Positif  Sakit Jiwa, Pembunuh Ibu Kandung di Kudus Dibawa ke RSJ

Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning saat memberikan keterangan kepada awak media, Rabu (13/12/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Hasil pemeriksaan kejiwaan Anshori, pemuda Dukuh Kebangsan, RT 2 RW 3, Desa Getassrabi, Kecamatan Gebog, yang membunuh ibu kandungnya sendiri Selasa (28/11/2017) lalu akhirnya keluar. Dari pemeriksaan medis, pemuda 30 tahun itu positif mengidap gangguan jiwa. Untuk itu, ia diharuskan menjalani perawatan di RSJ.

Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning mengatakan, dari hasil identifikasi dan juga observasi yang selama ini dilakukan, pelaku positif memiliki penyakit jiwa.

Baca: Tak Diberi Uang, Anak di Getassrabi Kudus Tega Pacul Kepala Ibunya Hingga Tewas

“Observasi selalu kami lakukan setelah penangkapan terhadap pelaku pembunuhan ibu kandung. Prosesnya panjang dan bertahap, dengan hasilnya pelaku positif miliki penyakit jiwa,” katanya kepada awak media, Rabu (13/12/2017).

Selain itu, lanjutnya, hasil pemeriksaan dari RSUD Kudus juga memperkuat identifikasi tersebut. Lantaran memiliki penyakit jiwa, penanganan kasus akan dilimpahkan kepada negara, hingga pelaku bisa sembuh seperti sedia kala.

Baca: Sebelum Dibunuh, Sang Ibu Sempat Diancam Hingga Tak Berani Pulang ke Rumah

Disinggung soal proses hukuman pelaku, kapolres menyebutkan baru fokus pada pembenahan kondisi psikis pasien terlebih dahulu.

”Lebih detailnya, biar Kasatreskrim yang menentukan. Yang pasti jangan sampai pelaku dilepaskan tanpa penanganan. Karena jika demikian, dikhawatirkan akan ada korban lagi,” ungkap dia.

Editor: Supriyadi

Baca: Ini Luka yang Dialami Ibu di Getassrabi Kudus Setelah Dipacul Anaknya Hingga Meninggal

Ini Luka yang Dialami Ibu di Getassrabi Kudus Setelah Dipacul Anaknya Hingga Meninggal

Petugas kepolisian memeriksa jenazah Aminah yang tewas di tangan anak kandungnya sendiri menggunakan pacul dengan disaksikan sejumlah perangkat desa. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kasus pembunuhan ibu kandung yang dilakukan oleh seorang anak di Desa Getasrabi, Kecamatan Gebog memang menyita perhatian banyak orang.

Meski dilakukan oleh orang yang mengalami gangguan jiwa, pembunuhan tersebut terbilang ekstrem lantaran dilakukan dengan pacul (cangkul,red). Lantas dimana saja luka yang dialami?

Baca: Tak Diberi Uang, Anak di Getassrabi Kudus Tega Pacul Kepala Ibunya Hingga Tewas

Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning mengatakan, dari hasil pemeriksaan tim medis terdapat luka akibat benda tajam pada kepala bagian belakang korban. Luka tersebut terletak di kepala belakang bagian kanan.

”Setelah diperiksa dokter, kepalanya mengalami robekan cukup besar. Robekan itulah yang menbuat pendarahan sangat parah dan mengakibatkan korban meninggal dunia,” kata Kapolres Kudus, Selasa (27/11/2017).

Baca: Sebelum Dibunuh, Sang Ibu Sempat Diancam Hingga Tak Berani Pulang ke Rumah

Robekan tersebut bahkan membuat tengkorak belakang pecah. Itu terjadi karena kerasnya benturan ke kepala belakang.  Hal itulah yang menjadi penyebab kematian ibu di Getassrabi, Kecamatan Gebog tersebut.

Terkait benda yang digunakan, Kapolres menegaskan, kuat dugaan alat yang digunakan adalah pacul. Selain pendalaman luka, petugas menemukan pacul tersebut di dekat jenazah korban yang dipenuhi darah pada gagang cangkulnya.

“Untuk pelakunya, mengarah pada anak korban yang informasinya mengalami gangguan jiwa. Tapi bagaimanapun, masih membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut,” ungkap dia.

Baca: Anak Bunuh Ibu Kandung di Getassrabi Kudus Ternyata Alami Gangguan Jiwa

Sementara itu, Bahrin (56)  Kadus Desa Getassrabi,  Kecamatan Gebog mengatakan, usai membunuh ibunya dengan pacul, pelaku langsung berlari ke tetangga sekitar. Ia pun menceritakan kejadian tersebut tanpa penyesalan.

“Saat itu sekitar jam 10.30 WIB. Dia (Ansori) tiba-tiba menghampiri saya yang sedang memberishkan selokan. Dia (Ansori) bilang ke saya kalau dia telah membunuh ibunya,” katanya, Selasa (27/11/2017).

Baca: Ternyata Begini Asal Mula Anshori Alami Gangguan Jiwa Hingga Tega Bunuh Ibu Kandungnya dengan Pacul

Tak hanya membunuh ibunya, lanjut Kadus Tiga itu, pelaku juga bercerita alasan pembunuhan sadis tersebut. Alasannya, ia tidak diberikan uang oleh ibunya. Atas dasar itulah, pembunuhan dilakukan.

“Setelah mendapat kabar, kami langsung menuju ke lokasi. Dan benar saja kalau telah ada pembubuhan. Setelah itu, beberapa saat petugas kepolisian juga sudah tiba,” ungkap dia.

Editor: Supriyadi