Debat Publik Calon Tunggal Pilkada Pati Segera Digelar

Calon Bupati Pati Haryanto memaparkan visi dan misi kepada tim pendukungnya, belum lama ini. Format debat publik yang dicanangkan KPU berupa penajaman visi dan misi, lantaran diikuti calon tunggal. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Calon Bupati Pati Haryanto memaparkan visi dan misi kepada tim pendukungnya, belum lama ini. Format debat publik yang dicanangkan KPU berupa penajaman visi dan misi, lantaran diikuti calon tunggal. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Ada yang berbeda dalam agenda debat publik pada Pilkada Pati. Jika debat publik biasanya dilakukan secara “head to head”, debat publik Pilkada Pati hanya berupa penajaman visi dan misi dari pasangan Calon Bupati dan wakil Bupati Pati.

Hal itu disebabkan, karena Pilkada Pati hanya diikuti satu pasangan calon. Secara teknis, paslon akan memaparkan visi dan misi dengan dipandu moderator, kemudian pemaparan tersebut diperdalam oleh panelis yang diambil dari kalangan independen yang memiliki integritas.

Ketua KPU Pati, Much Nasich menjelaskan, debat publik berupa penajaman visi dan misi akan dilakukan di Gedung DPRD Pati pada pertengahan Januari 2017. Gedung DPRD Pati dipilih sebagai tempat debat publik, karena dianggap sebagai tempat yang netral sekaligus banyak menampung orang banyak.

“Sesuai dengan Pasal 1 ayat 8 PKPU Nomor 14 Tahun 2015, debat publik dalam pemilihan satu pasangan calon sama dengan metode kampanye yang dilaksanakan KPU dalam bentuk pemaparan visi dan misi paslon. Panelis dan moderator berasal dari kalangan independen yang punya integritas. Mereka akan mengupas visi dan misi paslon dari berbagai bidang, misalnya bidang sosial, budaya, ekonomi, pembangunan, dan lain sebagainya,” kata Nasich kepada MuriaNewsCom, Selasa (27/12/2016).

Dia menambahkan, debat publik bisa diikuti masyarakat. Kendati begitu, tata cara dan aturan yang berlaku tetap harus berjalan dengan baik, termasuk masyarakat yang nantinya ingin melihat debat publik berupa penajaman visi dan misi paslon.

Moderator dan panelis sendiri diambil dari kalangan tokoh masyarakat, profesional dan akademisi yang memiliki integritas tinggi. Selain itu, mereka diambil dari kalangan yang memiliki track record baik dan jujur.

Editor : Kholistiono