Demokrat Resmi Usung Masan-Noor Yasin di Pilbup Kudus

MuriaNewsCom, Kudus – Partai Demokrat resmi mendukung pasangan Masan- Noor Yasin untuk bertarung di Pilbup Kudus 2018 mendatang. Keputusan tersebut diberikan setelah melihat bakal cawabup yang dipilih PDIP dalam pentas demokrasi lima tahunan itu.

Ketua DPC Partai Demokrat Edy Kurniawan mengatakan, Partai Demokrat mendukung penuh Noor Yasin sebagai Bakal Cawabup Kudus. Ia dianggap sebagai sosok yang pas berdampingan dengan Masan untuk memenangi pilkada.

“Pak Sekda kami usung untuk menjadi wakilnya Pak Masan. Ini sudah bulat sejak awal,” katanya kepada MuriaNewsCom

Menurut dia, rekomendasi terkait dukungan dari DPP Partai Demokrat juga sudah turun sejak 27 Desember lalu. Rekom berbunyi dukungan untuk pasangan Masan dan Noor Yasin.

Rekom tersebut bahkan sudah melalui sejumlah pertimbangan. Di antaranya adalah hasil survey dari Demokrat yang berbunyi Noor Yasin disukai masyarakat Kudus. Selain itu, pertimbangan lainya mengenai figur Noor Yasin yang sebagai sekda merupakan tokoh yang berpengalaman.

“Jadi keduanya merupakan perpaduan politisi dan birokrasi di Kudus. beliau berdua merupakan pejabat senior yang sudah berpengalaman untuk kudus ke depan,” ungkapnya.

Sementara, Sektretaris DPC PDIP Kudus M Yusuf Roni menyebutkan, hingga kini, Selasa (2/1/2018) baru Partai Demokrat yang berkoalisi dengan PDIP. Namun, sejumlah partai sedang pendekatan dengan PDIP untuk maju bersama-sama dalam pemilu mendatang.

“Ada beberapa partai yang mendekat. Dan kami juga masih terbuka, sampai saat deklarasi bersama dengan semua partai pengusung pasangan Masan dan Noor Yasin, rencananya deklarasi akan kami laksanakan sebelum 8 Januari nanti,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Hebat, Jagung Krispi dan Kripik Bonggol Pisang Buatan Warga Pati Tarik Perhatian Ani Yudhoyono

Pelaku UMKM Pati berfoto bersama usai menjadi narasumber pelatihan terpadu Mitra Sehati di Wisma Cikopo DPR RI. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Dua produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) warga Pati, keripik jagung krispi dan keripik bonggol pisang krispi berhasil menarik perhatian Ani Yudhoyono, istri Presiden Keenam RI SBY.

Jagung krispi merupakan produksi UMKM Karya Lancar Cepat milik Muhamad Muhlasin, warga Margorejo, Pati. Sementara bonggol pisang krispi produk dari UMKM Anugerah milik Rusmini, warga Gunungsari, Tlogowungu.

Keduanya diundang sebagai narasumber dalam acara pelatihan terpadu Mitra Sehati yang diadakan Persatuan Istri Anggota (PIA) DPR RI di Wisma Cikopo DPR RI pada 20-21 November 2017. Produk mereka dinilai sangat kreatif dan menarik, sehingga layak menjadi narasumber untuk pelatihan UMKM.

Baca: Kisah Anak Pati Bernama Kristy Diangkat ke Film Layar Lebar

“Industri rumahan kripik bonggol pisang krispi merupakan buatan ranting Partai Demokrat Desa Gunungsari. Kami ucapkan terima kasih kepada Ibu Ani, Ibas, Aliya Baskoro Yudhoyono, dan anggota PIA DPR yang sudah memberikan penghargaan dengan memberikan kesempatan untuk ikut membagikan ilmu ekonomi kreatif,” ujar Ketua Partai Demokrat Pati Joni Kurnianto, Selasa (21/11/2017).

Joni mengatakan, produk UMKM lokal sudah saatnya ikut bersaing dengan produk-produk yang dijual di swalayan modern. Selain kualitasnya yang tidak kalah, produk UMKM cenderung lebih sehat dan bisa memberdayakan pelaku ekonomi rakyat.

Baca: Ini Sosok Kristy, Perempuan Pati yang Kisahnya Akan Diangkat Film Layar Lebar

Karena itu, dia mendorong warga Pati untuk membangun masyarakat tanggap ekonomi kreatif. “Kami siap ikut memfasilitasi, karena Demokrat selalu peduli, serap aspirasi dan memberikan solusi,” imbuh Joni.

