Dana KIP untuk Siswa Kejar Paket di Kudus Belum Bisa Dicairkan

KIP e

 

MuriaNewsCom, Kudus – Disdikpora Kudus melalui Bidang Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI) menyatakan pencairan dana Kartu Indonesia Pintar (KIP) dari siswa kejar paket atau kesetaraan, belum bisa dilakukan.

Kabid PNFI Disdikpora Kudus Moch Soleh mengatakan, belum cairnya dana KIP milik siswa kejar paket karena aplikasi data pokok pendidikan (Dapodik) untuk pendidikan nonformal belum siap.”Direncakan dana KIP baru bisa digunakan akhir tahun. Jadi pemegang kartu hendaknya bersabar terlebih dahulu,” katanya kepada MuriaNewsCom, Sabtu (3/9/2016).

Pemegang KIP di Kudus ada tiga kelompok. Untuk peserta dari kelompok kejar paket A sampai kini siswanya hanya sedikit. Sedangkan dua kelompok lainnya yakni kelompok kejar paket C dan B. Pemegang KIP didaftarkan ulang ke penerima Program Indonesia Pintar (PIP). Tercatat, siswa kejar paket C mendapatkan dana KIP Rp 1 juta per tahun. Sedangkan siswa kejar paket B per orang menerima Rp 750 ribu per tahun.

Adapun teknis untuk pencairannya sama dengan sekolah formal. Yaitu data dimasukkan lebih dulu ke dapodik kemudian dikirimkan ke Kemendikbud. Setelah itu keluar surat pencairan ke bank, kemudian dinas memberitahu ke bank beserta data pemegang KIP.

Disdikpora mengaku belum menyosialisasikan hal itu ke Pusat Kegiatan Belajar masyarakat (PKBM). Beberapa waktu yang lalu, ada sosialisasi KIP Kesetaraan tingkat Jateng, tapi Kudus belum diikutkan. Menurutnya, jika ada PKBM yang kesulitan dengan KIP, baik dari PKBM dan siswanya, Soleh mempersilakan datang ke Disdikpora Kudus.

Salah satu pengurus PKBM di Mejobo Aziz mengatakan,pihaknya kerap mendapat pertanyaan soal pencairan dana KIP. “Kemarin sempat saya ke Disdikpora melengkapi berkas sekaligus tanya tentang KIP tidak bisa cair. Ternyata didata ulang dan dialihkan ke PIP. Saya segera sosialisasikan peserta didik kejar paket yang sudah memegang KIP agara lapor ke PKBM untuk didata,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

Disdikpora Kudus Larang Sekolah Wajibkan Wali Murid Beli Buku

ilustrasi-buku

ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Kudus – Kepala Disdikpora Kudus Joko Susilo yang ditemui sejumlah wali murid menyatakan bakal melakukan tindak lanjut terkait sekolah mewajibkan buku.

“Kalau meminta orang tua murid membeli buku tertentu tidak bisa, tapi kalau buku dapat dibeli dengan BOS dan aturan, diperbolehkan, silakan. Yang penting jangan sampai membebani orang tua,” katanya kepada MuriaNewsCom, Jumat (19/8/2016).

Menurutnya, buku yang diperbolehkan untuk dibeli menggunakan dana Bos adalah buku kurikulum. Itupun, khusus bagi sekolah yang menggunakan kurikulum 2013. Sedangkan untuk buku pengayaan sifatnya sebagai pelengkap dan tidak wajib.

“Kami akan menelusurinya, dan penindakan juga pasti akan kami lakukan. Namun kami harus mencari kebenaran terlebih dahulu,” ujarnya.

Kasi Kurikulum Dikdas pada Disdikpora Jamin menambahkan, mengenai kewajiban membeli buku harusnya diketahui pihak kelompok kepala sekolah yang terdapat di tiap kecamatan. Selain itu, pihak UPT juga dapat melakukan intervensi jika dirasa tidak benar.

“Biasanya para kepala sekolah bisa berkomunikasi satu sama lainnya. Untuk itulah biasanya kebijakan tiap sekolah juga diketahui,” imbuhnya.

Diketahui, sejumlah wali murid dari SD 1 Rendeng berbondong-bondong datang ke kantor Disdikpora Kudus guna melaporkan nasib mereka. Mereka merasa keberatan lantaran diminta untuk membeli buku pengayaan yang diberlakukan sekolah

Sementara, pihak sekolah masih belum bisa dikonfirmasi. Sebab ketika awak media datang konfirmasi, kepala sekolah sedang ada kegiatan selama tiga hari di Gebog. Sedangkan guru yang ada tidak berani memberikan komentar.

Editor : Akrom Hazami

 

Sekolah Minim Siswa di Kudus Tetap Dipedulikan

sekolah minim dipedulikan

Kepala Disdikpora Kudus Joko Susilo. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Kepala Disdikpora Kudus Joko Susilo mengatakan, pihaknya memberikan bantuan sekolah. Tapi terlebih dulu dia melihat kebutuhan sekolah.

Selain itu, hal penting lainnya adalah dengan cara melihat jumlah siswanya. Itulah yang menjadi pertimbangan dinas dalam memberikan bantuan ke sekolah.

“Jadi jumlah siswa juga menentukan dalam kami memberikan bantuan. Kalau siswanya sedikit namun minta banyak, maka kami tidak bisa memberikannya,” kata Joko. Kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya sekolah yang minim siswa di Kudus ada beberapa saja. Hanya untuk yang jumlahnya sangat sedikit, ada dua sekolah saja.

Selain itu, sebelumnya sekolah swasta juga tidak mendapatkan dana pendamping BOS kabupaten. Hal itu semakin mempersulit seolah swasta dalam bergerak.

Meski demikian, Disdikpora tidak bisa berbuat banyak seperti regrouping. Kecuali sekolah tersebut negeri, maka sistem macam itu bisa dilakukan.

