Hebat, Transaksi di Ajang Dekranasda Blora Ekspo 2018 Tembus Rp 4 Miliar

MuriaNewsCom, BloraPagelaran pameran produk kerajinan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang dikemas dalam Dekranasda Blora Expo (DBE) 2018 sejak 27 Februari hingga 4 Maret boleh dibilang cukup sukses.

Itu terlihat dari banyaknya pengunjung yang datang serta jumlah transaksi yang didapat dalam pameran di komplek GOR Mustika Blora tersebut. Dari catatan panitia, transaksi yang didapat selama even berlangsung mencapai Rp 4 miliar lebih.

”Terimakasih atas kerjasama yang baik dalam penyelenggaraan pameran ini. Angka transaksi hingga Rp 4 miliar bukan jumlah yang kecil untuk usaha sekelas UKM. Belum lagi produk UKM bisa lebih dikenal luas. Sehingga kami berharap hasil ini bisa mendorong peningkatan perekonomian Kabupaten Blora,” ujar Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Blora Umi Kulsum.

Ia menyatakan, selain memperingati HUT Dekranas, even DBE 2018 juga digelar untuk mengenalkan berbagai potensi produk kerajinan Usaha Kecil Menangah (UKM) yang ada di Blora dan luar daerah.

”Untuk mengenalkan produk kerajinan UKM, kami membuka 100 stan terdiri 65 indor dan 35 outdor. Peserta yang ikut dari 10 Provinsi dan 20 kabupaten/kota,” ungkapnya.

Sedangkan acara tambahan akn dilangsungkan jalan sehat gratis dengan disediakan 10.000 tiket yang akan dilaksanakan Jumat 2 maret. Kemudian, pentas seni dan lomba cipta souvenir ciri khas Blora, bhakti sosial donor darah dan sosialisasi karies gigi PDGI Jateng dan Blora.

”Kami undang semua pelaku UKM yang ada di Blora agar mereka berlatih berani tampil dalam pameran. Sehingga produk-produk yang dihasilkan bisa lebih dikenal dan diminati masyarakat. Akhirnya sektor ekonomi mereka akan tumbuh positif. Ini yang kita harapkan,” lanjutnya.

Menurutnya, hasil produk UKM Blora dinilai tidak kalah dengan wilayah lain. Seperti batik Blora, selama pameran banyak diburu pembeli. Tidak kalah dengan batik dari kota lain yang juga ikut dipamerkan. Begitu juga dengan kerajinan dari kayu jati, keramik dan lainnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Blora Suryanto mengapresiasi dan mendukung terus agar pameran UKM seperti ini bisa dilaksanakan secara berkelanjutan di tahun-tahun mendatang. Menurutnya potensi UKM di Blora sangat banyak dan belum semuanya tergarap dengan maksimal. Jika semua potensi bisa dikelola dengan baik, bukan tidak mungkin akan menjadi sebuah usaha yang bisa menyerap banyak tenaga kerja.

Ia menyontohkan ada salah satu stan pameran di DBE 2018 dari Sidoarjo yang memamerkan kerajinan tas, sepatu dan sandal dari kulit. Ternyata sebagian bahan dasarnya berasal dari Blora, sehingga ia merasa ini modal yang bagus untuk dikembangkan di Blora sendiri.

”Salah satu stan ternyata memproduksi kerajinan dari kulit yang bahan dasarnya dari Blora. Ini peluang bagus yang harusnya bisa dikerjakan warga Blora sendiri. Kulit sapi dan kambing yang ada di Blora kedepan harus bisa dioleh menjadi kerajinan yang memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi. Bahan dasar kita sudah punya, nanti tinggal kita berikan pelatihan,” terangnya.

Editor: Supriyadi

Aneka Produk Kerajinan dari 10 Provinsi Semarakkan Dekranasda Blora Expo 2018

MuriaNewsCom, BloraBerbagai kerajinan yang dihasilkan Usaha Kecil Menengah (UKM) bisa disaksikan dalam even Dekranasda Blora Expo (DBE) 2018 yang dilangsungkan di komplek GOR Mustika Blora. Aven DBE 2018 yang akan berlangsung hingga 4 Maret mendatang, secara resmi dibuka Bupati Blora Djoko Nugroho, Selasa (27/2/2018) kemarin.

Ketua Dekranasda Blora Umi Kulsum menyatakan, selain memperingati HUT Dekranas, even DBE 2018 juga digelar untuk mengenalkan berbagai potensi produk kerajinan Usaha Kecil Menangah (UKM) yang ada di Blora dan luar daerah.

”Untuk mengenalkan produk kerajinan UKM, kami membuka 100 stan terdiri 65 indor dan 35 outdor. Peserta yang ikut dari 10 Provinsi dan 20 kabupaten/kota,” ungkapnya.

Sedangkan acara tambahan akn dilangsungkan jalan sehat gratis dengan disediakan 10.000 tiket yang akan dilaksanakan Jumat 2 maret. Kemudian, pentas seni dan lomba cipta souvenir ciri khas Blora, bhakti sosial donor darah dan sosialisasi karies gigi PDGI Jateng dan Blora.

”Kami undang semua pelaku UKM yang ada di Blora agar mereka berlatih berani tampil dalam pameran. Sehingga produk-produk yang dihasilkan bisa lebih dikenal dan diminati masyarakat. Akhirnya sektor ekonomi mereka akan tumbuh positif. Ini yang kita harapkan,” lanjutnya.

Sementara itu, Bupati Djoko Nugroho mengapresiasi digelarnya DBE 2018. Menurutnya, even ini dinilai merupakan salah satu langkah jitu untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

”Dengan adanya pameran seperti ini maka produk kerajinan yang dihasilkan para pelaku UKM akan semakin dikenal luas dan banyak menarik konsumen. Akibatnya permintaan produk kerajinan akan meningkat, dan bisa menyerap tenaga kerja,” cetusnya.

Menurut Djoko, pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Blora saat ini sangat dipengaruhi sektor pertanian dan perdagangan. Sedangkan migas masih kecil porsinya dalam APBD. Khusus untuk perdagangan, berasal dari produk-produk UKM yang berasal dari masyarakat.

Ia menegaskan, kondisi di Blora saat ini belum ada industri besar yang bisa menyerap tenaga kerja dalam jumlah banyak. Dengan kondisi ini, Pemkab sangat mendukung adanya pengembangan UKM, salah satunya dengan mengadakan pameran seperti ini.

Editor: Supriyadi