Di Depan Ida, Nelayan Batang Wadul Karena Merasa Dianaktirikan

MuriaNewsCom, Batang – Sejumlah nelayan di Kabupaten Batang mengeluhkan sikap pemerintah, yang mereka anggap menganaktirikan keberadaan mereka. Salah satu kebijakan yang dianggap menyengsarakan nelayan adalah pelarangan kapal cantrang.

Keluhan ini dikatakan saat Calon Wakil Gubernur Jateng Ida Fauziyah mengunjungi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Klidang Lor, Batang, Senin (26/3/2018).

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HSNI) Batang, Teguh Parmudjo berharap agar pemimpin hanya berpura-pura tidak tahu, dan diam saja saat mereka dirugikan oleh sebuah kebijakan. “Jangan sampai nelayan ini dianaktirikan,” katanya.

Dia mencontohkan, saat ada aturan tentang cantrang, hampir selama 3 tahun nelayan tidak bisa konsentrasi mencari dan menjual ikan.  “Karena semua sibuk audiensi, hingga demo. Itu sangat menyita waktu para nelayan,” ujarnya.

Saat ini, lanjut dia, kondisi TPI sudah muncul bau amis. Namun menurutnya hal itu menjadi penanda, bahwa aktivitas nelayan bisa berjalan. Saat ada pelarangan cantrang, TPI tak ada aktivitas. ”Malah dijadikan tempat main futsal,” bebernya.

Sementara itu, saat berada di TPI, Ida juga menyambangi sejumlah industri pengolahan ikan, salah satunya milik pengusaha perempuan Hj Ismihi. Selain itu, Ida juga melihat industri galangan kapal milik H Nur Haji Slamet Urip.

Ida Fauziyah sepakat jika muncul sebuah aturan, juga harus ada solusi jika dinilai merugikan pihak tertentu. “Jadi saya ke sini juga salah satunya untuk mendengar aspirasi dari masyarakat,” tandasnya.

Editor : Ali Muntoha

Sudirman Said Janjikan Petani Lansia Diberi Tunjangan Pensiun

MuriaNewsCom, Semarang – Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Sudirman Said-Ida Fauziyah mengusung program Tani Mandiri dalam kampanye. Dalam program tersebut petani yang sudah berumur lanjut (lansia) akan mendapat tunjangan pensiun.

“Uang sehari-hari untuk petani pensiun harus diperhatikan. Pemerintah harus mulai memberi perhatian petani sepuh, karena banyak di antara mereka menunggu belas kasihan,” katanya.

Menurut mantan Menteri ESDM ini, negara tidak boleh diam atas kondisi tersebut. Karena mereka juga  pembayar pajak yang baik.

“Negara tidak boleh diam,  mereka juga bayar pajak, masak hari tuanya dibiarkan terlantar, tidak fair, untuk idenya pembayaran  nanti bisa dipikirkan,” ujarnya.

Selain memperhatikan petani lanjut usia, Sudirman juga berjanji membantu menyelesaikan polemik kelangkaan pupuk yang kerap terjadi di tingkat petani.

Ia menyebut, sering mendapat keluhan dari petani. Ia mencontohkan ada petani yang membutuhkan pupuk sebanyak 3 kuintal, namun hanya mendapat jatah jauh dari kebutuhan, sehingga pertumbuhan tanaman petani tak maksimal.

“Saya tadi dicurhati, ada petani yang kebutuhan pupuknya tiga kwintal hanya diberi jatah dua kilogram. Angka itu sangat ekstrim, sehingga persoalan seperti ini harus diselesaikan, melalui program tani mandiri,” jelasnya lagi.

Bentuk perhatian kepada petani tersebut, imbuh Pak Dirman adalah bagian dari 22 janji kerja yang muaranya adalah target pengurangan kemiskinan dari 12,23 persen menjadi enam persen.

Ia mnegakui target tersebut cukup ambisius, namun ia yakin bisa dilaksanakan. Termasuk penyediaan lima  juta lapangan kerja yang berdampak pada program nelayan, pertanian, infrastuktur, perempuan sampai pariwisata.

“Kemiskinan dikurangi, lapangan kerja bertambah, itu temenan mboten ngapusi mboten korupsi,” paparnya.

Sementara itu, Ida Fauziyah juga menyebut jika posisi petani harus benar-benar diposisikan sebagai pahlawan. Sebab keberadaannya menopang kondisi pangan masyarakat. “Jangan sampai petani dibuat susah, dan bingung karena kesulitan mencari pupuk,” terangnya.

Mantan ketua umum Fatayat ini menyatakan, selama ini petani punya semangat untuk menanam. Hanya saja, semangatnya jadi hilang karena susah mencari pupuk.

Kondisi itu, kata Ida, harus segera dibenahi. Bersama Sudirman Said dirinya sudah menyiapkan program petani mukti.

“Program ini memberikan jaminan ketersediaan pupuk melalui pemangkasan mata rantai distribusinya,” paparnya.

Selain memudahkan petani dalam urusan pupuk, dirinya juga mengusung apresiasi kepada para petani, seperti menyiapkan dana pensiun, hingga memberikan besasiswa kepada anak-anak petani. “Anak-anak petani juga punya kesempatan mendapatkan pendidikan tersebaik,” tegasnya.

Editor : Ali Muntoha

Sudirman Klaim Tingkat Elektabilitasnya Mulai Kejar Ganjar

MuriaNewsCom, Semarang – Calon Gubernur Jateng Sudirman Said mengklaim tingkat keterpilihannya (elektabilitas) terus mengalami peningkatan. Bahkan ia menyakini elektabilitasnya sudah mengejar calon petahana Ganjar Pranowo.

Selama ini berdasarkan beberapa survei tingkat popularitas dan elektabilitas Ganjar Pranowo memang masih sangat tinggi. Namun klaim Sudirman menyebut, kini jarak antara dirinya dengan petahana tidak terlalu lebar.

Ini dikatakan Sudirman saat mengikuti pengukuhan dan konsolidasi tim pemenangan Sudirman Said-Ida Fauziyah tingkat kabupaten/kota se-Jateng, di Semarang, Selasa (6/3/2018).

“Elektabilitas kami memang masih di bawah petahana. Tapi trennya terus naik dan jaraknya makin sempit. Kalau trennya seperti ini terus, insyaa Allah seperti kata  Pak Sandi Uno (Wagub DKI Jakarta) kemarin, Jateng akan punya pemimpin baru,” kata Sudirman.

Ia memastikan, akan mengerahkan tim pemenangan untuk terus meningkatkan tren elektabilitas. Selain itu, ia juga menekankan pada timnya untuk menguatkan sosialiasi kandidat nomor dua. Karena survei membuktikan pengenalan kandidat oleh masyarakat mampu mengubah pilihan masyarakat.

Meski demikian, ia menyebut jika survei bukan satu-satunya instrumen pemenangan. Kerja lapangan yang akan jadi penentu.

“Karena iti teruslah bersiap. Kegiatan hari ini salah satu tahap penting untuk bergerak secara siatematis dan terencana. Kita syukuri dan apresiasi semua organ parpol beserta seluruh elemen pendukungnya bergerak terus.  Perlahan tapi pasti, mesin Partai dan tim pemenangan akan semakin solid,” jelas dia.

Selain tim pemenangan dan kader parpol pendukung, ia juga menyebut ada 33 elemen pendukung nonpartai yang terus bergerak.

