Persoalan PT Skanindo Ekaduta dengan Karyawan di Jepara Diselesaikan Secara Bipartite

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Jepara – Beberapa waktu lalu sejumlah karyawan PT Scanindo Ekaduta mempermasalahkan statusnya di perusahaan tersebut akibat terlalu lama tak dipekerjakan. Masalah tersebut diselesaikan secara bipartite, antara karyawan terkait dengan pihak perusahaan.

Perwakilan Paguyuban Karyawan PT Skanindo Ekaduta Eko Mei Susanto mengemukakan, pihak perusahaan memberikan hak-hak mereka sesuai dengan tuntutan yang diinginkan. Menurut dia, pihak perusahaan memberikan tali asih kepada belasan karyawan yang statusnya saat ini sudah tidak dipekerjakan kembali di lokasi perusahaan yang baru.

”Saat ini status kami sudah bukan karyawan perusahaan tersebut. Kami sudah diberi tali asih oleh pihak perusahaan,” terang Eko, Rabu (30/3/2016).

Meski begitu, pihaknya enggan menyebutkan jumlah tali asih yang diberikan. Pernyataan itu juga diamini oleh anggota paguyuban lain, Nur Hadi dan Harto.

Sebelumnya, paguyuban karyawan sempat mengadukan masalah tersebut ke Komisi C DPRD Jepara. Pengaduan itu lantaran tidak ada kejelasan mengenai status belasan karyawan yang diistirahatkan akibat lokasi pabrik yang berpindah. Pengistirahatan karyawan perusahaan terjadi sejak 5 Januari 2016 lalu yakni untuk karyawan bagian mesin. Dilanjutkan pada 29 Januari 2016 untuk karyawan amplas dan servis, serta terakhir pada 6 Februari 2016 lalu. Total karyawan yang diistirahatkan yakni 19 orang.

”Saat itu, kami meminta kejelasan. Jika memang tak dipekerjakan kembali, kami ingin ada uang tali asih. Saat ini sudah selesai. 19 karyawan sudah menerima tali asih. Sehingga jika ada masalah lain maka itu di luar masalah paguyuban karyawan,” tandas dia.

Sementara itu, perwakilan PT Skanindo Ekaduta Edi Purwanto menjelaskan hal yang sama. Pihak perusahaan sudah memenuhi tuntutan karyawan yang sebelumnya mempermasalahkan status mereka. Sebab memang tak ada maksud dari perusahaan tak memenuhi hak karyawan.
”Saat itu kebetulan memang lokasi perusahaan pindah. Sebelumnya di Mambak Kecamatan Pakis Aji, saat ini di Teluk Awur Kecamatan Tahunan. Di saat yang sama, pemilik perusahaan tengah berada di luar negeri,” katanya.

Editor : Titis Ayu Winarni