Himpun Kekuatan di Pilkada Kudus, Akhwan Rajin ’Pedekate’ ke Demokrat dan PAN

Calon Bupati Kudus Ahwan terus menjalin komunikasi dengan Demokrat dan PAN untuk memenangi Pilkada. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Bakal Calon Bupati Kudus asal Partai Nasdem, Akhwan terus menghimpun kekuatan untuk maju di Pilkada Kudus 2017. Anggota DPRD Jateng itu bahkan masih gencar melakukan ’pedekate’ atau pendekatan dengan partai-partai yang belum membuka pendaftaran.

Bagi Akhwan, dukungan dari berbagai kalangan sangat penting. Karena itu, tak hanya parpol yang membuka pendaftaran saja yang didekati, namun pula dengan partai lainnya yang belum membuka ataupun tak membuka.

“Kami aktif komunikasi dengan partai yang hingga kini masih belum menbuka. Kami mengajak mereka untuk koalisi dengan bertemu langsung,” katanya saat dihubungi MuriaNewsCom

Menurut dia, sejumlah partai politik yang hingga kini belum membuka pendaftaran dan sudah dijalin komunikasi adalah Partai Demokrat. Pertemuan dengan Demokrat sudah berlangsung pada Minggu (20/8/2017) lalu. Meski belum mendapatkan hasil, namun dia yakin akan mendapatkan dukungan.

Selain dengan Demokrat, Akhwan juga melakukan komunikasi dengan partai lainya. Seperti dengan PAN, yang juga dianggap sudah memiliki komunikasi apik. Namun, untuk pertemuan secara resminya, masih menunggu kabar lebih jauh dari PAN.

Sebelumnya, Akhwan sudah mendaftar ke sejumlah partai yang membuka pendaftaran. Selain Nasdem yang menjadi pengusung, partai lainya adalah PPP, Hanura, dan juga Golkar.

Editor: Supriyadi

Urus Pemberhentian Sunarto, DPC Partai Demokrat Rembang Belum Kantongi Rekomendasi DPP

Charis Kurniawan, Wakil Sekretaris DPC Partai Demokrat Kabupaten Rembang. (MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

Charis Kurniawan, Wakil Sekretaris DPC Partai Demokrat Kabupaten Rembang. (MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

 

REMBANG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Rembang menyatakan telah melayangkan surat usulan pemberhentian Sunarto sebagai anggota DPRD. Namun usulan tersebut dinilai sekretariat DPRD setempat tidak lengkap karena belum dilengkapi rekomendasi resmi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai berlambang bintang mercy tersebut. Sunarto bakal diberhentikan karena yang bersangkutan maju sebagai calon bupati di Pilkada 2015.

“Surat usulan tentang surat keputusan pemberhentian Pak Narto sebenarnya sudah kami masukkan ke DPRD sejak tanggal 1 September 2015. Namun ternyata diwajibkan oleh Sekwan untuk dilampiri rekomendasi dari DPP Partai Demokrat,” ujar Charis Kurniawan, Wakil Sekretaris DPC Partai Demokrat Kabupaten Rembang, Selasa (15/9/2015).

Charis Kurniawan mengaku baru mengetahui wajib disertai rekomendasi DPP ketika menyerahkan surat tersebut. Namun dia optimis rekomendasi dari DPP akan segera dia dapatkan dalam waktu dekat. Sebab, untuk sementara ini para pengurus pusat masih disibukkan dengan agenda HUT Partai Demokrat yang ke-14.

“Sampai saat ini rekomendasi terkait pemberhentian Pak Narto sebagai anggota DPRD karena maju sebagai calon bupati dari DPP kita akui memang belum kelar. Sebab pengurus pusat masih sibuk ngurus HUT Demokrat, semoga minggu depan sudah clear rekomnya,” kata Charis Kurniawan. (AHMAD FERI/KHOLISTIONO)

Soal Isu Perpecahan, PKB Klaim Anggota Koalisi Besar Masih Utuh

Arif Agung Cholili, Koordinator Desk Pilkada DPC PKB Kabupaten Rembang. (MuriaNewsCom/AHMAD FERI)

Arif Agung Cholili, Koordinator Desk Pilkada DPC PKB Kabupaten Rembang. (MuriaNewsCom/AHMAD FERI)

REMBANG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Kabupaten Rembang memberikan tanggapan terkait munculnya ancaman ditinggalkan oleh salah satu anggotanya di Koalisi Besar. Pengurus partai berlambang bola jagat berbintang sembilan ini mengklaim bahwa jumlah anggota koalisi besar masih utuh, yakni dihuni oleh Partai Demokrat, PKB, PDI Perjuangan, Hanura dan Gerindra. Lanjutkan membaca

Tak Cocok dengan Cabup-Cawabup Koalisi Besar, Demokrat Rembang Bersiap Usung Calon Sendiri

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Rembang saat menggelar penjaringan bakal calon bupati belum lama ini. Jumlah partai politik yang bergabung di Koalisi Besar Pilkada 2015 terancam berkurang seiring munculnya rasa kecewa Partai Demokrat. (MuriaNewsCom/AHMADFERI)

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Rembang saat menggelar penjaringan bakal calon bupati belum lama ini. Jumlah partai politik yang bergabung di Koalisi Besar Pilkada 2015 terancam berkurang seiring munculnya rasa kecewa Partai Demokrat. (MuriaNewsCom/AHMADFERI)

REMBANG – Beredarnya informasi tentang ancaman hengkangnya Partai Demokrat Kabupaten sebagai anggota Koalisi Besar ternyata bukan sekedar rumor belaka. Sebab pengurus partai berlambang bintang mercy di Kota Garam ini mulai bersiap untuk membuat skenario baru. Meski waktu pendaftaran pasangan calon semakin mepet, partai Demokrat tetap menyiapkan tiga rencana baru.

