Pria dan Wanita Tewas di Dalam Mobil Dekat Kawah Sikidang Dieng

MuriaNewsCom, Banjarnegara – Dua wisatawan ditemukan tak bernyawa di dalam mobil di dekat Kawah Sikidang, Dieng, Kabupayen Banjarnegara, Rabu (3/2/2018). Korban merupakan laki-laki dan perempuan, yang diketahui berasal dari Kabupaten Purworejo.

Dari kartu identitas yang ditemukan dari tubuh korban diketahui identitasnya yakni, Nurcholis (42) dan Mufidatun (44). Keduanya tercatat sebagai warga Desa Karangsari, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo.

Keduanya ditemukan tak bernyawa di dalam mobil Kijang berpelat nomor AB 1998 SH. Saat ditemukan pintu mobil dalam kondisi tertutup. Mobil itu terparkir di pinggir jalan masuk Kawah Sikidang,

Belum diketahui secara pasti penyebab kematian dua korban. Hingga saat ini aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan.

Berdasarkan keterangan Kepala Desa Dieng Kulon, Slamet Budiono, warga mengetahui mobil itu sudah berada di lokasi sejak Kamis (1/2/2018) malam. Namun warga tak menaruh curiga, dan baru pagi tadi mengatahui ada dua orang di dalamnya.

”Warga ada yang melihat mobil itu sejak Kamis malam sudah di situ (lokasi penemuan mayat),” katanya dilansir DetikCom.

Ia menduga, korban meninggal dunia bukan karena gas beracun dari Kawah Sikidang. Karena lokasi mobil masih cukup jauh dari bibir kawah. “Parkirnya memang di sekitar kawah Sikidang tetapi jaraknya cukup jauh sekitar setengah kilometer,” ujarnya.

Kapolres Banjarnegara AKBP Nona Pricilia Ohei membenarkan info tersebut. Dia mengatakan bahwa saat ditemukan warga, mobil dalam keadaan terkunci.

“Mobil dalam keadaan terkunci. Dugaan sementara orang itu istirahat dalam mobil, menghidupkan AC mobil dan tertidur. Belum diketahui pasti penyebabnya,” terangnya.

Peristiwa itu membuat heboh di kawasan Kawah Sikidang. Warga dan pengunjung memadati lokasi penemuan mayat. Kabar ini juga langsung beredar luas di media sosial.

Editor : Ali Muntoha

Gempa Tremor Terjadi di Kawah Sileri Dieng

Kawah Sileri Dieng. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Banjarnegara – Terjadinya gempa tremor di Kawah Sileri disebut baru pertama kalinya dalam sejarah. Kondisi ini yang pada akhirnya, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengubah radius aman dari 100 meter menjadi 1 kilometer dari bibir kawah.

Hal tersebut disampaikan Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Dieng, Surip, Sabtu (16/9/2017). Menurutnya, gempa tremor yang terjadi di kawah yang berada di Desa Kepakisan, Batur, Banjarnegara ini sudah terjadi sejak Rabu (13/9) pukul 20.45 WIB dan masih bertahan hingga saat ini.

“Ini pertama kalinya dalam sejarah terjadi gempa tremor di Kawah Sileri. Makanya, radius aman saat ini menjadi 1 kilometer dari bibir kawah,” jelasnya dikutip dari detik.com.

Berdasarkan pemantauan saat ini, kondisi di kawah Sileri masih sama hari sebelumnya, yakni masih terjadi aktivitas gempa tremor. Dikatakan Surip, saat letusan Kawah Sileri yang terjadi 2 Juli 2017 lalu, tidak ada gempa tremor sebelumnya. Saat itu, letusan kawah dipicu karena ada kenaikan suhu di kawah tersebut.

Selain kawah Sileri, yang juga menjadi pantauan adalah Kawah Timbang. Meski saat kawah tersebut dalam kondisi normal, namun ancaman gas beracun membuat warga diminta untuk tidak menggali tanah dengan kedalaman lebih dari 1 meter di sekitar kawah. Sebab, tempat tersebut masih berpotensi bahaya gas CO2 dan H2S.

“Sebenarnya, himbauan ini sudah lama. Tetapi kami terus mengingatkan agar tidak sembarangan menggali tanah di sekitar Kawah Timbang,” terangnya. 

Editor : Akrom Hazami

Kini Objek Wisata Dieng Wonosobo Bebas Sampah

Polisi, TNI, dan warga gotong-royong membersihkan sampah di Dieng, Wonosobo. (wonosobokab.go.id)

MuriaNewsCom, Wonosobo – Masyarakat di kawasan wisata Dieng Kabupaten Wonosobo, yakni Desa Sembungan, Sikunang, Jojogan, Patak Banteng, Parikesit, dan Dieng Wetan menyepakati komitmen bersama untuk mewujudkan Dieng yang bersih tanpa sampah melalui deklarasi “Dieng Bersih Harga Mati”.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Wonosobo, One Andang Wardoyo di Wonosobo, mengatakan deklarasi tersebut sebagai langkah maju yang sangat berarti bagi upaya memajukan Dieng sebagai salah satu destinasi wisata unggulan berkelas internasional.

Ia menuturkan langkah tersebut secepatnya bakal diikuti dengan pembangunan tempat pembuangan akhir sementara (TPAS) yang rencananya berlokasi di Dusun Siterus, Desa Sikunang.

“Tentu kami bersyukur langkah untuk membenahi masalah sampah di kawasan wisata Dieng ini mendapat dukungan dari warga masyarakat, bahkan kemudian tumbuh kesadaran untuk mendeklarasikan Dieng Bersih Harga Mati,” katanya dikutip dari Antarajateng.com.

Ia berharap ke depan komitmen masyarakat untuk bersama-sama pemerintah kabupaten menjaga Dieng agar tetap bersih terus dipertahankan sehingga wisatawan yang berkunjung ke juga merasakan kenyamanan serta menambah masa kunjungannya.

“Semakin lama wisatawan tinggal di Dieng, imbasnya tentu ke perputaran ekonomi masyarakat juga,” katanya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Pemkab Wonosobo, Supriyanto mengatakan tumbuhnya kesadaran warga untuk mendukung Dieng bersih memang tidak dapat serta merta, melainkan memerlukan proses dan tahapan berjenjang.

Ia menuturkan nantinya langkah pemkab membangun TPAS di Siterus juga melibatkan keenam desa tersebut, termasuk dalam hal keterlibatan dana transfer desa untuk pembangunan tempat penampungan sampah terpadu (TPST) di desa masing-masing.

“Tahapan sebelum sampah dibuang di TPAS, masyarakat harus mampu memilah sampah di tingkat keluarga, apakah masih dapat dimanfaatkan atau tidak, termasuk apakah dapat diolah kembali menjadi produk yang bernilai manfaat dan ekonomi,” katanya.

Ia mengatakan lokasi TPAS yang rencananya didirikan di Siterus seluas 2.000 meter persegi telah disepakati warga. Ia berharap dengan adanya TPAS tersebut, residu sampah yang nantinya harus dibuang di TPA Wonorejo bakal berkurang drastis sehingga mampu mengurangi dampak lingkungan.

Editor : Akrom Hazami