Editor : Ali Muntoha

Ida Sebut Jateng Butuh Pemimpin Berani Ambil Risiko

MuriaNewsCom, Semarang – Calon wakil gubernur Jawa Tengah Ida Fauziyah menegaskan, provinsi ini membutuhkan sosok pemimpin yang berani mengambil risiko. Pemimpin yang cenderung ambil posisi aman disebutnya tak akan mampu memberi perubahan apapun.

“Memang dibutuhkan pemimpin yang berani untuk membawa Jawa Tengah lebih baik,” katanya.

Pemimpin yang berani mengambil risiko, kata Ida, akan menumbuhkan optimisme masyarakat. Ida juga menyebut, pasangannya yakni Sudirman Said merupakan sosok pemberani dan berintegritas.

Salah satu bentuk keberaniannya yakni membongkar skandal ”papa minta saham” saat masih menjabat sebagai Menteri ESDM. “Dia berani bongkar “papa minta saham” saat masih menjadi menterii ESDM,” terangnya.

Ida menyebut ada 22 janji kerja yang disiapkan ketika mereka terpilih. Fokus utamanya yakni pengentasan kemiskinan dari angka 12 persen menjadi enam persen. Pembukaan 5 juta lapangan pekerjaan selama 5 tahun menjadi salah satu mewujudkan hal itu.

“Kita siapkan APBD yang pro perempuan selain pro pesantren, dan pro wong cilik. Wong cilik ini juga termasuk petani dan nelayan,” bebernya.

Sementara itu, Sekretaris DPW PKB Jawa Tengah Sukirman juga menegaskan, Ida Fauziyah merupakan sosok yang mumpuni. “Komitmen maupun kualitas beliau sudah teruji, baik di organisasi kemasyarakatan maupun parlemen,” tandasnya.

Editor : Ali Muntoha

Sudirman Said Marah Warga Jateng Disebut Nrimo Jadi Orang Miskin

MuriaNewsCom, Slawi – Calon Gubernur Jawa Tengah Sudirman Said mengaku programnya untuk mengentaskan kemiskinan di Jateng dari 12,23 persen menjadi 6 persen banyak dicibir dan dianggap tak laku. Penyebabnya, karena warga di Jateng dianggap sudah ’nrimo’ (pasarah) dengan kemiskinan.

Akan tetapi mantan Menteri ESDM itu menyebut tak percaya dengan anggapan tersebut. Menurut dia, warga Jateng bukanlah tipikal orang yang ’nrimo’ atau pasrah pada nasib, apalagi pada kemiskinan.

“Program saya untuk mengentaskan rakyat Jateng dari kemiskinan katanya tidak akan laku. Karena masyarakatnya sudah nrimo dengan kemiskinan. Saya marah ada yang beranggapan rakyat Jateng nrimo, pasrah dengan kemiskinan. Ini  sama saja mengatakan masyarakat Jateng tidak mau berubah menjadi lebih baik, lebih sejahtera,” ujar dia.

Ini dikatakan Sudirman Said saat berbicara pada acara tatap muka antara kader PAN Kabupaten Tegal dengan cagub Jateng dan Calon Bupati Tegal, Enthus Susmono, Selasa (28/2/2018) di Slawi, Kabupaten Tegal.

Ia menyebut, warga Jateng adalah orang yang selalu menginginkan perbaikan, ingin maju. Tidak mau terkukung dengan kemiskinan.

Karena itu dia optimistis program mengurangi angka kemiskinan Jateng dari 12,23 persen menjadi enam persen dalam lima tahun akan mendapat respon yang baik dari masyarakat. Karena program itu akan mengentaskan warga Jateng dari kemiskinan secara signifikan.

Salah satu program yang akan dijalankan guna untuk mengentaskan kemiskinan adalah penciptaan lima juta lapangan kerja. Sudirman menyebut alasan mengapa mematok angka 5 juta lapangan pekerjaan ini.

“Jumlah penduduk miskin Jateng sekarang sekita 4,5 juta. Jadi lapangan kerja yang tersedia harus melebihi jumlah itu. Agar penurunan angka kemiskinan dapat dilakukan secara signifikan,” imbuh Dirman.

Program lain yang akan dijalankan adalah menciptakan pemerintahan yang bersih. Dengan aparat yang bersih, yang bekerja semata untuk melayani rakyat, Sudirman yakin angka kemiskinan akan turun drastis. Karena seluruh potensi dan program yang ada ditujukan semata untuk mensejahterakan rakyat. “Jadi tidak akan ada anggaran yang ditekuk atau dikorupsi,” tandasnya.

Editor : Ali Muntoha

DIrman-Ida Janji Ciptakan 5 Juta Lapangan Kerja di Jateng

MuriaNewsCom, Semarang – Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jateng Sudirman Said-Ida Fauziyah menjanjikan akan membuka 5 juta lapangan pekerjaan jika terpilih pada Pilgub Jateng 2018.

Pembukaan lapangan pekerjaan ini masuk dalam 22 janji kerja yang beberapa waktu lalu telah dilaunching. Janji ini kembali digaungkan ketika Ida Fauziyah menghadiri launcing bakal calon anggota dewan dri PKS di Hotel Patrajasa, Semarang, Minggu (25/2/2018) kemarin.

Menurut Ida, 22 janji tersebut jika diperas, intinya ada pada pentingnya menurunkan angka kemiskinan hingga 6 persen. Dalam rumusannya, ia berkomitmen menciptakan lapangan kerja bagi 5 juta masyarakat Jawa tengah dalam waktu 5 tahun.

“Kesemuanya ini tentunya tidak dapat ia sampaikan ke masyarakat satu per satu. Namun melalui interaksi bakal caleg dan konstituen, dapat menyebarkan ini dengan massif,” katanya.

Pada launching dan ikrar BCAD (bakal calon anggota dewan) PKS Jawa tengah ini, dihadiri pula bacaleg PKS termuda, Aisyah Amalia (21 tahun) yang akan mengikuti pemilihan di dapil VIII Jateng (Kabupaten Cilacap dan Banyumas). Aisyah saat ini masih berstatus mahasiswi semester 8 pada jurusan Seni Rupa Universitas Negeri Semarang.

Ketua DPW PKS Jawa Tengah, Abdul Fikri Faqih, menjelaskan bahwa launching nama-nama bacaleg ini sangat penting dilakukan sejak dini, sebagai bentuk kesiapan PKS menyongsong Pemilu 2019.

“ini sebagai bentuk partai modern. Mengakomodir kaum muda, dan sejak dini, telah siap sejak dini. Sosialisasi bacaleg sejak dini ini agar masyarakat dapat berinteraksi dan menyampaikan kritik dan sarannya secara langsung,” katanya.

Sebelumnya, Sudirman Said juga menyebut dalam program kerja pengentasan kemiskinan itu pihaknya menjanjikan akan menumbuhkan 100 usaha baru di tiap kecamatan. Selain itu, cara yang akan dilakukan yakni menumbuhkan satu juta wirausahawan perempuan.

”Dengan cara-cara ini akan membuka 5 juta lapangan kerja baru. Banyak yang pesimis, tapi insya Allah kita bisa melakukan,” kata Sudirman, Sabtu (17/2/2018).

Ini dikatakan Sudirman Said saat memberikan orasi politik dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) PKS Kabupaten Semarang, di Ungaran.

Namun Sudirman Said tak memaparkan detil bagaimana merealisasikan janji tersebut. Termasuk bagaimana masalah permodalan dan pemasaran yang sering menjadi kendala UMKM yang baru tumbuh.

Masalah kemiskinan memang selalu menjadi isu yang sering diangkat dalam pilkada. Karena semakin hari jumlah pengangguran semakin banyak.

