TKI Asal Jepara Didominasi Warga Kecamatan Donorojo dan Keling

Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Pentatrans) pada Dinsosnakertrans, M Subkhan. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Pentatrans) pada Dinsosnakertrans, M Subkhan. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Meski ada kecenderungan menurun jumlah tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Jepara. Namun tetap saja masih ratusan warga Jepara yang memilih untuk menjadi TKI setiap tahunnya.

Dari sekian ratus yang berangkat setiap tahun, ternyata paling banyak didominasi warga di wilayah utara Kabupaten Jepara. Seperti wilayah Kecamatan Donorojo dan Keling. Bahkan, separo dari jumlah TKI yang berangkat setiap tahun berasal dari kedua Kecamatan tersebut.

“Data yang ada memang seperti itu. Ketika kami mengadakan rapat kordinasi dengan petinggi yang warganya ada yang menjadi TKI, didominasi dari dua kecamatan tersebut,” kata  Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Pentatrans) M Subkhan kepada MuriaNewsCom, Rabu (11/5/2016).

Lebih lanjut dia mengatakan, ada sekitar 50 Desa yang warganya ada yang menjadi TKI. Namun, setiap Desa jumlah TKI-nya tidak sama. Ada yang banyak dan ada yang segelintir saja.

Menurutnya, untuk tahun ini juga diperkirakan menurun. Sebab, dilihat dari januari hingga April, rata-rata warga Jepara yang menjadi TKI di luar negeri hanya sekitar 20 an saja. Itu menurun dibanding tahun 2015 maupun 2014 lalu yang rata-rata bisa mencapai 30 an orang.

“Karena jumlah TKI setiap bulannya terbilang sangat sedikit, jadi kami bisa benar-benar member pengarahan kepada mereka sebelum berangkat. Tak hanya itu, kami juga melakukan wawancara kepada pihak keluarga, agar nantinya tidak ada masalah,” ungkapnya.

Editor: Supriyadi

Larissa Bocorkan Trik Hadapi Dunia Kerja kepada Pelajar SMK Taman Siswa

uplod larissa (E)

Kegiatan pembekalan yang dilakukan Larissa Aesthetic Center kepada siswa SMK Taman Siswa Kudus. (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Kudus – SMK Taman Siswa memberikan pembekalan kepada anak didiknya yang telah selesai menempuh Ujian Nasional (UN) supaya mempunyai nilai tambah di dunia kerja. Di antaranya, sekolah menggandeng Larissa Aesthetic Center Kudus.

Pihak sekolah berharap kepada klinik kecantikan estetika itu memberikan kualitas terhadap lulusan SMK. Sehingga, klinik yang mengusung konsep natural ingredients with high technology treatment, di bawah naungan PT Larissa Karunia Sejahtera, bisa menjadikan siswa mempunyai nilai lebih. Khususnya saat bersaing di dunia kerja. Larissa memberikan pembekalan mengenai tips menghadapi tes psikologi , wawancara kerja dan etikanya.

Arstyarini, salah satu guru BK SMK Taman siswa menjelaskan bahwa ilmu ini tidak di dapat saat di sekolah sehingga mengundang pihak luar untuk membantu mengisi. Sehingga anak didik mempunyai daya saing nantinya. “Terutama saat mereka hendak mencari pekerjaan, khususnya saat interview lebih percaya diri,” katanya.

Andriya Riana J, selaku Branch Manager Larissa Aesthetic Center, mengatakan,Larissa adalah klinik kecantikan, tetapi ruang lingkupnya lebih luas.  Karena penampilan juga merupakan salah satu poin utama saat wawancara.

“Perlu untuk selalu memperhatikan kebersihan dan kesehatan kulit terutama kulit wajah untuk menunjang penampilan,” kata Andriya.

Editor : Akrom Hazami