Dintanhut Rembang Dorong Peningkatan Ketersediaan Sumber Air Melalui Jaringan Irigasi

Ilustrasi

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Rembang – Ketersediaan air untuk pengairan lahan sawah menjadi salah satu kendala kurang maksimalnya produksi panen berbagai jenis tanaman di Rembang. Oleh karena itu Pemerintah Kabupaten Rembang akan terus berupaya untuk memenuhi ketersediaan air guna pengairan sawah.

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dintanhut) Rembang Suratmin mengatakan, sebagian besar lahan pertanian di Rembang merupakan tadah hujan. Selain itu curah hujan terhitung masih rendah, sehingga dalam mengatasi hal tersebut perlu dibangun irigasi-irigasi.

“Untuk meningkatkan ketersediaan air bagi petani, tahun ini Dintanhut mengembangkan Jaringan Irigasi Tingkat Usaha Tani (JITUT). Pengembangan dilakukan dengan target 1.700 hektare,” ucapnya.

Sementara itu, untuk pembuatan dam parit, ada tujuh unit yang tersebar di Desa Menoro Kecamatan Sedan, Johogunung Kecamatan Pancur, Mlatirejo Kecamtan Bulu,Gedangan Kecamatan Rembang,Bogorame Kecamatan Sulang,Ngasinan dan Mojokerto Kecamatan Kragan. “Untuk embung, tahun ini ditarget empat unit. Kemudian pembangunan long storage 11 unit, pembuatan irigasi air tanah dangkal sebanyak 95 unit yang  tersebar di Sarang,Kragan dan Sluke,” imbuhnya.

Dia melanjutkan, pihak dinas terkait sudah mendata jalur-jalur yang bakal dibangun. Selain itu, dirinya juga mengakui bahwa untuk meningkatkan produksi pertanian, butuh kerja keras. Apalagi kendala alam seperti curah hujan dan ketersediaan sumber air tak melimpah banyak.

“Untuk itu, pemkab terus mendorong, selain dari anggaran pemerintah, perusahaan melalui CSR juga dipacu untuk ikut berpartisipasi. Yang sudah pasti dibangun sebanyak dua embung hasil dari CSR Semen Indonesia. Yakni embung di daerah Tegaldowo Gunem dan  di Maguan Kaliori,” ujarnya.

Editor : Kholistiono

Curah Hujan Tinggi, Hasil Panen Palawija di Rembang Diprediksi Menurun

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dintanhut) Rembang Suratmin.Dirinya memprediksi jika hasil panen palawija kali ini akan menurun, akibat curah hujan yang tinggi (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dintanhut) Rembang Suratmin.Dirinya memprediksi jika hasil panen palawija kali ini akan menurun, akibat curah hujan yang tinggi (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Akibat curah hujan yang tinggi, diprediksi hasil panen palawija di Kabupaten Rembang bakal menurun dibanding pada musim tanam sebelumnya. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dintanhut) Rembang Suratmin.

Menurutnya, ada sekitar seribu hektare lahan pertanian palawija yang terdapat di tiga kecamatan di Rembang. Yakni di Kecamatan Pamotan, Sarang dan Kragan. Sebagian besar, tanaman palawija tersebut, kini baru berusia 2 bulan.

“Jika melihat kondisi curah hujan yang tinggi seperti ini, bisa dimungkinkan berdampak terhadap perkembangan tanaman palawija kurang maksimal. Tentunya, hasilnya juga bisa menurun, dibanding pada musim tanam lalu,” ujarnya.

Ia katakan, untuk musim tanam sebelumnya, untuk satu hektare lahan pertanian yang ditanami palawija bisa menghasilkan sekitar 1,5 ton, dengan harga jual sekitar Rp 6 hingga Rp 8 juta. Namun, jika curah hujan tinggi seperti ini, dimungkinkan hasil panen bisa menurun hingga 800 kilogram per satu hektare.

