Astra Motor Gelar Donor Darah Serentak se-Jawa Tengah

MuriaNewsCom, Semarang – Astra Motor Jateng selaku main dealer sepeda motor Honda untuk wilayah Jawa Tengah, menggelar donor darah serentak selama dua hari (23-24/1/2018) di lima derah di Jateng.

Dalam kegiatan kali ini, Astra Motor Jateng menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) dalam pelaksanaan donor darah. Kegiatan ini diadakan secara serentak di Semarang (Kantor Wilayah Astra Motor Jateng dan di daerah Gatot Subroto), Solo, Pati dan Pemalang.

Kepala Wilayah Astra Motor Jateng Yohanes Kurniawan, menyatakan, donor darah ini nantinya akan dijadikan agenda rutin. Kegiatan ini diikuti seluruh karyawan Astra Motor. Namun ke depan akan digelar juga untuk umum.

“Targetnya sekarang minimal 250 kantong darah, karena yang berpartisipasi sementara baru karyawan Astra Motor. Ke depan rencananya akan kami adakan secara terbuka dan umum bisa ikut supaya kantong darah yang terkumpul bisa lebih banyak lagi,” katanya.

Nantinya akan dibentuk komunitas ‘Donor Darah Astra’ untuk mempermudah mendapatkan pendonor di wilayah pemasaran Astra Motor Jateng bedasarkan database yang sudah dihimpun saat donor darah.

Selain kegiatan donor darah, Astra Motor Jateng juga menunjukkan kepeduliannya kepada balita dan lansia dengan memberikan bantuan secara rutin ke posyandu-posyandu yang berada di sekitar Kantor Wilayah Astra Motor Jateng di Semarang.

“Ke depannya kami akan lebih mengembangkan program-program sebagai bentuk kepedulian kami terhadap lingkungan dan  masyarakat. Sesuai dengan cita-cita Honda Jateng untuk terus berusaha memberikan manfaat kepada masyarakat, baik melalui bisnis yang dijalankan maupun melalui kegiatan-kegiatan sosial yang diadakan,” tutup Kurniawan.

Editor : Ali Muntoha

Positif  Sakit Jiwa, Pembunuh Ibu Kandung di Kudus Dibawa ke RSJ

Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning saat memberikan keterangan kepada awak media, Rabu (13/12/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Hasil pemeriksaan kejiwaan Anshori, pemuda Dukuh Kebangsan, RT 2 RW 3, Desa Getassrabi, Kecamatan Gebog, yang membunuh ibu kandungnya sendiri Selasa (28/11/2017) lalu akhirnya keluar. Dari pemeriksaan medis, pemuda 30 tahun itu positif mengidap gangguan jiwa. Untuk itu, ia diharuskan menjalani perawatan di RSJ.

Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning mengatakan, dari hasil identifikasi dan juga observasi yang selama ini dilakukan, pelaku positif memiliki penyakit jiwa.

Baca: Tak Diberi Uang, Anak di Getassrabi Kudus Tega Pacul Kepala Ibunya Hingga Tewas

“Observasi selalu kami lakukan setelah penangkapan terhadap pelaku pembunuhan ibu kandung. Prosesnya panjang dan bertahap, dengan hasilnya pelaku positif miliki penyakit jiwa,” katanya kepada awak media, Rabu (13/12/2017).

Selain itu, lanjutnya, hasil pemeriksaan dari RSUD Kudus juga memperkuat identifikasi tersebut. Lantaran memiliki penyakit jiwa, penanganan kasus akan dilimpahkan kepada negara, hingga pelaku bisa sembuh seperti sedia kala.

Baca: Sebelum Dibunuh, Sang Ibu Sempat Diancam Hingga Tak Berani Pulang ke Rumah

Disinggung soal proses hukuman pelaku, kapolres menyebutkan baru fokus pada pembenahan kondisi psikis pasien terlebih dahulu.

”Lebih detailnya, biar Kasatreskrim yang menentukan. Yang pasti jangan sampai pelaku dilepaskan tanpa penanganan. Karena jika demikian, dikhawatirkan akan ada korban lagi,” ungkap dia.

Editor: Supriyadi

Baca: Ini Luka yang Dialami Ibu di Getassrabi Kudus Setelah Dipacul Anaknya Hingga Meninggal

Stok Darah di Kota Magelang Saat Ini Tersisa Segini

Foto Ilustrasi. Petugas menunjukkan stok darah di kantor PMI. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Magelang – PMI Kota Magelang menyatakan saat ini stok darah di tempatnya tersisa 104 kantong. PMI terus melakukan pelayanan kegiatan donor darah di sejumlah tempat di Kota Magelang.

Staf Pencari dan Pelestari Donor Darah Sukarela PMI Kota Magelang Akadika Agus Kuncoro mengatakan stok darah di PMI Kota Magelang 104 kantong. “Dengan kegiatan sosial donor darah ini, tentu menambah stok darah di PMI Kota Magelang,” ujarnya di kesempatan donor darah di Komando Distrik Militer 0705/Magelang, Kamis (24/8/2017) dikutip dari Antara.

Komando Distrik Militer 0705/Magelang saat ini menyelenggarakan kegiatan sosial berupa donor darah melibatkan personel dari berbagai satuan di Kota Magelang. Hal itu dilakukan guna mendukung PMI setempat dalam pelayanan kebutuhan darah kepada masyarakat.

Komandan Kodim 0705/Magelang Letkol Inf Hendra Purwanasari setelah mengikuti donor darah mengatakan kegiatan dengan melibatkan ratusan personel TNI dan PNS tersebut dalam rangkaian HUT Ke-72 TNI di daerah setempat.

Ia mengemukakan tentang manfaat donor darah untuk membantu orang lain. Setelah diperiksa dan diuji keamanan dan kelayakannya oleh petugas PMI, katanya, kemudian darah tersebut digunakan untuk pasien yang membutuhkan. “Dengan donor seperti ini, kita membantu orang lain, menyelamatkan nyawa mereka,” ujarnya.

Selain membantu sesama yang membutuhkan darah, donor darah juga bermanfaat bagi kesehatan pendonornya. Bagi pendonor, ujarnya, aliran darah dalam tubuhnya menjadi lebih lancar. Donor darah juga mencegah penyumbatan arteri dan meningkatkan produksi sel darah merah si pendonor.

 

Editor : Akrom Hazami

Stok Darah di PMI Jepara Mulai Meningkat

Salah satu pegawai memperliatkan stok darah di PMI Kabupaten Jepara. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Jepara mulai meningkat, setelah sebelumnya sempat hanya menyisakan hanya 29 kantong. Kini, ketersediaan darah di Blood Bank mencapai 66 kantong untuk seluruh golongan, Rabu (2/8/2017).

Petugas Seksi Pelayanan Darah dan Rujukan PMI Jepara Syahrul menyampaikan, peningkatan stok ini seiring dengan jumlah pendonor yang bertambah. Hal itu dikarenakan, banyak even seperti HUT RI dan meningkatnya permintaan untuk donor darah massal.

“Kita optimis persediaan kantong darah bisa normal kembali pada bulan Agustus,” kata Syahrul. 

Adapun, stok kantong darah pada hari kedua Bulan Agustus terdiri atas golongan A 19 kantong, B 16 kantong, O 27 kantong dan AB empat kantong. Ia mengatakan, sediaan kantong darah selalu dinamis tiap hari, karena jumlah pendonor ataupun permintaan yang selalu bertambah ataupun berkurang. 

Dirinya menyatakan, pihaknya sudah menerima permintaan untuk melayani donor darah massal. Mulai dari awal bulan ini hingga pertengahan. Syahrul berujar, untuk setiap kegiatan donor darah setidaknya bisa mengumpulkan 25 kantong darah. 

Menjawab soal stok darah yang sempat kritis setelah Lebaran tahun ini, hal itu sudah terjadi tak hanya di Jepara. “Kondisi yang sama terjadi di hampir semua daerah di Jawa Tengah. PMI Magelang dan Pati pun sempat meminta bantuan stok darah ke PMI Jepara, namun tak dikabulkan, karen kondisinya pun serupa, sedang kritis,” urainya. 

Untuk mengatasi hal tersebut, ia mengatakan melayani warga. Hal itu dengan menghubungi pendonor yang pernah berderma darah di PMI, untuk membantu orang yang sedang membutuhkan transfusi darah.

Editor : Akrom Hazami