Dinas Dagsar Kudus Jamin Besok Stan Dandangan Bakal Berdiri Penuh

Seorang pedagang mulai menjajahkan dagangannya menyambut tradisi dandangan di Jalan Sunan Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Seorang pedagang mulai menjajahkan dagangannya menyambut tradisi dandangan di Jalan Sunan Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Meski hingga 27 Mei masih terdapat 110 stan PKL Dandangan yang kosong, namun dipastikan oleh dinas akan terisi dalam waktu singkat. Bahkan, diyakini kalau besok (28/5/2016) sudah akan dipenuhi oleh pedagang.

Hal itu dipastikan Plt Dinas Perdagangan Dan Pengelolaan Pasar (Dagsar) Sudiharti melalui Kasi PKL pada Dinas Dagsar Imam Santoso. Menurutnya, tradisi Dandangan merupakan momen yang sangat ditunggu oleh masyarakat. Sehingga, pedagang memanfaatkan momen tersebut untuk berjualan.

”Masih banyak juga yang menunggu untuk membangun stan. Jadi kami bisa alihkan mereka yang sudah daftar dan tidak mau membangun dengan yang masuk daftar tunggu,” katanya kepada MuriaNewsCom

Menurutnya, tidak ada ceritanya kalau pedagang Dandangan akan sepi pembeli, sehingga semangat jualan menurun. Ini lantaran dandangan

Selain itu, kata dia, sejumlah pedagang juga masih ada yang belum mendirikan stan di kaplingnya. Sebab biasanya pedagang memilih waktu malam mendirikan karena tidak panas.

“Satu pedagang lebih dari satu kapling, sehingga akan penuh semuanya. Terlebih tahun ini peminatnya lebih Banyak ketimbang tahun sebelumnya,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Dinas Dagsar Pastikan Kuota BBM Hingga Lebaran di Kudus Tercukupi

Seorang pengendara sedang membeli BBM di salah satu SPBU di Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Seorang pengendara sedang membeli BBM di salah satu SPBU di Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom,  Kudus – Kuota BBM jenis Premium, Pertamax, dan Pertalite selama puasa hingga lebaran dipastikan akan tercukupi. Ini lantaran, pihak SPBU dipersilahkan meminta jenis BBM non subsidi langsung ke Pertamina.

Kasi Perdagangan Dalam Negeri pada Dinas Dagsar Sofyan Dhuhri mengungkapkan, selama ini setiap puasa hingga lebaran selalu terjadi penambahan kebutuhan. Sehingga, tiap tahun pula dilakukan penambahan 20 persen pasokan untuk jenis tersebut.

Namun, kebijakan tersebut tidak dilakukan tahun ini. Khusus untuk jenis BBM tersebut tidak dilakukan penambahan dalam jumlah pasti. Melainkan, tiap SPBU diperbolehkan meminta sesuai dengan kebutuhan SPBU masing masing.

“Jadi berapapun kebutuhan SPBU, bisa langsung dimintakan kepada Pertamina. Meskipun kebutuhan mencapai dua kali lipat sekaligus juga bakal dipenuhi,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Kebijakan itu dilakukan, lantaran pemerintah tidak lagi mensubsidi BBM jenis tersebut. Sehingga, berapapun kebutuhan akan diberikan lantaran tidak ada perhitungan pemakaian.

”Tidak adanya subsidi untuk BBM jenis Premium, Pertalite dan Pertamax juga berdampak pada jatah BBM di Kudus. Dengan pencabutan subsidi maka kuota BBM Selama setahun tidak diketahui,” ujarnya.

Menurut catatan, selama 2016 ini penyaluran BBM bervariatif tiap bulan. Seperti Premium misalnya, rata rata dalam tiap bulan disalurkan sejumlah 6, 2 juta liter tiap bulan di semua SPBU di Kudus.

Sedangkan untuk Pertalite, penyaluran tiap bulan rata rata di angka 456 ribu liter. Sedangkan Pertamax masing tunggu dengan penyaluran wisata. 1,1 juta liter tiap bulan.

Editor: Supriyadi

Begini Langkah Dinas Dagsar Kudus untuk Toko Modern yang Main-main dengan Harga

Seorang warga tengah mengamati harga saat berkunjung di supermarket. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Seorang warga tengah mengamati harga saat berkunjung di supermarket. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar berjanji bakal melakukan inspeksi mendadak (Sidak) terkait ketidak seuaian harga di lebel keranjang barang dengan kasir di toko modern. Ini dilakukan lantaran banyak keluhan maysrakat tentang perbedaan harga tersebut.

”Akibatnya, konsumen harus merogoh kocek lebih dalam untuk menyesuaikan harga. Hal tersbeut, jelas merugikan konsumen.  Karena itu dalam waktu dekat ini kami akan melakukan sidak harga,” kata Kasi perlindungan konsumen pada Dinas Dagsar Nuratri Sulistiyani.

Ia mengatakan, beberapa keluhan terkait hal itu sudah masuk kepadanya. Keluhan itu muncul, lantaran harga yang tercantum lebih murah dari yang dibayarkan di kasir.

“Kadang tulisan harga yang murah, makanya pembeli sangat tertarik. Ada pula yang promo, beli dua gratis satu. Namun setelah sampai kasir ternyata harganya lain,” katanya ujarnya.

Ia menyebutkan, kejadian seperti itu juga sempat dialaminya. Bahkan, ia sempat protes kepada kasir. Namun, jawaban kasir mengecewakan lantaran hanya menjawab tarif baru belum diganti.

Hal itu, kata dia bukan hanya terjadi di Minimarket. Namun di supermarket juga dapat menjalani hal tersebut. Mengenai tindakan yang dilakukan, pihak dinas sewaktu waktu bakal menindak lanjuti dengan melakukan sidak.

”Kalau susah merugikan konsumen ya, kami yang bertugas. Jadi,sewaktu waktu akan mendatangi toko untuk mengecek harga secara lansung. Jika harga beda maka dapat dilakukan proses hukum,” tegasnya.

Hanya, proses hukum tidak serta merta lansung dinaikan. Sebelumnya petugas akan memberikan pembinaan kepada toko terkait hal itu. Jika demikian hari terdakwa hal yang sama, maka proses hukum akan dilakukan.

Dia mengimbau kepada masyarakat agar dapat menjadi konsumen yang cerdas. Dengan demikian, maka konsumen tidak dirugikan dengan hal semacam itu

Selain itu pula, jika mendapati hal demikian agar langsung lapor kepada pihak terikat. Hal itu untuk membantu mengatasi permasalahan yang terjadi.

Editor: Supriyadi

Kabar Gembira, Dinas Dagsar Kudus Upayakan MCK untuk Pedagang Dandangan

Salah seorang pedagang sedang menata dagangannya menyambut dandangan, Rabu (4/5/2016). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Salah seorang pedagang sedang menata dagangannya menyambut dandangan, Rabu (4/5/2016). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus bakal mengupayakan adanya tempat Mandi Cuci Kakus (MCK) untuk pedagang dandangan. Hal itu lantaran kebutuhan MCK sangat penting untuk ratusan pedagang di sana.

Plt Kepala Dinas Dagsar Sudiharti mengungkapkan, MCK merupakan hal yang penting bagi pedagang. Karena itu, pemkab berupaya tiap tahun untuk selalu mengupayakan adanya MCK.

”Tahun ini, kami mengupayakan adanya MCKuntuk pedagang. Sehingga mereka leluasa untuk menggunakan tempat MCK sesuai kebutuhan,” katanya kepada MuriaNewsCom

Hanya, ia mengakui dandangan tahun lalu, pemkab belum memiliki tempat untuk MCK. Karena itu, tahun ini mulai melakukan pengadaan. ”Tahun lalu, kami berupaya meminjam ke provinsi, namun belum bisa dipenuhi,” ujarnya.

Sedangkan, untuk tahun ini, Dinas Dagsar akan meminjam ke BPBD terkait MCK tersebut. Nantinya, MCK akan ditempatkan di sejumlah titik yang terdapat Dandangan.

”Kita akan komunikasi terkait hal itu. Jadi, kita akan pinjam ke BPBD untuk MCK nya. Mudah mudahan tahun ini sudah bisa dilengkapi dengan MCK,” ungkapnya.

Mengenai kebutuhan MCK, sedikitnya di berbagai persimpangan membutuhkan toilet umum itu. Hanya, soal nanti yang dapat dipenuhi berapa masih belum final. Soalnya masih dilakukan persiapan lebih lanjut.

Editor: Supriyadi