Sementara itu, Ani Yudhoyono menyampaikan, bila anggota Fraksi Partai Demokrat DPR RI bisa menyertakan perwakilan UMKM binaannya dari daerah pemilihannya ke acara Mitra Sehati secara rutin, Indonesia akan maju.

“Partai Demokrat akan berjaya kembali bila ikut aktif memberdayakan UMKM di dapil masing-masing. Semuanya kembali kepada slogan Demokrat yang ingin memberikan solusi untuk rakyat,” pungkas Ani.

Editor: Supriyadi

Pukul Istrinya, Politikus Demokrat Jateng Dilaporkan ke Polisi

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Semarang – Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Fraksi Demokrat Ferry Firmawan dilaporkan ke polisi atas dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap istrinya.

Istri terlapor Retno Pujiyanti, dalam laporannya di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polrestabes Semarang, Kamis (16/11/2017), mengaku mendapat kekerasan dari anggota Komisi B DPRD Jawa Tengah itu. “Dipukul pakai tangan di bagian wajah,” katanya dilansir dari Antarajateng.com.

Akibat pukulan itu, kata dia, terdapat luka memar di bagian wajah. Warga Jalan Durian Raya, Banyumanik, Kota Semarang, mengatakan pemukulan tersebut pada hari Minggu (12/11). Ia mengaku tidak mengetahui penyebab pemukulan yang dilakukan suaminya itu.

Ia menuturkan kejadian itu bermula ketika suaminya pulang ke rumah yang berlokasi di Jalan Kalipepe, Pudakpayung, Kota Semarang, pada Minggu malam. Saat masuk ke rumah, terlapor langsung menghampirinya dan memukul bagian wajah. Laporan tersebut selanjutnya masih dalam tindak lanjut kepolisian.

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Wiyono Eko membenarkan adanya laporan KDRT tersebut. Menurut dia, laporan tersebut kini ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak.

Editor : Akrom Hazami

Demokrat Pilih Hari Baik Saat Daftar ke KPU Pati

Ketua DPC Partai Demokrat Pati Joni Kurnianto menyerahkan dokumen kepada Komisioner KPU Pati Supriyanto, Sabtu (14/10/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat memilih hari baik saat mendaftar ke KPU Pati terkait dengan tahapan Pemilu 2019. Mereka menyerahkan dokumen persyaratan pada Sabtu (14/10/2017).

Ketua DPC Partai Demokrat Joni Kurnianto menilai, Sabtu Pahing dipilih karena merupakan hari baik menurut hitungan Jawa. Hal itu sesuai dengan instruksi dari DPD Partai Demokrat Jawa Tengah yang meminta DPC untuk mendaftar mulai 14 Oktober.

“Ketua DPD Demokrat Jateng, Bapak Rinto Subekti menginstruksikan DPC harus mulai mendaftar dari 14 Oktober. Berhubung Sabtu ini merupakan hari baik menurut hitungan Jawa, kami akhirnya memutuskan untuk menyerahkan dokumen ke KPU hari ini juga,” ujar Joni.

Menurut dia, pemilihan hari baik sebatas untuk melestarikan tradisi dan budaya orang Jawa. Dia yakin, semuanya jika diawali dengan baik, hasilnya juga akan baik.

Ditanya soal target, Joni mengaku akan berusaha mendapatkan delapan kursi di DPRD seperti pada 2009. Salah satu upaya yang akan dilakukan, di antaranya terus melakukan yang terbaik untuk masyarakat.

“Kita berusaha menjadi yang terbaik dan besar kembali. Kami memang targetkan kursi banyak di legislatif, karena kami ingin berpartisipasi untuk masyarakat Pati,” tuturnya.

Hal serupa disampaikan Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Tengah Kartina Sukawati. Di tingkat Jawa Tengah, pihaknya berupaya akan mendapatkan banyak kursi di masing-masing daerah.

“Kalau di Pati, bertahan di enam kursi sudah bagus. Tapi kita berupaya untuk mendapatkan delapan kursi seperti yang pernah kita raih pada 2009 dulu,” ucap Ina.

Komisioner KPU Pati Supriyanto mengatakan, sampai saat ini sudah ada beberapa partai yang mendaftar, seperti Perindo, Nasdem, dan Demokrat. Berkas yang diterima akan dilakukan penelitian sebelum dinyatakan diterima.

