Sejumlah Bus di Blora Bahayakan Keselamatan Penumpang

 Sejumlah petugas sedang memeriksa kelaikan kendaraan menjelang mudik lebaran 2016 (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)


Sejumlah petugas sedang memeriksa kelaikan kendaraan menjelang mudik lebaran 2016 (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

MuriaNewsCom, Blora – Sejumlah armada bus yang terparkir di Terminal Induk Gagak Rimang Blora ternyata tak laik jalan. Hal itu terbukti setelah dilakukan operasi oleh pihak Dinas Perhubungan Pariwisata Kebudayaan Komunikasi dan Informatika (DPPKKI) Kabupaten Blora bekerja sama dengan Satlantas Polres Blora, Kamis (23/6/2016).

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas, ditemukan sejumlah kendaraan umum bus yang tidak laik jalan. Hal itu dikarenakan tidak memiliki izin trayek, memasang plat uji yang sudah tidak berlaku dan belum mengganti stiker uji yang baru. Meski demikian, semua buku uji kendaraan masing-masing kendaraan masih berlaku.

Yoko, Kepala Seksi Angkutan Jalan DPPKKI mengungkapkan, bahwa bagi sopir bus yang tidak mengantongi izin trayek ke wilayah Blora, pihaknya akan meminta kepada sopir untuk melaporkan kepada pemilik armada terlebih dahulu. “Bagi semua sopir dan awak bus juga kami kumpulkan untuk diberikan pengarahan,” kata Yoko.

Selain kelengkapan administrasi bus, kelengkapan fisik bus juga menjadi target operasi. Di antaranya kelengkapan piranti keselamatan yang ada di dalam bus. Seperti alat pemecah kaca dan pemadam kebakaran.

Sementara, Ipda Yogo Sulistyo, Kanit Dikyasa Satlantas Polres Blora mengaku, bahwa pihaknya akan terus bersinergi dengan DPPKKI sebagai upaya preventif menjelang mudik lebaran. “Kami akan terus koordinasi dengan pihak DPPKKI,” kata Yogo.

Selain itu, kondisi fisik sopir dan awak bus juga mendapatkan pemeriksaan. Hal itu dilakukan dengan menggandeng Dinas Kesehatan Kabupaten Blora. Sopir dicek tensi darah dan tes urine. “Pemeriksaan kesehatan bagi sopir dan awak bus sebagai upaya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan karena kelalaian manusia,” ujar Yogo.

 

Editor : Kholistiono

Titik-titik Kemacetan di Blora Mulai Diinventarisir

Seseorang sedang mau menyeberang di salah satu ruas jalan di Blora (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Seseorang sedang mau menyeberang di salah satu ruas jalan di Blora (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

   MuriaNewsCom, Blora – Untuk memberikan kenyamanan selama arus mudik-balik dan lebaran, Dinas Perhubungan Pariwisata Kebudayaan Komunikasi dan Informatika (DPPKKI) Blora mulai menginventarisir titik-titik kemacetan.

Sebab, moment lebaran biasanya terjadi peningkatan volume pengguna jalan. Karena, banyak sanak famili yang berkunjung ke Blora. Untuk di  Blora sendiri ada dua titik keramaian, yakni di Kota Blora dan Kecamatan Cepu.

Selain itu, tidak menutup kemungkinan Blora bakal menjadi jalur alternatif bagi pemudik yang datang dari arah Semarang menuju Jawa Timur, atau mereka yang datang dari Jalur pantura Rembang.

Ignatius Ary Susanto, Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Dinas Perhubungan Pariwisata Kebudayaan Komunikasi dan Informatika (DPPKKI) Blora mengaku, sampai saat ini pihaknya masih melakukan inventarisasi kondisi sarana dan orasarana yang ada di Kabupaten Blora.

Inventarisasi tersebut, lanjutnya, meliputi jalur utama yang ada di Blora, jalur alternatif, rambu-rambu, marka dan APILL (Alat Peraga Instrument Lalu Lintas).”Selain itu, angkutan juga menjadi sasaran kami untuk kita cek, apakah layak jalan atau tidak. Pengecekan meliputi kondisi kendaraan dan pengemudinya,” jelas dia.

Untuk jalan, ia mengaku, bahwa pihaknya hanya melakukan pengecekan melaui inventarisasi jalur. Sedangkan, yang bertanggung jawab atas kondisi fisik jalur merupakan Dinas Pekerjaan Umum (DPU).”Yang tahu persisi prosentase fisik kondisi jalan DPU. Kami hanya survey jalur tersebjut agar bisa dilalui pada saat lebaran nanti,” katanya.