Terutama sekolah yang berbasis swasta dan berbasis yayasan. “Kami menjamin siswa yang sekolah di sana tetap mendapatkan haknya. Jika nanti sampai tutup dan ada siswa maka akan kami alihkan ke sekolah lainnya,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Siswa Senior Dilarang Gelar MOS

Pelaksanaan MOS di salah satu sekolah beberapa waktu lalu (MuriaNewsCom)

Pelaksanaan MOS di salah satu sekolah beberapa waktu lalu (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Dinas pendidikan , Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kudus menegaskan adanya larangan bagi siswa senior untuk menggelar Masa Orientasi Siswa (MOS). Hal itu sesuai dengan Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah.

Kepala Disdikpora Kudus Joko Susilo mengatakan, berdasar peraturan tersebut, istilah MOS diganti dengan pengenalan lingkungan sekolah (PLS). Yang melaksanakan juga bukan siswa seperti sebelumnya.

“Tidak boleh lagi melibatkan kakak kelas untuk PLS. Ini yang harus diperhatikan. Pelaksanaan PLS nantinya akan langsung ditangani oleh guru atau pengajar,” ungkapnya kepada MuriaNewsCom.

Dia melanjutkan, pihaknya juga sudah mengeluarkan surat edaran ke sekolah – sekolah, yang intinya melarang adanya perpeloncoan. Bila masih terjadi, maka pihaknya akan memberikan sanksi tegas kepada pihak sekolah. Karena perpeloncoan bukan merupakan sikap mendidik.

Karena itu, kepala sekolah harus memerhatikan benar peraturan tersebut agar tidak terjadi kesalahan. Bergesernya aturan itu, menurut dia, karena setelah dievaluasi pelaksanaan MOS dinilai tidak produktif.

“Kegiatan MOS tahun – tahun sebelumnya memang cukup memprihatinkan, karena banyak siswa baru yang harus mengenakan atribut aneh – aneh serta diminta membawa barang – barang yang kadang sulit didapatkan. Sehingga para siswa baru juga merasa takut,” ujarnya.

Katanya, hal inilah yang harus dihindari dan itu tidak boleh terjadi lagi. Karena larangan dari Kemendikbud sudah sangat jelas.”Supaya kegiatan itu bisa mendidik siswa baru dan bisa membuat pendidikan berkarakter, mental anak lebih tumbuh kembang secara baik dan positif,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Calon Siswa Bisa Cek Perkembangan PPDB Melalui SMS, Ini Caranya

Website PPDB online Kudus 2016 (MuriaNewsCom)

Website PPDB online Kudus 2016 (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Untuk memantau hasil Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara online, calon siswa kini bisa melakukan pengecekan lebih mudah. Yakni, hanya perlu membuka website kudus.siap-ppdb.com atau cukup dengan SMS saja. Caranya, ketik PPDB(spasi) No Pendaftar, dan kirim ke 98108.

Dalam pendaftaran sistem PPDB online ini, calon siswa memiliki tiga pilihan sekolah.Sehingga, jika sekolah yang menjadi pilihan utama tidak masuk, bisa jadi masuk pada sekolah pilihan yang kedua atau yang ketiga.

Untuk di Kudus, salah satu sekolah tingkat SMP yang menjadi favorit bagi calon siswa adalah SMPN 1 Kudus. Sekolah ini, pada PPDB, pendaftarnya seringkali membeludak, melebihi beberapa kali lipat daya tamping di sekolah tersebut.

Kepala SMPN 1 Kudus Ahksan Noor menyampaikan, sebagai salah satu sekolah yang peminatnya cukup banyak, dirinya meminta agar calon siswa terus memantau perkembangan PPDB hingga waktu pendaftaran ditutup. “Persaingan nilai tentunya terus terjadi, makanya, calon siswa bisa memantau perubahan dan pergeseran nilai. Masih ada waktu empat hari PPDB online non piagam yang dimulai kemarin,” katanya.

Lebih lanjut dia katakana, jika ketiga sekolah pilihan tidak masuk, calon siswa dapat mencabut berkas dan langsung daftar kembali tiga pilihan sekolah lainnya. Namun, hal itu harus melihat passing grade nilai sekolah sudah sejauh mana.

Dia menambahkan, calon siswa diberikan kesempatan memilih tiga sekolah lagi dengan syarat masih dalam masa pendaftaran. Instruksi dari Disdikpora Kudus, berkas boleh dicabut asalkan sudah diketahui tiga pilihan sekolah tidak masuk semua.Sebagain, Jadwal PPDB Online terakhir Jum’at (1/7/2016) besok hingga pukul 11.00 WIB. Jadi, untuk antisipasi dapat dilakukan pemantauan terus setiap saat.

Editor : Kholistiono

Cari Informasi Sekolah Kini Cukup Pakai Handphone

Portal Kemendikbud yang menyajikan informasi sekolah di Indonesia, termasuk Kudus (MuriaNewsCom)

Portal Kemendikbud yang menyajikan informasi sekolah di Indonesia, termasuk Kudus (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Perkembangan teknologi, kini semakin memudahkan sesorang untuk mencari berbagai informasi yang dibutuhkan. Termasuk juga informasi penting mengenai sekolah di beberapa daerah yang diinginkan. Kini, cukup menggunakan handphone sudah bisa mencari informasi terkait sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kudus Joko Susilo melalui Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Kasmudi mengatakan, orang tua bisa mencari sekolah dengan membuka profil dengan cara searcing di internet dengan mengetik “Sekolah Kita”.

“Zamannya teknologi, orang tua juga diajari melek gadget dan internet, ke depan segala sesuatunya yang berhubungan dengan informasi sekolah akan disampaikan melalui internet, sehingga harus belajar,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, setelah diketik “Sekolah” maka keluar pilihan sekolah yang terdata di Kemendikbud. Dari tampilan portal tersebut,  bisa diisi pilihan sekolah mana saja dan jenjangnya dari mulai PAUD,Pendidikan Luar Biasa (PLB),SD, SMP dan SMA. Termasuk juga sekolah di Kudus.

Dia juga menyampaikan, di dalam portal tersebut ditampilkan pula status sekolah dan guru. Jadi, orang tua tidak perlu repot tanya sana sini mencari informasi sekolah yang terkadang kurang falid.

Ditambahkan, informasi dari website Kemendikbud selalu update, karena data tersebut untuk mendapatkan dana bantuan operasional sekolah (BOS) pusat. Kasmudi menambahkan, kalau tidak sampai update dari sekolah maka tidak mendapatkan BOS.

