Akses Keuangan Daerah Dipercepat, Tim Kudus Pandai Dilantik

kudus-pandai

Bupati Kudus Musthofa saat menghadiri kegiatan pelantikan anggota Kudus Pandai di pendapa setempat, Jumat. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Puluhan anggota Kudus Pandai, dilantik di pendapa setempat, Jumat (28/10/2016). Pelantikan dipimpin oleh Bupati Kudus  Musthofa usai upacara Hari Sumpah Pemuda.

M Ihsanuddin, Ketua Regional 3 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jateng DIY saat pengukuhan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) mengatakan, tim yang beranggotakan pejabat Pemkab Kudus dan praktisi industri jasa keuangan di Kudus ini memiliki tugas memberikan edukasi ke masyarakat, termasuk para siswa mengenai perencanaan keuangan yang baik.

“Industri jasa keuangan yang ada di daerah, di antaranya perbankan, asuransi, pegadaian serta berbagai industri keuangan lainnya, terus didorong agar tumbuh dengan baik. Sehingga nantinya mampu memberikan kontribusi pada perekonomian daerah,” kata Ihsanuddin di lokasi.

OJK menilai Kudus memiliki literasi keuangan yang baik. Baik itu pengetahuan masyarakat maupun kondisi industri keuangan yang sehat. Sehingga Kudus ini layak menjadi kabupaten percontohan. Baik di level provinsi bahkan di level Nasional.

“Indonesia baru mencapai 21 persen. Bahkan di Jawa Tengah masih di bawah nasional. Yaitu 19 persen. Inilah yang menjadi tantangan di Kudus. Termasuk tantangan TPAKD yang bukan hanya seremonial. Tetapi segera menetapkan program nyata,” ujarnya.

Sementara itu, Musthofa berharap nanti masyarakat Kudus bisa melek keuangan dengan jumlah 60 atau 70 persen. Untuk itu banyak upaya yang dilakukan, seperti  pola pikir dan memberikan edukasi ke masyarakat pelaku UMKM. Yaitu dengan pemberian Kredit Usaha Produktif (KUP).

Adanya Desa Pandai OJK ini merupakan gagasan bagus. Dirinya berharap, kerangka besar Desa Pandai bisa menyejahterakan masyarakat. Salah satunya menjadikan masyarakat Kudus melek lembaga keuangan.

Dia menambahkan, Desa Pandai ini meliputi banyak indikator. Secara umum mengarah pada hidup berencana dengan cermat mempersiapkan masa depan.

Editor : Akrom Hazami

Bupati Kudus Sambut Baik Desa Pandai

Bupati Kudus Musthofa saat menyambut Desa Pandai, di wilayahnya, Kamis. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Bupati Kudus Musthofa saat menyambut Desa Pandai, di wilayahnya, Kamis. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Bupati Kudus Musthofa menyambut baik niatan dari OJK guna membuat Desa Pandai di Kudus. Pihaknya senang, lantaran Kudus Mampu menjadi percontohan hal yang positif.

“Kami bersyukur, sepanjang saya menjabat jadi bupati, baru Kudus yang mendapatkan hal semacam ini,” katanya kepada MuriaNewsCom saat bersama OJK.

Menurutnya, hal tersebut perlu disikapi dengan positif. Tugas pemda ke depan nantinya menyambut baik, serta mencontohkan dengan cara hidup disiplin.

Menurutnya, sebenarnya upaya sudah banyak dilakukan untuk memajukan desa. Hal itu dilakukan dengan berbagai program pemerintah yang digunakan untuk rakyat Kudus.

Sedangakan mengenai tim khusus tersebut. Rencananya akan ditemukan besok. Hal itu guna mempercepat proses bergeraknya tim.

“Ada banyak yang masuk dalam tim. Termasuk juga dengan OJK serta Pemkab Kudus,” imbuhnya

Ketua Dewan Audit Anggota Dewan komisioner OJK Pusat Ilya Avianti menambahkan, Kudus dipilih berdasarkan masukan dari OJK Jateng. Untuk itulah OJK Pusat menyempatkan diri untuk datang.

“Kudus ini bagus, kota kecil yang penduduknya sekitar 800 ribu, namun sudah maju. Masyarakat juga mandiri sehingga perlu dibuat Desa Pandai,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami

Digandeng OJK, Kudus Bakal Punya Desa Pandai

Bupati Kudus Musthofa saat membicarakan soal Desa Pandai, di kabupaten setempat. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Bupati Kudus Musthofa saat membicarakan soal Desa Pandai, di kabupaten setempat. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Otoritas Jasa keuangan (OJK) Pusat mendatangi Pemkab Kudus, Kamis (27/10/2016). Kedatangan OJK tersebut bermaksud untuk membicarakan tentang Desa Pandai di Kudus.

Ketua Dewan Audit Anggota Dewan komisioner OJK Pusat Ilya Avianti mengatakan, Desa Pandai nantinya dapat menjadi percontohan tingkat Jateng, Nasional bahkan Internasional. Sementara ini, masih dipersiapakan guna menjalankan Desa Pandai itu.

“Ada beberapa desa yang sedang kami seleksi. Terdapat kriteria juga yang harus dipenuhi, untuk itulah kami akan datang langsung ke lokasi guna melihat langsung,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, terdapat beberapa poin gambaran terkait hal itu. Di antaranya adalah dengan mengajarkan suatu desa gemar menabung, termasuk dari kalangan anak-anak hingga dewasa dan ibu rumah tangga.

Dengan Desa Pandai juga, nantinya keluarga diharapkan lebih kreatif dalam bidang keuangan. Seperti halnya saat butuh modal, maka lebih pandai untuk mendapatkan biaya.

Muhammad Ihsan, ketua OJK Jateng menambahkan, Desa Pandai nantinya, mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sebab banyak hal yang disentuh, termasuk dunia industri.

“Jadi di desa yang terpilih nantinya bisa melek keuangan dan juga mandiri. Hal itulah yang dapat menjadi percontohan nantinya,” ungkapnya.

Untuk melancarkan progam tersebut, tim khusus sedang disusun. Rencananya tim akan diresmikan dalam waktu dekat ini sebagai awal gerakan.

Editor : Akrom Hazami