respati, Pasi Intel Kodim 0717 Purwodadi Kapten Budi Purwanto, Kasat Intelkam Polres Grobogan AKP Sutamto.

Hadir pula, Kepala Dispendukcapil Moh Susilo, Danramil Kradenan Kapten Edi Suryanto, Camat Kradenan Karjanto, Kades Banjarsari Surasdi, Kabid Sosial Dinsosnakertrans Kurniawan, Kasi Trantib Satpol PP Widodo Joko Nugroho, dan staf Kemenag Grobogan Moh Imron.

”Meski hanya enam orang warga kita yang ikut eks Gafatar namun kita melakukan persiapan serius terkait penjemputan mereka nanti. Soalnya, ini merupakan masalah nasional dan kita harus menyikapi dengan serius. Enam warga kita ini adalah satu keluarga, sepasang suami-istri dan empat orang anaknya,” tegas Dasuki.

Dalam rakor yang berlangsung hingga sore tadi terungkap, sejumlah pejabat dari berbagai instansi nanti akan melakukan penjemputan ke asrama haji. Setelah itu, enam warga yang berasal dari Desa Banjarsari, Kecamatan Kradenan itu akan diberi pengarahan sesampainya di Grobogan. Setelah itu, mereka baru dipulangkan ke kampung halamannya.

”Untuk penjemputan eks Gafatar nanti sektor pemimpinnya dari Dinsosnakertrans. Kami harapkan, warga setempat bisa menerima kepulangan mereka di kampung halamannya,” imbuh Dasuki.

Editor : Titis Ayu Winarni

4 Anak Kecil Grobogan juga Ikut Gafatar, dan Akan Dipulangkan

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Pemulangan para mantan anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) dari Kalimantan ke kampung halaman sudah dilakukan pemerintah sejak beberapa hari lalu. Dari rombongan yang sudah tiba, dikabarkan ada enam warga yang berasal dari Grobogan.

Informasi yang didapat menyebutkan, enam warga Grobogan ini ikut dipulangkan dalam rombongan yang tiba di Bandara Adisumarmo, Minggu (24/1/2016) malam kemarin. Rombongan sebanyak 77 orang ini diterbangkan dari Pontianak menggunakan pesawat Lion Air.

Setelah tiba di Adisumarmo, rombongan ini tidak bisa langsung pulang ke kampung halamannya masing-masing. Tetapi mereka dikumpulkan dulu di Asrama Haji Donohudan untuk mendapat pengarahan dan bimbingan dari berbagai instansi terkait.

Keenam warga Grobogan yang sudah mendarat itu merupakan satu keluarga. Terdiri dari pasangan suami-istri dan empat orang anaknya yang masih kecil-kecil.

Belum diperoleh kepastian soal status pasti warga Grobogan ini dalam organisasi Gafatar. Meski demikian, mereka ini ikut dikumpulkan pula di Asrama Haji Donohudan tersebut.

Kepala Kesbanglinmas Grobogan Yudhi Sudarmunanto ketika dikonfirmasi wartawan membenarkan adanya ada enam warga Grobogan yang ikut dalam rombongan pemulangan eks Gafatar tersebut. Saat ini posisi mereka masih di Asrama Haji Donohudan.

“Saya tadi sudah konfirmasi ke posko pemulangan eks Gafatar yang ada di asrama haji. Petugas membenarkan jika ada enam warga kita yang ikut dalam rombongan itu. Terdiri dari pasangan suami-istri dan empat orang anaknya yang masih kecil,” katanya.

Terkait dengan kondisi itu, Yudhi terlihat cukup sibuk saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (25/1/2016) siang. Beberapa kali, dia terlihat berkoordinasi dengan banyak pihak melalui telepon.
Dijelaskan, informasi yang didapat dari petugas di posko pemulangan memang cukup minim. Yakni, hanya didapat nama dan asal kabupaten saja. Sedangkan alamat lengkap keenam warga tersebut belum bisa dipastikan.

“Sebentar lagi, saya akan meluncur ke asrama haji untuk memastikan lebih jelas identitas warga Grobogan tersebut. Sejauh ini, kita belum tahu mereka ini memang terlibat dalam Gafatar atau tidak. Setelah sampai disana nanti akan saya kabari lebih lanjut,” tambahnya.

Yudhi menambahkan, untuk sementara memang baru ada enam orang warga Grobogan yang ikut pulang bersama rombongan eks Gafatar. Namun, bisa jadi jumlahnya bertambah. Sebab, dalam waktu dekat akan tiba pula rombongan dari Kalimantan yang dipulangkan melalui jalur laut atau naik kapal.