Diharapkan, orang tua sudah mulai mencoba membuka website tersebut agar tidak bimbang memilih sekolah. Dan, data yang ada tidak hanya sekolah negeri tapi juga sekolah swasta. Sehingga, dapat dibandingkan sendiri dengan informasi yang lebih valid.

“Informasi ini sudah saya sampaikan ke jajaran pendidikan dasar (Dikdas) melalui kepala sekolah dan UPT Pendidikan Kecamatan. Kalau ada yang belum jelas bisa bertanya ke Kantor Disdikpora Kudus,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

Ratusan Siswa dari Luar Daerah Berebut Masuk Sekolah di Kudus

Kabid Pendidikan Menengah (Dikmen) pada Disdikpora Kudus Agus Nuratman  (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Kabid Pendidikan Menengah (Dikmen) pada Disdikpora Kudus Agus Nuratman (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Hingga saat ini, setidaknya tak kurang dari 700 siswa dari luar daerah mendaftar untuk sekolah di Kudus. Hal itu, terlihat dari banyaknya antrean permohonan surat rekomendasi dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kudus yang digunakan untuk mendaftar.

Kabid Pendidikan Menengah (Dikmen) pada Disdikpora Kudus Agus Nuratman mengatakan, hingga siang ini sekitar 700 siswa luar kudus sudah memasukkan permohonan rekomendasi. Jumlah tersebut, merupakan keseluruhan dari jumlah siswa yang meminta rekomendasi, mulai SD, SMP dan SMA.”Kemungkinan besar jumlahnya dapat bertambah lagi, mengingat proses pendaftaran masih terbuka,” katanya Kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, rekomendasi dari Disdikpora tersebut merupakan syarat untuk bisa mendaftar sekolah di Kudus. Untuk sistemnya, rekomendasi tersebut dilampirkan sebagai syarat mendaftar pendidikan di Kudus

Umumnya, siswa yang mendaftarkan diri untuk sekolah di Kudus berasal dari perbatasan. Seperti Mayong, Jepara dan Karanganyar, Demak. Meski demikian, masih banyak pula masyarat luar Kudus yang non perbatasan juga mendaftar. “Sebenarnya tidak hanya luar kota ke Kudus. Namun ada juga yang dari Kudus ke luar, hanya jumlahnya lebih sedikit,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

 

Minat Calon Siswa Baru Cuma Sedikit? Sekolah Diminta Evaluasi

Untitled-1

MuriaNewsCom, Kudus – Sebagian sekolah di Kudus, proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) telah dimulai. Dalam PPDB ini, jika nantinya sekolah hanya dapat siswa yang jumlahnya sedikit, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kudus meminta agar sekolah tersebut melakukan evaluasi terhadap kualitas pembelajaran yang telah dilakukan.

Kepala Disdikpora Kudus Joko Susilo menyampaikan,  agar sekolah dapat berlomba secara kreatif dalam hal kebaikan. Sebab sekarang ini, baik orang tua maupun siswa sudah pandai menentukan sekolah yang sesuai dan berkualitas.”Apalagi sekarang zaman canggih. Jadi informasi dapat diperoleh dengan mudah. Bahkan dengan handphone saja, informasi sudah bisa didapat,” katanya kepada MuriaNewsCom

Menurutnya, orang tua tentunya memilih sekolah yang berkualitas dan memiliki fasilitas penunjang pembelajaran yang lengkap. Untuk itu, sekolah yang kurang mendapatkan siswa perlu melakukan evaluasi,  terkait apa saja yang harus dibenahi.

Dia menambahkan, citra sekolah juga menentukan. Jika, siswanya terkenal bandel atau sebaliknya yang justru memiliki prestasi bagus, masyarakat umum sudah bisa menilai. “Beberapa waktu yang lalu kami gelar rapat bersama kepala sekolah dan UPT Pendidikan terkait PPDB. Ketika itu, juga kami sampaikan agar sekolah lebih kreatif lagi dalam menjaring siswanya,” ujarnya.

Editor : Kholistiono

 

Disdikpora Kudus Sarankan Ada Surat Perjanjian Antara Pihak Sekolah dan Ortu Terkait Tata Tertib Sekolah

f-disdikpora

   MuriaNewsCom, Kudus – Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kudus Joko Susilo mengimbau kepada sekolah untuk membuat surat perjanjian dengan orang tua siswa terkait pemberlakuan tata tertib di sekolah.

Hal ini, katanya, untuk mengantisipasi adanya tindakan hukum yang dilakukan orang tua, ketika, guru di sekolah melakukan tindakan sanksi terhadap siswa di sekolah. Karena, saat ini sudah ada beberapa kasus hukum yang menjerat guru, karena laporan orang tua atas tindakan guru yang sebenarnya wajar dilakukan dalam hal pemberian sanksi terhadap siswa.

Menurutnya, aturan di setiap sekolah berbeda-beda dan tidak selalu guru yang yang memberikan sanksi terhadap siswa itu justru bersalah.”Kalau perlu orang tua atau wali siswa dapat melakukan kontrak kerja sama, jadi orang tua menandatangani kesepakatan, agar anaknya mematuhi peraturan di sekolah. Hal itu sebagai jaminan agar di kemudian hari tidak menjadi persoalan,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, antisipasi kasus hukum antara pihak sekolah dan orang tua harus dimulai sejak awal, khususnya pada penerimaan siswa baru seperti ini, sehingga siswa yang baru masuk bisa paham betul tentang peraturan sekolah.

Joko mengatakan, mulai tahun ajaran baru 2016/2017, sekolah di semua tingkatan, baik  dari SD /MI, SMP/MTs dan SMA/MA/SMK disarankan membuat surat pernyataan di atas meterai antara orang tua dengan sekolah, terkait aturan di sekolah.

“Misalnya saja, ada siswa yang melakukan pelanggaran tata tertib sekolah dan guru menghukum sesuai dengan kewajaran, tentunya ketika siswa mengadu kepada orang tua harus ditelusuri lebih dulu, dan tidak perlu ada tuntut-menuntut, apalagi secara hukum,” ujarnya.

