Disdikpora Kudus Pastikan Bantuan untuk SMA Tetap Ada Meski Dikelola Provinsi

Kepala Disdikpora Kudus Joko Susilo (MuriaNewsCom)

Kepala Disdikpora Kudus Joko Susilo (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Pengelolaan SMA di Kudus yang dikelola provisi mulai tahun depan, dipastikan tidak akan mengurangi perhatian pemerintah. Sebab bantuan untuk sekolah tingkat atas masih ada.

Hal itu dikatakan kepala Disdikpora Kudus Joko Susilo. Menurutnya meski dikelola provinsi namun Pemkab Kudus juga masih memiliki tugas memastikan program berjalan lancar. Sehingga siswa di Kudus masih dapat haknya.

”Kudus itu wajib belajar 12 tahun. Jadi ke depan akan terus dilanjutkan dengan berbagai upaya. Meskipun pengelolaan sudah di provinsi,” katanya kepada MuriaNewsCom

Ia mencontohkan, untuk bantuan pendamping BOS juga masih akan diberikan untuk sekolah hingga tamat wajib belajar 12 tahun. Hal itu dilakukan lantaran sekolah memang membutuhkannya dan sudah berjalan secara rutin.

”Perhatian pendidikan oleh pemkab sangat tinggi, bahkan untuk 2016 anggaran pendidikan melebihi 25 persen,” ungkapnya

Kepala Dinas pendidikan Jateng Nurhadi Amiyanto mengatakan awal 2017 dipastikan pengelolaan sudah di provinsi. Sebab tahanannya sudah selesai, termasuk juga pada pendataan dan cocok cocokan aset.

”Kita akan mulai 2017, sesuai dengan rencana. Kalau sekarang sudah selesai mencocokkan aset yang diberikan kabupaten ke kami,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

 

 

Kadisdik Jateng: Harusnya Daerah Bersyukur Karena SMA Bakal Dikelola Provinsi

Kepala Disdik Jateng Norhadi saat memberikan lebel di kendaraan pengiriman naskah UN. (MuriaNewsCom)

Kepala Disdik Jateng Norhadi saat memberikan lebel di kendaraan pengiriman naskah UN. (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Pengelolaan sekolah jenjang SMA yang dikelola Provisi, dipastikan akan dimulai pada 2017 mendatang. Dengan pengelolaan tersebut, sekolah diharapkan tidak menurunkan intergritasnya. Apalagi aturan tersebut dilakukan untuk membantu dunia pendidikan.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas pendidikan Jateng Nurhadi Amiyanto. Menurutnya, diambil alihnya  SMA oleh provinsi seharusnya membuat kabupaten akan senang. Hal itu diyakininya lantaran kabupaten tidak perlu repot memikirkan jenjang pendidikan atas.

”Harusnya kabupaten kota bersyukur, sebab mereka hanya perlu fokus kepada tingkat dasar saja. Yakni pada tingkat SD dan jenjang SMP,” katanya kepada MuriaNewsCom

Sementara, untuk jenjang SMA akan lebih difokuskan oleh provinsi. Termasuk sarana dan kebutuhan lainnya termasuk dengan bidang pengajar juga akan menjadi tanggungjawab provinsi.

”Kan malah lebih fokus, hanya di tingkat dasar saja. Jika ada yang lulusan SMP tidak dapat melanjutkan sekolah akan menjadi tanggung jawab kami,” ujarnya

Sedangkan, lanjutnya, jika yang putus sekolah ditingkat dasar, maka akan menjadi kewenangan kabupaten untuk mengurusnya. Hanya, kemungkinan itu sangat kecil sebab lebih fokus pada jenjang dasar saja.

Dia menambahkan, meski dikelola provinsi, namun yang dididik juga siswa dari kabupaten tersebut. Sehingga tidak perlu dirisaukan tentang keberlangsungan peserta didik di kabupaten atau kota.

Editor: Supriyadi