Kantongi Izin, PT Malindo Feedmill Kembali Lanjutkan Bangun Pabrik di Kasreman

Pembangunan pabrik milik PT. Malindo Feedmill yang berada di Desa Kasreman, Kecamatan Rembang kembali dilanjutkan.(MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Sempat tertunda karena persoalan izin, kini PT Malindo Feedmill kembali melanjutkan pembangunan pabrik di Desa Kasreman, Kecamatan Rembang, setelah izin dari pemerintah sudah dikantongi semua.

Pabrik milik perusahaan asal Malaysia ini bergerak di bidang peternakan. Pembangunan yang sempat tertunda ini, sudah mulai dilanjutkan sejak sepekan lalu.

“Sudah sejak sepekan lalu kita lanjutkan pembangunan setelah izin untuk mendirikan pabrik sudah kami peroleh dari pemerintah. Pembangunan tahap dua ini sudah mulai dengan pembuatan kandang ayam,” ujar Manajer Legal PT Malindo Feedmill Khasan Assyari.

Menurutnya, pembangunan pabrik tersebut rencananya akan selesai sampai akhir tahun 2017 mendatang. Diperkirakan pada awal 2018, pabrik sudah mulai beroperasi dan sudah bisa memulai memasukkan bibit ayam serta mulai memproduksi telur tetas.

Untuk produksinya sendiri, katanya, untuk satu setengah tahun bisa memproduksi sekitar 10 hingga 12 juta butir telur. “Mudah mudahan nantinya sesuai rencana. Yakni setiap satu setengah tahun dapat memproduksi 10 hingga 12 juta butir. Nah selanjutnya,  telur akan dikirim ke Grobogan di unit penetasan telur juga milik PT Malindo Feedmill yang ada di sana,” ucapnya.

Dia menambahkan, perusahaan tersebut bukan memproduksi ayam pedaging, namun telur tetas atau hatching eggs.
Editor : Kholistiono

Warga Kasreman Keluhkan Truk Pengangkut Material PT Malindo Feedmill yang Lewat Permukiman

Tampak truk pengangkut material pembangunan pabrik milik PT Malindo Feedmill melintasi jalan poros Desa Kasreman saat pagi hari. Hal ini, disebut-sebut berdampak adanya polusi dan jalan rusak di desa setempat. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Warga Desa Kasreman, Kecamatan Rembang, mengeluhkan banyaknya truk pengangkut material yang akan digunakan untuk membangun pabrik milik PT Malindo Feedmill yang berada di desa tersebut.

Syarifin, salah satu warga Desa Kasreman RT 08 RW02 mengatakan, sejak kendaraan pengangkut bahan bangunan melintasi jalan dalam desa atau kawasan permukiman warga, mengakibatkan polusi. Tak hanya itu, katanya, hal tersebut juga berdampak kerusakan jalan.

“Selain itu, jalur yang dilalui truk-truk tersebut banyak anak-anak kecil yang  bermain. Sehingga orang tua khawatir. Apalagi kalau pas waktu pulang sekolah, namanya anak-anak, kadang bercanda, kalau pas ada truk pengangkut material itu kan mengkhawatirkan juga,” katanya.

Ia berharap, supaya pemerintah desa bisa memfasilitasi dan memediasi antara warga dan pihak perusahaan, agar hal seperti ini dapat dicarikan solusi terbaik. Sehingga, warga tidak dirugikan dengan adanya pembangunan pabrik di desanya itu.

Sementara itu, Kepala Desa Kasreman Karyono menyampaikan, jika banyaknya truk yang mengakses jalan desa, warga yang tinggal di tepi jalan menjadi terkena dampak polusi udara.

“Soal ini, kami akan mengarahkan kendaraan agar masuk dari arah utara, lewat pantura. Selama ini masuknya lewat gapura Desa Kasreman, sehingga melewati permukiman warga,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

Ternyata Ini Harga Tanah Warga Kasreman yang Dijual untuk Didirikan Pabrik Pakan Ternak

Lahan yang rencananya akan didirikan pabrik pakan ternak di Desa Kasreman, Kecamatan Rembang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Dalam waktu dekat, di Desa Kasreman, Kecamatan Rembang, bakal berdiri pabrik yang memproduksi pakan ternak dan broiler. Usaha di bawah naungan PT Malindo Feedmill tersebut, dikabarkan merupakan milik warga Malaysia.

