Diyakini Ada Bekas Kerajaan Dewata Cengkar di Balik Kemunculan Sendang Biru di Banjarejo Grobogan

Sejumlah pekerja sedang bersiap membuat kerangka pondasi di lokasi sendang biru Banjarejo (kanan), Selasa (20/09/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Sejumlah pekerja sedang bersiap membuat kerangka pondasi di lokasi sendang biru Banjarejo (kanan), Selasa (20/09/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Fenomena munculnya sendang yang airnya berwarna kebiru-biruan di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, Grobogan, ternyata tidak hanya mengundang daya tarik banyak orang. Tetapi, munculnya sendang itu juga memicu banyak komentar dari masyarakat.

Banyak warga menyakini jika di sekitar sendang tersebut ada bekas bangunan kerajaan masa lampau. Tepatnya, Kerajaan Medang Kamulan yang dulunya dipimpin raja raksasa Prabu Dewata Cengkar.

“Saya sangat yakin jika dieksplorasi lebih lanjut, tidak jauh dari lokasi sendang pasti ditemukan peninggalan bersejarah. Terutama, peninggalan bekas Kerajaan Medang Kamulan. Baik ketika dipimpin Dewata Cengkar maupun setelah era Aji Saka,” kata Busroni, juru kunci batu pasujudan Aji Saka yang berada di Dusun Medang, Desa Banjarejo.

Menurut Busroni, berdasarkan keyakinan warga selama ini, lokasi keraton utama Kerajaan Medang Kamulan memang berada di Desa Banjarejo, tepatnya di Dusun Medang. Hal ini juga diperkuat dengan banyaknya penemuan benda peninggalan masa lalu di situ dalam beberapa tahun terakhir.

Seperti, aneka perhiasan emas, arca, guci, piring dan bekas bangunan kuno. Penemuan paling besar adalah pondasi batu bata kuno disebelah timur Dusun Medang tahun lalu.

Mengenai keberadaan sendang, lanjut Busroni, dinilai merupakan sebuah kebutuhan vital bagi kehidupan masyarakat. Oleh sebab itu, sangat beralasan jika ada sebuah kerajaan atau perkampungan besar yang berdiri di dekat sumber mata air.

“Dari penerawangan saya, di sekitar sendang memang ada sesuatu yang tersembunyi. Saya yakin, suatu saat nanti, misteri di dekat sendang di Dusun Peting itu akan terungkap,” katanya dengan nada tegas.

Beberapa warga juga meyakini jika di dekat sendang ada sebuah peradaban masa lalu. Bahkan, ada yang menyebutkan jika sendang itu jadi sumber air utama bagi kerajaan yang berdiri di situ.

“Segala kemungkinan terkait sendang ini bisa saja terjadi. Kalau saya mengira, dekat sendang sini ada tempat pemandian putri bangsawan,” kata Sumitro, warga setempat.

Sementara itu, Kades Banjarejo Ahmad Taufik menyatakan, sejauh ini, sudah ada penemuan benda kuno di wilayah Dusun Peting. Namun, kebanyakan adalah penemuan benda purbakala berupa fosil hewan purba.

Meski demikian, bukan hal yang mustahil jika nantinya ada penemuan bekas kerajaan yang ada di dekat sendang tersebut. Sebab, selama ini, kebanyakan benda purba yang ditemukan berada di wilayah perkampungan.

“Penemuan benda purba di sini berada di bagian utara Dusun Peting atau perkampungan. Sementara di areal sawah yang berada di sebelah selatan dusun memang belum banyak muncul penemuan benda purbakala atau cagar budaya. Fenomena paling istimewa di situ baru sendang biru,” katanya.

Taufik menyatakan, saat melakukan pelebaran mata air menggunakan alat berat, juga tidak ditemukan benda kuno di sekitar situ. Padahal, lokasi pelebaran juga cukup luas. Dari ukuran semula 2 x 2 meter dengan kedalaman 2,5 meter sekarang jadi 4 x 8 meter dengan kedalaman hampir 5 meter.“Saat ini, air sendang sedang kita kuras. Soalnya, sekeliling sendang akan kita pasang tembok,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

Ini Cerita Mistis Dibalik Penemuan Arca Kepala ‘Dewata Cengkar’

Arca yang ditemukan oleh warga Desa Banjarejo (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Arca yang ditemukan oleh warga Desa Banjarejo (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Ada cerita menarik dibalik penemuan arca yang diyakini rupa dari Prabu Dewata Cengkar. Penguasa Kerajaan Medang Kamulan masa lampau yang diyakini lokasinya berada di Desa Banjarejo tersebut.

Dimana, beberapa hari sebelumnya, orang yang menemukan itu berada di sawah hingga menjelang senja. Saat istirahat melepas lelah di pematang sebelum pulang, orang tersebut samar-samar melihat ada sosok orang menari yang tiba-tiba muncul disitu dan terlihat dari kejauhan. Saat mau diperhatikan lebih jelas, sosok yang dilihat dari jarak sekitar 200 meter itu tiba-tiba menghilang ke dalam tanah.

“Karena cuaca sudah agak gelap, warga tersebut memutuskan pulang dan menceritakan kejadian itu pada beberapa orang. Keesokan harinya, tempat lenyapnya orang menari itu kemudian digali sekitar dua meter dan akhirnya ketemu arca ini,” kata Ahmad Taufik, Kepala Desa Banjarejo.

Dirinya juga menyatakan, jika arca itu ditemukan warganya sekitar dua hari lalu. Lokasi penemuannya sekitar 300 meter di sebelah selatan bangunan kuno dari tatatan batu bata di Dusun Nganggil. Lokasi penemuan arca itu di areal persawahan yang sudah masuk wilayah Dusun Medang Kamulan.

“Minggu depan, rencananya akan ada tim dari Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran yang mau melakukan sosialisasi di Banjarejo. Kemungkinan, mereka nanti tahu banyak mengenai sosok arca ini,” terangnya. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)