Editor : Akrom Hazami

351 Eks Gafatar Dipulangkan ke Jateng, Tak Ada Warga Rembang

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Rembang – Tidak ada satupun warga asal Rembang dari 351 orang eks anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang dipulangkan dari Kalimantan Barat ke Jawa Tengah, Senin (25/1/2016) pagi.

Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Seksi Ketahanan Bangsa Kantor Kesbangpollinmas Kabupaten Rembang, Romli ketika dihubungi MuriaNewsCom. Dari pantauan yang dilakukan oleh pihak Kesbangpollinmas, belum ada satupun warga Rembang yang terdata di eks anggota Gafatar itu.”Belum ditemukan satupun yang berasal dari Rembang,” ujarnya.

Pihaknya memantau informasi melalui Posko Rajawali yang dibuka Kantor Kesbangpollinmas Provinsi Jawa Tengah. Meski demikian, Romli mengaku, masih menunggu perkembangan lebih lanjut karena jumlah mereka sangat banyak.

“Memantau melalui posko Rajawali, Kesbangpollinmas bekerja sama dengan semua pihak yang terkait dengan pemulangan eks Gafatar dari Menpawah,” kata Romli.

Sementara terkait hilangnya seorang pemuda pendiam asal Banggi, Kecamatan Kaliori, pihaknya tidak mau terburu-buru menyimpulkan. “Kalau kita tidak berani berspekulasi apakah hilang bergabung dengan Gafatar atau hilang karena faktor-faktor lain,” tandasnya.

Selama ini, kata Romli, Kesbangpollinmas terus berkoordinasi dengan komunitas intelegen daerah yang terdiri dari berbagai unsur yang ada di Rembang untuk mencari mahasiswa yang kuliah di salah satu Universitas di Semarang. “Sampai sekarang masih mencari keberadaannya,” pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, seorang mahasiswa bernama Nur Salim (25) warga Desa Banggi, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang, hilang sejak tanggal 10 Januari 2015. Pihak keluarga khawatir, Nur Salim kepincut bergabung dengan Gafatar.

Editor : Akrom Hazami

Masyarakat Diminta untuk Menerima Eks Anggota Gafatar

Komandan Kodim 0722/Kudus Letkol Arh M Ibnu Sukelan (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Komandan Kodim 0722/Kudus Letkol Arh M Ibnu Sukelan (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus –Masyarakat diimbau untuk bisa menerima eks anggota Gafatar. Hal ini meyusul pemulangan eks anggota Gafatar ke masing-masing daerah asal, termasuk Kudus. Hal ini disampaikan Kepala Kesbangpol Kudus Djati Sholechah.

Dirinya mengatakan, untuk pemulangan eks anggota Gafatar pada gelombang pertama sudah dilakukan hari ini. Namun, untuk jumlah warga Kudus yang sudah dipulangkan pada gelombang pertama ini, pihaknya belum mengetahuinya. “Kami belum dapat laporan, apakah ada atau tidak. Kalau dari informasi sebelumnya memang ada tiga orang,” katanya.

Kemudian, jumlah anggota lainnya, dirinya juga belum mendapatkan kepastian apakah akan dipulangkan pada gelombang kedua yang rencananya dilakukan besok, atau kapan.

Sementara itu, Komandan Kodim 0722/Kudus Letkol Arh M Ibnu Sukelan mengungkapkan, eks anggota Gafatar yang sudah dipulangkan ke Kudus, kini kondisinya masih dalam pemantauan dari pihak Babinsa. “Babinsa masih memantau dan merangkul, jadi aktivitasnya masih dipantau dengan cara meningkatkan silaturrahmi dengan masyarakat,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Dalam hal ini, pihaknya tidak bisa memastikan apakah eks anggota Gafatar tersebut mampu berbaur dan kembali ke masyarakat seperti sebelumnya.

Untuk itu, dia menegaskan supaya meningkatkan cinta kepada tanah air yang tidak terbatas waktu. Hal itu dapat meningkatkan jiwa nasionalisme dalam bermasyarakat.”Sebelum dipulangkan, mereka mendapatkan materi tentang wawasan kebangsaan,” ungkapnya.

Dandim juga menyatakan, jika peran keluarga sangat penting dalam mengajak mereka kembali ke masyarakat seperti sedia kala. “Peran keluarga sangat penting untuk membantu mengembalikan psikis mereka dan mengajak secara perlahan untuk hidup normal,” katanya.

Editor : Kholistiono