Editor : Ali Muntoha

Sudirman-Ida Luncurkan 22 Janji Kerja, Hapus Korupsi Jadi Prioritas Entaskan Kemiskinan

MuriaNewsCom, Semarang – Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah Sudirman Said – Ida Fauziah meluncurkan 22 janji kerja. Dari puluhan janji tersebut, masalah korupsi menjadi yang paling diprioritaskan. Pasangan ini ingin menjadikan Jateng Mukti tanpa Korupsi.

Sudirman menyebut, korupsi menjadi sebab beragam persoalan di Jateng, termasuk kemiskinan. Akibat korupsi menurut dia, Jateng menduduki peringkat kedua sebagai provinsi termiskin di Indonesia. Angka kemiskinan mencapai 12.23 persen.

“Kuncinya pada komitmen pemimpin pada pemberantasan korupsi. Cukuplah 93 kepala daerah yang ditangkap KPK. Kita tidak akan menambah jumlah itu lagi,” katanya.

Mantan Menteri ESDM itu menyebut, kemajuan di Jawa Tengah juga sangat bergantung pada penyusunan APBD yang berpihak pada rakyat. “Mungkin selama ini penyusunannya baik. Tapi terkendala pelaksananya tidak baik. Atau sebaliknya, pelaksananya baik namun perencanaannya tidak baik,” urainya.

Ia memaparkan tiga prioritas strategis jika dirinya bersama Ida Fauziah terpilih sebagai gubernur Jawa Tengah. Yang pertama yakni akan menekan kemiskinan secara drastis, dari 12,23 persen menjadi 6 persen.

”Kedua, menyediakan lima juta lapangan kerja. Ketiga membangun pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi,” katanya.

Ketiga program prioritas tersebut diterjemahkan lewat 22 janji kerja yang dicanangkan. Sudirman mengatakan 22 jani itu merupakan masalah-masalah paling mendasar di Jawa Tengah.

“Menekan secara drastis kemiskinan, bukanlah hal mustahil. Dan telah menjadi kesepakatan kita untuk semua program bermuara pada tiga program prioritas tersebut,” ujarnya.

Sementara itu Ida Fauziah menambahkan bahwa 22 janji tersebut sebagai jalan menjemput masyarakat Jawa Tengah untuk lebih baik lagi. “Bukan persoalan percaya diri atau tidak, tapi saya rasa ini optimisme yang harus kami tularkan kepada masyarakat Jawa Tengah,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Nelayan Merasa Dibohongi, Sudirman Said Minta Ada Solusi Permanen Soal Cantrang

MuriaNewsCom, Tegal – Permasalahan yang dihadapi nelayan cantrang, hingga kini sebenarnya belum mendapatkan solusi yang terbaik. Kebijakan presiden yang kembali memperbolehkan kapal cantrang kembali berlayar, dinilai bukan solusi jangka panjang.

Oleh karenanya, calon gubernur Jawa Tengah, Sudirman Said pemerintah pusat memberi solusi permanen menganai masalah ini.

“Saya berharap segera ada regulasi yang dapat membuat para nelayan bisa berlayar secepatnya dan selama-lamanya, tanpa ada hambatan,” katanya.

Sudirman Said menyebut banyak mendapat keluhan dari para nelayan. Termasuk ketika Rabu (21/2/2018) kemarin, saat berdialog dengan ratusan nelayan di kampung nelayan Muara Reja, Tegal.

Dia kembali menegaskan, nelayan dan pemerintah harus memiliki solusi permanen, bukan solusi yang setelah satu tahun dijalankan setelah itu diributkan lagi, terutama dalam hal cantrang.

“Secara praktis saat ini nelayan tidak bisa bekerja karena tidak punya alternatif. Dan itu membuat nelayan sangat tidak tenang karena tidak bisa melaut,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, para nelayan juga kembali mengeluhkan mengeluhkan mengenai cantrang. Kebijakan presiden yang memperbolehkan cantrang melaut, ternyata berbeda saat di lapangan.

“Para nelayan merasa dibohongi. Presiden sudah membolehkan cantrang, tapi kenyataannya nelayan yang ingin melaut dihambat dengan aturan-aturan yang memberatkan nelayan,” kata sesepuh nelayan Tegal, Hadi Santoso.

Nelayan lainnya, Said Aqil mengatakan, sampai saat ini dirinya was-was jika melaut, karena adanya peraturan khususnya soal cantrang.

“Saya dan kawan-kawan saat ini melaut tidak tenang. Masak mencari ikan di laut sendiri seperti melaut di negeri orang, di tempat asing,” akunya.

Editor : Ali Muntoha

Jatim dan Jabar Nyaris Setengah Triliun, Dana Kampanye Pilgub Jateng Paling Kecil se-Jawa

MuriaNewsCom, Semarang – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah menetapkan dana kampanye pada Pilgub Jateng 2018 dibatasi maksimal sebesar Rp 64,7 miliar. Pembatasan ini berdasarkan kesepakatan antara KPU, Bawaslu dan tim sukses.

Melihat batasan itu, besaran dana kampanye pada Pilgub Jateng menjadi yang paling kecil di Pulau Jawa, pada pilkada serentak 2018. Pasalnya, dana kampanye untuk Pilgub Jawa Barat dan Pilgub Jawa Timur nyaris menyentuh angka setengah triliun rupiah.

Untuk Pilgub Jabar, KPU setempat menetapkan batasan maksimal dana kampanye sebesar Rp 473 miliar. Bahkan untuk Pilgub Jawa Timur, ditetapkan maksimal dana kampanye mencapai Rp 494 miliar.

Sementara dana kampanye untuk Pilgub Jateng hanya Rp 64,7 miliar, atau tepatnya maksimal sebesar Rp 64.788.000.000.

Komisioner KPU Jawa Tengah, Muslim Aisha pun mengakui hal ini. Menurut dia, pembatasan dana kampanye sesuai dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 5 Tahun 2017. PKPU itu mengatur tentang dana kampanye peserta pilkada.

”Berdasarkan perhitungan kami, dana kampanye Pilgub Jateng yang terendah dibanding Jabar dan Jatim. Meski dengan wilayah yang luas, tapi kami bisa menyepakati dana kampanye yang relatif kecil bersama para pasangan calon,” katanya.

Baca : Cagub Boleh Keluarkan Rp 64,7 M untuk Kampanye, Ini Besaran Dana Kampanye Ganjar dan Sudirman

Muslim mengingatkan semua paslon yang maju Pilgub maupun Pilkada tujuh daerah agar menaati aturan tentang batasan dana kampanye. Dana kampanye yang dipakai, tak boleh melewati batasan yang sudah ditetapkan KPU.

Tujuannya, agar proses kampanye yang damai dapat berjalan adil, setara sesuai dengan kemampuan yang dimiliki tiap paslon. Terlebih KPU sudah memfasilitasi kebutuhan untuk kampanye mulai dari alat peraga kampanye (APK) hingga iklan.

“Ini sesuatu yang baru. Karena APK, iklan-iklan kampanyenya sudah difasilitasi semua sama KPU. Maka mari semua pihak harapan kami bisa menjunjung tinggi etika berkampanye dan menjauhi beredarnya kabar bohong (hoax),” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, dua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah telah melaporkan dana kampanye ke KPU. Dari laporakan awal dana kampanye (LADK) pasangan nomor urut satu Ganjar Pranowo-Taj Yasin terdaftar memiliki dana kampanye sebesar Rp 200 juta.