Hal seperti itu, katanya, bisa dimasukkan dalam surat pernyataan. “Orang tua sekarang, kalau mendapatkan pengaduan dari anaknya misal dijewer atau dihukum guru dalam bentuk lainnya, terkadang langsung marah-marah, bahkan langsung mengadu ke pihak berwajib, tanpa dikroscek terlebih dulu,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

 

Masuk SD Dilarang Keras Ada Tes Calistung

Kabid Pendidikan Dasar pada Disdikpora Kudus Kasmudi (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Kabid Pendidikan Dasar pada Disdikpora Kudus Kasmudi (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)


MuriaNewsCom, Kudus
– Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus melarang keras ada penerapan seleksi atau tes baca, tulis dan berhitung (calistung) terhadap peserta didik baru sekolah dasar (SD).

Kabid Pendidikan Dasar pada Disdikpora Kudus Kasmudi mengatakan, sesuai ketentuan, proses seleksi tidak didasarkan pada hasil tes kemampuan membaca, menulis, dan berhitung atau bentuk tes lain. Calistung, katanya, bukan menjadi syarat utama bagi PPDB SD di Kudus.

Pihaknya akan memberikan tindakan tegas terhadap sekolah, jika terbukti menyeleksi siswa baru dengan menerapkan tes baca, tulis dan berhitung.  “Apabila masyarakat menemukan sekolah yang menerapkan seleksi calistung, Silahkan lapor ke Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kudus agar bisa ditindaklanjuti. Tanpa ada laporan masyarakat, cukup sulit memantau seluruh sekolah tingkat dasar yang melakukan proses seleksi penerimaan siswa baru,” ujarnya.

Sanksi yang diberikan pada sekolah dasar yang nekat melaksanakan seleksi calistung pada PPDB berupa peringatan tertulis, langsung dan hingga peringatan keras.Dalam hal ini, pihaknya juga telah memberikan surat edaran terhadap sekolah-sekolah yang berisi imbauan tentang larangan menyelenggarakan tes calistung terhadap calon peserta didik baru.

Editor : Kholistiono

Pengumuman Kelulusan Bertepatan dengan Ramadan, Ini Saran Sekretaris Disdikpora Kudus untuk Siswa

Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kudus Hartono (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kudus Hartono (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pengumuman hasil ujia nasional (UN) dan kelulusan tingkat SMP dijadwalkan pada Sabtu (11/6/2016). Pengumuman kelulusan kali ini juga bertepatan dengan Ramadan. Untuk itu, siswa diimbau untuk tidak merayakan kelulusan dengan konvoi atau hal lain yang justru merugikan orang lain.

Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kudus Hartono mengatakan, pengumuman UN akan dilaksanakan pada sore hari. Dan biasanya, para siswa akan merayakannya dengan melakukan konvoi dan mewarnai pakaian dengan pilox. Hal itu dianggap tidak pas dan hanya mengganggu ketertiban umum.”Banyak cara merayakan kelulusan, seperti berbagi, shodaqoh dan hal positif lainnya,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, mencorat-coret seragam juga bukanlah hal yang bagus. Seragam dapat diberikan kepada yang membutuhkan, dan hal itu lebih bagus ketimbang sekadar dicorat-coret.

Dirinya berharap, pada pengumuman nanti, semuanya akan berjalan aman dan tertib, termasuk tidak ada aksi konvoi oleh siswa. “Bahayanya bukan hanya pada kemacetan semata. Melainkan pula pada hal yang lebih buruk. Seperti adanya tawuran antarpelajar dan sebagainya,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

Hasil UN SMP Sederajat Diumumkan 11 Juni

 Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kudus Hartono (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)


Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kudus Hartono (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Hasil ujian nasional (UN) tingkat SMP sederajat bakal diumumkan pada Sabtu (11/6/2016) mendatang. Pengumuman akan dilakukan secara serentak, se-Kabupaten Kudus.

Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kudus Hartono mengatakan, jika mengacu pada buku panduan yang diterima mengenai UN, pengumuman akan disampaikan kepada siswa atau wali murid pada 11 Juni mendatang. Hal itu sesuai dengan jadwal yang diterimanya. “Kita lihat nanti pengumumannya. Semoga berjalan dengan lancar dan tidak ada hal yang tidak diharapkan,” paparnya, kepada MuriaNewsCom.

Dia berharap, semua siswa dapat lulus dengan hasil yang memuaskan. Hal itu terkait dengan usaha para siswa yang sudah maksimal sejauh ini.Menurutnya, pengumuman tersebut juga sekaligus dengan pengumuman hasil kolektif UN. Yakni hasil dari pelaksanaan UN yang telah berlangsung beberapa waktu lalu, sekaligus pengumuman kelulusan.”Jadi akan dapat dua, yakni hasil dari UN dan kelulusan sendiri. Soalnya kan kelulusan kali ini bukan ditentukan dari hasil UN saja,” ujarnya.

Mengenai model pemberian, kata dia diberikan langsung kepada orang tua atau wali murid dengan cara mengundang mereka. Hal itu dilakukan untuk mensiasati jika ada hal yang tidak diinginkan.”Paling cepat jam15.00 WIB baru bisa diumumkan. Edaran sudah kami berikan kepada sekolah se-Kudus,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

Kudus Bidik Gelar FLS2N Jateng 2016

Para wakil kecamatan berlomba menjadi wakil Kudus di acara FLS2N Jateng. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Para wakil kecamatan berlomba menjadi wakil Kudus di acara FLS2N Jateng. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) SD yang menjadi agenda tahunan di Jawa Tengah tahun ini menjadi ajang perhelatan serius bagi Kabupaten Kudus. Ini lantaran, tahun lalu wakil Kudus harus gagal setelah tersingkir oleh kabupaten lain.

Kasi Kurikulum Dikdas pada Disdikpora Kudus Djamin mengatakan, acara perlombaan tahunan ini memang selalu diikuti Kabupaten Kudus. Hanya, dari sekian kali berpartisipasi, Kudus lebih banyak tersingkir dari pada masuk ke babak final.

”Kalau tahun-tahun sebelumnya pernah menang. Namun tahun kemarin kami gagal,” katanya kepada MuriaNewsCom

Menurutnya, kegagalan Kudus tidak semata-mata karena penampilannya yang jelek. Akan tetapi, penampilan dari wakil kabupaten lain lebih memukau juri.

