Drainase Mampet Dibiarkan jadi Pemicu  Perkotaan di Kudus Sering Banjir

Warga menerobos jalan yang terendam air di Kudus, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom /Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sam’ani Intakoris menuturkan persoalan paling mendasar adanya banyak genangan air di wilayah perkotaan adalah tidak berfungsinya drainase dengan semestinya. Akibatnya, air dari hujan tidak dapat dialirkan seperti semestinya ke drainase dan dialirkan ke sungai.

“Kondisi seperti itu sudah berlangsung cukup lama. Dan kondisi drainase sudah banyak lumpur dan juga dipenuhi dengan banyaknya sampah,” katanya di Kudus, Selasa (7/3/2017). 

Upaya yang dapat dilakukan supaya air di jalan bisa masuk ke dalam draenase adalah dengan memperbanyak imlet, atau jalan air Menuju drainase. Dengan demikan air dapat lebih mudah masuk drainase saat hujan.

Selain itu, upaya mengatasi persoalan macetnya drainase memang butuh adanya normalisasi. Saat ini, petugas khusus dari Pemkab Kudus sudah membentuk tim khusus untuk menormalisasi drainase. Hanya saja itu masih kurang maksimal karena panjangnya drainase.

Pihaknya berharap pemerintah desa dapat berperan aktif dalam hal melakukan normalisasi. Apalagi, desa dan masyarakat khususnya di perkotaan merupakan wilayah yang paling terdampak jika banjir menyerang. 

“Sebenarnya desa juga bisa membantu dalam hal mengatasi drainase yang mampet. Sekarang desa punya dana besar dan itu bisa dimanfaatkan. Meski milik kabupaten, namun dengan izin bupati diperbolehkan,” ungkapnya.

Berdasarkan pantauan, sejumlah titik saat hujan sesaat pasti dipenuhi dengan air. Seperti halnya dikawasan perempatan Jember, kawasan Kliwon dan juga sejumlah titik lainnya.

Editor : Akrom Hazami 

Dinas Cipkataru Kudus Bakal Datangkan Tim Ahli dari UNNES untuk Uji Kualitas Trotoar dan Drainase

upload jam 1600 cipkataru (e)

Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (Cipkataru) Kudus Sumiyatun (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (Cipkataru) Kudus bakal mendatangkan tim ahli dari Universitas Negeri Semarang (UNNES) untuk menguji kualitas pembangunan drainase dan trotoar yang ada di Kudus.

Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (Cipkataru) Kudus Sumiyatun menegaskan, dalam hal ini pihaknya sengaja mendatangkan tim ahli dan independen dari UNNES, untuk menguji apakah kualitas pekerjaan yang sudah dilaksanan para rekanan sudah sesuai dengan spek atau tidak.

“Kini tinggal menunggu mereka datang. Sebab permintaan sudah sudah kami kirimkan, sehingga tinggal menunggu tim ahli untuk melaksanakan pengecekan pekerjaan proyek pembangunan drainase dan trotoar,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, pekerjaan trotoar dan drainase yang kini tengah dilaksanakan di sejumlah titik jalan di Kudus, telah sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan. Bahkan, pihaknya telah melakukan uji beton terhadap material bangunan yang sudah ada.

“Semuanya kami cek secara langsung. Selain itu, kami juga melakukan uji beton secara acak ke bangunan yang sudah jadi,” ujarnya.

Upaya uji beton tersebut, dilakukan Sebagai upaya pengawasan yang dilakukan secara ketat, baik mengenai material dan kualitas pekerjaan.

Diakui Sumiyatun, dalam pengerjaan trotoar dan saluran drainase perkotaan, pihaknya tidak mau main- main. Bahkan, beberapa waktu yang lalu, pihaknya menemukan bangunan yang tidak sesuai dan hal itu diminta untuk dibongkar.

“Ada itu bangunan baru, tapi sudah retak- retak. Kami saat itu langsung minta bongkar dan minta ganti dengan yang baru,” tegasnya.

Editor : Kholistiono

DPRD Sayangkan Warga yang Korbankan Drainasi untuk Bangun Pertokoan

Jpeg

Kondisi di Jalan Pati-Gabus yang tidak memiliki drainase, sehingga menjadi banjir langganan saat hujan mengguyur. (MuriaNewsCom/LISMANTO)

PATI – Selain kecewa atas sikap Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pati yang tak merespon untuk pembangunan drainase di Jalan Gabus-Tambakromo, Komisi C DPRD Pati juga menyayangkan kesadaran masyarakat yang membangun rumah dan pertokoan dengan mengorbankan drainase. Lanjutkan membaca

DPRD Geram Atas Sikap DPU Pati yang Abaikan Usulan Pembangunan Drainase Jalan Gabus-Tambakromo

Jpeg

Kondisi di Jalan Pati-Gabus yang tidak memiliki drainase, sehingga menjadi banjir langganan saat hujan mengguyur. (MuriaNewsCom/LISMANTO)

PATI – Komisi C DPRD Pati dibuat geram dengan sikap Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pati yang mengabaikan usulan dewan terkait dengan pembuatan drainase di sepanjang Jalan Gabus-Tambakromo. Padahal, kawasan tersebut dinilai darurat banjir, lantaran minim drainase. Lanjutkan membaca