Editor: Supriyadi

Terpilih Jadi Ketua Demokrat, Edy Kurniawan Bakal “Birukan” Kudus

Ratusan kader Partai Demokrat menghadiri sosialisasi empat pilar di salah satu hotel di Pati. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Setelah kembali terpilih menjadi Ketua DPC Partai Demokrat, Edy Kurniawan bertekad “membirukan” Kudus dengan menjadikan Kota Kretek sebagai lumbung suara Partai Demokrat dalam waktu dekat ini. Untuk mewujudkan itu, sejumlah hal sudah siap dilaksanakan.

Edy mengatakan, tekad tersebut dilakukan sebagai tanggung jawab atas tugas sebagai ketua partai yang diembannya. Sebagai partai yang besar, sudah sepatutnya Kudus menjadi tempat masa partai berwarna biru itu.

“Kudus akan kami Birukan, sampai tingkat desa atau ranting, akan kami Birukan,” katanya kepada MuriaNewsCom

Menurut dia, langkah awal mewujudkan keinginannya, dimulai dengan menata kepengurusan partai. Saat ini, susunan pengurus sedang dalam tahap pelengkapan, dan ditargetkan rampung dalam waktu dekat ini.

Setelah itu, dilakukan ferifikasi partai yang dilanjutkan dengan musyarawah cabang partai. Berikutnya, yang akan dilakukan adalah dengan menata kader hingga tingkat paling bawah.

“Kami memiliki tugas lain, yaitu meramaikan Pilbup 2018. Target kami, adalah mampu mengawalnya dengan sangat baik,” ucapnya.

Disinggung soal rekomendasi, dia menyebutkan belum ada yang direkomendasikan dari partai. Untuk itu, masih menunggu instruksi dari pusat.

Editor: Supriyadi

8 Parpol di Pati Digelontor Dana Banpol Senilai Rp 1 Miliar

Kasi Politik dan Kewaspadaan Nasional Kesbangpol Pati Cipto Subagyo. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Bantuan politik (banpol) untuk delapan partai di Kabupaten Pati tahun ini mencapai Rp 1 miliar. Hal itu dikatakan Kasi Politik dan Kewaspadaan Nasional Kesbangpol Pati Cipto Subagyo, Kamis (14/9/2017).

Delapan parpol yang mendapatkan bantuan tersebut, di antaranya Partai Demokrat, Gerindra, PDIP, Golkar, PKS, Nasdem, PPP, dan PKB. Sementara Hanura belum bisa mencairkan dana banpol karena persoalan internal.

Pada saat banpol turun, Hanura masih belum memiliki ketua definitif. Sementara Hanura saat ini masih dijabat pelaksana tugas (plt) sehingga dianggap tidak memiliki kewenangan.

“Syarat untuk menerima banpol harus punya kursi di legislatif dan ketuanya definitif. Nominal masing-masing partai berbeda sesuai dengan jumlah perolehan kursi,” kata Cipto.

Jumlah pasti dari bantuan yang diberikan senilai Rp 1.081.224.000. Sementara besaran nominal per suara sah adalah Rp 1.593.

Sesuai dengan aturan, banpol tersebut digunakan untuk pendidikan politik kepada anggota dan masyarakat, termasuk untuk menyerap aspirasi politik masyarakat dalam merumuskan dan menetapkan kebijakan negara.

“Rinciannya, 40 persen digunakan untuk administrasi partai dan 60 persen untuk pendidikan politik,” tandas Cipto.

Editor: Supriyadi

Himpun Kekuatan di Pilkada Kudus, Akhwan Rajin ’Pedekate’ ke Demokrat dan PAN

Calon Bupati Kudus Ahwan terus menjalin komunikasi dengan Demokrat dan PAN untuk memenangi Pilkada. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Bakal Calon Bupati Kudus asal Partai Nasdem, Akhwan terus menghimpun kekuatan untuk maju di Pilkada Kudus 2017. Anggota DPRD Jateng itu bahkan masih gencar melakukan ’pedekate’ atau pendekatan dengan partai-partai yang belum membuka pendaftaran.

Bagi Akhwan, dukungan dari berbagai kalangan sangat penting. Karena itu, tak hanya parpol yang membuka pendaftaran saja yang didekati, namun pula dengan partai lainnya yang belum membuka ataupun tak membuka.

“Kami aktif komunikasi dengan partai yang hingga kini masih belum menbuka. Kami mengajak mereka untuk koalisi dengan bertemu langsung,” katanya saat dihubungi MuriaNewsCom

Menurut dia, sejumlah partai politik yang hingga kini belum membuka pendaftaran dan sudah dijalin komunikasi adalah Partai Demokrat. Pertemuan dengan Demokrat sudah berlangsung pada Minggu (20/8/2017) lalu. Meski belum mendapatkan hasil, namun dia yakin akan mendapatkan dukungan.