Untuk itu, tahun ini dilakukan seleksi ketat bagi sekolah dasar di Kudus. Seleksi dimulai dari tingkat SD se-Kecamatan, hingga yang terbaik masuk ke seleksi tingkat kabupaten

”Nantinya setelah menang dan ada wakil dari kudus, kami juga kan memberikan pembekalan lagi guna persiapan. Agar dalam berlomba tingkat provinsi juli nanti bisa maksimal,” ujarnya

Dia yakin pada tahun ini akan medapatkan hasil.yang bagus.Sebab persiapan dengan lebih lama akan mampu memperoleh yang bagus. Selain itu juga berdasarkan pantauan yang dilakukan dinas juga pesertanya sangat bagus.

”Seperti halnya menari, pesertanya terlihat sudah mahir dan nyaman dengan gerakannya,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

9 Siswa di Kudus Ikuti US Susulan

Sekretaris Disdikpora Kudus, Hartono. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Sekretaris Disdikpora Kudus, Hartono. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Sembilan siswa Sekolah Daar (SD) di Kabupaten Kudus terpaksa mengikuti Ujian Susulan (US) mulai hari ini. Kesembilan siswa harus mengerjakan ujian secara pribadi, untuk mendapatkan kelulusan.

Sekretaris Disdikpora Hartono mengatakan, kesembilan siswa tersebut terpaksa mengikuti US susulan karena sakit. Hanya, dari sembilan siswa itu, ada yang hanya mengikuti US susulan dalam satu mata pelajaran dan ada pula yang mengikuti di semua mata pelajaran.

”Sembilan siswa yang mengikuti US susulan berasal; dari berbagai sekolah. Semuanya tidak bisa mengikuti US lantaran sakit, dengan bukti surat dokter. Karena itu, kami beri kesempatan untuk mengikuti ujian susulan,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Ia menyebutkan, untuk hari ini, Senin (23/5/2016), pada mata pelajaran Bahasa Indonesia hanya ada dua siswa yang mengikutinya. Yakni pada siswa SD 3 Gondosari dan siswa MI NU Attanbiyatul Islamiyah.

Sedangkan, yang mengikuti semua mata pelajaran di tiga hari ke depan, di antaranya SD 3 Megawon, SD 1 Jojo, SD 1 Jati Wetan dan beberpa SD lainnya. Sedangkan yang SD Jurang, hanya mengikuti pada hari terahir rabu mendatang saja.

”Masing masing ada satu siswa untuk tiap sekolah. Modelnya sama dengan US sebelumnya, yakni mengerjakan pada ruangan khusus yang disediakan sekolah,” ungkapnya.

Dia berharap, meski mengerjakan soal sendiri, namun hasil yang didapat tetaplah maksimal. Terlebih peseta US susulan dapat kelonggaran dengan waktu belajar yang lebih lama, sehingga mampu persiapan lebih.

Editor: Supriyadi

Ngendon 1 Tahun, Disdikpora Kudus Baru Turun Tangan Urusi Dana KIP SMP

Kabid Dikdas pada Disdikpora Kudus Kasmudi. (MuriaNewsCom)

Kabid Dikdas pada Disdikpora Kudus Kasmudi. (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Tidak berjalannya program Kartu Indonesia Pintar (KIP) tahun 2015 untuk siswa SMP di Kudus mendapat perhatian serius Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora). Mereka meminta pihak siswa yang menerima jatah KIP untuk segera mengambilnya.

Kabid Dikdas pada Disdikpora Kudus Kasmudi mengatakan, permintaan untuk mencairkan dana tersebut sebenarnya datang dari direktorat. Hanya, Disdikpora baru menerimanya belum lama ini setelah dana senilai Rp 3,44 miliar tersebut ngendon satu tahun.

”Direktorat tidak punya wewenang dengan sekolah dan kepala sekolah. Untuk itu, mereka meminta tolong kepada kami supaya dapat  membantu mencairkannya,” katanya kepada MuriaNewsCom

Melihat hal itu, pihaknya malah menyalahkan siswa sasaran lantaran kurang cekatan. Padahal, menurut dia siswa juga sudah diberitahukan agar segera mencairkan.

Kini, koordinasi sudah dilakukan dengan kepala sekolah. Sehingga, para siswa di 2015 yang mendapatkan KIP dapat langsung mencairkan di bank BRI, yang mana merupakan hal yang mengeluarkan bantuan itu.

”Untuk bantuan 2015 itu, dapat dicairkan tahun ini. Jadi siswanya harus dilampiri Surat dari kepala sekolah dan KTP Kepala Sekolah. Barulah sayang ke Bank untuk mencairkan,” ungkapnya.

Jika tidak segera dicairkan, kata Kasmudi, maka bantuan tersebut akan dikemukakan lagi ke pusat karena sasaran tidak mengambil nya.

”Siswa yang sudah lulus juga bisa, sebab ini kan 2015, jadi tahun kemarin yang sebetulan kelas sembilan sekarang sudah lulus,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

BACA JUGA: Siswa SMP di Kudus Ogah Terima Bantuan KIP, Dana Senilai Rp 3,4 Miliar Tak Tersalurkan

Siswa SMP di Kudus Ogah Terima Bantuan KIP, Dana Senilai Rp 3,4 Miliar Tak Tersalurkan

Kabid Dikdas pada Disdikpora Kudus Kasmudi. (MuriaNewsCom)

Kabid Dikdas pada Disdikpora Kudus Kasmudi. (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Dana bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk Kabupaten Kudus senilai Rp 3,44 miliar dari pemerintah pusat tahun 2015 tak tersalurkan. Ini lantaran siswa penerima KIP ogah mengambil dana tersebut tanpa alasan jelas.

Kabid Dikdas pada Disdikpora Kudus Kasmudi mengungkapkan, bantuan pendidikan tersebut merupakan bantuan yang diberikan tahun 2015 lalu, dengan sasaran 4.588 siswa SMP yang tersebar di 20 SMP di Kudus.