Sementara pasangan nomor urut 2, Sudirman Said-Ida Fauziyah melaporkan dana kampanye awal mereka sebesar Rp 550 juta.

Editor : Ali Muntoha

Catat dan Tagih! Sudirman Said Janjikan Bangun 100 Usaha Baru di Tiap Kecamatan

MuriaNewsCom, Semarang – Calon gubernur Jateng, Sudirman Said memawarkan gebrakan baru untuk menekan angka kemiskinan di provinsi ini. Mantan menteri ESDM ini manargetkan menurunkan angka kemiskinan dari 13 persen menjadi 6 persen.

Ia mengaku punya cara yang tepat untuk mencapai target ini. Yakni menciptakan 100 usaha baru di tiap kecamatan di seluruh Jawa Tengah. Selain itu, cara yang akan dilakukan yakni menumbuhkan satu juta wirausahawan perempuan.

”Dengan cara-cara ini akan membuka 5 juta lapangan kerja baru. Banyak yang pesimis, tapi insya Allah kita bisa melakukan,” kata Sudirman, Sabtu (17/2/2018).

Ini dikatakan Sudirman Said saat memberikan orasi politik dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) PKS Kabupaten Semarang, di Ungaran.

Namun Sudirman Said tak memaparkan detil bagaimana merealisasikan janji tersebut. Termasuk bagaimana masalah permodalan dan pemasaran yang sering menjadi kendala UMKM yang baru tumbuh.

Masalah kemiskinan memang selalu menjadi isu yang sering diangkat dalam pilkada. Karena semakin hari jumlah pengangguran semakin banyak.

Untuk menyelesaikan masalah ini, Sudirman Said berujar bahwa memangkas kemiskinan tidaklah sulit. Yang diperlukan hanyalah seorang manajer yang mampu mengelola sumber daya alam dan manusia di Jawa Tengah, untuk kemudian memanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat.

Ia yakin, dengan pengalaman profesionalnya memimpin sejumlah lembaga, baik swasta maupun BUMN,  akan mampu menyelesaikan persoalan kemiskinan di Jateng. Misalnya, ketika di Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh-Nias, Dirman mengklaim berhasil mengelola pembangunan 125 ribu rumah dalam waktu empat tahun.

Ia juga mengungkapkan, menjadi kepala daerah tidak sesulit menjadi eksekutif perusahaan. Eksekutif perusahaan uang harus cari sendiri, sementara kepala daerah anggaran disiapkan, birokrat pendukung juga ada, tinggal melaksanakan program.

“Jadi semua disiapkan, tinggal jalan. Jadi kalau bekerja semata untuk kepentingan rakyat, tidak ada yang sulit. Termasuk memberantas kemiskinan,” urai Pak Dirman.

Ia juga memastikan, akan mengutaman pembangunan infrastruktur. Terutama soft infrastruktur atau infrastruktur lunak, yakni pembangunan manusia. Yakni membangun jiwa dan moral masyarakat, untuk menekan sikap koruptif.

Editor : Ali Muntoha

Sudirman Said Nyatakan Dukung Alat Tangkap Cantrang

MuriaNewsCom, Brebes – Calon gubernur Jateng Sudirman Said menyatakan mendukung penggunaan alat tangkap cantrang untuk para nelayan. Ia pun menyatakan mengapresiasi kebijakan Presiden Joko Widodo yang kembali memperbolehkan nelayan menggunakan kapal cantrang.

“Dibolehkannya kembali penggunaan cantrang selain menghidupkan kembali mata pencaharian nelayan, juga usaha-usaha yang terkait dengan penangkapan ikan, yang menghidupi ratusan ribu pekerja,” kata Sudirman Said.

Kepada para nelayan mantan Menteri ESDM ini berpesan untuk memperkuat organisasi agar dapat menyuarakan aspirasi. Perbanyak dialog dengan pengambil kebijakan, termasuk pemerimtah pusat dan daerah

Ia juga menjanjikan akan memberi perhatian pada nasib nelayan jika kelak terpilih sebagai pemimpin di Jateng. Di antaranya dengan memberikan perhatian pada pendidikan anak-anak nelayan.

“Titip kepada ibu-ibu nelayan agar mengutamakan pendidikan anak anaknya. Insyaa Allah jika dipercaya masyarakat Jateng, saya akan memperhatikan masalah ini,” paparnya.

Haji Amin, perajin tambang kapal dari Desa Kubangwungu, Brebes saat Pak Dirman mengunjungi sentra pembuatan tambang kapal miliknya menyebut, jika sejak kembali diperbolehkan cantrang beroperasi industri tambang kembali menggelit. Industri ini sempat lesu karena pemesanan tambang merosot tajam.

“Biasanya kami mengirim 100 sampai 120 ton per bulan, sejak cantrang dilarang pengiriman antara 30-40 ton per bulan. Akibatnya banyak karyawan yang harus dirumahkan,” cerita Haji Amin, salah seorang

Sekarang, sambung Amin, usahanya mulai menggeliat lagi. Pesanan mulai meningkat seiring dengan dibolehkannya kembali penggunaan cantrang.

Editor : Ali Muntoha

Kunjungi Korban Banjir di Tegal, Solusi Ini yang Ditawarkan Sudirman Said

MuriaNewsCom, Tegal – Calon gubernur Jateng, Sudirman Said, Kamis (15/2/2018) mengunjungi lokasi banjir di Dukuhturi, Kecamatan Margadana, kota Tegal. Ia mengunjungi rumah-rumah yang terkena banjir, serta tempat-tempat pengungsian.

Banjir di Kecamatan Margadana terjadi sejak akhir pekan lalu. Ada dua kelurahan yang tergenang banjir dengan ketinggian 30-40 cm, yakni di Kelurahan Sumurpanggang dan di Kelurahan Krandon.

Di sela-sela mengunjungi lokasi banjir ini, Sudirman Said melontarkan pandangannya tentang penanganan banjir. Menurut dia, penanganan banjir di kawasan ini perlu dilakukan dari hulu hingga hilir.

Menurutnya, perlu adanya sinergitas lintas wilayah (hulu dan hilir) dan wilayah penopang Tegal dan Brebes. sebagai daerah terdampak banjir dalam penyelesaian banjir di wilayah Tegal dan Brebes. ”Ini salah satu kunci, selain hal lain yang bisa dilakukan, seperti drainase yang bagus,”katanya.

Selain pengelolaan wilayah hulu untuk meminimalkan pengundulan hutan, alih fungsi lahan menjadi poin penting. Begitu juga penataan ruang di hulu hingga hilir, diikuti pembuatan daerah serapan air dan ruang terbuka hijau di kawasan banjir.

Secara khusus, Dirman mengapresiasi gerak cepat relawan Sudirman Said-Ida Fauziyah dalam melakukan langkah penanganan terhadap bencana banjir.

“Saya diajak ke sini dan melihat betapa relawan begitu gerak cepat menangani banjir. Para warga pun secara mandiri bisa mengatasi hal ini, termasuk diantaranya distribusi bantuan hingga pembuatan dapur umum, ini hal yang positif,”ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dirman juga sempat berdialog dan membantu ibu-ibu memasak di dapur umum.  Warga antusias menyambut kedatangan cagub yang didukung oleh Gerindra, PAN, PKS, dan PKB ini.

Editor : Ali Muntoha

Gus Yasin Bersyukur Dapat Nomor 1, Sudirman : Saya Sudah Feeling Nomor 2

MuriaNewsCom, Semarang – Dua pasangan calon gubernur-wakil gubernur Jateng sudah mendapat nomor urut dalam kontestasi Pilgub Jateng 2018, dalam pengundian yang dilakukan KPU, Selasa (13/2/2018) malam. Kedua pasangan calon sama-sama memaknai nomor urut yang mereka dapatkan sebagai sebuah kemenangan.

