Puluhan Pelaku UMKM Kudus Siap Pamerkan Usaha di 4 Kota Besar

umkm

Pelaku UMKM Kudus sedang melakukan pameran di salah satu lokasi. (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom,Kudus – Empat kota besar, yakni Jakarta, Semarang, Yogyakarta dan Purwokerto, bakal dijadikan target expo untuk puluhan UMKM Kudus. Hal itu disampaikan oleh Plt Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Disdagsar Kudus Sudiharti.

Menurutnya, kegiatan yang berjudul Sosialiasi Pengenalan Produk Produk Perdagangan Kudus itu bakal berlangsung lama. Sebab, untuk tiap daerah akan berlangsung lima hari.

“Khusus untuk Jakarta akan ada tiga tempat berbeda. Jadi, total khusus Jakarta 15 hari lamanya,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Pelaksaan juga masih menunggu waktu pasnya. Hanya untuk target akan dilaksanakan pada September atau Oktober.

Adapun untuk lokasi mana saja yang dipilih, hingga kini masih belum final. Yang jelas, lokasinya akan berada di tempat keramaian.

Untuk tiap even, akan dielakkan 30 UMKM, mulai dari makanan, produk, pakaian dan lain sebagainya. Yang jelas, jumlahnya ada sekitar 30 UMKM.

“Kami lakukan seleksi. Jadi tidak semua yang mengajukan akan kami ajak. Sekarang ini juga masih dalam proses seleksi, dan bakal kami umumkan dalam waktu dekat,” ujarnya.

Untuk fasilitas, tiap peseta bakal mendapatkan transportasi, penginapan selama pameran dan stan. Sedangkan untuk pemilik ditugasi menghias stan semenarik mungkin.

Tujuan dari kegiatan ini adalah mempromosikan produk Kudus ke luar. Berbeda dengan expo lainnya yang di Kudus, karena semuanya produk Kudus.

“Total anggaran Rp 7 miliar. Jumlah itu untuk semuanya, termasuk pula dengan publikasi,” jelasnya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Disdagsar Kudus Prediksi Stok Gula Saat Ramadan Aman

gula (e)

Kasi Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disdagsar) Kudus Sofyan Duhri (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Meski harga gula pasir saat ini masih di kisaran Rp 15 ribu per kg lantaran stok di gudang pabrik gula menipis, namun Dinas Perdagangan Dan Pengelolaan Pasar (Disdagsar) Kudus memprediksi keberadaan gula di saat bulan puasa masih aman.

Hal itu diungkapkan oleh Kasi Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disdagsar) Kudus Sofyan Duhri. Dia mengatakan, memang untuk saat ini pabri gula yang berada di bawah PT Perkebunan Nusantara IX beleum menggelar pengilingan.”Namun penggilingan itu akan dimulai sekitar Minggu ke empat (IV) bulan Mei dan Minggu Pertama bulan Juni 2016 mendatang. Sehingga nantinya di saat Ramadan ketersedian gula bisa aman,” paparnya.

Dia menilai, awal bulan puasa juga sekitar awal Juni 2016 mendatang. Sehingga gula tersebut bisa mencukupi kebutuhan sehari hari di saat bulan Ramadan.

“Waktu penggilingan itu, saya juga sudah mengkonfirmasi langsung ke pabrik gulanya, bahwa musim giling yang akan dimulai oleh pabrik gula dibawah PT Perkebunan Nusantara  IX bajal dimulai Minggu keempat Mei dan minggu pertama Juni,” ujarnya.

Dengan adanya musim giling tersebut, dirinya juga berharap supaya stok gula bisa bertambah. Khususnya di saat bulan Ramdan hingga hari raya yang akan datang.

“Ya mudah mudahan bisa menambah stok serta bisa menurunkan harga gula itu ke harga normal. Yakni di kisaran Rp 10 ribu hingga Rp. 11 Ribu,” tambahnya.

Editor :Akrom Hazami

 

 

 

 

Disdagsar Bakal Tata 4 Warung di Jalan R Agil Kusumadya Kudus

Surat Edarannya dari Disdagsar ke warung yang berdiri di Jalan R Agil Kusumadya. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Surat Edarannya dari Disdagsar ke warung yang berdiri di Jalan R Agil Kusumadya. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Kudus (Disdagsar) Kudus membenarkan informasi perihal surat edaran yang telah diberikan kepada empat pemilik warung yang ada di Jalan R Agil Kusumadya. Isi surat itu di antaranya akan ada penataan warung.

Plt Kepala Disdagsar Kudus Sudhiharti mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan dari pemilik rumah di dekat warung makan di selatan kantor DPRD Kudus. Pemilik rumah itu adalah Mohammad Toha. “Pemilik rumah mengaku terhalangi oleh warung-warung itu,” kata Sudhiharti.

Pihaknya segera mempelajari laporan itu sebelum memberikan solusi. Pihaknya pun melayangkan surat ke pemilik warung. Untuk mencari solusi. “Kita tidak tahu tanah yang dibuat jualan ke empat warung itu miliknya siapa. Kami hanya menjembatani antara pemilik rumah atas nama Mohammd Toha yang depan halaman rumahnya dibuat jualan para pedagang ini,” tambahnya.

Sementara itu, solusi yang hendak ditawarkan adalah warung akan diarahkan dengan menempati lapak PKL yang masih kosong di sepanjang jalur lambat, di ruas tersebut.

Dengan adanya surat edaran tersebut, pihak dinas juga berharap bisa menyatukan pendapat antara pemilik rumah dan para pemilik warung tersebut.

Editor : Akrom Hazami

 

Baca juga : 4 Warung di Tepi Jalan R Agil Kusumadya Kudus Terusik

4 Warung di Tepi Jalan R Agil Kusumadya Kudus Terusik

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Kudus – Warung makan milik Rus (50) beserta tiga warung lainnya yang ada di tepi jalur lambat Jalan R Agil Kusumadya 48 Kudus, bakal ditata.

Penataan tersebut karena warung itu berada di depan rumah atas nama Mohamad Toha yang berada di alamat tersebut.

Pemilik warung makan Rus, Edi mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan surat dari Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disdagsar) Kudus ihwal hal tersebut, dua kali.

“Surat itu tertanggal 24 Agustus 2015. Isinya kami diminta hadir ke Disdagasar, tanggal 27 Agustus 2015 guna sosialisasi penataan PKL. Setelah itu, ada surat lagi tanggal 29 Mare 2016 untuk hadir lagi tangal 30 Maret 2016. Keperluannya juga sama yakni sosialisasi penataan PKL,” terang Edi.

Dari pantauan, keempat warung itu berada di sisi selatan gedung DPRD Kudus. “Sebenarnya, saya itu sudah berjualan sudah belasan tahun. Bila kita ditata, maka akan ditempatkan di mana. Toh, selama ini juga tidak ada surat semacam ini. Terlebih surat ini merupakan hasil laporan dari bapak Mohamad Toha. Apakah kita menghalangi pemandangan rumah atau bagaimana? Tapi kok lapornya baru akhir akhir ini,” ujarnya penuh tanya.

Di surat dari Disdagsar tertanggal 24 Agustus 2015 itu memang mencantumkan nama pemilik rumah atas nama Mohamad Toha.

Editor : Akrom Hazami

Disdagsar Kudus Tempatkan Petugas untuk Memata-matai PKL di Kaliputu

Pedagang kaki lima yang sudah menempati lokasi pasar baru di Gang 5 Kaliputu (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Pedagang kaki lima yang sudah menempati lokasi pasar baru di Gang 5 Kaliputu (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Meski pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus telah memindahkan pedagang kaki lima (PKL) yang biasa berjualan di sepanjang Jalan Kaliputu ke pasar baru yang terletak di Gang 5, namun, Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Dagsar) masih memasang mata – mata di Kalipitu.

Menurut Plt Kepala Disdagsar Kudus Sudiharti, pihaknya tetap menempatkan petugas secara bergiliran di sana, guna mengawasi jika masih ada pedagang yang membandel untuk membuka lapaknya di tempat tersebut.

“Ada beberapa petugas dari satgas PKL yang kami tugaskan untuk berjaga. Jadi, mereka tugasnya itu memastikan kalau wilayah lama pedagang tidak lagi digunakan untuk berjualan,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, petugas khusus tersebut sesekali mangkal di sana. Biasanya, petugas yang mangkal di Kalipitu, pada pagi hari hingga menjelang siang hari.

Selain itu, petugas juga mengadakan swiping lokasi tersebut beberapa kali dalam sehari. Dengan cara tersebut, diharapkan bisa mengantisipasi atau mencegah munculnya kembali pedagang yang nekat berjualan di sana.

“Kami menjaga agar tidak ada lagi yang berjualan di sana. Sebab, sekali saja ada pedagang yang berjualan, maka besar kemungkinan pedagang lainnya juga akan ikut memadati lokasi tersebut lagi,” ujarnya.

Tidak berhenti di situ, pedagang yang sudah direlokasi juga bakal protes, lantaran lokasi lama yang dijadikan tempat jualan mereka malah digunakan jualan pedagang baru. Padahal 120 pedagang di sana sudah sepakat untuk pindah.

“Ini merupakan cara yang kami gunakan. Jadi sambil menunggu perda baru tentang tempat larangan jualan jadi, model semacam ini yang dapat kami gunakan,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

Tak Tahan Didesak, Panitia Pasar Murah Layani Pembelian Gas Melon Bagi Warga yang Tak Miliki Kupon

ilustrasi gas melon

ilustrasi gas melon

KUDUS – Pasar murah yang digelar untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok, langsung diserbu warga. Mereka berbondong-bondong datang memborong beras, minyak dan gula. Tahun ini, disediakan gas elpiji 3 kilogram sehingga otomatis menjadi incaran para warga.

Seperti pasar murah di Kecamatan Gebog, tidak hanya bahan pokok yang dikerumuni warga, tapi juga gas elpiji 3 kilogram. Namun, bisa mendapatkan gas menggunaka kupon yang dibagikan pihak kecamatan melalui perangkat desa.

Plt Kepala Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Kudus Sudiharti melalui Kasi Dalam Negeri Sofian Dhuhri mengatakan, pemkab sampai kewalahan menangani gas, karena ada warga yang tidak menggunakan kupon, mendesak untuk dilayani.

”Ya, akhirnya kami berikan tapi dijatah 60 tabung saja, untuk warga yang tidak menggunakan kupon. Ini juga sebagai antisipasi kupon pembagiannya tidak merata dan berupaya tetap melayani warga yang membutuhkan,” katanya kepada MuriaNewsCom

Dia menjelaskan gas elpiji 3 kilogram, baru kali pertama diikutkan pasar murah. Masing-masing kecamatan mendapatkan jatah 1 LO atau 560 tabung. Hanya, Kecamatan Gebog mendapatkan 2 LO.

”Kecamatan Bae tidak mau menerima jatah gas elpiji 3 kilogram. Sehingga dilimpahkan ke Kecamatan Gebog yang warganya sangat membutuhkan gas tersebut,” ujarnya.

Ditambahkan dia, harga gas lebih murah yakni Rp 15 ribu. Satu orang hanya diperbolehkan membeli satu tabung gas. Sofian menambahkan, penjualan gas di pasar murah dilakukan selama tiga hari.”Gasnya dijual bergilir, hari ini Kecamatan Gebog dan Kaliwungu,” terangnya.

Selanjutnya, Kamis (9/7/2015) mendatang giliran Kecamatan Jati dan Undaan. Kemudian, Jum’at (10/7) Kecamatan Jekulo, Dawe dan Mejobo, yang masing-masing 1 LO.

Sofian menerangkan, setidaknya bisa meringankan warga masyarakat yang sangat membutuhkan gas elpiji 3 kilogram.

Sementara itu, untuk jumlah sembako yang didistribusikan dimasing-masing kecamatan antara lain, beras per kecamatan dapat 400 pak, satu pak lima kilogram, gula pasir setiap kecamatan mendapatkan 1.500 kilogram, dan minyak goreng per kecamatan mendapatkan 1.000 liter.

Kabid Promosi dan Perlindungan Konsumen Arif Budiyanto mengatakan, ada subsidi dari dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar senilai Rp 137 juta. Sehingga, harga bahan pokok yang dijual di pasar murah dibawah harga sebenarnya.

”Didukung juga beberapa perusahaan swasta yang bergerak dibidang ritel. Ada juga produk makanan jadi, seperti kue kering yang dijual murah,” jelasnya. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

Pemilik Gerobak Sentra Kuliner di Kudus Tak Jelas

Gerobak bantuan di sentra Kuliner Plaza Kudus kini dilakukan pendataan (MURIANEWS / FAISOL HADI)

KUDUS – Ancaman Pemkab Kudus  untuk menarik kembali gerobak di Sentra Kuliner Plaza Kudus, hingga kini belum juga dilaksanakan. Padahal, ultimatum tersebut diberikan sekitar  sebulan lalu. Ultimatum yang diberikan Pemkab Kudus hanya sepekan, dan lebih dari itu gerobak akan ditarik paksa pemkab.

Lanjutkan membaca