”Ini khusus SMP saja. Sedang bantuan yang diterima, nominalnya adalah Rp 750 ribu untuk tiap siswanya,” katanya kepada MuriaNewsCom

Hanya, ribuan siswa tersebut tidak mengambil bantuan tersebut. Padahal dana tersebut sudah diketahui pihak sekolah. ”Kalau mengenai alasan kenapa sampai tidak mengambil, hingga kini belum diketahui. Karena penyalurannya langsung ke sekolah,” ujarnya.

Meski begitu, bantuan tersebut masih digulirkan tahun ini. Namun, prosesnya berbeda dibanding tahun lalu. Untuk proses KIP tahun ini sedang [roses distribusi, yang langsung diberikan ke siswa melalui keluarga.

”Makanya kami tidak tahu jumlah persis penerimanya. Yang pasti, data yang ada sekarang sejumlah empat ribuan itu yang belum mencairkan,” ujarnya.

Editor: Supriyadi

Uji Kompetensi Siswa SMK di Kudus Terkendala Anggaran

Sejumlah siswa SMA di Kudus melakukan Ujian Nasional . (MuriaNewsCom)

Sejumlah siswa SMA di Kudus melakukan Ujian Nasional . (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom,Kudus – Uji Kompetensi yang diperuntukkan untuk siswa SMK di Kudus, hingga kini belum bisa diikuti semua sekolah. Ini lantaran, dana yang diberikan pemerintah jumlahnya sangat terbatas.

Kabid Dikmen pada Disdikpora Kudus Agus Suratman mengatakan,  terbatasnya anggaran uji kompetensi membuat Dinas Pendidikan melakukan seleksi. Akibatnya, hanya ada beberapa siswa dari masing-masing sekolah yang bisa mengikuti ujian kompetensi.

”Yang pasti beberapa SMK sudah ada, mulai dari SMK Muhammadiyah, Wisudha Karya, PGRI, SMKN 1 dan juga beberapa SMK di Kudus ada sudah melakukan uji kompetensi. Tapi memang belum semua SMK,” katanya kepada MuriaNewsCom

Menurutnya, untuk uji kompetensi hingga mendapatkan sertifikat, membutuhan biaya yang tak sedikit. Ini karena, sertifikat tersebut dikeluarkan langsung bagian dari kementrian.

Dengan anggaran yang terbatas tersebut, banyak sekolah yang berlomba untuk mendaftarkan anak didiknya. Karena itu, pihak dinas melakukan seleksi berdasarkan kemampuan akademikmasing-masing anak.

“Nantinya akan dicek kebenarannya apakah siswa yang mengajukan layak dapat atau diberi kesempatan lain waktu, sebab kembali lagi jatah yang terbatas,” ungkapnya.

Sebelumya, sekda Kudus Noor Yasin juga mengungkapkan kalau uji kompetensi memakan biaya yang besar, sehingga pemerintah mengunakan skala prioritas dalam menyalurkan.

Editor: Supriyadi

BACA JUGA: Catat, Uji Kompetensi Siswa SMK Jadi Tiket VIP untuk Mendapat Pekerjaan

Catat, Uji Kompetensi Siswa SMK Jadi Tiket VIP untuk Mendapat Pekerjaan

Puluhan saat siswa  mengikuti seminar beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

Puluhan saat siswa mengikuti seminar beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Selain unggul dengan banyaknya jurusan unggulan SMK di Kudus, para pelajar juga dibekali dengan sertifikasi yang diperoleh setelah menyelesiakan uji kompetensi. Hal itu akan membantu para lulusan supaya lebih mudah untuk mendapatkan pekerjaan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kudus Noor Yasin mengatakan, dengan uji kompetensi akan mencatatkan para siswa ke dunia perusahaan. Sebab dengan adanya uji kompetensi sudah diakui dengan adanya sertifikat. Sehingga para siswa memiliki kemampuan lebih.

”Sekarang prosesnya sudah berjalan. Jadi terdapat siswa yang melakukan uji kompetensi untuk bisa mendapat pekerjaan,” katanya kepada MuriaNewsCom

Menurutnya, tidak semua siswa yang diberikan keistimewaan itu. Melainkan hanya beberapa siswa yang dianggap unggul dan berpotensi. Hal itu berkaitan dengan anggaran yang disiapkan yang terbatas.

Selain itu, dalam melakukan uji kompetensi juga memakan waktu yang tidak sebentar. Sehingga siswa yang di uji juga siswa yang dipilih dan dianggap memiliki kompetensi

”Penilaiannya juga bukan sembarangan. Melainkan sebuah tim atau badan yang langsung dibentuk oleh kementrian. Hal itu jelas menjadi profesional, sehingga bakal mudah diterima perusahaan,” tegasnya.

Meski tidak semua mendapatkan fasiltas. Namun lulusan SMK di Kudus sangat mudah terserap. Bahkan, 80 persen lulusan dan siswa yang masih dibangku sekolah sudah dipesan untuk menjadi tenaga kerja profesional.

Editor: Supriyadi

Hadapi US, Kejujuran Jadi Prioritas Utama

Para peserta ujian sekolah saat mengikuti ujian. (MuriaNewsCom)

Para peserta ujian sekolah saat mengikuti ujian. (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Dalam pelaksanaan Ujian Sekolah (US) tahun ini, aspek kejujuran menjadi hal yang utama ditetapkan. Untuk itu, para peserta ujian diharapkan mampu berbuat jujur selama ujian berlangsung.

Hal itu disampikan Kabid Dikdas pada Disdikpora Kudus Kasmudi. Menurutnya, aspek kejujuran sangatlah penting untuk diterapkan. Khusunya pad jenjang Sekolah Dasar, yang menjadi dasar perilaku anak sebelum ke jenjang lanjutan.

“Kejujuran masih menjadi hal yang utama dalam ujian. Tidak hanya SMA dan SMP saja, melainkan untuk SD juga demikian,” katanya kepada MuriaNewsCom

Menurutnya, para siswa harusnya dapat berbuat jujur. Terlebih, sekarang ujian bukan lagi sebagai momok setelah bukan menjadi penentu. Hal itu akan menguntungkan para siswa dengan lebih berani berbuat jujur.

Selain itu, para guru juga memiliki tanggung jawab dalam memantau siswa supaya tetap jujur. Sebagai pendidik dapat menerapkan materi kejujuran pada pelajaran yang diberikan.