Untuk itu, dirinya berharap petani bisa membuat saluran air yang bagus, sehingga tanaman palawija yang ditanam tidak terendam banjir, sehingga mengakibatkan hasilnya nanti tidak maskimal dan bahkan petani bisa merugi.

Editor : Kholistiono

Masuki Musim Tanam I,Dintanhut Rembang Sudah Siapkan Lebih 23 Ribu Ton Pupuk Urea

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Rembang Suratmin. Dirinya menyatakan, memasuki musim tanam I, pihaknya telah menyiapkan lebih 23 ribu ton pupuk urea. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Rembang Suratmin. Dirinya menyatakan, memasuki musim tanam I, pihaknya telah menyiapkan lebih 23 ribu ton pupuk urea. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Memasuki musim tanam pertama (MT I) Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dintanhut) Rembang telah menyiapkan pupuk urea sebanyak 23.100 ton. Jumlah tersebut, nantinya akan disebar di seluruh distributor yang ada di Rembang.

Kepala Dintanhut Rembang Suratmin mengatakan, 23.100 ton pupuk urea tersebut, diharapkan dapat mengkover sebanyak 41 ribu hektare lahan pertanian yang ada di Rembang. “Jumlah tersebut mampu untuk mengkover 41 lahan pertanian di Rembang. Sehingga, petani tidak usah khawatir kekurangan pupuk,” katanya.

Suratmin menyebutkan pada tahun 2016, luas tanam padi ditargetkan mencapai 41.000 hektare. Sementara sejak saat sekarang sampai dengan Desember mendatang, luas tanam diprediksi mencapai 21.000 hektare.

Menurutnya, tingkat curah hujan akan meningkat pada November dan Desember sehingga para petani sudah bisa mantap mulai menanam pada saat sekarang alias maju dibandingkan dengan awal tanam pertama padi pada tahun lalu yang baru pada bulan Desember. Dirinya juga menyampaikan, jika, pada Desember nanti sekitar 9 ribu ton pupuk sudah bisa terserap oleh petani.

Terkait musim tanam yang sudah tiba, dirinya juga berharap kepada petani untuk segera menyiapkan pupuk sedini mungkin. “Kalau sudah disiapkan, nantinya kan tinggal menggunakan ketika sudah mulai tanam,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

Dintanhut Rembang Ancam Berikan Sanksi untuk Kelompok Tani yang Berani Menjual Alsintan Bantuan

Beberapa alat mesin pertanian yang merupakan bantuan dari pemerintah untuk petani (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Beberapa alat mesin pertanian yang merupakan bantuan dari pemerintah untuk petani (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Hingga saat ini, pihak Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dintanhut) Rembang sudah mendapatkan 11 laporan terkait hilangnya alat mesin pertanian (Alsintan) yang merupakan bantuan untuk kelompok tani.

Menyikapi hal in, pihak Dintanhut menegaskan akan melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut. Diharapkan dengan hal itu, nantinya terungkap, apakah memang alat-alat bantuan tersebut hilang karena kesengajaan ataukah tidak.

Kasi Usaha Tanaman Pangan dan Holtikiltura pada Dintanhut Rembang Ika H Affandi mengatakan, jika nantinya ditemukan unsur kesengajaan dalam kehilangan tersebut, maka pihaknya akan memberikan sanksi tegas.

“Kesengajaan yang kami maksud di sini yaitu, alat-alat bantuan tersebut sengaja dijual. Karena, tidak menutup kemungkinan hal ini bisa terjadi. Jika memang demikian, kami akan melakukan tindakan tegas, apakah nanti akan kami serahkan ke pihak berwajib atau sanksi lain,” ujarnya.

Hal seperti itu, menurutnya perlu dilakukan, sebab, alat pertanian tersebut diberikan kepada kelompok tani, agar nantinya dapat mempermudah kinerja petani, dan bukan justru memberikan keuntungan kepada oknum tertentu dengan cara alat tersebut dijual kembali.

Baca juga : Duh…Ada Kelompok Tani di Rembang yang Dapat Bantuan Alsintan Malah Dijual

Editor : Kholistiono

Antisipasi Kebakaran Hutan, Dintanhut Rembang Gandeng MPA

 Kabid Kehutanan pada Dintanhut Rembang Prasetyo (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)


Kabid Kehutanan pada Dintanhut Rembang Prasetyo (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Untuk mengantisipasi adanya kebakaran kawasan hutan, kini Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dintanhut) Rembang menggandeng masyarakat peduli api (MPA). MPA ini sendiri merupakan bentukan Dinas Kehutanan Provinsi Jwa Tengah.

Kepala Bidang Kehutanan pada Dintanhut Rembang Prasetyo mengatakan, forum masyarakat peduli api yang dibentuk oleh Dinas Kehutanan Provinsi Jateng pada 2015 itu, diharapkan bisa membantu untuk mencegah adanya kebakaran hutan. “Yang tergabung dalam MPA itu terdiri dari masyarakat yang ada di kawasan hutan, unsur pemerintahan dan beberapa organisasi lain yang peduli lingkungan,” ujarnya.

Ia katakan, meskipun Kabupaten Rembang sebagian besar merupakan kawasan pesisir, namun, di wilayah ini juga terdapat sekitar 23 ribu hektare wilayah hutan. “Untuk kaawasan hutan yang ada di Rembang itu seluas sekitar 23 ribu hektare. Kawasan itu berada di bagian selatan Rembang. Di antaranya ialah Kecamatan Sumber dan Kecamatan Sale,” ungkapnya.

Dia menambahkan,  meskipum saat ini tidak ada laporan kebakaran hutan, namun pihaknya akan selalu memantau kawasan hutan. “Pantuan ini, kami juga bekerja sama dengan pihak Perhutani. Dalam hal ini, kita selalu koordinasi,”pungkasnya.

Editor : Kholistiono

 

Duh…Ada Kelompok Tani di Rembang yang Dapat Bantuan Alsintan Malah Dijual

 Alat pertanian yang akan diberikan kepada kelompok tani (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)


Alat pertanian yang akan diberikan kepada kelompok tani (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dintanhut) Rembang mendapat belasan laporan terkait hilangnya alat mesin pertanian (Alsintan) milik kelompok tani yang berasal dari bantuan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

Kasi Usaha Tanaman Pangan dan Holtikultura pada Dintanhut Rembang Ika H. Affandi mengatakan, hingga Juli 2016 ini, pihaknya sudah mendapatkan 11 laporan terkait hilangnya Alsintan bantuan tersebut. “Setelah ada laporan seperti itu, tentunya kita langsung kroscek ke lapangan secara langsung. Dalam hal in, kami juga melibatkan pihak kepolisian atau pihak terkait,” ungkapnya.

Menurutnya, banyaknya alat mesin pertanian yang hilang  tersebut, karena salah satunya kecerobohan dari petani sendiri, yakni, alat tersebut tidak dibawa pulang usai digunakan di sawah. “Biasanya yang hilang itu mesinnya, kalau kerangkanya masih utuh,” katanya.

Bukan hanya hilang dicuri orang, bahkan, ada pula alat mesin pertanian yang berasal dari bantuan pemerintah itu sengaja dijual oleh kelompok tani. “Kita juga pernah mengurus penyalahgunaan alat tani oleh kelompok tertentu. Yakni pertanian tersebut dijual oleh kelompok tertentu. Setelah itu, kelompok tani tersebut kita suruh untuk menggantinya sesuai dengan alat bantuan itu, baik merek maupun tipenya,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Dintanhut Rembang Janji Bakal Bina Peternak Nakal

 Kepala Bidang Peternakan pada Dinas Pertanian dan Kehutanan Rembang, Agus Iwan (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)


Kepala Bidang Peternakan pada Dinas Pertanian dan Kehutanan Rembang, Agus Iwan (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Menanggapi aduan warga Desa Tegal Mulyo RT 5 RW1, Kecamatan Kragan, terkait dengan keberadaan peternakan ayam yang menimbulkan bau busuk di wilayah setempat, Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dintanhut) Rembang berjanji bakal melakukan pembinaan terhadap usaha peternakan tersebut.

Kepala Bidang Peternakan pada Dinas Pertanian dan Kehutanan Rembang Agus Iwan mengatakan, pihaknya akan segera menindaklanjuti aduan warga tersebut. “Minggu depan, kita akan turun ke lapangan guna meninjau letak kandang ternak ayam milik yang diadukan warga ini,” katanya.

Dirinya mengatakan, dalam hal ini, pihaknya hanya akan melakukan pembinaan, bukan melakukan tindakan berupa sanksi. Sebab, untuk menjatuhkan sanksi terhadap usaha peternakan, katanya, bukan wewenang dari pihaknya.

Menurutnya, nantinya, pembinaan yang bakal dilakukan terkait dengan cara meminimalisasi dampak yang ditimbulkan dari adanya usaha peternakan ayam tersebut, apalagi di tengah pemukiman warga. “Kami nantinya juga akan memfasilitasi, agar warga dan pemilik usaha ternak bisa berembug mengenai hal ini, sehingga nantinya tak ada gejolak berkepanjangan di masyarakat,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

 

Warga Tegal Mulyo Wadul ke Dintanhut Rembang, Soal Bau Busuk Peternakan Ayam

Salah satu warga Tegal Mulyo, Kecamatan Kragan menunjukan surat audiensi yang dilakukan tokoh masyarakat dan Dintanhut Rembang (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Salah satu warga Tegal Mulyo, Kecamatan Kragan menunjukan surat audiensi yang dilakukan tokoh masyarakat dan Dintanhut Rembang (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Sejumlah warga dari Desa Tegal Mulyo RT 5 RW 1, Kecamatan Kragan, Rembang mendatangi Dinas Pertanian dan Kehutaanan (Dintanhut) Rembang yang berada di Jalan Pemuda, pada Jumat (22/7/2016).

Kedatangan mereka untuk mengadukan keberadaan peternakan ayam milik UD Mulya Usaha Ternak yang berada di wilayah setempat. Peternakan ayam ini dinilai sangat mengganggu warga, karena bau busuk yang ditimbulkan dari peternakan itu.

Perwakikan warga dari Yayasan Bangkit Lestari Alam Sentosa Maimun Abdul Hanan mengatakan, jika warga Tegal Mulyo RT 5 RW 1 sudah gerah dengan usaha peternakan ayam tersebut. “Bau yang ditimbulkan dari kandang ini membuat tidak nyaman warga,” katanya.

Menurutnya, usaha peternakan ayam ini pernah ditolak warga setempat dengan cara melayangkan surat penolakan tertanggal 12 April 2016 silam. “Warga sudah melayangkan surat penolakan, dan tim teknis Izin Ganggungan (HO) dari Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) Rembang sudah mengecek ke lapangan pada 27 April 2016. Hasilnya, pada 11 Mei 2016, KPPT mengeluarkan surat dengan Nomor 524.43/280/2016 yang isinya mengenai penolakan usaha peternakan ayam tersebut,” ungkapnya.

Ia katakan, keberadaan kandang ayam tersebut terhitung baru, yakni sekitar 5 bulan berdiri dan lokasinya di tengah pemukiman warga. Sampai saat ini, katanya, pihak pengusaha sudah akan memanen untuk yang ketiga kalinya.

