2 Pemilik Akun FB yang Menyebut Grinting Brebes Desa Pengemis Ditangkap Polisi

Warga berada di depan gapura Desa Grinting, Bulakamba, Brebes. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Brebes – Polres Brebes akhirnya bertindak usai laporan warga Desa Grinting ihwal penyebutan kampung tersebut sebagai desa pengemis oleh pemilik akun Facebook. Tercatat, ada tiga pemilik akun. Saat ini, polisi telah mengamankan dua pemilik akun. Mereka adalah Bagus Berani Mati dan Tri Oktaviani.

Kasat Reskrim Polres Brebes AKP Arwansa mengatakan, polisi telah mengamankan dua orang pemilik akun FB. “Mereka kami amankan setelah ada laporan dari warga Grinting,” ujar Arwansa, Sabtu (9/9/2017).  Keduanya ditangkap di rumahnya yakni di Desa Kubangpari dan Sidamulya, Jumat malam. Saat ini, mereka berdua dibawa ke ruang Reskrim Polres Brebes.

Sementara itu, Kepala Desa Grinting, Suhartono, mengatakan, polisi telah menangkap dua orang pemilik akun FB yang menjelekkan nama kampungnya. Sebab, apa yang mereka unggah di FB amat menyakitkan warga desanya. 

Info yang dihimpun, para pemerintah desa yang terkait seperti Desa Grinting, Sidamulya dan Kubangpari melakukan pertemuan guna menyelesaikan masalah. Sebelumnya, gara-gara ulah dari warganet pengguna Facebook, masyarakat Desa Grinting, Kecamatan Bulakamba, Brebes, meradang. Mereka akan melaporkan ulah warganet kepada polisi karena dugaan melanggar UU ITE terkait ujaran kebencian di media sosial.

Warga telah beraudiensi dengan pemerintah desa bersama Muspika Kecamatan Bulakamba dan perwakilan Polres Brebes. Mereka marah atas ungkapan pelaku ujaran kebencian di media sosial. Lantaran pelaku menyebut Grinting adalah desa pengemis, Jumat (9/9/2017).

Salah seorang warga, Bagus Handoko mengatakan ada tiga pengguna Facebook yang melontarkan hal tersebut. Warga desa sudah menunggu itikad baik pelaku tapi masih diabaikan. Audiensi dilakukan guna menghindari tindakan persekusi warga ke pelaku.

Editor : Akrom Hazami

Baca : Gara-gara Disebut Desa Pengemis di Facebook, Warga Grinting Brebes Marah

 

Gara-gara Disebut Desa Pengemis di Facebook, Warga Grinting Brebes Marah

Tangkapan layar Facebook

MuriaNewsCom, Brebes – Gara-gara ulah dari warganet pengguna Facebook, masyarakat Desa Grinting, Kecamatan Bulakamba, Brebes, meradang. Mereka akan melaporkan ulah warganet kepada polisi karena dugaan melanggar UU ITE terkait ujaran kebencian di media sosial.

Sebelumnya, warga beraudiensi dengan pemerintah desa bersama Muspika Kecamatan Bulakamba dan perwakilan Polres Brebes. Mereka marah atas ungkapan pelaku ujaran kebencian di media sosial. Lantaran pelaku menyebut Grinting adalah desa pengemis, Jumat (9/9/2017).

Salah seorang warga, Bagus Handoko mengatakan ada tiga pengguna Facebook yang melontarkan hal tersebut. Warga desa sudah menunggu itikad baik pelaku tapi masih diabaikan. Audiensi dilakukan guna menghindari tindakan persekusi warga ke pelaku.

“Ada tiga pelaku yang kami anggap menghina Desa Grinting dengan mengungkapkan kata-kata yang memancing kemarahan warga. Karenanya, kami minta mereka untuk meminta maaf secara terbuka dan mengunggah berita positif Desa Grinting selama satu bulan,” kata Bagus.

Baca : Bebas dari Penjara, Tamzil Kini Nyalon Lagi jadi Bupati Kudus

Kepala Desa Grinting Suhartono mengaku kecewa atas perlakukan pemilik akun medsos itu. Saat ini, pihak desa terus membenahi diri dan memulihkan stigma sebagai kampung pengemis. Pihaknya sudah melakukan pembenahan ekonomi warga.

“Kami juga memberdayakan usaha kecil menengah (UKM), sudah punya BUMDes, dan punya banyak prestasi seperti kemarin menjadi juara lomba desa di tingkat kabupaten. Karena itu kami kecewa jika ada julukan-julukan yang tidak baik dengan desa kami,” paparnya.

Kabag Ops Polres Brebes Kompol Supriyadi mengingatkan masyarakat melapor ke pihak berwenang. Polisi minta warga jangan sampai terjebak dan terprovokasi oleh akun-akun media sosial.

“Jika memang melanggar Pasal 45 ayat (2) UU No 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik, kami akan menindak pelaku,” ucapnya.

Editor : Akrom Hazami