Baik pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin yang mendapat nomor 1 dan Sudirman Said-Ida Fauziyah yang memperoleh nomor 2, sama-sama yakin nomor tersebut adalah isyarat mereka akan memenangi pilgub.

Ganjar-Yasin menganggap nomor satu adalah isyarat mereka akan memimpin perolehan suara, sehingga akan menang. Sementara Sudirman-Ida menyebut angka 2 melambangkan ’victory’ yang juga berarti kemenangan.

Ditanya wartawan usai pengundian nomor urut, Ganjar yang didampingi pasangannya Taj Yasin tidak banyak mengungkapkan jawaban dan hanya memberikan empat patah kata. “Menang, insya Allah, Bismillah,” katanya.

Saat memberikan sambutan usai pengundian nomor urut Ganjar juga memastikan, pihaknya telah berkomitmen mengikuti pilkada yang damai.

“Saya dan Gus Yasin bergandengan tangan. Pilkada aman dan tenang, becik dan nyenengke, kita bikin contoh untuk Indonesia,” tandas Ganjar.

Begitu juga dengan Gus Yasin yang mengaku bersyukur mendapatkan angka 1 sebagai nomor urut dalam pilgub. Menurut putra Mbah Maimoen Zubair ini, nomor satu memiliki arti diberi kesempatan satu periode lagi.

“Ini nomor berkah dan artinya Pak Ganjar diberi kesempatan satu periode lagi memimpin Jawa Tengah,” katanya singkat.

Sementara Sudirman Said juga optimistis nomor urut 2 yang didapatkan. “Saya optimis, alhamdulillah dapat nomor 2, ini victory, berarti kemenangan,” ungkapnya.

Baca : Ganjar-Yasin Nomor 1 Dirman-Ida Urut 2, Pendukung Sempat Bentrok

Sudirman mengatakan, dia sudah feeling kalau mendapat nomor dua. Selain berarti victory, jelas Sudirman Said, nomor 2 juga memiliki arti dwi warna seperti yang ada pada bendera kita merah putih.

“ini sudah feeling saya, nomor dua merah putih, saya optimis nomor dua akan jaya. Sila kedua adalah kemanusiaan yang adil dan beradab, warna bendera kita dwi warna,” ujarnya.

Dirman menegaskan, dirinya dan pasangannya berkomitmen tidak akan menambah jumlah kepala daerah yang tersandung kasus hukum.

“Kami berjanji tidak ingin menambah jumlah kepala daerah yang tertangkap KPK. Kami berdua, Mbak Ida Fauziyah dan saya Sudirman Said, beserta seluruh Partai-partai koalisi dan barisan relawan berikrar ingin membangun pemerintahan yang bersih; yang dimulai dengan kepemimpinan yang bersih, yang benar benar bekerja hanya untuk rakyat,” tandas Dirman.

Begitu juga dengan Ida Fauziyah  yang menyebut jika nomor dua adalah nomor keberuntungan.” Kita mulai dengan gembira pesta demokrasi,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Ganjar-Yasin Nomor 1 Dirman-Ida Urut 2, Pendukung Sempat Bentrok

MuriaNewsCom, Semarang – KPU Jawa Tengah melakukan pengundian nomor urut pasangan calon gubernur dan wakil gubernur dalam Pilgub Jateng 2018, Selasa (13/2/2018) malam. Dalam pengundian itu, pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin mendapat nomor urut satu dan Sudirman Said-Ida Fauziyah nomor urut dua.

Sayangnya pengundian nomor urut di ruang Rama Shinta Hotel Patrajasa Semarang, yang sebelumnya berjalan tertib diwarnai kericuhan. Massa pendukung dua pasangan calon sempat bersitegang, hingga nyaris terjadi kericuhan besar.

Awalnya dua kubu meneriakkan yel-yel bersama di depan gedung Rama Shinta menjelang pengundian. Kemudian ada oknum pendukung yang melempar botol air mineral. Keributan pun terjadi.

Kedua pendukung melakukan dorong-dorongan hingga akhirnya pihak kepolisian turun tangan. Dua kali gas air mata ditembakkan agar massa bubar dan situasi kondusif.

Massa pendukung dua pasangan calon sempat bentrok sebelum pengundian nomor urut

Sementara dalam pengundian nomor urut, Sudirman-Ida mendapat giliran pertama untuk mengambil undian terlebih dahulu. Kesempatan pertama ini diberikan KPU karena sesuai daftar hadir di buku tamu, pasangan ini datang lebih dulu.

Kemudian disusul pasangan Ganjar-Taj Yasin. Keduanya lalu membuka gulungan undian secara bersama-sama. Ganjar-Yasin membuka gulungan yang bertuliskan nomor satu sementara Sudirman-Ida membuka gulungan yang di dalamnya bertuliskan angka dua.

Baca : Gus Yasin Bersyukur Dapat Nomor 1, Sudirman : Saya Sudah Feeling Nomor 2

Pendukung dua pasangan calon pun langsung bersorak dan meneriakkan yel-yel. Mereka juga langsung mengangkat bendera bergambar nomor urut jagonya masing-masing, yang sebelumnya telah dipersiapkan.

Usai pengundian nomor urut, dua pasangan calon mengucap janji Pilkada Damai dipimpin oleh Ketua KPU Jateng Joko Purnomo.

“Menyatakan siap melaksanakan pemilihan gubernur 2018 yang berintegritas, aman, tertib, dan damai,” kata Joko dalam kutipan janji diikuti dua Paslon.

Editor : Ali Muntoha

KPU Tetapkan Ganjar-Yasin dan Sudirman-Ida Jadi Cagub-Cawagub Jateng

MuriaNewsCom, Semarang – Pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin dan Sudirman Said-Ida Fauziyah Senin (12/2/2018) ditetapkan KPU Jateng sebagai calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) dalam Pilgub Jateng 2018.

Dengan penetapan ini resmi hanya dua pasang calon yang mengikuti kontestasi 5 tahun untuk memilih pemimpin Jateng. Dua pasang cagub dan wagub ini diusung dua koalisi parpol.

Ganjar-Yasin diusung oleh PDIP, PPP, Demokrat, dan Nasdem serta Partai Golkar sebagai pendukung. Sementara Sudirman Said-Ida Fauziyah diusung koalisi Partai Gerindra, PKB, PKS dan PAN.

Penetapan pasangan cagub dan cawagub ini dilakukan dalam rapat pleno pengumuman penetapan calon di KPU Jateng.

“Kami umumkan pasangan resmi calon gubernur dan wakil gubernur Pilgub Jateng 2018 adalah Ganjar Pranowo-Taj Yasin Maimoen dan Sudirman Said-Ida Fauziyah,” kata Ketua KPU Jateng, Joko Purnomo.

Dalam pengumuman penetapan calon ini, tak ada pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang hadir. Baik Ganjar-Yasin dan Sudirman-Ida hanya diwakili oleh tim sukses masing-masing.

Sementara itu, Joko Purnomo menyatakan, dengan ditetapkan sebagai calon gubernur dan wakil gubernur, dua pasang kandidat langsung mendapat hak dan kewajiban sebagai calon. “Selain itu juga sudah terikat dengan larangan-larang yang mengatur (pilkada),” ujarnya.