Saat ini, pembangunan gedung sudah mulai dikerjakan. Setidaknya, ada sekitar 9 hektare lahan yang bakal dimanfaatkan untuk pabrik ini. Dan tahukah, berapa sebenaranya pengusaha ini membeli tanah dari warga yang kini dibangun pabrik tersebut?

Dari informasi yang didapatkan dari Kepala Desa Kasreman Karyono, lahan seluas 9 hektare tersebut dibeli dari sekitar 30 pemilik tanah. Untuk per meternya, katanya, dihargai sekitar Rp 40 ribu hingga Rp 45 ribu.

“Kalau harganya tergantung dari letak geografisnya. Tanah yang dibeli oleh pabrik itukan tanah warga yang tidak produktif. Selain itu, mengenai harganya yang berbeda itupun juga tegantung dari letak geografisnya, subur tidaknya, tandus tidaknya,” ungkapnya.

Baca juga : Pabrik Pakan Ternak Milik Warga Malaysia Bakal Berdiri di Desa Kasreman Rembang

Dia menambahkan, untuk pembayarannya, menurutnya ada pembayaran uang muka terlebih dahulu.”Namun saat ini kelihatannya kok sudah selesai secara administrasi pembayaran kepada warga,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Pabrik Pakan Ternak Milik Warga Malaysia Bakal Berdiri di Desa Kasreman Rembang

Dua alat berat tampak beroperasi di tapak bakal pabrik pakan ternak dan pembibitan broiler di wilayah Desa Kasreman,Kecamatan Rembang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Sebuah perusahaan milik warga negara Malaysia bakal menanamkan investasinya di Kabupaten Rembang. Perusahaan dengan merek PT Malindo Feedmill yang bergerak di bidang produksi pakan ternak dan pembibitan broiler ini, berdiri di Desa Kasreman, Kecamatan Rembang.

Kepala Desa Kasreman Karyono mengatakan, lokasi pabrik milik warga Malaysia tersebut berada di sebelah utara desa, sekitar 400 meter dari permukiman warga. Luasan tanah yang digunakan untuk usaha ini, sekitar 9 hektare.

“Saat ini, pembangunan gedung pabrik sudah mulai berjalan. Selain itu, pihak perusahaan saat ini juga mulai membangun atau menata jalan menuju pabrik,” ujarnya kepada MuriaNewsCom, Rabu (1/3/2017).

Meski demikian, katanya, hingga saat ini pihak perusahaan belum mengadakan sosialisasi terhadap warga mengenai pendirian pabrik tersebut yang nantinya akan dipergunakan untuk usaha jenis apa. “Kami sudah menghubungi manajemen perusahaan soal sosialisasi. Manajemen mengatakan sosialisasi akan dilakukan setelah pembangunan pabrik memasuki tahap kedua,” katanya.

Menurutnya, sosialisasi oleh perusahaan terhadap warga desa diperlukan, terutama menyangkut kompensasi terkait dampak mobilisasi alat-alat berat terhadap kerusakan jalan. “Pastinya kami selaku pemerintah desa akan meminta kompensasi terkait dengan dampak mobilisasi alat-alat berat perusahaan terhadap jalan yang menjadi rusak,” tandasnya.

Tri Nur Huda, salah seorang warga Desa Kasreman juga menyatakan, jika dirinya sudah mendengar rencana pembangunan pabrik pakan ternak dan pembibitan broiler di desanya. “Kita sih mendukung pendirian pabrik tersebut di desa. Karena, ada harapan pengentasan pengangguran atau penyerapan tenaga kerja yang berasal dari masyarakat setempat,” harapnya.

Namun, ia mengingatkan agar pihak perusahaan mematuhi prosedur dan mentaati peraturan yang berlaku, terutama yang menyangkut dampak buruk limbah pabrik serta pengelolaannya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Penananam Modal Perizinan Satu Pintu dan Tenaga Kerja Kabupaten Rembang Sri Sugiyarti mengatakan, pihak perusahaan sudah memproses perizinan. “Pihak perusahaan sudah mengurus izin kepada kami. Namun, belum secara keseluruhan,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono