Pemdes Kutuk Enggak Mau Ketinggalan TMMD

Kegiatan TMMD di Desa Kutuk, Kecamatan Undaan, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kegiatan TMMD di Desa Kutuk, Kecamatan Undaan, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Kepala Desa Kutuk, Kecamatan Undaan, Kudus, Supardiyono siap bekerjasama untuk menyelesaikan pembangunan jalan desa di program TMMD.

“Sebagai desa yang disasar oleh program TMMD ini, pastinya kami siap untuk bisa bekerjasama atau sambatan dengan TNI. Sehingga semua masyarakat akan kita imbau agar ditugaskan untuk ikut berperan serta dalam proses pembangunan ini,” kata Supardiyono.

Sementara itu, dirinya juga sangat berterima kasih kepada pemerintah provinsi,pemerintah kabupaten dan masyarakat. Sebab peranan mereka sangat besar pada pembangunan. Terutama di TMMD.

“Kita patut syukur dan terima kasih kepada pemerintah yang ada. Sebab program TMMD ini bisa berjalan. Dan nantinya di saat sudah selesai pembangunan tentunya akan memberikan dampak positif terhadap kemajuan desa. Terlebih menuju desa yang sejahtera dan Kudus yang baik,”ujarnya.

Pada intinya, pembangunan ini bukan hanya sebagai tugas TNI dan pemerintah. Melainkan semua kalangan yang ada.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :

Jalan Mulus Desa di Kutuk Undaan Bukan lagi Mimpi 

Jalan Mulus Desa di Kutuk Undaan Bukan lagi Mimpi

Kegiatan TMMD di Desa Kutuk, Kecamatan Undaan, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kegiatan TMMD di Desa Kutuk, Kecamatan Undaan, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang dilakukan oleh jajaran Kodim 0722/Kudus, Korem 073/Makutarama, dibuka di Desa Kutuk, Kecamatan Undaan, Kudus, Selasa (3/5/2016). Kegiatan yang akan diadakan hingga Senin (23/5/2016) tersebut akan memfokuskan pembangunan jalan desa yang berada di wilayah RW 1 Desa Kutuk.

Komandan Kodim 0722/Kudus Letkol Czi Gunawan Yudha Kusuma mengatakan, kegiatan TMMD Sengkuyung I tahun 2016 ini merupakan acara rutin tahunan TNI. “Namun dalam kegiatan ini juga tidak terlepas dari peran pemerintah daerah provinsi, pemerintah daerah Kudus, dan masyarakat yang ada,” katanya.

Dari informasi yang dihimpun, dalamkegiatan ini nantinya TNI akan membuat jalan desa sepanjang 384 meter, lebar 3 meter dan tinggi 2 meter. “Dalam kurun waktu selama 21 hari atau 3 pekan ini, nantinya tim TMMD baik itu dari TNI maupun pemerintah desa ataupun masyarakat yang ada akan bekerjasama dalam pembuatan jalan tersebut,” ujarnya.

Upacara pembukaan program TMMD Sengkuyung I tahun 2016 yang dilakukan di lapangan Desa Kutuk juga turut dihadiri oleh jajaran SKPD, unsur pemerintah desa, kepolisian dan tokoh masyarakat setempat. “Ya mudah mudahan dengan adanyapembangunan ini dapat menjadikan kesejahteraan, dan kemajuan wilayah tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu, terkait anggaran pembangunan dirinya menyebutkan bahwa pembangunan ini dibiayai dari APBD provinsi, APBD kabupaten dan swadaya masyarakat. “Untuk anggarannya, dibiayai oleh APBD provinsi Rp 160 juta,  APBD kabupaten Rp 270 juta, dan swadaya masyarakat Rp 30 juta. Jadi totalnya Rp 460 juta,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Warga Kutuk Undaan Kudus Gigih Saling Jaga Kerukunan Beragama

Diskusi lintas agama yang dilakukan di Desa Kutuk, Undaan, Kudus. beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Diskusi lintas agama yang dilakukan di Desa Kutuk, Undaan, Kudus. beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Salah satu tokoh lintas Agama Desa Kutuk, Kecamatan Undaan, Kudus, Suparno berharap kerukunan antarumat beragama bukan sekadar lahiriah. Tapi juga secara batin. Mengingat, hal itu merupakan hal penting bagi kehidupan berbangsa.

“Jika lahir dan batinnya rukun, maka kehidupan akan terjaga dengan kondusif. Termasuk saling menghormati dalam tata cara beribadah, itu akan membuat kehidupan warga lebih tenang,” kata Suparno.

Dia menilai, kerukunan antarpemeluk agama Islam dan Budha di desa itu juga patut menjadi contoh. Karenanya, setiap masyarakat seharusnya bisa hidup rukun.

Sementara itu, ada sejumlah hal yang harus bisa dipertahankan bahkan diwariskan kepada anak cucu. Ialah rasa sikap menghormati, menghargai, bahkan saling membantu pekerjaan atau kegiatan sosial antarsesama.

“Kegiatan sosial seperti halnya sambatan (mengerjakan rumah) itu harus bisa dilakukan secara bersama. Dan tidak memandang orang itu agama apa, dari mana, atau sejenisnya. Yang penting kita sebagai warga Indonesia harus tahu batasannya. Serta bisa mengedepankan kebersamaan. Sehingga kegiatan sosial dapat dijalankan secara bersama dan dapat dicontohkan kepada anak cucu kita,” imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Desa Kutuk, Kecamatan Undaan, Kudus, giat meningkatkan pembangunan spiritual sumber daya manusia. Hal tersebut, sebagai salah satu upaya untuk merangkul semua umat beragama yang ada di desa setempat.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :
Pemdes Kutuk Undaan Pacu Pembangunan Mental Spiritual Warga