Usai ditetapkan sebagai calon gubernur dan wakil guber, dua pasangan kandidat calon dijadwalkan untuk mengikuti pengundian nomor urut. Pengundian nomor urut dijadwalkan Selasa (13/2/2018) besok.

Setelah nomor urut pasangan calon ditetapkan, tahapan berikutnya adalah masa kampanye. Masa kampanye waktunya cukup panjang, yakni mulai 15 Februari 2018 hingga 23 Juni 2018.

Editor : Ali Muntoha

Dirman-Ida Gencar Dekati Kalangan Pesantren, Ini yang Dijanjikan

MuriaNewsCom, Tegal – Bakal pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah Sudirman Said-Ida Fauziyah gencar melakukan pendekatan dengan kalangan pondok pesantren di Jateng. Pasangan ini menjajikan akan memberi perhatian khusus pada pesantren di provinsi ini, jika dipercaya memimpin Jateng. APBD yang disusun nantinya dijanjikan akan sangat ramah dengan pesantren.

Ini dikatakan Sudirman Said saat berada di Ponpes Attauhidiyah, Kabupaten Tegal, Rabu (7/2/2018). Menurutnya, pesantren merupakan lembaga pendidikan yang terbukti menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas, sehingga harus diperjuangkan.

“Kami akan ramah pada pesantren. Kami banyak menerima masukan dari para kiai yang kami sambangi agar soal pesantrean ini mendapat perhatian,” katanya.

Ia menyebut, sudah sepakat dengan Ida Fauziyah akan menyusun APBD yang ramah pesantren. Alokasi anggaran untuk meningkatkan mutu pesantren di Jateng mendapat atensi khusus.

Mantan Menteri ESDM itu menyebut, ia bersama Ida telah bersilaturahmi ke Ponpes Lirboyo dan Ploso di Kediri. Menurut dia, para kiai sepuh di pesantren itu menyampaikan sudah saatnya Jateng berubah. Dan perubahan itu harus dari atas baru ke bawah, bukan sebaliknya.

Selain itu, mereka juga berjanji akan menciptakan Jateng yang ramah perempuan dan keluarga. Perempuan dan keluarga yang kokoh akan menghasilkan generasi penerus yang kokoh dan kuat, yang pada gilirannya menciptakan bangsa yang kuat pula.

Sementara itu, Kiai Ahmad Said, pimpunan Ponpes Attauhidiyah ini jika nantinya benar-benar terpilih agar tak melupakan janji-janji yang telah diucapkan. “Kalau sudah menang jangan lupa pesantren,” katanya.

Editor : Ali Muntoha

Anies-Sandi Hingga Para Artis Bakal Turun ke Jateng Menangkan Sudirman Said

MuriaNewsCom, Semarang – Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies-Sandi dipastikan akan turun ke Jawa Tengah menjadi juru kampanye pasangan Sudirman Said-Ida Fauziyah dalam Pilgub Jateng 2018.

Ketua DPD Partai Gerindra Jateng, Abdul Wahid mengatakan, dua pemimpin Jakarta itu sudah memastikan akan ikut berkampanye. Selain itu menurut dia, Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto dan seluruh ketua umum parpol pengusung Sudirman-Ida juga bakal turun ke Jateng.

“Anies-Sandi sudah bicara sama saya akan turun ke Jawa Tengah. Pak Sudirman Said ini termasuk dapurnya Pak Anies-Sandi dan ketua tim sinkornisasi setelah menjabat,” kata Wahid, kemarin.

Beberapa artis juga dijadwalkan akan turun berkampanye. Seperti Jamal Mirdad, Rachel Maryam, Arzeti dan lainnya.

Disinggung tentang prediksi lumbung suara, Wahid menyakini pasangan yang diusung Gerindra, PKS, PAN dan PKB itu akan menang di wilayah Pantura. Hanya saja menurut dia, wilayah Solo Raya akan menjadi yang sulit. ”Pertempuran paling berat Solo Raya, jelas. Pantura Insyaallah kita kuasai,” terangnya.

Meski ada beberapa wilayah yang dianggap sulit dimenangkan, Wahid memastikan pihaknya akan bertarung secara fair dalam Pilgub Jateng kali ini. Ia pun menepis kekhawatiran PDIP, tentang kekhawatiran adanya canvassing atau penggunaan berita buruk, seperti Obor Rakyat.

“Memang ini suhu politik menghangat. Tapi canvassing? Tidak ada,” terangnya.

Wahid menambahkan pihaknya akan berusaha menjaga suhu politik agar kondusif. Ia juga berjanji dari internal partai atau pendukung akan menghindari penggunaan isu Sara dan juga black campaign.

“Masa kepentingan 2 menit mengorbankan tetangga, saudara kita. Persoalan akan bertambah dengan isu panas, itu datang dari orang tidak bertanggungjawab, justru dari unsur luar, justru tidak dari kalangan partai dan tim pemenangan,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Pilgub Jateng : Ida Bakal Blusukan Hingga ke RT untuk Rayu Pemilih

MuriaNewsCom, Semarang – Bakal calon wakil gubernur Jateng, Ida Fauziyah memastikan bakal blusukan sampai ke tingkat RT untuk menarik calon pemilih dalam Pilgub Jateng 2018. Ida yang menjadi wakil Sudirman Said ini akan melihat berbagai persoalan yang dihadapi warga, termasuk masalah kemiskinan.

Menurutnya, pergerakan hingga ke tingkat paling bawah yakni RY ini untuk mengenalkan program-programnya dalam pembangunan Jawa Tengah. Pasangan Sudirman Said-Ida Fauziyah ini menyebut, untuk mewujudkan Jateng bebas kemiskinan yakni dengan prinsip “Ganyar” (Ganti Anyar).

“Mukti harus bareng, tidak golongan tertentu. Dengan berbagai variabel pembangunan yang kami usung untuk mengurangi angka kemiskinan. Untuk mewujudkan itu pemimpinnya harus ganyar, ganti anyar,” katanya.

Menurutnya, saat ini tingkat kemiskinan di Jawa Tengah hingga akhir 2017 kemarin telah mencapai 13, 58 persen atau 4,577 jiwa. Tak cuma itu, katanya dari 35 kabupaten/kota, masih ada 15 daerah yang masuk kategori miskin.

Yakni Kabupaten Wonosobo, Kebumen, Brebes, Purbalingga, Rembang, Pemalang, Banjarnegara, Banyumas, Klaten, Sragen, Cilacap, Demak, Purworejo, Grobogan, dan Demak. Penanggulangan kemiskinan nantinya diurai dari tingkat desa.

“Majelis desa yang akan melakukan pengawalan, yang gerakannya sampai tingkat RT,” bebernya.

Majelis desa merupakan ruang relawan calon gubernur-calon wakil gubernur Sudirman Said-Ida Fauziah di tingkat desa maupun kelurahan untuk membuka komunikasi dan diskusi antara relawan dengan warga.

Relawan ini melakukan pergerakan hingga tingkat RT. Relawan yang tergabung di tingkat RT inilah yang akan menjadi ujung tombak Tim Relawan Pergerakan Merah Putih.

Sementara Ketua DPC PKB Kota Semarang, Soemarmo HS menekankan pentingnya jangan hanya seremonial jika terjun ke masyarakat. “Tidur di rumah warga, ngobrol dengan masyarakat. Karena pada waktu menjelang tidur itulah obrolan-obrolan jujur dari masyarakat keluar,” ujar Soemarmo.

Editor : Ali Muntoha

PKS Jateng Bakal Habis-habisan Menangkan Sudirman-Ida

MuriaNewsCom, Semarang – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memastikan akan habis-habisan dalam memenangkan pasangan Sudirman Said-Ida Fauziah di Pilgub Jateng 2018. Partai ini akan mengerahkan ribuan kader dan simpatisan mulai dari kampanye hingga saat coblosan pada 27 Juni 2018 mendatang.

Hal ini ditegaskan Presiden PKS, Muhammad Sohibul Iman di sela Rapat Kerja Wilayah dan Konsolidasi Pengurus DPW PKS Jateng, di Kota Semarang, Minggu (21/1/2018). Ia menyatakan, PKS akan all out dalam pilgub kali ini.

Ia mengatakan, PKS Jateng telah membuktikan kesolidan kader lewat agenda-agendanya dalam 3 bulan terakhir.

“PKS Jawa Tengah bisa kerahkan massa kader yang luar biasa. Saya hadir saat 2.300 kader perempuan PKS Jateng diberikan pelatihan kerelawanan. Total lebih dari 3.000 kader relawan laki-laki juga bisa dikumpulkan dan digerakkan,”katanya.

Sohibul juga menyebut, potensi kader yang dimiliki PKS Jateng harus dimaksimalkan untuk pemenangan Pilgub Jateng. “Semua kader kita gerakkan di bawah. Semua potensi ini harus dimaksimalkan untuk pemenangan Pak Dirman dan Mbak Ida,”ujarnya.

Sebagai bentuk keseriusan, Sohibul meminta kepada partai pendukung dan elemen pendukung Dirman-Ida juga harus bersatu dan samakan visi untuk memenangkan Dirman-Ida juga untuk memperluas pelayanan kita untuk rakyat terkhusus Jateng.

“Pilgub ini bukan perang untuk saling menjatuhkan satu sama lain tapi ber-fastabiqul khoirot dan terus berkhidmat untuk rakyat,”pungkasnya.

Sekretaris Wilayah Dakwah (Wilda) Jawa Tengah, Jawa Timur dan DI Yogyakarta Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS Kamal Fauzi menyebut, PKS harus terus mendengar suara rakyat.

“Konsistensi kita untuk mendengar suara dan aspirasi rakyat harus dipertahankan. Sekaligus bahwa kita harus mendengar aspirasi dari siapapun untuk memberikan perubahan bagi rakyat,” kata Kamal.

Editor : Ali Muntoha

Janji Sudirman Said Jika Jadi Gubernur : Beras Impor Saya Larang Masuk

[bs-quote quote=”Mendatangkan beras impor itu bukan solusi. Itu hanya malas berpikir dan bekerja mencari jalan ke luar” style=”style-5″ align=”left” author_name=”Sudirman Said” author_job=”Bakal Calon Gubernur Jateng”][/bs-quote]

MuriaNewsCom, Semarang – Rencana pemerintah yang akan mendatangkan beras impor ke dalam negeri, juga mendapat tentangan dari bakal calon gubernur Jateng, Sudirman Said. Ia bahkan berjanji jika nanti terpilih sebagai gubernur, akan melarang beras impor masuk ke provinsi ini.

Ia menilai, mendatangkan impor bukan sebuah solusi untuk mengurai kenaikan harga beras di pasaran. Justru menurut dia, masuknya beras impor akan menyusahkan bahkan mematikan petani.

“Kalau saya gubernur, saya akan larang beras impor masuk Jateng, karena itu akan mematikan ruang gerak petani Jateng,” katanya.

Ia juga menyebut, mengimpor beras bukanlah solusi yang tepat. Ia juga menyentil pejabat yang memunculkan rencana untuk mengimpor beras ini sebagai akibat dari pejabat yang malas berpikir.

“Mendatangkan beras impor itu bukan solusi. Itu hanya malas berpikir dan bekerja mencari jalan ke luar,” ujarnya.

Menurut dia, mengimpor beras sama dengan mematikan peluang bagi para petani untuk memproduksi beras. Kebijakan-kebijakan seperti ini menurut dia, hanya akan menjadikan petani kecil sebagai korban dari permainan para pedagang besar.

“Pemerintah harus turun tangan, kalau tidak mampu membantu meringankan, sekurang-kurangnya tidak menambah beban para petani. Impor beras itu menambah beban petani,” katanya lagi.

Sudirman mengungkapkan, angka-angka yang dipelajarinya selama ini Provinsi Jateng mampu mencukupi kebutuhan berasnya sendiri. Sehingga menurut dia, ada yang tidak nyambung antara beras yang dibutuhkan masyarakat dengan stok Bulog.

“Stok di Bulog juga kuallitas berasnya harus disegarkan, harus dicek dan diperbaiiki agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat, sehingga masyarakat mau membeli beras Bulog. Selera masyarakat meningkat sementara stok beras yang ada kualitasnya rendah,” terang Dirman.

Ia mengemukakan, salah satu program kerjanya jika terpilih sebagai gubernur Jateng adalah memuliakan petani. Dengan melindungi petani maka Jateng akan selalu dapat memenuhi kebutuhan pangannya secara swasembada.

Editor : Ali Muntoha

Wakilnya Sama-sama NU, 2 Cagub Jateng Rebutan Dukungan Muhammadiyah

MuriaNewsCom, Semarang – Bakal calon gubernur dan wakil gubernur Jateng baik pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin dan Sudirman Said-Ida Fauziah, sama-sama mempunyai dukungan secara tidak langsung dari ormas Islam terbesar yakni Nahdlatul Ulama (NU).

Di kubu Ganjar, ada Taj Yasin (Gus Yasin) yang merupakan seorang santri NU, putra ulama kharismatik KH Maimoen Zubair dan kader PPP. Sementara kubu Sudirman Said ada Ida Fauziah, yang punya latarbelakang Fatayat NU. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Fatayat NU periode 2010-2015, dan ketua Fraksi PKB DPR RI.

Kini kedua pasang cagub ini seperti memperebutkan dukungan dari Muhammadiyah, sebagai salah satu ormas Islam terbesar selain NU. Secara bergantian, dua pasang kandidat sowan ke PW Muhammadiyah Jateng.

Pasangan Ganjar-Gus Yasin berkunjung ke Kantor PW Muhammadiyah Jateng, di Jalan Singosari Raya, Pleburan, Kota Semarang, Sabtu (13/1/2018) sore. Sementara pasangan Sudirman Said-Ida Fauziah dijadwalkan bertemu pengurus PW Muhammadiyah Jateng, Senin (15/1/2018) sore ini.

“Hari ini agenda Pak Dirman pukul 13.00 WIB, menghadiri silaturahmi korwil dan korcab PPIR Jateng dan Yogya, di Hotel Santika Semarang. Sorenya pukul 15.30 bersama bacawagub silaturahmi dengan pimpinan PW Muhammadiyah Jateng,” kata Hartono, koordinator tim media Sudirman Said.

Sementara dalam kunjungan Ganjar-Yasin, akhir pekan kemarin, keduanya disambut Ketua PW Muhammadiyah Jateng, Tafsir. Dialog dengan pimpinan PW Muhammadiyah juga berlangsung penuh canda.

Ganjar juga mengakui ia bersama Gus Yasin datang ke PW Muhammadiyah untuk meminta doa restu maju dalam pencalonan Pilgub Jateng.

“Sowan saya ke sini minta doa minta restu saya sebagai gubernur yang diminta maju lagi. Mudah-mudahan apa yang sudah saya kerjakan dan saya sadar betul banyak kekurangan mungkin bisa memberi gambaran pada masyarakat untuk menentukan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Tafsir bahkan sempat berkelakar jika seharusnya Ganjar langsung dilantik tanpa perlu prosedur Pilgub. “Kalau di Muhammadiyah jabatan kedua tinggal dilantik langsung. Di rektor juga dua kali, yang kedua tidak pilihan ulang tapi langsung di SK kan,” katanya.

Tafsir menceritakan hubungan organisasi yang dipimpinnya sangat erat dengan Pemprov Jateng. PW Muhammadiyah Jateng saat ini memiliki amal usaha berupa 32 rumah sakit, ratusan klinik, 25 perguruan tinggi, dan ribuan sekolah.

Baca : PKB Merapat, Sudirman Said Diduetkan dengan Ida Fauziah

Dalam pendirian dan pengelolaan amal usaha tersebut, pembiayaan utama berasal dari Bank Jateng. “Dalam setahun kredit kami ada Rp 300 miliar dan 75 persennya dari Bank Jateng,” ujarnya.

Tafsir juga mengungkapkan bagaimana selama dipimpin Ganjar Pranowo telah banyak bantuan yang diberikan kepada Muhammadiyah.

“Terimakasih pada Pak Gubernur sudah memberi banyak bantuan kepada kami termasuk CSR Bank Jateng yang keputusannya di Pak Gubernur, salah satunya untuk SD Muhammadiyah Salatiga dan prasarana lain,” paparnya.

Editor : Ali Muntoha

Begini Alasan Ida Mau Dipasangkan dengan Sudirman Said

MuriaNewsCom, Semarang – Kemunculan nama Ida Fauziyah, sebagai bakal calon wakil gubernur mendampingi Sudirman Said muncul di detik-detik akhir pendaftaran. Nama Ketua Fraksi PKB DPR RI itu sebelumnya tak pernah muncul atau disebut oleh parpol-parpol pengusung Sudirman Said.

Meski demikian, Ida membantah jika pencalonan dirinya mendadak. Ia menyebut sebelumnya sudah ada komunikasi-komunikasi khususnya dengan pimpinan PKB sebelum diputuskan untuk mau menjadi cawagub.

Ia menyebut, langsung mau dicalonkan karena ada beberapa alasan. Di antaranya, karena sosok Sudirman Said yang akan didampinginya dan isu gender yang diusung.

“Saya belum tentu mau jika pasangannya bukan beliau (Sudirman). Masalah perempuan, kemiskinan, perceraian, pernikahan anak, dan masih banyak isu lain yang butuh keseriusan di Jateng. Kini saatnya membangun Jateng lebih baik lagi,” kata Ida.

Pernyataan ini juga disampaikan Ida saat mendaftar di KPU Jateng, Rabu (10/1/2018) lalu. Menurutnya, ia langsung mau saat ditawari posisi cawagub tak hanya karena sosok Sudirman Said, melainkan juga karena diminta DPW PKB Jateng, KH Yusuf Chudlori Yusuf.

“Saat saya ditawarkan ikut Pilgub, saya disodorkan gabung dengan orang yang profesional. Saya bangga dengan hal itu. Sekarang saatnya mewujudkan Jateng lebih bermartabat. Kalau gak karena Gus Yusuf saya tidak mau. Pokoknya semangat kami luar biasa,” ujarnya.

Editor : Ali Muntoha

Sudirman Said-Ida Fauziah Daftar ke KPU Jateng

MuriaNewsCom, Semarang – Pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Jateng, Sudirman Said-Ida Fauziyah, Rabu (10/1/2018) petang mendaftar di KPU Jateng. Pasangan ini diantar ratusan relawan dan elite parpol pendukung.

Mantan Menteri ESDM dan Ketua Fraksi PKB DPR RI ini diusung koalisi Partai Gerindra, PAN, PKS dan PKB. Sebelum mendaftar ke KPU pasangan ini melakuan salat Ashar di Masjid Baiturrahman Semarang, kemudian mereka menuju Taman Makam Pahlawan untuk tabur bunga.

Sejumlah pimpinan parpol yang terlihat mendampingi Sudirman Said-Ida Fauziah di antaranya, ketua DPD Gerindra Jateng, Abdul Wachid, Ketua DPW PKB Jateng, KH Yusuf Chudlori, serta Ketua DPW PAN Jateng, Wahyu Kristianto.

Dalam jumpa pers sebelum mendaftar Sudirman Said mengaku cukup bangga bisa berdampingan dengan Ida Fauziah. Menurutnya, Ida meruipakan representasi pemilih perempuan dan kalangan nahdliyin.

Sudirman mengatakan 13,2 juta warga Jateng adalah pemilih perempuan, sehingga kehadiran Ida Fauziah bisa mendulang suara untuk pemenangan. Ia juga menyebut, sejumlah organisasi perempuan telah menyambut baik digandenganya Ida ini.

“Bukan membedakan laki-laki dan perempuan, namun aspek yang menjadi payung. Perempuan punya sensitivitas dalam mengurus aspirasi dan kebutuhan sesamanya,” kata Sudirman.

Meski kelahiran Jawa Timur, Sudirman menyebut Ida mempunyai jaringan NU yang kuat di Jateng. Pasalnya, keluarga suami Ida punya pengaruh cukup kuat di provinsi ini.

“Mengapa diambil bu Ida? Kita tahu profil sebagai politisi senior, pernah menjadi anggota DPR RI termuda. Suaminya, keluarganya punya akar kuat di Jawa Tengah,” terangnya.

Editor : Ali Muntoha

Dirman-Ida Salat Hajat dan Tabur Bunga Sebelum Daftar di KPU Jateng

MuriaNewsCom, Semarang – Pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Jateng, Sudirman Said-Ida Fauziah dijadwalkan mendaftar di KPU Jateng, Rabu (10/1/2017) sore. Sebelum mendaftar ke KPU, pasangan ini bersama parpol pengusung akan menggelar salat hajat dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Semarang.

Pasangan ini didukung koalisi dari Partai Gerindra, PAN, PKS dan PKB. Sudirman Said merupakan mantan Menteri ESDM, sementara Ida merupakan anggota DPR dan Ketua Fraksi PKB DPR RI. Nama Ida muncul sebagai pasangan Sudirman Said di detik-detik terakhir, setelah PKB menyatakan resmi bergabung dengan koalisi.

Koordinator tim media Sudirman Said, Hartono mengatakan, pasangan Sudirman-Said akan mendaftar ke KPU sekitar pukul 17.00 WIB, dengan konvoi dari taman makam pahlawan.

”Prosesi dimulai dari pukul 15.00 WIB dengan didahului salat Ashar, tilawah, salat hajat, dan tabur bunga di makam pahlawan,” katanya.

PKB akhirnya memutuskan untuk bergabung mendukung Sudirman Said karena merasa ditinggal oleh PDI Perjuangan. “Bukannya PKB meninggalkan PDIP, malah PKB merasa PDIP yang meninggalkan,” kata Wakil Sekjen PKB Daniel Johan.

Sementara Sekjen PKB Marwan Ja’far menyampaikan, dirinya tidak maju di Jateng karena ada tugas lain dari partai. Dan apa yang sudah dirintisnya selama ini diserahkan kepada Sudirman Said.

“Saya serahkan apa yang sudah saya rintis di Jawa Tengah kepada Pak Dirman. Saya yakin beliau bisa meneruskannya,” kata Marwan.

Marwan menyampaikan, Jateng wilayah yang berat. Karena itu PKB menurunkan kader terbaiknya untuk mendampingi Pak Dirman.

Editor : Ali Muntoha