Ini Kisah 3 Pembantai Debt Collector Jepara, Ngeri!

Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin SIK MH  saat gelar perkara menyampaikan keterangan kepada wartawan di mapolres setempat. (Tribratanewsjepara)

Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin SIK MH  saat gelar perkara menyampaikan keterangan kepada wartawan di mapolres setempat. (Tribratanewsjepara)

MuriaNewsCom, Jepara – Jajaran Reskrim Polres Jepara berhasil mengamankan pelaku penganiayaan yang menewaskan Andik Yulianto (26), pria yang ditemukan tewas dengan luka tusuk di Desa Bantrung Batealit 20 November lalu. Andik Yulianto, merupakan warga Desa Bulungan, Kecamatan Pakis Aji yang diketahui bekerja sebagai debt collector Andalan Semarang.

Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin SIK MH  saat gelar perkara menyampaikan, tiga pelaku sempat diburu polisi selama sepekan. Kini, pelaku berhasil diamankan jajaran Sat Reskrim Polres Jepara. Mereka adalah Kuswo alias Kus (40) warga Desa Kedungleper, Kecamatan Bangsri; Taufikur Rochman alias Topik (22) warga Desa Bangsri, Kecamatan Bangsri; dan Sofyan Dwi Sunarso alias Cungir (26) warga Desa Jambu Timur, Kecamatan Pakis Aji.

Lebih lanjut Kapolres Jepara mengatakan, dua pelaku ditangkap pada Sabtu 26 November lalu, dan seorang tersangka lainnya berhasil diamankan Senin (28/11/2016. Terkait peran dan motif dari masing- masing pelaku, pihaknya mengaku masih perlu melakukan pendalaman kasus tersebut.

Dari keterangan pelaku, awal mula terjadinya pembunuhan terjadi usai menyaksikan pertunjukan orkes dangdut di Desa Langon, Kecamatan Tahunan. Di mana, ketika korban dan para pelaku beriringan mengendarai sepeda motor dan terjadi saling serempet.

“Tersangka Kuswo yang mengendarai motor Vega disrempet oleh korban Andik yang memboncengkan Ridwan, lalu Kuswo memperingatkan Andik supaya naik motor pelan-pelan, namun korban tidak menerimakan dan menendang motor Kuswo hingga keduanya terjatuh. Korban Andik menendang motor Revo yang dikendarai oleh Taufik dan Sofyan hingga jatuh. Usai terjatuh inilah aksi saling pukul terjadi,” tuturnya.

Senjata tajam yang digunakan oleh pelaku untuk menusuk korban sebenarnya adalah milik korban Andik. Namun karena kalah saat berkelahi akhirnya senjata tajam itu dikuasai oleh pelaku dan digunakan untuk menusuk korban.Setelah kedua korban terluka, ketiga pelaku melarikan diri meninggalkan kedua korban.

Kini para pelaku diamankan di Mapolres Jepara dan dikenai pasal 170 (2) ke-3 KUHP dan pasal 351 (3) KUHP tentang melakukan kekerasan secara bersama-sama di muka umum yang menyebabkan matinya seseorang dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Editor : Akrom Hazami

Polisi Terus Dalami Kasus Pembunuhan Debt Collector di Jepara

ilustrasi

ilustrasi

MuriaNewsCom, Jepara – Polres Jepara terus mendalami kasus pembunuhan debtcollector atau tukang tagih utang Andalan Semarang, Andik Yulianto (26), warga Desa Bulungan RT 08/01, Kecamatan Pakis Aji, Jepara.

Sementara rekannya, Muhammad Ridwan (25) warga Desa Ngasem RT 16/02, Kecamatan Batealit, Jepara, masih menjalani perawatan intensif di RSUD Kartini.

Kapolres Jepara AKBP Samsu Arifin melalui Kasatreskrim Polres Jepara AKP Suwasana sebelumnya menyampaikan, polisi telah memeriksa tiga orang saksi. Yakni Sobirin (49), Toso (48), dan Nor Rokib. Ketiganya warga Desa Bantrung.

Insiden berdarah terjadi Minggu (20/11/2016) sore. Keterangan korban selamat, Ridwan, pukul 13.00 WIB-16.00 WIB, dia dan korban melihat pertunjukan dangdut OT Romansa di Desa Langon, Kecamatan Tahunan, Jepara.

Selesai melihat dangdut korban mengajak Ridwan ke rumah temannya, Maskan di Desa Ngasem, Batealit, Jepara, untuk mengambil tas kerja miliknya. Selanjutnya korban mengajak Ridwan ke Bantrung, Batealit untuk menagih utang. Kedua korban berboncengan dengan mengendarai SPM Honda Vario 125 warna putih K-5868-YQ.

Sesampainya di Jalan Raya Desa Bantrung, korban menyalip rombongan pelaku yang saat itu menggunakan dua sepeda motor merek Yamaha Vega warna merah dan Honda Revo. Salah satu pelaku berboncengan dengan perempuan, selanjutnya rombongan pelaku menyalip korban kembali.

Kemudian rombongan memepet dan menendang motor korban sampai jatuh. Para pelaku kemudian mengeroyok korban. Diketahui salah satu pelaku membawa senjata tajam, dan dua pelaku lainnya membawa kayu untuk memukuli korban. Sampai kedua korban jatuh tersungkur. Para pelaku meninggalkan korban menuju ke arah Desa Kecapi, Tahunan. Kedua korban saat itu sudah dalam kondisi tak berdaya.

Saksi Sobirin mengatakan saat kejadian sekitar pukul 16.30 WIB. Dia sedang berada di depan rumahnya, kemudian melihat seperti kecelakaaan lalu lintas. Saat dilihat dari dekat ternyata telah terjadi pengeroyokan.

Salah satu pelaku dengan ciri-ciri laki- laki bertubuh besar rambut gondrong, memakai kaos warna gelap membawa sebilah pisau, dan kedua pelaku laki-laki lainnya masih remaja membawa kayu untuk memukuli kedua korban.

Sedangkan perempuan dengan ciri- ciri memakai jaket levis yang ikut para pelaku duduk di atas sepeda motor. Karena diketahui pelaku ada yang membawa sajam saksi tidak berani melerai dan hanya bisa melihat kejadian tersebut sekitar 10 menit.

Selanjutnya saksi membawa kedua korban ke RSUD Kartini Jepara dengan menggunakan sepeda motor roda tiga.  Setelah sampai di RSUD Kartini, satu korban diketahui meninggal dunia.

Sementara itu, hasil dari pemeriksaan dan otopsi yang dilakukan oleh Kepala Sub Bidang Kedokteran Kepolisian (Dokpol) Bidang Kedokteran Kesehatan (Dokkes) Polda Jawa Tengah, AKBP Sumy Hastry Purwanti di RSUD Kartini Jepara menyampaikan, korban Andik Yulianto mengalami luka tusukan di bagian rusuk bagian belakang sebelah kiri.

Luka sobek juga terdapat di telapak tangan sebelah kanan serta belakang telinga sebelah kiri. Serta ada luka ringan dibeberapa bagaian tubuh lainnya. ” Hasil pemeriksaan dugaan kuat korban meninggal dikarenakan adanya luka tusuk ditubuhnya dengan kedalaman sekitar 13 cm,” terang Sumy.

Editor : Akrom Hazami