Selain dengan Demokrat, Akhwan juga melakukan komunikasi dengan partai lainya. Seperti dengan PAN, yang juga dianggap sudah memiliki komunikasi apik. Namun, untuk pertemuan secara resminya, masih menunggu kabar lebih jauh dari PAN.

Sebelumnya, Akhwan sudah mendaftar ke sejumlah partai yang membuka pendaftaran. Selain Nasdem yang menjadi pengusung, partai lainya adalah PPP, Hanura, dan juga Golkar.

Editor: Supriyadi

Urus Pemberhentian Sunarto, DPC Partai Demokrat Rembang Belum Kantongi Rekomendasi DPP

Charis Kurniawan, Wakil Sekretaris DPC Partai Demokrat Kabupaten Rembang. (MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

Charis Kurniawan, Wakil Sekretaris DPC Partai Demokrat Kabupaten Rembang. (MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

 

REMBANG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Rembang menyatakan telah melayangkan surat usulan pemberhentian Sunarto sebagai anggota DPRD. Namun usulan tersebut dinilai sekretariat DPRD setempat tidak lengkap karena belum dilengkapi rekomendasi resmi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai berlambang bintang mercy tersebut. Sunarto bakal diberhentikan karena yang bersangkutan maju sebagai calon bupati di Pilkada 2015.

“Surat usulan tentang surat keputusan pemberhentian Pak Narto sebenarnya sudah kami masukkan ke DPRD sejak tanggal 1 September 2015. Namun ternyata diwajibkan oleh Sekwan untuk dilampiri rekomendasi dari DPP Partai Demokrat,” ujar Charis Kurniawan, Wakil Sekretaris DPC Partai Demokrat Kabupaten Rembang, Selasa (15/9/2015).

Charis Kurniawan mengaku baru mengetahui wajib disertai rekomendasi DPP ketika menyerahkan surat tersebut. Namun dia optimis rekomendasi dari DPP akan segera dia dapatkan dalam waktu dekat. Sebab, untuk sementara ini para pengurus pusat masih disibukkan dengan agenda HUT Partai Demokrat yang ke-14.

“Sampai saat ini rekomendasi terkait pemberhentian Pak Narto sebagai anggota DPRD karena maju sebagai calon bupati dari DPP kita akui memang belum kelar. Sebab pengurus pusat masih sibuk ngurus HUT Demokrat, semoga minggu depan sudah clear rekomnya,” kata Charis Kurniawan. (AHMAD FERI/KHOLISTIONO)

Soal Isu Perpecahan, PKB Klaim Anggota Koalisi Besar Masih Utuh

Arif Agung Cholili, Koordinator Desk Pilkada DPC PKB Kabupaten Rembang. (MuriaNewsCom/AHMAD FERI)

Arif Agung Cholili, Koordinator Desk Pilkada DPC PKB Kabupaten Rembang. (MuriaNewsCom/AHMAD FERI)

REMBANG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Kabupaten Rembang memberikan tanggapan terkait munculnya ancaman ditinggalkan oleh salah satu anggotanya di Koalisi Besar. Pengurus partai berlambang bola jagat berbintang sembilan ini mengklaim bahwa jumlah anggota koalisi besar masih utuh, yakni dihuni oleh Partai Demokrat, PKB, PDI Perjuangan, Hanura dan Gerindra. Lanjutkan membaca

Tak Cocok dengan Cabup-Cawabup Koalisi Besar, Demokrat Rembang Bersiap Usung Calon Sendiri

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Rembang saat menggelar penjaringan bakal calon bupati belum lama ini. Jumlah partai politik yang bergabung di Koalisi Besar Pilkada 2015 terancam berkurang seiring munculnya rasa kecewa Partai Demokrat. (MuriaNewsCom/AHMADFERI)

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Rembang saat menggelar penjaringan bakal calon bupati belum lama ini. Jumlah partai politik yang bergabung di Koalisi Besar Pilkada 2015 terancam berkurang seiring munculnya rasa kecewa Partai Demokrat. (MuriaNewsCom/AHMADFERI)

REMBANG – Beredarnya informasi tentang ancaman hengkangnya Partai Demokrat Kabupaten sebagai anggota Koalisi Besar ternyata bukan sekedar rumor belaka. Sebab pengurus partai berlambang bintang mercy di Kota Garam ini mulai bersiap untuk membuat skenario baru. Meski waktu pendaftaran pasangan calon semakin mepet, partai Demokrat tetap menyiapkan tiga rencana baru.