Aspek kejujuran pada jenjang dasar sangatlah minim, hal itu ditunjukkan dengan tidak adanya ataupun sekolah yang mendapatkan penghargaan saat ujian ini.

Lain halnya dengan SMP, yang terdapat 11 sekolah mampu mendapatkan penghargaan karena kejujurannya dalam mengerjakan soal.

Editor: Supriyadi

Hari Pertama, Belasan Ribu Siswa SD di Kudus Berjuang Hadapi Bahasa Indonesia

Kabid Dikdas pada Disdikpora Kudus Kasmudi. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Kabid Dikdas pada Disdikpora Kudus Kasmudi. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Hari ini, Ujian Sekolah (US) untuk SD/ MI dimulai. Pada hari pertama, mata ujian yang dihadapi siswa jelas VI adalah Bahasa Indonesia.

Kabid Dikdas pada Disdikpora Kudus Kasmudi mengatakan, US dilaksanakan selama tiga hari dengan masing masing satu mata ujian. Di hari pertama dimulai dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia, kemudian Matematika dan terakhir IPA.

“Itu merupakan jadwal yang kami peroleh, sehingga tiap sekolah akan sama,” katanya kepada MuriaNewsCom

Meski jadwal selalu, lanjutnya, pihaknya memastikan keamanan naskah US selalu terjaga. Apalagi, masing-masing sekolah baru diperbolehkan mengambil soal US pada hari H. ”Pagi ini, semua sekolah dasar di Kudus baru dapat mengambil naskah soal sebelum ujian dilaksakan,” ujar Kasmudi.

Selain itu, soal yang diambil juga juga hanya satu mata ujian saja. Yakni mata ujian yang saat itu dikerjakan. Sehingga, pada esok hari saat ujian hari kedua dan ketiga tiap sekolah akan melakukan hal yang sama.

”Mudah mudahan berjalan dengan lancar, tidak ada halangan yang sampai menganggu pelaksanaan Ujian. Bagaimanapun meski tidak menjadi penentu kelulusan namun ini tetaplah ujian,” ujarnya

Dia mengimbau kepada sekolah agar dapat menjaga siswanya agar dalam.kondisi prima, sehingga, dalam mengerjakan soal dapat hasil yang maksimal pula.

Untuk diketahui, ujian sekolah tahun ini, jumlah siswa yang siap mengikuti mencapai 13.382 siswa. Jumlah itu meliputi 440 SD dengan jumlah siswa 9.900 dan 135 MI dengan jumlah siswa 3.488 siswa.

Sementara, untuk SDLB tahun ini diikuti oleh empat siswa saja. Keempat siswa tersebut terdapat di tiga SDLB se Kudus.

Editor: Supriyadi

BACA JUGA: Lembar Soal Diterima Disdikpora, 13.382 Siswa SD di Kudus Siap Ikuti US

Jumlah Penerima KIP di Kudus Belum Terdata

 

Mendikbud Anies Baswedan menunjukkan KIP saat kunjungan ke Pura beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Mendikbud Anies Baswedan menunjukkan KIP saat kunjungan ke Pura beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Progam kartu sakti Presiden yaitu Kartu Indonesia Pintar (KIP) sudah mulai berjalan. Penyaluran KIP itu sudah sampai di beberapa daerah termasuk di Kudus.

Hanya, meski sudah sampai ke tiap sasaran yakni tiap siswa mendapat. Hingga kini data penerima kartu tidak diketahui dinas, lantaran laporan masih belum sampai ke mereka.

Kasmudi, Kabid Dikdas pada Disdikpora Kudus mengatakan, penyaluran KIP sebenarnya sudah sampai  sasaran. Hanya untuk data penerima secara persis masih belum diketahui jumlahnya.

“Sekolah belum memberikan laporan mengenai siswa penerima KIP di sekolah masing masing, jadi belum bisa kami sampaikan berapa penerimanya untuk di Kudus,” katanya kepada MuriaNewsCom

Menurutnya, penyaluran KIP bukan melalui dinas, melainkan langsung ke tiap sekolah yang langsung diberikan kepada siswa. Kartu itu diberikan ke siswa dengan ekonomi kurang atau miskin.

Sebelum nya, Mendikbud Anies Baswedan saat kunjungan ke Pura Grup beberapa waktu yang lalu. Menyebutkan data yang didapat dari BPS untuk siswa miskin di indonesia sekitar 17 jutaan. Jumlah itulah yang mendapatkan KIP se-Indonesia

Editor : Akrom Hazami

 

 

Tak Usah Khawatir Bocor, Naskah US Dijaga Ketat Polisi Bersenjata

Petugas Disdikpora mencoba menata soal US SD sederajat yang diterima dinas, Jumat (13/5/2016) siang tadi. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Petugas Disdikpora mencoba menata soal US SD sederajat yang diterima dinas, Jumat (13/5/2016) siang tadi. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom Kudus – Naskah soal Ujian Sekolah (US) SD sederajad yang dilangsungkan pada Senin mendatang, telah sampai di Kudus siang tadi. Pengawalan petugas kepolisan nampak dalam pendistribusian soal.

Seperti soal ujian sebelumnya, pengiriman soal dikawal oleh petugas kepolisan dengan dilengkapi senjata lengkap.

Sekretaris Disdikpora Hartono mengatakan, pendistribusian soal menang dikawal petugas kepolisan. Hal itu dilakukan untuk menjamin keamanan naskah mulai dari pertanian hingga kabupaten kota masing masing.

”Memang setiap pengiriman soal ada petugas. Mulai dari SMA, SMP hingga soal US untuk SD ini. Jadi kepolisian memang mengamankan,” katanya kepada MuriaNewsCom, Jumat (13/5/2016)

Petugas Kepolisan ditugaskan dalam mengamankan naskah UN. Petugas bersenjata juga mendampIngi dalam pendistribusian soal dan duduk dalam mobil pengiriman.

Bukan hanya sampai di Kudus saja, namun pula sesampainya di Kudus juga dikawal oleh petugas kepolisan bersenjata. Petugas akan disiagakan selama soal datang dan hingga didistribusikan ke sekolah.

”Senin baru didistribusikan ke sekolah. Itupun untuk mata pelajaran yang diujikan saja. Sedangkan untuk yang lain tidak,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Lembar Soal Diterima Disdikpora, 13.382 Siswa SD di Kudus Siap Ikuti US

Ratusan boks soal Ujian Sekolah SD Sederajat sampai di Disdikpora Kudus, Jumat (13/5/2016) siang. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Ratusan boks soal Ujian Sekolah SD Sederajat sampai di Disdikpora Kudus, Jumat (13/5/2016) siang. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Puluhan ribu lembar soal Ujian Sekolah (US) dan ujian madrasah sudah sampai di Disdikpora Kudus, Jumat (13/5/2016) siang tadi. Belasan ribu soal tersebut akan digunakan dalam ujian tingkat SD-MI mulai Senin (16/5/2016) mendatang.

Kabid Dikdas pada Disdikpora Kudus Kasmudi mengungkapkan, jumlah soal yang datang sangat banyak. Sebab jumlahnya melebihi jumlah siswa lantaran ada cadangan serta naskah soal ujian susulan.

”Terdapat 575 utama box, untuk ujian sekolah. Sedangkan untuk susulan sejumlah tujuh kardus dan untuk peserta ujian paket A satu buah kardus,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya soal sampai di Kudus memang sudah cukup siang, yakni sekitar pukul 13.00 WIB. Itu lantaran soal yang dicetak di Gresik jaraknya cukup jauh untuk ke kudus. Meski begitu, soal sampai di Kudus dengan kondisi selamat.

”Yang penting soal yang datang sudah sesuai dengan berita acara,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pada ujian sekolah tahun ini, jumlah siswa yang siap mengikuti mencapai 13.382 siswa. Jumlah itu meliputi 440 SD dengan jumlah siswa 9.900 dan 135 MI dengan jumlah siswa 3.488 siswa.

Sementara, untuk SDLB tahun ini diikuti oleh empat siswa saja. Keempat siswa tersebut terdapat di tiga SDLB se Kudus.

Untuk mata ujian, Belasan Ribu Siswa SD akan mengerjakan soal selama tiga hari. Pada Senin (16/5/3016) mendatang, siswa akan mengerjakan Bahasa Indonesia, pada Selasa Matematika dan Rabu IPA.

”Kalau ujian susulan dilakukan mulai Senin 23 Mei mendatang. Namun mudah mudahan tidak ada yang ikut susulan,” imbuhnya .

Editor: Supriyadi

8 Peserta UN Paket B di Kudus Tak Lulus

Kabid Pendidikan Non Formal Informal pada Disdikpora Kudus Moch Soleh. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Kabid Pendidikan Non Formal Informal pada Disdikpora Kudus Moch Soleh. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Delapan siswa paket B yang mengikuti Ujian Nasional (UN), dipastikan tidak lulus tahun ini. Semuanya tidak lulus lantaran tidak mengikuti UN, karena lebih memilih mundur dari pada mengerjakan soal.

Kabid Pendidikan Non Formal Informal pada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kudus Moch Soleh mengatakan, delapan siswa dari kejar paket B yang mundur dari UN,  dengan alasan bekerja. Baik itu bekerja sebagai buruh pabrik, buruh lepas, hingga ikut suami merantau.

Padahal, lanjutnya, perusahaan sudah melakukan komunikasi dengan dinas dengan memberikan izin mengikuti UN. Namun, ia menduga sebagai karyawan, mereka terlalu takut jika meminta izin sehingga memilih absen.

”Mereka pilih bekerja ketimbang mengikuti UN. Jadi tidak bisa mengikuti UN semenjak hari pertama hingga hari ini,” kata Soleh, kepada MuriaNewsCom.

Otomatis, dengan tidak mengikuti UN maka tidak dapat lulus. Sebab syarat kelulusan adalah mengikuti UN tidak dapat dipenuhi oleh para peserta UN kejar paket B.

Sholeh menambahkan, kedelapan peserta itu berasal dari berbagai tempat. Yakni warga Desa Dukuhwaringin Dawe satu orang, warga Desa Jepang lima orang dan dua orang lainnya berasal Kaliwungu.

”Itu sudah menjadi pilihan mereka, jadi tidak dapat berbuat apa apa. Kecuali kalau sakit, dengan dilengkapi surat dokter dapat diupayakan mengikuti susulan,” ungkapnya.

Editor: Supriyadi

Disdikpora Kudus Pastikan Bantuan untuk SMA Tetap Ada Meski Dikelola Provinsi

Kepala Disdikpora Kudus Joko Susilo (MuriaNewsCom)

Kepala Disdikpora Kudus Joko Susilo (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Pengelolaan SMA di Kudus yang dikelola provisi mulai tahun depan, dipastikan tidak akan mengurangi perhatian pemerintah. Sebab bantuan untuk sekolah tingkat atas masih ada.

Hal itu dikatakan kepala Disdikpora Kudus Joko Susilo. Menurutnya meski dikelola provinsi namun Pemkab Kudus juga masih memiliki tugas memastikan program berjalan lancar. Sehingga siswa di Kudus masih dapat haknya.

”Kudus itu wajib belajar 12 tahun. Jadi ke depan akan terus dilanjutkan dengan berbagai upaya. Meskipun pengelolaan sudah di provinsi,” katanya kepada MuriaNewsCom

Ia mencontohkan, untuk bantuan pendamping BOS juga masih akan diberikan untuk sekolah hingga tamat wajib belajar 12 tahun. Hal itu dilakukan lantaran sekolah memang membutuhkannya dan sudah berjalan secara rutin.

”Perhatian pendidikan oleh pemkab sangat tinggi, bahkan untuk 2016 anggaran pendidikan melebihi 25 persen,” ungkapnya

Kepala Dinas pendidikan Jateng Nurhadi Amiyanto mengatakan awal 2017 dipastikan pengelolaan sudah di provinsi. Sebab tahanannya sudah selesai, termasuk juga pada pendataan dan cocok cocokan aset.

”Kita akan mulai 2017, sesuai dengan rencana. Kalau sekarang sudah selesai mencocokkan aset yang diberikan kabupaten ke kami,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi