Dilaporkan Soal Ijazah Palsu, Begini Respon Wabup Jepara

Wakil Bupati  Jepara Andi Kristiandi. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Jepara – Dugaan adanya pejabat di Kabupaten Jepara yang menggunakan ijazah palsu kembali mengemuka. Wakil Bupati Jepara Dian Kristiandi menduga ada politisasi dibalik pelaporan tersebut. 

Desas-desus penggunaan ijazah palsu, sempat mencuat setelah pasangan Ahmad Marzuqi dan Dian Kristiandi ditetapkan sebagai bupati-wakil bupati terpilih tahun 2017. Namun hal itu menguap tanpa kejelasan.

Belakangan, sebuah lembaga swadaya masyarakat mengklaim telah melaporkan dugaan penggunaan ijazah palsu oleh pejabat DPRD dan KPU Jepara, kepada Polda Jawa Tengah.  

“Di dunia ini apa sih yang tak terkait dengan politik, semuanya ada unsur politik,” kata Dian Kristiandi, Wakil Bupati Jepara, Kamis (14/9/2017). 

Ia mengatakan, yang berwenang mengeluarkan ijazah adalah universitas. Sehingga dirinya menyarankan mengklarifikasi hal tersebut kepada universitas yang bersangkutan. 

“Tanya saja sama universitas. Silakan klarifikasi sama universitas. Saya tidak tahu wong dikeluarkan seperti itu, apakah tiba-tiba (universitas) keluarkan tanpa komunikasi dan proses? Kalaupun salah, salahnya di mana,” imbuhnya. 

Lebih lanjut, Dian mempersilakan proses hukum berjalan. “Yang bisa mengatakan salah itu kan pengadilan, kita menghormati proses hukum kok,” pungkas Wakil Bupati. 

Sebelumnya, dikutip dari Media Indonesia, sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Peduli Jepara mendatangi Kepolisian Daerah Jateng di Jalan Pahlawan Semarang, Selasa (22/8/2017).

Mereka melaporkan dugaan ijazah palsu Wakil Bupati Jepara Kristiandi dan berharap polisi segera mengusut kepemilikan gelar sarjana yang bersangkutan.

“Kami berharap, kepolisian bisa mengusut tuntas adanya dugaan ijazah palsu yang dilakukan Wakil Bupati Jepara,” kata Yusak, Ketua Alisansi Peduli Jepara seusai menyerahkan laporan ke Mapolda Jateng.

Menurutnya, dugaan ijazah palsu di Kabupaten Jepara ternyata tidak hanya dilakukan wakil bupati, tetapi juga sejumlah pejabat eselon dua dan tiga.

“Kalau kepolisian mau mengusut, kami siap untuk menunjukkan bukti-bukti,” kata Yusak.

Pimpinan Rumah Peradaban Jepara, Nor Kamal juga meminta hal yang sama. Sebelum melaporkan ke Polda Jateng, pihaknya sudah melakukan penelusuran. Kuat dugaan, ke-18 pejabat itu menggunakan ijazah palsu.

Dari penelusuran, ijazah itu diterbitkan Universitas Sultan Fatah (Unisfat) Demak 2009. Ada kejanggalan, sebab ke-18 pejabat itu hanya mengemban kuliah selama 8 bulan sebelum mendapat ijazah.

Sementara itu Dekan Fakultas Ekonomi dan Sosial Unisfat, Teguh Edhie Wibowo membantah ijazah palsu itu. Dia menyebut ke-18 pejabat itu pindahan. “Mereka merupakan pindahan dari perguruan tinggi di Jawa Timur,” tandas Teguh Edhie.

Editor: Supriyadi

Dian Kristiandi Tepis Anggapan Pencalonan Marzuqi untuk Memuluskan Jalan Menuju Kursi Bupati Jepara

Wakil Bupati  Jepara Andi Kristiandi. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Jepara – Mendaftarnya Bupati Jepara Ahmad Marzuqi sebagai calon wakil Gubernur Jawa Tengah dari PDI Perjuangan ternyata membuat banyak rumor di kalangan masyarakat. Yang paling santer, pencalonan tersebut dikait-kaitkan dengan wakil bupati Dian Kristiandi.

Politisi PDIP itu dinilai menjadi otak politik supaya ia bisa naik pangkat sebagai bupati. Hanya saja, anggapan tersebut langsung ditepis oleh mantan Ketua DPRD Jepara itu.

“Itu sudah menjadi rahasia umum, namun saya tegaskan hal itu tidak benar,” katanya, Selasa (22/8/2017).

Hingga kini, lanjutnya, pihaknya bahkan masih melakoni tugas sebagai wakil bupati. Ia bahkan selalu mengedepankan komunikasi dan selalu bekerjasama sebelum bergerak.

”Jadi tidak pernah bergerak sendiri-sendiri. Kalau ada perkembangan suatu proyek atau kebijakan saya laporkan ke Bupati,” tegas dia.

Baca Juga : Marzuqi Sempat Galau Sebelum Ambil Formulir Cawagub dari PDIP

Akan tetapi, pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDIP Jepara ini sempat kaget saat mendengar keputusan partner kerjanya nyalon sebagai Cawagub Jawa Tengah. Ia mengaku tak diberitahu ataupun dimintai pertimbangan sebelumnya.

“Saya dengar malah dari orang lain, bahwa Pak Bupati nyalon. Maka saya telpon Pak Marzuqi lalu saya bilang, halo pak wagub. Hanya itu saja,” kata Dian berseloroh.

Sebelumnya, Kamis (10/8/2017) lalu, Marzuqi mengembalikan formulir pendaftaran bakal Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Jawa Tengah ke Kantor DPD PDI Perjuangan Jateng, di Panti Marhaen Kota Semarang.

Dalam pengembalian formulir dan berkas-berkas pendaftaran tersebut, Marzuqi ditemani tokoh dari DPC PDIP Jepara, PPP, Fatayat NU, Muslimat, Wanita PPP, KNPI dan sanggar seni budaya, serta alim ulama berikut tokoh masyarakat.

Wakil Bupati Dian Kristiandi juga ikut mendampingi. Total ada sekitar 850 orang yang mendampingi dengan menumpang 17 bus.

Editor: Supriyadi

Genjot Ekonomi Daerah, Pemkab Jepara Benahi Infrastruktur Destinasi Wisata

Wakil Bupati Jepara Dian Kristiandi (berpeci) saat meninjau hutan wisata Wana Pinus Setro yang berada di Desa Batealit, Kecamatan Batealit, Selasa (8/8/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara mulai serius menggarap infrastruktur pendukung pariwisata. Tidak hanya wisata mainstream seperti pantai, wilayah pegunungan juga akan mendapatkan porsi serupa dalam pembangunan akses jalan. 

Seperti yang dilakukan oleh Wakil Bupati Jepara Dian Kristiandi, Selasa (8/8/2017), ia meninjau hutan wisata Wana Pinus Setro yang berada di Desa Batealit, Kecamatan Batealit. Menurutnya, lokasi hutan milik Perhutani cocok dikembangkan sebagai wisata alam. 

“Maka pembangunan infrastruktur menuju tempat yang berpotensi wisata seperti ini penting dilakukan. Dalam lima tahun ke depan untuk pembangunan infrastruktur menuju tempat yang memiliki potensi wisata akan kita percepat,” ujarnya.  

Ia berujar, untuk mengoptimalkan potensi alam di hutan pinus Batealit pihaknya akan bekerjasama dengan pihak Perhutani. Selain itu, dengan pelestarian hutan ini, bisa menjadi paru-paru bagi Kota Jepara dalam menghadapi pemanasan global, ungkap Dian. 

Politisi PDIP itu mengatakan, pariwisata merupakan denyut perekonomian kabupaten Jepara. Namun dalam pengembangannya, sektor infrastruktur mutlak dibenahi. 

“Pariwisata harus ditopang dengan bidang lain, satu di antaranya adalah infrastruktur. Sebab dengan infrastruktur yang baik tentu akan memudahkan pelancong lokal maupun mancanegara datang dan berkunjung ke lokasi wisata,” tutur dia.

Selain itu, Dian juga menyoroti pentingnya sumber  daya manusia dalam mendorong berkembangnya sektor pariwisata.

“Masyarakat juga penting untuk ditingkatkan kesadarannya dalam kepariwisataan. Berkembangnya kelompok masyarakat sadar wisata merupakan pelopor yang akan menyosialisasikan dan memromosikan sejumlah obyek wisata di daerah ini,” paparnya.

Editor: Supriyadi