“Sejauh ini kami memang belum menentukan langkah lebih lanjut setelah menerima informasi tentang munculnya pasangan calon dari koalisi besar (Hamzah-Ridwan-red). Kami pun mulai menyiapkan tiga skenario baru, kami rasa waktu yang tersisa jelang pendaftaran calon pada Minggu (26/7/2015) hingga Selasa (28/7/2015) masih cukup untuk bersikap,” ujar Tri Cahyo Rismawanto, Jumat (24/7/2015).

Tri Cahyo menyebutkan memiliki tiga rencana penting usai munculnya kandidat lain, yakni muncul opsi partai Demokrat akan mengajukan pasangan calon sendiri, meskipun diakuinya masih membutuhkan tambahan satu kursi untuk memuluskan rencana pendaftaran calon. Opsi selanjutnya di Pilkada adalah netral atau tetap memberikan dukungan resmi kepada bakal pasangan calon yang sudah resmi dideklarasikan.

“Kita juga siapkan skenario kemungkinan dukungan pasangan calon yang sudah ada, baik Pak Hamzah-Ridwan maupun Hafidz-Bayu. namun kita juga memiliki opsi mengambil posisi netral. Kami akan tentukan sikap secara final di menit akhir pendaftaran calon. Berbagai kemungkinan itu, sejauh ini masih sangat mungkin terjadi,” tandas Tri Cahyo Rismawanto. (AHMAD FERI/SUPRIYADI)

Koalisi Besar Pilkada Rembang Terancam “Kehilangan” Partai Demokrat

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Rembang saat menggelar penjaringan bakal calon bupati belum lama ini. Jumlah partai politik yang bergabung di Koalisi Besar Pilkada 2015 terancam berkurang seiring munculnya rasa kecewa Partai Demokrat. (MuriaNewsCom/AHMADFERI)

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Rembang saat menggelar penjaringan bakal calon bupati belum lama ini. Jumlah partai politik yang bergabung di Koalisi Besar Pilkada 2015 terancam berkurang seiring munculnya rasa kecewa Partai Demokrat. (MuriaNewsCom/AHMADFERI)

REMBANG – Kepastian tentang munculnya pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati dari sejumlah partai politik anggota koalisi besar bakal berdampak terhadap sikap Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Rembang.

Terbentuknya koalisi besar partai politik demi memenangkan Pilkada 2015 itu pun terancam “kehilangan” partai berlambang bintang mercy. Sebab partai peraih 8 kursi DPRD saat pemilu legislatif 2014 lalu itu tidak dilibatkan dalam penetapan bakal pasangan calon yang akan diusung.

Bahkan para pengurus Partai Demokrat merasa ditinggal dalam penentuan keputusan penting di internal Koalisi Besar. Kondisi ini mulai terkuak setelah PKB, PDIP dan Partai Hanura dikabarkan telah bersepakat untu mengusung calon pasangan Hamzah Fatoni dan Ridwan. Penetapan Plt Bupati dan Wakil Ketua DPRD sebagai pasangan calon pasangan ini ternyata menciderai komitmen yang telah ditetapkan koalisi besar.

Saat dikonfirmasi, Tri Cahyo Rismawanto, juru bicara DPC Partai Demokrat Rembang menegaskan bahwa seluruh partai yang menjadi anggota Koalisi Besar sebelumnya telah menyepakati untuk menjunjung tinggi sopan santun dalam berpolitik. Menurutnya Partai Demokrat telah merekomendasikan duet Harno dan Hamzah Fatoni. Namun Tri Cahyo menyatakan, usulan tersebut tidak harga mati.

“Tapi mestinya penentuan pasangan lain pun juga harus dibicarakan bersama. Apalagi mestinya ada satu pertemuan lagi di Koalisi Besar untuk memutuskan calon. Belum lagi di fatsun (sopan santun politik) Koalisi Besar memang telah disepakati bahwa pasangan calon kepala daerah ditentukan bersama, tetapi partai dengan kursi terbanyak di parlemen (Demokrat) diberi porsi calon bupati,” ujar Tri Cahyo Rismawanto, Jumat (24/7/2015). (AHMAD FERI/SUWOKO)

Demokrat Rembang Usung Harno?

Tim penjaringan bakal calon bupati dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Rembang saat menerima pengembalian berkas dari calon bupati, Harno (kanan), belum lama ini. Partai berlambang bintang mercy ini hampir nyaris pasti akan mengusung Harno sebagai calon bupati. (MURIANEWS/AHMADFERI)

REMBANG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Rembang hampir dapat dipastikan bakal memberikan rekomendasi kepada Harno.

Lanjutkan membaca