Diancam Dibunuh, Timses Masan-Noor Yasin Bersiap Melapor ke Kapolres Kudus

MuriaNewsCom, Kudus – Amat Sholeh seorang tim sukses Paslon Cabup Kudus Masan-Nor Yasin, merasa tidak aman lantaran diancam akan dibunuh. Ancaman tersebut diterimanya, karena ia dituduh melakukan black campaign terhadap pasangan calon lain.

Kepada MuriaNewsCom, ancaman itu dilakukan oleh dua orang yang mendatangi rumahnya, pada hari Selasa (20/3/2018). Saat itu karena sedang tak berada di rumah, ia tak menemui pengancamnya.

“Saat itu yang ada di rumah adalah istri saya dan anak saya yang nomor dua. Di situ istri saya dan seluruh keluarga diancam dibunuh karena dituduh menjelek-jelekan seorang pasangan calon. Perkataanya sih enak saja, mau dipecok-pecok, tak pateni apa tak tebas kabe saomah (mau dicacah-cacah, dibunuh atau saya tebas seluruh anggota keluarga,” ujarnya, Jumat sore (23/3/2018).

Amat mengaku, hal itu berasal dari seorang timses pasangan calon lawan. Lantaran, mobil yang digunakan oleh pengancamnya di-branding dengan gambar paslon lain.

“Tapi saya tidak tahu apakah (mobil branding) itu, benar milik timses paslon itu atau tidak saya tidak tahu. Itu nanti biar penyidik yang mengungkapnya,” imbuhnya.

Ia sejatinya melaporkan kasus yang menimpanya pada Kamis (22/3/2018). Namun saat hendak melaporkannya di Polres Kudus, ia diarahkan menuju Panwaslu Kudus.

“Ketika hendak melaporkan ke Panwaslu, mereka justru mengarahkan pelaporan ke Polisi kembali. Kemudian di kantor Polisi, saya disuruh membuat aduan. Ya ini nanti rencananya besok Senin, saya akan mengadu ke Kapolres Kudus terkait kasus ini,” urainya.

Editor: Supriyadi

Dukun Pengganda Uang Ini Suruh Korbannya Sembah Pohon Sebelum Dihabisi

Pelaku pembunuhan dengan modus penggandaan uang diamankan di Mapolres Batang. (Tribratanews Polda Jateng)

MuriaNewsCom, Batang – Jajaran Satreskrim Polres Batang, membekuk Muslimin (45), warga Sawangan, Batang dukun pengganda uang yang telah membunuh Restu Novianto, warga Desa Plelen Kecamatan Gringsing, Batang.

Tak hanya satu, ternyata dukun gadungan itu juga membunuh Slamet (55), warga Dukuh Sambungrejo Desa Sawangan Kecamatan Gringsing. Mayat korban ditemukan terkubur di sebuah kebun sengon di Dukuh Sambungrejo, Desa Sawangan, Gringsing, Batang. , Rabu (13/12/2017)

Restu dibunuh dengan cara dipukul menggunakan gagang cangkul, setelah marah karena pelaku tak bisa menggandakan uang. Sebelum dibunuh korban diajak korban melakukan ritual penggandaan uang dengan menyembah pohon sengon.

Korban sendiri tergiur, karena pelaku menjanjikan bisa menggandakan uangnya menjadi Rp 1 triliun.

Saat diiterogasi Kasat Reskrim Polres Batang, AKP Eko Marudin, Kamis (14/12/2017) pelaku mengakui semua apa yang telah dilakukannya. Ia menyebut, sebelum memebunuh Restu, ia mengajak korban melakukan ritual.

”Pertama, kita gali lubang 1×2 meter. Kedalamannya setengah meter untuk tempat uang. Setelah itu duduk menghadap pohon sambil menyembah. Siapa tahu bisa mendatangkan rezeki. Dia (korban) minta Rp 1 triliun,” akunya.

Ritual itu, kata Muslimin dilakukan selama 1 jam. Karena tak ada yang terjadi, maka Restu marah kepada pelaku.

Proses evakuasi jenazah yang diduga korban kedua dukun pengganda uang di Batang. (Tribratanews Polda Jateng)

Hingga akhirnya korban dipukul menggunakan gagang cangkul hingga pingsan. Kemudian tubuh Restu digulingkan ke lubang begitu saja, sebelum akhirnya ditutup tanah dan pohon pisang.

Sementara Kapolsek Gringsing, AKP ASugiyanto mengatakan, pihaknya terus mengembangkan kasus ini. Ia mengatakan, penemuan korban kedua (Slamet) berawal dari aduan istri korban yang hilang selama tiga tahun setelah menemui pelaku.

“Suaminya hilang sejak tiga tahun lamanya. Ia mencurigai, kalau korban ini termasuk korban pembunuhan yang dilakukan oleh pelaku M. Akhirnya, dari situlah kita lakukan penyelidikan,” kata Kamis (14/12/2017).

Saat itu pelaku bekerja sebagai penjaga kandang ayam di Dukuh Sambungrejo, Desa Sawangan, Gringsing. Pada 28 Desember 2014, Slamet pamit akan menemui pelaku. Namun sejak saat itu Slamet tidak pernah kembali lagi dan tak bisa dihubungi.

“Istri korban sempat datang ke kandang ayam dan menanyakan keberadaan suaminya. Pelaku menjawab suaminya pergi merantau ke Malaysia, dan Ia pun percaya akan perkataan pelaku,” jelas kapolsek. 

Setelah dilakukan penyelidikan akhirnya diketahui lokasi penguburan korban, yang tak jauh dari kandang ayam. Lokasi kuburan ditemukan Rabu kemarin, namun proses evakuasi baru dilakukan hari ini oleh tim DVI Polda Jateng.

Editor : Ali Muntoha