Stok Blanko Habis, Pembuatan E-KTP di Pati Tersendat

Sejumlah warga tengah mengurus kependudukan di Kantor Disdukcapil Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Lebih dari 27.000 warga Pati terpaksa belum memiliki E-KTP baru, lantaran stok blanko habis. Mereka harus bersabar menunggu hingga material untuk pembuatan E-KTP tersedia.

Riyanto, seorang warga Kayen yang hendak mengurus E-KTP karena pindah ke kawasan Sukoharjo, Margorejo mengeluhkan kondisi tersebut. Sejak April 2017 mengurus, sampai saat ini belum bisa mendapatkan E-KTP.

“Agustus 2017 ini saya cek lagi ke Kantor Kecamatan Margorejo, diminta untuk menunggu hingga Januari 2018. Itupun kata petugas belum ada kepastian, cuma diminta datang awal 2018,” ungkap Riyanto, Kamis (17/8/2017).

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Pati Dadik Sumarji membenarkan adanya ketersendatan pembuatan E-KTP, karena ketersedian blanko terbatas. Saat ini, sudah lebih 27.000 warga yang sudah mengikuti rekam tapi belum dicetak.

Padahal, pihaknya mendapatkan material E-KTP sebanyak 10.000 pada April 2017 dan 26.000 blanko pada Mei 2017. Total blanko sebanyak 36.000 itu sudah digunakan untuk cetak, sehingga ketersediaan sekarang habis.

Pada Juni 2017, dia juga sudah melakukan kunjungan ke Jakarta dan mendapatkan tambahan blanko sebanyak 6.000. Terakhir, Disdukcapil mendapatkan tambahan 2.000 bersamaan dengan penambahan kuota di delapan kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

Hanya saja, berbagai penambahan kuota itu ternyata masih belum mencukupi untuk kebutuhan pembuatan E-KTP di Kabupaten Pati. Untuk saat ini, dia memprioritaskan kepada warga yang sama sekali belum punya E-KTP.

Untuk mengatasi masalah tersebut, pihaknya memberikan surat keterangan sementara yang fungsinya sama dengan E-KTP. Namun, kelemahannya, surat sementara yang terbuat dari kertas diakui mudah rusak.

“Warga yang butuh KTP untuk keperluan administrasi, kami buatkan surat keterangan sementara. Meski memang mudah rusak karena terbuat dari kertas biasa, kami meminta harap maklum karena ini kendalanya dari pusat,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Diduga Ada Pungli E-KTP, Bupati Pati Ngamuk saat Sidak di Disdukcapil

Bupati Pati Haryanto (kiri) saat sidak di Kantor Disdukcapil Pati, Senin (15/5/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Bupati Pati Haryanto marah besar setelah mengetahui pembuatan E-KTP di Pati lambat. Hal itu yang membuat Haryanto melakukan inspeksi mendadak di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Pati, Senin (15/5/2017).

Haryanto mengaku, mendapatkan informasi dari masyarakat terkait dengan lambatnya pembuatan E-KTP. Selain itu, dia juga mendapatkan teguran dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo terkait persoalan tersebut.

Haryanto menduga ada “permainan” dari para petugas yang mengurus E-KTP di Pati yang mengindikasikan adanya pungutan liar (pungli). Pasalnya, blangko yang tersedia ada sekitar 11 ribu keping dan belum dicetak.

“Dalam waktu satu jam, petugas mestinya bisa mencetak 200 E-KTP. Ada enam print di Disdukcapil. Mestinya, dalam satu jam saja, petugas bisa mencetak 1.600 E-KTP. Jadi, tidak ada alasan lagi untuk terlambat,” ujar Haryanto dengan nada yang meledak-ledak.

Dia menambahkan, pembuatan E-KTP seharusnya gratis. Bila ada petugas yang meminta sejumlah uang dengan alasan apapun, hal itu disebut sebagai pungli. Masyarakat diminta untuk proaktif melaporkan petugas nakal semacam itu.

“Kita baru saja membuat Tim Saber Pungli di Pati. Jadi, jangan bermain-main dengan pungli. Kami bersama Tim Saber Pungli bersama kepolsian, kejaksaan dan TNI akan menindak tegas siapa saja yang melakukan pungli di Pati,” imbuh Haryanto.

