Menikmati Durian Langganan Para Bupati Jepara 

Gipah (59) saat menata dagangannya yang berada di garasi rumahnya di Desa Kecapi, RT/RW : 10/02 Kecamatan Tahunan-Jepara. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Jika sedang berada di Jepara dan ingin menikmati buah durian bisa menghampiri rumah milik Gipah di Desa Kecapi, RT10/RW 2 Kecamatan Tahunan. Lantaran, buah berkulit duri dagangan ibu satu anak ini, sudah menjadi langganan Bupati Jepara sejak dulu. 

Selain itu, durian yang diperdagangkannya sering menjuarai lomba durian se-Kabupaten Jepara. 

Menurut Gipah, ia sudah berjualan durian sejak 32 tahun lalu. Pada tahun 1985, ia memulai usahanya dengan modal sekeranjang durian.

“Dari dulu saya berjualan buah, kalau sedang musim durian ya durian, kalau tidak ada ya buah lain,” katanya, Rabu (18/10/2017).

Menurutnya, hanya buah terpilih yang ia jual di rumahnya. Sementara yang kualitas kurang bagus ia jual di pasar. 

Kebiasaan itu menurutnya banyak menarik pembeli datang ke rumahnya. Terkait menjadi langganan bupati, ia mengaku sudah lupa kapan kebiasaan itu dimulai.

“Wah sudah lupa, wong sejak Bupatinya Pak Narto (Soenarto) dulu sudah dipesan,” ujarnya.

Gipah menyebut, setiap musim durian duriannya selalu dipesan orang nomor satu di Jepara. Oleh karenanya, ia selalu mempersiapkan buah pilihan jikalau ada pesanan.

“Nanti kalau bupati butuh, tinggal menelpon, yang ambil anak buahnya kesini,” tutur perempuan 59 tahun itu. 

Adapun, untuk durian termurah dijual mulai Rp 25 ribu. Sementara yang termahal ia jual sampai Rp 150 ribu. 

Terkait kualitas buah, Gipah mengaku musim ini lebih baik daripada tahun sebelumnya. Hal itu mengingat hujan yang belum begitu kerap turun saat pohon durian berbuah. 

Seorang pembeli durian Syarif (30) mengaku rutin membeli durian milik Gipah tiap musim. Menurutnya, citarasa “raja buah” ditempat itu masih segar. 

“Pertama kali tau tempat ini dari istri saya. Saya sendiri orang Brebes aslinya, kalau musim seperti ini ya biasa jalan-jalan kesini. Rasa duriannya manis dan lebih segar karena habis diambil dari pohonnya,” tuturnya, yang kini tinggal di Pecangaan Kulon itu. 

Editor: Supriyadi

Festival Durian, Cara Pemda Jepara Lestarikan Buah Durian Lokal

Buah durian yang kini banyak dijual di salah satu pasar di Jepara. Untuk bisa melestarikan durian lokal khas Jepara, pemda juga rutin menggelar lomba durian. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Buah durian yang kini banyak dijual di salah satu pasar di Jepara. Untuk bisa melestarikan durian lokal khas Jepara, pemda juga rutin menggelar lomba durian. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Jepara – Selain terkenal sebagai hasil mebel dan ukiran yang sudah mendunia, juga terkenal dengan produk duriannya, terutama durian dari daerah Ngabul dan Tahunan. Ada beragam jenis durian di sini, di antaranya adalah durian petruk.

Durian petruk memang sudah menjadi ikon durian khas Jepara, meski saat ini keberadaannya disebut-sebut sudah tidak ada, karena pohonnya sudah mati. Jika pun ada, buah tersebut merupakan hasil okulasi dan keturunan dari yang ke sekian kalinya.

Namun, Jepara bukan hanya punya durian petruk. Banyak durian jenis lainnnya yang juga tak kalah lezat dan enak. Untuk itu, Pemda Jepara berupaya terus mengembangkan dan melestarikan durian lokal khas Jepara, di antaranya dengan mengadakan festival durian.

Djoko Mardiyono, pensiunan  Kepala UPT Wilayah Tahunan pada Distanak Jepara yang sekaligus menjadi petugas perlindungan tanaman mengatakan, pameran durian di Jepara pertama kali digelar oleh Pemda sekitar tahun 1980, yang digagas oleh Kepala Dinas Pertanian Jepara saat itu Ir. Sinung Harjo.

