Disdukcapil Kudus Terus Sisir Warga yang Belum Rekam E-KTP

Petugas Disdukcapil saat melakukan perekaman E-KTP dengan jemput bola ke sekolah-sekolah. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kudus terus melakukan penyisiran warga yang belum melakukan perekaman E-KTP. Apalagi masih ada sekitar 19 ribu wajib KTP di Kudus yang belum melakukan perekaman.

Targetnya, pada akhir 2017 ini proses perekaman sudah rampung. Kepala Disdukcapil Kudus Hendro Martoyo mengatakan, pihaknya memang masih terus melakukan sosialisasi terkait pembuatan E-KTP tersebut.

Termasuk menyisir warga yang belum memiliki dokumen kependudukan itu.

”Kami sudah melakukan upaya jemput bola, untuk menyisir warga yang belum memiliki KTP elektronik. Supaya mereka bisa segera mengurusnya. Ada juga yang kami rekam datanya langsung dengan program jemput bola ini,” jelasnya.

Armada khusus perekaman data, juga terus berkeliling ke semua wilayah yang ada di Kabupaten Kudus ini.

Itu sebabnya, jumlah wajib KTP yang sudah melakukan perekaman, semakin banyak. Saat ini, kurang lebih masih ada 19 ribu warga yang belum melakukan perekaman.

Dikatakan Hendro, pembuatan KTP elektronik juga sangat mudah. Yakni hanya cukup dengan melampirkan fotokopi kartu keluarga (KK) yang mereka miliki.

Kemudahan ini memang sudah diamanatkan dalam undang-undang, peraturan presiden, hingga surat edaran menteri.

Hal itu tertuang pada Surat Edaran Menteri Dalam Negeri RI (Mendagri) Nomor 471/1768/SJ tertanggal 12 Mei 2016, menindaklanjuti Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 25 Tahun 2008 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Kependudukan.

Semua demi melaksanakan Undang-Undang Nomor 23/2006 dan Undang-Undang Nomor 24/2013 tentang Administrasi Kependudukan.

”Yang jelas, kami terus melakukan penyisiran. Termasuk jemput bola, untuk melayani warga yang belum perekaman. Dan pada Desember nanti, warga yang belum melakukan perekaman bisa diperkecil,” imbuhnya.

Editor : Ali Muntoha

Petugas Ganteng dan Cantik di Disdukcapil Kudus Bikin Warga Nyaman

Petugas Disdukcapil Kudus menunjukkan E-KTP. Petugas Disdukcapil Kudus siap memberi pelayanan yang ramah. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Kudus – Kehadiran petugas yang ramah dan rupawan memang cukup efektif untuk memberikan pelayanan masyarakat yang maksimal. Ini juga terjadi di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kudus.

Di mana keberadaan petugas ganteng dan cantik yang begitu perhatian dalam memerikan pelayanan, makin memberi kesan nyaman dalam mengurus dokumen adminduk di kantor tersebut..

Kepala Disdukcapil Kudus, Hendro Martoyo menyebut, banyak warga yang memuji kehadiran petugasnya yang sangat ramah. Pujian pun banyak disampaikan baik secara langsung, ataupun melalui kotak saran yang ada di kantor tersebut.

”Kadang-kadang ada yang nulis begini ”saya senang datang ke sini, karena dilayani oleh mas yang ganteng dan mbak yang cantik”, atau ”pelayanannya memuaskan karena petugasnya ganteng-ganteng dan cantik-cantik”. Banyak yang menulis begitu malah,” tuturnya.

Bukan hanya petugas yang ada di kantor dinas saja yang kemudian diminta melayani sepenuh hati. Namun kepada petugas yang berkeliling dari satu desa ke desa lainnya untuk melakukan sosialisasi dan perekaman, juga ditekankan hal yang sama.

”Kita ingin suasana berbeda dalam memberikan pelayanan kepada warga yang datang. Sehingga warga merasa senang karena bisa terbantu keperluannya. Mereka juga bisa mendapatkan dokumen kependudukan mereka dengan baik,” imbuhnya.

Editor : Ali Muntoha

Proses Jemput Bola Efektif Tingkatkan Perekaman E-KTP di Kudus

Petugas Disdukcapil Kudus melakukan proses perekaman E-KTP ke sekolah-sekolah. (MurianewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kudus melakukan upaya jemput bola untuk mempercepat proses perekaman E-KTP. Program ini dianggap cukup efektif, terlebih saat ini masih ada belasan ribu warga Kudus yang belum melakukan perekaman.

Proses jemput bola ini tak hanya dilakukan kepada warga berkebutuhan khusus, ataupun daerah terpencil, namun juga ke sekolah menengah atas. Karena siswa kelas akhir tingkat SMA/MA/sederajat yang berumur 17 tahun sudah wajib E-KTP.

Kepala Disdukcapil Kudus Hendro Martoyo melalui Sekretaris Dinas Putut Winarno mengatakan, proses jemput bola yang dilakukan tersebut, cukup efektif.

Karena warga yang didatangi, kebanyakan memang mengaku belum melakukan perekaman, sebab menganggap belum memerlukan dokumen tersebut.

”Artinya ada yang tahu bahwa KTP elektronik itu penting, tapi menunda proses pembuatannya. Namun ada juga yang memang belum sempat melakukannya karena berbagai hal,” jelasnya.

Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada seluruh warga yang belum melakukan perekaman, supaya segera melaksanakannya. Karena pihaknya ingin menjamin bahwa hak pilih nanti bisa digunakan dengan baik.