Editor : Kholistiono

 

Hindari Ada Campuran Daging Celeng, Dintanhut Rembang Intensifkan Inspeksi Pasar Selama Ramadan

Salah seorang penjual daging di Pasar Rembang. Pihak Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dintanhut) Kabupaten Rembang mengklaim bahwa stok daging di wilayah masih aman, setidaknya hingga hari ke-19 puasa. (MuriaNewsCom/AHMADFERI)

Salah seorang penjual daging di Pasar Rembang. Pihak Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dintanhut) Kabupaten Rembang mengklaim bahwa stok daging di wilayah masih aman, setidaknya hingga hari ke-19 puasa. (MuriaNewsCom/AHMADFERI)

REMBANG – Menurut Agus IwanHaswanto, Kepala Bidang (Kabid) Peternakan pada Dintanhut Kabupaten Rembang, inspeksi peredaran daging di pasaran perlu diketatkan selama Ramadan dan menjelang Lebaran. Agar tak tercemari daging campur babi dan sejenisnya, Agus berpesan kepada setiap pedagang agar tidak gampang menerima stok dari suplier baru.

Selain itu juga agar mewaspadai harga murah yang ditawarkan penyetok. Untungnya, pedagang daging di Rembang sudah punya penyuplai langganan, jadi aman.

”Selain fokus di Pasar Rembang dan Lasem, inspeksi rutin saat Ramadan juga akan dilakukan di Pasar Pamotan dan Kragan. Kita akan gencarkan di pasar lain sampai jelang Lebaran nanti. Alhamdulillah di Rembang masih aman,” kata Agus Iwan Haswanto. (AHMAD FERI/KHOLISTIONO)

Dintanhut Klaim Stok Daging di Rembang Aman

Salah seorang penjual daging di Pasar Rembang. Pihak Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dintanhut) Kabupaten Rembang mengklaim bahwa stok daging di wilayah masih aman, setidaknya hingga hari ke-19 puasa. (MuriaNewsCom/AHMADFERI)

Salah seorang penjual daging di Pasar Rembang. Pihak Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dintanhut) Kabupaten Rembang mengklaim bahwa stok daging di wilayah masih aman, setidaknya hingga hari ke-19 puasa. (MuriaNewsCom/AHMADFERI)

REMBANG – Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dintanhut) Kabupaten Rembang mengklaim bahwa stok daging di wilayahnya masih aman, setidaknya hingga hari ke-19 puasa.

Harga daging juga dinilai relatif masih stabil, yakni Rp90 ribu perkilogram. Begitu pula dengan harga daging ayam potong yang berada di kisaran Rp26 ribu per kilogram. Sedangkan harga ayam kampung mencapai Rp70 ribu hingga Rp75 ribu.

“Berdasarkan catatan dari yang kita miliki, stok daging ayam dan sapi sepanjang Ramadan kami jamin aman. Jika pun terjadi lonjakan harga, itu tidak akan signifikan. Kenaikan harga kami perkirakan terjadi pada H-10 Lebaran,” ujar Agus Iwan Haswanto, Kepala Bidang (Kabid) Peternakan pada Dintanhut Kabupaten Rembang, Senin (6/7/2015). (AHMAD FERI/KHOLISTIONO)

Dintanhut Rembang Kembangkan Lahan Hutan Produktif

Salah satu kawasan hutan di Kabupaten Rembang. Dalam kurun waktu empat tahun terakhir, tepatnya sejak 2011 hingga 2015, Dintanhut Kabupaten Rembang tengah berhasil mengembangkan sekitar 1.000 hektare lahan hutan produktif. (MURIANEWS/AHMADFERI)

REMBANG – Dalam kurun waktu empat tahun terakhir, tepatnya sejak 2011 hingga 2015, Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dintanhut) Kabupaten Rembang tengah berhasil mengembangkan sekitar 1.000 hektare lahan hutan produktif.

Lanjutkan membaca

Dintanhut Rembang Genjot Sosialisasi Progam Asuransi Ternak

Beberapa ekor kambing siap dijual di Pasar Hewan Pamotan belum lama ini. Saat ini, Dintanhut Rembang tengah berencana menggenjot sosialisasi progam asuransi ternak. (MURIANEWS/AHMADFERI)

REMBANG – Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dintanhut) Kabupaten Rembang berencana menggenjot program asuransi ternak.

Lanjutkan membaca