“Ketika itu, lomba ini salah satu tujuannya adalah mencari ikon baru Jepara selain ukir. Karena di Jepara banyak tumbuh pohon durian, maka ketika itu diadakan lomba durian. Ketika itu pemenangnya adalah durian milik Pak Petruk, yang kemudian dikenal hingga sekarang dengan sebutan durian petruk,” ujarnya.

Setelah itu, katanya, lomba durian juga terus digelar setiap tahun, yang biasa diadakan pada bulan Desember. Pada bulan ini, biasanya merupakan puncak panen buah durian.

“Perlombaan itu biasanya dilakukan pada bulan Desember di alun-alun Ngabul atau tempat lainnya, tergantung dari wilayah yang ditentukan oleh pihak pemda. Akan tetapi, pada tahun 2016 lalu, lomba durian lokal tersebut tak digelar oleh Dinas Pertanian lantaran wilayah Jepara gagal panen durian,” imbuhnya.

Ia menilai, gagalnya panen durian di wilayah Jepara pada tahun 2016 dikarenakan intensitas hujan yang cukup tinggi. Sehingga pertumbuhan durian terganggu serta tak bisa dipanen.

Editor : Kholistiono

Ini Sebabnya, Kenapa Durian Petruk Khas Jepara Mulai Sulit Didapatkan

Salah satu pedagang durian di Jepara. Saat ini, durian jenis petruk yaitu durian khas Jepara, cukup sulit untuk didapatkan. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Salah satu pedagang durian di Jepara. Saat ini, durian jenis petruk yaitu durian khas Jepara, cukup sulit untuk didapatkan. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Jepara – Jepara selain terkenal sebagai hasil mebel dan ukiran yang sudah mendunia, juga terkenal dengan produk duriannya, terutama durian dari daerah Ngabul dan Tahunan. Ada beragam jenis durian di sini, di antaranya adalah durian petruk.

Namun demikian, untuk bisa merasakan durian yang memiliki cita rasa khas manis dan lezat ini, serta mempunyai ciri bentuk buahnya yang besar dan panjang, daging buah yang tebal, berwarna kuning mentega, dan bijinya kecil, saat ini memang cukup sulit.

Di Kecamatan Tahunan, yang merupakan salah satu pusatnya durian, saat ini juga sulit dijumpai. Bahkan, banyak pedagang di pasar buah, memasok durian dari luar daerah Jepara.

Wardi, salah satu warga Desa Kecapi, Kecamatan Tahunan, yang juga membudidayakan buah durian mengaku, tidak tahu pasti kenapa penjual buah durian di pasar, saat ini kebanyakan memasok durian dari luar Jepara.

Menurutnya, dimungkinkan pohon durian yang berada di Jepara tidak menghasilkan panen yang banyak, termasuk pula durian jenis petruk. Sehingga, tengkulak lebih banyak memasok dari luar Jepara.

“Sekarang durian petruk memang sangat sulit untuk didapatkan di Jepara. Yang banyak, sekarang ini justru durian asal luar Jepara yang banyak dipasok untuk diperjual belikan di wilayah Jepara. Memang kita akui, saat ini durian biasa saja di Jepara hasil panennya juga sangat sulit,” katanya.

Menurutnya, untuk budidaya buah durian juga memerlukan perawatan yang baik. Yakni dengan diberikan pupuk yang sesuai. Jika pertumbuhannya baik, maka diperkirakan pada usia 8 tahun, pohon durian sudah berbuah.

Kemudian, hama juga menyebabkan hasil panen buah durian saat ini agak menurun. Hama menyerang tanaman yang baru berbunga, terutama bagian kuncup bunga dan calon buah. Sehingga buah durian yang masih muda juga akan sulit untuk berkembang.

“Bila itu sudah menyerang maka gejalanya yakni kuncup bunga yang terserang akan rusak dan putiknya banyak yg berguguran. Demikian pula, benang sari dan tajuk bunganya pun rusak semua, sedangkan kuncup dan putik patah karena luka digerek ulat. Penularan ke tanaman lain dilakukan oleh kupu-kupu dari hama tersebut,” ungkapnya.