“Sejauh ini kami memang belum menentukan langkah lebih lanjut setelah menerima informasi tentang munculnya pasangan calon dari koalisi besar (Hamzah-Ridwan-red). Kami pun mulai menyiapkan tiga skenario baru, kami rasa waktu yang tersisa jelang pendaftaran calon pada Minggu (26/7/2015) hingga Selasa (28/7/2015) masih cukup untuk bersikap,” ujar Tri Cahyo Rismawanto, Jumat (24/7/2015).

Tri Cahyo menyebutkan memiliki tiga rencana penting usai munculnya kandidat lain, yakni muncul opsi partai Demokrat akan mengajukan pasangan calon sendiri, meskipun diakuinya masih membutuhkan tambahan satu kursi untuk memuluskan rencana pendaftaran calon. Opsi selanjutnya di Pilkada adalah netral atau tetap memberikan dukungan resmi kepada bakal pasangan calon yang sudah resmi dideklarasikan.

“Kita juga siapkan skenario kemungkinan dukungan pasangan calon yang sudah ada, baik Pak Hamzah-Ridwan maupun Hafidz-Bayu. namun kita juga memiliki opsi mengambil posisi netral. Kami akan tentukan sikap secara final di menit akhir pendaftaran calon. Berbagai kemungkinan itu, sejauh ini masih sangat mungkin terjadi,” tandas Tri Cahyo Rismawanto. (AHMAD FERI/SUPRIYADI)

Koalisi Besar Pilkada Rembang Terancam “Kehilangan” Partai Demokrat

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Rembang saat menggelar penjaringan bakal calon bupati belum lama ini. Jumlah partai politik yang bergabung di Koalisi Besar Pilkada 2015 terancam berkurang seiring munculnya rasa kecewa Partai Demokrat. (MuriaNewsCom/AHMADFERI)

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Rembang saat menggelar penjaringan bakal calon bupati belum lama ini. Jumlah partai politik yang bergabung di Koalisi Besar Pilkada 2015 terancam berkurang seiring munculnya rasa kecewa Partai Demokrat. (MuriaNewsCom/AHMADFERI)

REMBANG – Kepastian tentang munculnya pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati dari sejumlah partai politik anggota koalisi besar bakal berdampak terhadap sikap Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Rembang.

Terbentuknya koalisi besar partai politik demi memenangkan Pilkada 2015 itu pun terancam “kehilangan” partai berlambang bintang mercy. Sebab partai peraih 8 kursi DPRD saat pemilu legislatif 2014 lalu itu tidak dilibatkan dalam penetapan bakal pasangan calon yang akan diusung.

Bahkan para pengurus Partai Demokrat merasa ditinggal dalam penentuan keputusan penting di internal Koalisi Besar. Kondisi ini mulai terkuak setelah PKB, PDIP dan Partai Hanura dikabarkan telah bersepakat untu mengusung calon pasangan Hamzah Fatoni dan Ridwan. Penetapan Plt Bupati dan Wakil Ketua DPRD sebagai pasangan calon pasangan ini ternyata menciderai komitmen yang telah ditetapkan koalisi besar.

Saat dikonfirmasi, Tri Cahyo Rismawanto, juru bicara DPC Partai Demokrat Rembang menegaskan bahwa seluruh partai yang menjadi anggota Koalisi Besar sebelumnya telah menyepakati untuk menjunjung tinggi sopan santun dalam berpolitik. Menurutnya Partai Demokrat telah merekomendasikan duet Harno dan Hamzah Fatoni. Namun Tri Cahyo menyatakan, usulan tersebut tidak harga mati.

“Tapi mestinya penentuan pasangan lain pun juga harus dibicarakan bersama. Apalagi mestinya ada satu pertemuan lagi di Koalisi Besar untuk memutuskan calon. Belum lagi di fatsun (sopan santun politik) Koalisi Besar memang telah disepakati bahwa pasangan calon kepala daerah ditentukan bersama, tetapi partai dengan kursi terbanyak di parlemen (Demokrat) diberi porsi calon bupati,” ujar Tri Cahyo Rismawanto, Jumat (24/7/2015). (AHMAD FERI/SUWOKO)

Demokrat Rembang Usung Harno?

Tim penjaringan bakal calon bupati dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Rembang saat menerima pengembalian berkas dari calon bupati, Harno (kanan), belum lama ini. Partai berlambang bintang mercy ini hampir nyaris pasti akan mengusung Harno sebagai calon bupati. (MURIANEWS/AHMADFERI)

REMBANG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Rembang hampir dapat dipastikan bakal memberikan rekomendasi kepada Harno.

Lanjutkan membaca