Editor : Kholistiono

DPPKKI Blora Pesimis Bisa Capai Target PAD dari Sektor Uji Kir

Suparno Kabid Teknik dan Perbengkelan DPPKKI Blora(MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Suparno Kabid Teknik dan Perbengkelan DPPKKI Blora(MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Kepala Bidang Teknik dan Perbengkelan Dinas Perhubungan Pariwisata Kebudayaan Komunikasi dan Informatika (DPPKKI) Blora Suparno mengaku pesimis untuk bisa mencapai target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor uji kir.

Ia katakan, target PAD dari sektor uji kir pada 2016 ini sebesar Rp 550 juta. Namun, hal itu kemudian direvisi lagi menjadi Rp 452 juta.Meski sudah direvisi, menurutnya target sebesar itu sulit dicapai.

“Banyak dari pemilik kendaraan yang tidak mau uji kir, karena, masih banyak yang beranggapakan kalau uji kir menghabiskan biaya besar. Apalagi bagi yang kendaraannya sudah telat bertahun-tahun,” kata Suparno.

Untuk mensiasatinya, Suparno mengajak instansi terkait, dalam hal ini SamsatBlora. Setiap kali ada pemilik kendaraan yang datang ke Samsat, pihaknya meminta agar ditanyakan buku uji kendaraan. “Tapi tetap saja, hal itu masih jauh dari harapan,” ungkapnya.

Padahal, lanjut Suparno, ketika kendaraan sudah telat 5 tahun dalam uji kir, pemilik kendaraan hanya ditarik biaya retribusi terakhir saja. Sementara, untuk denda dihitung jumlah bulan keterlambatan. Kendaraan dengan jumlah berat bruto (JBB) 0-5.000 kilogram, biaya administrasi sebesar Rp 30 ribu dan denda yang harus dibayarkan 2 persen dari biaya, yaitu Rp 600. Sedangkan untuk satu tahun hanya keluar Rp 7.200. Untuk kendaraan dengan JBB 5000-8000 kilogram, biaya administrasinya Rp 35 ribu. Jika terjadi keterlambatan, perbulan hanya membayar Rp 700, satu tahun hanya keluar Rp 8.400.

Sedangkan untuk kendaraan dengan JBB 8000 keatas, biaya administrasinya Rp 40 ribu. Keterlambatan yang harus dibayarkan, perbulan senilai Rp 800, untuk satu tahun hanya keluar Rp 9.600. Sedangkan untuk biaya pengganti plat uji hanya Rp 9.000, serta biaya pengganti buku uji Rp 9.000.

Baca juga : Sepekan Razia, Dishubkominfo Kudus Banyak Jumpai Kendaraan yang Tak Laik Jalan

Editor : Kholistiono

DPPKKI Blora Tambah Fasilitas di Ruangan Media Center

Petugas sedang memasang air conditioner di ruangan media center Blora (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Petugas sedang memasang air conditioner di ruangan media center Blora (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

BLORA – Untuk memberikan kenyamanan pengunjung, Dinas Perhubungan Pariwisata Komunikasi dan Informatika (DPPKKI) Blora menambah beberapa fasilitas di ruangan media center.  Tak hanya wifi dan lima komputer yang terkoneksi dengan jaringan internet serta printer, sekarang juga ditambah dengan pendingin ruangan atau air conditioner.

Kepala DPPKKI Blora Slamet Pamuji melalui Kepala Bidang Sarana Komunikasi dan Desimenasi Informasi Sukarjo mengungkapkan, beberapa fasilitas tersebut disediakan, agar pengunjung yang ingin mengakses informasi bisa nyaman.

“Sebagai pusat pelayanan informasi, kita berharap ruangan ini nyaman bagi siapa saja. Sehingga, fasilitas pendukung kami sediakan di sini,” ujarnya.

Dengan bertambahnya beberapa fasilitas tersebut, dirinya berharap, ruangan tersebut dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

“Selain itu, biasanya staf kami mengerjakan pekerjaannya untuk menyebar luaskan informasi dari ruangan ini. Dengan adanya fasilitas tambahan seperti pendingin ruangan ini, harapan kami bisa tambah ramai dan pengunjung tidak gerah seperti kemarin-kemarin,” pungkasnya. (RIFQI GOZALI/KHOLISTIONO)

Prioritaskan Keselamatan Pemudik, DPPKKI Gelar Operasi Armada Bus Layak Jalan

Sejumlah petugas DPPKKI dan Satlantas Polres Blora saat melakukan pengecekan armada bus di Terminal Cepu. (MuriaNewsCom/Priyo)

Sejumlah petugas DPPKKI dan Satlantas Polres Blora saat melakukan pengecekan armada bus di Terminal Cepu. (MuriaNewsCom/Priyo)

BLORA – Menjelang hari raya Idhul Fitri, Dinas Perhubungan, Pariwisata, Kebudayaan, Komunikasi dan Informatika (DPPKKI) bersama Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK), dan Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Blora melakukan kegiatan pemeriksaan persyaratan teknis dan layak jalan angkutan umum di Terminal Bus Cepu. Selain itu juga dilakukan pemeriksaan kesehatan bagi pengemudi angkutan umum.

”Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberi rasa aman dan nyaman bagi pengendara saat mudik Lebaran 2015. Sehingga pemeriksaan armada dan pemeriksaan kesehatan pada awak bus untuk memastikan bahwa pengemudi dalam kondisi stamina prima saat menjalankan aktifitasnya,” kata Kepala DPPKKI Kab Blora Slamet Pamuji melalui Kepala Bidang Lalu lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Ignatius Ary Susanto, Selasa (7/7/2015)

Ia menyebutkan, dalam pemeriksaan tersebut dilakukan pemeriksaan fisik kendaraan, alat keselamatan, dan surat-surat kendaraan. Sementara untuk pemeriksaan kesehatan, para sopir dilakukan tes urine untuk memastikan bahwa para awak angkutan mudik siap dalam menjalankan tugasnya mengantarkan para pemudik sampai tujuan.

”Kami ingin pastikan selama perjalanan para pemudik tidak akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Karena, ini menyangkut nyawa para penumpang,” ujarnya.

Karena itu, lanjutnya, pihaknya berharap dengan adanya peeriksaan armada dan awak bus bisa memperlancar arus mudik dan arus balik lebaran 2015. Sehingga para pemudik juga bisa selamat sampai tujuan. (PRIYO/SUPRIYADI)

Nyimpang dari Trayek, Tujuh Armada Ditilang

Nyimpang dari Trayek (e)BLORA – Dinas Perhubungan, Pariwisata, Kebudayaan, Komunikasi, dan Informatika (DPPKKI) bersama Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) dan Satuan Lalulintas Polres Blora melaksanakan pemeriksaan kesehatan pengemudi dan persyaratan teknis serta layak jalan angkutan umum di Terminal Cepu.

”Hasil operasi, persyaratan teknis dan layak jalan angkutan umum tersebut ditemukan tujuh bus yang melanggar tayek dalam perjalanan,” kata Kepala DPPKKI Kab Blora Slamet Pamuji melalui Kepala Bidang Lalu lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Ignatius Ary Susanto, Selasa (7/7/2015)

Ia menyebutkan tujuh bus yang melanggar trayek yang dimaksud adalah melebihi jalur yang tertera pada surat jalanya. Rata-rata yang ditemui dalam operasi tersebut adalah banyakanya pelanggaran trayek jalan. Sementara, untuk fisik kendaraan semua sudah memenuhi syarat.

”Dengan adanya temuan seperti ini akan kami lakukan tindakan penilangan. Sehingga armada tersebut harus memenuhi syarat terlebih dahulu baru bisa melakukan operasi kembali,” ujarnya.

Sementara itu dari hasil tes urine awak bus tidak ditemukan para pengemudi yang mengkonsumsi alkohol dan mengkonsumsi narkoba. Semua dinyatakan negatif.

”Dari 20 awak bus yang diperiksa tidak ada yang terbukti mengkonsumsi alkohol dan narkoba. Namun kami tetap berharap mereka tetap menjaga kesehatanya,” pintanya. (PRIYO/SUPRIYADI)

Tak Mau Pemudik Tersesat, DPPKKI Blora Pasang Rambu-rambu Jalan

Tak Mau Pemudik Tersesat (e)

Salah satu petunjuk jalan yang dipasang oleh DPPKKI untuk memudahkan para pemudik nantinya. (MuriaNewsCom/Priyo)

BLORA- Menjelang arus mudik dan balik hari raya Idhul Fitri sejumlah persiapan terus dilakukan oleh Dinas Perhubungan Pariwisata Kebudayaan Komunikasi dan Informatika (DPPKKI) Kabupaten Blora. Salah satunnya dengan memasang rambu-rambu petunjuk arah di bebrapa tempat. Lanjutkan membaca