Terpisah, Gipah, penjual durian yang terkenal di Jepara yang berada di Dukuh Telap, Desa Kecapi mengatakan hal senada. Saat ini durian di Jepara yang ditanam oleh warga sulit untuk dipanen.

“Tahun ini memang tak ada hasil panen durian dari Jepara. Apakah itu durian petruk maupun jenis lainnya. Mungkin saja cuacanya, mungkin jug ada banyak hama. Sehingga rata-rata penjual durian memang dipasok dari luar daerah. Termasuk saya juga membeli atau menebas dari berbagai wilayah. Yang penting memiliki setok, gitu saja,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono 

Durian Petruk, Durian Khas Jepara yang Kini Mulai Langka

Aktivitas di Pasar Ngabul, Jepara, yang tampak ramai dipenuhi dengan penjual durian. Namun demikian, untuk bisa mendapatkan durian petruk khas Jepara, kini sudah mulai sulit. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Aktivitas di Pasar Ngabul, Jepara, yang tampak ramai dipenuhi dengan penjual durian. Namun demikian, untuk bisa mendapatkan durian petruk khas Jepara, kini sudah mulai sulit. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Jepara – Jepara selain terkenal sebagai hasil mebel dan ukiran yang sudah mendunia, juga terkenal dengan produk duriannya, terutama durian dari daerah Ngabul dan Tahunan. Ada beragam jenis durian di sini, di antaranya adalah durian petruk.

Durian petruk ini sudah mendapatkan sertifikasi dari Departemen Pertanian Jepara sebagai buah durian varietas unggul. Durian petruk yang sering disebut sebagai Durian Jepara dilepas menjadi durian varietas unggul karena buahnya memiliki rasa yang manis dan lezat.

Durian petruk mempunyai ciri bentuk buahnya yang besar dan panjang. kalau dalam tokoh pewayangan mirip hidungnya tokoh punakawan petruk yang panjang, maka orang menyebutnya durian petruk . Daging buah durian petruk sangatlah tebal, berwarna kuning mentega, dan bijinya kecil. Baunya harum, dan rasanya pun manis. Satu lagi kelebihan dari durian ini yaitu tahan terhadap hama penyakit dan busuk akar.

Namun demikian, untuk bisa mendapatkan durian petruk tersebut, ternyata, sekarang cukup sulit. Keberadaannya kini mulai langka, meski sudah musim buah durian.

Sugiarti, salah satu pembeli durian asal Desa Pelemkerep, Mayong, mengatakan, sebagai penggemar buah durian, dirinya juga sudah mencoba mencari ke beberapa penjual durian untuk bisa mendapatkan durian petruk. Namun, sampai sekarang, dirinya belum bisa mendapatkannya.

“Sudah sulit memang, beberapa kali saya ke Pasar Ngabul untuk beli durian petruk.Tapi nggak ada yang jenis itu. Ya terpaksa beli yang jenis lainnya. Saya juga sempat pergi ke rumahnya Bu Gipah penjual durian yang terkenal se -Jepara yang ada di Dukuh Telap, Desa Kecapi, Batealit, juga tidak ada,” ujarnya kepada MuriaNewsCom,Senin (16/1/2017).

Ia menilai, langkanya durian jenis petruk tersebut lantaran petani durian di Jepara sudah jarang untuk menanamnya. Sehingga rata-rata durian yang ada saat ini kebanyakan setoran dari wilayah lain.

Kemudian mengenai harga durian jenis petruk, ia mengutarakan bahwa durian petruk harganga bisa di atas durian biasa. “Kalau harganya memang terpaut jauh. Semisal durian biasa itu per buahnya bisa mencapai Rp 50 hingga Rp 85 ribu. Dan itupun tergantung besar kecilnya. Akan tetapi untuk durian petruk itu seharga Rp 150 ribu keatas per buahnya.  Dan itupun masih terbilang ukuran kecil atau sedang,” ujarnya.

Sementara itu, Gipah, penjual durian yang ada di Dukuh Telap, Desa Kecapi, Kecamatan Batealit, mengatakan, tahun ini hasil panen durian di Jepara memang agak kurang.

“Jepara tahun ini memang hasil panen durian kurang begitu bagus Mas. Lha wong saya itu malah kulakan durian dari mana saja. Yang, penting bisa menyetok di rumah. Sebab bila tak ada setok, maka pembeli bisa kecewa,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono