Dandim 0719/Jepara Instruksikan TNI Siaga Hadapi Bencana di Musim Hujan

Komandan Komando Distrik Militer 0719/Jepara Letkol (inf) Ahmad Basuki ketika memeriksa kesiapan prajuritnya dalam menghadapi bencana sertaan musim penghujan di Jepara, Senin (4/12/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Menghadapi bencana sertaan di musim hujan, Komandan Kodim 0719/Jepara Letkol (inf) Ahmad Basuki instruksikan semua anggota TNI di Kota Ukir bersiaga penuh. Selain kesiapan personel, pihaknya juga menyiagakan armada evakuasi seperti Landing Craft Rubber (LCR-Kapal Karet) dan KMC Komando.

“Untuk memantapkan kesiagaan, pagi ini kami melakukan apel kesiapan penanggulangan bencana. Di Jepara kita ada tiga bencana yang patut diwaspadai, yakni abrasi air laut, banjir dan tanah longsor,” ujar Ahmad Basuki, seusai apel di halaman Makodim Jepara, Senin (4/12/2017). 

Ia mengungkapkan, kekuatan Kodim Jepara untuk membantu penanganan kebencanaan sudah siap diterjunkan. Dandim 0719 itu juga menyebut, pihaknya memiliki 12 LCR berkapasitas mesin mulai dari 15 PK (Paar de Kraft-Tenaga Kuda). Adapula kapal berbahan alumunium dan KMC Komando yang diawaki 50 personel dapat menempuh Pulau Karimunjawa dalam tempo satu jam, dengan kecepatan 27 knot.

Untuk personel, pihaknya menyiagakan 300 prajurit yang disiagakan untuk dapat membantu penanganan bencana, sewaktu-waktu. “Ketika ada bencana Danramil (Komandan Rayon Militer) kami perintahkan turun untuk memonitor dan membantu masyarakat,” tegasnya. 

Terakhir, ia mengingatkan warga Jepara untuk senantiasa berwaspada. Pada awal bulan Desember, bencana abrasi air laut telah terjadi dan mengakibatkan beberapa rumah di Kelurahan Ujung Batu dan Demaan terkena imbas. 

“Banjir juga perlu diwaspadai, mengingat ini siklus empat tahunan. Tahun 2014 sudah pernah terjadi banjir besar. Tahun 2018 harus lebih siaga. Disamping itu, tanah longsor juga perlu diperhatikan, seperti di daerah Tempur. Kami imbau warga berhati-hati melewati daerah tebing yang rawan longsor,” tutup Ahmad Basuki. 

Editor: Supriyadi

Dandim Rembang Tampar Pipi Kades

Dandim 0720/Rembang, Letkol (Inf) Darmawan Setiyadi duduk di samping Kades Jambangan, Kecamatan Sarang bernama Muhamad Hilaludin, yang telah ditamparnya. (ISTIMEWA

MuriaNewsCom, Rembang – Dandim 0720/Rembang, Letkol (Inf) Darmawan Setiyadi menampar Kades Jambangan, Kecamatan Sarang bernama Muhamad Hilaludin saat Rakor Pengawasan Dana Desa di Pendapa Museum RA Kartini, Jumat (10/11/2017). Di rakor tersebut dihadiri seluruh kepala Desa se-Kabupaten Rembang, Kapolres Rembang, Bupati dan Wakil Bupati Rembang.

Keterangan Ketua Paguyuban Kepala Desa se-Kabupaten Rembang, Zidad, ketika itu Dandim menyampaikan materi di atas mimbar. Saat bersamaan, Hilaludin yang duduk di deretan kades, terlihat menyandarkan kepala di kursi.

Dandim yang melihat Hilaludin, segera menghentikan paparannya. Dia meminta agar kades tersebut maju. Dandim langsung menampar pipi Hilaludin.

“Pak Dandim tadi kan memang sedang memberikan pengarahan didepan. Tapi yang namanya kepala desa, mungkin kecapekan karena banyak aktivitas, saat itu ada yang menyandarkan kepalanya di kursi. Kemudian dia dipanggil sama Dandim, di-shock therapy semacam kaya militer,” kata Zidad yang juga Kepala Desa Menoro, Kecamatan Sedan kepada sejumlah wartawan.

Akibatnya, terjadi ketegangan dari kubu kepala desa yang tak terima atas perlakuan yang dilakukan Dandim. Akhirnya dilakukan mediasi perdamaian. Mediasi yang dilakukan secara tertutup di Rumah Dinas Bupati Rembang, dipimpin langsung oleh Bupati Rembang Abdul Hafidz. Dalam mediasi tersebut juga nampak hadir Kapolres Rembang, Wakil Bupati Rembang, Sekda Rembang dan perwakilan dari Paguyuban Kepala Desa Rembang.

Dandim di hadapan wartawan mengakui apa yang dilakukannya tidak pas. Darmawan berjanji akan bertindak lebih proporsional dan bijaksana.

“Saya sudah mengawali untuk minta maaf. Karena yang saya lakukan mungkin tidak pas. Yang jelas nanti saya akan jauh lebih bersikap proporsional dan bijak lagi dalam menghadapi masyarakat, karena kan beda antara militer dengan warga sipil,” terangnya. 

Editor : Akrom Hazami

Baca : Tampar Kades, Dandim Rembang Langsung Dinonaktifkan

Teroris saat Natal Diwaspadai Dandim Kudus

Dandim 0722 Kudus Letkol (Czi) Gunawan Yudha memberikan keterangan soal pengamanan Natal dan Tahun Baru 2017. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Dandim 0722 Kudus Letkol (Czi) Gunawan Yudha memberikan keterangan soal pengamanan Natal dan Tahun Baru 2017. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Dandim 0722 Kudus Letkol (Czi) Gunawan Yudha mewaspadai beberapa hal yang dimungkinkan menganggu ketentraman saat perayaan Natal tiba. Di antara kemungkinan lain yang dimungkinkan terjadi adalah keberadaan teroris.

Hal itu disampaikan di Mapolres Kudus usai apel gelar pasukan Lilin Candi 2016. Menurut dia, beberapa kemungkinan bisa terjadi. Seperti kekerasan hingga teroris di Kudus.

“Untuk menjaga keamanan, semuanya kami cermati. Namun di antara semuanya, yang paling cermati dan waspadai adalah adanya keberadaan teroris,” katanya kepada MuriaNewsCom, Kamis (22/12/2016).

Untuk menjaga ketertiban, kodim menyiagakan seluruh petugasnya. Semuanya harus siap, jika nanti ada hal yang perlu diselesaikan, akan ada petugas khusus yang menyelidiki.

Dikatakan, komunikasi dengan ormas juga dilakukan. Hal itu, dilakukan supaya satu sama lain dapat saling memberikan informasi. Hal itu juga dianggap lebih mudah dalam menyelesaikan persoalan.

Kapolres Kudus AKBP Andy Rifa’i mengatakan, selain keberadaan teroris, hal yang diwaspadai adalah potensi kriminal serta perkelahian antarkelompok. Untuk itulah ratusan petugas disiapkan hingga seluruh babin yang terdapat di tiap desa.

“Soal sweeping oleh sejumlah kalangan jika nantinya ada, juga kami imbau. Jika masih ada yang nekat maka bisa diproses lantaran itu melanggar aturan. Jadi kami akan tindak tegas,” ungkap dia.

Editor : Akrom Hazami

Jurus Aparat Kudus Biar Tak Ada Bentrok TNI-Polri

Dandim Kudus 0722 Letkol Arh Ibnu Sukelan. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Dandim Kudus 0722 Letkol Arh Ibnu Sukelan. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Adanya perselisihan antara anggota TNI dengan petugas kepolisan di Indonesai, disikapi oleh pihak Kepolisian Resor Kudus. Bagi seorang polisi, hak tersebut jangan sampai terjadi di Kudus. Sebab TNI-lah yang membuat polisi menjadi kuat dan besar.

Hal itu dikatakan Kapolres Kudus AKBP M Kurniawan. Menurutnya seorang polisi dan tentara harus melakukan kerja sama yang bagus. Tanpa itu, keduanya tidak akan mampu menjaga kudus lebih aman dan hanya menjadi petugas yang kurang maksimal.

“TNI atau Kodim di Kudus, merupakan kesatuan bagi polisi. Jadi tidak dapat dipisahkan. Kami tidak dapat bekerja dengan melindungi masyarakat jika tidak ada tentara yang melindungi keamanan, begitu pun sebaliknya,” kata Kapolres kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya tidak ada hal yang pantas untuk diributkan. Terlebih sampai diperdebatkan. Sebab bagi dia semuanya sama, dengan sama menjaga keutuhan indonesai dan mewujudkan keamanan bagi masyarakat.

Selain itu, komunikasi yang baik juga rutin dilakukan oleh anggota kepolisian dengan tentara. Selain itu saling mengadakan kegiatan bersama juga menjadi kekokohan hubungan mereka, selain itu, unsur pertemanan juga menjadi hal yang baik dalam menjaga kebersamaan.

Dandim Kudus 0722 Letkol Arh Ibnu Sukelan mengatakan, baik polisi maupun tentara sama sama mengayomi masyrakat. Keduanya juga saling mengayomi baik dari tentara ke polisi maupun sebaliknya.

“Kita sama sama membutuhkan, dan kita juga mengayomi masyakat dengan tugas dan fungsinya masing masing,” katanya kepada MuriaNewsCom
Menurutnya, mengenai benturan yang terjadi, tidak diharapkan akan terjadi di Kudus. Sebab kerja sama selama ini sudah dilakukan jauh hari. Mulai dari membuat progam kerja bersama, apel bersama. (FAISOL HADI/AKROM HAZAMI)

Dandim Grobogan Prihatin Lemahnya Mental Generasi Muda

Dandim 0717 Purwodadi Letkol Inf Jaelan saat memberikan sambutan dalam acara silaturahmi bersama jajaran kepolisian dan pejabat Pemkab Grobogan di Aula Makodim (9/6/20165). (MURIANEWS/DANI AGUS)

GROBOGAN – Komandan Kodim (Dandim) 0717 Purwodadi Letkol Inf Jaelan mengaku prihatin dengan kondisi para generasi muda saat ini. Dimana, sebagian generasi muda memiliki mental yang lemah. Pernyataan itu dilontarkan dandim saat menggelar silaturahmi dengan jajaran kepolisian dan pejabat Pemkab Grobogan di Aula Makodim siang tadi.

Lanjutkan membaca