Maksimalkan Sektor Perikanan, Pemkab Giatkan Latihan untuk Para Petani

Selain mengolah ikan, para peserta pelatihan juga dilatih membuat pakan ikan sendiri. Sehingga bisa menghemat biaya produksi (DISTANKANHUT KUDUS)

Selain mengolah ikan, para peserta pelatihan juga dilatih membuat pakan ikan sendiri. Sehingga bisa menghemat biaya produksi (DISTANKANHUT KUDUS)

 

KUDUS – Pemkab Kudus memanfaatkan alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dengan berorientasi pada kesejahteraan warganya, terutama bagi mereka yang tinggal di lingkungan Industri Hasil Tembakau (IHT). Salah satunya, yang dilakukan Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan.

Meskipun wilayah geografis Kabupaten Kudus kurang mendukung untuk menggarap sektor perikanan, bukan berarti tidak ada cara untuk memaksimalkannya. Upaya yang sudah dilakukan, yakni dengan menggelar pelatihan bagi 80 petani ikan dari sembilan kecamatan di Kudus. Peserta pelatihan yang digelar Bidang Perikanan ini terdiri dari para petani dan buruh-buruh rokok yang berhenti bekerja karena perusahaannya gulung tikar.

Kegiatan ini mengacu pada dua regulasi yang mengatur tentang penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Yakni, Peraturan Menteri Keuangan Nomor 20/PMK.07/2009 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK.07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi Atas Penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

Di Peraturan Menteri Keuangan Nomor 20/PMK.07/2009 disebutkan pada Pasal 7 ayat (1) huruf f: Penguatan ekonomi masyarakat di lingkungan Industri Hasil Tembakau dalam rangka pengentasan kemiskinan, mengurangi pengangguran dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dilaksanakan antara lain melalui bantuan permodalan dan sarana produksi.

Sedangkan pada Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 disebutkan pada Lampiran III A.3: Program Pembinaan Sosial, pada kegiatan b.5) k) Penguatan ekonomi masyarakat melalui pelatihan budidaya dan pengolahan ikan, pemberian bantuan sarana produksi bagi petani pembudidaya dan pengolah ikan di lingkungan Industri Hasil Tembakau.

Berbagai materi diberikan dalam pelatihan ini. Di samping itu, pelatihan budidaya dan pengolahan ikan dan pemberian bantuan sarana produksi bagi petani ini juga dilaksanakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di masyarakat.

”Kami mengajak para petani ikan untuk berinovasi dalam membudidayakan ikan. Karena di Kudus wilayah dengan ketersediaan air terbatas, maka kami membuat kolam ikan dengan sekali isi, sudah tidak perlu mengganti air sampai masa panen tiba,” kata Budi Santoso, Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kudus.

Usai pelatihan, para peserta akan segera diarahkan untuk melakukan praktik budidaya ikan. Sebab, Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Kudus sudah menyiapkan bantuan dan fasilitas yang memadai. Bantuan yang akan diberikan berupa pembuatan kolam terpal, bantuan bibit, dan pakan ikan.

Bantuan hubah ini sifatnya memberikan stimulan. Sehingga, petani diharapkan mampu mengembangkannya agar bisa dijadikan salah satu sumber penghasilan keluarga. Selain menggelar pelatihan, seluruh peserta juga kami ajak melakukan sekolah lapangan di Tulungagung dan Trenggalek di Jawa Timur. (ADS)