Sementara itu, Kepala Disdukcapil Pati Dadik Sumardji mengaku sudah melakukan pembuatan E-KTP sesuai dengan prosedur. Dia mengutamakan warga yang sudah melakukan rekam terlebih dahulu.

Menurutnya, keterlambatan pembuatan E-KTP bukan karena ada pungli. Namun, server Disdukcapil disebut rusak selama sekitar dua minggu yang lalu. Saat server sudah normal, dia mengaku sudah langsung melakukan pencetakan.

“Kendala utamanya ada pada server. Saat akan mencetak dalam jumlah yang banyak, server tidak kuat dan mesin cepat panas. Kami tegaskan, server dan jaringannya yang bermasalah,” kilah Dadik.

Editor : Kholistiono

Disdukcapil Pati Akan Layani Pembuatan E-KTP di Desa Terpencil dengan Perekam Data Mobile

 Petugas Disdukcapil Pati tengah mengolah data E-KTP. (MuriaNewsCom/Lismanto)


Petugas Disdukcapil Pati tengah mengolah data E-KTP. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Pati rencananya akan melayani pembuatan E-KTP di desa-desa terpencil dengan menggunakan dua alat perekam data mobile. Pasalnya, warga yang belum terekam e-KTP sebagian besar dari desa terpencil.

“Warga yang belum terekam E-KTP sebagian besar berasal dari desa terpencil. Karena itu, saya akan jemput bola ke sejumlah pelosok desa dengan menggunakan dua alat perekam data mobile,” ujar Kepala Disdukcapil Pati Dadik Sumarji, kepada MuriaNewsCom.

Bila mereka sudah terekam E-KTP, maka kartu identitas itu akan berlaku seumur hidup. Warga tidak akan lagi dibebani untuk mengurus perpanjangan KTP seperti periode sebelumnya.

“Sekarang ini, urus sekali saja sudah berlaku seumur hidup. Kalau KTP masih tercantum masa berlaku yang sudah habis, hal itu tidak menjadi masalah jika sudah terekam E-KTP. Aturan itu sudah tercantum dalam surat edaran Kementerian Dalam Negeri,” imbuh Dadik.

Hanya saja, bila ada KTP sudah mengalami kerusakan, pihaknya menyediakan layanan untuk membuat KTP baru. Selain itu, pembuatan KTP baru berlaku untuk warga ketika ada perubahan status, alamat, pekerjaan atau perubahan lainnya.

“Khusus untuk warga yang kehilangan KTP, pengajuan pembuatan KTP baru harus dilampiri surat kehilangan dari kepolisian. Sekali lagi, warga Pati yang belum terekam E-KTP segera datang ke kantor kecamatan masing-masing,” tandasnya.

 Editor : Kholistiono

 

41.507 Warga Pati Belum Miliki E-KTP

 Seorang siswa yang magang di Kantor Disdukcapil Pati memberikan E-KTP yang sudah jadi kepada warga. (MuriaNewsCom/Lismanto)


Seorang siswa yang magang di Kantor Disdukcapil Pati memberikan E-KTP yang sudah jadi kepada warga. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sebanyak 41.507 warga Pati ternyata belum memiliki kartu tanda penduduk elektronik (E-KTP). Padahal, perekaman E-KTP secara nasional ditargetkan pada September 2016 harus selesai.

“Saya belum tahu, apakah masyarakat belum tahu atau memang kesadaran membuat e-KTP masih minim. Sebagian besar berminat segera membuat e-KTP ketika butuh saja. Kalau sudah mendesak, baru buat E-KTP,” ujar Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Pati Dadik Sumarji, Kamis (28/7/2016).

Dari 961.037 warga yang wajib memiliki E-KTP, 919.530 warga di antaranya sudah punya e-KTP. Dengan demikian, masih ada 41.507 warga yang belum memiliki E-KTP. Karena itu, ia meminta kepada warga yang belum punya E-KTP segera mengurusnya. Bila sampai September 2016 nanti masih belum selesai, pihaknya akan melakukan perpanjangan perekaman E-KTP.

“Kami juga meminta kepada lembaga pemerintahan maupun non pemerintahan, lembaga pelayanan publik, termasuk para camat untuk melakukan sosialiasi pemberlakukan E-KTP yang berlaku seumur hidup. Kadang, mereka tidak tahu adanya kewajiban untuk membuat E-KTP sehingga butuh sosialisasi,” tandasnya.

Editor : Kholistiono