”Jangan sampai tidak memilih nantinya karena alasan tidak punya KTP elektronik. Monggo, gunakan kemudahan yang sudah diberikan, termasuk lewat jalur online, untuk membuatnya,” katanya.

Menurut dia, proses pembuatan KTP elektronik sekarang ini sangat mudah. Yakni cukup dengan fotokopi kartu keluarga (KK) saja, sudah bisa melakukan perekaman datang.

Kemudahan ini memang sudah diamanatkan dalam undang-undang, peraturan presiden, hingga surat edaran menteri.

Hal itu tertuang pada Surat Edaran Menteri Dalam Negeri RI (Mendagri) Nomor 471/1768/SJ tertanggal 12 Mei 2016, menindaklanjuti Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 25 Tahun 2008 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Kependudukan.

Semua demi melaksanakan Undang-Undang Nomor 23/2006 dan Undang-Undang Nomor 24/2013 tentang Administrasi Kependudukan.

Editor : Ali Muntoha

11 Ribu Warga Kudus Tunggu Cetakan E-KTP

ektp

MuriaNewsCom, Kudus – Sekitar 11 ribu warga Kudus belum mendapatkan cetakan e-KTP. Mereka telah melakukan perekaman data untuk e-KTP.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Kudus Hendro Martoyo mengatakan dari data yang ada tertera hampir 11 ribu warganya belum mendapatkan cetakan e-KTP. Pihaknya telah berupaya agar hal itu teratasi.

“Petugas ada yang  kami kirim ke Jakarta untuk meminta tambahan blangko atau fisik e-KTP.  Mudah mudahan dapat mencukupi kekurangan,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Hanya, jumlah yang didapat selama ini bersifat terbatas. Tiap kali pulang, petugas hanya membawa blangko sekitar 3 ribu. Padahal jumlah warga yang belum dapat cetakan e-KTP lebih banyak.

Menurutnya, keterbatasan blangko terjadi di seluruh daerah di Indonesia. Dia menutrkan, sebenarnya Provinsi Jateng bersedia menjembatani pengambilan blangko e-KTP. Tapi kebijakan pemerintah pusat, setiap daerah wajib mengambil sendiri blangko.

Sejauh ini di wilayah Kudus, jumlah warga yang belum perekaman hanya tersisa 2,1 persen dari jumlah wajib KTP per 30 Juni 2016.  Wajib KTP yang tercatat sebanyak 601.696 orang.

Editor : Akrom Hazami

Belum Dapat E-KTP, Surat Keterangan masih Diberlakukan

Kepala Disdukcapil Kudus Hendro Martoyo. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Kepala Disdukcapil Kudus Hendro Martoyo. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Banyak warga yang masih melakukan permohonan e-KTP. Termasuk di wilayah Kabupaten Kudus. Bahkan ratusan warga mengantre untuk mendapatkan e-KTP di kantor Disdukcapil Kudus, setiap hari.

Kepala Disdukcapil Kudus Hendro Martoyo mengatakan, banyak warga yang belum dapat e-KTP. Guna mengatasi hal itu, pihaknya bisa memberikan surat keterangan kepada warga.

“Fungsinya sama, kalau KTP belum jadi, warga bisa memanfaatkan surat keterangan. Seperti untuk kepentingan pendidikan, melamar kerja serta kebutuhan administrasi lainnya,” kata Kepala Disdukcapil Kudus Hendro Martoyo, Senin (19/9/2016).

Jika sampai ada pihak yang menolak surat keterangan, maka pihaknya akan datang ke tempat lokasi bersangkutan untuk memberikan keterangan. “Jadi sambil menunggu KTP jadi, surat keterangan bisa digunakan. Perusahaan atau instansi tidak bisa menolaknya,” ujar Hendro.

Kondisi terakhir Kudus memang selalu meminta blanko e-KTP dari pusat. Meski terbatas, namun perekaman tetap dilakukan termasuk juga mobil keliling yang digunakan untuk merekam data hingga pelosok desa.

Ali Noor,Warga Getassrabi, Gebog mengungkapkan kekesalannya karena mendapat penolakan kerja dari perusahaan hanya untuk minta KTP.

“Dari perusahaan minta harus KTP. Tidak boleh surat keterangan semacam ini. Padahal blanko memang lagi kosong, dan saya juga mendapatkan surat keterangan,” jawabnya.

Editor : Akrom Hazami

Ini Info Stok Blangko E-KTP Kudus

E-KTP_New

 

MuriaNewsCom, Kudus – Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kudus Hendro Martoyo mengatakan, pihaknya memesan blangko E-KTP, sebanyak mungkin. Tujuannya agar pemohon tidak kehabisan blangko.

“Misalnya satu hari ada 300 pemohon E-KTP. Bila diglobalkan, satu bulannya ada sekitar 10 ribu blangko yang dibutuhkan. Kami akan langsung pesan blangko begitu sisa 5 ribu. Kami pesan ke Dirjen Dukcapil. Dan Alhamdulillah saat ini blangko E-KTP, sampai KK maupun akta kelahiran, masih aman ketersediaannya,” kata Hendro.

baca juga: 300 Warga Kudus Ajukan Administrasi Kependudukan Setiap Hari

Dia menilai, bila pemesanan blangko itu bisa dimaksimalkan, maka warga bisa mengurus administrasi kependudukan dengan mudah. Sementara itu, untuk memenuhi pelayanan yang baik, Disdukcapil juga akan terus berupaya berkoordinasi dengan pusat.

“Kami akan selalu berupaya untuk selalu koordinasi dan berkomunikasi dengan pihak pusat. Supaya bahan baku pembuatan administrasi E-KTP, KK dan akta selalu tersedia,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami