Bupati Pati Akan Bebaskan Biaya Pendidikan Anak Penyandang Disabilitas

Anggota Persatuan Penyandang Cacat Indonesia (PPCI) Pati seusai melakukan audiensi dengan Bupati Pati Haryanto, Senin (2/10/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Bupati Pati Haryanto rencananya akan membebaskan biaya pendidikan untuk anak-anak penyandang disabilitas. Hal itu diungkapkan Haryanto saat ditemui Ketua Persatuan Penyandang Cacat Indonesia (PPCI) Pati Suratno di Pendapa Pati, Senin (2/10/2017).

Ada empat hal yang disampaikan Suratno saat melakukan audiensi dengan Bupati. Pertama, dia meminta supaya akses penyandang disabilitas dipermudah.

Kedua, penyandang disabilitas meminta tempat untuk usaha. Selanjutnya, mereka berharap diberikan bantuan modal usaha seperti mesin jahit, kaos atau modal bahan baku kaos.

Terakhir, dia meminta agar pendidikan untuk anak-anak penyandang disabilitas dibebaskan. Sebab, dia menemukan anak dari penyandang disabilitas ditolak karena orang tua tidak punya biaya.

“Kemarin ada anak dari penyandang disabilitas yang ditolak sekolah umum, karena orangtuanya tidak mampu. Padahal, nilainya bagus dan semestinya bisa masuk,” ucap Suratno.

Menurut dia, anak dari seorang penyandang disabilitas punya hak yang sama. Pasalnya, mereka hidup normal tidak seperti orangtuanya yang memiliki keterbatasan fisik.

Hanya saja, orangtuanya tidak mampu menyekolahkan karena keterbatasan biaya. Dia berharap, anak dari penyandang disabilitas yang berprestasi dan memiliki nilai bagus bisa sekolah seperti anak-anak orang mampu lainnya.

Menanggapi hal itu, Haryanto rencananya akan memberikan rekomendasi kepada anak-anak penyandang disabilitas agar digratiskan sekolah. Dia tidak ingin anak-anak kurang mampu terhalang sekolahnya karena keterbatasan biaya.

Terkait dengan bantuan yang diminta PPCI, Haryanto menegaskan akan memberikan bantuan. Tahun depan, masing-masing penyandang disabilitas akan mendapatkan bantuan sedikitnya Rp 3,5 juta per orang.

Editor: Supriyadi

Puluhan Penyandang Disabilitas di Grobogan dapat Bantuan Kursi Roda

Bupati Sri Sumarni secara simbolis menyerahkan bantuan kursi roda pada penyandang disabilitas. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sebanyak 32 penyandang disabilitas dari berbagai kecamatan mendapat bantuan kursi roda, Kamis (27/7/2017).

Bantuan kursi roda ini, 12 unit di antaranya berasal dari Pemkab Grobogan. Sedangkan 20 unit lainnya sumbangan dari Yayasan Anne Avantie Foundation yang didukung perantau yang tergabung dalam Paguyuban Rantau Grobogan (PRG).

Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan Bupati Grobogan Sri Sumarni di ruang rapat setda. Hadir pula Kepala Dinsos Grobogan Andung Sutiyoso, perwakilan dari Yayasan Anne Avantie Foundation dan PRG.

Sri Sumarni meminta agar dinas terkait membuat pendataan jumlah penyandang disabilitas yang ada di wilayahnya. Hal itu diperlukan agar pemkab bisa membuatkan program, khususnya bantuan peralatan pada penyandang disabilitas tersebut.

“Kami berharap dinas terkait dibantu camat dan kades bisa membuat database penyandang disabilitas se-kabupaten. Kalau punya data yang lengkap akan memudahkan dan membantu ketika membikin program untuk mereka,” tegas Sri usai menyerahkan bantuan kursi roda.

Selain melakukan pendaataan, dinas terkait juga diminta lebih aktif menjalin komunikasi dan koordinasi dengan yayasan sosial di berbagai daerah. Sebab, seringkali yayasan tersebut punya berbagai program, khususnya bantuan yang disalurkan pada penyandang disabilitas.

“Sebagian bantuan yang kita serahkan ini didapatkan berkat kerjasama dengan yayasan sosial. Inilah salah satu manfaat menjalin komunikasi dan koordinasi dengan yayasan sosial tersebut,” jelasnya.

 

Editor : Akrom Hazami

 

Penyandang Disabilitas di Grobogan Ternyata Hasilkan Karya Menawan

Kepala Dinsosnakertrans Andung Sutiyoso menyerahkan penghargaan bagi penyandang disabilitas yang meraih prestasi di ajang Peparnas. (MuriaNewsCom/Dana Agus) 

Kepala Dinsosnakertrans Andung Sutiyoso menyerahkan penghargaan bagi penyandang disabilitas yang meraih prestasi di ajang Peparnas. (MuriaNewsCom/Dana Agus)

MuriaNewsCom – Grobogan – Meski memiliki keterbatasan namun para penyandang disabilitas di Grobogan dapat menghasilkan sebuah karya yang bikin kagum banyak orang. Hal itu terlihat dalam peringatan Hari Disabilitas Internasional yang dilangsungkan di pendapa kabupaten, Sabtu (17/12/2016).

Dalam acara tersebut, ada stan pameran hasil karya yang dihasilkan para penyandang disabilitas. Bentuknya, kaligrafi dan kerajinan tangan lainnya. Salah satu karya yang ditampilkan adalah buatan siswa SLB AB YPLB Danyang, Purwodadi.

“Karya yang dipamerkan di sini bagus-bagus. Semoga pemerintah daerah bisa terus mengoptimalkan potensi yang dimiliki para penyandang disabilitas,” kata Kosi’in, salah seorang pembina penyandang disabilitas di Grobogan yang hadir dalam kesempatan itu.

Peringatan Hari Disabilitas Internasional dihadiri Sekretaris Daerah Grobogan Sugiyanto. Hadir pula, Kepala Dinsosnakertrans Andung Sutiyoso dan beberapa pejabat terkait lainnya.

Dalam kesempatan itu, Sugiyanto meminta agar dinas terkait, membuat pendataan jumlah penyandang disabilitas yang ada di wilayahnya. Hal itu diperlukan agar pemkab bisa membuatkan program pada penyandang disabilitas tersebut.

“Dari laporan saat ini, jumlah penyandang disabilitas ada 4.986 orang. Kami berharap dinas terkait dibantu camat dan kades bisa membuat database penyandang disabilitas lse-kabupaten biar lebih lengkap dan terperinci. Kalau punya data yang lengkap akan memudahkan dan membantu ketika membikin program untuk mereka,” tegasnya.

Sugiyanto juga berharap agar berbagai pihak ikut mendorong pemberdayaan para penyandang disabilitas. Misalnya dengan menampung mereka menjadi tenaga kerja atau membekali ketrampilan usaha. Hal itu diperlukan supaya mereka bisa mandiri dan tidak ada diskriminasi.

Dalam acara itu, sempat dilakukan pula penyerahan penghargaan buat para penyandang disabilitas yang meraih prestasi. Yakni, mendapat medali dalam ajang Peparnas bulan Oktober lalu di Jawa Barat.

Editor : Akrom Hazami